STUDI KASUS (Anak Egois

)

............................... C........ Sasaran............................. BAB III IDENTIFIKASI KASUS .................................................... D................................ C.. B...................... B......................................................................... Saran .. A..................................................................... A................................ E.................. A. Identitas Anak ............................... B................... B... Diagnostik Kasus ...................... Kesimpulan........DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ............................ Ciri-Ciri Perilaku Egois . Riwayat Anak........................................................................................ Hasil Treatment dan Layanan . C.......................................................................................................................................................... B............................. A........................ Tujuan..... Latar Belakang............. Pengertian Anak Egois ........................................................................................................................................................ BAB IV PELASANAAN BIMBINGAN KONSELING .................................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA .................... BAB II LANDASAN TEORITIS .................................................................................... Tempat dan Waktu Pelaksanaan ..... Penyebab Sifat Egois Pada Anak ....................................................................... Treatment dan Layanan Yang Diberikan......... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................. Sistematika Penulisan Laporan . A............. DAFTAR ISI ............................ BAB I PENDAHULUAN ......................................................... i ii 1 1 2 2 3 3 4 4 5 6 8 8 9 11 11 11 12 13 13 13 15 i .....

Seperti jangan asal janji bila tidak bisa memenuhinya. terlalu mengikuti kemauan anak. malas. Anak yang dilahirkan dengan sejumlah naluri perlu dikembangkan agar dapat hidup dengan baik dan berguna dalam masyarakatnya. atau saling bertentangan dalam mendidik anak. Latar Belakang Beberapa ahli psikologi perkembangan mengatakan. bahkan kalau perlu menghukum jika larangan sudah tidak mempan lagi. jika kakaknya sedang tidur. masa paling penting dalam membentuk kepribadian seseorang adalah antara 0-5 tahun. Dengan kasih sayang. Orangtua dan guru perlu melarang hal-hal yang tidak baik. alias jadi egois atau mau menang sendiri. Jadi. anak dapat kehilangan arah. perhatian. sambil menyebutkan alasannya (belajar menghargai orang lain dan respek pada kebutuhannya). belaian. bercakap-cakap. 1 . jadi cenderung bersikap "semau gue". ajak anak main tanpa teriak-teriak atau kecilkanlah suara televisi. Selain itu. secara perlahan-lahan. dan membimbing anak ke arah yang baik. sesuai umur anak. Jika orangtua terlalu sibuk.BAB I PENDAHULUAN A. tidak dalam kandungan maupun setelah masa kanak-kanaknya telah lewat. anak juga perlu diperkenalkan pada nilai-nilai luhur dan kebiasaan yang baik. Selama masa kanak-kanak itulah dasar-dasar kepribadian ditanamkan. sambil menerapkan moral yang tinggi di rumah. dan bermain dengan si kecil. Anak perlu dilatih untuk menghargai orang lain dan bersikap sopan santun.

untuk membantu anak yang menjadi sasaran bimbingan. jauh lebih sukar. Seorang psikolog dan ahli pendidik James Dobson berkata dalam bukunya Dare to Dicipline: "Psikolog yang menghadapi remaja yang tidak mempunyai respek sama sekali terhadap orangtuanya. C. yaitu dengan memberikan treatmen yang sesuai dengan permasalahan yang dialaminya. 2 . Yang kedua. B. Untuk itulah dibutuhkan suatu penanganan secara dini untuk mengatasi sifat egois pada anak. apalagi dewasa. sebab orangtuanya terlalu memanjakan dia sampai membiarkan anak terus "menang". Pertama adalah sebagai sarana pembelajaran dalam melakukan bimbingan dan konseling khususnya bagi penulis yang tengah mempelajari mata kuliah Bimbingan Konseling Untuk Anak Usia Dini. Anak yang menjadi sasaran adalah anak usia dini (anak TK). adalah bagai dokter yang berhadapan dengan pasien penderita kanker ganas. tetapi. Tujuan Kegiatan bimbingan dan konseling untuk anak ini memiliki dua tujuan utama. kalau sudah remaja.Apakah sikap egois bisa diperbaiki? Jika masih kecil lebih mudah diperbaiki. Sasaran Bimbingan konseling yang dilakukan kali ini ditekankan bagi anak yang memiliki sifat egois dan mau menang sendiri. sampai tidak terkendali lagi." Sukar diperbaiki lagi.

berisi kesimpulan dan saran berkaitan dengan kegiatan yang telah dilakukan. yang akan menjelaskan identitas anak dan riwayat perkembangan anak. Sistematika Penulisan Laporan Laporan Studi Kasus ini dimulai dengan Bab I Pendahuluan yang berisikan Latar Belakang.D. Tujuan. dilakukan di TK Cempaka Desa Golat Kecamatan Panumbangan. 3 . Tempat dan Waktu Pelaksanaan serta dijelaskan mengenai Sistematika Penulisan Laporan untuk mempermudah penjelasan dan alur penulisan laporan. Bab ini membahas mengenai pengertian. dan penyebab sifat egois pada anak. Bab VI Kesimpulan dan Saran. Bab IV Pelaksanaan Bimbingan Konseling. yang akan memperkuat dan sebagai landasan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling dan penulisan lapporan. E. Sasaran. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Pelaksanaan bimbingan konseling untuk anak dengan gangguan pemusatan perhatian kali ini. Bab II Landasan Teoritis. Bab III Identifikasi Kasus. yang akan menyajikan layanan atau tindakan (treatment) yang dilakukan beserta hasil yang diperoleh dari treatment tersebut. ciri-ciri. Waktu pelaksanaan pada bulan Juni 2009.

Yang penting apa yang dia inginkan dan apa yang dia suka diperolehnya. maka dia enggan berbagi. Mereka selalu menginginkan segala sesuatu sesuai dengan cara 4 . harus dipenuhi saat itu juga. berteriak bahkan bergulingguling di lantai. kadang dia mengeluarkan senjata ampuh dengan menangis. Mereka tidak memperdulikan apakah keinginannya merugikan orang lain atau tidak. Mereka juga tidak peduli jika orang lain menangis akibat perbuatannya mengambil secara paksa dari orang lain. Namun sebaliknya. jika dia mempunyai sesuatu ataupun kesenangan. Bahkan milik orang lain pun kadang diakui sebagai miliknya jika dia menginginkannya. Bahkan untuk memuluskan keinginannya. Sehingga seringkali jika mereka menginginkan sesuatu hal.BAB II LANDASAN TEORITIS (Anak Egois) A. Ed. Dia ingin menikmati sendiri barang yang dimilikinya. Mereka melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya dan belum mampu melihat dari kaca mata orang lain. Dia tidak ingin orang lain mengganggu kesenangannya. dalam bukunya Don’t Give Me that Attitude!: 24 Selfish. Pengertian Anak Egois Secara alamiah sifat egois timbul pada anak usia 2 tahun karena pada usia tersebut mereka mempunyai karakter egosentris. Anak egois maunya menang sendiri. Rude Behaviors and How to Stop Them menjelaskan bahwa anak-anak yang selfish alias egois adalah anak-anak yang tidak senang menjadi bagian dari sekitarnya.. Michele Borba.D.

dan penuh perhatian. hanya berfokus pada kesejahteraan dirinya sendiri tanpa peduli orang lain. Ciri-ciri Perilaku Egois Pada anak usia prasekolah perilaku egois bila sekali-sekali muncul masih dapat dikatakan wajar. Dra. Itu yang membuatnya disebut egois. Anak perlu diingatkan bahwa di samping dirinya. psikolog dari RSIA Hermina Bekasi menjelaskan bahwa anak balita dikatakan memiliki sikap egois yang tinggi karena setiap kegiatan yang dilakukan masih terpusat pada dirinya sendiri. Sifat individunya masih sangat dominan. Anak usia prasekolah umumnya masih egosentris karena dunianya masih terpusat pada dirinya sendiri.mereka. Risa Kolopaking. Begitu juga kalau ingin sesuatu dan tak dituruti. mereka berusaha membuat orangtuanya percaya bahwa perasaan mereka lebih penting dibandingkan perasaan dan kebutuhan orang lain. meletakkan kebutuhan dan urusan mereka di atas yang lainnya. dan jarang sekali mempertimbangkan perasaan orang lain. anak sendiri sebenarnya masih belum paham. perbuatannya disukai atau tidak oleh orang lain. ada juga anak-anak lain yang samasama kita cintai. anak yang egois hanya peduli dengan dirinya sendiri. pemurah. Menurut Heribertus Gunawan. Ini terlihat dari cara dia yang selalu mendahulukan dirinya. karena merasa dirinya dan dunia sekitarnya adalah satu. Sudah tentu anak egois ini perlu disadarkan dan diperbaiki sikapnya. Ia perlu didorong agar mengembangkan sikap-sikap baik seperti tidak mementingkan diri sendiri. Itulah sebabnya. anak akan menangis. Padahal. tetapi bila dilakukan dalam frekuensi dan intensitas yang 5 . B.

Suka merajuk atau menangis / merengek-rengek jika keinginannya tidak segera dituruti. cenderung agresif. Sehingga anak terbiasa mendapatkan apapun tanpa usaha dan perjuangan 6 . sulit menjalin relasi dengan anak lain. Pemujaan kepada anak secara berlebihan membuat orang tua memanjakan anak dengan cara memenuhi segala keinginannya. Ciri-ciri perilaku egois yang melebihi batas normal/bermasalah diantaranya adalah sebagai berikut : • • • • • • • • Anak kurang mampu mengontrol diri/emosi. moral dan tanggung jawab yang diperlukan anak sebagai pengarah dalam berperilaku). Kualitas hubungan sosialnya buruk. C. Sering merebut mainan / barang yang dipegang oleh temannya. Enggan untuk berbagi kesenangan. Memandang orang lain secara negatif. atau makanan dengan orang lain. Perkembangan sosial seorang anak dipengaruhi oleh lingkungannya. baik dari orang tua maupun orang-orang di sekitarnya. Penyebab Sifat Egois Pada Anak Penyebab perilaku egois biasanya karena perlakuan dan pola asuh orang tua/pengasuh yang tidak tepat (misalnya kasih sayang orang tua yang berlebihan atau kurang. mainan. Harga diri dan empati kurang berkembang. tapi masalah pembiasaan. sikap orang tua yang permisif. Sifat egois bukanlah sifat bawaan atau keturunan. Berikut beberapa faktor mengapa anak bersifat egois : • Perhatian yang berlebihan. tidak menanamkan disiplin. Memiliki sikap penuntut.tinggi digolongkan pada perilaku bermasalah.

orang tua menyuruh pengasuh untuk selalu berada di dekat sang anak dan siap melayani. Rasa kekhawatiran yang mendalam juga membuat orangtua menghindarkan anak mereka dari pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya bisa dilakukan anak seusianya. artinya keinginannya harus didahulukan sebab dia merupakan kasus perkecualian. Karena khawatir diganggu teman di taman. Karena khawatir baju anak kotor. Maka anak akan terbiasa menyuruh-nyuruh orang seperti yang telah dicontohkan orang tuanya. Jika tidak hati-hati anak seperti ini bisa tumbuh menjadi anak yang egois. karena dia menganggap semua harus dipusatkan pada dia. Kemudahan mendapatkan sesuatu tanpa perlu usaha membuat anak mengambil kesimpulan bahwa ia bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan dengan mudah saat itu juga. orang tua menyuruh pembantu untuk selalu menyuapi makan. sering kali mendapatkan perhatian khusus. Anak juga tidak terbiasa mengembangkan rasa toleransi dan sabar kepada orang lain. bahkan untuk pekerjaan-pekerjaan sederhana yang sebenarnya bisa dia lakukan. 7 .terlebih dahulu. seringkali orang tua memberi perlindungan yang berlebih dari berbagai macam kegagalan dan kesalahan. Dalam menunjukkan rasa sayang kepada anak. Anak tidak diajari untuk menunda kepuasan atau mendapatkan sesuatu sebagai hadiah dari usaha yang keras. • Anak yang mempunyai kebutuhan-kebutuhan khusus (misalnya anak yang sering sakit-sakitan). • Perlindungan yang berlebihan. Itulah sebabnya salah satu ciri juga anak-anak yang egois adalah dia menganggap diri sebagai kasus khusus.

5 April 1980 Agama : Islam Pendidikan : STM Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Golat Nama Ibu (kandung) : Ai Neni TTL : Ciamis. 24 September 2004 Anak ke : 1 Agama : Islam Nama Sekolah : TK Cempaka Desa Golat Kelas : A Alamat : Desa Golat b. 10 Oktober 1981 Agama : Islam Pendidikan : SMEA 8 . Data Orangtua Nama Ayah (kandung) : Imam Buchori TTL : Ciamis.BAB III IDENTIFIKASI KASUS A. Data Anak Nama : Fitri Lisnawati Jenis Kelamin : Perempuan TTL : Ciamis. Identitas Anak a.

. Riwayat Perkembangan Fisik Telungkup : . b.......... bulan.... bulan 9 ...... berdiri : ..... Riwayat Kelahiran Kehamilan Mengalami keguguran sebelumnya ? Tidak Merasa bingung/ sedih/ kesal karena : Tidak Anak tergolong yang diinginkan ? ya/ tidak/ tidak tahu : Ya Kelahiran Umur kandungan : Cukup Saat kelahiran : Biasa dengan cara : operasi sesar Tempat kelahiran : Di rumah sakit Ditolong oleh : dokter Berat badan bayi : 2...... Riwayat Anak a.. bulan.... berjalan : . c.9 Kg Panjang badan bayi : ……...Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Golat B......... Riwayat Makanan Menetek ibu hingga umur : 20 bulan Minum susu kaleng dari umur : 20 bulan hingga sekarang Kualitas makanan : Cukup Kuantitas makanan : Cukup Kesukaran pemberian makanan berupa : . bulan... duduk : .

..... d............................. Riwayat Pendidikan Masuk TK umur : 4 tahun Kesulitan / Masalah Anak : Egois / Mau menang sendiri Bantuan yang pernah diterima anak : Belum Sikap anak terhadap guru : cukup Sikap anak terhadap sekolah : Cukup 10 . Minat : ..bulan Kesulitan dalam berbahasa : ...Berbicara kata-kata pertama : ....... karena sakit : ... Hubungan dengan teman : Kurang Hobi : ....bulan Berbicara dengan kalimat lengkap : ............................. Memiliki penyakit yang sering kambuh: .. Anak mudah sakit : .... Faktor Sosial dan Personal Hubungan dengan saudara (kandung/ tiri/ angkat) : .. Aktivitas rekreasi : Bermain Sikap orangtua terhadap anak : Baik Penerimaan dan tanggungjawab : Cukup Sikap terhadap masalah belajar : Cukup e.......... Pernah dirawat selama: ....... bulan Riwayat kesehatan : ... Bulan Kesulitan dalam gerak : ................

Dengan demikian mereka 11 . menghargai orang lain. memberi makan pada pengemis. seperti empati pada orang lain. Schaefer. bicara dan perilaku peduli. bersabar. dan nilai-nilai yang lain. sambil menyampaikan pesan-pesan yang tersembunyi dalam cerita. kasus ini memperlihatkan berbagai tandatanda sifat egois dan mau menang sendiri. Ph. Usahakan agar anak melihat saat orangtua / guru membantu orang tidak mampu. yaitu sebagai berikut : a. Boneka tangan atau boneka biasa bisa dimanfaatkan sebagai alat yang efektif untuk menarik perhatian anak. berbagi. dan berbagi pada tetangga. Treatment dan Layanan Yang Diberikan Dalam studi kasus kali ini beberapa bentuk treatment/layanan yang penulis lakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan berpedoman pada pendapat Charles E. Memberi contoh. Mendorong orang tua untuk menjadi teladan bagi anaknya. Diagnostik Kasus Dari observasi yang dilakukan. tidak memaksakan kehendak.D dan Howard L. dalam bukunya ”How to Help Children with Common Problems”. Millman. mengantri. B.D.BAB IV PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING A. Ph. Mengajarkan empati dengan role playing. tidak menang sendiri. b. Seringkali anak merebut paksa mainan yang sedang digunakan oleh temannya.

Jadi tunjukkan akibatnya jika dia berlaku egois.akan belajar bahwa di sekitarnya ada orang-orang yang membutuhkan bantuan. Beri penguatan terhadap tindakan anak yang tidak mementingkan diri sendiri. • Anak sudah jarang merebut barang / mainan temannya. d. saat ia bersedia meminjamkan mainannya pada temannya. Sampaikan pesan dalam bahasa yang sederhana. “Terima kasih ya. Menunjukkan akibat negatif dari sifat egois.” C. agar anak memahami kebaikan apa yang telah ia lakukan dan dampaknya Misalnya. Jangan lupa menjelaskan perbuatan mana yang merupakan momen prestasi anak.” Anak-anak paling tidak senang kehilangan teman. teman-teman tidak mau lagi bermain denganmu. sudah meminjamkan mainan pada adik. Kita harus buka mata pasang telinga untuk memergoki sebanyak mungkin ‘momen prestasi’ anak : misalnya saat ia mau menemani adiknya bermain. c. “Dengar nggak adik tertawa waktu kamu bilang mau menemaninya bermain? Kamu membuat adik gembira!” Penguatan juga bisa berupa ucapan terima kasih. 12 . Hasil Treatment dan Layanan Dari serangkaian treatment / bimbingan yang diberikan. dll. anak sudah menunjukkan suatu perubahan positif seperti berikut : • Anak sesekali sudah mau berbagi / meminjamkan mainannya. Katakan dalam bahasa yang positif seperti :”Kalau kamu senang merebut.

dan kualitas hubungan sosialnya buruk. Saran Untuk menangani sifat egois pada anak orang tua sebaiknya : • Menjadi teladan bagi anak dengan perilaku sehari-hari yang toleran dan peduli dengan sekitar. sikap orang tua yang permisif. 13 . Kesimpulan • Pada anak usia prasekolah perilaku mau menang sendiri / egois bila sekalisekali muncul masih dapat dikatakan wajar. menerima kekecewaan. perhatian dan pujian dalam takaran yang cukup dan waktu yang tepat. B. Pemberian kasih sayang. dan kata hati.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. tetapi bila dilakukan dalam frekuensi dan intensitas yang tinggi digolongkan pada perilaku bermasalah. cenderung agresif. harga diri dan empati kurang berkembang. • Penanganan yang diperlukan bagi anak yang mau menang sendiri adalah mengajar dan melatihkan perilaku yang diinginkan. memiliki sikap penuntut. menunda keinginan. moral dan tanggung jawab yang diperlukan anak sebagai pengarah dalam berperilaku). yaitu bisa kontrol diri. menumbuhkan empati dan harga diri. • Ciri-ciri perilaku egois mau menang sendiri yang melebihi batas normal/bermasalah terlihat dari perilaku anak yang kurang mampu mengontrol diri/emosi. • Penyebab perilaku egois biasanya karena perlakuan dan pola asuh orang tua/pengasuh yang tidak tepat (kasih sayang orang tua yang berlebihan atau kurang. tidak menanamkan disiplin.

puteri ummi sekarang mau meminjamkan mainan ke teman-temannya”. • Tidak memanjakan anak dan menuruti segala kemauannya dengan dasar ungkapan sayang.• Memberi penguatan pada anak untuk perubahan perilaku anak. 14 . karena Andi tak mau berbagi mainan. Contoh: “Kasihan ya. teman-temannya jarang yang main ke rumahnya lagi. Contoh: ”Subhanallah. • Menjelaskan alasan mengapa ada anak yang tidak disukai oleh temantemannya dengan menggunakan bahasa yang sederhana. si Andi. • Menghindari melabel/mencap anak secara negatif. sih”. sekalipun sedikit. Contoh : ”Kamu ini pelit banget.

Drs. Srimaryati dan Sutadi Rusda Koto. Jakarta: Tabloid Nakita Nomor 141.ac.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Psikologi Anak Bermasalah. Artikel: Mencegah Si Kecil Tak Jadi Egois. 27 Desember 2007. 2007.mutiara-hati. Rangkuman Mata Kuliah: PGTK2404 Penanganan Anak Berkelainan (Anak dengan Kebutuhan Khusus). 1994.html Lara Fridani. Dra.ut.ac.co. Jakarta : BPK Gunung Mulia.id/ Anonim.ut. 2005.Psi. Cara Efektif Memahami Perilaku Anak Usia Dini. Gunarsa.html Rodin Daulat. Singgih D.blogspot. http://pustaka. 23 Maret 2009. http://www. 1978. Permasalahan Anak TK. Heribertus Gunawan. Artikel: Mengatasi Anak Egois. Tahun III. S. http://pustaka. 15 .Psych. Rangkuman Mata Kuliah: PGTK2103 Metode Pengembangan Sosial Emosional. 15 Desember 2001. 2008. M.id/ Deliana.com/2007/12/deteksidini-masalah-anak-usia-pra. Artikel: Deteksi Dini Masalah Anak Usia Pra Sekolah. 2008. Semarang : FIP IKIP Semarang. Suryadi.id/ Anonim. Artikel: Egoisnya Anakku.parentsguide. http://sanmariannkatekese. http://www.com/mengatasi-anak-egois.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful