You are on page 1of 4

Motivasi Diri Mengikuti Program Studi Magister Profesi Psikologi

Universtas Airlangga

Saya memilih universitas Airlangga Surabaya pada program Magister Profesi


Psikologi dengan pilihan minat studi Magister psikologi klinis dengan dua relevansi
pribadi. Pertama, sebagai pengembangan kemampuan baik dalam keterampilan dan ilmu
pengetahuna. Saya mencermati universitas Airlangga sebagai Universitas yang
komprehensif dan berkembang mengikut keadaan global. Universitas Airlangga secara
berkelangsungan melakukan pengembangan keilmuan, khususnya bidang psikologi
klinis. Hal tersebut saya peroleh dari riset yang dipublikasi universitas Airlangga secara
berkala untuk mengembangkan metode-metode yang bersifat indigenous dengan latar
belakang keadaan sosial masyarakat di Indonesia. Secara spesifik Fakultas Psikologi
Universitas Airlangga memiliki pusat studi yang sangat mendukung proses studi
keprofesian, seperti Unit Pelayanan Psikologi (UPP), Laboratorium Pengkajian dan
Pengembangan Psikologi Terapan (LP3T). Terkhusus yang memunculan ketertarikan
pribadi saya adalah Pusat Krisis dan Pengembangan Komunitas (PKPK) dan Pendidikan
Anak Usia Dini Anak Ceria (PAUD Anak Ceria)

Relevansi pribadi kedua, dengan melanjutkan pendidikan keprofesian di bidang


klinis saya lebih dapat mengenali diri saya, belajar untuk lebih baik pada diri saya dan
pada perkembangan yang lebih lanjut saya dapat berkontribusi bagi orang lain disekitar
saya. Saya memahami untuk melalui program pendidikan profesi psikologi klinis
dibutuhkan kejujuran pada diri untuk dapat berproses lebih mendalam

Relevansi program studi terhadap pekerjaan.

Dengan mengikut sertakkan diri pada program magister profesi psikologi saya dapat
menjadi praktisi psikologi yang kompeten. Saya mampu untuk melakukan tugas dan
tanggung jawab profesi psikologi terkait pencegahan (prefentif) dan penanganan
(kuratif) baik bersifat penanganan individual maupun kelompok atau komunitas.

Setelah menyelesaikan program studi magister profesi psikologi

Saya memiliki rencana untuk dapat berperan aktif dalam dunia kesehatan di
Indonesia setelah selesai menempuh pendidikan magister profesi (S2). Secara eksplisit
saya ingin membangun layanan kesehatan terkhusus kesehatan mental di daerah asal
saya. Hasil fikir tersbut bersumber dari pengalaman pribadi saya melihat dan merasakan
keadaan daerah asal saya yang masih perlu mendapatkan penanganan kesehatan mental.
Saya memilih untuk melanjutkan studi ke program studi Magister
Psikologi Profesi bidang Psikologi Klinis di Universitas Airlangga karena
adanya relevansi terhadap diri saya, baik dalam mengembangkan
keilmuan secara akademik dan pengembangan pribadi secara non-
akademik. Secara akademik, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
telah menunjukkan adanya peran serta dalam melakukan berbagai
penelitian di bidang psikologi klinis. Selain itu, adanya beberapa unit
penunjang seperti Unit Pelayanan Psikologi (UPP), Laboratorium
Pengkajian dan Pengembangan Psikologi Terapan (LP3T), menjadi bukti
bahwa pengembangan ilmu yang dilakukan Fakultas Psikologi
Universitas Airlangga juga diterapkan untuk pengembangan masyarakat
luas. Saya juga mempunyai minat khusus pada dua unit lainnya, yaitu
Pusat Krisis dan Pengembangan Komunitas (PKPK) dan Pendidikan
Anak Usia Dini Anak Ceria (PAUD Anak Ceria), yang sesuai dengan
bidang studi dan minat saya. Selain itu, secara non akademik, program
studi ini mempunyai relevansi terhadap pengembangan pribadi saya.
Melanjutkan ke jenjang Magister Psikologi Profesi bukanlah hal yang
mudah. Selain meningkatkan gelar akademik, dibutuhkan pengembangan
kepribadian untuk mau jujur pada diri sendiri agar dapat berproses lebih
mendalam. Memilih untuk melanjutkan studi pada program studi ini
membawa saya pada pengembangan pribadi, yaitu kematangan emosional
dan keterampilan berkomunikasi, serta adanya cara pandang yang lebih
luas. Dengan adanya pengembangan diri tersebut, secara pribadi, saya
percaya bahwa saya akan lebih dapat berperan serta pada orang lain, baik
keluarga, kerabat, maupun masyarakat, khususnya pada orang-orang
dengan berbagai permasalahan kesehatan mental. Pengembangan diri dan
peran serta pada masyarakat adalah dua hal yang perlu terus saya
tingkatkan, dan menjadi bagian dari pengembangan pribadi saya secara
utuh.

Melanjutkan pendidikan pada program studi ini tentunya juga akan


memberikan pengembangan pada pekerjaan dan karir saya. Setelah lulus
S1, saya telah bekerja pada beberapa tempat, baik pada pekerjaan dengan
minat psikologi klinis maupun bukan. Namun, saya merasakan bahwa
bekerja di bidang psikologi klinis merupakan passion saya, dan saya
memutuskan untuk memilih karir di bidang ini. Pengalaman kerja saya
ketika mendampingi psikolog dalam berbagai kasus individu
menyadarkan saya diperlukan keterampilan yang mumpuni untuk dapat
memberikan tindakan preventif dan kuratif pada berbagai permasalahan
kesehatan mental yang dialami. Selain itu, pengalaman saya dalam turut
serta dalam program pengembangan komunitas juga menambah
ketertarikan saya di bidang psikologi klinis. Saya semakin menyadari
bahwa psikologi klinis tidak hanya diperlukan dalam konsultasi individu
saja, tetapi juga dapat memberikan dampak bagi peningkatan kesehatan
mental suatu komunitas. Oleh karena itu, saya ingin menambah
keterampilan saya dalam peran saya sebagai praktisi psikologi.

Selain itu, saya juga mempunyai keinginan mempraktikkan ilmu


psikologi klinis di berbagai wilayah di Indonesia. Saya mempunyai latar
belakang tinggal dan dibesarkan di berbagai daerah di Indonesia. Hal itu
membuat saya mengenal berbagai budaya. Tiap budaya memiliki
kelebihan dan permasalahannya masing-masing, terutama yang terkait
dengan kesehatan mental. Saya ingin berpraktik sebagai psikolog yang
mampu menggali potensi yang dimiliki individu dan komunitas di
masing-masing latar belakang budayanya sendiri. Saya yakin setiap
budaya sebenarnya sudah mempunyai potensi yang dapat digunakan
untuk pengembangan kesehatan mentalnya. Namun, hal ini memerlukan
bantuan seorang psikolog klinis yang dapat memahami budaya mana dan
bagaimana budaya tersebut dapat dioptimalkan.

Setelah menyelesaikan studi saya, saya berencana berpraktik. Saya


ingin tergabung pada penyedia layanan kesehatan mental dan terintegrasi
bersama tenaga kesehatan mental lainnya. Artinya, saya ingin berpraktik
tidak hanya dengan psikolog klinis saja, tapi juga dengan professional
lain yang terkait, seperti psikiater, terapis, dan pekerja sosial. Adanya
integrasi ini menurut saya dapat mengoptimalkan luaran yang didapatkan
oleh klien. Sembari praktik, saya juga ingin tergabung pada lembaga-
lembaga yang bergerak tidak hanya di perkotaan tetapi juga di berbagai
wilayah di Indonesia. Adanya akses ke berbagai wilayah tersebut dapat
mewujudkan mimpi saya untuk mengoptimalkan kondisi psikologis
masyarakat dengan menggunakan potensi budaya yang mereka miliki
sendiri. Khususnya, saya ingin mengembangkan daerah asal keluarga
saya, yaitu di Tarutung, Sumatera Utara, yang sampai saat ini masih
belum banyak mendapatkan penanganan terkait kondisi psikologis
masyarakat.

Perlu contoh:

1. Pengalaman penanganan individu

2. Pengalaman penanangan komunitas

3. Budaya mana dan permasalahan