You are on page 1of 3

KETOASIDOSIS DIABETIKUM

Diabetes adalah salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang.
Jika tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, orang dengan diabetes rentan mengalami
komplikasi diabetes. Salah satu komplikasi diabetes yang harus diwaspadai para diabetesi
adalah ketoasidosis diabetik.

Apa itu ketoasidosis diabetik?


Ketoasidosis diabetik adalah kondisi serius yang terkait dengan diabetes. Jika tubuh Anda
tidak memiliki insulin yang cukup untuk memproses glukosa (gula) darah, maka tubuh Anda
akan membakar lemak sebagai energi. Akibatnya, asam yang disebut keton terbentuk dalam
tubuh. Jika tidak diobati, zat keton ini dapat meracuni Anda.

Kondisi ini bisa terjadi pada orang yang memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2. Namun, dalam
banyak kasus, orang dengan diabetes tipe 1 berisiko lebih tinggi terkena komplikasi diabetes
satu ini dibandingkan dengan orang dengan diabetes tipe 2.

Ketoasidosis diabetik juga dapat muncul bila Anda berisiko diabetes, tetapi belum menerima
diagnosis formal. Hal ini dapat menjadi tanda pertama dari diabetes tipe 1.

Apa penyebab kondisi ini?


Ketoasidosis diabetes dapat dipicu oleh 3 hal, yaitu:

 Lupa suntik insulin


 Memiliki riwayat penyakit atau infeksi tertentu yang membuat tubuh menghasilkan lebih
banyak hormon (seperti adrenalin atau kortisol) yang pada akhirnya dapat memengaruhi
kerja insulin dalam tubuh
 Gangguan fisik atau mental
 Serangan jantung
 Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan
 Obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid dan beberapa diuretik

Apa saja gejalanya?


Beberapa gejala khas dari ketoasidosis diabetes adalah:

 Sering buang air kecil


 Merasa sangat kehausan bahkan hingga mengalami dehidrasi
 Mual
 Muntah
 Sakit perut
 Kebingungan
 Wajah memerah
 Lemas, lesu, dan tidak bertenaga
 Mulut dan kulit kering
 Napas memburu (tersengal-sengal) atau sesak napas
 Bau napas agak asam, seperti buah

Kapan saya harus periksa ke dokter?


Ketoasidosis diabetik adalah keadaan gawat darurat. Jika Anda memiliki diabetes tipe 1 dan
bacaan glukometer lebih dari 300 mg/dL, Anda harus segera tes urine untuk melihat berapa
tingkat keton Anda. Apabila tes urine menunjukkan kadar keton sedang dan tinggi, Anda
berisiko tinggi mengalami ketoasidosis diabetik. Kalau sudah begini, Anda harus segera
mencari pertolongan medis. Pasalnya jika tidak diobati, ketoasidosis diabetik bisa
menyebabkan koma atau kematian.

Selalu cari bantuan medis apabila Anda mengalami mual dan muntah tanpa sebab.

Siapa yang berisiko mengalami kondisi ini?


Risiko Anda mengalami ketoasidosis diabetik mungkin lebih tinggi jika Anda:

 Memiliki diabetes tipe 1


 Berusia di bawah 19 tahun
 Memiliki beberapa bentuk trauma, baik emosional atau fisik
 Stres
 Mengalami demam tinggi
 Pernah mengalami serangan jantung atau stroke
 Merokok
 Penyalahgunaan obat atau alkohol

Meskipun komplikasi diabetes satu ini jarang terjadi pada orang yang memiliki diabetes tipe
2, tetapi kondisi ini dapat juga terjadi para mereka.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?


Pengujian untuk keton dalam sampel urine adalah salah satu langkah pertama untuk
mendiagnosis ketoasidosis diabetik. Tes tingkat keasaman darah dan gula juga sering
dilakukan. Tes-tes lain yang dokter Anda mungkin lakukan seperti:

 Tes kalium darah untuk menilai fungsi metabolik


 Gas arteri darah untuk menentukan keasaman darah Anda
 Tes amilase darah untuk menguji fungsi pankreas
 Rontgen dada untuk mencari tanda-tanda infeksi seperti pneumonia

Bagaimana kondisi ini diobati?


Jika Anda didiagnosis mengalami komplikasi ini tapi belum didiagnosis memiliki diabetes,
dokter akan membuat rencana pengobatan diabetes untuk mencegah terjadinya
ketoasidosis. Sementara jika ketoasidosis diabetik Anda merupakan akibat dari infeksi atau
penyakit, dokter mungkin akan mengobatinya dengan antibiotik.

Secara umum, pilihan pengobatan untuk ketoasidosis diabetik adalah:

1. Terapi insulin
Dokter kemungkinan akan memberikan suntik insulin melalui infus sampai tingkat gula darah
Anda turun di bawah 240 mg/dL. Ketika kadar gula darah Anda dalam rentang yang wajar,
dokter Anda mungkin membiarkan Anda melanjutkan penggunaan insulin seperti biasanya.

2. Asupan elektrolit

Insulin yang lebih rendah dari tingkat normal dapat menyebabkan kadar elektrolit dalam
tubuh Anda menjadi rendah secara tidak normal. Elektrolit adalah mineral bermuatan listrik
yang membantu tubuh, termasuk jantung dan saraf – berfungsi dengan baik. Penggantian
elektrolit juga biasa dilakukan melalui infus.

Selain elektrolit, dokter juga memberikan asupan cairan (secara oral, jika mungkin, atau
infus) untuk menggantikan cairan yang biasanya hilang karena ketoasidosis diabetik.
Penggantian cairan juga membantu merendahkan jumlah gula dalam darah Anda.

Bagaimana cara mencegah ketoasidosis


diabetik?
Ada banyak cara untuk mencegah komplikasi diabetes satu ini. Salah satu yang paling
penting adalah perawatan diabetes yang tepat. Hal ini bisa dilakukan dengan minum obat
diabetes teratur seperti yang diresepkan dokter, makan makanan yang sehat, dan awasi
kadar gula darah Anda.

Tindakan pencegahan lainnya termasuk:

 Memastikan bahwa kadar gula darah Anda dalam rentang normal dengan memeriksanya
beberapa kali per hari.
 Rutin suntik insulin sesuai yang diarahkan dokter.
 Menyesuaikan dosis insulin berdasarkan tingkat aktivitas, penyakit, atau faktor-faktor lain,
seperti apa yang Anda makan.
 Buatlah rencana keadaan darurat terkait apa saja yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu
Anda mengalami gejala ketoasidosis diabetik.
 Tes urine untuk melihat tingkat keton ketika Anda sedang stres atau saat Anda sakit.
 Cari perawatan medis jika tingkat gula darah dan keton Anda lebih tinggi dari normal. Ingat,
deteksi awal merupakan hal yang penting.