PENGORGANISASIAN, STRUKTUR ORGANISASI,BENTUK-BENTUK ORGANISASI, DEPARTEMENSI 1.

PENGORGANISASIAN

Dalam kehidupan nyata, orang-orang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan bersama, kegiatan yang dilakukan tersebut menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional atau biasa disebut dengan istilah organisasi . Organisasi dalam hal ini bisa terdapat pada badan usaha, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, militer, kelompok masyarakat atau suatu perkumpulan olah raga.

Suatu organisasi perlu untuk mengalokasikan dan menugaskan kegiatan diantara para anggotanya agar tujuan dari organisasi tersebut dapat tercapai dengan efisien. Oleh karena itu, didalam bab ini akan diungkapkan mengenai bermacam-macam aspek proses pengorganisasian yang tentu saja berkenaan dengan pencapaian tujuan organisasi.

Kata Organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olah raga. Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasinya dapat tercapai dengan efisien.

Pengorganisasian (Organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Dua aspek utama proses penyusunan struktur organisasi adalah departementalisasi, yaitu merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan-kegiatan yang sejenis yang saling berhubungan dapat dikerjakan bersama. Hal ini akan tercermin pada struktur formal suatu organisasi, dan tampak atau ditunjukkan oleh suatu bagan organisasi. Pembagian kerja adalah pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. Kedua aspek ini merupakan dasar proses pengorganisasian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif.

1.1 PENGERTIAN PENGORGANISASIAN

Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertian. Istilah tersebut dapat digunakan untuk menujukkan hal-hal berikut ini :

Cara dalam mana para manejer membagi lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut. mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi. mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan. Dua aspek utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian. Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumberdayasumberdaya keuangan. Adanya kerjasama dua orang atau lebih 3. tugas. Dari tiga hal diatas dapat disimpulkan bahwa Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang anggota struktur formal. . 2. jabatan. Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal. Organisasi dalam arti badan : kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Adanya tujuan bersama 2. fisik. Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu : 1. Adanya pembagian tugas 4. sedang Chester I. Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut : 1.1. Mooney mengatakan Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersana. James D. Bernard memberikan pengertian organisasi yaitu suatu system aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. 2. dan tenaga kerja organisasi. bahan baku. agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern. dan para karyawan. Adanya kehendak untuk bekerja sama. Organisasi dalam arti bagan : gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Hubungan-hubungan antara fungsi. 3.

Teori Administrasi : Teori ini dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika. 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi yaitu : .Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik . -Teori klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan.kekuasaan. teori administrasi dan teori manajemen ilmiah. kegiatan-kegiatan. teori organisasi neoklasik dan teori organisasi modern. Karakteristik birokrasi menurut Weber adalah : . a. yang berisi tentang organisasi mulai abad 19.Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi . 1.Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal 2. -Teori klasik berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama. tujuantujuan. Teori birokrasi : Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam buku The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism .Sistem aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan . komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orangorang bekerja sama.Pembagian kerja yang jelas .Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja .Pembagian kerja . Teori organisasi klasik : Teori klasik disebut juga teori tradisional. yaitu : teori birokrasi. kekuasaan.TEORI-TEORI ORGANISASI Teori-teori organisasi meliputi teori organisasi klasik. peranan-peranan.

Kesatuan perintah .Mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi . Perluasan kerja sebagai kebalikan dari pola spesialisasi . pengkoordinasian. pemberian perintah. Partisipasi 2. Dalam hal pembagian kerja.Inisiatif . dan pengawasan. teori neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut : 1. Manajemen ilmiah Manajemen ilimiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik a bag of tricks untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.Semangat korps Teori fungsionalisme Fayol yaitu : perencanaan. b.Rantai scalar .Keadilan .Disiplin .Sentralisasi .Kesatuan pengarahan .Kelanggengan personalia . 3.Wewenang dan tanggung jawab .Aturan .Balas jasa . pengorganisasian.. Teori organisasi neoklasik Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi.

multivariable. dan probabilistic.Proses pengambilan keputusan 2. Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan. Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari : 1. 3. 4. sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja. dinamis.Komunikasi . Teori oraganisasi modern Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi adalah sangat kompleks. 2. Strategi organisasi pencapaian tujuan. STRUKTUR ORGANISASI Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Besarnya satuan oraganisasi dan satuan kerja mempengaruhi struktur organisasi. Spesialisasi kegiatan .Konsep keseimbangan . Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja. Teori modern menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada system manusia dalam perilakunya berorganisasi yaitu : . multilevel. Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para junior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak c. standarisasi.3. koordinasi. multidimensional. Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu : 1.

2. Bentuk Vertikal 3.2 BENTUK-BENTUK ORGANISASI Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama. Organisasi Garis . Bentuk Piramidal 2. Bentuk Melingkar Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas : 1. Rantai perintah 3. Pembagian kerja 2. Standarisasi kegiatan 4. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan 5. Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut : 1. yaitu : 1. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan 5. Ukuran satuan kerja 1. Bentuk Horisontal 4. Koordinasi kegiatan 3. Tingkatan manajemen Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan 4.

Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi. karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana. Proses pengambilan keputusan cepat. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas. Garis komando berjalan secara tegas. . Rasa solidaritas tinggi. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil. Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis. diciptakan oleh Henry Fayol. Kebaikannya : Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan. Kelemahannya : Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja. daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi. 2. Organisasi Garis dan Staf Dianut oleh organisasi besar. juga karyawan yang rajin dan malas. Kebaikannya : Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil. serta apapun tujuan perusahaan Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya staf ahli. apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran. Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui.

Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan. Koordinasi berjalan lancar dan tertib. Kebaikkanya : Pembidangan tugas lebih jelas. Kesatuan komando berkurang. Kelemahannya : Rasa solidaritas menjadi berkurang. Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas. Solidaritas kerja. Organisasi Fungsional Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan.Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu spesiali-sasi. karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda. Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci. Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas. Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki. Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula. 3. Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf. karena pimpinan masih dalam satu tangan. semangat kerja karyawan tinggi. karena karyawan menjadi tidak saling mengenal. Kelemahannya : Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja .

Organisasi Panitia Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja. organisasi formal. organisasi informal. setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut. yaitu : 1. organisasi regional. organisasi jamak. Tanggung jawabnya tidak jelas. Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team. 4. Organisasi Statis . organisasi negara. Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik. Kebaikannya : Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci. Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil.Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan. organisasi dinamis. karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan. karena tanggung jawabnya sama. 5. Organisasi Formal dan Informal Ragam arti organisasi banyak sekali seperti organisasi statis. organisasi internasional dan lain sebagainya. organisasi daerah. Ada beberapa saja yang akan dibahas di sini. Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan. Kelemahannya : Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas. organisasi tunggal.

.Organisasi Dinamis Yaitu kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organisasi.Yaitu gambaran skematis hubungan-hubungan kerjasama yang terdapat dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan. 3.. tugas dan tanggung jawab. Proses penentuan cara bagaimana kegiatan dikelompokkan disebutkan departementasi. Organisasi Formal Yaitu sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dikoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara rasional. DEPARTEMENTASI (DEPARTEMENTATION) Efesiensi kerja tergantung kepada keberhasilan integrasi satuan-satuan yang bermacam-macam dalam organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. Ini merupakan bentuk organisasi yang paling umum dan bentuk dasar departementasi. Macam bentuk departementasi yaitu : 1. 4. Gambar 6.1 menunjukkan departementalisasi fungsional yang digunakan pda tingkatan manajemen puncak dalam membagi empat fungsi utama bisnis-produksi. keuangan dan personalia (kepegawaian). Departementasi Fungsional Mengelompokkan fungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi. 2. mengadakan departementasi dan menetapkan wewenang. dimana kedudukan dan fungsi-fungsi yang dilakukan tampak kabur.Organisasi Informal Yaitu kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak dikoordinir untuk mencapai tujuan yang disadari tapi akhirnya mempunyai tujuan bersama. pemasaran.

Perusahaan-perusahaan jasa. kadang-kadang juga disebut departementalisasi daerah. langganan. wilayah (geografis). wilayah. Setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). langganan.Kebaikannya : Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi Memusatkan keahlian organisasi Memungkinkan pengawasan mana-jemen puncak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi. perbankan dan peruahaan-perusahaan bukan manufakturing lainnya lazin diorganisasikan atas dasar wilayah. . 2. memproduksi dan memasarkan produknya sendiri. dimana tiap divisi merancang. Organisasi divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk. regional atau geografis. adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya. dan proses atau peralatan. dengan membuka kantor-kantor cabang. Kelemahannya : Menciptakan konflik antar fungsi Adanya kemacetan pelaksanaan tugas Umpan balik yang lambat Memusatkan pada kepentingan tugasnya Para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif. Perusahaan yang menjual produknya diberbagai wilayah yang tersebar luas. Departementalisasi wilayah. dan proses. pasar dan tenaga kerja. dapat membaginya menjadi kelompok-kelompok wilayah dengan manajer tersendiri (area manager) untuk setiap wilayah. Faktor-faktor lokasi yang terutama menjadi pertimbangan adalah sumber bahan mentah. Departementasi Devisional Dengan membagi divisi-divisi atas dasar produk. Divisionalisasi produk adalah pola logik yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metoda-metoda pemasaran yang sangat Struktur Organisasi divisional atas dasar wilayah. Struktur organisasi divisional atas dasar produk.

industri dan konsumen. Departementalisasi proses atau peralatan adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan atas dasar proses atau peralatan produksi. suatu divisi menyerupai perusahaan yang terpisah. Struktur organisasi divisional atas dasar produk Setiap departementasi bertanggung jawab atas suatu produk yang berhubungan. Pembentukan divisi ata dasar langganan ini terutama digunakan dalam pengelompokan kegiatankegiatan penjualan atau pelayanan. Struktur ini dipakai bila teknologi pemrosesan dan metode pemasaran sangat berbeda. pemasaran. Tidak seperti departemen fungsional. Tetapi suatu divisi bukan merupakan kesatuan yang bebas seperti halnya perusahaan yang terpisah. Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Sebagai contoh. Faktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku. perusahaan-perusahaan manufacturing dengan garis produk yang sangat beraneka ragam cenderung diorganisasikan atas dasar langganan atau produk Struktur organisasi divisional atas dasar proses atau peralatan. Tipe departementalisasi ini mempunyai kegunaan bila mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan memerlukan ketrampilan-ketrampilan pengoperasian khusus atau akan lebih ekonomis bila kapasitas digunakan sepenuhnya. dan diperlukan bila suatu divisi menjual sebagian besar atau semua produknya kepada suatu kelas langganan tertentu. Pendekatan proses atau peralatan terutama ditentukan atas dasar pertimbangan ekonomis. Pengelompokkan kegiatan atas dasar tempat dimana operasi berlokasi atau menjalankan usahanya. dan bahkan mungkin bersaing dengan satuan-satuan lainnya dalam perusahaan yang sama. Sebagai pedoman umum. penggergajian. Kepala divisi terutama memusatkan perhatiannya pada operasi divisinya. transportasi dan lain sebagainya. Dalam hal ini. bertanggung jawab atas laba atau rugi. perusahaan elektronika mungkin mempunyai divisi-divisi yang terpisah untuk langganan militer. Hal ini sering dijumpai dalam departemen produksi. Kegiatan-kegiatan suatu pabrik menufacturing dapat dikelompokkan menjadi departemen-departemen pemboran. perakitan dan penyelesaian terakhir.Struktur organisasi divisional atas dasar langganan. Sebagai suatu pedoman umum. Departementalisasi langganan adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk atau jasa tertentu. seorang manajer divisi tidak dapat membuat keputusan-keputusan sebebas pemilik perusahaan terpisah. wewenang kepada divisi terbatas bila keputusan-keputusannya akan mempengaruhi kegiatan divisi-divisi lain. karena dia masih harus melaporkan kegiatannya kepada direktur pusat. Struktur organisasi divisional atas dasar langganan . tenaga kerja. penggilingan.

Organisasi Proyek Murni Proyek terpisah dan organisasi induk. Menjadi organisasi tersendiri dalam staf teknis tersendiri.Pengelompokkan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk. Adanya dukungan secara menyeluruh terhadap proyek. Adanya kesatuan komando. Pimpinan dalam hal ini manajer proyek bisa melakukan pembangunan sumber daya dari luar berupa sub kontraktor atau supplier selama sumberdaya itu tidak bersedia atau tidak bisa dikendalikan dalam organisasi. Rantai komunikasi menjadi pendek. yakni antara manajer proyek dengan eksekutif secara langsung. terutama dalam kegiatan pengelompokkan penjualan. Bila ada proyek yang sejenis berturut-turut. pelayanan. organisasi ini bisa memanfaatkan para ahli yang sama sekaligus melakukan kaderisasi dalam penguasaan teknologi tertentu. Semua anggota tim proyek secara langsung bertanggungjawab terhadap manajer proyek. 3. Departemensi Proyek Merupakan bentuk departementasi campuran. Kelemahan . Karena kewenangan terpusat.ini dilakukan dengan mengkombinasikan kebaikkankebaikkan dari system fungsional dan divisional dengan menghindarkan segala kelemahannya. kemampuan untuk membuat keputusan bisa cepat dilakukan. Kelebihan Manajer proyek (MP) mempunyai wewenang penuh untuk mengelola proyek. administrasi yang terpisah dari ikatan dengan organisasi induk. Bentuk ini cukup simpel sehingga mudah dilaksanakan. laporan kemajuan atau kegagalan secara periodik mengenai proyek.

Kebaikkan : . Departemensi Matriks. Kadua yaitu rantai perintah lateral atau horizontal. sehingga menyerupai matrix dalam lalu-lintas aliran wewenang. biasanya setiap proyek akan mengusahakan sendiri sumberdaya. yang tentunya berada di dua wewenang. Memilih Bentuk Organisasi Proyek Frekuensi adanya y proyek baru : berapa sering suatu perusahaan mendapat proyek dan sejauh mana perusahaan induk tersebut terlibat dengan aktivitas proyek. yang wewenangnya mengalir secara vertical. Sering kali manajer proyek menumpuk sumberdaya secara berlebihan untuk mendapatkan dukungan teknis dan teknologi sewaktu-waktu diperlukan. fungsional. modal dan sumberdaya yang dibutuhkan. Ketidakkonsistenan prosedur bisa sering terjadi dengan memakai alas an memenuhi permintaan klien .Bila organisasi induk mempunyai banyak proyek yang harus dikerjakan. karena biasanya akan berdiri sendiri dengan staf yang penuh. Struktur ini akan menambah biaya yang cukup mahal bagi Organisasi induk. Pada prinspinya sama dengan system proyek. Kompleksitas hubungan : jumlah bidang fungsional yang terlibat dalam proyek dan bagaimana hubungan ketergantungannya. 4. Berapa lama proyek berlangsung Ukuran proyek: tingkat pemakaian tenaga kerja. tapi disini para karyawan mempunyai dua atasan. Rantai perintah pertama yaitu. wewenangnya melintasi departemen yang dilaksanakan oleh manajer proyek. Bila proyek selesai akan terjadi masalah tentang bagaimana nasib pekerja proyek yang ada. sehingga terjadi duplikasi usaha dan fasilitas.

Organisasi fungsional cocok untuk proyek dengan skala relatif kecil. kompleksitas tinggi. batasan waktu ketat. . Mendorong pertentangan kekuasaan dan lebih mengarah perdebatan daripada kegiatan. Kelemahan : Adanya pertanggungjawaban ganda dan kebijaksanaan yang kontradiktif Memerlukan koordinasi vertical dan horizontal. Mengembangkan keterampilan dan kreativitas karyawan serta fleksibilitas kepada organisasi/ Melibatkan motivasi dan menantang karyawan serta memperluas pandangan manajemen terhadap masalah strategi perusahaan yang akhirnya membebaskan manajemen puncak untuk perencanaan.Memaksimumkan efisiensi penggunaan manajer fungsional. resiko kecil. waktu fleksibel. Menimbulkan resiko timbulnya perasaan anarki. beresiko tinggi. Memerlukan lebih banyak keterampilan antar pribadi. Menstimulasi kerja sama antar displin dan mempermudah kegiatan perusahaan dengan orientasi obyek. Matriks dan organisasi proyek murni cocok untuk proyek berskala menengah dan besar. Sangat mahal untuk diimplentasikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful