You are on page 1of 2

Aktivitas operasional telah berjalan dengan efektif dan efisien, bisa kita ukur dengan beberapa rasio

keuangan, yaitu :
1. Total Assets Turn Over (Perputaran Aktiva)
Total assets turn over adalah perbandingan antara penjualan dengan total aktiva suatu perusahaan yang
menjelaskan tentang kecepatan perputaran total aktiva dalam satu periode tertentu. Total assets turn
over memaparkan bahwa tingkat efisiensi pemakaian aktiva perusahaan secara keseluruhan dalam menghasilkan
volume penjualan tertentu sesuai catatan atas laporan keuangan.
Total assets turn over diukur dari volume penjualan. Semakin besar rasio ini maka kondisi operasional
perusahaan semakin baik. Maksudnya yaitu perputaraan aktiva lebih cepat sehingga menghasilkan laba dan
pemakaian keseluruhan aktiva dalam menghasilkan penjualan semakin optimal. Rasio yang nilainya tinggi juga
bisa berarti jumlah asset yang sama bisa memperbesar volume penjualan. Total assets turn over ini penting
untuk diketahui oleh para kreditur, pemilik perusahaan, dan manajemen perusahaan, efisiensi pemakaian seluruh
aktiva dalam perusahaan bisa terlihat. Rumus Total assets turn over sebagai berikut.
Total Assets Turn Over = Penjualan / Total Aktiva x 100%

TAHUN PENJUALAN TOTAL AKTIVA TATO


2014 Rp 4.037.217 Rp 1.851.535 2,180
2015
2016 Rp 562.960 Rp 74.599 7,546
2017 Rp 621.534 Rp 60.812 10,221

Terlihat nilai rasio TATO semakin tahun semakin besar, yang artinya kondisi operasional perusahaan
semakin membaik. Perputaran aktiva lebih cepat sehingga menghasilkan laba dan pemakaian
keseluruhan aktiva dalam menghasilkan penjualan semakin optimal.

2. Working Capital Turn Over(Rasio Perputaran Modal Kerja)


Rasio perputaran modal kerja adalah perbandingan antara penjualan dengan modal kerja bersih
suatu perusahaan. Nilai modal kerja bersih diperoleh dari aktiva lancar dikurangi utang lancar. Rasio
ini mengukur aktivitas bisnis yang dibandingkan dengan kelebihan aktiva lancar atas kewajiban lancar
sehingga banyaknya penjualan (dalam rupiah) yang diperoleh perusahaan untuk setiap rupiah modal
kerja dapat terlihat. Working capital turn over ini juga dikatakan sebagai pengukuran kemampuan
modal kerja (netto) dalam suatu periode siklus kas (cash cycle) pada suatu perusahaan yang
memengaruhi pencatatan transaksi keuangan.

Modal kerja dikatakan efektif berputar dalam perusahaan selama perusahaan yang bersangkutan
melakukan kegiatan operasional usaha. Periode perputaran modal kerja (working capital turn over
period) dimulai dari kas diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja hingga kembali
menjadi kas. Semakin pendek periode tersebut berarti perputaran (turn over rate) semakin
cepat.Periode perputaran modal kerja tergantung durasi periode perputaran dari setiap komponen
modal kerja tersebut. Rumus rasio perputaran modal kerja sebagai berikut.

Perputaran Modal Kerja = Penjualan/ Modal Kerja Bersih atau Penjualan / Aktiva Lancar –
Utang Lancar

TAHUN PENJUALAN AKTIVA LANCAR UTANG LANCAR PERPUTARAN MODAL KERJA


2014 Rp 4.037.217 Rp 1.782.881 Rp 1.274.233 7,937
2015
2016 Rp 562.960 Rp 40.904 Rp 257.404 -2,600
2017 Rp 621.534 Rp 32.501 Rp 247.283 -2,894
Terlihat dari nilai rasio perputaran modal kerja semakin kecil yang artinya semakin pendek periode
tersebut berarti perputaran (turn over rate) semakin cepat. Periode perputaran modal kerja tergantung
durasi periode perputaran dari setiap komponen modal kerja tersebut.