You are on page 1of 12

Ebook from Trader Sukses Indonesia Group

Ebook from Trader Sukses Indonesia Group

TRADING MENGGUNAKAN INDIKATOR ALLIGATOR & ALLIGATOR PRICE

Jika berbicara mengenai “Alligator” mungkin kita akan membayangkan sosok hewan reptil
bertubuh besar dengan kulit bersisik, tinggal di permukaan air tawar, dan memiliki gigi taring di
sepanjang rahan mulutnya. Namun tentu saja kita bukan untuk membahas hewan reptil bernama
Alligator yang berasal dari keluarga buaya tersebut, tapi kita akan membahas sebuah indikator dalam
trading dengan nama yang sama. Mari kita mulai dengan filosofi seekor buaya.

Trik Trading - Belajar Dari Seekor Buaya

Suatu siang di bagian benua Australia yang beriklim tropis, keberadaan seekor buaya yang dikenal
sebagai predator sungguh menakutkan. Ia dengan sabar sedang menunggu makhluk hidup yang tidak
was-was untuk dimangsa sebagai menu utama makan siangnya. Buaya adalah salah satu spicies
binatang yang sangat sukses dalam mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Menurut
para pakar arkeologi keberadaannya di bumi sudah terbilang sangat tua, lebih dari 200 juta tahun lalu,
jauh sebelum manusia ada. Dari waktu ke waktu buaya mengalami perkembangan baik fisik maupun
perangainya hingga bisa mempertahankan hidup di bumi bersama-sama dengan manusia.

Buaya adalah binatang predator yang oportunistik. Ia selalu mempelajari tingkah laku calon
mangsanya, mengintai sambil berbaring menunggu dalam waktu yang cukup lama dan sanggup
menahan rasa lapar berhari-hari. Ketika tiba kesempatan yang tepat, ia segera menangkap mangsanya
dengan sangat akurat, tanpa ragu dan penuh percaya diri. Ini menunjukkan bahwa salah satu makhluk
hidup yang paling tua di bumi ini bisa mempertahankan eksistensinya dengan sebuah metode mencari
mangsa (walaupun sederhana), sangat sabar dan disiplin. Pakar arkeologi Charles Darwin telah
meneliti hal ini, bahkan predator raksasa tyrannosaurus tidak bisa mempertahankan keberadaannya
di bumi lantaran metode berburu mangsa dan perangai hidupnya yang berbeda dengan reptil yang
satu ini.

Buaya bisa digolongkan sebagai binatang ‘penembak jitu’. Ia mungkin hanya perlu makan sekali
dalam seminggu karena bisa mendapatkan mangsa yang berkualitas dan bukan mangsa kecil-kecil
yang jumlahnya banyak tapi kurang berkualitas. Buaya enggan melakukan itu karena selain
menghamburkan banyak tenaga, resiko ketika memburu mangsanya juga besar. Sebagai seorang
trader forex, banyak hal positif yang bisa kita pelajari dari perilaku seekor buaya dalam mencari
makanan untuk menyambung kelangsungan hidup dan eksistensinya.

Buaya adalah contoh yang baik bagi seorang trader

Tingkah laku buaya diatas bisa dijadikan model atau contoh bagi seorang trader bagaimana
seharusnya mereka berperilaku dalam trading. Dalam trading forex kita adalah predator, bukan hanya
itu, bahkan sebagai manusia secara alami kita mempunyai naluri untuk berburu. Sebagai seorang
trader, kita bisa meniru metode buaya dalam mencari mangsa. Kita mesti disiplin, sabar, bisa
menyesuaikan diri dengan kondisi pasar dan mempunyai metode tertentu untuk menghindari resiko
dan meraup profit. Seekor buaya bisa belajar dengan cepat untuk mengenali situasi disekelilingnya,
jika lingkungannya membahayakan, ia segera cabut, pindah ketempat lain.

Buaya memang tercipta sebagai predator pemburu dan ‘penembak jitu’ yang sabar. Tubuhnya yang
besar dan panjang tentu saja memerlukan banyak protein untuk bertahan ketika diet, untuk berenang
kesana kemari memburu mangsanya. Ia tidak makan ikan kecil yang banyak terdapat disekelilingnya
Ebook from Trader Sukses Indonesia Group

dan sangat mudah untuk ditangkap, mangsa sejenis itu tidak menarik. Selain menghabiskan banyak
energi untuk memburunya, kandungan gizi yang diperoleh tidak sebanding dengan mangsa besar yang
cukup sekali lahap. Analoginya dengan trading: dengan jarang-jarang entry kita bermaksud
memperoleh ‘kandungan gizi’ yang cukup untuk bertahan hingga saat entry berikutnya, dan
mengurangi resiko dari perburuan entry pada posisi trading yang kurang berkualitas.

Tentu saja kita bisa mengalami loss, tidak semua ‘mangsa’ yang kita lihat besar selalu akan
menguntungkan, tergantung dari strategi trading dan management resiko kita. Tetapi ‘metode buaya’
ini jelas: menunggu dan memantau dengan sabar hingga ada ‘mangsa’ besar, dan pada saat yang tepat
kita ‘menerkam’. Ada ungkapan ‘All good things come to those who wait’ yang sering disitir para
motivator guna menjelaskan manfaat dari kesabaran, disiplin dan bekerja mengikuti rencana. Tentu
saja ungkapan tersebut sangat besar artinya bagi seorang trader.

Trader berpengalaman dan trader profesional jarang masuk pasar (untuk satu jenis pasar tertentu).
Mereka selalu menjaga frekuensi tradingnya guna menghindari resiko yang lebih besar. Cara trading
mereka hampir sama dengan cara buaya menunggu mangsa. Mereka adalah ‘penembak jitu’ dalam
pasar forex, bukan ‘pemberondong’ pasar. Selain disiplin dan sabar, para trader profesional
mempunyai metode yang pasti dan rencana trading yang jelas.

Buaya mempunyai pukulan yang efektif dan mematikan

Belum pernah dalam kenyataan ada cerita makhluk yang bisa meloloskan diri setelah tertekam
masuk ke mulut buaya, atau buaya yang baik hati mau melepaskan mangsanya. Bandingkan dengan
seekor singa yang sering kali gagal ketika mengejar dan berusaha menangkap seekor rusa. Singa telah
banyak mengeluarkan energi dalam memburu mangsanya dan sering gagal, sedang buaya cenderung
‘sering profit’ dengan diam menunggu mangsa yang lewat dekat mulutnya. Buaya tidak banyak
membuang energi, cukup diam tetapi selalu siaga dan awas. Itulah sebabnya buaya bisa memukul dan
menerkam mangsanya yang sedang lengah dengan efektif dan mematikan.

Sebagai trader, bersabar menunggu saat yang tepat akan meningkatkan ‘daya terkam’. Kita mesti
bisa mengendalikan diri sendiri karena memang kita tidak bisa mengontrol pasar sebagai ‘mangsa’
yang hendak kita terkam. Kita bisa menghemat dana atau ‘energi’ dan menunggu dengan sabar hingga
pasar memberikan sinyal trading yang valid. Dengan cara ini kita bisa meningkatkan ‘daya pukul’,
bukan dengan berkali-kali masuk pasar seperti seekor singa yang banyak membuang energi mengejar
mangsanya.

Buaya belajar cepat dalam mengenali resiko di lingkungannya

Buaya bisa belajar mengenali lingkungannya dengan cepat dan menyesuaikan diri dengan kondisi
yang ada, terutama sekali ia bisa dengan cepat menghindari keadaan yang membahayakan.
Kemampuan ini adalah salah satu sebab mengapa buaya bisa bertahan hidup jauh lebih lama dari
spicies reptil sejamannya. Dalam trading, dengan tidak mengambil resiko yang berlebihan, atau
menentukan resiko dengan wajar sesuai kondisi pasar adalah salah satu cara agar account trading kita
bisa bertahan lama.

Manusia jelas memiliki intelegensia yang jauh lebih tinggi dari buaya, kita juga punya emosi yang
tidak ada pada buaya, dan emosi sering menyebabkan kita ragu-ragu, berlebihan dalam analisa (over
analyzing) hingga sangat mempengaruhi dalam mengambil keputusan trading. Sebagai trader kita
mesti bisa belajar dari kesalahan, terutama dalam menghindari ‘bahaya’ atau resiko dengan tidak
sering-sering entry dan menentukan besarnya resiko per trade dengan wajar.
Ebook from Trader Sukses Indonesia Group

Buaya bisa menghemat energi untuk digunakan pada perburuan mangsa berikutnya

Buaya menghemat energi dengan memangsa daging yang cukup besar dan mengandung banyak
protein untuk bisa bertahan selama beberapa waktu kedepan. Ini pula yang menyebabkan spicies ini
bisa bertahan hidup pada masa lalu ketika makanan di bumi begitu langka. Secara teori evolusi telah
terbukti bahwa konsep sabar dan disiplin dalam memburu mangsa menyebabkan beberapa spicies
tertentu bisa bertahan hidup lebih lama. Buaya memang mempunyai intuisi semacam itu dan
kemampuan untuk menghemat energi adalah akibat dari kebiasaannya dalam berburu mangsa.
Kemampuan untuk mempertahankan account trading adalah hal yang sangat krusial. Akan lebih
menguntungkan jika intuisi kita dalam trading seperti seekor buaya. Akan lebih banyak dana atau
‘energi’ yang bisa kita hemat dengan tidak entry pada kondisi pasar yang kurang jelas.

Buaya beradaptasi dengan cepat pada kondisi lingkungan yang berubah

Seorang pawang buaya di Australia menuturkan bahwa ia selalu mengalami kesulitan ketika
hendak menangkap buaya-buaya liar pada suatu lokasi dengan cara yang sama. Harus digunakan trik
yang berbeda dari sebelumnya. Kemampuan buaya untuk bisa cepat beradaptasi dengan perubahan
keadaan lingkungan adalah juga salah satu sebab mereka bisa bertahan hidup selama berabad-abad.
Sebagai trader, kita harus bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kondisi pasar yang
kadang memang sangat cepat. Beberapa pembuat software sistem trading telah banyak menawarkan
metode yang ‘adaptable’ dan bisa diterapkan dengan instan. Terserah pada kebijakan Anda untuk
menggunakan software-software tersebut, namun intinya kita tahu bahwa kondisi pasar bisa cepat
berubah, dan kita mesti bisa beradaptasi secepat mungkin, seperti seekor buaya.

Apakah Anda harus ‘trading ala buaya’ ?

Kesimpulannya terserah pada persepsi Anda masing-masing. Artikel ini hanya memberi gambaran
dan analogi dalam kehidupan nyata yang masuk akal serta bisa diterapkan dalam trading. Barangkali
untuk menjadi ‘buaya trading’ (seperti istilah untuk ‘buaya keroncong’ atau orang yang hobbi sekali
dan jago menyanyikan lagu-lagu keroncong), Anda mesti menerapkan ‘trading ala buaya’.

Asal Mula Indikator Allagator

Indikator yang juga disebut dengan panggilan “Buaya Market” ini diciptakan oleh seorang trader
profesional bernama Bill Williams pada tahun 1995 dalam bukunya yang berjudul “New Trading
Dimensions”. Walau begitu, bukan berarti indikator ini memiliki sifat ‘Buaya’ seperti yang sering
dikonotasikan untuk para lelaki, tentu saja bukan itu. Indikator Alligator disebut begitu karena kata
‘Alligator’ sendiri merupakan metafora untuk menggambarkan 3 garis yang terdapat di dalam
indikator ini. Garis-garis tersebut adalah garis bagian Rahang (Jaw), Gigi (Teeth), dan Bibir (Lips) yang
menyerupai siluet buaya. Meskipun indikator ini dapat digunakan sebagai alat bantu untuk
menentukan formasi gelombang (wave) koreksi dari tren, efektivitasinya paling teruji jika di
kombinasikan dengan indikator lainnya.

Indikator “Si Buaya Market” ini diciptakan oleh seorang trader profesional bernama Bill Williams
yang semasa hidupnya bertugas sebagai pencatat dan penjaga garis pekerjaan. Di sela-sela
pekerjaannya itu, Bill mulai menyusun sebuah indikator untuk memudahkan pekerjaannya. Indikator
yang Bill buat diindikasikan untuk bisa mendeteksi pergerakan musuh dari perbatasan. Dari indikator
tersebutlah, indikator Alligator yang di pakai oleh banyak trader dalam transaksi perdagangan itu
muncul. Bill pernah mengatakan bahwa pasar memiliki struktur yang tidak tentu, dan jika kita bisa
mengerti struktur tersebut, maka kita dapat memetik keuntungan dari sana.
Ebook from Trader Sukses Indonesia Group

Ciri Khusus Indikator Alligator

Walau secara penampilan tidak jauh berbeda dengan indikator lainnya, terutama jika ditampilkan
dalam grafik MetaTrader, namun indikator Alligator ini memiliki ciri khusus. Ciri dari indikator ini
adalah ketiga garis yang sudah disebutkan sebelumnya. Kita ketiga garis tersebut saling terkait, maka
tandanya mulut Alligator sedang tertutup dan disebut sedang tidur (sleeping). Seiring terbentuknya
tren yang ada, Alligator bisa dibangunkan dari tidurnya ini karena ia harus makan. Kemudian, ia akan
kembali menutup mulutnya setelah kenyang untuk melanjutkan tidur. Seperti itulah biasanya
indikator Alligator digambarkan dalam pergerakannya. Mirip seperti seekor buaya sungguhan bukan?

Pada dasarnya, indikator ini terdiri dari 3 kombinasi garis Moving Average (MA), yaitu :

1. Rahang Alligator (Jaw), diwakili oleh garis Biru berupa Smothed Moving Average 13 dengan
shift 8.
2. Gigi Alligator (Teeth), diwakili oleh garis Merah berupa Smoothed Moving Average 8 dengan
shift 5.
3. Bibir Alligator (Lips), diwakili oleh garis Hijau berupa Smoothed Moving Average 5 dengan shift
3.

Trading dengan Indikator Alligator

Untuk memulai menganalisa menggunakan indikator ini, langkah pertama yang harus kita siapkan
yaitu indikator Alligator itu sendiri. Dalam platform Meta Trader, kita cukup mengklik bagian Indicators
-> Bill Williams -> Alligator. Maka indikator Alligator siap digunakan untuk menganalisa pergerakan
harga. Dan dalam Smartphone Android/IPhone cukup klik ikon berbentuk “f” pada aplikasi MT4 dan
cari indikator Alligator.
Ebook from Trader Sukses Indonesia Group

Tampilan di PC Tampilan Di Android

Biar terlihat mudah, salah satu poin penting dalam penggunaan indikator ini adalah kesabaran.
Apalagi jika ketiga garis yang membentuk sosok Alligator itu terlihat kusut (Buaya sedang tidur), maka
kita harus menunggu sampai Alligator ini terbangun yang ditandakan oleh ketiga garis yang kembali
terpisah. Salah satu strategi untuk bisa menggunakan indikator ini adalah dengan tetap bertahan
dalam posisi terbuka selama harga masih ada di atas (pada posisi buy) atau di bawah (pada posisi sell).

Sementara untuk menentukan sinyal kenaikan, maka Alligator akan memperlihatkan ketiga
garisnya yang searah dengan sinyal kenaikan tersebut. Sinyal ini ditandakan pula dengan garis hijau
dan merah yang cross atau menembus ke atas garis biru. Sedangkan pada sinyal penurunan, terlihat
ketika ketiga garis bergerak searah kebawah. Sinyal ini ditandakan juga dengan garis hijau dan merah
yang cross atau tembus ke arah garis biru. Dan pada saat garis-garis tersebut saling bersilangan atau
kusut, maka ini adalah waktunya untuk close posisi (exit).

Jadi untuk posisi buy pastikan urutan dari garis Alligator ini sesuai dengan arahnya yaitu dimulai
dari Biru paling bawah, merah di tengah, dan Hijau di atas. Dan untuk candlestick pastikan close di
atas indikator Alligator baru sinyal tersebut valid. Begitu juga dengan posisi Sell, untuk urutan garisnya
yaitu Biru paling atas, merah di tengah, dan hijau di bawah, dan pastikan candlestick close di bawah
indikator Alligator tersebut.

Sinyal Buy Sinyal Sell


Ebook from Trader Sukses Indonesia Group

Ada banyak strategi yang dapat digunakan dalam mengaplikasikan indikator ini pada kegiatan
trading kita. Salah satu yang paling sering digunakan metode untuk mengetahui tren Daily (D1) yang
berfungsi sebagai aliran atau flow. Selanjutnya kita harus mencari gelombang dari aliran tersebut
dengan mengidentifikasi sinyal yang berlawanan pada timeframe yang lebih kecil. Khususnya untuk
bisa mendapatkan level masuk pasar yang ideal.

Timeframe yang biasa digunakan untuk menganalisa adalah 4 Jam (H4) karena dirasa durasinya
lebih kecil dan paling dekat dengan timeframe daily. Setelah menemukan sinyal H4 yang arahnya
berlawanan dengan D1, kita juga harus mencari sinyal entry atau sinyal masuk dari timeframe H1 atau
M30 yang searah dengan D1. Hal ini diperlukan untuk mengukuhkan arah transaksi.

Contohnya:

Apabila sinyal Alligator pada D1 sedang dalam jalur naik, H4 akan memberikan sinyal berlawanan
atau turun. Dari situasi ini, kita dapat melihat peluang masuk yang cukup akurat. Level buy didapatkan
dari H1 atau M30 yang membentuk sinyal buy sesuai dengan pergerakan D1 sementara dari garis-garis
Alligator, diperlihatkan garis hijau dan merah cross ke atas garis biru. Posisi ini dapat kita pertahankan
selama harga berada di atas indikator Alligator.

Hindari open posisi saat buaya sedang tidur, karena arah tren belum terlihat jelas, dan pergeragan
harga pasti akan berubah pada saat pasar ramai. Waktu yang tepat untuk open posisi adalah saat jarak
antara garis biru merah dan hijau saling berjauhan (melebar), dan itu di ibaratkan sang buaya sedang
lapar dan bersiap untuk mencari mangsa.

Gabungan antara Indikator Alligator & Fraktal (Fractals)

Selain kita menggunakan indikator Alligator, kita juga dapat menggabungkan Alligator tersebut
dengan indikator lainnya untuk lebih mempertajam analisa kita. Namun jika Anda nyaman
menganalisa market cukup dengan indikator Alligator saja tidak jadi masalah, karena bagi sebagian
orang, banyaknya indikator dalam sebuah chart bisa membingungkan dalam menganalisa arah market
karena bingung mau mengikuti indikator yang mana. Namun ada baiknya ini kita pelajari juga sebagai
referensi atau pertimbangan bagi Anda. Ada banyak sekali indikator yang bisa kita gunakan untuk di
gabungkan dengan indikator Alligator ini. Salah satunya yaitu indikator yang juga di buat oleh Bill
Williams yaitu indikator fraktal (Fractals).

Bahasa Inggris dari fraktal adalah Fractals. Istilah Fractals dibuat oleh Benoît Mandelbrot pada
tahun 1975 dari Bahasa Latin, yakni fractus yang artinya "patah", "rusak", atau "tidak teratur".
Sebelum Mandelbrot memperkenalkan istilah tersebut, nama umum untuk struktur semacamnya
(misalnya bunga salju Koch), adalah kurva monster. Karakteristik fraktal, walaupun mudah dimengerti
Ebook from Trader Sukses Indonesia Group

secara intuitif, ternyata sangat susah untuk dibuat definisi matematisnya. Mandelbrot mendefinisikan
fraktal sebagai "himpunan yang dimensi Hausdorff Besicovitchnya lebih besar dari dimensi
topologisnya". Untuk fraktal yang serupa diri secara persis, dimensi Hausdorffnya sama dengan
dimensi Minkowsi Bouligandnya.

Percaya atau tidak, sebelum konsep Fractals ditemukan oleh ilmuwan tersebut, analisa teknikal
sudah menggunakan prinsip dasarnya. Terutama melalui teori Elliott Wave yang eksis pada tahun
1930-an. Dalam pembahasan kita kali ini bukanlah tertuju pada Fractals yang dimaksud oleh
Mandlebrot ataupun Elliott. Highlight diatas bertujuan untuk mengukur landasan dari teori tersebut,
khususnya yang disampaikan oleh Elliott tentang pergerakan harga.

Gagasan ini muncul karena banyak memberikan inspirasi dalam proses analisis, termasuk dalam
kemunculan indikator yang menjadi pokok bahasan kali ini. Fractals yang dimaksud disini adalah satu
dari lima indikator yang diperkenalkan oleh Bill Williams. Indikator ini berfungsi untuk memberikan
sebuah gambaran alternatif mengenai titik puncak (top) maupun dasar (bottom) dari sebuah
pergerakan harga suatu instrumen dari periode tertentu. Definisi sederhana dari Fractals naik adalah
bar yang memiliki high tertinggi, yang diapit oleh minimal dua bar ber-high lebih rendah. Demikian
pula sebaliknya untuk Fractals turun. Fractals yang terbentuk pada sebuah titik tertinggi atau titik
terendah akan memberikan sebuah tanda anak panah yang sesuai dengan arah pergerakannya.

Cara Menggunakan Fractals

Dalam penggunaan Fractals dalam trading forex ialah dengan mengambil posisi sesuai arah
breakout Fractals. Jika harga bergerak melewati Fractals naik, maka posisi yang diambil adalah beli.
Sebaliknya jika harga bergerak melewati Fractals turun, maka posisi yang diambil adalah jual. Namun,
tidak seluruh Fractals dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan sebuah sinyal.

Hanya Fractals yang didahului oleh Fractals lain dengan arah yang berlawanan saja yang dapat
dijadikan sebuah sinyal. Fractals juga ada yang berjenis start, yaitu Fractals yang menjadi titik awal
Fractals sinyal. Dengan kata lain Fractals yang selalu disusul dengan Fractals lain yang berlawanan
arah. Pada penggunaanya, Fractals start dapat dijadikan sebagai penempatan stop loss. Memanggil
Fractals Dalam Grafik Membuat Fractals dalam Platform Trading, silahkan anda klik ikon fungsi
indikator. Pilih Bill Williams, kemudian Fractals. Atau klik pada insert menu dan pilih indikator, Bill
Williams kemudian pilih Fractals.

Filter Aligator Menurut Bill William, dalam penggunaan Fractals sebagai sinyal haruslah di filter
melalui Alligator. Jika Fractals buy lebih tinggi dari Alligator teeth (berwarna merah), maka transaksi
buy diambil beberapa tick diatas Fractals buy. Dan apabila Fractals lebih rendah dibanding Alligator
teeth, maka transaksi sell sebaiknya diambil beberapa tick di bawah Fractals sell. Sebagai catatan,
setelah sinyal Fractals terbentuk, ia akan bertahan sebagai sinyal hingga terjadi failure atau Fractals
selanjutnya hingga terbentuk.

Pantangan Fractal

Jangan mengambil posisi buy jika fraktal terbentuk di bawah Alligator teeth (Garis merah).

Jangan mengambil posisi sell jika fraktal terbentuk di atas Alligator teet (Garis merah).
Ebook from Trader Sukses Indonesia Group

Berikut gambaran mengenai Fractals yang di Filter oleh Aligator :

Gambar 1 Gambar 2

Fractals adalah salah satu di antara sekian banyak dimensi pada Alligator. Digunakan ketika
tertinggal moment perpotongan garis HIJAU dan MERAH yang kemudian menembus garis BIRU dari
bawah, maka itu adalah sinyal BUY. Anda hanya fokus pada tren yang sudah terbentuk, pada saat
fractal muncul di bawah candle Anda bisa OP BUY lagi dan seterusnya sampai tren berakhir. Lihat
contoh gambar 1.

Dan moment ketika garis HIJAU menembus garis garis MERAH dan BIRU dari atas, maka itu adalah
sinyal untuk SELL. Dan sama dengan sinyal buy, Anda cukup fokus pada tren yang terbentuk, SELL lagi
jika fractal muncuk di atas candle sampai tren berakhir. Seperti contoh gambar 2.

Perpotongan/persilangan ini adalah moment terbaik dalam menggunakan Alligator untuk OP. dan
yang paling mudah ketika tertinggal moment persilangan adalah menggunakan Alligator Price.
Terutama ketika tren sudah terbentuk (garis BIRU dan MERAH terbuka lebar).

Trading menggunakan Alligator Price

Ini adalah salah satu keistimewaan trading menggunakan indikator Alligator ini. Selain kita bisa
menganalisa menggunakan indikator Alligator itu sendiri, kita juga bisa menganalisa harga yang di tuju
selanjutnya menggunakan harga dari Alligator tersebut. Dalam arti kata, kita bisa tahu harga
selanjutnya akan kemana, walaupun kena floating terlebih dahulu kita tidak perlu khawatir lagi karena
kita sudah tahu harga selanjutnya akan bergerak kemana.

Sama seperti strategi trading dengan indikator lainnya, strategi Alligator ini cocok digunakan pada
saat market sedang ramai dan banyak tren yang terbentuk. Contohnya pada waktu pagi yaitu sesi Asia,
pada sesi asia ini pair yang paling cocok untuk trading yaitu USD-JPY karena berhubungan dengan mata
uang asia. Begitu juga dengan sesi Eropa dan sesi Amerika, kita cari pair yang berhubungan dengan
open market pada waktu itu. Lihat periode waktu dan pair yang digunakan di bawah ini.
Ebook from Trader Sukses Indonesia Group

 Periode pagi – siang hari : AUD/USD dan USD/JPY


 Periode siang – malam hari : EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD

Karena pair tersebut mewakili semua sesi atau open market, maka pair tersebut di atas sangat
cocok di gunakan untuk transaksi pada waktu mereka masing-masing. Namun tidak menutup
kemungkinan jika Anda ingin trading di pair lainnya karena indikator ini bisa di gunakan di seluruh pair.

Untuk memulai menganalisa menggunakan Alligator Price (AP) ini ada beberapa langkah yang
harus Anda siapkan. Mari kita bahas step by step.

1. Siapkan indikator Alligator. Langkahnya sama seperti yang sudah kita bahas sebelumnya.
untuk settingan biarkan default (settingan MT4).
Dalam chart Anda akan terlihat indikator Alligator yang menyerupai 3 garis berwarna yaitu
garis Biru rahang (Jaw), Merah gigi (Teeth) dan Hijau bibir (Lips).

2. Selanjutnya arahkan cursor anda bagi yang menggunakan PC atau crosshair bagi yang
menggunakan Smartphone (Android/IPhone) pada ujung masing-masing garis indikator
tersebut, dalam hal ini harga yang kita butuhkan Cuma dari ujung garis warna biru (Jaw) dan
merah (Teeth) saja. Yang selanjutnya akan kita sebut dengan B & M. Ingat, sorot paling ujung
dari garis biru dan merah.

3. Setelah Anda menemukan harga dari masing-masing garis Alligator tersebut, maka catat harga
tersebut berurutan mulai dari Biru (B) di ikuti dengan Merah (M) seperti contoh di bawah ini.

B = 109.91
M = 109.97

*Dalam contoh di atas saya menggunakan harga dari Pair USDJPY di TF H1 pada tanggal 27
Mei 2016. Untuk hasilnya akan kita lihat pada hari Senin tanggal 30 Mei 2016.

4. Kurangi harga biru dengan merah kemudian catat lagi hasilnya.


5. Selanjutnya, jika harga Biru (B) lebih besar dari Merah (M), maka harga Merah di kurang
dengan selisih yang di dapat dari Biru (B) di kurang Merah (M).
Ebook from Trader Sukses Indonesia Group

6. Jika harga Merah (M) lebih besar dari Biru (B), maka harga Merah kita jumlahkan dengan
selisih yang di dapat dari Biru (B) di kurang Merah (M).

Contoh :
Tadi sudah kita catat harga Biru (B) dan Merah (M), lalu kita kurangi (B – M).

B = 109.91
0.06 (Selisih dari Biru di kurang Merah)
M = 109.97

Karena harga Merah (M) lebih besar dari Biru (B), maka kita jumlahkan dengan selisih yang di
dapat dari Biru (B) di kurang Merah (M).

Hasilnya adalah

M = 109.97 + 0.06 = 110,03

Dan untuk mengetahui harga USDJPY ke depannya berapa, maka kita jumlahkan lagi hasil di
atas dengan selisih yang di dapat dari B – M. Yaitu :

110.03 + 0.06 = 110.09


Langsung kita jadikan TP (Take Profit) 110.09

Maka menurut analisa dari AP (Alligator Price). Dari harga saat ini yaitu 110.33 kita bisa
mengambil posisi SELL dengan TP (Take Profit) di angka 110.09.

Untuk trader type intraday atau harian disarankan menggunakan TF maksimal H1, dan idealnya
untuk trader type scalper bisa menggunakan TF M30.

Jangan menggunakan AP ketika buaya sedang tidur, karena arah berikutnya sulit di analisa dan tren
belum terbentuk.
Ebook from Trader Sukses Indonesia Group

Karena dalam tektik ini fokus kita ke Alligator Price (AP) ini, maka mari kita perjelas untuk rumus
perhitungannya.

***********
Jadi lebih singkatnya untuk rumus penghitungannya seperti ini

B = 109.91
0.06 (Selisih dari B - M)
M = 109.97

Karena angka M lebih besar dari B, maka M kita jumlahkan dengan SELISIH

M = 109.97 + 0.06 = 110.03

Dan untuk mengetahui harga kedepannya mau kemana, maka hasil dari M + Selisih kita
tambahkan lagi dengan Selisih, yaitu

110.03 + 0.06 = 110.09 (*Hasil tersebut langsung kita jadikan TP)

Dan jika angka B lebih besar dari M, maka M kita kurang dengan Selisih. Langkah
pergitungannya sama dengan contoh di atas.

***********
B-M
If B > M maka M + Selisih dari B – M
Hasil M + Selisih kita jumlahkan lagi dengan Selisih B – M

If B > M maka M – Selisih dari B – M


Hasil M – Selisih kita kurangi lagi dengan Selisih B – M

Demikian pembahasan mengenai cara trading menggunakan indikator Alligator dan Alligator Price,
semoga materi di atas dapat membantu rekan-rekan trader dalam menganalisa arah market dan di
harapkan InsyaAllah dapat mengubah finansial dari trader itu sendiri. Intinya dalam trading kita harus
sabar dan yakin dengan analisa kita sendiri, disiplin dan tetap jaga MM (Money Management).

Terima kasih

Wassalam