You are on page 1of 13

Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Diabetes Melitus

Asuhan keperawatan keluarga merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam praktek

keperawatan yang diberikan pada klien sebagai anggota keluarga pada tatanan komunitas

dengan menggunakan proses keperawatan, berpedoman pada standar keperawatan dalam

lingkup wewenang serta tanggung jawab keperawatan (Mc Closkey & Grace, dalam Gusti

2013 : 51).

Asuhan Keperawatan Keluarga adalah suatu rangkaian yang diberikan melalui praktik

keperawatan dengan sasaran keluarga. Asuhan ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah

kesehatan yang dialami keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan,

yaitu sebagai berikut (Suprajitno, 2004):

1. Pengkajian

Pengkajian merupakan langkah wal pelaksanaan asuhan keperawatan, agar diperoleh data

pengkajian yang akurat dan sesuai dengan keadaan keluarga. Data yang diperoleh dari

pengkajian

a. Berkaitan dengan keluarga

1) Data demografi dan sosiokultural

2) Data lingkungan

3) Struktur dan fungsi keluarga

4) Stress dan koping keluarga yang digunakan keluarga

5) Perkembangan keluarga

b. Berkaitan dengan individu sebagai anggota keluarga

1) Fisik
2) Mental

3) Emosi

4) Sosio

5) Spiritual

Adapun tujuan pengkajian menurut Suprjitno (2004) yang berkaitan dengan tugas keluarga

dibidang kesehatan, yaitu :

a. Mengetahui Kemampuan keluarga untuk mengenal masalah kesehatan. Hal ini yang

perlu dikaji adalah sejauh mana keluarga mengetahui fakta dari masalah kesehatan,

meliputi pengertian, tanda dan gejala, factor penyebab dan factor yang mempengaruhi

serta persepsi keluarga terhadap masalah kesehatan terutama yang dialami anggota

keluarga.

b. Mengetahui kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan mengenai tindakan

kesehatan yang tepat, perlu dikaji tentang :

1) Kemampuan keluarga memahami sifat dan luasnya masalah.

2) Apakah masalah kesehatan dirasakan oleh keluarga?

3) Apakah keluarga merasa menyerah terhadap masalah yang dialami?

4) Apakah keluarga merasa takut terhadap akibat dari masalah kesehatan yang dialami

anggota keluarga?

5) Apakah keluarga mempunyai sikap yang tidak mendukung (negative) terhadap upaya

kesehatan yang dapat dilakukan pada anggota keluarga?

6) Apakah kelarga mempunyai kemampuan untuk menjangkau fasilitas pelayanan

kesehatan?

7) Apakah keluarga mempunyai kepercayaan terhadap tenaga keshatan?

8) Apakah keluarga telah memperoleh informasi tentang kesehatan yang tepat untuk

melakukan tindakan dalam rangka mengatasi masalah kesehatan?


c. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga kemampuan keluarga merawat

anggota keluarga yang sakit, perlu dikaji tentang :

1) Pengetahuan keluarga tentang penyakit yang dialami anggota keluarga (sifat, penyebaran,

komplikasi, kemungkinan setelahtindakan, dan cara perawatannya)

2) Pemahaman keluarga tentang perawatan yang perlu dilakuakan anggota keluarga

3) Pengetahuan keluarga tentang peralatan, cara, dan fasilitas untuk merawat anggota

keluarga yang mempunyai masalah kesehatan.

4) Pengetahuan keluarga tentang sumber yang dimiliki keluarga (anggota keluarga yang

mampu dan dapat bertanggung jawab, sumber keuangan/financial, fasilitas fisik, dukungan

psikososial).

5) Bagaimana sikap keluarga terhadap anggota keluarga yang sakit atau membutuhkan

bantuan kesehatan.

d. Untuk mengetahui kemampuan keluarga memelihara/memodifikasi lingkungan rumah

sehat yang seha, perlu dikaji tentang :

1) Pengetahuan keluarga tentang sumber yang dimiliki oleh keluarga disekitar lingkungan

rumah.

2) Kemampuan keluarga melihat keuntungan dan manfaat pemeliharaan lingkungan.

3) Pengetahuan keluarga tentang pentingnya dan sikap keluarga terhadap sanitasi lingkungan

yang higenis sesuai syarat kesehatan

4) Pengetahuan keluarga tentang upaya pencegahan penyakit yang dapat dilakukan keluarga

5) Kebersamaan anggota keluarga untuk meningkatkan dan memelihara lingkungan rumah

yang menunjang kesehatan keluarga.

e. Untuk mengetahui kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di

masyaraka, perlu dikaji tentang:


1) Pengetahuan keluarga tentang keberadaan fasilitas pelayanan keshatan yang dapat

dijangkau keluarga.

2) Pemahaman keluarga tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan.

3) Tingkat kepercayaan keluarga terhadap fasilitas dan petugas keshatan melayani.

4) Apakah keluarga mempunyai pengalaman yang kurang menyenangkan tentang fasilitas

dan petugas kesehatan yang melayani?

5) Apakah keluarga dapat menjangkau fasilitas kesehatan dan bila tidak dapat apakah

penyebabnya?

Dari pengkajian Asuhan Keperawatan Keluarga di atas maka diagnosa keperawatan keluarga

yang mungkin muncul pada kasus Diabetes Mellitus adalah (Mubarak, 2012) :

a. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah DM yang terjadi pada keluarga

berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang arti, tanda atau gejala

penyakit Diabetes Mellitus.

b. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi

penyakit Diabetes Mellitus berhubungan dengan keluarga tidak memahami mengenai sifat,

berat dan luasnya masalah Diabetes Melitus.

c. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes Mellitus

berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang cara pencegahan dan

perawatan Diabetes Mellitus.

d. Ketidakmampuan keluarga dalam memelihara atau memodifikasi lingkungan yang

dapat mempengaruhi penyakit Diabetes Mellitus berhubungan dengan kurangnya


pemahaman keluarga tentang pengaruh lingkungan terhadap faktor pencetus Diabetes

Melitus.

e. Ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan guna

perawatan dan pengobatan DM berhubungan dengan sikap keluarga yang kurang tepat

terhadap pelayanan atau petugas kesehatan atau kurangnya pengetahuan keluarga tentang

pentingnya segera datang ke tempat pelayanan kesehatan untuk pengobatan penyakit

Diabetes Mellitus.

2. Menentukan Diagnosa Keperawatan

Sebelum menentukan diagnoasa keperawatan tentu harus menyusun prioritas masalah dengan

menggunakan proses skoring seperti pada tabel 2.5 berikut.

Tabel 2.6
Proses skoring menggunakan skala yang telah dirumuskan oleh Balion dan Maglaya,
1978.
No Kriteria Nilai Bobot
1. Sifat masalah :
 Tidak/kurang sehat 3
 Ancaman kesehatan 2 1
 Krisis 1

Kemungkinan masalah dapat diubah


2
 Dengan mudah 2
 Hanya sebagian 1
2
 Tidak dapat 0
Potensi masalah untuk diubah
3  Tinggi 3
 Cukup 2
 Rendah 1 1
Menonjolnya masalah
4  Masalah berat harus ditangani 2
 Masalah yang tidak perlu segera 1
ditangani
1
 Masalah tidak dirasakan 0

Skoring

1) Tentukan skor untuk setiap kriteria

2) Skor dibagi dengan angka tertinggi dan kalikan dengan bobot

3) Jumlahkan skor untuk semua kriteria

4) Skor tertinggi adalah 5 dan sama untuk seluruh bobot

3. Membuat Perencanaan

Menurut Suprajitno (2004) perencanaan keperawatan mencakup tujuan umum dan khusus

yang didasarkan pada masalah yang dilengkapi dengan criteria dan standar yang mengacu

pada penyebab. Selanjutnya merumuskan tindakan keperawatan yang berorientasi pada

criteria dan standar.

Perencanaan yang dapat dilakukan pada Asuhan keperawatan keluarga dengan Diabetes

Melitus ini adalah sebagai berikut (Mubarak, 2012):

a. Ketidak mampuan keluarga mengenal masalah Diabetes Melitus yang terjadi pada

keluarga berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit Diabetes

Melitus.
Sasaran : Setelah tindakan keperawatan keluarga dapat mengenal dan mengerti

tentang penyakit Diabetes Melitus.

Tujuan : Keluarga mengenal masalah penyakit Diabetes Melitus setelah dua kali

kunjungan rumah.

Kriteria : Keluarga dapat menjelaskan secara lisan tentang penyakit Diabetes Melitus

Standar : Keluarga dapat menjelaskan pengertian, penyebab, tanda dan gejala penyakit

DM, serta pencegahan dan pengobatan penyakit Diabetes Melitus secara lisan.

Intervensi :

1) Jelaskan arti penyakit Diabetse Melitus.

2) Diskusikan tanda-tanda dan penyebab penyakit Diabetes Melitus.

3) Tanyakan kembali apa yang telah didiskusikan.

b. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi penyakit

Diabetes Melitus berhubungan dengan keluarga tidak memahami mengenai sifat, berat dan

luasnya masalah Diabetes Melitus.

Sasaran : Setelah tindakan keperawatan keluarga dapat mengetahui akibat lebih lanjut

dari Penyakit Diabetes Melitus.

Tujuan : Keluarga dapat mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga dengan

Diabetes Melitus setelah tiga kali kunjungan rumah.

Kriteria : Keluarga dapat menjelaskan secara lisan dan dapat mengambil tindakan yang

tepat dalam merawat anggota keluarga yang sakit.

Standar : Keluarga dapat menjelaskan dengan benar bagaimana akibat DM dan dapat

mengambil keputusan yang tepat.

Intervensi:

1) Diskusikan tentang akibat penyakit Diabetes Melitus.


2) Tanyakan bagaimana keputusan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang

menderita Diabetes Melitus .

c. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes Melitus

berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang cara pencegahan dan

perawatan Diabetes Melitus.

Sasaran : Setelah tindakan keperawatan keluarga mampu merawat anggota keluarga

yang menderita penyakit Diabetes Melitus.

Tujuan : Keluarga dapat melakukan perawatan yang tepat terhadap anggota keluarga

yang menderita Diabetes Melitus setelah tiga kali kunjungan rumah.

Kriteria : Keluarga dapat menjelaskan secara lisan cara pencegahan dan perawatan

penyakit Diabetes Melitus.

Standar : Keluarga dapat melakukan perawatan anggota keluarga yang menderita

penyakit Diabetes Melitus secara tepat.

Intervensi:

1) Jelaskan pada keluarga cara-cara pencegahan penyakit Diabetes Melitus.

2) Jelaskan pada keluarga tentang manfaat istirahat, diet yang tepat dan olah raga khususnya

untuk anggota keluarga yang menderita Diabetes Melitus.

d. Ketidakmampuan keluarga dalam memelihara atau memodifikasi lingkungan yang dapat

mempengaruhi penyakit Diabetes Melitus berhubungan dengan kurangnya pemahaman

keluarga tentang pengaruh lingkungan terhadap faktor pencetus Diabetes Melitus .

Sasaran : Setelah tindakan keperawatan keluarga mengerti tentang pengaruh lingkungan

terhadap penyakit DM.

Tujuan : Keluarga dapat memodifikasi lingkungan yang dapat menunjang

penyembuhan dan pencegahan setelah tiga kali kunjungan rumah.


Kri teria : Keluarga dapat menjelaskan secara lisan tentang pengaruh lingkungan

terhadap proses penyakit Diabetes Melitus.

Standar : Keluarga dapat memodifikasi lingkungan yang dapat mempengaruhi penyakit

Diabetes Melitus .

Intervensi :

1) Ajarkan cara memodifikasi lingkungan untuk mencegah dan mengatasi penyakit

Diabetes Melitus misalnya :

a) Jaga lingkungan rumah agar bebas dari resiko kecelakaan misalnya benda yang tajam.

b) Gunakan alat pelindung bila bekerja Misalnya sarung tangan.

c) Gunakan bahan yang lembut untuk pakaian untuk mengurangi terjadinya iritasi.

2) Motivasi keluarga untuk melakukan apa yang telah dijelaskan.

e. Ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan guna perawatan

dan pengobatan DM berhubungan dengan sikap keluarga yang kurang tepat terhadap

pelayanan atau petugas kesehatan atau kurangnya pengetahuan keluarga tentang

pentingnya segera datang ke tempat pelayanan kesehatan untuk pengobatan penyakit

Diabetes Melitus.

Sasaran : Setelah tindakan keperawatan keluarga dapat menggunakan fasilitas

pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Tujuan : Keluarga dapat menggunakan tempat pelayanan kesehatan yang tepat untuk

mengatasi penyakit Diabetes Melitus setelah dua kali kunjungan rumah.

Kriteria : Keluarga dapat menjelaskan secara lisan ke mana mereka harus meminta

pertolongan untuk perawatan dan pengobatan penyakit Diabetes Melitus.

Standar : Keluarga dapat menggunakan fasilitas pelayanan secara tepat.

Intervensi : Jelaskan pada keluarga ke mana mereka dapat meminta pertolongan untuk

perawatan dan pengobatan Diabetes Melitus.


4. Pelaksanaan Rencana Keperawatan / Implementasi

Menurut Mubarak (2012), tahapan dimana perawat mendapatkan kesempatan untuk

membangkitkan minat keluarga dalam mengadakan perbaikan kearah perilaku hidup sehat.

Implementasi yang dilakukan pada asuhan keperawatan keluarga dengan Diabetes Mellitus,

yaitu :

a. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah DM yang terjadi pada keluarga

berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit Diabetes Mellitus

1) Menjelaskan arti penyakit Diabetes Mellitus.

2) Mendiskusikan tanda-tanda dan penyebab penyakit Diabetes Mellitus.

3) Menanyakan kembali apa yang telah didiskusikan.

b. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi

penyakit Diabetes Mellitus berhubungan dengan keluarga tidak memahami mengenai sifat,

berat dan luasnya masalah Diabetes Mellitus, yaitu :

1) Mendiskusikan tentang akibat penyakit Diabetes Mellitus.

2) Menanyakan bagaimana keputusan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang

menderita Diabetes Mellitus.

c. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes Mellitus

berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang cara pencegahan dan

perawatan Diabetes Mellitus, yaitu :

1) Menjelaskan pada keluarga cara-cara pencegahan penyakit Diabetes Mellitus.


2) Menjelaskan pada keluarga tentang manfaat istirahat, diet yang tepat dan olah raga

khususnya untuk anggota keluarga yang menderita Diabetes Mellitus.

d. Ketidakmampuan keluarga dalam memelihara atau memodifikasi lingkungan yang

dapat mempengaruhi penyakit Diabetes Mellitus berhubungan dengan kurangnya

pemahaman keluarga tentang pengaruh lingkungan terhadap faktor pencetus Diabetes

Mellitus, yaitu :

1) Menjaga lingkungan rumah agar bebas dari resiko kecelakaan misalnya benda yang

tajam.

2) Menggunakan alat pelindung bila bekerja Misalnya sarung tangan.

3) Menggunakan bahan yang lembut untuk pakaian untuk mengurangi terjadinya iritasi.

4) Memotivasi keluarga untuk melakukan apa yang telah dijelaskan.

e. Ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan guna

perawatan dan pengobatan DM berhubungan dengan sikap keluarga yang kurang tepat

terhadap pelayanan atau petugas kesehatan atau kurangnya pengetahuan keluarga tentang

pentingnya segera datang ke tempat pelayanan kesehatan untuk pengobatan penyakit

Diabetes Mellitus.

1) Menjelaskan pada keluarga ke mana mereka dapat meminta pertolongan untuk perawatan

dan pengobatan Diabetes Mellitus.

5. Melaksanakan Evaluasi
Sesuai dengan rencana tindakan yang diberikan, tahap penilaian dilakukan untuk melihat

keberhasilannya. Bila tidak/belum berhasil maka perlu disusun rencana baru yang sesuai

(Mubarak, 2012).

Evaluasi yang diharapkan pada asuhan keperawatan keluarga dengan Diabetes Mellitus

adalah:

a. Keluarga dapat menjelaskan secara lisan tentang penyakit Diabetes Mellitus.

b. Keluarga dapat mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga dengan Diabetes

Mellitus.

c. Keluarga dapat melakukan perawatan yang tepat terhadap anggota keluarga yang

menderita Diabetes Mellitus.

d. Keluarga dapat memodifikasi lingkungan yang dapat menunjang penyembuhan dan

pencegahan.

e. Keluarga dapat menggunakan tempat pelayanan kesehatan yang tepat untuk mengatasi

penyakit Diabetes Melitus

DAFTAR PUSTAKA

Ernawati, 2013. Penatalaksanaan Keperawatan Diabetes Melitus Terpadu, Mitra Wacana


Media, Jakarta.
Fauzi, Isma, 2014. Buku Pintar Deteksi Dini Gejala, dan Pengobatan Asam Urat, Diabetes
Melitus dan Hipertensi, ARASKA, Jakarta.
Gusti ADP, Salvari, 2013. Asuhan Keperawatan Keluarga, TIM, Jakarta.
Hidayat, Aziz Alimul, 2011, Pengantar Konsep Dasar Keperawatan, Salemba Medika,
Jakarta.
Mubarak, Wahid iqbal, dkk, 2011. Ilmu Pengantar Komunitas Pengantar dan Teori Buku 1,
Salemba Medika, Jakarta.
Mubarak, Wahid iqbal dkk, 2012. Ilmu Pengantar Komunitas Pengantar dan Teori Buku 2,
Salemba Medika, Jakarta.
Notoatmodjo, Soekidjo, 2010. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi, Rineka Cipta, Jakarta.
Notoatmodjo, Soekidjo, 2011. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Rineka Cipta, Jakarta.
Nurarif, amin huda dkk, 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis
dan NANDA NIC-NOC. Media Action, Jakarta.
Profil Puskesmas Periuk Jaya, 2013 dan 2014
Suprajitno, 2004. Asuhan Keperawatan Keluarga, EGC, Jakarta.
Waspadji dan sukardji, 2004. Pedoman Diet Diabetes Melitus, FKUI, Jakarta.