You are on page 1of 2

Kejang Demam

Bangkitan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh (suhu


mencapai >38,5). Kejang demam dapat terjadi karena proses
intrakranial maupun ekstrakanial.

Etiologi
1. Demam tinggi Pemeriksaan penunjang

2. Efek produksi toksik dari mikroorganisme Infeksi ekstrakranial : suhu tubuh 1. Pemeriksaan laobolatorium

terhadap otak (darah lengkap, elektrolit, dan

3. Respon alergi atau keadaan imun yang Gangguan keseimbangan membran neuron glukosa darah )

abnormal 2. Pemeriksaaan EEG

4. Perubahan cairan dan elektrolit Difusi NA dan CA berlebih 3. Pemeriksaan CT-Scan, MRI (

5. Faktor prediposisi kejang 4. Pemeriksaan cairan


Depolarisasi membran dan lepas muatan lisrrik berlebih cerebrospinal
Manifestasi Klinis
1. Kejang umum biasanya diawali Kejang
kejang tonik kemudian klonik
berlangsung 10-15 menit. Bisa Parsial umum
juga lebih
2. Takikardia Sederhana komplek absens mioklonik tonik atonik
3. Pulsasi arteri melemah Klonik

4. Peningkatan tekanan vena


jugularis
Penatalaksaan
1. Berikan antivoskulan secara
intravena jika klien masih dalam
Kesadaran Gg peredaran darah aktifitas otot
keadaan kejang,bila masih terdapat
kejang diulangi suntikan kedua
dengan dosis yang sama.
reflek hipoksia metabolisme
Resiko
2. Pengobatan penunjang
menelan
cidera
a. Semua pakaian ketat dibuka
b. Posisi kepala sebaiknya miring
Aspirasi permeabilitas ke. O2
Hipertermi untuk mencegah aspirasi isi
Kapiler
lambung
Asfiksia
c. Bebaskan jalan nafas
d. Berikan O2
e. Berikan penahan gigi agar tidak
tergigit
3. Pengobatan rumat
a. Profilaksis intermiten
b. Profilaksis Jangka panjang
4. Mencari dan mengobati penyebab