You are on page 1of 15

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN STRATEGI QUIZ

TEAM TENTANG DAMPAK NEGATIF MEROKOK TERHADAP


KESADARAN BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA
KELAS VIII A DAN B DI SMP N 02 TARUB

Dewi Sulastri 1), Susi Muryani 2), Evi Supriatun 3)


1)
Prodi Sarjana Keperawatan dan Ners, STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi 52416, Tegal,
Indonesia2),3)Dosen STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi

Email: dewisulastri5597@gmail.com

Abstrak

Merokok merupakan kebiasaan yang masih dilakukan oleh banyak orang. Kebiasaan
ini seringkali sulit dihentikan karena adanya dampak negatif yaitu efek
ketergantungan yang ditimbulkan oleh zat kimia yang terkandung dalam rokok.
Masyarakat memerlukan informasi kesehatan terutama remaja agar mereka memiliki
kesadaran untuk berhenti merokok. Penerapan pendidikan kesehatan dengan strategi
quiz team merupakan intervensi keperawatan untuk meningkatkan kesadaran berhenti
merokok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan
kesehatan dengan strategi quiz team tentang dampak negatif merokok terhadap
kesadaran berhenti merokok pada remaja kelas VIII A dan B di SMP N 02 Tarub.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode Quasy
Experiment dengan pendekatan One Group Pre-test Post-test Design. Responden
dalam penelitian ini remaja kelas VIII A dan B yang berjumlah 34 responden. Hasil
penelitian menunjukan ada peningkatan kesadaran remaja untuk berhenti merokok
sesudah penerapan pendidikan kesehatan dengan nilai p-value 0,00. Penerapan
pendidikan kesehatan dengan strategi quiz team mempengaruhi kesadaran berhenti
merokok pada remaja kelas VIII A dan B di SMP N 02 Tarub. Penelitian
selanjutnya, dapat menggunakan kombinasi strategi lain yang interaktif untuk
mendapatkan hasil yang lebih signifikan.

Kata kunci: Merokok, Remaja, Kesadaran, Pendidikan Kesehatan, Quiz Team


INFLUENCE OF HEALTH EDUCATION WITH THE QUIZ TEAM
STRATEGY ON SMOKING NEGATIVE IMPACT ON AWARENESS OF
QUITTING SMOKING IN ADOLESCENT CLASS VIII A AND B
IN SMP N 02 TARUB

Dewi Sulastri1), Susi Musryani2), Evi Supriatun3)

1)
Nursing Scholar and Ners Program, STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi 52416, Tegal,
Indonesia 2),3) Nursing Lecturers STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi

Email: dewisulastri5597@gmail.com

Abstract

Smoking is an activity that is still practiced by many people. This habit is often
difficult to stop because of the negative effect of the dependency effect caused by
chemicals contained in cigarettes. Peopole need health information, especially
teenagers so they have awareness to stop smoking. The aplication of health education
with quiz team strategy is a nursing intervention to increase awareness to stop
smoking. This research aims to knowthe influence of health education with quiz
team strategy about the negative impact of smoking on the awareness of quitting
smoking in adolescents class VIII in SMP N 02 Tarub. This research is a quantitative
research using Quasy Experiment method with One Group Pre-test Post-test Design
approach. Respondents in this study is adolescentclass VIII A and B which amounted
to 34 respondents. The results showed that there was an increase in awareness of
adolescent to stop smoking after the implementation of health education with p-value
of 0,00. The implementation of health education with quiz team strategy affected the
the awareness of quitting smoking in adolescent of class VIII A and B in SMP N 02
Tarub. The other researchers can use other intractive combination strategies to get
more significant results.

Keywords: Smoking, Adolescents, Awareness, Health Education, Quiz Team


PENDAHULUAN merokok dapat mengakibatkan
Remaja adalah seseorang yang berbagai penyakit antara lain kanker
memiliki rentang usia 10-19 tahun tenggorokan, kanker paru-paru, kanker
(WHO, 2014). Karakteristik umum lambung, penyakit jantung koroner,
perkembangan remaja yaitu memiliki pneumonia, gangguan sistem
rasa ingin tahu yang tinggi (high reproduksi dan lain-lain. Walaupun
curiosty). Remaja cenderung ingin rokok sudah diketahui dampak negatif
menjelajah, dan mencoba sesuatu yang bagi kesehatan, masih banyak remaja
belum dialaminya (Ali, 2010). Selain yang mengabaikannya dengan masih
itu remaja juga didorong memiliki tetap merokok tanpa memiliki rasa
keinginan seperti orang dewasa, takut akan apa yang akan terjadi
melakukan apa yang sering dilakukan apabila mengkonsumsi rokok
oleh orang dewasa baik perilaku (Syafrudin, 2011).
positif maupun negatif. Salah satu
perilaku negatif yang ditiru remaja Jumlah perokok di seluruh
yaitu merokok (Kurniawan, 2012). dunia kini mencapai 1,2 milyar orang
Merokok merupakan suatu budaya dan 800 juta di antaranya berada di
yang tidak bisa dilepaskan dari negara berkembang. Menurut WHO,
kehidupan masyarakat, baik kaya, Indonesia merupakan Negara ketiga
miskin, tua, muda, hampir semuanya dengan jumlah perokok terbesar di
mengkonsumsi rokok (Pratikasari & dunia, yang pertama yaitu China
Handoya, 2014). Kebiasaan ini mencapai 390 juta perokok, kedua
seringkali sulit dihentikan karena India mencapai 144 juta perokok, dan
adanya dampak negatif yaitu efek ketiga Indonesia mencapai 65 juta
ketergantungan yang ditimbulkan oleh perokok (Depkes, 2013). Perokok di
zat kimia yang terkandung dalam Indonesia sebagian besar mulai
rokok diantaranya nikotin, karbon merokok ketika mereka masih remaja
monoksida, dan tar (Haustein & dengan jumlah 34% (Kemenkes,
Groneberg, 2010). Dampak dari 2010). Jawa Tengah merupakan salah
satu Provinsi dengan jumlah perokok peserta tidak saja sadar, tahu dan
terbesar setelah Jawa Barat dan Jawa mengerti, tetapi juga mau dan bisa
Timur. Prevalensi perokok di Jawa melakukan suatu anjuran yang ada
Tengah pada tahun 2013 terbanyak hubungannya dengan kesehatan
adalah Kota Salatiga dengan jumlah (Anwar, 2010). Metode pembelajaran
perokok 94,9% (Riskesdas, 2013). merupakan salah satu penunjang
Jumlah perokok remaja di Kabupaten keberhasilan dalam tercapainya tujuan
Tegal sekitar 50,02% dikatakan sudah pendidikan, ada beberapa metode
pernah mencoba merokok, presentase pembelajaran yang bisa digunakan
remaja yang pernah merokok pada oleh peneliti sebagai penyampaian
tahun 2013 mencapai 55% (Dinkes, pendidikan kesehatan peneliti kepada
2013). responden salah satunya adalah
metode active learning dengan
Menurut Amalia (2010), strategi quiz team (Samdani, 2009).
populasi merokok pada remaja yang
tinggi disebabkan beberapa faktor. Metode active learning dengan
Salah satu faktor yang mempengaruhi strategi quiz team merupakan strategi
yaitu kurangnya pendidikan kesehatan pembelajaran yang akan meningkatkan
tentang dampak negatif merokok kerja sama antar kelompok dan sikap
dikalangan sekolah. Selain itu, tanggung jawab peserta dalam
kurangnya kesadaran yang dimiliki mempelajari suatu hal, melalui cara
remaja mengakibatkan mereka tidak yang menyenangkan, dengan
memperhatikan dampak negatif dari menggunakan kuis (Hamruni, 2012).
merokok. Pendidikan kesehatan Berdasarkan hasil studi
merupakan kegiatan pendidikan yang pendahuluan di SMP Negeri 02 Tarub
dapat menggunakan metode Kabupaten Tegal, 11 dari 19 siswa
pembelajaran yang dilakukan dengan mengakui bahwa dirinya merokok, dan
cara menyampaikan pesan, mereka telah mengetahui bahaya dan
menanamkan keyakinan, sehingga dampak merokok. Akan tetapi,
mereka belum memiliki kesadaran METODE PENELITIAN
untuk berhenti merokok dan Dalam penelitian ini
mengabaikannya dengan masih menggunakan jenis Quasi
merokok tanpa menghiraukan Eksperiment. Desain penelitian ini
peringatan dampak negatif merokok. menggunakan one group pre-test post-
Hasil wawancara yang dilakukan test design. Penelitian ini dilaksanakan
dengan guru BK, diketahui bahwa 15 Maret - 30 Juli 2018 di SMP N 02
perilaku merokok hampir setiap Tarub dengan populasi siswa kelas
minggu ada. Hasil observasi guru BK VIII A dan B. Sampel berjumlah 34
terhadap perilaku remaja di sekolah responden yang terdiri dari 18 kelas
diketahui sebagian besar remaja VIII A dan 17 kelas VIII B.
merokok di kantin bagian belakang Pengambilan data dilakukan di
pada jam istirahat, dan warung depan SMP N 02 Tarub menggunakan
sekolah pada jam bebas. Remaja yang kuesioner yang digunakan sebagai
ketahuan merokok di lingkungan pengumpulan data kesadaran berhenti
sekolah mendapatkan sanksi dari pihak merokok responden, kuesioner terdiri
sekolah, tetapi belum ada perubahan dari 24 pernyataan yang merupakan
perilaku remaja untuk berhenti dampak merokok bagi kesehatan dan
merokok. Berdasarkan data yang kesadaran berhenti merokok. Skala
didapatkan, peneliti tertarik untuk ukur untuk 24 pernyataan
melakukan penelitian dengan judul menggunakan skala linkert dimana
“Pengaruh Pendidikan Kesehatan skala ini menggunakan empat jawaban
dengan Strategi Quiz Team Tentang konsisten, yaitu SS (sangat setuju), S
Dampak Negatif Merokok terhadap (setuju), TS (tidak setuju) dan STS
Kesadaran Berhenti Merokok pada (sangat tidak setuju). Hasil akhir dari
Remaja Kelas VIII A dan B di SMP N penilitian ini dikategorikan menjadi 3
02 Tarub Kabupaten Tegal tahun kategori dengan kesadaran rendah 24-
2018”. 48, kesadaran sedang 49-71, dan
kesadaran tertinggi 72-96.
HASIL PENELITIAN mengabaikannya dengan masih
Kesadaran Berhenti Merokok merokok tanpa menghiraukan
Sebelum diberikan Pendidikan kesehatan.
Kesehatan tentang Dampak Negatif
Merokok dengan Strategi Quiz Team Kesadaran Berhenti Merokok
Tabel 4.3 Distribusi mean dan standar Sesudah diberikan Pendidikan
deviasi kesadaran berhenti merokok Kesehatan tentang Dampak Negatif
sebelum diberikan pendidikan Merokok dengan Strategi Quiz Team
kesehatan dengan strategi quiz team Tabel 4.4 Distribusi Mean dan Standar
pada remaja kelas VIII A dan B di Deviasi Kesadaran Berhenti Merokok
SMP N 02 Tarub Juni 2018 (n=34). Sesudah Diberikan Pendidikan
Kesehatan dengan Strategi Quiz Team
Variabel Mean SD Min Max
pada Remaja Kelas VIII A dan B di
Kesadaran
berhenti 50,76 8,532 34 68 SMP N 02 Tarub Juni 2018 (n=34).
merokok Variabel Mean SD Min Max
Kesadaran
Tabel 4.3 menunjukan bahwa dari 34 berhenti 56,35 8,924 41 79
merokok
responden sebelum di berikan
pendidikan kesehatan memiliki
Tabel 4.4 menunjukan bahwa dari 34
kesadaran berhenti merokok dengan
responden sesudah di berikan
nilai rata-rata 50,76 dan nilai tertinggi
pendidikan kesehatan memiliki
68 dan nilai terendah 34 dengan arti
kesadaran berhenti merokok dengan
kesadaran responden dalam kategori
nilai rata-rata 56,35 dan nilai tertinggi
sedang. Kebanyakan responden belum
79 dan nilai terendah 41 dengan arti
memiliki kesadaran berhenti merokok,
kesadaran responden masih dalam
walaupun beberapa responden sudah
kategori sedang, tetapi ada
mengetahui dampak negatif merokok
peningkatan nilai rata-rata dari
yang terdapat pada peringatan bungkus
sebelum dan sesudah diberikan
rokok tetapi mereka hanya
pendidikan kesehatan yaitu dari 50,76 Berdasarkan tabel 4.5
hingga 56,35. Hal ini dikarenakan menunjukan hasil uji statistik Paired t-
pendidikan kesehatan melalui strategi test untuk mengetahui ada tidaknya
quiz team dapat meningkatkan sistem pengaruh diperoleh nilai p-value
belajar responden, sehingga bagi = 0,00 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan
responden yang ikut serta dalam Ha diterima dengan kesimpulan bahwa
pendidikan kesehatan dengan strategi ada pengaruh pendidikan kesehatan
quiz team akan meningkatkan dengan strategi quiz team tentang
pengetahuan responden yang dapat dampak negatif merokok terhadap
mempengaruhi kesadaran berhenti kesadaran berhenti merokok.
merokok responden. Kesadaran berhenti merokok sebelum
dan sesudah diberikan pendidikan
Pengaruh Pendidikan Kesehatan kesehatan dengan nilai rata-rata 50,76
dengan Strategi Quiz Team tentang dan sesudah diberikan pendidikan
Dampak Negatif Merokok terhadap kesehatan dengan nilai rata-rata
Kesadaran Berhenti Merokok pada meningkat menjadi 56,35 dan tidak
Remaja Kelas VIII A dan B di SMP ada responden yang mengalami
N 02 Tarub penurunan skor setelah diberikan
Tabel 4.5 Pengaruh pendidikan pendidikan kesehatan dengan strategi
kesehatan dengan strategi quiz team quiz team tentang dampak negatif
tentang dampak negatif merokok merokok. Hal ini dapat simpulkan ada
terhadap kesadaran berhenti merokok pendidikan kesehatan dengan strategi
pada remaja kelas VIII A dan B di quiz team tentang dampak negatif
SMP N 02 Tarub (n=34) merokok terhadap kesadaran berhenti
Mean Min Max t- p- merokok remaja siswa kelas VIII A
value value dan B di SMP N 02 Tarub yang
Pree 50,76 34 68 - diperoleh dari hasil p-value =
0,000
Post 56,35 41 79 12,910 0,00<0,05 sehingga H0 ditolak.
PEMBAHASAN penelitian ini menunjukan bahwa
responden belum memiliki kesadaran
Kesadaran Berhenti Merokok pada berhenti merokok karena mereka
Remaja Kelas VIII A dan B di SMP masih kurang untuk kesadaran
N 02 Tarub Sebelum Dilakukan kesdaran berhenti merokok walaupun
Pendidikan Kesehatan dengan sudah mengetahui informasi terkait
Strategi Quiz Team Tentang dampak negatif merokok .
Dampak Negatif Merokok
Berdasarkan hasil penelitian Kesadaran Berhenti Merokok pada
pada tabel 4.3 menunjukan bahwa dari Remaja Kelas VIII Di SMP N 02
34 responden diperoleh nilai rata-rata Tarub Sesudah Diberikannya
50,76 yang artinya responden memiliki Pendidikan Kesehatan dengan
kesadaran berhenti merokok dengan Strategi Quiz Team tentang Dampak
kategori sedang (49-71) dengan Negatif Merokok
presentase 67,6% dan didapatkan nilai Sesudah di berikan pendidikan
tertinggi 68 sebagian besar responden kesehatan dengan strategi quiz team
belum memiliki kesadaran untuk dari 34 diperoleh nilai rata-rata 56,45
berhenti merokok. Responden yag yang artinya responden memiliki
memiliki kesadaran berhenti merokok kesadaran berhenti merokok dengan
dengan kategori rendah (24-48) kategori tertinggi (72-96) dengan
dengan presentase (32,4%) dengan presentase (5,9%) dengan perolehan
didapatkan nilai terendah 34. nilai tertinggi 79 dan didapatkan 2
Hal tersebut dikarenakan oleh usia responden, kesadaran berhenti
remaja merupakan periode transisi merokok dengan kategori sedang (49-
perkembangan bologis, kognitif, sosio- 71) dengan presentase 67,6%
emosional, dimana remaja sedang didapatkan 26 responden, kesadaran
mencari jati diri, ikutan-ikutan berhenti merokok dengan kategori
perilaku dewasa salah satunya perilaku rendah (24-48) dengan presentase
merokok (Santrock, 2008). Hasil dari (17,6%) perolehan nilai rendah 41
dengan didapatkan 6 responden. tidak sejalan dengan penelitian
Peningkatan kesadaran berhenti tersebut, karena dalam penyampaian
merokok ini terjadi setelah dilakukan informasi menggunakan strategi yang
pendidikan kesehatan dengan strategi berbeda, penelitian tersebut
quiz team tentang dampak negatif menggunakan strategi penyampaian
merokok remaja. Strategi quiz team informasi dengan mencantumkan label
ini menjadikan responden sangat aktif, bergambar penyakit akibat rokok pada
suasana belajar hidup, meningkatkan kemasan rokok, sedangkan penelitian
kemampuan responden untuk bertanya ini menggunakan strategi quiz team,
maupun menjawab, dan responden walaupun pada penelitian ini
dapat berkerjasama antar anggota mendapatkan hasil yang sama yaitu
kelompoknya untuk mendiskusikan responden memiliki kesadaran
jawaban (Maisaroh & Rostrieningsih, berhenti merokok.
2010).
Kesadaran berhenti merokok
Berdasarkan penelitian dapat diartikan sebagai niat seseorang
Nurhidayati (2009) berhenti merokok untuk tidak menggunakan rokok
merupakan perubahan perilaku yang dengan tujuan menghirup asapnya,
sulit, menurut data dari layanan di yang didasarkan pada subjective norm
Inggris memiliki kesadaran berhenti atau keyakinan orang yang
merokok setelah dilakukannya strategi mempengaruhinya beserta kontrol
penyampaian informasi dengan yang bisa dilakukan individu tersebut
mencantumkan label bergambar dalam berperilaku tidak merokok
penyakit akibat rokok pada kemasan (Ajzen, 2008). Penerima perilaku
rokok menunjukan bahwa sekitar 50% baru atau adopsi perilaku melalui
perokok ingin berhenti merokok dalam proses seperti yang didasari kesadaran,
4 minggu tetapi hanya 25% yang pengetahuan dan sikap yang positif,
berhasil, selebihnya sekitar 75% maka perilaku tersebut akan bersifat
kembali lagi merokok. Penelitian ini lama. Sebaliknya apabila perilaku itu
tidak didasari pengetahuan dan Pengaruh Pendidikan Kesehatan
kesadaran, maka tidak akan dengan Strategi Quiz Team tentang
berlangsung lama. Sedangkan Dampak Negatif Merokok Terhadap
pengertian kesadaran beraneka ragam Kesadaran Berhenti Merokok pada
artinya, Kesadaran juga keinsafan; Remaja Kelas VIII A dan B di SMP
keadaan mengerti; hal yang dirasakan N 02 Tarub
atau dialami oleh seseorang (Suharso, Hasil uji statistik Paired t-test
2009). Kesadaran dalam bentuk lain untuk mengetahui ada tidaknya
adalah pemahaman atau pengetahuan pengaruh pendidikan kesehatan
seseorang tentang dirinya dan dengan strategi quiz team tentang
keberadaan dirinya. Kesadaran diri dampak negatif merokok terhadap
merupakan unsur dalam manusia kesadaran berhenti merokok. Sebelum
dalam memahami realitas dan responden di berikan pendidikan
bagaimana cara bertindak atau kesehatan dengan strategi quiz team
menyikapi terhadap realitas (Halawa, tentang dampak negatif merokok nilai
2010). rata-rata dari 34 responden adalah
50,76 dengan kategori kesadaran
Keragaman data pada variabel rendah, sedangkan sesudah responden
penelitian ini menunjukan terdapat diberikan pendidikan kesehatan
kesadaran berhenti merokok setelah dengan strategi quiz team tentang
dilakukan pendidikan kesehatan dampak negatif merokok nilai rata-rata
dengan strategi quiz team tentang dari 34 responden adalah 56,35 dengan
dampak negatif merokok, tetapi hanya kategori kesadaran sedang.
5,9 % dengan kesadaran tinggi Peningkatan skor rata-rata semua
berhenti merokok, 76,5% dengan responden adalah 5,59 dan tidak ada
kategori kesadaran sedang berhenti responden yang mengalami penurunan
merokok, dan 17,6% dengan kategori skor setelah diberikan pendidikan
kesadaran rendah berhenti merokok. kesehatan tersebut, kesadaran dalam
kategori rendah menurun dari 11
responden menjadi 6 responden, oleh teori bahwa proses belajar
kesadaran dalam kategori sedang dipengaruhi oleh beberapa faktor
meningkat dari 23 responden menjadi meliputi materi yang dipelajari,
26 responden, dan untuk kesadaran lingkungan pembelajaran, alat yang
dalam kategori baik meningkat dari digunakan untuk membantu dalam
tidak ada responden menjadi 2 proses belajar, dan kondisi individu
responden. Hasil uji Paired t-test (Sunaryo, 2010). Lingkungan yang
didapatkan dengan nilai probabilitas p ideal untuk belajar adalah ruangan
value = 0,00 < 0,05 bahwa Ho ditolak yang cukup terang dan memiliki
dan Ha diterima karna p value 0,00 sirkulasi yang cukup baik. Suasana
lebih kecil dari 0,05. Hal tersebut yang tenang juga sangat penting
memperlihatkan bahwa penelitian ini (Potter & Perry, 2010). Suasana yang
terdapat pengaruh yang signifikan tenang dapat meningkatkan
pemberian pendidikan kesehatan konsentrasi siswa dalam belajar, dalam
dengan strategi quiz team tentang penelitian ini suasana lingkungan di
dampak negatif merokok terhadap SMP N 02 Tarub berbeda dengan
kesadaran berhenti merokok pada teori. Suasana lingkungan tempat
remaja kelas VIII A dan B di SMP N penelitian tidak ramai dengan suara
02 Tarub. kendaraan bermotor, namun penelitian
gaduh akibat gangguan dari kelas
Pemberian pendidikan lainnya sehingga konsentrasi
kesehatan dengan strategi quiz team responden mudah terpecah.
yang dapat digunakan untuk mengubah
perilaku siswa yang cukup agar Penelitian lain yang sejalan
terbentuk sikap yang baik dengan dengan penelitian ini, adalah penelitian
membuat suasana kelas menjadi lebih Haryanto (2011) tentang peningkatan
hidup dengan memberikan hiburan kesadaran dengan kesadaran perokok
berupa vedio yang berhubungan dan konsumsi rokok dengan
dengan materi. Hal ini juga dikuatkan menggunakan gambar didapatkan hasil
bahwa terdapat hubungan yang mayoritas informasi yang pernah
signifikan antara informasi yang didapat dengan kategori “ya”.
didapat melaui pencantuman gambar Sebelum remaja kelas VIII A dan B
seram pada kemasan dengan tingkat diberikan pendidikan kesehatan
kesadaran responden. Pencantuman tentang dampak negatif merokok,
gambar seram pada kemasan bungkus kesadaran responden di SMP N 02
rokok yang bertujuan untuk Tarub kelas VIII A dan B rata-rata
mengurangi konsumsi rokok dimulai dengan kategori sedang. Sesudah
dari sikap dan kesadaran diri. remaja kelas VIII A dan B diberikan
Semakin sering atau tinggi pendidikan kesehatan tentang dampak
pencantuman gambar seram pada negatif merokok, kesadaran responden
kemasan bungkus rokok maka semakin di SMP N 02 Tarub kelas VIII A dan
besar pula pengaruh untuk mengurangi B rata-rata dengan kategori sedang.
konsumsi rokok. Peningkatan skor rata-rata semua
responden masih dalam kategori
KESIMPULAN DAN SARAN sedang dan tidak ada responden yang
Berdasarkan hasil penelitian mengalami penurunan skor sesudah
dan pembahasan yang telah dijelaskan diberikan pendidikan kesehatan
pada bab sebelumnya dapat ditarik tersebut. Pengaruh sebelum diberikan
kesimpulan pada penelitian ini : usia pendidikan kesehatan dengan strategi
responden di SMP N 02 Tarub kelas quiz team tentang dampak negatif
VIII A dan B rata-rata pada usia merokok pada remaja dalam kategori
remaja awal (13 tahun), informasi sedang didapatkan hasil nilai rata-rata
kebanyakan responden (pernah dari 34 responden adalah 50,76,
tidaknya mendapatkan pendidikan sedangkan sesudah diberikan
kesehatan) baik melalui iklan, bungkus pendidikan kesehatan dengan strategi
rokok, dan pelajaran terkecuali belum quiz team tentang dampak negatif
pernah mendapatkan pendidikan merokok pada remaja dalam kategori
kesehatan dari petugas kesehatan sedang didapatkan hasil nilai rata-rata
dari 34 responden adalah 56,35. strategi quiz team tentang dampak
Penurunan terjadi pada kesadaran negatif merokok untuk meningkatkan
remaja dalam kategori rendah dari 11 kesadaran berhenti merokok. Bagi
responden menjadi 6 responden, peneliti lain dapat melakukan
peningkatan terjadi pada kategori penelitian dengan waktu yang lebih
sedang dari 23 reponden menjadi 26 lama, peneliti selanjutnya dapat lebih
responden, dan terjadi peningkatan spesifik dalam menentukan kriteria
juga pada kategori tertinggi dari tidak inklusi dengan menyeimbangkan
ada responden menjadi 2 responden. antara jumlah dan karakteristik
Peningkatan skor rata-rata semua responden. Peneliti selanjutnya dapat
responden masih dalam kategori menggunakan strategi yang lain dalam
sedang dan tidak ada responden yang pemberian pendidikan kesehatan atau
mengalami penurunan skor sesudah bisa juga menggunakan kombinasi
diberikan pendidikan kesehatan stategi agar bisa mendapatkan hasil
tersebut. yang signifikan serta dapat
menambahkan kelompok kontrol
Sara bagi UKS SMP N 02 Tarub untuk sebagai pembanding kelompok yang
bisa bekerjasama dengan puskesmas diberikan pengaruh pendidikan
Tarub untuk bisa memberikan kesehatan dengan strategi quiz team
pendidikan kesehatan dengan strategi tentang dampak negatif merokok
quiz team tentang dampak negatif terhadap kesadaran berhenti merokok.
merokok dan menjadi standar Peneliti selanjutnya juga bisa
operasional yang dapat diaplikasikan menerapkan pendidikan kesehatan
untuk meningkatkan kesadaran dengan strategi quiz team tentang
berhenti merokok siswa. Bagi perawat dampak negatif merokok untuk
penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran berhenti
dijadikan intervensi menjadi masukan merokok. Sehingga hasil penelitian
bagi institusi pendidikan kesehatan selanjutnya menunjukkan hasil yang
bahwa pendidikan kesehatan dengan lebih baik dan signifikan.
UCAPAN TERIMAKASIH Maisaroh & Rostrieningsih. (2010).
Segala puji dan syukur penulis Peningkatan Hasil Belajar
panjatkan kehadirat Allah SWT atas Siswa dengan Menggunakan
segala karunia yang telah diberikan, Metode Pembelajaran Active
sehingga penulis dapat menyelesaikan Learning Tipe Quiz Team pada
skripsi. Terimakasih pula kepada Mata Pelajaran Keterampilan
dosen pembimbing ibu Susi Muryani, Dasar Komunikasi di SMK
MNS dan ibu Evi Supriatun, S.Kep,. Negeri 1 Bogor. Vol. 8 No. 2,
Ns., M.Kep yang telah membantu Nurhidayati AT. (2009). Terapi
membimbing dan menyelesaikan Berhenti Merokok (Studi Kasus
skripsi, serta kepda kedua orang tua yang Perokok Berat) : Makara
selalu memberikan semangat dan kasih sayang Kesehat. Vol.9 (1): no. 15-24.
serta doa kepada penulis dalam Potter & Perry. 2005. Buku Ajar
menyelesaikan skripsi ini. Fundamental Keperawatan:
Konsep, Proses, dan Praktik.
DAFTAR PUSTAKA Jakarta : EGC.
Ajzen. (2008). Prediction of Leisure Santrock, J. W. (2008). Remaja. Edisi
Participation from Behavioral, 11. Jakarta: Erlangga.
Normative, and Control Beliefs Syafrudin. (2011). Penyuluhan
: An Application of Theory of Kesehatan Pada Remaja,
Planned Behavior. J Leis Sci. Keluarga, Lansia dan
Vol. 13: no. 185-204. Masyarakat. Jakarta : Trans Info
Amalia, R. (2010). Perilaku Merokok Media.
di Kalangan Mahasiswa. World Health Organization (WHO).
Semarang. Universitas (2015). Adolescent
Muhammadiyah. Development. Genewa : WHO.
Haustain, K, Groneberg, D. (2010).
Tobacco Or Health. Berlin :
Springer.