You are on page 1of 13

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP

PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI


HERNIA DI RUANG MAWAR RSUD dr SOESELO SLAWI KABUPATEN
TEGAL
Nining Nofiana1), Deni Irawan2), Arifin Dwi Atmaja3)

Prodi S1 Keperawatan,STIkes Bhakti Mandala Husada Slawi 52416, Tegal,


Indonesia
Dosen STIKes STIkes Bhakti Mandala Husada Slawi 52416, Tegal,
Indonesia.

Email: Niningnofiana8@gmail.com

Abstrak

Hernia merupakan salah satu penyakit kegawatdaruratan yang bisa menyebabkan syok saat organ
perut yang masuk ke kantong hernia tidak dapat kembali ke posisi awal. Saat ini penatalaksanaan
hernia yang paling efektif adalah pembedahan, namun setelah pembedahan akan menimbulkan
efek samping yaitu nyeri. Penatalaksanaan non farmakologis untuk mengurangi nyeri salah
satunya adalah teknik relaksasi nafas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri pasien post operasi hernia.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan Quesy Eksperimental design
dengan pendekatan one group pre test post test design. Sampel dalam penelitian ini pasien post
operasi hernia sebanyak 21 responden dengan teknik total sampling. Hasil penelitian dengan uji
statistik samples menunjukkan hasil p value 0,000= <0,005 dengan rata-rata penurunan nyeri
sebesar 2,09 sehingga ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan intensitas
nyeri post operasi hernia di ruang Mawar RSUD dr Soeselo Slawi Kabupaten Tegal.

Kata kunci : Hernia, Nyeri, Teknik relaksasi nafas dalam


THE INFLUENCE OF DEEP BREATHING RELAXATION
TECHNIQUES IN THE DIFFERENCE OF THE INTENSITY OF PAIN IN
POST POST OPERATION HERNIA IN ROOM MAWAR RSUD dr
SOESELO SLAWI TEGAL REGENCY

Nining Nofiana1), Deni Irawan2), Arifin Dwi Atmaja3)


1)
Bachelor Degree of Nursing and Ners Program Study, STIKes Bhakti Mandala
Husada Slawi 52416, Tegal , Indonesia
2), 3)
Lecturer of STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi 52416, Tegal, Indonesia

Email: Niningnofiana8@gmail.com

Abstak

Hernias are an emergency disease that can cause shock when the abdominal organs that enter the
hernia bag cannot return to their initial position. Currently the most effective management of
hernias is surgery, but after surgery will cause side effects, namely pain. Non-pharmacological
management to reduce pain one of them is a deep breath relaxation technique. This study aims to
determine the effect of deep breathing relaxation techniques on reducing pain intensity of post
hernia surgery patients. This research is a quantitative research with Quesy Experimental design
with one group pre test post test design approach. The samples in this study were post hernia
surgery patients as many as 21 respondents with total sampling technique. The results of the study
with statistical test samples showed the results of p value 0.000 = <0.005 with an average
reduction in pain of 2.09 so that there was an effect of deep breathing relaxation techniques on the
decrease in pain intensity of hernia surgery post in the Rose room of RSUD Dr. Soeselo Slawi,
Tegal Regency.

Keywords: Hernia, Pain, Deep breathing relaxation technique


PENDAHULUAN Menurut World Health
Hernia merupakan benjolan Organization (WHO) pada tahun
di dalam rongga perut yang normal 2009, penderita hernia tiap tahunnya
melalui defek pada fasia dan meningkat. Didapatkan data
muskulo aponeurotik dinding penderita hernia pada sekitar
abdomen baik secara kongenital 19.173.279 penderita (12,7%)
atau didapat. Lubang pada hernia sedangkan data di Jawa Tengah,
dapat muncul karena tekanan diperkirakan ada lebih dari 500
abdomen yang tinggi embrional penderita hernia.
yang tidak dapat tertutup atau Upaya yang dilakukan untuk
melebar serta diakibatkan tekanan menagani kasus hernia dengan
pada rongga abdomen yang tinggi pembedahan hermiotomy (Ratu dan
(Tanto, 2014). Adwan, 2013). Pada tindakan
Faktor yang mempengaruhi Hermiotomy, pembedahan
terjadinya hernia yaitu peningkatan dilakukan dengan membebaskan
tekanan intra abdomen.Tekanan kantong hernia sampai kelehernya,
intra abdominal umumnya sehingga tidak terjadi pelengketan
meningkat bisa diakibatkan dari lalu direposisi. Kantong hernia
kehamilan ,kegemukan, batuk yang diikat atau mungkin dipotong(
kuat, mengedan akibat sembelit, Kristianasary, 2012).
bersin sangat kuat. Contoh profesi Pada tindakan pembedahan
yang dikaitkan dengan peningkatan pasti akan menimbulkan rasa nyeri.
tekanan intra abdomen yang tinggi, Nyeri bersifat subjektif, dimana
yaitu balap sepeda, atlet angkat besi, setiap individu mempelajari nyeri
dan berbagai jenis olah raga lain melalui pengalaman yang
yang cenderung meningkatkan berhubungan lansung dengan luka
tekanan intraabdomen. Buruh yang (injury) yang terjadi selama
biasanya mengangkat beban berat kehidupannya dan dirasakan sebagai
dapat beresiko terjadinya hernia suatu hal yang tidak menyenangkan
(Muttaqin & Sari, 2011). atau sangat terganggu (Andarmoyo,
2013).
Penatalaksanaan untuk akupresure, massage, serta terapi
mengurangi nyeri, diperlukan musik. (Gondo dkk, 2011).
tindakan manajemen nyeri dengan Lamage (2013) menjelaskan
terapi farmakologis maupun terapi bahwa salah satu penanganan nyeri
non farmakologis (Pratintya, secara non farmakologis dintaranya
Harmilah & Subroto, 2014). Terapi yaitu teknik relaksasi nafas dalam
farmakologis yaitu pemberian obat- (Suslia & Lestari, 2014).
obatan analgesik dan penenang, Relaksasi nafas dalam
namun pemberian obat-obatan memberikan efek positif diantaranya
analgesik dan penenang akan meningkatkan kepercayaan dan
menimbulkan rasa sakit kembali perasaan dapat mengontrol diri
setelah 6 jam pemberian dan dalam mengatasi nyeri, mengurangi
disamping itu akan menimbulkan efek kerusakan fisiologi dari stress
efek samping yang membahayakan yang berlanjut atau berulang karena
bagi pemakainya apa bila digunakan nyeri, pengalihan rasa
dalam jangka waktu lama seperti nyeri/distraksi, meningkatkan
gangguan pada ginjal, mual, keefektifan teknik-teknik
muntah, dan pusing (Nurliana, pengurangan nyeri yang lain,
2011). memperbaiki kemampuan
Sedangkan terapi non mentoleransi nyeri, dan menurunkan
farmakologis bersifat murah, simpel, distress atau ketakutan selama
efektif dan tanpa efek samping yang antisipasi terhadap nyeri
merugikan, serta dapat (Setiyaningsih dan Muis, 2013).
meningkatkan kepuasan setelah Relakasasi nafas dalam juga
operasi karena dapat mengontrol sangat praktis digunakan tanpa
perasaannya dan kekuatannya mengeluarkan biaya (Arfa, 2014).
(Asperwanti, 2010). Terapi non
farmakologis diantaranya bimbingan Berdasarkan uraian
antisipasi, terapi kompres sebelumnya RSUD Dr.Soeselo
panas/dingin, distraksi, relaksasi, Slawi Kabupaten Tegal, pada
imajinasi terbimbing, hipnosis, tanggal 13 april 2018 didapatkan
data jumlah tindakan operasi hernia rancangan One-Group Pre-test Post-
sebanyak 326 kasus setiap tahunnya. test Design. Alat penelitian yang
Pada setiap bulannya tidak kurang digunakan pada penelitian ini adalah
dari 21 pasien yang menjalani lembar observasi, standar
operasi hernia. Menurut hasil operasional prosedur pemberian
wawancara salah satu perawat, relaksasi nafas dalam dan skala
selama ini perawat belum nyeri. Lembar observasi terdiri dari
menggunakan teknik relaksasi nafas data umum dan skala nyeri. Data
dalam sepenuhnya, karena perawat umum adalah identitas responden
dalam mengatasi nyeri, kebanyakan yang berisi nama, usia, dan jenis
dengan melaksanakan program kelamin.
terapi hasil dari kolaborasi dengan Cara kerja lembar observasi
dokter diantaranya adalah adalah peneliti menanyakan
pemberian analgesik yang memang identitas responden penelitian untuk
mudah dan cepat dalam dijadikan data. Skala nyeri
pelaksanaanya di bandingkan digunakan pada lembar observasi
dengan penggunaan intervensi adalah skala nyeri
manejemen nyeri non farmakologis, Numeric Rating Scale (NRS)
.Berdasarkan latar belakang dengan pembagian skala nyeri 0
tersebut peneliti akan melakukan tidak nyeri, 1-3 nyeri ringan, 4-6
penelitian apakah ada pengaruh nyeri sedang, 7-9 nyeri berat, 10
teknik relaksasi nafas dalam nyeri tidak tertahankan. Cara kerja
terhadap penurunan intensitas nyeri skala nyeri Numeric Rating Scale
pada pasien post op Hernia di ruang (NRS) adalah menunjukkan angka
Mawar RSUD dr.Soeselo Slawi dan deskripsi nyeri pada responden
Kabupaten Tegal. dan mempersilahkan responden
memilih satu angka dari sepuluh
METODE angka pada nyeri numeric rating
Jenis penelitian yang scale (NRS). Numeric Rating Scale
digunakan dalam penelitian ini (NRS) merupakan skala yang sudah
adalah Quesy Eksperimental dengan baku dan memiliki nilai validitas
yaitu sebesar r=0,90, sehingga tidak dan keluarga untuk menjadi
dilakukan uji validitas. responden penelitian dengan
Populasi dalam penelitian ini menandatangi lembar persetujuan
adalah pasien yang mengalami nyeri (informed consent). Cara
post operasi hernia dengan pengumpulan data adalah dengan
menggunakan sampel mengukur intensitas nyeri
nonprobability sampling secara total menggunakan skala nyeri Numeric
sampling di ruang Mawar RSUD Rating Scale (NRS) pada pasien
Dr. Soeselo Slawi Kabupaten Tegal post operasi hernia sebelum dan
sebanyak 21 pasien. sesudah dilakukan perlakuan teknik
Penelitian ini dilaksanakan relaksasi nafas dalam selama 15
di ruang Mawar RSUD Dr. Soeselo menit.
Slawi Kabupaten Tegal pada tanggal Analisa univariat pada
09 Juli - 30 Juli 2018. Pada tahap penelitian bervariabel independent
pelakasanaan peneliti dibantu oleh 4 teknik relaksasi nafas dalam dan
orang mahasiswa semester 8 untuk variabel dependen dalam penelitian
melakukan penelitian, setiap ini berbentuk kategorik, dengan
mahasiswa mendapatkan 4 bentuk penyajian data menggunakan
responden. Mahasiswa tersebut telah analisis deskriptif dalam bentuk
diajarkan teknik relaksasi nafas distribusi jumlah dan presentase.
dalam sesuai persepsi peneliti. Analisa bivariat dalam ini
peneliti mendatangi pasien menggunakan uji statistik wilcoxon
dan keluarga untuk Signed Rank di gunakan untuk
memperkenalkan diri dan membandingkan variabel dependen
melakukan bina hubungan saling skala nyeri post operasi hernia
percaya. Pasien yang memenuhi sebelum perlakuan (pre test) dan
kriteria inklusi diberikan penjelasan sesudah perlakuan (post test).
tentang informasi yang berkaitan
dengan penelitian seperti tujuan dan HASIL
manfaat penelitian, serta peneliti Karakteristik Responden
meminta persetujuan pada pasien berdasarkan usia
Usia jumlah presenta diberikan teknik relaksasi nafas
se
dalam
<17 tahun 3 14.3 No Skala nyeri jum
prese
lah
ntase
Remaja akhir 2 9.5
1 Nyeri ringan 194
<(17-25 tahun)
2 Nyeri sedang 8117
Dewasa awal 1 5
<(26-35 tahun) Total 21
100
Dewasa akhir 5 24 %
<( 36-45 Berdasarkan tabel hasil penelitian
tahun) tingkat nyeri pasien post operasi
Lansia awal <( 4 19
46-55 tahun) hernia sebelum diberikan teknik
Lansia akhir 6 29 relaksasi nafas dalam yaitu nyeri
<56 tahun
21 100 sedang sebanyak 17 (81%) dan
nyeri ringan 4 (19%).
Table 4.1 menunjukkan mayoritas
Tabel 4.4 Distribusi
usia responden paling banyak yaitu
frekuensi skala nyeri sesudah
lansia akhir (<56 tahun) sebanyak 6
diberikan teknik relaksasi nafas
responden (29%), sedangkan yang
dalam
paling sedikit dewasa awal <(26-35
No Skala nyeri Jum Prese
tahun) sebanyak 1 responden (5%). lah ntase
Karakteristik Responden 1 Tidak nyeri 1 5
2 Nyeri ringan 19 90
Berdasarkan Jenis Kelamin 3 Nyeri sedang 1 5
N Jenis Juml Presen
o Kelamin ah tase Total 21 100
1 Laki-laki 14 66,7 Berdasarkan tabel sesudah
2 Perempuan 7 33,3 diberikan teknik relaksasi nafas
Total 21 100
tabel 4.2 menunjukkan mayoritas dalam mayoritas nyeri pasien
jenis kelamin responden paling menurun yaitu nyeri ringan
banyak adalahlaki-laki sebanyak 14 sebanyak 19 responden (90%),
(66.7%) sedangkan paling sedikit nyeri sedang menjadi 1 responden
perempuan 7 (33.3%). (5%) dan tidak nyeri menjadi 1
responden (5%).
Tabel 4.3 Distribusi
frekuensi skala nyeri sebelum
Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Intensitas
Nyeri Pada Pasien Post Operasi Hernia di Ruang Mawar RSUD dr.Soeselo Slawi
Kabupaten Tegal.
Perlakuan Mean SD z p-value
teknik relaksasi
nafas dalam
Pre test 4,57 2,63 -4.078 0.000
Post test 2,09 2,38
Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan Hal ini sesuai dengan teori menurut
hasil uji statistik Wilcoxon Signed Sjamsuhidajat (2010) bahwa
Rank Test dan Normalitas data semakin bertambahnya usia maka
menggunakan Shapiro- wilk rata- semakin tinggi resiko menderita
rata sebelum perlakuan 4,57 hernia, dan rata-rata usia responden
sedangkan sesudah perlakuan rata- adalah <56 tahun. Data tersebut
rata 2,09. Pada standar devisiansi menjelaskan bahwa usia dapat
sebelum perlakuan 2,63 dan sesudah mempengaruhi kelemahan dinding
perlakuan 2,38. Hasil statistik p- abdomen (semakin bertambahnya
value 0,000 <0,005. Maka usia maka semakin dinding
disimpulkan ada pengaruh teknik abdomen menjadi lemah) dan diusia
relaksasi nafas dalam terhadap dewasa diperparah dengan aktivitas
penurunan intensitas nyeri post berat dan sering mengangkat beban
operasi hernia di ruang mawar yang berat (Dermawan, 2013).
RSUD dr. Soeeselo Slawi kabupaten Hal ini sejalan dengan
Tegal. penelitian oleh Adha (2014) yang
menyatakan ada hubungan yang
PEMBAHASAN signifikan antara usia responden
Hasil uji univariat dengan intensitas nyeri pasien pasca
menunjukkan bahwa mayoritas usia bedah abdomen.
responden post operasi hernia Namun ada penelitian yang
adalah usia lansia akhir (>56 tahun). tidak sejalan yaitu penelitian
menurut Judha, M Sudarti & Hal ini sejalan dengan
Fauziah A (2012) yang mengatakan penelitian Rahma (2014) yang
bahwa tidak ada hubungan yang menjelaskan bahwa jumlah sampel
signifikan antara usia dengan laki-laki lebih banyak dari
intensitas nyeri post operasi bedah perempuan yaitu sebanyak 13 orang
abdomen dengan memperlihatkan (76.5%) dan pada kelompok
hasil uji statistik didapatkan p = intervensi 12 orang (70%). Hal
0,763, yang berarti tidak ada tersebut didukung oleh jurnal
hubungan yang signifikan antara Julekha (2014), yang menyebutkan
usia responden dengan intensitas bahwa prevalensi hernia lebih sering
nyeri pasca bedah abdomen (p value dialami laki-laki dari pada
>0,05). perempuan. Jumlah lanjut usia
Pada karakteristik jenis berjenis kelamin laki-laki lebih
kelamin didapatkan hasil lansia besar dibandingkan perempuan
yang mengalami nyeri post operasi dikarenakan laki-laki banyak yang
hernia mayoritas berjenis kelamin bekerja mengangkat beban berat
laki-laki hal ini dapat dilihat di tabel yang akan menyebabkan hernia.
4.2 yaitu 14 (66.7%) responden. Berdasarkan hasil
Laki-laki lebih banyak beraktivitas pengkajian peneliti sebelum
dan mengangkat beban yang berat perlakuan didapat data responden
sehingga meningkatkan tekanan yang mengalami nyeri post operasi
intraabdomen yang merupakan hernia sebanyak 21 responden,
faktor resiko hernia. Sedangkan mayoritas responden yang
pada anak laki-laki lebih sering mengalami nyeri sedang sebanyak
dibandingkan anak perempuan 17 responden (81%) sedangkan
dikarenakan lambatnya penutupan nyeri ringan sebanyak 4 responden
atau obliterasi dari prosesus (19%).
vaginalis yang merupakan jalur Hal ini didukung oleh
turunya testis sehingga analisis penelitian Ratuningrum
mengakibatkan terjadinya hernia. (2014) menunjukkan bahwa
responden lebih banyak mengalami
nyeri sedang yaitu 22 responden Berdasarkan hasil uji
(66,2%). statistik menggunakan Wilcoxon
Berdasarkan hasil pengkajian Signed Rank Test dan Normalitas
peneliti sesudah perlakuan data menggunakan Shapiro-Wilk di
didapatkan data mayoritas peroleh p- value = 0,000 < 0,005
responden mengalami nyeri ringan maka dapat disimpulkan bahwa ada
sebanyak 20 responden dan yang pengaruh yang signifikan antara
mengalami nyeri sedang sebanyak 1 teknik relaksasi nafas dalam
responden. Responden menyatakan terhadap penurunan Intensitas nyeri
bahwa sekarang sudah merasa post operasi hernia di ruang mawar
relaks, tampak tenang dan nyaman RSUD dr Soeselo Slawi Kabupaten
sesudah diberikan teknik relaksasi Tegal.
nafas dalam, Namun ada 1 Teori yang mendukung
responden yang masih mengeluh bahwa teknik relaksasi nafas dalam
nyeri sedang karena kurang fokus dapat menurunkan intensitas nyeri
dan takut nanti akan dikenakan adalah teori huges dkk (2010)
biaya. menurutnya dalam keadaan tertentu
Penelitian ini juga sejalan tubuh mampu mengeluarkan opoid
dengan Apriyanto (2012) bahwa endogen yaitu endorphin dan
teknik relaksasi nafas dalam juga enkefalin. Tehnik relaksasi nafas
mempunyai pengaruh terhadap dalam merupakan salah satu keadan
kenyamanan yang dapat diukur yang mampu merangsang tubuh
dengan melihat berbagai indikator untuk mengeluarkan opoid endogen
yang memperlihatkan kenyamanan. sehingga terbentuk system penekan
Hasil penelitian ini sama dengan nyeri yang akhirnya akan
penelitian sebelumnya yang menyebabkan penurunan intensitas
dilakukan oleh Ratna (2012) nyeri.
menunjukkan responden paling penelitian yang sama juga
banyak dengan skala nyeri ringan dilakukan Sariputra (2017) bahwa
yaitu 25 responden (55,4%). Hasil teknik relaksasi nafas dalam dapat
penelitian juga didukung oleh menurunkan nyeri pada pasien post
operasi sectio caesarea dengan skala antara teknik relaksasi nafas dalam
nyeri sebelum dan sesudah nyeri terhadap penurunan intensitas nyeri
tertinggi adalah 6 dan nyeri terendah post operasi hernia di ruang mawar
adalah 3 menjadi 1 dengan nilai - RSUD dr. Soeselo Slawi Kabupaten
5,108 danp = 0,000 < = 0,005. maka Tegal dengan p- value sebesar
dapat disimpulkan bahwa ada 0,000.
pengaruh antara sebelum dan SARAN
sesudah dilakukan teknik relaksasi 1. Bagi RSUD dr Soeselo Slawi
nafas dalam. Hasil penelitian yang Kabupaten Tegal untuk bisa
sama lainnya menurut Suharti dan menerapkan teknik relaksasi
Nurdin (2013) bahwa pengaruh nafas dalam dan menjadi
teknik relaksasi nafas dalam standar prosedur operasional
terhadap penurunan intensitas nyeri yang dapat diaplikasikan untuk
post operasi fraktur di ruang Irina mengurangi tingkat nyeri pasien
Manado menyatakan bahwa ada post operasi hernia. Karena
pengaruh yang signifikan antara teknik relaksasi nafas dalam
intensitas nyeri post operasi fraktur tidak menimbulkan efek
dengan intensitas nyeri sebelum dan samping apapun dan mampu
sesudah dilakukan perlakuan. Skala membuat pasien nyaman, yang
nyeri tertinggi adalah 7 menjadi 4 nantinya bisa meningkatkan
dan skala nyeri terendah adalah 4 indikator mutu pelayanan
menjadi 2 dengan nilah hasil -0,109 RSUD dr Soeselo Slawi
danp = 0,000 < = 0,005. Maka dapat Kabupaten Tegal.
disimpulkan bahwa ada pengaruh 2. Penelitian ini diharapkan dapat
antara sebelum dan sesudah menjadi masukan bagi institusi
dilakukan teknik relaksasi nafas pendidikan kesehatan bahwa
dalam. teknik relaksasi nafas dalam
efektif untuk menurunkan nyeri
SIMPULAN sehingga bisa dijadikan
Berdasarkan hasil penelitian, maka referensi untuk mahasiswa
disimpulkan bahwa ada hubungan perawat, apalagi teknik
relaksasi nafas dalam termasuk Andarmoyo, (2013) Konsep Dan
tindakan mandiri keperawatan. Keperawatan Nyeri

3. Bagi perawat diharapkan untuk Jogyakarta: Ar-Ruzz


Arfa, (2014). Pengaruh Teknik
bisa lebih mengutamakan
Relaksasi Nafas Dalam
mandiri keperawatan, mulai
Terhadap Penurunan Skala
belajar menerapkan terapi
Nyeri Disminore di SMK
komplemeter yang sudah teruji
muhammadiyah Yogyakarta.
dan tidak membahayakan Apriyanto (2012). Perbedaan Terapi
pasien. Imajinasi Terpimpin dengan
Teknik Relaksasi Nafas
UCAPAN TERIMAKASIH
Dalam terhadap Penurunan
Terlaksananya penelitian ini karena
Nyeri Pada Pasien Post
bantuan dari banyak pihak, untuk itu
Operasi Hernia di RSUD
peneliti mengucapkan terimakasih
Wilayah Kabupaten
kepada : Pekalongan.
1. Kedua orang tua dan Asperwati (2014) penanganan nyeri non
keluarga atas doa dan farmakologi. Jakarta
motivasi yang diberikan. Dermawan D& Rahayuningsih
2. Dosen pembimbing serta (2010). Keperawatan Medikal

penguji STIKes Bhamada Bedah (Sistem Pencernaan.


Yogyakarta.
Slawi.
Gondo dkk, ( 2011). buku Terapi Non
3. Direktur RSUD dr.Soeselo
Farmakologi III. Jakarta
Slawi Kabupaten Tegal.
Judha, M Sudarti & Fauziah A
4. Sahabat dan teman
(2012).Teori Pengukuran nyeri
seperjuangan.
& Nyeri Persalinan.
Yogyakarta: Nuha Medika..
DAFTAR PUSTAKA Kristianasary, (2012) Faktor yang
Adha, D (2014) Faktor Yang mempengaruhi Nyeri. Makalah
Berhubungan Dengan Respon Kesehatan Jakarta.
Terhadap Nyeri Post Operasi Muttaqin dan Sari, (2011). Faktor-
Mayor Di Irina Bedah Rsup. Faktor Yang Mempengaruhi
Dr Djaamil Padang. Penyakit Hernia. Jakarta.
Notoatmojo (2010). Metode Penelitian
Jakarta: Rineka Cipta.
Nurdin (2013) bahwa pengaruh teknik
relaksasi nafas dalam terhadap
penurunan intensitas nyeri post
operasi fraktur di ruang Irina
Manado.
Pratintya, Harmilah dan Subroto (2014)
Anastesi dan Efek Sampingnya.
Sehatraga.com
Ratu & adwan (2013). Penyakit Hati
Usus, dan Ambeian.
Yogyakarta.
Ratna (2012). Pengaruh pemberian
Guided Imagery terhadap
Pasien Post Operasi Fraktur di
RSUD Penembahan Senopati
Bantul.
Suslia dan lestari (2014) buku ajar
penatalaksanaan nyeri non
farmakologi edisi III Jakarta.
Sariputra (2017) Pengaruh relaksasi
nafas dalam terhadap
penurunan intensitas nyeri post
operasi sectio caesarea di
ruang nifas rumah sakit advent
manado.
Tanto. (2014) Pengaruh Terapi
Murottal Alqur’an Terhadap
Post Operasi Hernia di RS
teling Manado.