You are on page 1of 11

BAB V

PEMBAHASAN

A. Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Lolang

Kemajuan suatu desa lolang dapat diukur dari tingkat pendidikan

masyarakat di desa lolang. Tingkat pendidikan ini terkait dengan kemajuan pola pikir

masyarakat dalam pembangunan desa lolang. Kesadaran akan pendidikan harus

ditanamkan terutama pada masyarakat desa lolang, hal ini penting agar masyarakat

lolang tidak terjebak dalam lingkaran kemiskinan yang di karenakan oleh rendahnya

tingkat pendidikan dan menyebabkan masyarakat lolang tidak memiliki kompetensi

untuk bersaing di dunia kerja.

Menurut Hartanti (2015), aspek-aspek yang mendorong pendidikan pada

masyarakat adalah aspek ideologis, aspek ekonomis, aspek sosiologis, aspek politis,

aspek teknologis, dan aspek psikologis. Hal ini sangat sesuai dengan tingkat

pendidikan yang ada di desa lolang, dimana tingkat pendidikan desa lolang sangat di

pengaruhi oleh:

1. Aspek Ideologis; pendidikan merupakan idaman bagi setiap anak di desa

lolang, semakin tinggi tingkat pendidikan anak-anak di desa lolang

semakin di perioritas pula sekolah-sekolah yang ada di desa lolang.

Karena, semua anak-anak memiliki hak yang sama untuk menempuh

pendidikan, agar bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan

mereka.
2. Aspek Ekonomis; faktor ekonomi memegang peranan yang sangat penting

dalam meningkatkan pendidikan anak-anak di desa lolang, agar mereka

bisa memproleh pendidikan seumur hidup. Pendidikan akan memberi

peluang yang sangat luas bagi semua orang di desa lolang. Dengan begitu

akan meningkatkan produktifitas seseorang dan bisa mengembangkan

sumber daya manusia yang di milikinya. Sehingga ekonomi dalam

keluarga selalu terjamin dan pendidikan menjadi hal yang terpenting

dalam keluarga suapaya selalu melahirkan ide-ide baru dalam

meningkatkan kualitas hidup mereka dalam masyarakat.

3. Aspek Sosiologis; masyarakat desa lolang bisa di katakana masih kurang

sadar akan pendidikan. Bagi mereka bersekolah itu hanya membuang

waktu saja, sekolah atau tidak sekolah tetap bisa bekerja dan mendapatkan

uang. bahkan orang yang tidak berpendidikan lebih banyak mendapatkan

uang dari pada orang yang berpendidikan. Maka dari itu kebanyakan

tingkat pendidikan anak-anak di desa lolang mayoritas lulusan SD

selebihnya lulusan SMP dan SMA. Untuk anak yang baru tamat SMP

sudah bisa bekerja dengan modal ijazah SMP, begitu juga dengan anak-

anak yang lulusan SMA meeka bisa keluar daerah untuk mencari kerja

dengan modal ijazah SMA.

4. Aspek Politis; untuk saat ini perlu adanya peningkatan bagi sekolah di

desa lolang untuk menerapkan pendidikan kewarganegaraan berupa ilmu

pengetahuan. Agar masyarakat desa lolang memahami fungsi pemerintah

di negara Indonesia ini, seperti DPR, MPR, dan lembaga-lembaga lainya.


5. Aspek Teknplogis; perkembangan teknologi seperti internet, memang

sangat di butuhkan untuk membantu belajar bagi ana-anak sekolah di desa

lolang. Supaya bisa menambah wawasan anak-anak, dan sangat membantu

para pendidik untuk mendapatkan pengetahuan baru agar bisa di terapkan

pada anak-anak dengan menggunakan media seperti laptop agar mereka

tertarik dengan mata pelajaran yang sedang mereka pelajari. Selain itu

perkembangan teknologi juga sangat di butuhkan oleh kaum perguruan

tinggi agar dapat membantu dalam belajar dan mengerjakan tugas supaya

tidak terpaku denga buku. Selanjutnya dapat membantu masyarakat desa

lolang yang berbisnis melalui media sosial karena dari situ mereka akan

mendapatkan penghasilan lebih.

6. Aspek Psikologis; Keluarga adalah tempat belajar pertama bagi anak-anak

di desa lolang. Karena tidak selamanya anak-anak bisa belajar dari

sekolah. Sekolah hanya dapat memberikan ilmu pengetahuan yang lebih

luas agar pemikiran anak-anak bisa berkembang. Keluarga lah yang

mendidik hal yang paling mendasar bagi mereka. Selain itu lingkungan

juga bisa menjadi tempat belajar bagi anak-anak. Karena ketika mereka

berinteraksi dengan orang lain dan bermain dengan teman-temannya akan

menambah wawasan bagi anak.

Berdasarkan paparan data tingkat pendidikan masyarakat desa lolang,

terogolong Rendahnya tingkat pendidikan di desa lolang ini di pengaruhi oleh

beberapa faktor, faktor yang mencolok adalah faktor ekonomi, Faktor ekonomi
begitu berpengaruh terkait dengan biaya dari pendidikan itu sendiri, dengan

mayoritas masyarakat yang bekerja sebagai buruh tani penghasilan mereka

biasanya hanya cukup untuk keperluan rumah tangga, anak-anak pun lebih

banyak membantu orang tua bekerja dari pada pergi ke sekolah untuk

meningkatkan kondisi ekonomi keluarga. Faktor yang ke dua yaitu sarana

pendidikan didesa yang sangat terbatas. Faktor ke tiga ialah pola pikir yang

instan, pola pikir yang instan disini adalah para pemuda yang berpikir bahwa

sekolah tidak terlalu penting karena mereka bisa langsung bekerja dan dengan

mudah mendapatkan uang, mereka masih tetap bisa bekerja dan memiliki uang

bahkan tanpa harus bersekolah. Ketiga faktor tersebut merupakan faktor utama

yang mempengaruhi tingkat pendidikan di desa lolang.

Selain itu peran pemerintah kecamatan satarmese dalam peningkatan

pendidikan dalam masyarakat desa lolang adalah meningkatkan fasilitas yang ada

di sekolah, mebuka gedung-gedung baru di sekolah SD dan SMP dan

meningkatkan tenaga mengajar yang handal dan professional. Agar sekolah dapat

membangun siswa yang berkualitas, kreatif, inovatif, dan mandiri, serta

memberikan beasiswa kepada orang yang miskin agar mereka tetap semangat

untuk bersekolah.

Tingkatan Desa Lolang pada saat ini, tantangan utama yang dihadapi

adalah Peningkatan Pembangunan yang diwujudkan dalam hal Peningkatan

Pendapatan, Pendidikan, Kesehatan, Peningkatan Kinerja Aparatur Pemerintahan

Desa lolang, Peningkatan Kapasitas dan Partisipasi Masyarakat lolang serta

Pembangunan Infrastruktur sebagai hal penting untuk menunjang ekonomi rakyat


di desa lolang.

Tantangan tersebut di atas dapat diatasi secara baik, apabila masyarakat

desa lolang telah siap dalam hal kemampuan dan daya saing yang tinggi untuk

dapat berintegrasi dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi sekarang

maupun yang akan datang. Kemampuan dan daya saing inilah yang akan

menentukan sampai sejauh mana komponen pemerintah dan masyarakat bahu-

membahu mengatasi masalah baik dalam pendidikan dan ekonomi masyarakat

desa lolang saat ini.

B. Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Desa Lolang

Menurut Amstrong (dalam Nugraheni 2003) menyatakan bahwa faktor-

faktor yang mempengaruhi gaya hidup ada 2 yaitu faktor yang berasal dari dalam

diri individu (internal) dan faktor yang berasal dari luar (eksternal). Berikut

persepsi Nugraheni mengenai gaya hidup dari faktor internal :

1. Sikap, bisa dipahami sebagai cara seseorang dalam memberi tanggapan suatu

hal sesuai dengan keadaan jiwa dan pikirannya. Sikap ini terjadi di pengaruhi

oleh kebiasaan, kebudayaan, dan lingkungan sosialnya.

2. Pengalaman, dapat mempengaruhi seseorang dalam mengamati sesuatu

sehingga akhirnya dapat membentuk pandangan pribadi mereka terhadap

suatu hal.

3. Kepribadian, totalitas perilaku dari seseorang di setiap situasi yang berbeda.

Kepribadian meliputi beberapa karakteristik khusus, seperti dominasi dan

percaya diri.
Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi perubahan gaya hidup, sebagai

berikut:

1. Keluarga, memegang peranan yang terbesar dalam pembentukan sikap dan

perilaku individu. Oleh karena itu, masukan dari keluarga berupa nasihat

dan cerita mengenai pengalaman akan mempengaruhi gaya hidup

seseorang.

2. Kelas sosial, sebuah kelompok yang yang relative homogen dan bertahan

lama dalam masyarakat, yang tersusun dalam urutan jenjang. Dan setiap

jenjang itu memiliki minat, nilai, dan tingkah laku yang sama.

3. Kebudayaan, bisa meliputi pengetahuan, dan kebiasaan yang

mempengaruhi gaya hidup masyarakat.

Hal ini sangat sesuai dengan perubahan gaya hidup yang ada di desa lolang, dimana

perubahan gaya hidup di desa lolang sangat di pengaruhi oleh faktor internal:

1. Sikap, di lihat dari segi sikap secara keseluruhan masyarakat desa lolang,

semakin tinggi tingkat pendidikannya semakin sopan pula cara berpakaian

mereka.

2. Pengalaman, ketika di amati dari masa lalu, perubahan gaya hidup masyarakat

desa lolang saat ini sangat baik. Ini di pengaruhi oleh tingkat pendidikan dari

masyarakat desa lolang itu sendiri yang akan mempengaruhi orang lain untuk

mendorong mereka ke arah yang lebih maju.

3. Kepribadian, pada umumnya masyarakat desa lolang itu memiliki rasa toleransi

yang tinggi terhadap sesamanya. Selalu berpartisipasi dalam kegiatan apa pun

yang ada di lingkungan masyarakat.


Berikut perubahan gaya hidup di pengaruhi faktor eksternal:

1. Keluarga, dalam masyarakat desa lolang keluarga lah yang akan menentukan

sikap dan tingkah laku anaknya. Dimana keluarga yang akan menentukan

seorang anak untuk mencari pasangan hidupnya. Ketika seorang anak

berpendidikan sebagai sarjana, maka dalam mencari pasanagan hidupnya

pun seorang sarjana juga.

2. Kelas Sosial, kehidupan di masyarakat desa lolang itu sebenarnya sama.

Yang membedakan masyarakat itu dengan masyarakat lain adalah tingkat

pendidikan. Dalam sebuah keluarga di desa lolang semua anggota keluarga

mengenyam pendidikan tinggi ini akan membawa perubahan bagi

keluarganya sendiri dan akan terlihat beda dengan masyarakat lainnya.

Karena masing-masing mereka memiliki perubahan gaya hidup sama dan

ikut dengan perubahn zaman.

3. Kebudayaan,
Gaya hidup masyarakat desa lolang pada masa dahulu selalu diidentikan

dengan gaya hidup yang dipengaruhi oleh nilai, agama, dan budaya setempat,

misalnya saja dalam hal berpakaian terkesan sederhana dan tidak mengikuti

perkembangan zaman. Dengan adanya arus globalisasi dapat memicu masyarakat

tradisional menjadi masyarakat yang modern, masyarakat cenderung akan

mengikuti budaya modern untuk menyesuaikan diri dengan arus perkembangan

zaman, karena dunia global menyediakan berbagai teknologi-teknologi canggih

yang efisien, seperti pe rubahan yang terjadi di masyarakat lolang pada saat ini.

Gaya hidup masyarakat desa lolang sekarang ini sudah jauh berbeda, baik

dari segi interaksi, pergaulan, maupun dari segi komunikasi dan merubah pola

pikir masyarakat yang lebih maju, baik terhadap pendidikan maupun tingkah laku.

Hal ini di karenakan kemajuan teknologi yang berkembang pesat sehinnga

mengakibatkan masyarakat desa lolang merubah gaya hidup mereka. Adapun

perubahan yang di alami masyarakat desa lolang pada saat ini, seperti alat

komunikasi, laptop dan internet. Setiap warga masyarakat masing-masing

keluarga sudah mengenal teknologi mulai dari anak-anak, remaja, maupun

dewasa.

Perubahan gaya hidup penting bagi masyarakat desa lolang, karena adanya

kesadaran dalam diri untuk mendorong anak-anak mereka untuk mementingkan


pendidikan, agar tidak terjadinya kemiskinan dan meningkatkan kualitas ekonomi

mereka serta meningkatkan sumber daya manusia.

Banyak faktor dari luar yang mempengaruhi perubahan dalam masyarakat

desa lolang. Misalnya dari segi kebudayaan, banyak sekali individu atau

sekelompok masyarakat desa lolang yang terpengaruh dengan kebudayaan asing,

dan dari individu atau sekelompok masyarakat ini akan memepengaruhi

kehidupan banyak orang yang ada di desa lolang. Contohnya kebudayaan asing

yang sering menonjol dalam masyarakat desa lolang itu adalah cara

berpenampilan, dan kebanyakan ini di konsumsi oleh sebagian para wanita yang

ada di desa lolang khususnya remaja.

Dengan melihat tayangan dari televisi berpenampilan yang mengunakan

celana pendek, celana robek-robek, baju yang kurang sopan, ini akan

memepnaguhi mereka dan mereka akan mengikuti gaya penampilan tersebut.

Karena, para remaja di desa lolang berpikir ini merupakan suatu gaya penampilan

baru yang lagi ngetren di dunia dan ketika mereka menggunakan pakaian yang

seperti ini akan terlihat cantik dan keren. Meskipun dalam lingkungan masyarakat

desa lolang ketika melihat penampilan yang seperti ini khususnya orang tua akan

mempengaruhi pemikiran mereka ke arah negative, ini merupakan bukan suatu

permasalahan yang di lakukan oleh seorang remaja atau sekelompok lainnya.

Karena, memang ini adalah kehidupan di dunia kita yang sekarang ini mau tidak

mau kita akan terpengaruh apa pun alasannya, perubahan ini juga bukan hanya

terjadi di desa lolang tetapi di seluruh pelosok dunia pun pasti terpengaruh dengan

kebudayaan dari luar. Selain dari segi penampilan, dengan masuknya dunia
globalisasi di desa lolang pun akan membawa dampak bagi anak-anak, remaja,

maupun dewasa, melalui kemajuan teknologi. Sebagian masyarakat desa lolang

mengkonsumsi handphone sebagai kebutuhan pribadi atau kebutuhan keseharian

mereka, dengan handphone mereka bisa mengetahui perkembangan dunia luar,

mengakses informasi-informasi terbaru di internet, bisa berkomunikasi dengan

sesama/lawan jenis ataupun dengan orang lain. Bahkan hampir 75% masyarakat

desa lolang menggunakan facebook, bbm, whatsapp. Selain itu manfaat teknologi

bagi masyarakat yang bertani di desa lolang adalah karena, awalnya para petani

membajak sawahnya dengan menggunakan kerbau. Dengan masuknya teknologi

di desa lolang ini bisa membantu para petani m embajak sawah menggunakan

traktor. Begitu juga dengan mesin penggiling padi. Dulunya mereka

menggunakan lesung untuk menumbuk padi agar bisa menghasilkan beras.

Sebelum adanya transportasi yang masuk di desa lolang juga akan

menyusahkan masyarakat desa lolang. Karena, mereka akan kesulitan

mengekspor ke kota hasil pangannya untuk di jual dan akan mengasilkan uang.

Hasil pangan masyarakat desa lolang juga lumayan untuk memenuhi kebutuhan

mereka setiap hari dan mengongkos sekolah anak-anak mereka. Terpaksa mereka

harus berjalan kaki sambil membawa hasil pangan mereka ke desa tetangga untuk

mendapatkan transportasi. Tetapi sekarang masyarakat desa lolang sudah maju

dan banyak mengalami perubahan mulai dari jalan raya, transportasi, bahkan

hampir setiap rumah di desa lolang memiliki kendaraan beroda empat ada juga

yang memiliki mobil pribadi dan mobil taxi.

Seiring berjalannya waktu sebagian warga masyarakat desa lolang sudah


bisa menerima pengaruh dari luar yang ingin membawa pengaruh positif di desa

lolang, Ini menunjukan bahwa mereka sudah menuju arah perubahan dan

mengikuti perkembangan zaman dan teknologi sangat di butuhkan oleh

masyarakat desa lolang karena, ini merupakan kebutuhan pribadi setiap individu

dan akan mempengaruhi gaya hidup seseorang.