You are on page 1of 4

 QC sample adalah kontrol kualitas sampel yang merupakan tahap dari metode validasi yang

berfungsi memvalidasi sampel yang akan diuji. dimana dalam paper 5 sampelnya berupa 3TC-TP
dan CBV-TP. Validasi sampel pada paper 5 meliputi kalibrasi kurva dan konsentrasi, akurasi dan
presisi dari metode. analisis kontrol kualitas juga dapat melakukan tes stabilitas dari sampel
 nternal standar adalah suatu zat kimia yang ditambahkan dalam jumlah yang tetap ke dalam
sampel, blanko dan standar kalibrasi dalam suatu analisis kimia.
internal standar berfungsi sebagai koreksi terhadap kehilangan analit selama preparasi sampel
atau saat sampel dimasukkan.
syarat internal standar yang digunakan harus menghasilkan sinyal yang mirip dengan sinyal
analit dalam kebanyakan cara tapi cukup dapat dibedakan sehingga dua sinyal mudah dibedakan
oleh instrumen.
pada paper 5 terdapat dua sampel tapi hanya menggunakan 1 internal standar karena dilakukan
secara kuantifikasi simultan yang artinya dapat dilakukan pengukuran 2 sampel secara
berbarengan dalam 1 kali perlakuan.
 perbedaan analisis nukleotida secara langsung dan tidak langsung adalah analisis secara tidak
langsung pengerjaannya lebih rumit misalkan pada paper 5 dilakukan ekstraksi metabolit TP
intraseluller dan analisis secara langsung pengerjaannya lebih mudah dimana dilakukan
preparasi stabilitas sampel.
kelebihan analisis langsung adalah mudah dan tidak rumit pada saat preparasi sampel sehingga
dapat dikatakan waktu pengerjaannya sedikit atau lebih cepat dibanding metode tidak langsung.
kekurangan analisis langsung adalah hanya memanfaatkan sifat tidak kompaktibel dari LC
Kelebihan analisis tidak langsung adalah konsentrasi yang didapat kecil sehingga lebih sensitif
kekurangan analisis tidak langsung adalah pengujian sampel yang dibuat banyak sehingga
pengerjaannya lebih lama.
 metode atau cara yang dapat digunakan untuk preparasi sampel pada paper 5 adalah analisis
secara langsung dan analisis secara tidak langsung. analisis secara langsung dapat digunakan
untuk sampel yang banyak sehingga waktu pengerjaan nya lebih lama. analisis secara tidak
langsung mudah digunakan pada saat preparasi sampel sehingga waktu pengerjaannya lebih
cepat dibanding analisis secara tidak langsung
 carry over adalah untuk parameter untuk mengukur validasi pemurnian. dimana
digunakan untuk mengukur maksimal konsentrasi yang digunakan.
 metode yang digunakan untuk preparasi sampel pada paper 1 adalah ultra-sensitive LC-MS/MS
dimana terdapat kalibrasi standar dan kontrol kualitas sampel
 standard addition method adalah metode dengan penambahan larutan standar kedalam larutan
sampel dimana metode ini mampu meminimalkan kesalahan yang disebabkan oleh matriks
Jawaban pertanyaan dari presentasi kelompok 6, oleh: Asfy Nurany dan Yulisa Raras Dewi
1. Mengapa LC-MS pada penelitian ini menggunakan elusi gradien?
Karena pada penelitian ini menggunakan fase gerak yang berubah-ubah sehingga untuk
mengoptimalkan pemisahan senyawa digunakan elusi gradien.

2. Apa hubungan penurunan dan kenaikan 5-oxoproline pada penyakit infark miokard?
Kenaikan 5-oxoproline dipengaruhi oleh enzim 5-oxoprolinase yang dapat bertanggung jawab untuk
mengubah 5-oxoproline, degradasi dan intermediate sintesis GSH de novo, menjadi L-glutamat. 5-
Oxoproline telah terbukti menginduksi stres oksidatif pada jaringan otak dan kardiomiosit.
Selanjutnya, penurunan tingkat 5-oxoproline oleh OPLAH yang terlalu banyak pada tikus, meningkatkan
fungsi jantung pasca cedera jantung. Observasi ini menunjukkan peran utama siklus glutathione pada
gagal jantung.

ssalamu’alaikum.. Berikut saya dan Mathlail mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi..
Jika ada kesalahan dan koreksian, mohon dibenarkan.. Terima kasih 

Pertanyaan dari Mbak Novan:


1. Pada preparasi sel, mengapa sel dicuci menggunakan Phosphate-buffered salin (PBS)?
2. Mengapa diinkubasi dengan tripsin?
PBS berperan sebagai buffer dalam hal ini, berfungsi sebagai larutan fisiologis yang membantu sel dalam
mempertahankan konsistensi pH. Sebelum dicuci dengan PBS, sel dikeluarkan atau dipisahkan dari
media kulturnya. Setelah dipisahkan dari media kulturnya, sel membutuhkan kondisi lingkungan luar
media yang menyerupai dengan kondisi medianya agar tetap dapat bertahan hidup. Maka digunakan
PBS ini sebagai buffer untuk menciptakan kondisi yang menyerupai media kulturnya.
Kemudian diinkubasi dengan tripsin selama 4 menit dengan suhu 37˚C. Penggunaan tripsin dalam
inkubasi ini sebagai pembantu dalam mempercepat proses pertumbuhan sel, mengingat waktu inkubasi
yang cukup singkat agar pertumbuhan sel tetap maksimal.

Pertanyaan dari Mas Dzaki:


1. Apa itu ESI?
2. Bagaimana cara membaca Pathway Impact log (p)?
ESI adalah kependekan dari Electrospray Ionization, yaitu teknik yang digunakan dalam spektrometri
massa untuk menghasilkan ion menggunakan electrospray. Gunanya untuk menghasilkan ion dari
makromolekul untuk mencegah pemecahan molekul-molekul ketika terionisasi.
Untuk pembacaan Pathway Impact log (p), mohon maaf kami belum faham. Mohon bimbingan bu
Wahyu dalam pembacaannya 

Pertanyaan dari Mbak Juwita:


1. Perlu sinkronisasi antara grafik dan kesimpulan.
Mohon maaf, karena tadi belum mendalami tentang grafik. Dan terimakasih atas koreksiannya 
Jadi, berdasarkan grafik:
Cell viability = jumlah sel yang memiliki kemampuan hidup.
DOX  semakin tinggi konsentrasi DOX yang diberikan, maka semakin besar memberikan efek toksik
terhadap sel.
DHI  memiliki 2 efek; efek kardioprotektif, efek ini akan terjadi pada konsentrasi ≤ 10 μg/mL. Jadi
konsentrasi maksimal DHI memiliki efek kardioprotektif pada sel adalah 10 μg/mL. Selanjutnya yang
kedua adalah efek terbalik dari DHI, yaitu efek dimana DHI akan memberi efek toksik pada konsentrasi ≥
10 μg/mL. Maka dari itu, pada konsentrasi DHI 50 μg/mL jumlah sel yang hidup paling sedikit.
Jadi, DHI dapat meningkatkan viabilitas sel dan memulihkan gangguan metabolik pada konsentrasi
maksimal 10 μg/mL.
Berikut yang bisa kami jawab. Kalo ada salah atau kurang, mohon koreksiannya..

engandung hidrogen, efek ini diperkuat dengan proses saturasi yang akan menghasilkan sinyal
yang lebih besar

Pos oleh Sanggita ayu


Sanggita ayu
Dibuat pada 13 Nov 201813 Nov 2018
Menjawab pertanyaan dari mbak Rani Utami pada diskusi tanggal 3 Nov 2018,
1. jalur apoptosis ekstrinsik melalui apa?
jalur apoptosis ekstrinsik adalah proses apoptesis tetapi tidak melalui mitokondria tetapi melalui
reaksi enzimatik diluar mitokondria, enzim yang berperan adalah enzim granzym.
2. Di dalam abstrak disebutkan tentang lesi mitokondria sebagai 3 indikator, apa maksudnya?
dalam jurnal ini proses apoptosis terjadi secara intrinsik (lewat mitokondria). Apoptosis yang
terhambat oleh senyawa 8q dapat dilihat dari peningkatan pelepasan Cyt-C, penurunan MMP dan
ATP level yang mana bila 3 hal tersebut terjadi maka senyawa 8q dikatakan mampu
meningkatkan proses apoptosis sel kanker yang dimaksud.

selanjutnya menjawab pertanyaan dari mbak Juwita.


1. kenapa perlu ditambahkan antibiotik pada proses kultur sel?
menurut pemahaman saya dari jurnal terkait hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah sel
tersebut resisten atau tidak. Digunakan penicillin dan streptomicin karena 2 antibiotik tersebut
bersifat spektrum luas.
2. apa yang dimaksud fluorosen assay?
pertama saya akan mencoba berbagi informasi tentang uji fluoresen (tes aliran cytometric).
sel dilabeli zat fluoresen, dilewatkan celah sempit dan ditembak sinar. Pada populasi sel sejenis,
misla sel kanker yang diberi zat sitotoksik, dapat dianalisis pada setiap fasenya (daur sel, sel
apoptosis) yang mana setiap sel mempunyai perbedaan jumlah sel kromosom, semakin banyak
jumlah sel kromosomnya maka intensitas fluoresen makin kuat (terang) karena berinterkalasi
dengan DNA sel. pada sel yang emngalami apoptosis intensitas fluorosen akan melemah karena
kromosom mengalami fragmentasi sehingga tidak dapat berinterkalasi dengan DNA. Jadi dapt
disimpulkan fluorosen test digunakan untuk melihat apakah proses apoptosis berhasil dilihat dari
intensitas fluorosen yang dihasilkan semakin redup maka proses apoptosis berhasil.

sekian yang dapat saya share. mohon maaf bila terdapat banyak kekurangan atau
missunderstanding terkait beberapa pengertian. Saya sangat berterima kasih bila ada yang bisa
menambahi atau membetulkan apabila ada yang kurang tepat dari saya, terima kasih :)

menjawab untuk pertanyaan bu Sri Wahyuni


1. Kenapa D2O digunakan sebagai Internal Reference

karena deuterium oxide memiliki karakteristik hidrogen biasa dan sebagai pertimbangan pelarut NMR
adalah pelarut yang mengandung hidrogen, karena akan menghasilkan sinyal yang besar yang
memungkinkan untuk mendeteksi senyawa yang mengandung hidrogen, efek ini diperkuat dengan
proses saturasi yang akan menghasilkan sinyal yang lebih besar