You are on page 1of 9
ros. emnas Pend, IPA Pascesarjna UM Vol. 1, 2016, ISBN: 978-602-9286-21-2 PROFIL KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMPN 3 BATU Ade Kirana Aryani', Hadi Suwono', Parno! Universitas Negeri Malang — JI. Semarang No.5 Malang" SMPN 3 Batu-Jl. IR. Soekarno No.8 Kota Batu” E-mail: kiranaryani82@gmail.com Abstrak: Penelitian bertujuan mendeskripsikan kemampuan literasi sans siswa SMPN 3 Batu, Penelitian menggunakan metode deskriptif kuanttatié Peneitian dilaksaneken di SMPN 3 Batu dengan sampel siswa kelas VII yang ditetapkan sccara cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa tes literasi sains yang terdii ata 20 butir plihan ‘ganda dari domain kompctensi dan domain pengetahuan, Analisis data dilakukan secara persentase kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan babwa siswe memiliki kemampuan literasi sains domain kompetensi scbesar 22% dan domain pengetahuan scbesar 34%. PPersentase kedua domain tersebut masih di bawah 50% dari jumlah siswa keseluruhan, Hal ini menunjukkan kemampuan literasi sains siswa SMPN 3 Batu tergolong rendsh. Kata kunci: lterai sains, domain kompetensi, domain pengetahuan, SMPN 3 Bata Literasi sains adalah kemampuan untuk menghubungkan isu-isu yang berkaitan dengan sains dan gagasan-gagasan sains, sebagai seorang warganegara yang reflektif (OECD, 2016). Literasi sains PISA dapat dicirikan oleh empat domain yang saling terkait, yaitu domain konteks, pengetahuan, kompetensi, dan sikap sains (OECD, 2014; OECD, 2016). Domain Konteks (contexts) meliputi konteks personal, lokal/ nasional dan global; domain kompetensi (competencies) meliputi aspek kemampuan untuk menjelaskan fenomena ilmiah, mengevaluasi dan merancang penelitian ilmiah, dan menginterpretasikan data dan bukti ilmiah; domain pengetahuan (knowledge) meliputi aspek pengetabuan konten, pengetahuan prosedural dan pengetahuan epistemik; domain sikap (attitude) sescorang terhadap sains Gitandai dengan ketertarikan, perhatian dan respons mereka dalam sains dan teknologi serta isu-isu yang mempengaruhi mereka dalam situasi nyata (OECD, 2016). Asesmen literasi sains PISA tidak menilai konteks, tetapi menilai kompetensi, pengetahuan, dan sikap yang berhubungan dengan konteks (OECD, 2014; OECD, 2016). Generasi muda Indonesia dalam menghadapi Asan Community harus memiliki literasi dalam berbagai bidang, agar dapat hidup mandiri dalam masyarakat (Liliasari, 2014). Literasisains diperuntukkan bagi seluruh siswa, tidak memandang apakah nanti_ siswa tersebut menjadi saintis atau tidak (Deboer, 2000). Literasi sains dapat membantu siswa dalam menyikapi dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan persoalan sains dalam kchidupan juga dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan menggunakan sains sebagai warga negara dan individu (American Association for The Advancement of Science, 1993), Siswa dikatakan literasi sains ketika mampu menerapkan konsep-konsep atau fakt fakta yang didapatkan di sekolah dengan fenomena-fenomena alam yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari (Angraini, 2014). Siswa dengan kemampuan literasi sains yang kurang. berkembang mampu menyelesaikan masalah pada situasi sederhana dan akrab, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan literasi lebih berkembang mampu menyelesaikan masalah pada situasi yang kompleks dan kurang akrab (Rahayu, 2014). Oleh karena itu literasi sains, harus dimiliki oleh siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan literasi sains siswa SMPN 3 Batu, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan literasi sains siswa SMPN sar Pros, Smnas Pend, IPA Patcesarjna UM ‘Vol 1, 2016, ISBN: 978.602-9286.21-2 3 Batu, Literasi sains siswa dapat diketahui dengan memberi tes kemampuan literasi sains pada siswa. METODE. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 3 Batu. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIL yang itetapkan secara cluster random sampling, Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes literasi sains pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. ‘Kemampuan literasi sains yang diukur ditinjau dari domain pengetahuan dan domain kompetensi. Berdasarkan kedua domain tersebut kemudian dibandingkan antara jumlah siswa yang menjawab benar dengan jumlah siswa yang menjawab salah berdasarkan analisis persentase, Data yang diperoleh digunakan untuk menganalisis tingkat kemampuan literasi sains siswa. HASIL ‘Tingkat kemampuan literasi sains dari domain kompetensi Soal literasi sains domain kompetensi yang diujikan kepada siswa didasarkan pada indikator-indikator yang sudah ditetapkan pada PISA 2015. Soal nomer 1, 3, 6, dan 7 memuat sub domain menjelaskan fenomena secara ilmiah. Soal nomer 5, 9 memuat sub domain mengevaluasi dan merancang penemuan ilmiah, Sedangkan soal nomor II, 12, 13, 14 ‘memuat sub domain menginterprestasi data dan bukti secara ilmiah, Hasil analisis tethadap jawaban 30 siswa pada soal literasi sains domain kompetensi ditunjukkan dalam Gambar 1 sebagai berikut: 20 wJawaban Benar e sisi si | Da tad ta : I al i Loos ke Jumlah siswa No Soal Gambar 1. Grafik jumlah siswa yang menjawab soa literasi sains dom: kompetensi Gambar 1 menunjukkan jumlah siswa yang menjawab salah lebih banyak daripada jumlah siswa yang menjawab benar pada soal literasi sains domain kompetensi nomer 1, 5, 6, 7,9, 11, 12, 13 dan 14. Pada soal nomer 3 yang menunjukkan jumlah siswa yang menjawab benar lebih banyak daripada jumlah siswa yang menjawab salah. Jumlah siswa paling banyak ‘menjawab benar terdapat pada nomer soal 3, sedangkan jumlah siswa paling sedikit menjawab benar terdapat pada soal nomer 7. Ada I soal yang dapat dijawab dengan benar lebih. dari 50% jumlah siswa keseluruhan, yaitu soal nomer 3. Sedangkan soal literasi sains Bs ros. emnas Pend, IPA Pascesarjna UM Vol. 1, 2016, ISBN: 978-602-9286-21-2 domain kompetensi selain nomer 3, siswa yang menjawab benar kurang dari 50% jumlah siswa keseluruban, Hasil persentase jawaban benar siswa untuk soal literasi sains pada domain kompetensi disajikan pada Tabel 1 berikut: ‘Tabel 1, Persentase jawaban benar siswa untuk setiap sub domain kompetensi Persentase jawaban Sub domain kompetensi Sumlah soal oe Tmenjelaskan Fenonena secara irsiah Tmongevalvasi dan merancang ppenemuan imiah RESTS at an ; 13.33% Hasil persentase jawaban benar siswa untuk soal literasi sains domain kompetensi pada Tabel 1 dapat disajikan dalam bentuk grafik di Gambar 2 sebagai berikut ini: 40% sa 35% 30% 25% 20% 156 2 20% 3.3% 10% 3% o% 58 ee 228 3 HH pie se abe = 22 Bee e Gambar 2. Grafik presentase jawaban benar siswa berdasarkan sub domain kompetenst Tabel 1 dan Gambar 2 menunjukkan persentase siswa yang menjawab benar pada soal sub domain menjelaskan fenomena secara ilmiah sebesar 34% dari 4 soal. Persentase siswa yang menjawab benar pada soal sub domain mengevaluasi dan merancang penemuan ilmiah sebesar 15% dari 2 soal. Sedangkan persentase siswa yang menjawab benar pada soal sub domain menginterpretasi data dan bukti secara ilmiah sebesar 13,33% dari 4 soal. Persentase tersebut diperoleh dengan membandingkan rata-rata jumlah skor capaian siswa dengan skor maksimum yang seharusnya dicapai oleh siswa jika semua benar. Hasil analisis pada Gambar 2 menunjukkan bahwa sub domain kompetensi yang paling ‘banyak dikuasai oleh siswa adalah menjelaskan fenomena secara ilmiah yaitu sebesar 34% soal yang dapat dijawab oleh siswa dengan benar. swa_menjawab soal dengan B49