You are on page 1of 273
Git Nate 7 i py) Kita bersisian, tapi tidak sejalan Teatimeni untuk Kecolling the Memory “Suka banget sama Romi. Cerita ini aku suka soalnya ngena gitu di hati. Konflik problem sama orang tuanya itu sering banget kejadian di zaman sekarang, termasuk ke aku. Jadi, pas baca aku semangat banget, nungguin ceritanya juga sampai nongkrong nungguin WiFi sekolah, haha. Pokoknya sukses terus, Sheva!” —@khaissha, pembaca Recalling the Memory di Wattpad “RTM itu pecah! Novel ini mengajarkan tentang berusaha mewujudkan impian tanpa ada kata menyerah di tengah-tengah kisah cinta remaja di masa sekolah. Alur yang runtut serta bahasa yang mudah dipahami menambah kesan cerita ini. Tokoh yang ada juga terasa begitu nyata dan hidup sehingga pembaca mudah masuk ke dalam dunia yang diciptakan oleh penulis. Pokoknya rekomendasi banget terutama buat remaja masa kini agar tak mudah putus asa dalam mengejar mimpinya. Good job, Kak Sheva!” —@itsqadn, pembaca Recalling the Memory di Wattpad “Ceritanya antimainstream dan nggak ketebak bakal kayak gimana selanjutnya. Beda dari cerita lain yang bahkan baru lihat sinopsisnya aja kadang ada yang udah ketebak akhirnya gimana. Dan, Kak, seriusan, aku jadi suka musik klasik habis baca cerita ini, Aku mulai download karya-karya Beethoven, Chopin, dan banyak lagi. Ternyata nenangin banget kalau lagi capek, bahkan aku jadiin lullaby, biar tidurnya makin nyenyak. Terus, habis baca cerita ini ‘kayaknya keren juga kalau bisa main piano’, tapi apalah dayaku yang emang nggak ada bakat sama sekali dalam bidang permusikan. Entah kenapa kalau lihat Rofi itu suka gemes sendiri, mereka lucu. Walau bukan sebagai pasangan, tapi entah kenapa interaksi mereka berdua buat aku gemes dan gereget. Pokoknya love this book. Good job, Kak Sheva, you're m favou.” —@cheon_sera, pembaca Recalling the Memory di Wattpad “Recalling the Memory terribly mixes my heart. Senang, sedih, haru, excited, ketawa- ketawa sendiri, berimajinasi tinggi. Semuanya terjadi. Deskripsi dan diksi yang bener-bener ngena di hati. Tentang cinta, cita-cita, motivasi, persahabatan, dan kekeluargaan. I really couldn't help my self to adore this teenfic.” —@YenniGusrinaSiregar, pembaca Recalling the Memory di Wattpad “Recalling the Memory ini adalah cerita teenfic yang istimewa buat aku. Entah kenapa, feel aku pas baca ini bukan ke arah cerita cinta remaja yang bikin baper kayak cerita lain. Tapi, cerita ini bikin aku berpikir tentang cita-cita yang ragu untuk kuraih. Posisiku kurang lebih sama kayak Sofia. Bedanya minat Sofia sesuai dengan bakatnya. Kalau aku, yahhh gitu dehhh .... Tapi, pas baca cerita ini, semangat itu kembali muncul. Aku ingat perkataan Romi, ‘Coba dulu’ Thanks Rom, thanks buat Kak Sheva yang udah buat cerita ini. Berkat kalian, aku yakin apa yang harus aku perjuangin sekarang. Makasih.” —@adzkiyyah, pembaca Recalling the Memory di Wattpad “Dulu aku pernah minta rekomendasi cerita WP dari teman aku, katanya RTM bagus. Aku cari dan ketemu, aku tambahin ke perpustakaan. Malemnya aku mau mulai baca, tapi nggak jadi karena kovernya nggak menarik. Nggak ada lucu- lucunya pokoknya. Ya udah nggak jadi baca. Sampai berbulan-bulan dibiarin ngelempeng di perpus, wkwkw. Pas itu aku gabut di rumah iseng-iseng baca RTM, sumpah BAGUS BGT!!! Dan, aku nyesel nggak ngikutin dari awal. Aku selalu baca tiap malem biar ngena gitu deh, nyolong hotspot orang, WiFi sekolah, banyak deh pokoknya, hehe.” —@farahnk05, pembaca Recalling the Memory di Wattpad “Waktu pertama baca cerita Kakak, aku langsung suka, bahkan dengan satu malam saja aku sudah selesai dan tinggal lanjutannya. Cerita Sofia sama kayak kehidupan aku, saat Mama ngedukung apa yang aku suka sementara Ayah dengan terang-terangan nggak ngasih izin dan banyak perkataan Ayah yang bikin aku sakit hati. Ceritanya juga banyak mengandung pesan kehidupan, dan cerita