You are on page 1of 26

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL

POLI KEBIDANAN
RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

Di Susun Oleh :
Frida Amelia Ekawati

SN181068

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
2018
LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL

A. Definisi Antenatal

Antenatal care adalah pengawasan sebelum persalinan terutama di


tujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Sedangkan
pengawasan sebelum persalinan terutama di tujukan pada ibunya disebut
antenatal care.

Antenatal care adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk


memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala, yang diikuti dengan upaya
koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan (Depkes RI 2010).

Antenatal care adalah perawatan selama masa kehamilan sebagai suatu


manajemen kehamilan di mana ibu dan anaknya diharapkan sehat dan baik
(Wiknjosastro 2012).

B. Tanda dan Gejala Antenatal

Asrinah 2010, menjelaskan tanda dan gejala dari kehamilan antara lain :

1. Tanda Presumtif

a. Supresi menstruasi

b. Nausea, vomiting, morning sickness.

c. Sering miksi

d. Mammae bengkak terasa penuh

e. Quickening (gerakan pertama kali yang dirasakan oleh ibu)

f. Chadwicks ( + )
g. Pigmen pada kulit

2. Tanda Mungkin

a. Pembesaran abdomen

b. Tanda hegar

c. Ballotemen ( + )

d. Perubahan pada serviks

e. Braxton Hicks

f. Tes kehamilan

3. Tanda Pasti

a. Bunyi DJJ, Nadi 120 – 180

b. Pergerakan fetal

c. USG – hasil

d. Ro – ada skeletal

C. Perubahan dan Adaptasi Fisiologi pada Masa Kehamilan

Mitayani 2011, menjelaskan perubahan dan adaptasi fisiologi yang terjadi


pada masa kehamilan sebagai berikut :

1. Trimester I (0-12 mg)

Seseorang yang mengalami kehamilan akan menunjukkkan gejala-


gejala yang berasal dari buah kehamilan yaitu dari janin dan plasenta.
Gejala tersebut antara lain :

a. Adanya human chorionic gonadotropic ( HCG) dalam air kemih.

b. Masalah gastrointestinal
1) Mual dan muntah(4-6 minggu)

2) Morning sickness

3) Anoreksia

4) Saliva berlebihan

5) Tak tahan terhadap bau–bau tertentu

c. Pengaruh hormon estrogen

Tonus otot menurun, mengakibatkan mual dan kontipasi.

d. Perubahan janin

1) Pada kahamilan 7 minggu rahim kurang lebih sebesar telur itik

2) pada kehamilan 10 minggu rahim kurang lebih sebesar jeruk


keprok

3) Pada kehamilan 12 minggu rahim kurang lebih sebesar kepalan


tangan

e. Tanda-tanda piscaseck

Pembesaran dan perlunakan pada tempat implantasi

f. Tanda-tanda hebat

Pada pemeriksaan dalam secara bimanual didapatkan seolah-olah jari-


jari yang diluar bertemu dengan jari-jari yang ada didalam, hal ini
sebabkan oleh bertambahnya jumlah pembuluh darah pada rahim.

g. Traktus urinarius

Kehamnilan mengakibatkan uterus membesar dan menekan kandung


kemih sehingga didapatkan ibu sering kencing

h. Kardiovaskuler
1) Diafragma terdorong kearah atas oleh karena pembesaran uterus
posisi jantung pada bagian kiri atas

2) Kardiak output

a) Denyut jantung meningkat

b) Nadi meningkat ± 10-15 x /menit

c) Filtrasi ginjal meningkat

d) transportasi oksigen meningkat

i. Uterus

1) Pada saat tidak hamil beratnya 35-50 gram, volumenya 10 cc

2) Pada hamil aterm 1000-1100 gram, volume 5-10 liter

3) Ismus hipertropi, panjang, lunak

j. Payudara

Membesar, tegang dan sedikit nyeri disebabkan pengaruh estrogen dan


progesteron yang merangsang duktus alveoli payudara

k. Vagina

1) Peningkatan vaskularisasi

2) Peningkatan sekresi, berwarna putih dan asam

l. Respirasi

1) Estrogen meningkat menyebabkan peningkatan jaringan ikat

2) Progesteron meningkat menyebabkan penurunan resistensi dengan


relaksasi, penurunan otot polos yang memudahkan mengalirnya
carbon dioksida dari janin ke ibu

3) Diafragma tertekan sehingga kurang leluasa bergerak


m. Muskuluskeletal

1) Relaksasi persendian

2) Uterus memanjang mengakibatkan nyeri pada ligamen rotundum

3) Perubahan postural

a) Saat pinggang untuk mengibangi lordosis dan tarikan tulang


belakang

b) Sakit anggota bagian atas oleh karena bahu dan dada


terdsorong kedepan
n. Kulit

Oleh karena pengaruh estrogen, kulit mengalami hiperpigmentasi,


kloasma, linianigra dan strie gravidalum

2. Trimester II (12-28 minggu)

a. Perubahan fisiologis

1) Uterus

a) uterus membesar, hipertropi sel-sel otot

b) dinding uterus tipis dan lunak

c) fetus dapat di palpasi pada abdomen

d) uterus jadi bentuk ovale

e) Adanya kontraksi” braxson his”

2) Servik

a) terus memanjang

b) Adanya mucous plag

c) Sel otot hipertropi


d) Kelenjar serviks aktif

3) Vagina

a) Sel otot hipertropi

b) Mukosa tebal

c) Adanya lorchea

d) PH asam : 3,5-6,0

4) Payudara

a) Duktus dan alveoli hipertropi

b) areola dan putting membesar

c) Mulai ada sekresi kolostrum

5) Sistem kardiovaskuler

a) volume darah meluas

b) Hb menurun akibat eskpirasi plasma lebih besar dari pada sel


darah merah

c) Output meningkat 30-50 %

d) stroke volume meningkat

e) tekanan darah sama dan cenderung sedikit menurun

f) Terjadi hipertropi, supine khusus pada trimerter kedua akhir

6) Sistem respiratory

a) Oksigen dalam darah meningkat

b) Pernafasan lebih dalam

c) volume darah stabil


d) Kebutuhan oksigen meningkat

e) Uterus membesar dan menekan diagfragma menyebabkan


sulit/sesak nafas

7) Sistem Urinary

a) Perubahan ukuran pada kandung kemih meningkat

b) udema fisiologis pada kandung kemih

c) frekuensi berkemih menurun

d) Dilatasi ginjal dan ureter

e) Ibu rentan terhadap infeksi traktus urinarius

f) Filtrasi glomerolus meningkat 50 %

g) Aliran plasma renal meningkat

h) Ekskresi glokosa, polipeptida, elektrolit dan vitamin yang


larut dalam air meningkat

8) Sistem muskuluskeletal

a) Pusat graviti berubah sebagai akibat membesarnya uterus,


lordosis fisiologis

b) Kram pada kaki

9) Sistem integumen

a) Hiperpigmentasi terutama pada putting dan perinium

b) adanya linianigra

c) vaskuler adanya palmar eritema

d) rambut menjadi lebih halus


e) Kuku lebih lunak dan tingkat pertumbuhan meningkat

10) Sisten gastrointestinal

a) Mulut dan gigi : sensitif terhadap zat iritan

b) Esofagus dan gaster : Kapasitas lambung menurun, sekresi


asam hidroverolik dan pepsin dalam lambung menurun

c) Liver : Meningkatnya serum phospotase, menurunnya


albumin dan globulin
d) Pankreas : Hipertropi, hiperplasia dan hiperaktif yang sering
terjadi pada sel-sel beta, kebutuhan fisiologis kehamilan,
pencetus diabetus gestasional

e) Intestinal : Pengosongan lambung meningkat, Absorbsi


nutrien dan air meningkat

11) Sistem endokrin

a) Pituitary : Sekresi hormon luteinising dan folikel stimulating


hormon dan prolaktin meningkat

b) Tiroid : Vaskularisasi meningkat, meningkatnya T3 dan T4,


BMR meningkat, paratiroid, hiperplasia, sekresi hormon
meningkat

c) Adrenal : Sekresi adenocorticotropik hormon (ACTH)


meningkat, level kortisol meningkat, level aldesteron
meningkat

d) Plasenta : Fungsi utuh dan komplek

3. Trimester III (28 minggu – kehamilan berakhir 38-42 minggu)

a. Sistem reproduksi
1) Uterus : Ukuran bertambah membesar, distensi miometrium,
dinding menipis, kontraksi “Braxton hicks” semakin jelas.

2) Serviks : Effacement, pengeluaran mukosa.

3) Vagina : Hiperemia, pertumbuhan lactobacil, leukhoren.

4) Payudara : Membesar, tegang, kolostrum keluar.

b. Sistem kardiovaskuler

1) COP meningkat 40 %

2) Volume darah ibu meningkat 30-50 %

3) HR meningkat 15 X/menit

4) Stroke volume meningkat

5) Kerja kardiovaskuler meningkat sangat beresiko pada ibu dengan


masalah jantung.

c. Sistem pernafasan

1) Diafragma tertekan pembesaran uterus ke atas

2) Iga-iga expansi

3) Konsumsi oksigen meningkat

d. Sistem perkemihan

1) Dilatasi koliks renal, filterasi glomerulus meningkat

2) Frekuensi miksi meningkat


3) Konsentrasi albumin plasma menurun

e. Sistem muskuloskeletal

Lordosis, sulit berjalan, rebas-rebas ekstremitas


f. Sistem integumen

1) Strie semakin terlihat, pigmentasi meningkat

2) Rambut tipis dan rontok

3) Kuku cepat tumbuh dan mudah patah

g. Sistem gastrointestinal

1) Mulut dan gusi hiperemia, gusi sangat sensitif

2) Gastrik refluks, kapasitas gaster menurun

3) Mobilitas intestinal menurun, predisposisi konstipasi

h. Sistem endokrin

1) Pituitary : Prolaktin meningkat, oksitosin meningkat

2) Tiroid : BMR meningkat

3) Plasenta : Fungsi maksimal

D. Patofisiologi (proses kehamilan) dan Pathway

1. Patofisiologi

Setiap bulan wanita melepaskan 1 atau 2 sel telur (ovum) dari indung
telur (ovulasi), yang di tangkap oleh umbai-umbai (fimbriae) dan masuk
ke dalam sel telur, waktu persetubuhan, cairan semen tumpah ke dalam
vagina dan berjuta-juta sel mani (sperma) bergerak memasuki rongga
rahim lalu masuk ke saluran telur. Pembuahan sel telur oleh sperma
biasanya terjadi di bagian yang mengembang oleh tuba falofi.

Disekitar sel telur banyak berkumpul sperma yang mengeluarkan


ragi untuk mencairkan zat-zat yang melindungi ovum. Kemudian pada
tempat yang paling mudah dimasuki, masuklah salah satu sel mani dan
kemudian bersatu dengan sel telur. Peristiwa ini disebut pembuahan
(konsepsi = fertilitas).

Ovum yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil bergerak
(oleh rambut getar tuba), menuju ruang rahim, peristiwa ini disebut nidasi
(implantasi). Dari pembuahan sampai nidasi diperlukan waktu 6 – 7 hari.
Untuk menyuplai darah ke sel-sel makanan bai mudligah dan janin,
dipersiapkan uri (plasenta) jadi dapat dikatakan bahwa untuk setiap
kehamilan harus ada ovum (sel telur), spermatozoa (sel mani),
pembuahan (konsepsi (konsepsi = fertilitas), nidasi dan plasenta.
PATHWAY

E. Komplikasi Kehamilan

Komplikasi kehamilan adalah kegawat daruratan obstetrik yang dapat


menyebabkan kematian pada ibu dan bayi (Handerson 2010) :

1. Perdarahan

2. Pre Eklamsia

3. Infeksi

4. Hiperemisis gravidarum

5. Hipertensi dalam kehamilan

6. Perdarahan trimester I (abortus)

7. Perdarahan antepartum

8. Kehamilan ektopik

9. Kehamilan kembar

10. Molahydatidosa

11. Inkompatibilitas darah

12. Kelainan dalam lamanya kehamilan

13. Penyakit serta kelainan plasenta dan selaput janin.

F. Penatalaksanaan Medis dan Keperawatan

Penatalaksanaan ibu hamil secara keseluruhan meliputi komponen-komponen


(Manuaba 2012) sebagai berikut:

1. Informasi yang dapat diberikan

a. Kegiatan fisik dapat dilakukan dalam batas normal.

14
b. Kebersihan pribadi khususnya daerah genitalia harus lebih dijaga
karena selama kehamilan terjadi peningkatan sekret vagina.

c. Pemilihan makanan sebaiknya yang bergizi dan tinggi serat.

d. Pemakian obat harus dikonsultasikan dahulu dengan dokter atau


tenaga medis lainnya.

e. Wanita perokok atau peminum alkohol harus menghentikan


kebiasaannya.

f. Suami perlu diberi pengertian tentang keadaan istrinya yang sedang


hamil.

2. Anamnesis

a. Pada wanita dengan haid terlambat dan diduga hamil. Ditanyakan


hari pertama haid terakhir (HPHT). Taksiran partus dapat ditentukan
bila HPHT diketahui dan siklus haidnya teratur + 28 hari dengan
menggunakan rumus Naegele.

b. Bila ibu lupa HPHT, tanyakan tentang hal lain seperti gerakan janin.
Untuk primigravida gerakan janin terasa pada kehamilan 18 minggu,
sedangkan multigravida 16 minggu. Nausea biasanya hilang pada
kehamilannya 12-14 mingggu.

c. Tanyakan riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas sebelumnya serta


berat bayi yang pernah dilahirkan. Demikian pula riwayat penyakit
yang pernah diderita seperti penyakit jantung, paru, ginjal, diabetes
melitus. Selain itu ditanyakan riwayat menstruasi, kesehatan,
keluarga, sosial, obstetri, kontrasepsi, dan faktor risiko yang mungkin
ada pada ibu.

3. Pemeriksaan umum

15
Pada ibu hamil yang datang pertama kali lakukan penilaian keadaan
umum, status gizi dan tanda vital. Pada mata dinilai ada tidaknya
konjungtiva pucat, sklera ikterik, edema kelopak mata, dan kloasma
gravidarum. Periksa gigi untuk melihat adanya infeksi lokal. Periksa pula
jantung, paru, mammae, abdomen, anggota gerak secara lengkap.

4. Pemeriksaan Obstetri

Terdiri dari pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam. Sebelum


pemeriksaan kosongkan kandung kemih. Kemudian ibu diminta berbaring
terlentang dan pemeriksaan dilakukan di sisi kanan ibu.

5. Pemeriksaan luar

a. Lihat apakah uterus berkontraksi atau tidak. Bila berkontraksi, harus


ditunggu sampai dinding perut lemas agar dapat diperiksa dengan
teliti. Agar tidak terjadi kontraksi dinding perut akibat perbedaan
suhu dengan tangan pemeriksa, sebelum palpasi kedua tangan
pemeriksa digosokkan dahulu.

b. Cara pemeriksaan yang umum digunakan cara Leopold yang dibagi


dalam 4 tahap. Pada pemeriksaan Leopold I, II, dan III pemeriksa
menghadap ke arah muka ibu, sedangkan pada Leopold IV ke arah
kaki. Pemeriksaan Leopold I untuk menentukan tinggi fundus uteri,
sehingga usia kehamilan dapat diketahui. Selain secara anatomi,
tinggi fundus uteri dapat ditentukan dengan pita pengukur.
Bandingkan usia kehamilan yang didapat dengan hari pertama haid
terakhir. Selain itu, tentukan pula bagian janin pada fundus uteri:
Kepala teraba sebagai benda keras dan bulat, sedangkan bokong
lunak dan tidak bulat.

c. Dengan pemeriksaan Leopold II ditentukan batas samping uterus dan


posisi punggung pada bayi letak memanjang. Pada letak lintang

16
ditentukan kepala. Pemeriksaan Leopold III menentukan bagian janin
yang berada di bawah.

d. Leopold IV selain menentukan bagian janin yang berada di bawah,


juga bagian kepala yang telah masuk pintu atas panggul (PAP). Bila
kepala belum masuk PAP teraba balotemen kepala.

e. Dengarkan DJJ pada daerah punggung janin dengan stetoskop


monoaural atau doppler. Dengan stetoskop monoaural BJJ terdengar
pada kehamilan 18-20 minggu, sedangkan dengan Doppler terdengar
pada kehamilan 12 minggu.

f. Dari pemeriksaan luar diperoleh data berupa usia kehamilan, letak


janin, persentase janin, kondisi janin, serta taksiran berat janin.

g. Taksiran berat janin ditentukan berdasarkan rumus Johnson Toshack.


Perhitungan penting sebagai pertimbangan memutuskan rencana
persalinan pervaginam secara spontan. Rumus tersebut: Taksiran
Berat Janin (TBJ) = (Tinggi fundus uteri (dalam cm) – N) X 155.

N = 13 bila kepala belum melewati PAP

N = 12 bila kepala masih berada di atas spina iskiadika

N = 11 bila kepala masih berada di bawah spina iskiadika.

6. Pemeriksaan dalam

a. Siapkan ibu dalam posisi-litotomi lalu bersihkan daerah vulva dan


perineum dengan larutan antiseptik. Inspeksi vulva dan vagina
apakah terdapat luka, varises, radang, atau tumor. Selanjutnya
lakukan pemeriksaan inspekulo. Lihat ukuran dan warna porsio,
dinding, dan sekret vagina. Lakukan pemeriksaan colok vagina
dengan memasukan telunjuk dan jari tengah. Raba adanya tumor atau
pembesaran kelenjar di liang vagina. Periksa adanya massa di

17
adneksa dan parametrium. Perhatikan letak, bentuk, dan ukuran
uterus serta periksa konsistensi, arah, panjang, porsio, dan
pembukaan servik. Pemeriksaan dalam ini harus dilakukan dengan
cara palpasi bimanual.

b. Ukuran uterus wanita yang tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam.
Pada kehamilan 8 minggu sebesar telur bebek, 12 minggu sebesar
telur angsa, dan 16 minggu sebesar kepala bayi atau tinju orang
dewasa.

7. Pemeriksaan panggul
Lakukan penilaian akomodasi panggul bila usia kehamilan 36
minggu karena jaringan dalam rongga panggul lebih lunak, sehingga tidak
menimbulkan rasa sakit. Masukkan telunjuk dan jari tengah ke dalam
liang vagina. Arahkan ujung kedua jari ke promontorium, coba untuk
merabanya. Bila teraba, tentukan panjang konjugata diagonalis. Dengan
ujung jari menelusuri linea inominata kiri dan kanan sejauh mungkin,
tentukan bagian yang teraba. Raba lengkung sakrum dan tentukan apakah
spina iskiadika kiri dan kanan menonjol ke dalam. Raba dinding pelvik,
apakah luruh atau konvergen ke bawah dan tentukan panjang distansia
interspinarum. Arahkan bagian palmar jari-jari tangan ke dalam simfisis
dan tentukan besar sudut yang dibentuk antara os pubis kiri dan kanan.

8. Pemeriksaan laboratorium

Pada kunjungan pertama diperiksa kadar hemoglobin darah,


hematokrit, dan hitung leukosit. Dari urin diperiksa beta-hCG, protein,
dan glukosa.

18
G. Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil

Wiknjosastro 2012, menerangkan bahwa asuhan keperawatan pada ibu hamil


sebagai berikut :

1. Pengkajian

1) Aktivitas atau istirahat

Tekanan darah agak lebih rendah dari pada normal ( 8 – 12


minggu), kembali pada tingkat pra kehamilan selama setengah
kehamilan teakhir. Denyut nadi dmeningkat 10 – 15 cm. murmur
sistolik pendek dapat terjadi sehubungan dengan peningkatan
volume, varises, sedikit edema ekstremitas bawah/tangan mungkin
ada (terutama pada trimester terakhir).

2) Integritas ego

Menunjukkan perubahan persepsi diri

3) Eliminasi

Perubahan pada konsistensi/frekuensi defekasi, peningkatan


frekuensi perkemihan, urinalisis, peningkatan berat jenis,
hemoroid.

4) Makanan/cairan

Mual dan muntah terutam apada trimester pertama : nyeri ulu hati
umum terjadi, penambahan BB 2 - 4 kg trimester pertama.

5) Nyeri/ketidaknyamanan
Kram kaki, nyeri tekan dan bengkak pada payudara, kontraksi
Braxton hicks terlihat setelah 28 minggu, nyeri punggung.

6) Pernapasan

19
Hidung tersumbat, mukosa lebih kental daripada normal, frekuensi
pernapasan dapat meningkat relative terhadap ukuran/tinggi
uterus, pernapasan torakal

7) Keamanan

Suhu 98 – 99,6 F (36,1 – 37,6 C), irama jantung janin terdengar


dengan daptone (mulai 10 – 12 minggu) atau fetoskop ( 17 – 20
minggu), gerakan janin terasa pada pemeriksaan setelah 20
minggu, sensasi gerakan janin pada abdomen diantara 16 – 20
minggu, ballottement ada pada bukan keempat dan kelima.

8) Seksualitas

Penghentian menstruasi, perubahan respon/aktivitas seksual,


leukarea mungkin ada, peningkatan progresif pada ukuran uterus,
perubahan payudara : pembesaran jaringan adipose, peningkatan
vaskularitas, lunak bila di palpasi, kolostrum dapat setelah 12
minggu, perubahan pigmentasi : kloasma, linea nigra, striae
gravidarum, tanda-tanda goodell, hegar, Chadwick positif.

9) Interaksi Sosial

Bingung/meragukan perubahan yang ada di antisipasi, tahap


maturasi/perkembangan bervariasi tapi dapat mundur dengan
stressor kehamilan. Respons anggota keluarga lain dapat
bervariasi dari positif dan mendukung sampai disfungsional.

10) Penyuluhan/pembelajaran

Harapan individu terhadap kehamilan, persalinan/melahirkan


tergantung pada usia, tingkat pengetahuan, pengalaman, keinginan
terhadap anak, stabilitas ekonomik.

2. Diagnosa

20
a. Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d
perubahan nafsu makan, mual dan muntah.

b. Resiko tinggi defisit volume cairan b/d perubahan napsu makan,


mual dan muntah.
c. Pola nafas tidak efektif b/d pergeseran diagfragma sekunder
kehamilan.

d. Ketidaknyamanan b/d perubahan fisik dan pengaruh hormonal.

e. Resiko tinggi konstipasi b/d penurunan peristaltik, penekanan


uterus.

3. Intervensi Keperawatan

a. Resiko tinggi ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan


tubuh b/d perubahan napsu makan, mual dan muntah.

NOC: Nutritional Status : nutrient intake

Nutritional status : food and fluid intake

Kriteria Hasil :

1) Menjelaskan komponen diet seimbang prenatal.

2) Mengikuti diet yang dianjurkan.

3) Mengkonsumsi Zat besi/ vitamin.

4) Menunjukkan ↑ BB ( min 1,5 kg pd TM I).

NIC : Nutrition management

1) Tentukan asupan nutrisi /24 jam.

2) Kaji tentang pengetahuan kebutuhan diet.

21
3) Berikan nformasi tertulis diet prenatal & suplemen.

4) Timbang BB & kaji BB pregravid.

5) Berikan ↑ BB selama TM I yang optimal.

6) Tinjau tentang mual & muntah.

7) Pantau kadar Hb, test urine (aseton, albumin & glukosa).

8) Kolaborasi : program diet ibu hamil.

b. Resiko tinggi kekurangan volume cairan b/d kehilangan cairan


yang berlebihan.

NOC: Fluid Balance

Nutritional status: food and fluid intake

Kriteri Hasil :

1) Mengidentifikasi & melakukan kegiatan untuk menurunkan


frekwensi & keparahan mual/muntah.

2) Mengkonsumsi cairan sesuai kebutuhan.

3) Mengidentifikasi tanda & gejala dehidrasi.

NIC : Fluid
Management

1) Auskultasi DJJ.

2) Tentukan beratnya mual/muntah.

3) Tinjau riwayat (gastritis, kolesistiasis).

4) Anjurkan mempertahankan asupan cairan.

5) Kaji suhu, turgor kulit, membran mukosa, TD, intake &


output, Timbang BB.

22
6) Anjurkan asupan minum manis, makan sedikit tapi sering,
makan roti kering sebelum bangun tidur.

c. Pola nafas tidak efektif b/d pergeseran diagfragma sekunder


kehamilan.

NOC: Respiratory status : ventilation

Vital sign status

Kriteria Hasil :

1) Melaporkan tidak ada keluhan sesak


napas

2)Mendemonstrasikanfungsi pernapasan.

3) Tanda vital dalam batas normal.

NIC : airway
management

1) Kaji status
pernapasan.

2) Pantau riwayat medis (alergi, rinitis, asma, TBC).

3) Kaji kadar HB à tekankan pentingnya vit.

4) Informasikan hubungan program latihan & kesullitan


pernafasan.

5) Anjurkan istirahat & latihan berimbang.

d. Gangguan rasa nyaman b/d perubahan fisik dan pengaruh


hormonal.

NOC: Comfort, readines for enchanced

23
Kriteria Hasil :

1) Mengidentifikasi tindakan yang melegakan &


menghilangkan Ketidak nyamanan.

2) Status lingkungan yang nyaman

3) Melaporkan penatalaksanaan ketidak nyamanan.

NIC: Environment management comfort

1) Catat derajat rasa tidak nyaman minor.

2) Evaluasi derajat rasa tidak nyaman selama pemeriksaan


lanjutan.

3) Anjurkan pemakaian korset uterus.

4) Tekankan menghindari stimulasi puting.

5) Instruksikan perawatan puting mendatar.

6) Kaji adanya haemoroid.

7) Instruksikan penggunaan kompres dingin & intake tinggi


serat pada haemoroid.

8) Kaji tingkat kelelahan dengan aktifitas dl keluarga.

9) Kolaborasi : suplemen kalsium.

e. Resiko tinggi konstipasi b/d penurunan peristaltik, penekanan


uterus.

NOC: Bowel elimination

Hydration
Kriteria Hasil :

1) Mempertahankan pola fungsi usus normal.

24
2) Mengidentifikasi perilaku beresiko.

3) Melaporkan tindakan untuk meningkatkan eliminasi.

NIC : Constipation / Impaction management

1) Tentukan kebiasaan eliminasi sebelum hamil & perhatikan


perubahan selama hamil.

2) Kaji adanya haemoroid.

3) Informasikan diet : buah, sayur, serat & intake cairan


adekuat.
4) Anjurkan latihan ringan.

5) Kolaborasi : berikan pelunak feces bila diet tak efektif.

4. Evaluasi

a. Nutrisi terpenuhi secara adekuat

b. Cairan terpenuhi secara adekuat

c. Pola napas efektif

d. Rasa nyaman terpenuhi

e. BAB lancar.

25
DAFTAR PUSTAKA

Asrinah, dkk 2010, Asuhan kebidanan : masa kehamilan, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Departemen Kesehatan RI 2010, “Indikator indonesia sehat 2010 dan pedoman


penetapan indikator provinsi sehat dan kabupaten/kota sehat, Depkes RI,
Jakarta.

Hadi, RA 2009, Kupas tuntas kehamilan dan melahirkan, Vivo Publisher, Ungaran.

Handerson, C 2010, Buku ajar konsep kebidanan, EGC, Jakarta.

Herdman, T.H & Kamitsuru, S. 2018. NANDA International Nursing Diagnosis :


Definition and Classification, 2018-2020. Oxford : Wiley Blackwell.
Manuaba, IBG 2012, Buku ajar patologi obstetri untuk mahasiswa kebidanan, EGC,
Jakarta

Mitayani 2011, Asuhan keperawatan maternitas, Salemba Medika, Jakarta.

Wiknjosastro, H 2012, Ilmu kebidanan, Edisi Ketiga, Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawihardjo, Jakarta.

26