You are on page 1of 3
3 BPJS Kesehatan m3 38 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nomor 1137/VII-11/0818 Tulungagung, 31 Agustus 2018 Lampiran Satu Berkas Hal : Informasi Penjaminan Kecelakaan Lalu Lintas, Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja Yth. FKTP Mitra BPJS Kesehatan di Tempat Mengingatkan kembali tentang Surat Edaran Bersama antara PT Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan nomor 377/KTR/1115 tentang Pelaksanaan Koordinasi Manfaat Program Jaminan Kecelakaan Lalu Lintas antara PT Jasa Raharja (Persero) dengan BPJS Kesehatan serta menindaklanjuti Surat Nomor 8888/IlI-2/0718 tanggal 19 Juli 2018 Hal Pengantar Surat Edaran Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Tentang Pedoman Deteksi Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja di Fasilitas Kesehatan Yang Telah Berkerjasama dengan BPJS Kesehatan, dengan ini disampaikan sebagai berikut, 1, Dasar Regulasi Jaminan Kecelakaan Lalu Lintas dan Sinergi Koordinasi Manfaat adalah sebagai berikut a. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan ‘Angkutan Jalan bahwa definisi Kecelakaan Lalu Lintas suatu peristiwa di Jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan Kendaraan dengan atau tanpa Pengguna Jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda b. Undang-Undang nomer 33 tahun 1964 tentang Dana Pertanggungjawab Kecelakaan Penumpang dan 34 tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas, dimana PT Jasa Raharja (Persero) adalah perusahaan milik negara yang menjalankan program asuransi sosial terkait kecelakaan lalu lintas. c. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan pada pasal 25, jelas dicantumkan bahwa salah satu pelayanan yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan salah Kantor Cabang MAYA AGA'AN kecelakaan lalu lintas. 2}. Ki Mangun Sarkoro No.35 ic. Tamanan - Kee. Tulungegung - Kab. Tulungagung Telp. (0358) 328678 Fax. (0355) 329099 von bpikesehatan goic ¢. Surat Edaran Bersama antara PT Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan nomor 377/KTRI1115_ tentang Pelaksanaan Koordinasi Manfaat Program Jaminan Keoelakaan Lalu Lintas antara PT Jasa Raharja (Persero) dengan BPJS Kesehatan Mekanisme pelayanan korban Laka Lantas sebagaimana Lampiran 2; 3. Penjaminan BPJS Kesehatan untuk kasus kecelakaan tunggal dapat diberikan atas dasar adanya Laporan Polisi atau Surat Keterangan Polisi yang menyatakan bahwa kasus tersebut adalah kecelakaan tunggal; 4, Penjaminan BPJS Kesehatan untuk kasus kecelakaan lalu lintas a. Dapat diberikan atas dasar adanya surat kepastian penjaminan Jasa Raharja sebagai penjamin pertama b. Jika Peserta BPJS Kesehatan kasus kecelakan lalu lintas tidak melapor dan tidak membuat surat laporan polisi sehingga PT Jasa Raharja (Persero) tidak dapat mengeluarkan surat kepastian penjaminan dan belum dapat dijamin oleh PT Jasa Raharja , maka pada kasus ini BPJS Kesehatan juga tidak dapat menjamin kasus yang dimaksud. B.1. Dasar Regulasi Jaminan Kecelakaan Kerja dan Sinergi Koordinasi Pelayanan adalah sebagai berikut a. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional terlampir Lampiran 1 dan Undang undang Nomor 40 Tahun 2004 pada pasal 49 butir 2 mengatakan Subsidi silang antar program dengan membayarkan manfaat suatu program dari dana program lain tidak diperkenankan. b. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, jelas dicantumkan bahwa salah satu pelayanan yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan salah satunya adalah penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja. ¢. Peraturan Pemerintan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja Dan Jaminan Kematian d. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2015 Tentang Jaminan Kecelakaan Kerja Dan Jaminan Kematian Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara e. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Penyakit Akibat Kerja 2 Setiap kasus yang telah dideteksi oleh fasilitas kesehatan akan diteruskan dan dikoordinasikan dengan badan penyelenggara program JKiK sesuai dengan segmen pesertanya terlampir Lampiran 3. 3. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang dimaksud dengan Kecelakaan Kerja (KK) adalah kecelakaaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi alam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya. 4. Apabila terdapat kasus KK yang memiliki bukti Kuat dari anamnesis dokter ataupun keterangan lain dan peserta tersebut belum menjadi peserta dalam program JKK, maka BPJS Kesehatan berhak untuk tidak menjamin hal tersebut, Keadaan tersebut merupakan tanggung jawab pemberi kerja. 5. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja Dan Jaminan Kematian, yang dimaksud dengan Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan/atau lingkungan kerja. 6. Apabila terdapat kasus PAK yang telah ditegakkan oleh dokter yang memiliki kompetensi dan belum menjadi peserta dalam program JKK, maka BPJS Kesehatan berhak untuk tidak menjamin hal tersebut. Keadaan tersebut merupakan tanggung jawab pemberi kerja. 7. Dan apabila ada peserta yang berobat di FTP sebagaimana angka 4 dan 6 mohon FKTP dapat memberikan mendorong peserta untuk segera mendaftarakan diri dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja yang diselenggarakan oleh BPJS. Ketenagakerjaan. Demikian kami sampaikan tentang Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja, mohon Jaminan yang tepat ‘Tembusan: 1. Dinas Kesehatan Wil. BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung 2. Kepala Kabupaten BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung DRidd/Pk.09.00