You are on page 1of 19

1. Nomor ICD : S 73.

0
2. Diagnosis : DISLOKASI PANGGUL
3. Kriteria diagnosis : A. Dislokasi posterior
Merupakan jenis tersering
Tungkai memendek, endorotasi dan adduksi, 10%,
komplikasi n.ischidikus, >15% vaskuler nekrosis
kaput femoris.
Klasifikasi
Type I: tanpa atau hanya fraktur minimal
Type II: fraktur tepi posterior acetabulum yang besar
Type III: frraktur comminutive tepi posterior dengan
atau tanpa fragmen besar
Type IV: fraktur tepi acetabulum dan besar
Type V: fraktur caput femur atau tanpa fragmen lain
B. Dislokasi anterior
10% insiden dislokasi panggul
4% mengalami avaskuler nekrosis
Identasi fraktur caput femur: identasi 4 mm atau lebih
dengan prognosis buruk
Type
Superior (Pubis atau iliac): panggul abduksi, fleksi
eksternal rotasi
Inferior (obturator): panggul abduksi, ekstensi
eksternal rotasi
4. Diagnosis banding
5. Pemeriksaan penunjang : Foto polos panggul AP/Lateral
6. Konsultasi : Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
7. Perawatan rumah sakit : Rawat inap
8. Pengobatan
a. Tujuan peengobatan : Kuratif
b. Cara pengobatan : Reposisi segera
c. Macam pengobatan : Reposisi tertutup dengan
anestesi umum
i. Allis
ii. Bigelow
iii. Stimson
d. Waktu pengobatan : Segera saat penderita datang
ke rumah sakit
e. Terapi komplikasi pengobatan
f. Kualifikasi oprator: Dokter Spesialis Bedah
Orthopaedi
9. Tempat pelayanan : RS Trijata
10. Penyulit : Fraktur intra artikuler Cidera N. Ischiadicus
11. Informed consent : Perlu
12. Standar tenaga : SpOT
13. Lama perawatan
14. Masa pemulihan : 8 Minggu
15. Hasil : Tereposisi dengan baik
16. Patologi :-
17. Otopsi :-
18. Prognosis : Baik
19. Tindak lanjut : Perawatan poliklinis
1. Nomor ICD : S 42.0
2. Diagnosis : FRAKTUR KLAVIKULA
3. Kriteria diagnosis : Terputusnya kontinyuitas tulang klavikula akibat
trauma.
Klinis penderita: nyeri, pembengkakan dan krepitasi
pada daerah klavikula.
Adakah gejala dan tanda trauma penyerta (trauma
vaskuler, saraf thoraks), foto Ro adanya fraktur di
klavikula
4. Diagnosis banding : Dislokasi acromio-klavikular
5. Pemeriksaan penunjang : X-foto klavikula AP
6. Konsultasi : Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
7. Perawatan rumah sakit : Rawat jalan untuk perawatan non bedah
Rawat inap untuk perawatan bedah
8. Pengobatan
a. Tujuan peengobatan : Kuratif
b. Cara pengobatan :
Konservatif, pasang ransel verband
Operatif, Plate & Screw atau ada lesi
vaskuler/saraf
c. Macam pengobatan :
d. Waktu pengobatan : Segera saat penderita datang
ke rumah sakit
e. Terapi komplikasi
f. Kualifikasi oprator: Dokter Spesialis Bedah
Orthopaedi
9. Tempat pelayanan : RS Trijata
10. Penyulit : Lesi vaskuler, lesi saraf
11. Informed consent : Perlu
12. Standar tenaga :
13. Lama perawatan
14. Masa pemulihan : 1-1,5 bulan
15. Hasil : Tereposisi dengan baik
16. Patologi :-
17. Otopsi : Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang
tidak wajar atau tidak jelas
18. Prognosis : Baik
19. Tindak lanjut : Perawatan poliklinis
1. Nomor ICD : S 42.3
2. Diagnosis : FRAKTUR HUMERUS
3. Kriteria diagnosis : Ada riwayat trauma
Tanda pasti fraktur humerus (nyeri, bengkak,
deformitas, angulasi / pemendekan, krepitasi,
gangguan fungsi) Foto Rontgen adanya fraktur
humerus
4. Diagnosis banding :-
5. Pemeriksaan penunjang : X-foto humerus AP/lateral, Axillary view
6. Konsultasi : Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
7. Perawatan rumah sakit : Rawat jalan untuk perawatan non bedah
Rawat inap untuk tindakan operasi
8. Pengobatan
a. Tujuan peengobatan : Kuratif
b. Cara pengobatan :
non bedah, reposisi dengan pembiusan, pasang
Gips U – slab / hanging cast
Operatif, pemasangan implant plate screw
c. Macam pengobatan :
d. Waktu pengobatan : Segera saat penderita datang
ke rumah sakit
e. Terapi komplikasi : Lesi N. Radialis
f. Kualifikasi oprator: Dokter Spesialis Bedah
Orthopaedi
9. Tempat pelayanan : RS Trijata
10. Penyulit : Lesi N. Radialis
11. Informed consent : Perlu
12. Standar tenaga :
13. Lama perawatan
14. Masa pemulihan : 12-24 minggu
15. Hasil : Tereposisi dengan baik
16. Patologi :-
17. Otopsi :-
18. Prognosis : Baik
19. Tindak lanjut : Perawatan poliklinis
1. Nomor ICD : S 43.0
2. Diagnosis : DISLOKASI BAHU
3. Kriteria diagnosis : Ada riwayat trauma, nyeri, deformitas, asimetri,
gangguan gerakan bahu
4. Diagnosis banding :-
5. Pemeriksaan penunjang : X-foto bahu AP
6. Konsultasi : Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
7. Perawatan rumah sakit : Rawat jalan untuk perawatan non bedah
Rawat inap untuk tindakan operasi
8. Pengobatan
a. Tujuan peengobatan : Kuratif
b. Cara pengobatan :
non bedah, reposisi menurut Kocher atau
Hipokrates
Operatif, Reduksi opratif untuk kasus-kasus
neglected, dengan persiapan.
c. Macam pengobatan :
d. Waktu pengobatan : Segera saat penderita datang
ke rumah sakit
e. Terapi komplikasi : Lesi N. Radialis
f. Kualifikasi oprator:
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
Dokter Spesialis Bedah (bila yang pertama tidak
ada di RS tersebut)
9. Tempat pelayanan : RS Trijata
10. Penyulit : Cedera N. Axilarid / plexus brachialis, gangguan
sirkulasi, kaku sendi pada dislokasi sendi bahu lama,
dislokasi sendi berulang
11. Informed consent : Perlu
12. Standar tenaga :
13. Lama perawatan
14. Masa pemulihan : 4-6 minggu
15. Hasil : Tereposisi dengan baik
16. Patologi :-
17. Otopsi :-
18. Prognosis : Baik
19. Tindak lanjut : Perawatan poliklinis
1. Nomor ICD : S 42.4
2. Diagnosis : FRAKTUR SUPRA CONDILER SIKU
3. Kriteria diagnosis : Riwayat trauma
Tanda-tanda pasti patah tulang di atas siku
4. Diagnosis banding :-
5. Pemeriksaan penunjang : X-foto siku AP/lateral
6. Konsultasi : Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
7. Perawatan rumah sakit : Rawat inap untuk observasi dan tindakan operasi
8. Pengobatan
a. Tujuan peengobatan : Kuratif
b. Cara pengobatan :
non bedah, reposisi dengan pembiusan, traksi
Operatif, bila non bedah gagal, dengan plate &
screw atau CCW
c. Macam pengobatan :
d. Waktu pengobatan : Segera saat penderita datang
ke rumah sakit
e. Terapi komplikasi : Kaku sendi siku (fisioterapi)
Kompresi pembuluh darah
f. Kualifikasi oprator:
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
Dokter Spesialis Bedah (bila yang pertama tidak
ada di RS tersebut)
9. Tempat pelayanan : RS Trijata
10. Penyulit : Kaku sendi siku
Kompresi pembuluh darah
11. Informed consent : Perlu
12. Standar tenaga : SpOT
13. Lama perawatan
14. Masa pemulihan : 4-6 minggu
15. Hasil : Tereposisi dengan baik
16. Patologi :-
17. Otopsi :-
18. Prognosis : Dubius/kaku sendi siku
19. Tindak lanjut : Perawatan poliklinis
1. Nomor ICD : S 52.0
2. Diagnosis : FRAKTUR OLEKRANON
3. Kriteria diagnosis : Riwayat trauma
Tanda-tanda pasti patah tulang pada siku
Teraba gap pada olekranon
X-Foto olekranon patah
4. Diagnosis banding : fraktur lain di daerah siku
5. Pemeriksaan penunjang : X-foto siku AP/lateral
6. Konsultasi : Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
7. Perawatan rumah sakit : Rawat inap untuk observasi dan tindakan operasi
8. Pengobatan
a. Tujuan peengobatan : Kuratif
b. Cara pengobatan :
Operasi dengan pemasangan tension band wire
c. Macam pengobatan :
d. Waktu pengobatan : Segera saat penderita datang
ke rumah sakit
e. Terapi komplikasi :
f. Kualifikasi oprator:
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
Dokter Spesialis Bedah (bila yang pertama tidak
ada di RS tersebut)
9. Tempat pelayanan : RS Trijata
10. Penyulit : Kaku sendi siku
Lesi N. ulnaris
11. Informed consent : Perlu
12. Standar tenaga : SpOT
13. Lama perawatan
14. Masa pemulihan : 4-6 minggu
15. Hasil : Fragmen terfiksasi dengan baik
16. Patologi :-
17. Otopsi :-
18. Prognosis : Dubius/cacat
19. Tindak lanjut : Perawatan poliklinis
1. Nomor ICD : S 3.1
2. Diagnosis : DISLOKASI SIKU
3. Kriteria diagnosis : Riwayat trauma , sakit sendi siku
Deformitas / asimetri
Limitasi gerakan sendi
4. Diagnosis banding :
5. Pemeriksaan penunjang : X-foto siku AP/lateral
6. Konsultasi : Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
7. Perawatan rumah sakit : Rawat inap
8. Pengobatan
a. Tujuan peengobatan : Kuratif
b. Cara pengobatan :
Non bedah; Reposisi dengan pembiusan,
imobilisasi dengan posisi fleksi pada siku
Bedah: operasi bila reposisi gagal
c. Macam pengobatan :
d. Waktu pengobatan : Segera saat penderita datang
ke rumah sakit
e. Terapi komplikasi :
f. Kualifikasi oprator:
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
Dokter Spesialis Bedah (bila yang pertama tidak
ada di RS tersebut)
9. Tempat pelayanan : RS Trijata
10. Penyulit : Lesi N. ulnaris, N. Medianus
Lesi vaskuler
11. Informed consent : Perlu
12. Standar tenaga : SpOT
1. Nomor ICD : S 52
2. Diagnosis : FRAKTUR GALEAZI
3. Kriteria diagnosis :
Klinis: adanya tanda-tanda fraktur seperti edema,
deformitas, “false movement, krepitasi dan nyeri
Radiologi: anteroposterior dan lateral, akan
didapatkan adanya diskontinuitas pada tulang radius
disertai dislokasi sendi radioulnar distal
4. Diagnosis banding :-
5. Pemeriksaan penunjang : X-foto lengan bawah AP/lateral
6. Konsultasi : Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
7. Perawatan rumah sakit : Rawat inap untuk observasi atau tindakan operasi
8. Pengobatan
a. Tujuan peengobatan : Kuratif
b. Cara pengobatan :
1. Dilakukan reposisi tertutup dengan anestesi
umum kemudian imobilisasi dengan gips
(long arm cast) pada posisi supinasi selama
4-6 minggu
2. Bila reposisi tertutup gagal, dilakukan fiksasi
interna, post operasi diperiksa stabilitas sendi
radioulnar, bila tidak stabil dimobilisasi
dengan gips pada posisi supinasi selama 3
minggu
3. Pada fraktur terbuka dilakukan
“debridement” kemudian reposisi
imobilisasi, sedangkan pada derajat III
dilakukan fiksasi eksterna
c. Macam pengobatan :
1. Non bedah: reposisi (pips sampai di atas siku)
2. Bedah: operasi reposisi dan fiksasi bila non
bedah gagal
d. Waktu pengobatan :
e. Terapi komplikasi :
f. Kualifikasi operator:
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
9. Tempat pelayanan : RS Trijata
10. Penyulit : nonunion, malunion, gangguan gerak
11. Informed consent : Perlu
12. Standar tenaga : SpOT
13. Lama perawatan
14. Masa pemulihan : ±6 minggu
15. Hasil : Fragmen tereposisi dan terfiksasi dengan baik
16. Patologi :-
17. Otopsi :-
18. Prognosis : Baik/gangguan greak
19. Tindak lanjut : Perawatan poliklinis
1. Nomor ICD : S 52.0
2. Diagnosis : FRAKTUR MONTEGIA
3. Kriteria diagnosis :
Klinis: adanya tanda-tanda fraktur seperti edema,
nyeri terutama pada tempat fraktur dan sendi
radioulnar proksimal, deformitas, “false movement”
dan krepitasi
Radiologi: anteroposterior dan lateral, akan
didapatkan adanya diskontinuitas pada tulang ulna
dan dislokasi caput radii
4. Diagnosis banding :-
5. Pemeriksaan penunjang : X-foto lengan bawah AP/lateral
6. Konsultasi : Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
7. Perawatan rumah sakit : Rawat inap untuk observasi atau tindakan operasi
8. Pengobatan
a. Tujuan peengobatan : Kuratif
b. Cara pengobatan :
1. Dilakukan reposisi tertutup kemudian
imobilisasi dengan posisi lengan supinasi
selama 4-6 minggu
2. Bila reposisi tertutup gagal, dilakukan fiksasi
internal
3. Pada fraktur terbuka dilakukan
“debridement” kemudian reposisi
imobilisasi, sedangkan pada derajat III
dilakukan fiksasi eksterna
c. Macam pengobatan :
1. Non bedah: -
2. Bedah: pembedahan
d. Waktu pengobatan :
e. Terapi komplikasi :
f. Kualifikasi operator:
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
9. Tempat pelayanan : RS Trijata
10. Penyulit : nonunion, malunion, gangguan gerak, infeksi
11. Informed consent : Perlu
12. Standar tenaga :
13. Lama perawatan
14. Masa pemulihan : ±6 minggu
15. Hasil : Fragmen ulna tereposisi dan terfiksasi dengan baik
Caput radii tereposisi atau dibuang
16. Patologi :-
17. Otopsi :-
18. Prognosis : Baik/gangguan greak
19. Tindak lanjut : Perawatan poliklinis
1. Nomor ICD : S 52.5
2. Diagnosis : FRAKTUR COLLES
3. Kriteria diagnosis : Tanda-tanda pasti patah tulang
Trauma lengan karena menahan dengan “outstretched
hand”
4. Diagnosis banding :-
5. Pemeriksaan penunjang : X-foto radius distal AP/lateral
6. Konsultasi : Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
7. Perawatan rumah sakit : Rawat inap
8. Pengobatan
a. Tujuan peengobatan : Kuratif
b. Cara pengobatan :
1. Emergensi: pada anak dan orang tua →
anestesi lokal (blok hematom) → imobilisasi
dengan gips sirkuler
Orang muda → butuh anestesi regional atau
general
2. Definitif
a. Faktor yang mempengaruhi optimalisasi
- Stabilisasi fraktur
- Besarnya displacement
- Kwalitas tulang
- Usia dan aktifitas penderita
- Ketersediaan peralatan
b. Macam
- Reduksi tertutup dan splint
- Reduksi tertutup dan pinning subkutan
- Fiksasi eksterna
- Reduksi terbuka dan fiksasi interna
- Fiksasi eksterna dan interna
c. Macam pengobatan :
1. Non bedah: reposisi dengan pembiusan, fiksasi
dalam posisi pronasi, semi fleksi dan ulnar, deviai
pada pergelangan tangan, gips sampai di bawah
siku
2. Bedah: bila non bedah gagal
d. Waktu pengobatan :
e. Terapi komplikasi :
f. Kualifikasi operator:
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi
9. Tempat pelayanan : RS Trijata
10. Penyulit : Compartement sydrome
Suddec atropi
11. Informed consent : Perlu
12. Standar tenaga : SpOT
13. Lama perawatan
14. Masa pemulihan : ±4-6 minggu
15. Hasil : Fragmen tulang tereposisi dan fiksasi pada posisi
optimal
16. Patologi :-
17. Otopsi :-
18. Prognosis : Baik
19. Tindak lanjut : Perawatan poliklinis