You are on page 1of 8

Home About Contact Disclaimer Privacy Policy Sitemap

KUMPULAN LAPORAN PENDAHULUAN
KEPERAWATAN, ASUHAN KEPERAWATAN
LENGKAP,SAP DAN LEAFLET, TUGAS-TUGAS
KULIAH KEPERAWATAN LAINNYA

HOME LAPORAN PENDAHULUAN (LP) ASUHAN KEPERAWATAN SAP&LEAFLET CONTOH SKRIPSI

Growing Codebase? DOWNLOAD
Learn Version Control Tips From Leading Embedded Systems Developers Perforce

SEARCH THIS BLOG
LP JIWA LAPORAN PENDAHULUAN ISOLASI SOSIAL LENGKAP

LAPORAN PENDAHULUAN ISOLASI SOSIAL
POPULAR
LENGKAP
LAPORAN PENDAHULUAN BAYI
by Anggi Pratama on 3/25/2017 in LP JIWA BARU LAHIR LENGKAP

LAPORAN PENDAHULUAN
PENYAKIT PARU OBSTRUKSI
KRONIK (PPOK)

Laporan Pendahuluan Kanker
Usus/Ca Colon

LAPORAN PENDAHULUAN
Lihat Versi Doc Klik Disini HIPERTENSI HEART DISEASE ( HHD )

Pdf symbol
LAPORAN PENDAHULUAN
HALUSINASI LENGKAP
Iklan Depositphotos

CONTOH SKRIPSI S1
KEPERAWATAN Judul "HUBUNGAN
Learn more
TINGKAT KECEMASAN DENGAN
QUALITY OF LIFE PADA PASIEN
        A. Kasus/Masalah Utama : Isolasi sosial CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUANG
1.1 Pengertian  HEMODIALISIS DI RSUD PRINGSEWU TAHUN
a) Isolasi sosial merupakan keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain dianggap 2016"

menilai, menyatakan, serta memperlihatkan sikap negatif dan mengancam bagi dirinya (Townsend,
LAPORAN PENDAHULUAN “
2009). GANGGUAN RASA NYAMAN : NYERI
b) Isolasi sosial adalah keadaan ketika seorang klien mengalami penuruanan bahkan sama sekali tidak “
mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya (Keliat, 2010)
c) Isolasi sosial sebagai suatu pengalaman mnyendiri dari seseorang dan perasaan segan terhadap orang FACEBOOK

lain sebagai sesuatu yang negative atau keadaan yang mengancam (Herdman, 2012). Dengan kata lain
kita dapat katakana bahwa isolasi sosial adalah kegagalan individu dalam melakukan interaksi dengan
orang lain yang disebabkan oleh pikiran negatif atau mengancam.
Sukai Halaman

1.2 Rentang Respon Sosial dan Gangguan Kepribadian Jadilah orang pertama yang menyukai ini.

TAGS

ASUHAN KEPERAWATAN (9) LP ANAK (5)

LP JIWA (8) LP KDM (4) LP KMB (34)

LP MATERNITAS (4) MAKALAH KEPERAWATAN
SAP&LEAFLET (7) SKRIPSI KU (6)

BLOG ARCHIVE

April (2)
March (25)
April (14)
March (47)

FOLLOW BY EMAIL

Enter your email address to subscribe to this blog and receive
notifications of new posts by email.

Email address...

SUBMIT

B.Proses Terjadinya Masalah
Proses terjadinya isolasi sosia dapat dijelaskan dengan menggunakan pendekatan psikodinamika model Stuart
(2009) dimana pada mode ini masalah keperawatan dimulai dengan menganalisa faktor predisposisi, presipitasi,
penilaian terhadap stressor, sumber kopingdan mekanisme kong yang digunakan oleh seorang klien sehingga
menghasilkan respon baik yang bersifat konstruktif maupun destruktif dalam rentang adaptif samapi maladaptif.
ABOUT ME
Menurut Stuart (2009), masalah isolasi sosial dapat dijelaskan dengan menggunakan psikodinamika masalah
keperawatan jiwa seperti skema di bawah ini:
Faktor Predisposisi Anggi Pratama
Follow 3
Stuart (2009), mengatakan faktor predisposisi adalah factor resiko timbulnya stress yang akan mempengaruhi tipe dan
sumber-sumber yang dimiliki klien untuk menghadapi stress. Stuart( 2009) membagi factor predisposisi dalam tiga View my complete profile

dominan yaitu biologis, psikososial dan sosio kultural
Report Abuse
a) Biologis
Faktor biologis berhubungan dengan kondisi fisiologis yang mempengaruhi timbulnya gangguan jiwa.
Isolasi sosial merupakan gejala negatif dari skizofrenia menurut berbagai penelitian kejadian skizofrenia
disebabkan beberapa factor seperti kerusakan pada area otak, peningkatan aktivitas neurotransmitter, serta
factor genetka.
1. Kerusakan pada area otak
Kejadian skizofrenia sering dihubungkan dengan adanya kerusakan pada bagian otak tertentu, namun
hingga kini belum dapat diketahui dengan pasti area yang dapat mengakibatkan skizofrenia. Menurut
penelitian beberapa area dalam otak yang berperan dalam timbulnya kejadian skizofrenia antara ain
sisitem limbic, korteks frontal, cerebellum dan ganglia basalis. Keempat area tersebut saling
berhubungan, sehingga disfungsi pada satu area akan mengakibatkan gangguan pada area yang lain
(Arief, 2006).
2. Peningkatan aktivitas neurotransmitter
Selain kerusakan anatomis pada area di otak, skizofrenia juga disebabkan karena peningkatan aktivitas
neurotransmitter dopaminergik. Videback (2006) mengatakan bahwa ada keterkaitan anatara
neoanatomi dengan neurokimia otak, pada klien skizofreniaditemukan adanya struktur abnormal pada
otak seperti atropi otak, perubahan ukuran serta bentuk sel pada system limbic dan daerah frontal selain
itu adanya factor imunovirologi dan respon tubuh terhadap paparan virus.
3. Faktor genetika
Penelitian tentang fakor genetic telah membuktikan bahwa skizofrenia diturunkan secara gentika.
Menurut Saddock (2003) Prevalensi seseorang menderita skizofrenia bila salah satu saudara kandung
menderita skizofrenia sebesar 8%, sedangkan bila salah satu orang tua menderita skizofrenia sebesar
12% dan bila kedua orang tua menderita skizorenia sebesar 47%.
b) Psikologis 
Teori Psikoanalitik, perilaku dan interpersonal menjadi dasar pola pikir predisposisi psikologis.
1. Teori psikoanalitik
Sigmund Freud melalui teori psiko analisa menjelaskan bahwa skizofrenia merupakan hasil dari
ketidakmampuan menyelesaikan masalah dan konflik yang tidak disadari antara impuls agresif aau
kepuasan libido serta pengakuan terhadap ego. Sebagai contoh konflik yang tidak disadari pada saat
masa kanak-kanak, seperti kehlangan cinta atau perhatian orang tua, menimbulkan perasaan tidak
nyaman pada masa kanak-kanak, remaja dan dewasa awal (Reorig, 1999).
2. Teori Perilaku
Selain teori psikoanalisa, teori prilaku juga mendasari factor predisposisi psikologis. Teor perlikaku
berasumsi bahwa perilaku merupakan hasil pengalaman yang dipelajari oleh klien sepanjang daur
kehidupanya, dimana setiap pengalaman yang dialami akan mempengaruhi prilaku klien baik yang
bersifat adaptif maupun maladaptif.
3. Teori interpersonal
Teori interpersonal berasumsi bahwa skizofrenia terjadi karena klien mengalami ketakutan akan
peolakan interpersonal atau trauma dan kegagalan perkembangan yang dialami pada masa
pertumbuhan seperti kehilangan, perpisahan yang mengakibatkan seseorang menjadi tidak beraya,
tidak percaya diri, tidak mampu membina hubungan saling percaya pada orang lain, timbulnya sikap
ragu-ragu dan takut salah. Selain itu klien akan menampilkan perilaku muah putus asa terhadap
hubungan dengan orang lain serta menghindar dari orang lain. Selain itu sistem keluarga yang kurang
harmonis seperti adanya penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak realistis, kurang
mempunyai tanggung jawab personal juga menjadi actor pencetus timbulnya gangguan dalam
hubungan interpersonal.
c) Sosial budaya
Faktor sosial budaya meyakini bahwa penyebab skizofrenia adalah pengalaman seseorang yang
mengalami kesulitan beradaptasi terhadap tuntutan sosial budaya karena klien memiliki harga diri rendah
dan mekanisme koping maladaptive. Stressor ini merupakan salah satu ancaman yang dapat mempengaruhi
berkembangnya gangguan dalam interaksi sosial terutama dalam menjalin hubungan interpersonal.
Gangguan dalam membina hubungan interpersonal biasanya mudah dikenali pada saat masa remaja atau
pada masa yang lebih awal dan berlanjut sepanjang tahap perkembangan masa dewasa yang ditandai
dengan adanya respon maladaptive yaitu ketidakmampuan klien untuk beradaptasi dengan lingkungan
sekitar serta ketidakmampuan membina hubungan interpersonal atau penyimpangan perilaku lain.
Penelitian yang dilakukan di amerika menyimpulkan sekitar 10% sampai 18% penduduknya mengalami
gangguan kepribadian (Stuart, 2009).
Townsend, M.C (2009) mengatakan pada umumnya isolasi sosial disebabkan karena kurangnya rasa
percaya diri, perasaan panik, adanya gangguan dalam proses pikir, sukar berinteraksi dimasa lampau,
perkembangan ego yang lemah serta represi dari rasa takut. Sedangkan menurut Stuart (2009) Isolasi sosial
disebabkan oleh harga diri rendah bila tidak segera ditangani perilaku isolasi sosial dapat beresiko
terjadinya halusinasi.
       2. Faktor Presipitasi 
Faktor Presipitasi adalah stimulus internal atau eksternal yang mengancam klien antara lain dikarenakan adanya
ketegangan peran, konflik peran, peran yang tidak jelas, peran berlebihan, perkembangan transisi, situasi transisi
peran dan transisi peran sehat-sakit (Stuart, 2009). Stuart (2009) membagi factor presipitasi dalam psikososial.
a) Psikologis
Faktor presipitasi psikologis klien isolasi berasal dari internal dan eksternal. Stuart & Laria (2005) yang
menyatakan bahwa isolasi sosial disebabkan karena adanya factor presipitasi yang berasal dari dalam diri
sendiri ataupun dari luar.
1.) Internal
Stressor internal terdiri dari pengalaman yang tidak menyenangkan, perasaan ditolak dan
kehilangan orang yang berarti. Penelitian yang dilakukan oleh Canadian Assosiation Psychiatric
(2004), menunjukan bahwa prevalensi ketakutan berhubungan sosial pada klien yang memiliki
harga diri rendah 14.9% lebih tinggi dibandingkan dengan klien yang memiliki harga diri tinggi
sebesar 6.6%
2.) Eksternal
Stressor eksternal adalah kurangnya dukungan dari lingkungan serta penolakan dari lingkungan
atau keluarga. Stressor dari luar klien tersebut dapat berupa ketegangan peran, konflik peran, peran
yang tidak jelas, peran berlebihan, perkembangan transisi, situasi transisi peran dan peran sehat-
sakit. Stuart (2000) yang menyatakan bahwa seseorang dengan tipe keperibadian introvert,menutup
diri dari orang yang berarti dalam hidup nya.
b) Sosial budaya
Sosial budaya merupakan ancaman terhadap system diri .ancaman terhadap system dari merupakan
ancaman terhadap identitas diri,harga diri,dan fungsi integeritas .ancaman terhadap system diri berasal dari
dua sumber yaitu ekternal dan internal. Sumber ekternal dapat di sebabkan karena kehilanga orang yang
sangat di cintai karena kematian,perceraian,perubahan,setatus pekerjaan,dilemma etik,ataupun tekanan
sosialdan budaya.sedangkan sumber internaldi sebabkan karena kesulitan membangun hubungan
interpersonal di linkungan sekiar seperti di lingkungan rumah atau di tempat krjadan ketidak mampuan
menjalan kan peran baru sebagai orang tua,pelajar atau pekerja.penelitian tentang faktor lingkungan
sebagai salah satu penyebab isolasi sosial menyimpulkan bahwa lingkungan memiliki adil yang cukup
besar terhadap timbul nya harga diri rendah pada klien seperti lingkungan yang tidak kondusif dan selalu
memojokan klien dan pada akhir nya akan mempengaruhi aktifitas kelien termasuk hubungan dengan
orang lain
3.Penilain Stressor
Model stress Adaptasi Stuart (2009) mengidentrigasikan data dari konsep
psikonalsis,interpersonal,prilaku,genetik dan biologis.berbagai konsep tersebut akan menjelaskan tentang
penilaian steresor terhadap seseorang terhadap respon yang akan di timbulkan akibat mengalami harga diri
rendah salah satu nya adalah isolisasi sosial. Penilain terhadap stressor yang dialami klien dengan isolasi sosial
meliputi kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial.

a. Kognitif 
Stuart (2009) yang menyatakan bahwa faktor kognitif bertugas mencatat kejadian stress full dan reaksi di
timbulkan secara emosional,fisiologis,serta perilaku dan reaksi sosial seseorang yang di tampilkan akibat
kejadian stress full dalam kehidupan selain memilih pola koping yang di gunakan.berdasarkan penilaian
tersebut klien dapat menilai ada nya sesuatu masalah sebagai ancaman atau potensi
b. Afektif 

Afektif Menurut stuart (2009) respon afektif terkait dengan ekspresi emosi,mut.dan sikap.
Respon afektif yang di tampilkan di pengaruhi ketidakmampuan jangan panjang terhadap situasi yang
membahayakan sehingga mempengaruhi kecendrungan respon terhadap ancaman terhadap harga diri
klien.respon afektif pada klien isolasi sosial adalah perasaan putus asa,sedih,kecewa,merasa tidak
bahagi dan merasa tidak di perhatikan menurut stuart dan laria (2005) perasaan yang di rasakan klien
tersebut dapat mengakibatkan menarik diri dari lingkungan sekitar

c. Fisilogis

Menurut stuart (2009) respon fisiologis terkait dengan bagamana system fisilogis tubuh berespon
terhadap stressor,yang mengakibatkan perubahan terhadap sisten neuroendokrin,dan hormonal.
Respon fisiologis merupakan respon neurobiologis yang bertujuan untuk menyikapkan klien dalam
mengatasi bahaya.perubahan yang di alami oleh klien akan mempengaruhi neurobiologist untuk
mencegah stimulus yang mengancam.
Setiap klien yang di lahirkan memiliki system saraf pusat yang sensitif terhadap stimulus yang
membahayakan.respon perilaku dan sosial yang di tampilkan klien merupakan hasil belajar dari
pengalaman sosial dan masa kanak kanak dan dewasa khusus nya dalam mengahadapi berbagai
stressor yang mengancam harga diri klien

d. Perilaku

Adalah hasil dari respon emosional dan fisioligis respon perilaku isolasi sosial teridentifikasi 3 perilaku
yang maladiktif yang itu sering melamun,tidak mau bergaul dengan klien lain tidak mau
mengemukakan pendapat,mudah menyerah dan ragu ragu dalam mengambil keputusan atau dalam
melakukan tindakan

e. Sosial 

Merupakan hasil perpaduan dari respon kognitif,afektif,fisiologis dan perilaku yang akan
mempengaruhi hubungan, atau interaksi dengan orang lain respon perilaku dan sosial memperlihatkan
bahwa klien dengan isolasi sosial lebih banyak memberikan respon menghindar terhadap stressor yang
di dalam nya.respon negative yang di tampilkan merupakan akibat keterbatasan kemampuan klien
dalam melesaikan masalah dan keterbatasan klien dalam melakukan penilaian terhadap
stressor,sehingga klien memilih stressor bukan sesuatu yang harus di hadapi atau di selesaikan.

4. Mekanisme Koping

Mekanisme koping yang bisa di gunakan adalah pertahanan koping dalam jangka panjang serta
penggunaan mekanisme pertahanan ego,Stuart (2009) mengatakan pertahanan jangka pendek yang bisa
di lakukan klien isolasi sosial adalah lari sementara dari krisis,missal nya dengan bekerja keras,nonton
televisi secara terus menerus,melakukan kegiatan untuk mengganti identitas sementara,missal nya ikut
kelompok sosisal,keagamaan dan politik,kegiatan yang member dukungan sementara,seperti mengikuti
sesuatu kompetensi atau kontes popularitas, kegiatan mencoba menghilangkan anti identitas sementara,
seperti penyalagunakan obat obatan.

5. Sumber koping

Menurut Stuart (2009) , sumber koping merupakan pilihan atau strategi bantuan untuk memutuskan
mengenai dapan apa yang di lakukan dalam menghadapi suatu masalah.dalam menggapai stressor klien
dapat menggunakan berbagai sumber koping yang di milikinya baik internal atau eksterna
a. Kemampuan personal
Pada klien isolasi sosial kemampuan personal yang harus di miliki meliputi kemampuan secara
fisik dak mental kemampuan secara fisik teridentifikasi dari kondisi fisik yang sehat kemampuan
mental meliputi kemampuan kognitif,afektif,perilaku dan sosial.kemampuan kognitif meliputi
kemampuan yang sudah ataupun yang belum di miliki klien didalam mengidentifikasi
masalah,menilai dan melesaikan masalah,sedangkan kemampuan afektif meliputi kemampuan
untuk meningkatkan konsep diri klien dan kemampuan perilaku terkait dengan kemampuan
melakukan tindakan yang adek kuat dalam melesaikan stressor yang di alami.kurang nya
dukungan,penghargaan dan kesempatan untuk melatih kemampuan yang di miliki klien dari
lingkungan sekitar klien akan mengakibatkan rendah nya motivasi klien untuk melesaikan masalah
yang di hadapi, timbul nya rasa rendah diri yang pada akhir nya akan mengakibatkan gangguan
dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar.temuan ini sesuai dengan pendapat yang di
kemukakan oleh muslim (2001) bahwa gejala negatif pada klien gangguan jiwa kronik adalah
kurang tidak ada nya motivasi.

b. Dukungan sosial 

Taylor,dkk (2003) menyatakan bahwa dukungan sosial akan membantu klien untuk meningkatkan
pemahaman terhadap stressor dalam mencapai ketrampilan yang efektif pendapat lain yang
mendukung pernyataan di atas mengenai penting nya dukungan sosial proses penyembuhan klien
adalah pernyataan yang di ungkapkan oleh sarafino (2002), yang menyatakan bahwa dukungan
sosial merupakan perasaan caring penghargaan yang akan membantu klien untuk mendapat
menerima orang lain yang berasal dari keyakinan yang berbeda.pendapat senada di uraikan oleh
tomaras,et.al.,(2001 dalam keliat,2003) yang menyatakan bahwa dukungan anggota keluarga di
dalam membantu merawat klien dengan skizofrenia akan mengurangi frekuensi kekambuhan klien
berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa dengan dukungan sosial seseorang klien
merasakan ada nya cinta,penghargaan,membantu mencapai keterampilan sosial dan koping yang
adaktif serta yang terpenting adalah membantu proses penyembuhan.
Sumber dukungan sosial pada klien isolasi sosial meliputi dukungan yang di miliki klien baik yang
di dapatkan dari keluarga,perawat maupun dari lingkungan sekitar klien.dukungan yang di berikan
dapat berupa dukungan fisik dan psikologis. Dukungan fisik yang di pengaruhi di peroleh melalui
dukungan keterlibatkan aktif dari keluarga,perawat,dokter serta tenaga kesehatan lain nya yang
dapat membantu klien mengatasi masalah.menurut Stuart (2009) untuk mampu memberikan
dukungan sosial kepada klien dengan isolasi sosial keluarga harus memiliki kemampuan seperti
kemampuan mengenal masalah,menentukan masalah dan melesaikan masalah kemampuan
mengenal masalah tampak pengetahuan keluarga tentang kondisi klien dan potensi yang di miliki
keluarga kemampuan menentukan masalah teridentifikasi dari kemampuan untuk menentukan
prioritas masalah sedangkan kemampuan melesaikan masalah teridentifikasi kemampuan untuk
menentukan prioritas masalah sedangkan kemampuan melesaikan masalah teridentifikasi dari
kemampuan melakukan perawat baik terhadapa klien maupun anggota keluarga lain nya.dukungan
dapat di lakukan keluarga meliputi pencegahan tersier yaitu membantu memberikan perawatan di
rumah sesuai dengan konsep teori yang ada .

c. Aset material
Aset material yang dapat diperoleh meliputi dukungan financial, system
pembiayaan layanan kesehatan seperti asuransi keshtan ataupun program
layanan kesehtan bagi masyarakat miskin, kemudahan mendapatkan fasilitas dan
layanan kesehatan serta kerterjangkauan pembiayaan pelayanan kesehatan dan ketersediaan
sarana tranportasi untuk mencapai layanan kesehatan selama
dirumah sakit maupun setelah pulang. Material asset meliputi ketersediaan dana
ketidak mampuan klien dalam memenuhi asset material akan berpotensi menimbulkan
maslah akibat tidak optimal nya sumber koping yang di miliki.

                    d.  Keyakinan positif
Keyakinan positip adalah keyakinan diri yang menimbulkan motipasi dalam
menyelesaikan sgala stressor yang dihadapi. Keyakinan positip diperoleh dari keyakinan
terhadap kemampuan diri dalam mengatasi ketidak mampuan klien dalam berinteraksi dengan
lingkungan skitar. Adanya kemampuan positif yang di miliki klien akan memotifasi dan
membantu klien untuk menggunakan kekanisme koping yang adaktif, kegiatan spiritual seperti
berdoa, mengikuti kegiatan keagamaan yang ada merupakan salah satu mekanisme koping adaftip
yang dilakukan yang di lakukan oleh klien dalam menilai steresor yang dialami. Kegiatan pemilihan
spiritual dalam rangka menurunkan berbagai steresor tersebut senada dengan penelitian yang
dilakukan oleh baldacchino (2001),yang menyebutkan bahwa koping spiritual yang
merupakan upaya yang menyelesaikan masalah antara situmulus stress dan hasil negative yang
dapat menyebabkan timbul nya stress. Sebaliknya keyakinan negative semakin menimbulkan perilaku
maladiftif pada klien.

       A.  Daftar Masalah Keperwatan dan Data Yang perlu Di Kaji
1. Masalah keperawatan:
Dignosa keperawatan primer untuk respon sosial maladiftif ( NANDA),Stuar, (2009)
a. Coping defensifve
b. Self-Eateem,chrome low
c. Self –Mutilation,risk for
d. Social intraction, impiaried
e. Violancie risk for self – directed or other-directed
f. Anxiety
g. Family processes, interrupted
h. Role performance,ineffecitive
i. Social isolation

2. Data yang perlu dikaji pada masalah keperawatan isolisasi sosial
Tanda dan gejala isolasi sosial dapat dinilai dari ungkapan pasien dan dukung dengan hasil observasi.
a. Data subyektif , pasien mengungkapkan tentang
· Perasaan sepi
· Perasaan tidak aman
· Perasaan bosan dan waktu terasa lambat
· Ketidakmampuan berkonsenterasi
· Perasaan ditolak
b. Data obyektif
· Banyak diam
· Tidak mau bicara
· Menyendiri
· Tidak mau berinteraksi
· Tanpak sedih
· Ekpersi datar dan dangkal
· Kontak mata kurang

      B. Pohon Masalah
Menurut keliat dkk (2001) pohon masalah isolisasi sosial adalah sebagai berikut :

     E. Diagnosis
1. Diagnosis keperawatan : isolasi sosial
2. Diagnosis medis : skizofrenia

    F. Rencana Tindakan Keperawatan 
No Diagnose keperawaan Tujuan Intervensi
Isolasi sosial 1. Membina hubungan saling Pertemuan 1
percaya
2. Dapat mengidentifikasi 1. Identifikasi penyebab isolasi
isolasi sosial :siapa yang sosial : siapa yang serumah,
serumah, siapa yang siapa yang dekat, dan apa
dekat, dan apa sebabnya sebabnya
3. Dapat memberitahukan 2. Jelaskan kuntungan punya
kepada klien keuntungan teman dan bercakap- cakap
punya teman dan 3. Jelaskan kerugian tidak punya
bercakap-cakap teman dan tidak bercakap-cakap
4. Dapat Memberitahukan 4. Latih cara berkenalan dengan
kepada klien kerugian pasien, perawat, dan tamu
tidak punya temn dan 5. Masukan pada jadual kegiatan
tidak bercakap- cakap untuk latihan berkenalan

5. Klien dapat berkenalan
degan pesien, perwat, dan
tamu
1. Klien dapat berbicara Pertemuan ke 2
saat melakikan kegiatan
harian 1. Evaluasi kegiatan berkenalan
2. Klien dapat berkrnalan dengan beberapa orang.beri
dengan 2-3 orang pasien, pujian
perawat dan tamu 2. Lati cara berbicara saat
melakukan kegiatan harian (
latih 2 kegiatan )
3. Masukan pada jadwal kegiatan
untuk latihan berkenalan
dengan 2-3 orang pasien,
perawat dan tamu , berbicara
saat melakukan kegiatan harian

1. Klien dapat Pertemuan ke 3
berbicara saat
melakuakan 1. Evaluasi kegiatan, latihan
kegiatan harian berkenalan (beberapa orang )
2. Klien dapat dan bicara saat melakukan
berkenalan dengan duaan kegiatan harian.berikan
4-5 orang,berbicara pujian
saat melakuakan 2 2. Lati cara berbicara saat
kegiatan harian melakukan kegiatan harian ( 2
kegiatn baru)
3. Masukan dalam jadwal
kegiatan harian untuk latihan
berkenalan 4-5 orang,berbicara
saat melakukan 4 kegiatan
latihan

1. klien dapat berbicra Pertemuan ke 4
sosial : meminta
sesuatu,menjawap 1. evaluasi kegitan latihan
pertanyaan berkenalan, bicara saat
2. klien dapat berkenalan melakukan empat kegiatan
dengan >5 orang, orang harian. Berikan pujian
baru, berbicara saat 2. latihan bicara sosial: meminta
melakukan kegiatan sesuatu,menjawab pertanyaaan
harian sosialisasi 3. masukan pada jadwal kegiatan
untuk latihan berkenalan
>5orang, orang baru berbicara
saat melakukan kegiatan harian
dan sosialisai

1. klien dapat mandiri Pertemuan ke 5-12
dalam berkenalan,
berbicara saat melakukan1. evaluasi kegiatan latihan
kegiatan harian dan berkenalan, berbicara saat
sosialisai melakukan kegiatan harian dan
sosialisai beri pujian
2. latihan kegiatan latihan
3. Nilai kemampuan yang telah
mandiri
4. Nilai apakah isolisasi sosial
teratasi

BAHAN BACAAN
Videbeck, S.L. (2008). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EG.
Stuart, G.W> & Laraia, M.T. (2005). Principles and Practice of  Psychiatrich Nursing, 8 ed. Missouri: Mosby, 
Inc
Townsend, M.C (2009) Psychiatrich Mental Health Nursing Concepts Of Care in Evidence-Based Practice. 6 
ed. Philadelphia: F.A Davis Company

Share This: Facebook Twitter Google+ Pinterest Linkedin

RECOMMENDED ARTICLES

STRATEGI PELAKSANAAN SP PENGKAJIAN JIWA
STRATEGI PELAKSANAANSP: PENGKAJIANLihat Versi Doc Klik Disini      A.      Proses keperawatan   &nbs...

LAPORAN PENDAHULUAN ISOLASI SOSIAL LENGKAP
                                          &nb...

LAPORAN PENDAHULUAN HARGA DIRI RENDAH LENGKAP
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); Lihat Versi Doc Klik DisiniMASALAH UTAMA: HARGA DIRI
RENDAH1.Pengertiana. Harga diri ( ...

LAPORAN PENDAHAULUAN DEFISIT PERAWATAN DIRI LENGKAP
DEFISIT PERAWATAN DIRI Lihat Versi Doc Klik Disini (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});    
 A.   ...

NEWER ARTICLE OLDER ARTICLE

STRATEGI PELAKSANAAN SP PENGKAJIAN JIWA LAPORAN PENDAHULUAN HARGA DIRI RENDAH LENGKAP

NO COMMENTS:

Post a Comment

LINKS TO THIS POST
Create a Link

Designed with by Way2Themes | Distributed By Best Blogger Themes