You are on page 1of 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

NUTRISI PADA BAYI DAN BALITA

Disusun Oleh :
Frida Amelia Ekawati
SN181068

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan : Nutrisi Pada Bayi Dan Balita


Sub Pokok Bahasan : Memberikan Nutrisi Yang Benar
Sasaran : Ibu yang mempunyai bayi dan balita
Hari / Tanggal : Selasa, 18 Desember 2018
Waktu : 20 Menit
Penyaji : Frida Amelia Ekawati

I. Latar Belakang
Secara harfiah, balita atau anak bawah lima tahun adalah anak usia
kurang dari lima tahun sehingga bayi usia dibawah satu tahun juga
termasuk dalam golongan ini. Namun, karena faal (kerja alat tubuh
semestinya) bayi usia di bawah satu tahun berbeda dengan anak usia diatas
satu tahun, banyak ilmuwan yang membedakannya. Utamanya, makanan
bayi berbentuk cair, yaitu air susu ibu (ASI), sedangkan umumnya anak
usia lebih dari satu tahun mulai menerima makanan padat seperti orang
dewasa.Anak usia 1-5 tahun dapat pula dikatakan mulai disapih atau
selepas menyusu sampai dengan prasekolah. Sesuai dengan pertumbuhan
badan dan perkembangan kecerdasannya, faal tubuhnya juga mengalami
perkembangan sehingga jenis makanan dan cara pemberiannya pun harus
disesuaikan dengan keadaannya. Menurut Persagi (1992), berdasarkan
karakteristiknya, balita usia 1-5 tahun dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
anak usia lebih dari satu tahun sampai tiga tahun yang dikenal dengan “
batita “ dan anak usia lebih dari tiga tahun sampai lima tahun yang dikenal
dengan usia “ prasekolah”. Batita sering disebut konsumen pasif,
sedangkan usia prasekolah lebih dikenal sebagai konsumen aktif.

II. Tujuan
A. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diadakan penyuluhan diharapkan Ibu-ibu yang mempunyai
anak bayi dan balita dapat mengerti dan memahami tentang gizi pada
bayi dan balita.
B. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan sasaran dapat :
a. Mengetahui tentang pengertian gizi pada bayi dan balita.
b. Mengetahui tentang makanan tinggi protein pada bayi dan balita.
c. Mengetahui tentang macam-macam makanan yang bergizi pada
bayi dan balita.
d. Mengetahui dampak kekurangan-kekurangan zat makanan yang
bergizi.
e. Mengetahui pola diet pada bayi dan balita.
f. Mengetahui tentang cara memasak yang tepat.

III. Metode
Metode yang digunakan yaitu:
Diskusi / Tanya jawab

IV. Media
Leaflet

V. Materi
Terlampir

VI. Pengorganisasian
NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA
1 3 Menit Pembukaan:
Pembukaan Salam Menjawab salam
b. Mendengarkan
Perkenalan
c. Memperhatikan
Relevansi d. Memahami
Tujuan
2 10 Menit Pelaksanaan :
a. Menjelaskan pengertian gizi Mengetahui apa yang
b. Menjelaskan jenis makanan
dimaksud gizi
yang baik di konsumsi oleh b. Mengetahui jenis makanan
bayi dan balita pada bayi dan balita
c. Menjelaskan manfaat gizi pada
c. Mengetahui manfaat gizi
bayi dan balita untuk bayi dan balita
d. Menjelaskan faktor resiko d. Mengetahui faktor resiko
kekurangan atau kelebihan gizi kekurangan atau kelebihan
pada balita gizi pada bayi dan balita
M Menjelaskan cara memasak d Mengetahui cara memasak
yang benar yang benar
m
3 5 Menit Evaluasi :
Menanyakan kepada peserta Menjawab pertanyaan
tentang materi penyuluhan
yang telah diberikan dan
mereview kembali kepada
peserta yang dapat mejawab
pertanyaan yang telah
diajukan.
4 2 menit Terminasi :
a. Mengucapkan terimakasih atasa. Mendengarkan
b. Menjawab salam
peran serta peserta yang hadir
dalam penyuluhan.
b. Mengucapkan salam penutup.

VII. Setting Tempat

A
B D
Keterangan : C
A, B, C : Ibu
D : Penyaji

VIII. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Peserta hadir tepat waktu di tempat penyuluhan.
b. Pelaksaanan penyuluhan di Posyandu Yogatama
c. Perencanaan pelaksanaan penyuluhan dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
a. Peserta sangat antusias dengan materi penyuluhan.
b. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan.
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan
secara benar.
3. Evaluasi Hasil
a. Ibu-ibu yang mempunyai anak bayi dan balita mengerti dan
memahami tentang gizi pada bayi dan balita.

IX. Referensi

MATERI
A. Definisi Gizi
Gizi adalah makanan dan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh yang
berhubungan dengan kesehatan.
B. Makanan bayi usia 0-6 bln
Pertunbuhan dan perkembangan bayi masih berlangsung sampai dewasa.
Makanan yang paling sesuai untuk bayi adalah air susu ibu, karena ASI
memang diperuntukkan bayi-bayi yang khasiatnya sebagai makanan pokok
untuk bayi.
Keunggulan ASI dubanding susu sapi
a. ASI mengandung hampir semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi
dengan konsentrasi yamg sesuai dengan kebutuhan bayi
b. ASI mengandung kadar laktosa yang lebih tinggi, dimana laktosa ini
dalam usus akan mengalami peragian hingga membentuk asam laktat
yang bermanfaat dalam usus bayi, yaitu:
- Menghambat pertumbuhan bakteri yang patologis
- Merangsang pertumbuhan mikroorganik yang dapat menghasilkan
berbagai asam organic dan mensintesa beberapa jenis vitamin dalam
usus
- Memudahkan penyerapan protein susu
- Memudahkan penyerapan berbagai jenis mineral
c. ASI mengandung berbagai zat penolak yang dapat melindungi bayi dari
berbagai penyakit infeksi
d. ASI lebih aman dari kontaminasi karena diberikan langsung
e. Resiko alergi pada bayi kecil sekali
f. ASI dapat sebagai perantara untuk menjalin hubungan kasih saying
antara ibu dan bayi
g. Suhu ASI sesuai dengan susu tubuh bayi
h. ASI membantu pertumbuhan gigi lebih baik
i. ASI ekonomis, praktis tersedia setiap waktu

C. Umur 6-12 bln


a. Berikan air susu ibu (ASI) sesuai dengan keinginan anak.
b. Beriakn bubur nasi ditambah telur, ayam, ikan, tempe, tahu, daging
sapi, wortel, bayam, kacang hajau.
c. Makanan tersebut diberikan 3 kali sehari setiap kali makan
d. Berikan juga makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan
seperti : bubur kacang hijau, pisang, biscuit, naga sari, dsb.
D. Pola pemberian makanan pada bayi usia 0-5 thn
Umur Jenis Makanan Pemberian Dalam Sehari
(bulan)
0-6 ASI Sekehendak
ASI Sekehendak
6-8 Buah 1 kali
Bubur susu 2 kali
ASI Sekehendak
Buah 1 kali
8-10
Bubur susu 1 kali
Nasi tim saring 2 kali
ASI 1 kali
10-12 Buah 3 kali
Nasi tim saring 3 kali
ASI 2-3 kali
Buah 1 kali
12-24 Makanan seperti 3 kali
keluarga 1 kali
Makanan kecil
2 Susu 2-3 kali
Buah 1 kali
tahun-
Makanan seperti 3 kali
5
keluarga 1 kali
tahun
Makanan kecil
Keterangan:
- Makanan keluarga : mudah dicerna dan tidak pedas
- Makanan kecil berupa biscuit, bubur kacang ijo dan lain-lain
E. Mengatur makanan anak usia 1-5 tahun
Dalam memenuhi kebutuhan gizi usia 1-5 tahun hendaknya digunakan
kebutuhan prinsip sebagai berikut:
a. Bahan makanan sumber kalori harus dipenuhi baik berasal dari
makanan pokok, minyak dan zat lemak serta gula.
b. Berikan sumber protein nabati dan hewani
c. Jangan memaksa anak makan makanan yang tidak disenagi, berikan
makanan lain yang diterima anak.
d. Berilah makanan selingan (makanan ringan) misalnya, biscuit dan
semacamnya, diberikan antara waktu makan pagi, dan sore (pukul 16.00
WIB).
F. Guna makanan bagi bayi dan balita
a. Sebagai sumber zat tenaga
b. Sebagai sumber zat pembangun
c. Sebagai sumber zat pengatur
G. Pengertian kurang gizi
Kurang gizi adalah kekurangan zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh
sehingga terjadi perubahan tubuh (kurus,lemah,pucat)
H. Penyebab kurangnya gizi
a. Kurang makan
b. Makanan yang tidak seimbang
c. Makanan yang tidak teratur
d. Salah dalam mengolah makanan
I. Tanda-tanda kurang gizi
a. Badan kurus
b. Kulit kering kusam
c. Lemas dan pucat
d. Mata bengkak
e. Kaki dan tangan bengkak
J. Akibat kurang gizi
a. Gangguan pertumbuhan
b. Mudah sakit
c. Kurang cerdas

K. Zat gizi yang terkandung makanan


a. Air
Kebutuhan tubuh akan air merupakan urutan kedua setelah kebutuhan
oksigen. Fingsi dari air bermacam-macam. Air merupakan komponen
terpenting dari struktur tubuh dalam fungsinya sebagai pelarut, maka air
memainkan peranan dasar dalam reaksi seluler. Air mengatur suhu
tubuh dengan mengambil panas yang dihasilkan pada reaksi seluler dan
mendistribusikannya keseluruh tubuh. Air penting sebagai pelumas
tubuh misalnya saliva, memungkinkan makanan masuk ditelan.
b. Protein dan asam amino
Fungsi protein adalah:
a. Penunjang pertumbuhan, protein merupakan bahan padat utama dari
otot, organ dan grandula endokrin. Merupakan unsure utama dari
matrik tulang dan gigi, kulit, kuku, rambut, sel darah dan serum.
b. Pengaturan proses tubuh, protein mempunyai fungsiyang sangat
kusus dalam pengaturan proses-proses tubuh misalnya, Hb
melakukan peeranan vital membawa oksigen ke jaringan.
c. Energi, Protein merupakan sumber energi potensial, setiap gramnya
menghasilkan 4Kkal (0.01MJ), jika protein digunakan untuk energy
maka tidak akan diapakai untuk kebutuhan sintesis.
Sumber Protein
a. Kandungan protein tinggi pada susu, daging, ikan, unggas, keju, biji-
bijian
b. Kandungan protein menengah pada telur, kacang-kacangan, tepung,
biji-bijian, susu cair.
c. Kandungan protein rendah sebagian besar pada buah-buahan dan
sayuran.
c. Lemak dan asam lemak
Fungsi utama lemak adalah memberikan energy, lemak bertindak
sebagai karir dari vitamin A,D,E,K yang larut dalam air dan
memberikan rasa yang menyenangkan dan memberikan perasaan
kenyang karena kecepatan pengosongan dari lambung.
Sumbeer makanan adalah baiksusus ASI dan sapi mengandung
sekitar 50 % kalori lemak. Sekitar 4% dari kalori total dalam ASI
diberikan oleh asamlinoleat. Sumber makanan lain adalah minyak,
mentega, margarine dan bumbu aselada yang merupakan sumber lemak
paling pekat.
e. Karbohidrat
Gula dan tepung merupakan sumber energy utama.
Fungsi karbohidrat:
a. Sebagai sumber energi
b. Sebagai aksi cadangan protein, jika terdapat defisiensi kalor dalam
diet maka akan digunakan jaringan adipose dalam protein.
c. Sebagai pengatur metabolisme lemak
d. Berperan dalam fungsi gastrointestinal, diduga laktosa
mempercepat pertumbuhuhan bakteri baik didalam ususu kecil
yang berfungsi untuk mensintesis vit B komplek dan Vit K.
Catatan :
- Cucilah tangan sebelun menyuapkan makanan pada balita
- Pakailah bahan makanan yang baik dan aman , peralatan mask yang
bdersih, dan cara memasak yang benar
L. Cara Memasak yang Tepat
Cara memasak yang tepat perlu di perhatikan oleh ibu dalam dalam
melakukan pengelolahan makanan yang di konsumsi oleh tiap anggota
keluarga,adapun cara yang di anjurkan adalah merebus, mengukus,
menumis memanggang, membakar sampai makanan matang. Dalam
mengolah makanan harus di perhatikan jenis bahan makanan yang
ada,misalnya sayuran sebelum dipotong di cuci terlebih dahulu dan dalam
merebus atau mengukus tidak boleh dari 20 menit, sedangkan dalam
menggoreng ikan tidak boleh sampai kering. Hal ini di harapkan agar
kandungan yang bermanfaat bagi tubuh dalam makanan tidak hilang
sehingga kandungan makanan dapat berguna bagi tubuh.