You are on page 1of 27


Gerunds adalah kara kerja (verb) yang ditambah ing (verb + ing) dan berfungsi sebagai kata benda
(noun). Dengan kata lain, gerund adalah kata kerja yang dibendakan/diubah menjadi kata benda
dengan menambahkan ing.
Dalam kalimat bahasa Inggris, gerunds mempunyai peran sebagai:
Gerunds as subject
Gerunds as object
Gerunds as subjective complement
Gerunds as object of preposition
Gerunds after word “NO”
Gerunds after possessive adjective
Gerunds after certain verbs
Gerunds as appositive

Berikut ini contoh-contoh gerunds yang berfungsi sebagai subject:

Reading is not my hobby.

Swimming is better than running.
Hiking can be very strenuous.

I like reading.
She goes swimming every morning.
Their favorite sport is running.


Gerund sebagai pelengkap subjek dalam kalimat biasanya selalu didahului tobe yang terletak di
antara subject dan subjective complement,
Her favorite sport is swimming.


Gerund sebagai objek dari preposisi terletak setelah preposisi, misalnya; for, before, without, in, at,
after, dll.
I will wash the dishes after eating.
You cannot be rich man without working.
Dalam kalimat larangan, kita sering memakai kata “No” dan setelahnya biasanya diletakkan verb +
ing yaitu gerunds.
No Smoking!
No parking in this area!


Gerunds juga sering kita jumpai setelah possessive adjective.
Thanks for your coming.


Dalam bahasa Inggris, ada beberapa kata kerja tertentu yang bila kita ingin memasukan kata kerja
sesudah kata kerja tersebut, maka kata kerja setelahnya harusnya berbentuk gerund atau verb + ing.
Berikut ini daftar kata kerja-kata kerja tersebut beserta contoh kalimatnya:
Admit : He admitted cheating on the test.
Advise : The doctor generally advised drinking low-fat milk.
Allow : Ireland doesn't allow smoking in bars.
Anticipate : I anticipated arriving late.
Appreciate : I appreciated her helping me.
Avoid : He avoided talking to her.
Begin : I began learning Chinese.
can't bear : He can't bear having so much responsibility.
can't help : He can't help talking so loudly.
can't see : I can't see paying so much money for a car.
can't stand : He can't stand her smoking in the office.
Cease : The government ceased providing free healthcare.
Complete : He completed renovating the house.
Consider ; She considered moving to New York.
Continue : He continued talking.
Defend : The lawyer defended her making such statements.
Delay : He delayed doing his taxes.
Deny : He denied committing the crime.
Despise : She despises waking up early.
Discuss : We discussed working at the company.
Dislike : She dislikes working after 5 PM.
Mind : I don't mind helping you.
Dread : She dreads getting up at 5 AM.
Encourage : He encourages eating healthy foods.
Enjoy : We enjoy hiking.
Finish : He finished doing his homework.
forget : I forgot giving you my book.
hate : I hate cleaning the bathroom.
Imagine : He imagines working there one day.
Involve : The job involves traveling to Japan once a month.
Keep : She kept interrupting me.
Like : She likes listening to music.
Love : I love swimming.
Mention : He mentioned going to that college.
Miss : She misses living near the beach.
neglect : Sometimes she neglects doing her homework.
permit : California does not permit smoking in restaurants.
Postpone : He postponed returning to Paris.
Practice : She practiced singing the song.
Prefer : He prefers sitting at the back of the movie theater.
propose : I proposed having lunch at the beach.
quit : She quit worrying about the problem.
Recall : Tom recalled using his credit card at the store.
Recollect : She recollected living in Kenya.
Recommend : Tony recommended taking the train.
regret : She regretted saying that.
Remember : I remember telling her the address yesterday.
Report : He reported her stealing the money.
require : The certificate requires completing two courses.
Resent : Nick resented Debbie's being there.
Resist : He resisted asking for help.
Risk : He risked being caught.
Start : He started studying harder.
Stop : She stopped working at 5 o'clock.
Suggest : They suggested staying at the hotel.
Tolerate : I tolerated her talking.
Try : Sam tried opening the lock with a paperclip.
Understand : I understand his quitting.
Urge :They urge recycling bottles and paper

Daftar kata kerja di atas beserta contohnya saya ambil dari: English Page

Gerund sebagai aposisi atau penegas dalam kalimat,
· His method, shooting and killing, eventually came to an end.
· She has a bad habit, gambling.
· Her favorite exercise, swimming in the pool, makes her body strong.
· That difficult work, sawing hard woo, makes him exhausted
Apa kabar teman-teman Belajar Bahasa Inggris Online? Semoga semua dalam keadaan sehat. Saat ini
kita akan membahas tentang gerunds dan present participle. Gerunds adalah kata kerja (verb) yang
ditambah dengan ing (Verb + ing) dan berfungsi sebagai kata benda (noun). Misalnya cooking,
swimming, singing, dancing. Bila kita amati, gerund ini mirip sekali dengan present participle.
Karena baik gerunds maupun present participle sama-sama terbentuk dengan menambahkan ing
setelah kata kerja (verb + ing). Bila kita tidak mengetahui perbedaannya tentu amat sulit menentukan
apakah verb + ing tersebut gerund atau present participle. Saya akan mencoba menjelaskan perbedaan
antara present participle dan gerund.


Present participle adalah kata kerja (verb) yang ditambah ing (verb + ing). Fungsi present participle
ini bisa sebagai kata kerja dan juga bisa sebagai adjective.


Apabila kita menjumpai kata kerja (verb) + ing, dan verb + ing tersebut digunakan bersamaan dengan
tobe atau terletak setelah tobe (is, am, are, was, were, been) maka verb + ing tersebut adalah present
participle yang berfungsi sebagai kata kerja.

I am sitting.
She is singing.
Toni was sleeping when I called her.
She has been watching TV for an hour.

Coba perhatikan contoh-contoh di atas, setelah tobe terdapat Verb + ing, fungsi verb+ ing tersebtu
adalah sebagai kata kerja (verb), karena terletak setelah tobe. Biasanya kita menggunakan present
participle yang berfungsi sebagai kata kerja adalah pada present/past continuous tense, present perfect
continuous tense, dll.
Kesimpulan: jadi present psrticiple yang berfungsi sebagai kata kerja, bila verb + ing tersebut terletak
setelah tobe.


Present participle yang berfungsi sebagai kata sifat (adjective) bila verb + ing tersebut tidak ditemani
oleh tobe atau tidak terletak bersebelahan dengan tobe.
The train arriving at the station now is an hour late.
The students talking in the class look very happy.

Perhatikan dua contoh kalimat di atas, pada kedua kalimat tersebut terdapat verb + ing, dan fungsi
present participle pada kalimat tersebut adalah sebagai adjective karena tidak diletakkan bersebelahan
denga tobe.
Berikut ini analisa dua contoh kalimat di atas:
arriving adalah adjective karena tidak ditemani oleh be. Sedangkan, Subject kalimat diatas adalah
train dan verbnya adalah is.
talking adalah adjective karena tidak ditemani oleh be. Subject dari kalimat diatas adalah students dan
verbnya adalah look.
Present participle (verb + ing) yang berfungsi sebagai kata sifat (adjective) bisa juga diletakkan
sebelum kata benda, contoh: a boring man, a drawing book, dan lain sebagainya.

Kesimpulan perbedaan gerunds dan present participle:

Gerunds hanya dapat berfungsi sebagai noun (kata benda), sedangkan present participle berfungsi
sebagai verb (kata kerja) dan juga adjective (kata sifat).
Bila anda menemukan verb + ing setelah tobe maka itu adalah present participle yang berfungsi
sebagai kata kerja. Bila anda menemukan verb + ing setelah tobe dan berfungsi sebagai subjective
complement atau pelengkap subjek maka itu adalah gerund. Bila anda menemukan verb + ing yang
terletak sebelum kata benda, misalnya: a drawing book, maka verb + ing tersebut adalah present
participle yang berfungsi sebagai adjective, bukan gerunds.
Bila anda menemukan verb + ing di awal kalimat yang berfungsi sebagai subjek, misalnya: Cooking
is her hobby. Swimming is better than running. Maka verb + ing tersebut adalah gerund.
Bila anda menemukan verb + ing setelah prepositions, misalnya: I will watch TV before eating. Maka
verb + ing teresebut adalah gerund as object of preposition bukan present participle.
Bila anda menemukan verb + ing setelah possessive adjective maka itu adalah gerund.

Semoga penjelasan saya mengenai perbedaan gerund dan present participle ini bisa dipahami dan
bermamfaat untuk kita semua. Amin. Terima kasih.


Sebelumnya kita telah belajar mengenai either dan neither. Sekarang kita akan membahas mengenai
either yang dipasangkan dengan or (either … or) dan neither yang dipasangkan dengan nor (neither …
Either … or dan neither … nor adalah paired conjunction atau disebut juga correlative conjunction.
paired conjunction adalah kata hubung yang digunakan selalu berpasangan. Mereka sudah
mempunyai pasangan masing-masing. Jadi either sebagai paired conjunction pasangannya adalah or,
dan neither pasangannya adalah nor.



Either + noun + or + plural noun + plural verb

Either + noun + or + singular noun + singular verb

Neither + noun + nor + plural noun + plural verb

Neither + noun + nor + singular noun + singular verb

Verb yang mengikuti either…or dan neither…nor ditentukan oleh subject kalimat setelah or atau nor.
Bila setelah or atau nor adalah singular noun/singular subject, maka verbnya adalah singular verb.
Jika setelah or atau nor adalah plural subject atau plural noun, maka verbnya adalah plural verb.
Perhatikan contoh di bawah ini:

a. Either … or
1. Either The students or Toni is watching TV now. (para pelajar itu atau Toni sedang menonton
TV sekarang.) makna dari kalimat ini adalah, kalau bukan John yang sedang menonton TV sekarang
maka Toni lah yang sedang menonton TV sekarang.

2. Either my friends or my mother sweeps the floor every morning. (Teman-teman saya atau ibu
saya menyapu lantai itu setiap hari.) makna kalimat ini adalah kalau bukan teman-teman saya yang
menyapu lantai maka ibu saya yang menyapu lantai itu.)

Sekarang perhatikan dua contoh di atas! Kata benda (noun) yang berfungsi sebagai subject pada
contoh 1 yang terletak setelah or adalah “Toni”. Karena Toni adalah singular noun maka verb yang
diletakkan adalah “is”. Pada contoh 2, subject setelah or adalah “mother”, yang merupakan singular
noun, maka harus memakai “sweeps” diletakkan “s” (ini pola simple present tense) karena subjeknya
adalah singular (mother = she).

Jika contoh-contoh di atas kita putar balik kalimatnya, maka akan menjadi seperti ini (akan tetapi
maknanya tetap sama walau kalimat itu dibalik):
1. Either Toni or the Students are watching TV.
2. Either my mother or my friends sweep the floor every day.
setelah kalimatnya dibalik, maka pada contoh 1, setelah or adalah “the students”, dan ini merupakan
plural noun, maka verb yang diletakkan adalah plural verb “are”. Pada contoh 2 juga begitu. Setelah
or adalah “my friends” maka verbnya adalah “sweep” karena “my friends” adalah plural noun. Agar
lebih paham perhatikan contoh-contoh lainnya di bawah ini:
1. Either the cats or the dog eats the fish.
Either the dog or the cats eat the fish.
2. Either she or you are smart.
Either you or she is smart.
3. Either Alex or his sisters have washed the dishes.
Either his sisters or Alex has washed the dishes.

Note: Anda akan kesulitan membuat kalimat menggunakan either ..or maupun neither …nor, jika
anda belum memahami pemakaian tenses dalam bahasa Inggris. Jika anda telah memahami tenses
dalam bahasa Inggris, baik itu dalam bentuk nominal sentence ataupun verbal sentence, maka anda
akan dengan mudah membuat kalimat ini. Terutama dalam menentukan kata kerjanya (verb).

b. Neither … nor
Cara pemakaian neither … nor sama denga either …or hanya saja makna kalimatnya berbeda.
Perhatikan contoh di bawah ini.
1. Neither the students nor Toni is watching TV now. (Tidak murid-murid itu, tidak juga Toni,
sedang menonton TV sekarang.) makna kalimat ini adalah: baik murid-murid itu dan juga Toni tidak
sedang menonton TV sekarang.
2. Neihter my friends nor my mother sweeps the floor. (tidak teman-temanku, tidak juga ibuku,
menyapu lantai itu.) Makna kalimat ini adalah: baik teman-temanku dan juga ibuku tidak menyapu
lantai itu.
Jika dibalik maka kalimatnya akan seperti ini: (walau dibalik makna kalimatnya tetap sama)
1. Neither Toni nor the students are watching TV now. (tidak Toni, tidak juga murid-murid itu,
sedang menonton TV sekarang.)
2. Neither my mother nor my friends sweep the floor.
Jadi cara pemakaian either … or dan neither … nor itu sama saja, hanya maknanya berbeda. Neither
… nor mempunyai makna negative walaupun dalam kalimat tersebut tidak terdapat kata NOT. Sekali
lagi ditekankan bahwa either berpasangan dengan or dan neither dengan nor.
Either dan neither tidak harus selalu berada pada awal kalimat, akan tetapi bisa juga ditempatkan di
tengah kalimat. Contoh:
1. I will either play games or sing a song tomorrow. ( saya akan bermain game, atau menyanyikan
sebuah lagu besok.)
2. Rina is neither smart nor stupid. (Rina tidak pintar juga tidak bodoh.)
3. Yesterday, I neither slept nor ate. (kemarin saya tidak tidur, juga tidak makan.)
Semoga dapat dipahami dan bermamfaat untuk kita semua. Amin.

c. Pemakaian Not Only...But Also

Tidak terasa hampir satu bulan tidak membuat artikel baru di blog kesayanganku ini. Inilah akibatnya
jika kesibukan yang kian hari kian bertambah. Mulai dari jam 8 pagi hingga jam 9 malam harus
melakukan rutinitas mengajar yang begitu padat. Hari Sabtu dan Minggu, yang merupakan hari untuk
beristirahat, juga harus digunakan untuk mengenjar setoran. hehehe.
Langsung saja ya....saat ini kita akan belajar mengenai not only .... but also yang juga merupakan
correlative conjunction atau paired conjunction. Not only ... but also mempunyai makna tidak
hanya...tetapi juga.

Berikut ini contoh-contoh pemakaian not only … but also:

He’s not only clever, but also he’s brave.

(not only … but also, bisa dipakai untuk menghubungkan 2 clauses/kalimat, akan tetapi kedua clause
tersebut haruslah pararel seperti contoh di atas: “he’s clever” dan “ he’s brave”)

He’s not only funny but also intelligent.

(Pada contoh ini, not only …but also, menghubungkan dua kata sifat “funny dan intelligent”)
Not only Shinta but also her brother is clever.
(pada contoh ini kita menggunkan verb “is”, dalam penentuan verbnya, tergantung pada kata setelah
“but also”. Contoh lain bisa dilihat dibawah ini!)

1. Not only John but also his friends are clever.

2. Not only Tono but also John sweeps the floor.
3. Not only Tono but also his sisters sweep the floor.
Jadi bila kata setelah but also itu singular, maka kita harus memasukan verb singular, jika plural maka
harus sesuai untuk verb yang plural pula. Pada contoh 2 di atas, kata setelah but also adalah “John”
oleh karena itu kata kerjanya haruslah sweeps yang mendapat penambahan “s”. Pada contoh 3, kata
setelah but also adalah his sisters yang berbentuk plural, maka kata kerja sweep tidak boleh ditambah
“s” (contoh-contoh ini berpola simple present tense).
Contoh lainnya:

Wrong: He not only painted the "Annunciation" but also [painted] the "Mona Lisa."
Right: He painted not only the "Annunciation" but also the "Mona Lisa."

Wrong: He not only played for Washington but also for Detroit and Pittsburgh.
Right: He played not only for Washington but also for Detroit and Pittsburgh.

Wrong: He not only coached soccer but also tennis.

Right: He coached not only soccer but also tennis.

Right: He taught not only physics and chemistry but also algebra and geometry.


Both … and juga merupakan correlative conjunction atau paired conjunction. Both … and
menyatakann “keduaduanya”. Both …. And hanya dipakai untuk kalimat positif saja. Hal penting
yang harus diperhatikan adalah, verb setelah both … and adalah plural verb. Contoh:

Benar: Both Siska and Anton are stupid.

Salah: Both Siska and Anton is stupid.

Benar: Both my sister and I are watching TV.

Salah : Both my sister and I am watching TV

Benar : Both Tono and Toni clean the board.

Salah : Both Tono and Toni cleans the board.

Benar : Both She and he were here yesterday.

Salah : Both she and he was here yesterday.

Mudah bukan penggunaan both …and ini. Semoga penjelasan yang sangat pendek ini bisa
bermamfaat. Amin.

Question Tag: Is, Am, Are

Question tag adalah untuk sebuah pertanyaan yang dibuat dalam satu kalimat untuk sebuah
penegasan.kadang-kadang pertanyaan jenis ini tidak membutuhkan jawaban apapun,kecuali hanya
untuk penegas si pembicara kepada yang diajak bicara.dalam bahasa indonesia question tag adalah
kata "bukan?" untuk sebuah penegasan. Contoh:
Saya pintar, bukan?
Kamu tidak dirumah, bukan?

Ada beberapa hal penting yang harus selalu kita ingat jika kita ingin membuat question tag, antara
Question tag adalah auxiliary(kt.bantu)+pronouns(kt.ganti).
jika pernyataan positif,question tagnya negatif.
jika pernyataan negatif,question tagnya positif.
subyek question tag harus berupa kata ganti(pronoun)
Berikut ini contoh cara membuat question tag yang menggunakan is, am, are:

Rina is smart, isn’t she?

Jhon is tall, isn’t he?
They are here, aren’t they?
We are hungry. Aren’t we?
Rina isn’t smart. Is she?
John isn’t tall, is he?
They aren’t here, are they?

Ada pengecualian yang harus perlu diingat, yaitu

pernyataan positif untuk I am; question tagnya aren't I bukan am not I
untuk pernyataan negatif untuk i am not question tagnya adalah am I

I am smart, aren’t I?
I am not smart, am I?

Question Tag: Do, Does

Pada materi question tag sebelumnya, telah dijelaskan bagaimana membuat question tag yang
menggunakan is, am, are (simple present tense dalam bentuk nominal sentence). sekarang kita akan
membahas cara membuat question tag yang menggunakan do dan does (simple present tense dalam
verbal sentence). Bila teman-teman belum memahami pembentukan kalimat simple present tense,
silahkan baca lebih dahulu penjelasannya pada: Simple present tense: Part II. Bagi yang belum
memahami apa itu question tag, silahkan membaca artikel ini: Question tag: is,am, are.

Berikut ini contoh-contoh question tag yang menggunakan do/does:

She goes to the market every Sunday, doesn’t she?

He watches TV every night, doesn’t he?
John plays soccer twice in a month, doesn’t he?

She doesn’t go to the market every Sunday, does she?

He doesn’t watch TV every night, does he?
John doesn’t play soccer twice in a month, does he?
They study English on Monday, don’t they?
The boys eat pizza every night, don’t they?
You bring the cake, don’t you?

They don’t study English on Monday, do they?

The boys don’t eat pizza every night, do they?
You don’t bring the cake, do you?


1. Present perfect continuous tense digunakan untuk:

Menunjukan sesuatu kegiatan atau peristiwa yang dimulai pada masa lampau (past) dan masih
berlanjut atau dilakukan sampai sekarang yang menggunakan durasi waktu tertentu. Misalnya “for an
hour/selama sejam, for to weeks/selama dua minggu, dll”.
She has been watching TV for 3 hours.
Dia telah sedang menonton TV selama 3 jam

Pada contoh di atas, “she” memulai melakukan kegiatan menonton TV “watch TV” 3 jam lalu dan
hingga sekarang si subject masih sedang menonton TV.
Sebenarnya pada fungsi yang pertama ini, present perfect continuous tense tidak jauh berbeda dengan
pesentperfect tense.

2. Present perfect continuous tense juga bisa digunakan untuk:

membuat kalimat yang menyatakan suatu peristiwa yang baru saja terjadi. Biasanya pada kalimat
seperti ini, sering digunakan kata “recently atau lately”.
I have been feeling really tired, recently.
She has been smoking too much lately

Pola kalimat
Dalam pembuatan kalimat present perfect tense, kita tetap menggunakan has atau have. Lebih
jelasnya perhatikan rumus di bawah ini:
Subject + have/has + been + Ving
(I/you/we/they + have + been + Ving)
(she/he/it + has + been + ving_
I have been singing for 2 hours.
She has been living in Jambi since 1998.
The cat has been eating the fish, recently.
Untuk membuat kalimat negative, tinggal menambahkan “not” setelah have/has. Contoh:
I have not been singing for 2 hours.
He has not been working.
Untuk membuat kalimat pertanyaan, kita letakkan have/has pada awal kalimat (untuk yes/no
answers). Contoh:
Have you been working for 2 hours? Yes, I have/ No, I have not.
Has she been watching TV? Yes, she has/ No, she has not.
Menggunakan WH-question:
What have you been eating? I have been eating fish.
Where has she been sleeping? She has been sleeping in her bedroom


Past perfect tense digunakan untuk menghubungkan kegiatan yang terjadi pada waktu lampau
sebelumnya dengan kegiatan yang terjadi pada waktu lampau setelahnya. Perhatikan contoh di bawah

I had eaten when she came to my house. ( Saya sudah makan ketika dia datang kerumahku).

Pada contoh di atas, terdapat dua kegiatan yang sama-sama terjadi pada masa lampau. “she came to
my house” adalah kegiatan yang terjadi pada waktu lampau, sebelum kegiatan ini terjadi, ada kegitan
lain yang lebih dulu selesai sebelum kegiatan tersebut, yaitu “ makan/eat pada kalimat “I had eaten”.

Bagaimana? Masih bingung ya… hehehe. Sekarang coba perhatikan perbedaan antara present perfect
tense dan past perfect tense. Semoga dengan ini teman-teman bisa paham apa itu past perfect tense.

Present perfect tense menghubungkan waktu lampau dengan waktu sekarang/present

I haven’t slept. I am so sleepy and I want to sleep now.
(saya belum tidur. Saya sangat ngantuk dan saya ingin tidur sekarang.)

I haven’t eaten, so I want to eat. ( saya belum makan, jadi saya ingin makan sekarang)

Past perfect tense menghubungkan dua waktu lampau.

2 hours ago I hadn’t slept. I was so sleepy and I wanted to sleep.
(dua jam yang lalu, saya belum tidur. Saya sangat mengantuk dan saya ingin tidur)

Masih bingung? Sekarang perhatikan ilustrasi sebuah peristiwa di bawah ini:

Sekarang coba anda bayangkan bahwa sekarang anda berada di sebuah stasiun kereta api, dan anda
terlambat beberapa menit sehingga anda ketinggalan kereta. Lalu petugas di stasiun berkata kepada

“You are too late. The train has left.” (kamu terlambat. Kereta apinya sudah berangkat)

(pada situasi ini, pola kalimat yang digunakan adalah present perfect tense)
Kemudian anda pulang karena anda ketinggalan kereta. Beberapa jam kemudian anda pulang.
Sesampainya anda dirumah, ayah anda bertanya mengapa anda pulang. Lalu anda berkata:

“ I was too late. The train had left” ( saya telambat. Kereta apinya sudah berangkat)
Kalimat yang anda gunakan untuk menjelaskan kepada ayah anda kenapa anda pulang adalah dalam
bentuk past perfect tense. Coba perhatikan kalimat di atas yang anda pakai untuk menjelaskan kepada
ayah anda, dalam bentuk lampau, bukan? Yaitu past perfect tense (the train had left/kereta apinya
sudah berangkat) karena apa? Karena anda terlambat “I was late.”

Pola kalimat:
Positif : Subject + had + V3
Negative : Subject + had + not + v3
Pertanyaan : Had + subject + V3 + ?

I wasn't hungry. I had just eaten.
They were hungry. They had not eaten for five hours.
I didn't know who he was. I had never seen him before.
"Mary wasn't at home when I arrived."
"Really? Where had she gone?"


Past perfect continuous tense digunakan untuk:
1. Menyatakan suatu kegiatan yang terjadi di masa lampau dan masih berlanjut sampai ada
kegiatan lain yang membuat kegiatan tersebut terhenti. Perhatikan contoh di bawah ini:

We had been playing soccer when the accident occurred. (Kami telah sedang bermain sepak bola
ketika kecelakaan itu terjadi.)

Pada contoh di atas, subject telah sedang bermain bola kaki, pada saat subject telah sedang bermain
bola, ada sebuah kecelakan terjadi yang membuat si subject menghentikan aktifitasnya.

2. Digunakan untuk menyatakan kegiatan yang dilakukan pada masa lampau yang mempunyai
hubungan sebab akibat (cause and effect)
I was so tired. I had been revising my lessons for hours.
Pada contoh di atas, “I was tired / saya lelah” merupakan akibat dari “I had been revising my
lesson/saya telah sedang merevisi pelajaran-pelajaran saya selama berjam-jam”.
Pola kalimat past perfect continuous tense
Positif : Subject + had + been + Ving
Negative : Subject + had + not + been + Ving
Pertanyaan : Had + Subject + been + Ving + ?
I had been working when she called me.
I had not been working when she called me.
Had you been working when she called you?
She had been sleeping.
She had not been sleeping.
Had she been sleeping? Yes, she had/ No, she had not


Apa kabar teman-teman belajar bahasa Inggris online? Saya yakin semua dalam keadaan baik-baik
saja. Bagaimana puasanya? Saya yakin lancar-lancar saja. Semoga puasa kita tahun ini diterima oleh
Allah. SWT. Sekarang kita akan belajar mengenai Future Continuous Tense. Tenses ini digunakan
untuk menyatakan peristiwa yang sedang terjadi. Kenapa demikian? Karena dari namanya saja ada
kata “continuous tense”. Akan tetapi Future continuous tense itu berbeda dengan present continuous
tense. Future continuous tense untuk peristiwa yang akan sedang terjadi. Saya ulangi sekali lagi
bahwa future continuous tense adalah untuk menyatakan peristiwa yang akan sedang terjadi.
Untuk lebih mudah dipahami perhatikan ilustrasi peristiwa di bawah ini:

“Saya menerima SMS dari pacar saya. Dia bilang dia ingin datang kerumah saya untuk makan malam
bersama saya besok malam. Dia bilang akan datang jam 7 malam. Waduuuuhhh karena saya orangya
sibuk terus, terus saya bilang ke pacar saya “ maaf… lebih baik adek jangan datang kerumah, karena
jam 7 malam besok abang akan sedang bekerja.”

Pada peristiwa di atas, ada kalimat yang saya cetak tebal. Pada kalimat tersebut menyatakan sebuah
pekerjaan yang akan sedang terjadi. Sekali lagi…AKAN SEDANG TERJADI”. Jadi kegiatan atau
peristiwa yang sedang terjadi itu tidak harus sekarang/now, akan tetapi bisa saja besok, minggu depan
atau bahkan tahun depan. Jika kasusnya begini maka tenses yang tepat adalah Future Continuous
Bagaimana? Apakah bisa dipahami apa itu future continuous tense dan kapan kita menggunakannya?
Semoga bisa dimengerti. Saya beri satu contoh ilustrasi lagi ya…

Anton : Hi…apa kabar?

John : Alhamdulillah saya baik-baik saja. Ada apa bro?
Anton : Saya ingin minta tolong. Kamu bisa gak hari minggu depan mengantarkan saya ke bandara?
John : Minggu depan? Memangnya jam berapa?
Anton : Jam 10 pagi. Bisa gak?
John : Hmmmm gimanaya. Saya hari minggu depan jam 10 pagi akan sedang berenang.
Biasalah…itu jadwal mingguan saya. Tiap hari minggu jam 10 saya latihan renang. Jadi pada jam 10
minggu depan saya akan sedang berenang. Jadi tidak bisa mengantar kamu ke bandara.
Anton : Ya sudah…it is ok.

Semoga bisa dipahami apa itu future continuous tense. Hal penting lainnya yang perlu diketahui
bahwa, biasanya bila kita menggunakan future continuous tense ini, baik kita dan lawan bicara kita
mengetahui waktu atau jam berapa kegiatan itu dilaksanakan. Contoh:

I will be sleeping at 7am tomorrow.

My mother will be cooking at 10am next Monday.
I will not be sleeping when you call me.
Don’t forget to bring your umbrella. It will be raining when you return.
Pola Kalimat
Positif : Subejct + will + be + Ving
Negative : Subject + will not/won’t + Ving
Pertanyaan : Will + subject + be + Ving + ?

They will be playing soccer at 5pm tomorrow.

My father won’t be watching TV in the living room when you watch the TV in the living room.

Will Toni be doing his homework at 10 tonight?

What will you be doing at 8am tomorrow? I will be having breakfast.

My mother and I will be playing chess when the film starts.

Semoga penjelasan ini bisa bermamfaat untuk kita semua. Amin.

Di dalam bahasa Inggris, kita mengenal adanya comparative as … as. As …. As digunakan untuk:

Membandingkan hal yang setara.

Menunjukan sebuah jumlah yang ekstrim.
A. Membandingkan hal yang setara

Rina is as tall as Tono. (Rina setinggi Tono.)
I am as handsome as you. (Saya setampan kamu.)
They are as short as their mother. (Mereka sependek ibu mereka.)

As + Adjective + as

Contoh lain:
I can run as fast as you. (Saya bisa berlari secepat kamu.)
Jenita sings as good as Isabel. ( Jenita bernyanyi sebagus Isabel.)

As … as bisa juga dipakai dalam kalimat negative dan juga introgatif.


I cannot run as fast as you. (Saya tidak bisa berlari secepat kamu.)
Rina isn’t as beautiful as Jenita. (Rina tidak secantik Jenita.)
Is Rina as beautiful as Jenita? (Apakah Rina secantik Jenita?)
Can you run as fast as me? (Bisakah kamu berlari secepat saya?)
Maksud dari menunjukan sebuah jumlah yang ekstrim disini adalah penekanan pada adjectivenya.
Hurry up! Run as fast as possible! (Berlarilah secepat mungkin)
Eat as slow as you can! (makanlah selambat yang kamu bisa.)


Pada umumnya bentuk ini digunakan untuk membandingkan dua benda atau orang yang berbeda.
Atau dengan kata lain digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu benda atau orang itu mempunyai
sifat lebih dibandingkan yang lain.

I am taller than you. (Saya lebih tinggi daripada kamu.)
This bag is more expensive than that bag. (Tas ini lebih mahal daripada tas itu.)
A car is cheaper than a plane. (Sebuah mobil lebih murah daripada sebuah pesawat.)

Berikut ini ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam penggunaan comparative degree:
Apabila kata sifat tersebut hanya terdiri dari satu suku kata, maka tinggal menambahkan –er saja
setelah kata sifat tersebut.

Big ----- bigger

Small ----- smaller
Thin ------ thinner
Old ----- older
Short ---- shorter
Fat ---- fatter

Contoh dalam kalimat:

My house is bigger than your house.
Siska is thinner than Joe.
I am older than you.


Apabila kata sifat tersebut lebih dari satu suku kata, maka kita menggunakan more sebelum kata sifat

Expensive ---- more expensive

Beautiful ----- more beautiful
Poisonous ---- more poisonous
Diligent ---- more diligent
Interesting --- more interesting
My mother is more beautiful than yours
A car is more expensive than a mobile phone.

3. Khusus untuk kata sifat yang berakhiran huruf “y” walaupun terdiri
lebih dari 1 suku kata, maka kita harus menambahkan akhiran “-er”
dengan terlebih dahulu mengganti akhiran “y” tadi menjadi “i“.
Happy ---- happier
Lazy --- lazier
Busy --- busier

English is easier than math.

I am happier than you.


Ada beberapa kata sifat yang mempunyai bentuk yang tidak beraturan jika kita ingin membuatnya
menjadi comparative degree.
Mereka adalah:
Good ---- better
Bad ----- worse
Little ---- less
Much --- more
Many --- more
Far --- further / farther

My father is better than you. (ayahku lebih baik daripada kamu.)

I have more money than your father. (Saya punya lebih banyak uang daripada ayahmu.)

Apa kabar teman-teman Belajar Bahasa Inggris Online? Sudah dua minggu tidak update artikel disini.
Ini dikarenakan kesibukan admin yang kian lama kian bertambah. Akan tetapi teman-teman jangan
khawatir karena insyaallah saya akan selalu berusaha untuk meluangkan waktu mengurus blog ini.
Sekarang kita akan membahas mengenai superlative degree “-est dan most…” Superlative Degree
digunakan untuk membandingkan tiga hal atau lebih. Dalam superlative kita tidak menggunakan
“than”. Kata “than” hanya digunakan dalam comparative degree akan tetapi kita menggunakan “the”
yang diletakkan sebelum kata sifatnya dan arti dari kata sifat tersebut menjadi “paling …./ter…..”.
Berikut ini ketentuan-ketentuan yang perlu diperhatikan dalam superlative degree:
1. Apabila kata tersebut terdiri dari 1 suku kata maka hanya menambahkan –est saja.
Old ----- the oldest (tua ------ paling tua)
Cheap ----- the cheapest (murah ------ paling murah)
Slow ---- the slowest (lambat -----paling lambat)
Short ---- the shortest (pendek ----- paling pendek)
Tall ----- the tallest (tinggi ------- paling tinggi)
2. Jika kata sifat tersebut memiliki 1 suku-kata berakhiran dengan huruf vokal dan
kosonan, maka kita menggandakan huruf konsonan.
Big ----------- the biggest (besar ------ paling besar)
Thin ---------- the thinnest (kurus ------- paling kurus)
Hot ----------- the hottest (panas -------- paling panas)

3. Kata sifat dengan 2 suku-kata: Jika kata sifat memiliki 2 suku-kata atau lebih, kita
menambahkan most didepan kata sifat.
Expensive ---- the most expensive (mahal ---- paling mahal)
Beautiful ------ the most beautiful (cantik ---- paling cantik)
Interesting ------ the most interesting (menarik ------- paling menarik)

4. Bila kata sifat tersebut berakhiran –y maka –y diganti dengan –iest:

Lazy ---- the laziest
Heavy ------ the heaviest
Pretty ---- the prettiest
5. Ada beberapa kata sifat yang mendapatkan pengecualian, antara lain:
good – best
bad – worst
far – farthest
far – furthest
little – least
much/many – most

contoh dalam kalimat:

Toni is the best student in my class. (Toni adalah murid terbaik di kelasku)
The building is very old. It’s the oldest building in this town.
(Gedung itu sangat tua. Gedung itu adalah gedung tertua di kota ini.)
Andi is a good player but he isn’t the best in the team.
(Andi adalah seorang pemain yang baik tetapi dia bukanlah yang terbaik di tim itu.)
My bag is the most expensive bag. (Tasku adalah tas yang paling mahal.)

A lot of / lots of / A lot

A lot of / lots of
A lot of dan lots of mempunyai arti yang sama yaitu “banyak” dan dapat digunakan untuk
uncountable noun maupun countable noun.

Countable nouns:
A lot of people went to the game.
Lots of people went to the game.
Uncountable nouns:
A lot of snow falls in winter.
Lots of snow falls in winter.

a lot
a lot mempunyai arti “very often/sangat sering atau very much/sangat banyak. A lot digunakan
sebagai adverb/kata keterangan. Perlu diketahui bahwa a lot tidak pernah diletakkan sebelum
kata benda/noun.
I like basketball a lot.
She's a lot happier now than she was.
I don't go there a lot anymore.


Sekarang kita akan belajar pemakaian kata “enough”. Kata “enough” termasuk kata keterangan atau
adverb. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kita ingin menggunakan kata ini:

1. Enough + Noun
Apabila kata “enough” berdampingan dengan kata benda/noun, maka posisinya adalah sebelum kata
benda tersebut.

I have enough money.

Is there enough salt in the kitchen?
We cannot play soccer today because we do not have enough players.

Perhatikan contoh-contoh di atas, kata yang dicetak miring adalah kata benda. Bila anda ingin
meletakkan kata “enough” maka tempat yang benar adalah sebelum kata benda tersebut.

2. Adjective + Enough
Apabila kata “enough” berdampingan dengan adjective atau kata sifat, maka “enough” diletakkan
setelah kata sifat tersebut.

This ruler is not long enough.

He speaks loud enough.
Shall we sit outside? No, it isn’t warm enough.

Kata-kata yang dicetak tebal pada ketiga contoh di atas adalah kata sifat dan jika anda ingin
menambahkan kata “enough” maka diletakkan setelah kata sifat tersebut.

3. Kata “enough” juga bisa di pakai tanpa diletakkan kata benda atau kata sifat
I’ve got some money but not enough to buy cars.
You’re always at home. You don’t go out enough.
Demikian penjelasan singkat mengenai pemakaian kata “enough”. Semoga bermamfaat.
Too adalah salah satu adverb atau kata keterangan yang mempunyai arti “terlalu/terlampau”. Di
bawah ini sedikit penjelasan mengenai “too”:

1. Too + adjective/adverb
I can’t go. I am too tired. (Saya tidak bisa pergi. Saya terlalu lelah.)
The voice is too loud. (Suara itu terlalu keras.)
The house is too big. (Rumah itu terlampau besar.)

2. Too much / too many

Let’s go to another restaurant. There are too many people here.
I think she studies too much.
The sugar is too much.
There are too many cars.

3. Too …. For, Too … to, Too … for … To

These shoes are too small for me.
I’m too tired to go to your house.
He speaks too fast for me to understand.


Relative Pronouns
RELATIVE PRONOUNS (Kata Ganti sebagai penghubung dalam Kalimat Majemuk), adalah kata
yang digunakan untuk mengganti pronoun dalam kalimat majemuk. Kata yang digunakan sebagai
relative pronoun antara lain:

1. Who
“Who” digunakan untuk mengganti pronoun yang berfungsi sebagai subject atau menggantikan
subject orang. Jadi hanya bisa menggantikan subject yang berbentuk orang atau manusia bukan hewan
atau lainnya.
Perhatikan contoh di bawah ini:
Lila is a teacher. She has long black hair.
(Lila adalah seorang guru. Dia berambut panjang berwarna hitam.)

Pada contoh di atas terdapat dua kalimat. Pada kalimat ke-2 terdapat pronoun dan berfungsi sebagai
subject yaitu “she” yang merujuk kepada “Lila”. Sekarang kita bisa menggabungkan kedua kalimat
tersebut menjadi satu kalimat dengan menggunakan relative pronoun “who” menjadi:

Lila who has long black hair is a teacher.

Contoh lain:
The boy is my cousin. He won the contest.
Pada contoh di atas terdapat dua kalimat. Yaitu:
The boy is my cousin. (Anak laki-laki itu sepupu saya.)
He won the contest. (Dia memenangkan kontes.)
Pada kalimat ke dua terdapat subject pronoun “he” yang merujuk pada “the boy”. Kita bisa
menggabungkan kedua kalimat tersebut dengan menggunakan “who” yang merujuk atau berhubungan
atau menjelaskan subject menjadi:

The boy who won the contest is my cousin./Anak laki-laki yang memenangkan kontes adalah sepupu

2. Whom
Whom adalah relative pronoun yang digunakan untuk menggantikan object yang berbentuk orang
atau manusia bukan hewan atau yang lainnya. Di dalam kalimat mempunyai arti “yang”.
The man is sleeping in the bedroom. I hate him.
Pada kalimat kedua yang ada pada contoh di atas terdapat object yaitu “him” yang merujuk kepada
“the man”. Kita bisa menggabungkan kedua kalimat tersebut dengan menggunakan “whom” untuk
menggantikan object menjadi:

The man whom I hate is sleeping in the bedroom.

(Laki-laki yang saya benci itu sedang tidur di kamar.)

3. Which
Which berfungsi sebagai relative pronoun yang menggantikan subject dan juga object yang berbentuk
kata benda selain manusia. Misalnya benda hidup selain manusia dan juga benda mati selain manusia,
misalnya: kambing, batu, meja, dll. Di dalam kalimat juga mempunyai arti “yang”.

The house is big. It is my house. (Rumah itu besar. Rumah itu adalah rumahku.)

Pada contoh di atas terdapat subject “it” yang merujuk pada “the house”. Kita bisa menggunakan
relative pronoun “which” untuk menggabungkan kedua kalimat tersebut menjadi:

The house which is big is my house.

(Rumah yang besar itu adalah rumahku.)

4. That
That adalah relative pronoun yang berfungsi netral bisa menggantikan “who/which/whom”.
Dikarenakan kenetrallannya banyak orang yang suka dan sering menggunakan relative pronoun ini.
Saya tidak perlu lagi menjelaskan cara pemakaian “that” ini karena sama dengan cara pemakaian

Contoh dalam kalimat:

The person who phoned me last night is my teacher.

The person that phoned me last night is my teacher.
The car which hit me was yellow.
The car that hit me was yellow.
5. Whose
Whose adalah relative pronoun yang berfungsi mengganti possessive pronoun (kata ganti kepunyaan).

The girl is sleeping. Her mother is my sister. (Anak perempuan itu mengantuk. Ibunya adalah saudara

Pada contoh kalimat di atas terdapat kata “her” yang merupakan possessive adjective yang merujuk
pada “the girl” whose mother? The girl’s mother. Kita bisa mengganti “her” dengan menggunakan
“whose” untuk menggabungkan kedua kalimat di atas.

The girl whose mother is my sister is sleepy.

Anak perempuan yang ibunya adalah saudara perempuanku sedang tidur.


Kalimat conditional disebut juga dengan kalimat pengandaian. Perhatikan contoh di bawah ini:

If I have a lot of money, I will go to America.

I will sleep if I am sleepy.
If my father has much money, he will buy a new house.

Ketiga contoh di atas adalah contoh dari conditional sentence. Conditional sentence terdiri dari 2
bagian yaitu: subordinate clause dan main clause. Subordinate clause (if + clause) merupakan
pernyataan syarat atau kondisi. Sedangkan main clause pada conditional sentence adalah pernyataan
akibat terpenuhinya (+) atau tidak terpenuhinya (-) persyaratan yang ada pada subordinate clause atau
kondisi yang ada pada subordinate clause.
Perhatikan kembali contoh di atas:

If I have a lot of money…(subordinate clause) kalimat ini merupakan syarat untuk terjadinya sesuatu
yaitu : I will go to America. (main clause). Jadi saya akan pergi ke Amerika jika saya mempunyai
banyak uang.
Semoga dengan penjelasan 1 contoh ini anda bisa memahami apa itu conditional sentence.
Conditional sentence mempunyai 3 macam bentuk atau type, yaitu type 1, 2, dan 3.


Conditional sentence type 1 ini bermakna future karena akibat (main clause) berbentuk future dan
subordinate clause berbentuk simple present tense. kejadian yang ada pada main clause yang
berbentuk future tersebut akan terjadi bila persyaratan yang ada pada subordinate clause (if…)
terpenuhi. Kita tidak mengetahui secara pasti apakah kalimat pada main clause akan benar-benar
terjadi di masa yang akan datang (future), akan tetapi kondisi yang ada pada subordinate clause sangat
rasional dan realistis jadi kemungkinan besar akan terjadi. Anda bingung? Perhatikan contoh ini;

If I have much money, I will go to America.

Kalimat pada subordinate clause sangat realistis,bukan? Jika saya banyak uang… maka saya akan
pergi ke Amerika. Jadi kemungkinan keinginan untuk pergi ke Amerika bisa saja terjadi jika punya
banyak uang. Dan persyaratan atau alasannya sangat masuk akal.

You will not pass the exam if you do not study.

Kamu tidak akan lulus ujian jika tidak belajar…bagaimana? Masuk akal bukan?

Rumus condtional sentence type 1

If +simple present tense, Simple future tense
Simple future tense + if + simple present tense

Pembuatan kalimatnya tidaklah sulit jika anda memahami simple present tense dan juga simple future.
Jika anda belum memahaminya, silahkaan baca penjelasannya pada materi dasar II dan Intermediate.

NOTE: jangan lupa memasukan , (comma) jika anda meletakkan subordinate clause terlebih dahulu.
Tidak perlu meletakkan koma jika main clause anda masukan terlebih dahulu.

If she has my address, she will send the invitation to me.

They will buy a car if they have money.
My mother will go to Bali if she has a lot of money.
You will be late if you sleep late.
He will not come if you are angry with him.


Conditional sentence type II ini juga tidak terlalu sulit.
Rumusnya sebagai berikut:
If + Simple past tense + , + Past future tense
Past future tense + if + simple past tense

If I found her address, I would send her an invitation.
I would send her an invitation if I found her address.
If I had a lot of money, I wouldn’t stay here.
If I were you, I would not do this.

Conditional type II ini digunakan sebagai aplikasi kejadian masa sekarang atau present. Kejadiannya
akan terjadi jika kondisi yang ada pada subodinate clausenya berbeda. Bingung? Perhatikan contoh di
bawah ini!
Example: If I found her address, I would send her an invitation.
Pada contoh di atas, telah jelas bahwa saya ingin mengirimkan undangan kepada seorang teman. Saya
sudah mencari alamatnya tetapi tidak ditemukan. Jadi tidak mungkin saya akan mengirimkan
undangannya karena saya tidak mengetahui alamatnya. Jadi fakta dari kalimat conditionalnya pada
contoh di atas adalah: tidak jadi mengirimkan undangan karena tidak mengetahui alamatnya.
Contoh lain:
If John had the money, he would buy a Ferrari.
Saya kenal John. Dia tidak punya banyak uang (ini fakta yang ada). Akan tetapi dia sangat suka denga
mobil ferari dan sangat ingin membelinya. Akan tetapi ini hanya mimpi John belaka karena tidak
mungkin dia membeli ferari karena dia tidak punya uang. Tidak mungkinnnnnnn! Bukan… hehehehe
fakta kalimat ini adalah : John tidak punya uang dan tidak mungkin membeli ferari.

Dari penjelasan ini sangat jelas perbedaan conditional sentence type I dan II. Pada type I…
kondisinya pada subordinate clause berbentuk present dan ini kemungkinan besar terjadi. Sedangkan
pada type II, kondisi pada subordinate clause berbentuk simple past tense yang menyatakan masa
lampau..yang jelas jika masa lampau adalah masa yang sudah lewat dan kita telah mengetahuinya.
Jadi type dua adalah kalimat pengandaian yang tidak mungkin terjadi, sedangkan type I bisa saja

16.Conditional Sentence: type III

Pada conditional sentence type II merupakan aplikasi dari kondisi atau kejadian yang ada pada masa
present/simple present tense (anda bisa membaca ulang penjelasan type II di atas setelah 4 contoh
yang saya berikan), sedangkan type III ini merukan aplikasi kejadian masa lampau atau simple past
tense. Untuk lebih jelasnya perhatikan ilustrasi berikut ini:

Terkadang, di masa lampau kita mempunyai keinginan yang tidak dapat kita wujudkan. Lalu kita
ingin bercerita kepada teman atau orang lain. Misalkan:

“ tahun lalu, saya ingin membeli rumah baru, akan tetapi saya tidak punya uang.”
Perhatikan contoh di atas yang sengaja saya buat dalam bahasa Indonesia! Bahwasanya tahun lalu (ini
masa lampau, bukan?) saya ingin membeli rumah baru dan saya tidak punya uang. Faktanya saya
tidak bisa membeli rumah baru. Bagaimana? Bisa dipahami… saya yakin anda bisa!!!! Jadi
conditional type I adalah pengandaian yang kemungkinan besar terjadi, type II aplikasi masa present
yang merupakan pengandaian yang tidak mungkin terjadi dan type III adalah aplikasi kondisi masa
lampau atau bentuk past tense yang memang sudah pasti tidak terjadi karena merupakan aplikasi masa

Rumus conditional type III

If + Past perfect + , + Past future perfect tense
Past future perfect tense + if + past perfect

If I had found her address, I would have sent her an invitation.
I would have sent her an invitation if I had found her address.
If I hadn’t studied, I wouldn’t have passed my exams.
If John had had the money, he would have bought a Ferrari.

Perlu diketahui bahwa ini adalah materi level advance, jadi jika anda membaca ini berarti kemampuan
bahasa Inggris anda sudah level advance dan saya tidak perlu menjelaskan apa itu simple present
tense, simple past tense, simple future, past future DLL.
Both - Either - Neither
A. Both Either Neither digunakan untuk membicarakan dua benda baik itu benda mati
maupun hidup.

Both digunakan untuk membicarakan dua benda dan bermakna kedua-duanya atau bermakna positif.
Perhatikan contoh di bawah ini:

Alex has two children. Both are married. (Both = the two children)
(Alex mempunyai dua orang anak. Kedua-duanya sudah menikah.)

Kata “both” di atas menerangkan kata “two children”. kita ketahui dari kalimat tersebut bahwa Alex
mempunyai dua anak dan kedua-duanya sama-sama sudah menikah.

A: You want tea or coffee? (Kamu mau teh atau kopi?)

B: Both (Kedua-duanya)

Kita bisa menggunakan “either” untuk menyatakan salah satu di antara dua.
Would you like tea or coffee? You can have either. (either = tea or coffee)

Pada kalimat di atas terdapat kata “either” yang menyatakan salah satu “teh atau kopi”. Jadi jika kita
menggunakan “either” menyatakan salah satu di antara dua hal atau benda. There were two pictures
on the wall. I don’t like either. Pada kalimat di atas terdapat makna bahwa ada dua gambar di dinding.
Kemudian “I don’t like either” menyatakan bahwa si subject tidak menyukai salah satu dari dua
lukisan itu. Berarti di antara dua lukisan itu si subject memyukai 1 lukisan saja dan lukisan yang ke
dua tidak disukai oleh si subjek.

Neither mengandung makna tidak kedua-duanya atau tak satupun.
A: Do you want to go to the cinema or the zoo? (Anda mau pergi ke bioskop atau kebun binatang?)
B: Neither. I want to stay at home. (Tak satupun. Saya ingin dirumah saja.)

Pada contoh di atas, A menanyakan kepada B apakah dia ingin pergi ke bioskop atau kebun binatang.
Kemudian B berkata “Neither” yang mengandung arti B tidak ingin pergi ke kedua tempat itu, ia tidak
mau pergi ke bioskop ataupun ke kebun binatang. Jadi neither mengandung makna tak satupun.
Contoh lain:

Neither man uses hat.

Kalimat ini menyatakan bahwa ada dua orang laki-laki dan tak satupun dari mereka yang
menggunakan topi.

B: Either/neither/both + Noun
Both + Plural noun
Either / neither + singular noun
Jika kita ingin meletakkan kata benda / noun setelah “both” maka kata benda tersebut haruslah
berbentuk jamak / plural. Jika kita ingin meletakkan kata benda setelah either / neither maka haruslah
berbentuk singular noun atau tunggal.

Last year I went to Padang and Medan. Both cities are wonderful.
Fist I worked in an office, and later in a shop. Neither job was nice.
Neither man uses hat.

Setelah both/either/neither bisa juga diletakkan “of” contoh:

Neither of my parents is British.

I haven’t read either of these books.
Both of them are handsome.

Apabila menggunakan “of” setelah either / neither maka anda boleh meletakkan plural noun
setelahnya seperti contoh di atas.

Dalam bahasa Inggris kita sering menggunakan kata ‘prefer’ untuk menyatakan perasaan lebih suka
dari yang lainnya. Jika di dalam bahasa Indonesia, kata ‘prefer’ bisa diterjemahkan menjadi ‘lebih
suka...’ contoh:

I prefer swimming to dancing. (Saya lebih suka berenang dari pada menari.)
Di dalam bahasa Inggris ada beberapa cara menggunakan kata ‘prefer’, berikut ini penjelasannya:
1.prefer + to infinitive

They prefer to sleep.
She prefers to watch TV.
Boy prefers to study.

2. Prefer + noun + to + noun

He prefers apples to orange.
They prefer Math to English.
I prefer chicken to vegetable.

3. prefer + v-ing + to + v-ing

Yulia prefers cooking to watchin TV.
You prefer flying a kite to singing.
My mother prefers playing ping-pong to dancing.
Note: Di dalam kalimat positip, apabila subject dari kalimat itu adalah she/he/it maka kata prefer di
tambah ‘s’.

18.Infinitive atau -ing

Terkadang kita sering lupa atau mungkin bingung untuk menentukan kapan kita harus menggunakan
'to infinitive' (misalnya: to sing, to eat, etc) dan kapan kita harus menggunakan bentuk -ing (misalnya
singing, eating, etc). Di bawah ini penjelasan kapan kita harus menggunakan 'to infinitive' dan kapan
kita harus menggunakan -ing.

19.To Infinitive
Infinitive biasa digunakan pada kata kerja tertentu, antara lain:

forget, help, learn, teach, train, choose, expect, hope, need, offer, want, would like, agree, encourage,
pretend, promise, allow, can/can't afford, decide, manage, mean, refuse.

Jadi jika teman-teman ingin meletakkan kata kerja setelah kata-kata kerja di atas maka haruslah
berbentuk 'to infinitive'. Contoh:

I forget to sleep last night. (hahahaa ada-ada saja admin nih, kasih contoh nggak jelas,,,,,masak ada
orang lupa untuk tidur. LOL)
She needs to eat.
Antoni promised to give me money.

Di samping itu 'to infinitve' juga biasa diletakkan setelah adjective/kata sifat. Contoh:

I am happy to help you.

She is glad to see you.

bentuk -ing biasanya digunakan jika kata tersebut berfungsi sebagai subject dalam sebuah kalimat.
Kasus seperti ini bisa disebut juga dengan 'gerund'. Hayoooo sudah pada baca belum materi tentang
gerund. Jika belum...silahkan menuju ke TKP: Gerund.

Swimming is my hobby.
Reading is a nice activity.

Bentuk -ing juga dipakai setelah preposition.

He goes without saying 'good bye'.
She is good in reading.
bentuk -ing biasanya juga dipakai setelah kata kerja tertentu. Kata kerja tersebut antara
avoid, dislike, enjoy, finish, give up, mind/not mind, practise
I mind loving you.
She enjoys playing the games.


Sangat mudah sekali untuk memahami perbedaan pemakaian a number of dan the number of.
Perhatikan rumus di bawah ini!

A number of + plural noun + plural verb ...

The number of + plural noun + singular verb ...

Jika kita perhatikan rumus di atas, persamaan antara a number of dan the number of adalah noun yang
kita letakkan setelahnya sama-sama berbentuk plural noun, akan tetapi untuk kata kerjanya berbeda.
A number of menggunakan plural verb dan the number of menggunakan singular verb.
A number of students are going to the class picnic.
The number of days in a week is seven.
A number of the applicants have already been interviewed.
The number of residents who have been questioned on this matter is quite small.