You are on page 1of 15

Ujian Akhir Semester

Sistem Utilitas 1
Analisa Efisiensi Waste Heat Boiler PT. PUSRI 1B

Disusun Oleh Kelompok 2


1. Aulia Gayendra Putri (03031381520068)
2. Alfid Revtan Effriandi (03031281520087)
3. Elysa Dellanti Priyantama (03031381520047)
4. Fadhel Zamali (03031381520053)
5. Faleria Irtha Tannuwijaya (03031381520052)
6. Farra Unzila Kendari Putri (03031381520062)
7. Indira Nur Sakinah (03031381520046)
8. Liyan Fajar Gintara (03031381520077)
9. Marissa Chandra (03031281520082)
10. Muhammad Ridho Habibie (03031281520084)
11. Vincent Low Rance (03031381520051)

Jurusan Teknik Kimia


Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya
2016
BAB I
LATAR BELAKANG

Peningkatan populasi penduduk dan makin meningkatnya kegiatan industri


menyebabkan kebutuhanakan energi makin meningkat. Baik itu adalah pemakaian energi
listrik maupun energi fosil. Oleh karena itu kebutuhan akan alat pengkonversi energi semakin
meningkat. Salah satu alat yang banyak digunakan adalah ketel uap (boiler) yang digunakan
untuk mengubah energy potensial pada bahan bakar fosil menjadi energi potensial uap.Uap
merupakan salah salah satu bagian yang tak terpisahkan dari sebuah industri. Setiap industri
pasti akan membutuhkan uap untuk melangsungkan proses produksinya.Ketel uap (boiler)
adalah suatu bejana tertutup dimana uap diproduksi secara langsung dengan menyerap kalor
yang diberikan oleh bahan bakar yang kemudian digunakan untuk menghasilkan uap air.
Boiler memiliki peran yang sangat penting dalam kalangan kinerja pabrik manapun.
Fungsi boiler adalah menghasilkan uap yang digunakan untuk kebutuhan proses pabrik,dan
membangkitkan listrik untuk kebutuhan pabrik manapun perumahan karyawan di sekitar
pabrik.
Peralatan pabrik yang berupa sistem boiler merupakan asset yang sangat penting bagi
perusahaan. Boiler mempunyai peranan penting dalam produksi uap, di mana uap ini nantinya
akan digunakan untuk memutar turbin uap sebagai penghasil energi listrik untuk kebutuhan
pabrik dan uap keluaran turbin digunakan untuk proses pengolahan. Pada PT. Pupuk Sriwidjaja
(PUSRI) uap menjadi kebutuhan utama sebagai pelangsungan beberapa proses produksinya
antara lain reforming unit, pada proes pembentukan ammonia dan lain-lain. Ketel uap adalah
alat yang dapat menggunakan berbagai jenis bahan bakar tergantung pada sumber daya yang
ada, seperti batu bara, minyak bumi maupun gas alam. Yang dalam hal ini, bahan bakar yang
digunakan oleh PT. Pupuk Sriwidjaja adalah gas alam. Komposisi yang terbesar yang
dikandung oleh gas alam yang digunakan oleh PT. Pupuk Sriwidjaja adalah Metana (82.45%
volume).
Apabila terjadi gangguan pada sistem boiler tersebut maka kelancaran dan kontinuitas
produksi uap akan terganggu sehingga produksi pupuk urea yang dihasilkan juga mengalami
gangguan. Untuk mengetahui kinerja boiler yang ada di PT. PUSRI maka kami akan
menganalisa efisiensi boiler di perusahaan tersebut.
Selain itu, sering kali efisiensi kualitas kerja boiler tersebut diabaikan padahal
peningkatan efisiensi kualitas kerja boiler itu sendiri akan memberikan nilai ekonomis sendiri
bagi perusahaan. Oleh karena itu peningkatan efisiensi boiler ini sangat penting guna
mendapatkan output yang baik.
BAB II
DASAR TEORI
BOILER

2.1 Pengertian Boiler


Boiler atau ketel uap adalah suatu alat konversi energi kimia dari bahan bakar menjadi
energi termal/panas yang ditransfer kepada fluida kerja yaitu air, dalam bejana yang tertutup
rapat. Boiler terdiri dari peralatan penyaluran udara, sistem penyaluran bahan bakar, sistem
suplai air, drum uap dan pipa-pipa. Boiler harus dibuat dengan konstruksi yang kuat agar dapat
menahan tekanan operasi secara konstan, berubah-ubah atau pada perubahan keadaan yang
tiba-tiba.
Boiler mempunyai dua bagian penting yaitu:
1. Tungku (burner) adalah bagian yang berfungsi untuk menghasilkan panas dengan cara
membakar bahan bakar.
2. Evaporator, superheater, dan ekonomiser adalah alat yang berfungsi untuk mentransfer
panas dari tungku ke dalam suatu boiler.

2.2 Penggolongan Boiler

2.2.1 Boiler pipa api (Fire Tube Boiler)


Boiler pipa api yaitu boiler yang pipanya berisi api atau gas panas. Gas panas ini
digunakan untuk memanaskan air sehingga menjadi uap. Boiler jenis pipa api adalah boiler
sederhana yang hanya mampu memproduksi uap maksimum sebanyak 10 ton uap per jam
pada tekanan maksimum 24 kg/cm2 atau 23,5 bar. Boiler pipa api tergolong boiler untuk
tekanan rendah. Boiler jenis ini merupakan awal dari pembuatan boiler-boiler selanjutnya.
Boiler ini umumnya mempunyai isi air yang cukup besar sehingga disebut boiler tangki).

2.2.2 Boiler pipa air (Water Tube Boiler)


Boiler pipa air yaitu boiler yang pipa-pipanya berisi air atau uap dan dipanaskan oleh
api atau gas panas yang berada di luar pipa air. Boiler jenis ini dapat memperbanyak kapasitas
uap dan memperbesar tekanan uap yang dihasilkan dari energi pembakaran lebih sedikit jika
dibandingkan boiler jenis pipa api.
Mekanisme kerja dari boiler jenis water tube boiler yaitu, air yang mengisi pipa-pipa
di dalam boiler dipanaskan oleh api/gas panas dari tungku/burner. Luas bidang pemanasan
lebih banyak dan merata sehingga kenaikan temperatur dan tekanan pada air di dalam pipa-
pipa tersebut dapat lebih cepat. Semakin tinggi temperatur air tersebut maka tekanannya pun
akan semakin besar.
Sirkulasi air yang berada di dalam boiler terjadi secara alamiah, yaitu pada lapisan air
yang paling bawah, lebih dulu menerima panas dari api sehingga temperatur air pada lapisan
tersebut naik dan massa jenis air tersebut turun. Pada air lapisan atas masa jenisnya lebih besar
dari lapisan bawah, sehingga air paada lapisan bawah terdorong ke atas dan kekosongan air
akan diisi oleh lapisan air yang massa jenisnya lebih besar. Sirkulasi air tersebut akan
berlangsung terus hingga air tersebut berubah fasa hingga menjadi uap yang bertekanan dan
dapat mengalir keluar. Energi kinetik dari tekanan uap inilah yang digunakan untuk
menggerakan turbin uap.
Ada beberapa keuntungan yang didapat dari desain boiler pipa air, yaitu:
 Dapat bekerja pada tekanan tinggi.
 Dapat memproduksi uap dengan cepat, karena sirkulasi fluida yang cepat.
 Dapat memperbanyak kapasitas uap dengan cara memperbanyak pipa tanpa mengubah
diameter tabung, ini merupakan keuntungan terbesar boiler jenis pipa air yang tidak
bisa didapat dari boiler jenis pipa api.

Kerugian dari boiler jenis pipa air, yaitu:


 Air pengisi pipa air harus selalu dalam keadaan bersih.
 Biaya perawatannya yang relatif mahal.

2.3 Waste Heat Boiler (WHB)


Waste Heat Boiler merupakan salah satu jenis boiler yang memanfaatkan gas buangan
yang dirasa masih bisa digunakan karena energinya yang cukup besar, dalam WHB terkadang
terjadi proses penambahan bahan bakar, secara luas WHB biasanya digunakan pada proses
pemanasan ulang dari keluaran gas dari turbin dan mesin diesel.

2.3.1 Komponen – komponen WHB

Daerator
Deaerator merupakan suatu komponen dalam WHB yang berfungsi untuk mengurangi
kandungan oksigen didalam air sebelum air dimasukkan kedalam proses WHB. Deaerator juga
merupakan tangki penyimpan air dari condensator yang kemudiannakan dialirkan ke LP Drum.
Dari condensor ke deaerator berbentuk fasa cair ,sehingga pada deaerator terjadi hukum
kesetimbangan massa.

LP Drum
LP Drum merupakan tempat penampungan air pada WHB, dimana kandungan oksigen
sudah berkurang dari deaerator, yang kemudian akan dialirkan ke feed water pump untuk
dipompakan menuju economizer.Lp drum juga menerima suplay air dari flash vessel.

Feed Water Pump


Feed Water Pump boiler adalah tipe khusus dari pompa yang digunakan untuk memompa
air hasil kondensasi menuju ke steam drum pada boiler. pompa secara normal pada unit tekanan
tinggi menggunakan pengisapan dari sisitem kondensasi dan dapat menjadi tipe pompa
sentrifugal.

Economizer
Economizer adalah alat pemindah kalor berbentuk tubular yang digunakan untuk
memanaskan air umpan boiler dari BFWP (Boiler Feed water pump) sebelum masuk ke steam
drum. Istilah economizer diambil dari kegunaan alat tersebut, yaitu untuk menghemat (to
economize) penggunaan bahan bakar dengan mengambil kalor (recovery) gas buang sebelum
dibuang ke atmosfir.

HP Drum
HP drum adalah tempat penampung siklus pemanasan air dalam boiler yang digunakan
untuk memisahkan wujud fluida, antara yang berwujud air dengan yang berwujud uap (steam).
Di dalam HP drum terapat peralatan pemisah uap.

Flash Vessel
Flash vessel merupakan tempat penampungan atau tangki penampungan air dari HP drum
yang masih mengandung uap atau steam untuk dipisahkan dengan steam. air yang sudah
dipisahkan akan menuju ke LP drum, sedangkan uap hasil pemisahan tersebut akan menuju ke
blowdown tank. Pemisahan pada flash vessel ini dilakukan secara gravitasi sehingga tidak ada
kalor yang mengalir, dan tidak terjadi perubahan temperatur

Evaporator
Evaporator berfungsi sebagai tube pemanasan pada WHB. Terdapat dua jenis evaporator,
yaitu Low Pressure dan High Pressure.
 Lp evaporator merupakan alat untuk menguapkan air dari LP drum, selain itu LP
evaporator juga berfungsi untuk mempercepat pemanasan pada proses WHB sebelum
nantinya akan dialirkan ke economizer untuk pemanasan lebih lanjut.
 Fungsi dari HP evaporator adalah sama dengan LP evaporator. Terjadi perubahan fasa
disini hanya saja bedanya dengan LP evaporator laju aliran hasil dari evaporasi sudah
berupa steam dengan tekanan yang tinggi.

Superheater
Superheter adalah tempat berupa jalur pipa-pipa sebagai proses lanjut dalam pengolahan
steam yang memanfaatkan ekshaust gas hasil pembakaran, sehingga di dapat steam untuk
proses ke turbin yang sesuai dengan standard yang telah di tentukan.

Burner
Burner Merupakan peralatan pembakar yang bahan bakarnya terbagi menjadi bagian-
bagian kecil sehingga memudahkan proses pembakaran dengan udara. Bahan bakar utamanya
adalah natural gas. Penyalaan burner tergantung pada beban dari unit.

Cerobong
Cerobong adalah alat untuk membuang gas hasil pembakaran ke udara bebas.

2.3.2 Proses di WHB


Proses yang terjadi pada WHB pertama-tama Air demineralized yaitu air tanpa
kandungan mineral atau air murni dipompakan ke boiler dari Condenser dengan pompa feed
water melalui pipa Economiser, di economiser air menerima kalor tetapi masih dalam fasa cair
(belum mengalami penguapan). Kemudian Air tersebut masuk ke HP Drum dan diteruskan ke
seluruh water tube Evaporator, pada evaporator terjadi perubahan fasa dari air menjadi uap
jenuh (saturated steam) untuk dialirkan kembali menuju HP drum. Uap yang berada pada HP
drum dialirkan (uap disalurkan melalui saluran diatas, sedangkan air melalui saluran bawah)
ke Superheater tube yg berada paling dekat dengan sumber kalor atau pembakaran yaitu
burner, pembakaran pada WHB ini memanfaatkan limbah kalor dari GTG. Superheater
digunakan untuk merubah uap jenuh menjadi uap panas lanjut (superheated steam).
Superheated steam kemudian dialirkan ke steam turbin untuk menggerakkan blade turbin.
Setelah melalui turbin temperatur uap menurun begitu juga enthalpynya, fasanya berubah
kembali ke uap jenuh dan mengalir ke condensor. Pada condensor fasanya dirubah kembali ke
fasa cair dan kemudian dipompakan kembali ke boiler begitu seterusnya.

2.4 Bahan Bakar


Waste Heat Boiler biasanya didesain untuk bahan bakar cair, karena penggunaan batu
bara mengalami kesulitan pada saat penambahan penanganan abu serta kebersihan tube. Bahan
bakar yang ada terdiri dari unsur /Hidrogen (H), Karbon (C), Nitrogen ( N ), Oksigen (O), dan
Belerang ( S ). Dalam proses pembakaran, bahan bakar disenyawakan dengan oksigen dari
udara sehingga timbul gas asap panas, panas ini kemudian diberikan kepada dinding ketel
melalui aliran gas.
Jumlah udara yang dimasukkan ke ruang bakar untuk pembakaran harus tepat dengan
jumlah bahan bakar karena jika kurang, maka akan terjadi pembakaran tidak sempurna yang
akan mengurangi jumlah panas yang dihasilkan dan sebagian unsur, khususnya unsure karbon
tidak dapat seluruhnya terbakar sehingga menimbulkan asap hitam. Biasanya untuk
mendapatkan pembakaran yang sempurna, jumlah udara dibuat berlebih dari pada untuk reaksi
kimia, tetapi bila terlalu berlebihan mka sebagian panas akan akan terpakai untuk memanaskan
kelebihan udara tersebut akhirnya malah terbuang.
Untuk mengetahui apakah pembakaran berjalan secara baik atau tidak, maka gas asap
yang keluar dari ketel harus dianalisa baik dengan alat pengukur maupun laboratorium dengan
indikasi oksigen terbuang.

2.4.1 Nilai kalor bahan bakar


Nilai kalor bahan bakar adalah nilai energi yang dilepaskan pada waktu terjadi oksidasi
atau pembakaran sempurna. Nilai kalor bahan bakar dibagi dua, yaitu: HHV dan LHV.
2.4.2 Energi bahan bakar
Energi bahan bakar adalah energi yang digunakan untuk menghasilkan panas dari
proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar yang dimanfaatkan dalam pemanasan air
sehingga berubah fasa menjadi uap. Besarnya jumlah energi kalor akibat proses pembakaran
dapat dihitung menggunakan persamaan:

Ebb= mbb x LHV


Keterangan :
E = jumlah energi kalor
mbb = laju aliran bahan bakar
LHV = nilai kalor bawah bahan bakar
2.5 Efisiensi Boiler
Kinerja dari suatu boiler dapat ditentukan oleh parameter-parameter seperti banyaknya
uap yang terbentuk, banyaknya suplai bahan bakar, temperatur uap keluar, temperatur gas
buang, nilai kalor bahan bakar (tergantung dari jenis bahan bakar yang digunakan), kandungan
bahan bakar, dan kandungan gas buang. Kinerja dari suatu alat atau sistem biasanya dinyatakan
dengan parameter effisiensi (η), jika semakin tinggi efisiensi maka kinerja dari dari suatu alat
atau sistem dapat dinyatakan bagus, artinya rugi atau losses yang dihasilkan dari suatu alat atau
sistem untuk proses semakin kecil.
Persamaan yang dipakai untuk menghitung efisiensi pada boiler :

η x100% ....................................... (2.1)


Dimana :
Q input = Gas flow x LHV ………………………………………….………… ..(2.2)
Qout = Qsteam - QBFW ………………………………………………….…………………………………….. (2.3)
QBFW = mBFW x Cpair x (TBFW-T0) ...................................................................... (2.4)
Qsteam = msteam x hsteam ……………………………………………………………………………………….... (2.5)
BAB III
HASIL DATA PENGAMATAN

3.1 Flowsheet Waste Heat Boiler (WHB) Pusri 1B


(Data Terlampir)

3.2 Log-sheet Waste Heat Boiler (WHB) Pusri 1B


(Data Terlampir)
BAB IV
EVALUASI KINERJA WASTE HEAT BOILER PUSRI 1B

4.1 Energi gas alam yang masuk


 Data komposisi gas alam

Komponen BM % Mol LHV (kkal/Nm3) LHV x % Mol


H2O 18 -
N2 28 -
CO2 44 10,3
CH4 16 2
74,9 8550,7 6404,4743
C2H6 30 5
6,7 15217,5 1019,5725
C3H8 44 7
5,3 21784,5 1154,5785
i-C4H10 58 6
0,8 28229,4 225,8352
n-C4H10 58 2
1,0 28318,7 283,187
i-C5H12 72 8
0,3 34788,0 104,364
n-C5H12 72 2
0,2 34874,5 69,749
TOTAL 2 9261,7605

 Laju alir masuk gas alam (dari data terlampir) = 2339 Nm3/jam
 Kehilangan panas yang terjadi:
- 12,7 % kehilangan panas karena gas buang kering
- 8,1 % kehilangan panas karena steam dalam gas buang
- 1,7 % kehilangan panas karena kandungan air dalam bahan bakar
- 0,3 % kehilangan panas dikarenakan kandungan air dalam udara
- 2,4 % kehilangan panas karena bahan yang tidak terbakar dalam residu
- 1 % kehilangan panas karena radiasi dan kehilangan yang tidak terhitung
Sehingga hanya 73,8% panas yang dapat diserap oleh boiler.
 Qinput = laju alir x LHV gas alam
= 73,8 % x 2339 Nm3/jam x 9261,7605 kkal/Nm3 x 4,184 kJ/kkal
= 66.891.634,16 kJ/jam

4.2 Energi Boiler Feed Water


Data boiler feed water (terlampir):
- Press = 68,49 kg/cm2
= 67,16575 bar
- Flow rate = 65,55 ton/jam
- Temperatur (in)= 277,5 ˚C
- Kapasitas panas (Cp) saat 277,5 ˚C dan 67,16575 bar:
(Interpolasi) = 5,245 kJ/kg K (Perry’s Chemical Engineering Handbook)
HBFW = Cp x (TBFW – T0)
= 5,245 kJ/kg K x (550,5 K – 298 K)
= 1.324,3625 kJ/kg
QBFW = m x HBFW
= 65.550 kg/jam x 1.324,3625 kJ/kg
= 86.811.961,88 kJ/jam

4.3 Energi Steam


Data steam (terlampir):
- Press = 41,74 kg/cm2
= 40,933 bar
- Flow rate = 64,71 ton/jam
- Temperatur (out) = 405,7 ˚C
- Enthalpi spesifik (H) saat 405,7 ˚C dan 40,933 bar:
(Interpolasi) = 3229,11 kJ/kg (Elementary Principle of Chemical Processes,
Felder, R.M.)

Qsteam = m x (Hsteam – HBFW)


= 64.710 kg/jam x (3.229,11 kJ/kg – 1.324,3625 kJ/kg)
= 123.256.210,7 kJ/jam
Energi yang dibutuhkan untuk membuat steam:
Q out = Q steam – Q BFW
= 123.256.210,7 kJ/jam - 86.811.961,88 kJ/jam
= 36.444.248,85 kJ/jam

4.4 Efisiensi Boiler


𝑄 𝑜𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡
𝜂= 𝑥 100%
𝑄 𝑖𝑛𝑝𝑢𝑡
36.444.248,85
𝜂= 𝑥 100%
66.891.634,16

𝜂 = 54,4825 %
BAB V
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

1. Waste heat boiler 34-5003-U merupakan salah satu pembangkit steam system di utilitas P-
1B selain package boiler 34-6007-U. Waste heat boiler didesain untuk menghasilkan steam
medium dengan spesifikasi :
- Maximum continuous rating (MCR) : 90 ton/jam
- Tekanan Steam : 43,2 kg/cm²
- Temperatur steam setelah stop valve : 399˚C
2. Efisiensi yang didapat berdasarkan perhitungan menggunakan rumus yang sudah tertera di
dasar teori, sebesar η = 54,4825 %
3. Boiler dapat bekerja sesuai dengan kapasitas yang telah ditentukan pada umumnya. Apabila
boiler bekerja melebihi kapasitas yang telah ditentukan, maka itu bisa menjadi salah satu
faktor efisiensi water boiler akan menurun.
LAMPIRAN

Lampiran 1. Flowsheet Waste Heat Boiler (WHB) Pusri 1B


Lampiran 2. Log-sheet Waste Heat Boiler (WHB) Pusri 1B
Lampiran 3. Dokumentasi