You are on page 1of 3

WAKTU KRONOLOGIS

12.30 Subyektif:
o Pasien baru datag ke IGD dengan keluhan post partum 12 jam.
o Pasien datang kesini dengan pacarnya,pasien mengatakan bahwa
mereka telah menikah siri pada bulan Maret 2017.
o Pasien mengatakan bayinya lahir di kamar sendirian tanpa penolong
atau keluarga yang membantu. Tali pusat dipotongsendiri dengan
gunting. Placenta belum lahir dan disertai dengan bau menyengat.
o Pasien mengatakan bayinya lahir dengan gerakan sedikit (?) dan
menangis merintih (?)
o Pasien mengatakan orangtuanya dan orangtua pacarnya tidak
mengetahui jika dirinya sudah menikah siri dan hamil.
o Pasien tinggal di Lumbir dengan ibu dan neneknya tetapi pasien
mengatakan bahwa ibu pasien berdagang dengan ayahnya di Bogor
sehingga jarang pulang ke rumah di Lumbir.
o Pasien mengatakan kondisi bayinya pada saat lahir menangis merintih
dan bergerak sedikit, setelah itu bayi tidak menangis lagi kemudian
bayi dibungkus dengan kerudung dan dimasukkan ke dalam lemari
pakaian oleh pasien.
o Pasien tidak memiliki BPJS atau asuransi apapun.
o Pasien tidak ada alergi makanan ataupun obat.
o Pasien hamil pertama belum pernah keguguran.
o Pasien tidak ada riwayat penyakit seperti Hipertensi< Diabetes
Melitus, Asma, Jantung dll.
o Pasien mengatakan Haid terakhir kurang lebih akhir Bulan Februari
2017.

Obyektif:
Vital Sign:
o Keadaan umum: Baik
o Kesadaran : Compos Mentis
o Tekanan Darah: 100/70
o Nadi : 100x/menit
o Rerpiratory Rate : 20x/menit
o Suhu : 39,2 derajat celcius
Pemeriksaan Lokalis :
o Abdomen: palpasi TFU 2 jari di atas pusat
o VT : Inspeksi: terlihat tali pusat di introitus vagina
teraba ujung Placenta di jalan lahir, bau menyengat

Assessment:
o Nn. D 24 tahun P1A0 dengan Retensi Placenta dan Febris Post Partum

13.00 o Motivasi pasien untuk menghubungi keluarga sebagai penanggung


jawab, tetapi pasien tetap menolak untuk menghubungi keluarga
dengan alasan takut.
13.15 o Dokter jaga IGD (dr Ryan) dan petugas IGD (Bidan Titi) menjelaskan
kepada pasien dan pacarnya tentang prosedur tindakan dan resiko
infeksi terhadapa pasiennya dan harus ada penanggung jawabnya
untuk melaksanakan tindakan selanjutnya agar mencegah infeksi yang
lebih berat.
13.30 o Pasien setuju untuk menghubungi keluarga. Petugas IGD telefon ibu
pasien menggunakan handphone pasien dengan nomor:
085210586313. Dokter jaga IGD berbicara kepada ibu pasien melalui
telefon dan ibu pasien bersedia datang untuk bertanggung jawab.
14.00 o Pacarnya pulang untuk menjemput ibu pasien di Lumbir.
14.10 o Pasien dipasang infus RL  melakukan manual placenta
14.15 o Placenta lahir  kesan lengkap +, bau busuk +, placenta layu + 
massage konut  injeksi Metvel 1 ampul + drip Oxyla 1 ampul +
masage konut membaik keras +
o Perinuem ruptur derajat I-II
14.30 o Lapor dr. Edy Priyanto Sp.OG
o Dr. Edy langsung datang ke IGD dan memeriksa pasien.
o Instruksi dr. Edy Sp.OG:
Paracetamol infus 1 flash
Heccting di VK setalah beliau menyelesaikan program SC
14.45 o Beritahu pasien tentang tindakan yang akan dilakukan.
o Pasien ACC +
15.00 o Diberikan Paracetamol infus
15.20 o Paracetamol Infus habis  RL + Oxyla 1 ampul
15.25 o Pasien pindah ke VK

Purwokerto, Desember 2017

Bidan Titi Kholifah