You are on page 1of 12

HALAMAN PENGESAHAN

Judul : “Kenakalan Remaja dan cara menanggulanginya”

Hari :

Tanggal :

Mengetahui,
Wali Kelas IX 3 Pembimbing

Amrizal, S.Pd Desfitriyenti, S.Pd


NIP. 19660930 200604 1 005 NIP. 19681220 200701 2 005

1
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya

menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia,

mungkin kami tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Makalah ini

disusun agar semua dapat mengetahui apa saja bahaya dan dampak buruk dari

narkoba yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.

Makalah ini kami susun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri

kami maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan

terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Ucapan terima kasih penulis kepada :

1. kedua orang tua yang telah mendukung penulis baik secara spiritual maupun

materil

2. Ibu Maisuherni, S.Pd selaku Kepala SMPN 11 Mandau

3. Ibu Desfitriyenti, S.Pd selaku guru pembimbing sekaligus Guru Bahasa

Indonesia SMPN 11 MANDAU

4. bapak Amrizal, S.Pd selaku wali kelas IX 3

5. Rekan – rekan yang telah mendukung dan memberi semangat dalam pengerjaan

Karya Ilmiah ini.

Walapun karya tulis ini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan, tapi

juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.

Duri, Januari 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ 1

KATA PENGANTAR ................................................................................... 2

DAFTAR ISI .................................................................................................. 3

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 4

1.1 Latar Belakang Masalah .......................................................................... 4

1.2 Rumusan Permasalahan ........................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 5

2.1 Kenakalan Remaja .................................................................................. 5

2.2 Faktor-Faktor Penyebab ........................................................................... 5

2.3 Gejala-Gejala yang Muncul Pada Remaja Terlibat Kenakalan................ 7

2.4 Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja .......................................................... 8

2.5 Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja ...................................................... 9

BAB III PENUTUP ....................................................................................... 11

3.1 Kesimpulan .............................................................................................. 11

3.2 Saran ......................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 12

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Remaja merupakan kelompok yang rentan terlibat dalam penyimpangan perilaku.

Hal ini kurang lebih dikarenakan usia remaja yang merupakan usia pencarian jati

diri dan mudah terpengaruh. Kenakalan remaja merupakan gejala umum,

khususnya terjadi di kota-kota besar yangkehidupannya diwarnai dengan adanya

persaingan-persaingan dalam memenuhi kebutuhan hidup, baik yang dilakukan

secara sehat maupun secara tidak sehat. Persaingan-persaingan tersebut terjadi

dalam segala aspek kehidupan khususnya kesempatan memperoleh pendidikan

dan pekerjaan. Betapa kompleksnya kehidupan tersebut memungkinkan terjadinya

kenakalan remaja. Penyebab kenakalan remaja sangatlah kompleks, baik yang

berasal dari dalam diri remaja tersebut, maupun penyebab yang berasal dari

lingkungan, lebih-lebih dalam era globalisasi ini pengaruh lingkunganakan lebih

terasa.

1.2 Rumusan Permasalahan

1. Apa yang dimaksud dengan kenakalan remaja?

2. Faktor-faktor apa yang menjadi penyebab kenakalan remaja ?

3. Bagaimana gejala-gejala yang muncul pada remaja yang terlibat

kenakalan?

4. Apa saja bentuk-bentuk kenakalan remaja ?

5. Bagaimana upaya mengatasi kenakalan remaja ?

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja atau dalam bahasa Inggris disebut dengan juvenile

delinquency berasal dari kata “juvenile” yang berarti anak-anak dan “delinquere”

yang berarti terabaikan. Oleh karena itu, kenakalan remaja dapat didefinisikan

sebagai suatu kondisi yang dilakukan oleh para remaja untuk berbuat onar.

Kondisi ini merupakan kondisi patologis, karena para remaja tersebut berbuat atau

bertindak di luar batas norma-norma hukum yang berlaku, serta merugikan

lingkungan sosialnya.

2.2 Faktor-Faktor Penyebab

Terdapat dua faktor yang menyebabkan seorang remaja terpengaruh dan ikut

bagian dalam berbuat kenakalan, yaitu internal (diri sendiri), dan eksternal

(lingkungan).

1.Faktor Internal

A.Krisis Identitas

Idealnya, seorang remaja akan selalu mencari jati diri di dalam lingkungannya

saat ia beranjak remaja sebelum ia masuk ke usia dewasa. Oleh karena itu, dalam

mencari jati diri ini, seringkali remaja jatuh ke dalam krisis identitas yang

membuat mereka terdorong untuk melakukan tindakan criminal

B.Kontrol Diri yang Lemah

Remaja yang tidak dapat membedakan mana perbuatan baik dan buruk akan

mudah sekali terpengaruh untuk berbuat nakal. Akan tetapi, bagi remaja yang

5
sudah dapat membedakan perbuatan baik dan buruk juga bisa terjerumus ke dalam

perbuatan buruk, jika tidak dibarengi dengan control diri yang baik dari dalam

batin mereka

2. Faktor Eksternal

A. Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh seseorang sejak ia

lahir. Keluargalah yang seharusnya membentuk control diri yang kuat sehingga

seorang remaja tidak terjerumus ke dalam kenakalan. Keluarga yang tidak

harmonis seperti perceraian kedua orang tua, tidak adanya komunikasi yang baik

di dalam keluarga, serta keluarg ayang selalu dirundung perselisihan, akan

memicu perilaku negative pada remaja

Keluarga juga sangat berperan penting dalam melakukan edukasi dan memberikan

pengetahuan agama kepada anaknya sedari lahir, sehingga pada saat mereka

beranjak remaja, mereka memiliki kontrol diri yang kuat

B. Lingkungan Sosial

Selain keluarga, seseorang juga akan melakukan proses sosioligis ke lingkungan

sekitar. Jika lingkungan tempat ia tinggal merupakan lingkungan yang rawan

kejahatan, maka potensi seorang anak untuk melakukan tindak kejahatan juga

akan semakin besar

C. Pergaulan

Pergaulan dengan teman sebaya juga wajib menjadi tanggung jawab keluarganya

dalam memberikan pengatahuan kepada remaja untuk memilih teman yang baik.

6
Teman sebaya seringkali menjadi faktor utama bagi seorang remaja untuk

melakukan tindak kejahatan.

D. Pendidikan

Pendidikan sangat berguna dalam mebentuk kepribadian seseorang agar memiliki

pengetahuan akan baik buruknya suatu perbuatan. Pendidikan baik harus sejak

dini diajarkan oleh kedua orang tua, sebelum melanjutkan ke sekolah

E. Penggunaan Waktu Luang

Sebaiknya, remaja mempergunakan waktu luangnya dengan hal-hal yang bersifat

positif, seperti membantu sesama, olahraga, menjalani hobi, dan lain sebagainya.

Hal itu akan menjauhkan remaja untuk mengisi waktu luang untuk melakukan

perbuatan anti normative

F. Masuknya Kebudayaan Luar

Kebudayaan luar yang tidak sesuai dengan adat dan norma yang berlaku di

Indonesia seharusnya harus dihindari atau bahkan tidak diikuti. Apalagi dengan

perkembangan teknologi sekarang ini yang semakin dinamis, membuat seorang

remaja makin meninggalkan budaya budaya aslinya

2.3 Gejala-Gejala yang Muncul Pada Remaja Terlibat Kenakalan

1. Anak-anak yang tidak disukai oleh teman-temannya sehingga anak

tersebut menyendiri. Anak yang demikian akan dapat menyebabkan

kegoncangan emosi.

2. Anak-anak yang sering menghindarkan diri dari tanggung jawab di rumah

atau di sekolah. Menghindarkan diri dari tanggung jawab biasanya karena

anak tidak menyukai pekerjaan yang ditugaskan pada mereka sehingga

7
mereka menjauhkan diri dari padanya dan mencari kesibukan-kesibukan

lain yang tidak terbimbing.

3. Anak-anak yang sering mengeluh dalam arti bahwa mereka mengalami

masalah yang oleh dia sendiri tidak sanggup mencari permasalahannya.

Anak seperti ini sering terbawa kepada kegoncangan emosi.

4. Anak-anak yang mengalami phobia dan gelisah dalam melewati batas

yang berbeda dengan ketakutan anal-anak normal.

5. Anak-anak yang suka berbohong.

6. Anak-anak yang suka menyakiti atau mengganggu teman-temannya di

sekolah atau di rumah.

7. Anak-anak yang menyangka bahwa semua guru mereka bersikap tidak

baik terhadap mereka dan sengaja menghambat mereka.

8. Anak-anak yang tidak sanggup memusatkan perhatian

2.4 Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja

1. Kenakalan yang menimbulkan korban fisik pada orang lain: perkelahian,

perkosaan, perampokan, pembunuhan, dan lain-lain.

2. Kenakalan yang menimbulkan korban materi: perusakan, pencurian,

pencopetan, pemerasan, dan lain-lain.

3. Kenakalan sosial yang tidak menimbulkan korban di fihak orang lain:

pelacuran, penyalahgunaan obat.

4. Kenakalan yang melawan status, misalnya mengingkari status anak

sebagai pelajar dengan cara membolos, mengingkari status orang tua

dengan cara minggat dari rumah atau membantah perintah mereka

8
5. Kenakalan Remaja Non Kriminal

2.5 Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja

Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk menekan timbulnya perilaku atau

perbuatan kenakalan yang dilakukan oleh para remaja, diantaranya :

1. Usaha Preventif

 Memberikan kasih saying yang cukup kepada anak

 Meningkatkan kesejahteraan keluarga

 Mendirikan tempat pengembangan kreasi dan inovasi bagi remaja

 Mengembangkan perlengkapan olahraga bagi remaja

 Mendirikan klinik bimbingan psikologis dan edukatif guna memberikan

pengetahuan terhadap tingkah laku remaja

2. Usaha Memberikan Sanksi

 Memberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya

 Memberikan hukuman yang adil dan tidak tebang pilih

 Hukuman yang diberikan seharusnya bersifat edukatif dan mendidik

 Tidak membatasi kreativitas remaja dalam menjalani hukuman tersebut

 Tetap memberikan pengawasan dan pendidikan

3. Usaha Kuratif

 Memberikan pelatihan kepada para remaja untuk hidup teratur dan disiplin

 Memperbanyak program latihan peningkatan keterampilan

 Melakukan perubahan lingkungan tempat tinggal

 Memberikan fasilitas yang diperlukan untuk perkembangan jasmani dan

rohani

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Teknologi di era globalisasi sekali lagi menunjukkan pengaruh dahsyatnya

sebagai faktor penyebab kenakalan remaja. Ibarat pisau yang bemata dua yang

bisa melukai pemakainya sendiri, demikian juga halnya teknologi yang

sebenarnya merupakan salah satu media untuk mempermudah hidup manusia,

tetapi teknologi juga mempunyai potensi merusak apabila tidak dipergunakan

secara bijaksana. Akan tetapi kita tidak dapat mempersalahkan kemajuan

teknologi sepenuhnya sebagai penyebab maraknya kenakalan remaja yang

berkembang menjadi tindak kriminal. Banyak faktor-faktor lain yang menjadi

penyebab kuat seorang remaja terlibat kenakalan remaja. Faktor-faktor tersebut

ada yang berasal dari diri remaja itu sendiri, yakni faktor pubertas, krisis identitas,

ketidakmampuan mengontrol diri, dan juga faktor dari luar, yakni karena

keluarga, lemahnya pengawasan guru, dan faktor yang paling penting adalah

kurangnya pendidikan agama dan moral, baik di lingkungan keluarga, maupun di

lingkungan luar, seperti lingkungan sekolah .

3.2 Saran

Kita hendaknya turut melakukan upaya-upaya untuk menghindarkan mereka

dari perbuatan yang tidak pantas mereka lakukan. Upaya-upaya tersebut dapat

bersifat preventif, represif, dan kuratif. Tanggung jawab terhadap kenakalan

remaja terletak pada orangtua, sekolah, dan masyarakat, khususnya para pendidik

10
baik yang ada di keluarga (orangtua), sekolah (guru-guru dan para guru

pembimbing) maupun para pendidik di masyarakat, yakni para pemuka agama

dan tokoh-tokoh masyarakat.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://helda.info/2009/06/kenakalan remaja.

http://pusatremaja.com/2008/01/15/kenakalan-remaja.

http://yoyooh.com/original-post/yo-ori-remaja/90-kenakalan-remaja.

htmlhttp://www.scribd.com/doc/12007831/KENAKALAN-REMAJA.

http://www.anneahira.com/narkoba/index.htmhttp://pustaka.ut.ac.id/website/index

.php?option=com_content&view=article&id=60:pkni4209-kriminologi-dan-

kenakalan-remaja&catid=30:fkip&Itemid=75

www.scribd.com/doc/54228613/ diunduh tanggal 18 Januari 2019

12