You are on page 1of 10

UNTAD

HERNIA INSISIONAL

NASKAH PUBLIKASI

VITAWATI

N101 16 058

BAGIAN ILMU PENYAKIT INFEKSI TROPIS DAN TRAUMATOLOGI

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO

DESEMBER, 2018

and like twisting. Tadulako University ** Departement of Tropical Infection and Traumatology. Management of incisional hernia is by surgery (open technique: onlay. sublay. around 6-15% become incarcerated and 2% become strangulated. Pain is felt throughout the air. Faculty of Medicine. The patient has not been defecating for 4 days. Faculty of Medicine. Tadulako University ABSTRACT Incisional hernia is a frequent postoperative complication of abdominal surgery due to failure of the abdominal wall to recover. and burdensome since 1 day before entering the hospital. and the appearance of a protrusion below the navel. complications. postoperative . vomiting 2 times. with recurrence rates still high enough to around 54% suture repair and 36% in mesh repair with an overall average of around 15%. and inlay) Keywords: Incisional hernias. INCISIONAL HERNIA Vitawati*. Tri Setyawati*** *Medical Doctor Profession Program Student. Patients have a history of surgery twice. but still throws the wind every day ± 2 times. The complaint is accompanied by nausea. continuously. Roberthy David Maelisa**. Incisional hernias have a life-threatening effect. 73-year-old female patient entered the RSUD Undata Palu with complaints of abdominal pain experienced since 2 weeks before being admitted to the hospital.

Komplikasi. Hernia insisional memiliki efek yang mengancam jiwa. dan inlay) Kata kunci : Hernia insisional. terus menerus. Nyeri dirasakan diseluruh lapang perut. sekitar sekitar 6-15% menjadi inkarserata dan 2% menjadi strangulasi. namun masih buang angin setiap hari ± 2 kali. Tatalaksana dari hernia insisional adalah dengan operasi ( teknik terbuka : onlay. sublay. dan memberat sejak 1 hari SMRS. Pasien belum BAB selama 4 hari. Pasien perempuan usia 73 tahun masuk di RSUD Undata Palu dengan keluhan nyeri perut yang dialami sejak 2 minggu SMRS. dan seperti melilit. muntah 2 kali. Keluhan tersebut disertai mual. dan munculnya penonjolan yang nyeri di bawah pusar. ABSTRAK Hernia insisional adalah suatu komplikasi pasca operasi yang sering pada pembedahan abdomen akibat kegagalan lapisan dinding abdomen untuk pulih kembali. Pasien memiliki riwayat operasi sebanyak 2 kali. Pasca Operasi . dengan angka rekurensi masih cukup tinggi hingga sekitar 54% suture repair dan 36% pada mesh repair dengan rata-rata kesuluruhan sekitar 15%.

PENDAHULUAN Hernia insisional merupakan kegagalan lapisan abdomen untuk pulih kembali setelah pasca operasi laparatomi. Sekitar setengahnya tidak memiliki gejala (Caglià dkk. nafsu makan menurun. masalah kulit. terutama bila usia lebih tua atau hernia yang masih berukuran kecil. dan iskemia dari isi hernia adalah alasan terpenting yang menyebabkan risiko bedah relatif rendah(Caglià dkk. Ultrasound dan CT Scan berkualitas tinggi telah semakin digunakan untuk mendiagnosis dan menggambarkan hernia. 2014. Luijendijk dkk. seperti struktur tulang. Teknik pencitraan tidak hanya dapat menentukan isi kantung hernia dan hubungan dengan tanda dasar dari dinding abdomen lainnya. Akan tetapi. 2014. Komplikasi potensial seperti penyumbatan lumen intestinal. keluhan kosmetik. tetapi juga memberikan rincian penting tentang posisi ukuran kantung hernia jika perbaikan hernia dilakukan sebelumnya. rasa tidak nyaman.. 1985) LAPORAN KASUS Seorang pasien perempuan masuk dengan keluhan nyeri perut yang dialami sejak 2 minggu SMRS. dan seperti melilit. Mudge & Hughes.. 2000) Hingga saat ini. gejala tersering yang dikeluhkan pasien yang mengalami hernia insisional seperti nyeri. dan memberat sejak 1 hari SMRS. dan cacat fungsional. pemeriksa mencoba untuk menentukan fascial edges. Pemeriksa mencari tonjolan dan jika ada hernia yang didapatkan. Keluhan tersebut disertai mual.. dan munculnya . Nyeri dirasakan diseluruh lapang perut. terutama yang memerlukan perbaikan operasi yang kompleks. sampai sepertiga pasien tidak selalu sadar memiliki hernia insisional. tidak ada kriteria standar untuk diagnosis hernia insisional. Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan dinding abdomen dan palpasi dengan pasien telentang dan berdiri. Terkadang pencitraan radiologis sangat dibutuhkan. muntah 2 kali. terus menerus.

Status lokalis menunjukkan regio abdomen (umbilikal dan suprapubik) tampak bekas jahitan post operasi dengan ukuran ± 15 cm. Pemeriksaan neurologis menunjukkan GCS : E4M6V5 = 15. Tanda-tanda vital dalam batas normal. Setelah itu. Gambar 1. disertai adanya penonjolan. Operasi pertama dilakukan 7 bulan yang lalu dengan tindakan laparotomi. Pasien memiliki riwayat operasi sebanyak 2 kali.3 x 103/mm3 dan HGB : 14. BAK lancar seperti biasa. Tampak penonjolan regio abdomen . Pada kasus ini. bunyi peristaltik (+). 3 bulan kemudian muncul penonjolan di bawah pusar yang kecil dan tidak terasa nyeri. penatalaksanaan dilakukan berdasarkan terapi dari bagian bedah. nyeri tekan terutama pada area penonjolan. namun masih buang angin setiap hari ± 2 kali. Operasi kedua dilakukan 24 hari setelah operasi pertama akibat bekas jahitan yang terbuka.3 g/dL. Berdasarkan anamnesis. Pasien dirawat dirumah sakit selama 16 hari dan dipulangkan dalam kondisi stabil setelah sebelumnya dilakukan intervensi bedah (adhesiolisis dan rekonstruksi dinding abdomen).penonjolan yang nyeri di bawah pusar. pemeriksaan fisik. Pasien belum BAB selama 4 hari. dan pemeriksaan penunjang maka diagnosis kerja dari kasus ini yaitu hernia insisional. Hasil pemeriksaan laboratorik darah didapatkan WBC : 11.

Gejala pentumbatan usus meliputi nyeri kram pada perut. yang jarang menjadi muntah fekal. Gangguan jaringan ikat yang terganggu dapat menyebabkan kerusakan jaringan ikat dinding abdomen dan menurunkan kekuatan dari jaringan ikat tersebut(Mityanand. Hernia insisional . pasien sudah berumur 73 tahun dan memiliki riwayat operasi sebanyak 2 kali. Pada kasus. Usia tua dapat dikaitkan dengan atrofi dinding perut dan perubahan pada jaringan ikat. Pada obstruksi usus halus proksimal akan timbul gejala muntah yang banyak. disertai kembung. 2017) Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya bekas jahitan post operasi dengan ukuran ± 15 cm. maupun oleh muntah. nyeri tekan abdomen terutama pada area penonjolan di regio umbilical dan suprapubik. Prosedur intraoperasi DISKUSI Hernia insisional adalah suatu protrusi omentum (suatu lipatan peritoneum) atau organ melalui insisi bedah. yaitu laparotomi (7 bulan yang lalu) dan rehecting. walaupun obstruksi berlangsung lama. artinya disertai dengan pengeluaran banyak cairan dan elektrolit baik di dalam lumen usus bagian atas dari obstruksi. 2017) Obstruksi usus halus merupakan obstruksi saluran cerna tinggi. serta peristaltik (+) kesan menurun. Nyeri abdomen sering dirasakan sebagai perasaan tidak enak di perut bagian atas(Mityanand. Gambar 2.

Hernia insisional tidak akan kembali setelah dilakukan perbaikan. usus dapat dengan mudah terkena dan menurukan aliran darah sehingga meyebabkan hernia . Contoh pembedahan yang memiliki invasif minimal yaitu seperti laparoskopik ventral atau insisional hernia repair(Kingsnorth. rantidin untuk mengurangi sekresi asam lambung melalui mekanisme H2 antagonis reseptor. Normalnya setelah pembedahan luka terhindar dari infeksi dan jaringan yang rusak akan mengalami proses penyembuhan.disebabkan kegagalan lapisan dinding abdomen untuk pulih kembali. 2006) Pada pemeriksaan penunjang. Hung. Chang. Seringkali. 2015) Pada kasus. aponeurosis. USG yang dilakukan hanya memberikan hasil adanya kista ren sinistra. jaringan dapat dengan mudah mendorong dinding otot yang rusak dan menimbulkan hernia insisional. Terapi cairan futrolit diberikan untuk memenuhi kebutuhan elektrolit. didorong keluar oleh adanya tekanan intra- abdomen. 2006) Tatalaksana hernia insisional tergantung dari beberapa faktor. hasil laboratorium menunjukkan nilai dalam batas normal. batuk. Pada hernia insisional USG menunjukkan defek pada lapisan fascia posterior dengan loop usus yang menonjol di dinding abdomen. dapat terjadi saat buang air besar. dan menempelkan mesh pada hernia untuk mencegah kekambuhan. dan asam mefenamat sebagai analgesik untuk mengurangi nyeri perut yang dikeluhkan. dan fasia dinding abdomen(Wongsithichai. Pembedahan diperlukan untuk mengembalikan penonjolan. defek tersebut pada awalnya tidak begitu jelas dengan adanya peningkatan ukuran yang bertahap sehingga defek menjadi lebih jelas(Jacobus Willem Annes. dan PID. angka kekambuhan dapat berkisar 5-20% pada pasien yang memiliki riwayat sebelumnya. & Wang. hidrop vesica fellea. muntah. manajemen terapi yang diberikan pada pasien meliputi farmakoterapi dan pembedahan. menghilangkan jaringan perut. Jika terdapat komplikasi lain pada fase ini. dan lain-lain. Ketika defek terjadi pada luka bekas insisi dinding abdomen. Pada CT Scan abdomen menunjukkan kantung hernia yang memisahkan antara lapisan muskulus. Pembedahan yang dilakukan adalah teknik terbuka. isi rongga abdomen dapat menonjol melalui defek tersebut. Tekanan intra-abdomen yang meningkat. Pada kasus yang terburuk.

2006. Kondisi ini dapat menjadi fatal pada kedua jaringan maupun seseorang. dengan angka rekurensi masih cukup tinggi hingga sekitar 54% suture repair dan 36% pada mesh repair dengan rata-rata kesuluruhan sekitar 15%. tetapi sangat perlu hanya untuk tatalaksana hernua insisional yang besar. Hope & Tuma. 2018) Metode pembedahan dapat digunakan sebagai tatalaksana semua kasus hernia insisional. Meskipun kebanyakan kasus hernia insisional akibat pembedahan di abdomen tetapi dapat juga terjadi pada bagian tubuh yang lainnya setelah pembedahan(Adotey. Hernia insisional memiliki efek yang mengancam jiwa. Sebagian kecil kasus hernia insisonal dapat ditatalaksana dengan menggunakan truss. Tatalaksana dari hernia insisional adalah dengan operasi laparatomi ( teknik terbuka : onlay. Pengelolaan konservatif menggunakan alat penyangga atau korset elastik khusus dapat digunakan sementara atau bila ada kontraindikasi pembedahan. sublay. dan inlay). Terapi operatif berupa herniotomi dan hernioplasti baik operasi tebuka maupun secara laparaskopi bertujuan menutup defek di lapisan muskulo- aponeurosis(Sjamsuhidajat.strangulata. . 2017) KESIMPULAN Hernia insisional merupakan komplikasi tersering pasca operasi laparatomi yang terjadi akibat adanya defek dari dinding abdomen. sekitar sekitar 6-15% menjadi inkarserata dan 2% menjadi strangulasi. Truss adalah sejenis pakaian yang digunakan sama seperti ikat pinggang untuk menekan jaringan dan memastikan pertumbuhan hernia insisonal.

. Caglià. P. (2006)..org/10. A.. Veroux. J.. 34–43.. Braaksma. J. burger.. 12. M. N.nl/pub/7857/060630_Burger- JWA. van den Tol. M. D. L. International Journal of Surgery. (2006). (2006)... https://doi. The Management of Incisional Hernia.. Tracia. M. 392–398. M.1056/NEJM200008103430603 .. Incisional hernia: a review.org/10. https://doi.08.eur. & Amodeo.nlm.. … Jeekel.REFERENSI Adotey. 15(1). W. New England Journal of Medicine. Treatment. A. Incisional Hernia Etiology. (2000).pdf Kingsnorth. https://doi.1016/j. D. Borzì. W. C. Prevention. C. The Annals of The Royal College of Surgeons of England. 252–260. IJzermans. R.2014. P.357 Hope. & Tuma. 343(6). L. W. A Comparison of Suture Repair with Mesh Repair for Incisional Hernia. (2014). de Lange.org/10.ncbi. S164–S169. J. Hop.nih. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. C. Dalam StatPearls. W. M. Tracia.1308/003588406X106324 Luijendijk. Diambil dari https://repub. J. (2018). Nigerian Journal of Medicine: Journal of the National Association of Resident Doctors of Nigeria. Amodeo.. L. Incisional Hernia. M. J. Diambil dari http://www. Incisional hernia in the elderly: Risk factors and clinical considerations.. 88(3).gov/books/NBK435995/ Jacobus Willem Annes.ijsu. F.

). Small-Bowel Obstruction.-Y. E.com/article/774140-overview Mudge. Incisional hernia: a 10 year prospective study of incidence and attitudes.1007/s40477-014-0146-x . Masalah. 72(1). (2015). T. P. R. & Wang. The British Journal of Surgery.-G. EGC.medscape. Wongsithichai.Mityanand..org/10. Buku Ajar Ilmu Bedah.. & Hughes. (2017). 18(3). M. Sjamsuhidajat. https://doi. Hung. C. 70–71. Diambil dari https://emedicine. Chang. Journal of Ultrasound. Pertimbangan Klinis Bedah.-V. L... (2017). (1985). K. 279–281. R. Dynamic ultrasound with postural change facilitated the detection of an incisional hernia in a case with negative MRI findings. dan Metode Pembedahan (4 ed.