You are on page 1of 13

PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No.

4 NOVEMBER 2017 ISSN 2302 - 2493

FORMULASI SEDIAAN SAMPO ANTIKETOMBE EKSTRAK DAUN


PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) DAN UJI AKTIVITASNYA
TERHADAP JAMUR Candida albicans ATCC 10231 SECARA IN VITRO

Tasya C. Malonda1), Paulina V. Y. Yamlean1), Gayatri Citraningtyas 1)


1)
Jurusan Farmasi, FMIPA, Universitas Sam Ratulangi, Manado, 95115

ABSTRACT

Dandruff is a common problem that caused by microorganisms such as fungi. Candida albicans
is one of the fungi that cause dandruff problems in hair. The leaves of the garden balsam (Impatiens
balsamina L.) contain some compounds which have activity as an antifungal. The aim of this research is
to prove garden balsam leave extract that has the best antifungal activity which then formulated as
antidandruff shampoo with variant consentration such as 5%, 10%, and 15% from garden balsam leaves
extract to determine the effect of increasing concentration. This type of this research is a laboratory
experiment with completely randomized design. Garden Balsam leaves were extracted by maseration
method then fractionated by liquid-liquid partition method using n-hexane, ethyl acetate, and aquadest.
The shampoo was made with variant concentrations such as 5%, 10%, and 15% Then evaluated by
organoleptic observation, ph measurement, height foam and water content. Antifungal testing was
performed using the well diffusion method. The result of this study prove that the aquadest extract of
garden balsam leaves has the best antifungal activity and can be formulated as antidandruff shampoo
that meets the requirements consisted of organoleptic test, pH, high foam and water content. The result
based on antifungal activity test showed that concentration of 5% has the highest antifungal activity
followed by concentration of 10% and 15%. All of the consentration above are included as strong
category of microbial growth barrier resistance. The extract of Garden Balsam leaf can be formulated as
antidandruff shampoo.
Keywords: Garden Balsam leaves, Fraction, Antidandruff Shampoo, Candida albicans

ABSTRAK

Ketombe merupakan masalah yang sering dialami yang merupakan peranan dari mikroorganisme
seperti jamur. Candida albicans merupakan salah satu jamur yang menimbulkan masalah ketombe pada
rambut. Daun Pacar air (Impatiens balsamina L.) mengandung beberapa senyawa yang memiliki aktivitas
sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ekstrak daun Pacar air yang memiliki
aktivitas antijamur paling baik yang kemudian dibuat formulasi sediaan sampo antiketombe dengan
kosentrasi 5%, 10% dan 15% ekstrak daun Pacar air untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi.
Jenis penelitian ini ialah eksperimen laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Daun
Pacar air diekstraksi dengan metode maserasi kemudian difraksinasi dengan metode partisi cair-cair
menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan aquades. Sampo dibuat dengan kosentrasi 5%, 10% dan
15% kemudian dievaluasi dengan pengamatan organoleptik, pengukuran pH, tinggi busa dan kadar air.
Pengujian antijamur dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian
membuktikan Fraksi aquades daun Pacar air memiliki aktivitas antijamur paling baik dan dapat
diformulasikan sebagai sediaan sampo antiketombe yang memenuhi persyaratan uji organoleptik, pH,
tinggi busa dan kadar air. Hasil pengujian aktivitas antijamur menunjukan bahwa sediaan sampo dengan
konsentrasi 5% memiliki aktivitas antijamur paling baik diikuti sampo konsentrasi 10% dan sampo
konsentrasi 15%, ketiganya masuk dalam kategori respon hambatan pertumbuhan mikroba yang kuat.
Ekstrak daun Pacar air dapat diformulasikan sebagai sediaan sampo antiketombe.

Kata Kunci: Daun Pacar air, Fraksinasi, Sampo antiketombe, Candida albicans

97
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No. 4 NOVEMBER 2017 ISSN 2302 - 2493

PENDAHULUAN mikroorganisme dengan baik. Salah satu


mikroorganisme yang dapat tumbuh dengan
Rambut yang menghiasi kepala baik di Indonesia ialah jamur (Arifin, 2006).
manusia merupakan suatu kebutuhan Menurut Ariyani et al. (2009), salah satu
estetika, sehingga orang menghabiskan jamur yang menimbulkan masalah ketombe
banyak waktu untuk merawat dan pada rambut ialah jamur Candida albicans.
memperbaiki rambutnya. Gangguan kulit Pengobatan telah banyak dilakukan
kepala seperti sensitif, berminyak dan untuk mengatasi masalah ketombe yang
berketombe, yang mengganggu dihadapi. Seiring berkembangnya
pertumbuhan rambut secara normal pengobatan di Indonesia, perkembangannya
seringkali terjadi (Limbani et al., 2009). kini mengarah ke sistem pengobatan herbal,
Masalah yang masih merupakan penyebab karena terbukti lebih aman dan tidak
kepercayaan diri seseorang berkurang dalam menimbulkan efek samping seperti obat-
beraktivitas ialah rambut berketombe obat kimia (Mahataranti et al., 2012).
(Mahataranti et al., 2012). Diinformasikan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan
bahwa lebih dari 60% populasi di dunia sebelumnya, efektivitas ekstrak etanol daun
mengalami permasalahan rambut Pacar air dengan konsentrasi 25% sampai
berketombe. Prevalensi populasi masyarakat 100% sebanding dengan Ketokonazol 2%
Indonesia yang menderita ketombe menurut dalam menghambat pertumbuhan Candida
data dari International Date Base, US Sensus ATCC 10231 pada media SDA dengan
Bureau tahun 2004 sebesar 43.833.262 dari konsentrasi hambat minimum 12,5%
238.452.952 jiwa dan menempati urutan ke (Hotmauli dan Melinda, 2010). Naitullah et
empat setelah China, India dan US (Sinaga, al. (2014), membuktikan bahwa ekstrak
2012). etanol daun Pacar air dapat menghambat
Ketombe merupakan suatu keadaan pertumbuhan Candida albicans.
anomali pada kulit kepala, yang Sulistyaningrum et al. (2008), meneliti
dikarakterisasi dengan terjadinya perbedaan aktivitas antijamur antara ekstrak
pengelupasan lapisan tanduk secara etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan
berlebihan dari kulit kepala membentuk kontrol positif ketokenazol 2% dengan rata-
sisik-sisik yang halus (Sukandar et al., rata diameter zona bening berturut-turut
2006). Ketombe dapat terjadi pada semua sebesar 0,619; 0,916; 1,880; 2,375 cm.
ras, seks dan usia (Sinaga, 2012). Penyebab Penelitian yang telah membuktikan
ketombe dapat berupa sekresi kelenjar adanya kemampuan ekstrak etanol serta
keringat yang berlebihan atau adanya fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat dari
peranan mikroorganisme di kulit kepala daun Pacar air dalam menghambat jamur
yang menghasilkan suatu metabolit yang Candida albicans yang merupakan salah
dapat menginduksi terbentuknya ketombe di satu penyebab masalah ketombe pada
kulit kepala (Harahap, 1990). Indonesia rambut menunjukkan adanya aktivitas
merupakan negara beriklim tropis yang antiketombe yang dimiliki daun Pacar air.
memiliki kelembaban tinggi sehingga Dari semua hasil penelitian belum dilakukan
memungkinkan untuk tumbuhnya berbagai

98
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No. 4 NOVEMBER 2017 ISSN 2302 - 2493

pengujian dari fraksi aquades sendiri yang (MMM Group) dan Laminar Air Flow (N-
mewakili pelarut polar. Sulistyaningrum et Bioteck).
al. (2008), membuktikan bahwa dalam Bahan yang digunakan dalam
fraksi aquades terdapat senyawa flavonoid, penelitian ini ialah daun Pacar air (Impatiens
kumarin, saponin dan kuinon. Fungsi balsamina L.), Etanol 96%, n-Heksan, Etil
flavonoid adalah sebagai kerja antimikroba Asetat, Natrium Lauril Sulfat, Cocamide
(Robinson,1995). Saponin merupakan DEA, CMC, Menthol, Asam Sitrat, Metil
senyawa aktif yang dapat membunuh jamur Paraben, Aquades, Potato Dextrose Agar
Candida albicans (Robinson,1995). Dalam (PDA), jamur Candida albicans, sampo
fraksi aquades terdapat senyawa yang juga ketombe Ketokonazol 2%, Nacl 0,9% dan
memiliki fungsi sebagai antijamur sehingga larutan standar Mc.Farland.
perlu dilakukan pengujian aktivitas Pengambilan Sampel
antijamur fraksi aquades terhadap jamur Sampel yang digunakan pada
Candida albicans untuk menentukan ekstrak penelitian ini ialah daun tanaman Pacar air
atau fraksi mana yang paling bagus dalam (Impatiens balsamina L.) varietas merah
menghambat jamur Candida albicans, yang diambil di Kecamatan Kakas,
sehingga dibuat suatu sediaan sampo untuk Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi
lebih memudahkan pemanfaatan daun Pacar Utara.
air sebagai antiketombe. Persiapan Sampel
Tahap awal dilakukan pengumpulan
daun Pacar air segar. Kemudian daun Pacar
METODE PENELITIAN
air segar dicuci dengan air mengalir untuk
Alat dan Bahan menghilangkan kotoran yang menempel.
Alat yang digunakan dalam Daun Pacar air dikeringkan dengan cara
penelitian ini ialah gelas ukur (Pyrex), gelas diangin-anginkan selama 2 hari, kemudian
beker (Pyrex), Erlenmeyer (Pyrex), tabung dimasukkan ke dalam oven. Sampel yang
reaksi (Pyrex), ayakan 65 mesh, spatula, telah kering dihaluskan dengan
aluminium foil, batang pengaduk, corong menggunakan blender hingga menjadi
gelas (Pyrex), corong pisah (Pyrex), cawan serbuk yang halus kemudian di saring
petri (Pyrex), timbangan analitik dengan ayakan 65 mesh.
®
(aeADAM ), oven (MMM Group), blender Pembuatan Ekstrak
(WARING), hot plate (ACIS), cawan Ekstrak daun Pacar air dibuat dengan
porselin, wadah sampo, klem dan statif, cara maserasi. Sebanyak 500 gram serbuk
pencadang, mikropipet (ecopipette™), simplisia daun Pacar air, kemudian
penggaris berskala, pH indikator strips direndam dengan larutan etanol 96%
universal (MERCK), desikator, kertas sebanyak 2500 mL, ditutup dengan
saring, kapas, kasa steril, sarung tangan dan aluminium foil dan dibiarkan selama 5 hari
masker, gunting, kertas label, rotary sambil sesekali diaduk. Setelah 5 hari,
evaporator (STEROGLASS), kawat ose, sampel yang direndam tersebut disaring
lampu bunsen, autoklaf (ALP), inkubator menggunakan kertas saring menghasilkan
filtrat 1 dan residu 1. Residu yang ada
99
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No. 4 NOVEMBER 2017 ISSN 2302 - 2493

kemudian ditambah dengan larutan etanol hingga terdapat dua lapisan (lapisan bawah
96% sebanyak 1000 mL, ditutup dengan aquades dan lapisan atas n-heksan,
aluminium foil dan dibiarkan selama 2 hari kemudian keduanya dipisahkan. Lapisan n-
sambil sesekali diaduk. Setelah 2 hari, heksan ditampung dalam wadah. Proses
sampel tersebut disaring menggunakan penambahan pelarut untuk partisi dilakukan
kertas saring menghasilkan filtrat 2 dan hingga lapisan n-heksan menjadi bening.
residu 2. Filtrat 1 dan 2 dicampur menjadi Lapisan n-heksan yang terbentuk
satu, kemudian dievaporasi menggunakan digabungkan menjadi satu (Filbert, 2014).
rotary evaporator, untuk memperoleh Lapisan aquades dari proses partisi
ekstrak kental yang dihasilkan dibiarkan n-heksan kemudian dipartisi lebih lanjut
pada suhu ruangan hingga seluruh pelarut dengan etil asetat. Proses partisi dilakukan
etanol menguap. Ekstrak ditimbang dan sama seperti pada partisi dengan n-heksan.
disimpan dalam wadah gelas tertutup Setelah fraksi etil asetat dipisahkan, lapisan
sebelum digunakan untuk pengujian. yang tersisa merupakan fraksi aquades.
Hasil dari masing - masing fraksi kemudian
Fraksinasi diuapkan di dalam oven pada suhu 400C
Proses fraksinasi dilakukan dengan hingga diperoleh fraksi masing - masing
cara partisi menggunakan pelarut n-heksan, pelarut (Filbert, 2014).
etil asetat dan aquades. Sebanyak 10 g
ekstrak pekat hasil proses maserasi Formulasi Sampo
dilarutkan dalam 100 mL air. Larutan Formulasi fraksi aquades menjadi
selanjutnya dipartisi dengan menambahkan bentuk sediaan sampo antiketombe terdiri
100 mL n-heksan dan dikocok dalam labu dari zat aktif berupa fraksi aquades daun
pemisah dan sesekali katup labu pemisah Pacar air pada berbagai tingkat konsentrasi
dibuka dengan maksud untuk mengelurkan yaitu 5%, 10%, dan 15% serta zat
gas yang dihasilkan dalam proses tambahan. Formulasi sampo tersaji pada
pengocokan. Campuran larutan didiamkan Tabel 1.
Tabel 1. Formulasi Sediaan Sampo Antiketombe Fraksi Aquades Daun Pacar air
Formulasi sampo antiketombe dengan berbagai
Bahan konsentrasi fraksi aquades daun Pacar air
Basis F1 F2 F3
Fraksi aquades daun Pacar
0% 5% 10% 15%
air
Natrium Lauril Sulfat 10% 10% 10% 10%
Cocamide DEA 4% 4% 4% 4%
CMC 3% 3% 3% 3%
Asam Sitrat qs qs qs qs
Menthol 0,5% 0,5% 0,5% 0,5%
Metil Paraben 0,15 % 0,15 % 0,15 % 0,15 %
Aquades ad 30 mL ad 30 mL ad 30 mL ad 30 mL

100
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No. 4 NOVEMBER 2017 ISSN 2302 - 2493

Timbang semua bahan yang kualitas sampo tersebut. Beberapa uji yang
digunakan sesuai dengan formulasi. CMC dilakukan pada sampo yaitu pengamatan
dikembangkan dengan air panas di dalam organoleptik, pengukuran pH, pengukuran
mortar (M1). Metil paraben dilarutkan tinggi busa dan pengukuran kadar air.
dengan beberapa tetes etanol hingga larut Sediaan sampo juga diuji kemampuan
(M2). Sebagian aquades dipanaskan di atas antijamurnya dengan menggunakan metode
hot plate pada suhu 600C dan dimasukkan difusi sumuran.
natrium lauril sulfat, aduk hingga
homogeny. Cocamide DEA ditambahkan ke HASIL PENELITIAN
dalamnya sambil terus diaduk hingga Ekstraksi Daun Pacar Air
homogen. M1 dan M2 dicampurkan ke Daun segar sebanyak 4,4 kg yang
dalamnya dan diaduk sampai cairan dikeringkan kemudian dihaluskan
mengental (M3). Fraksi aquades daun Pacar menghasilkan serbuk simplisia daun Pacar
air 5% dicampurkan ke dalam M3, aduk air sebanyak 500 g. Serbuk simplisia
hingga homogeny. Larutan sampo M3 diekstraksi dengan metode maserasi
ditambahkan Asam sitrat yang telah menggunakan pelarut etanol 96% sebanyak
dilarutkan dengan beberapa tetes etanol dan 3500 mL menghasilkan ekstrak kental
diaduk. Larutan sampo M3 didinginkan dan seberat 72 g. Diperoleh nilai rendemen
ditambahkan menthol yang telah dilarutkan sebesar 14,4%.
dengan beberapa tetes etanol dan diaduk. Fraksinasi
Dicukupkan dengan aquades hingga 30 mL Ekstrak pekat yang telah diperoleh
dan diaduk hingga homogen. Untuk selanjutnya difraksinasi dengan metode
pembuatan sampo antiketombe dengan partisi menggunakan pelarut n-heksan, etil
konsentrasi 10% dan 15% dilakukan dengan asetat dan aquades. Total fraksi beserta
cara yang sama. rendemen yang dihasilkan dalam proses
Sediaan sampo antiketombe fraksinasi dapat dilihat pada Tabel 2.
selanjutnya dievaluasi untuk penjaminan
Tabel 2. Rendemen Fraksi Hasil Partisi Ekstrak Etanol Daun Pacar Air

Volume pelarut Massa fraksi Rendemen


Fraksi Warna
(mL) (g) (%)

n-heksan 4500 11,087 22,174 Hijau tua


Etil asetat 3500 9,191 18,382 Coklat tua
Aquades 500 40,383 80,766 Merah bata
Pengujian Aktivitas Antijamur dari
Ekstrak Etanol, Fraksi n-heksan, Fraksi
Etil Asetat dan Fraksi Aquades.
Tabel 3. Hasil Uji Aktivitas Antijamur

101
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No. 4 NOVEMBER 2017 ISSN 2302 - 2493

Diameter Zona Hambat (mm)


Larutan
Replika Ekstrak Daun Pacar Air
Kontrol
Ekstrak Fraksi n- Fraksi Etil Fraksi
+ -
Etanol Heksan Asetat Aquades
1 25 0 5,5 3,5 10 10,5
2 23 0 5 3,5 8,5 10,5
Rata-rata 24 0 5,25 3,5 9,25 10,5
Evaluasi Sampo
Pengamatan Organoleptik

Tabel 4. Hasil Pengamatan Organoleptik Sediaan Sampo Antiketombe Fraksi Aquades Daun
Pacar air dengan Berbagai Konsentrasi

Formulasi Sediaan
Sampo Bentuk Warna Bau
Antiketombe
Cair, tidak ada Menthol, khas daun
F1 Coklat muda
yang mengendap Pacar air
Cair, tidak ada Menthol, khas daun
F2 Coklat
yang mengendap Pacar air
Cair, tidak ada
F3 Coklat tua Khas daun Pacar air
yang mengendap

Pengukuran pH

Tabel 5. Hasil Pengukuran pH Sediaan Sampo Antiketombe Fraksi Aquades Daun Pacar air
dengan Berbagai Konsentrasi

Formulasi Sediaan
pH
Sampo Antiketombe
F1 6
F2 5
F3 5
Pengukuran Tinggi Busa

Tabel 6. Hasil Pengukuran Tinggi Busa Sediaan Sampo Antiketombe Fraksi Aquades Daun
Pacar air dengan Berbagai Konsentrasi

Formulasi Sediaan
Tinggi Busa (cm)
Sampo Antiketombe
F1 6
F2 7,30
F3 8

Pengukuran Kadar Air

102
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No. 4 NOVEMBER 2017 ISSN 2302 - 2493

Tabel 7. Hasil Pengukuran Kadar Air Sediaan Sampo Antiketombe Fraksi Aquades Daun Pacar
air dengan Berbagai Konsentrasi

Formulasi Sediaan
Kadar Air (%)
Sampo Antiketombe
F1 89,83
F2 86,71
F3 82,36

Pengujian Aktivitas Antijamur Sediaan Sampo

Tabel 8. Hasil Uji Aktivitas Antijamur

Diameter Zona Hambat (mm)


Replika Larutan Kontrol Formulasi Sediaan Sampo Antiketombe
+ - F1 F2 F3
1 23 8 13 6,5 7,5
2 22,5 10,5 15,5 12 8,5
3 24 9 13 8,5 7,5
Rata-rata 23,17 9,17 13,83 9 7,83

PEMBAHASAN memiliki keuntungan, yaitu dapat menjaga


agar kandungan senyawa dalam sampel
Sediaan sampo yang dibuat pada yang tidak tahan panas, tidak rusak dan
penelitian ini memanfaatkan bahan aktif sampel yang diekstraksi bisa langsung
yang diperoleh dari daun Pacar air. Daun dalam jumlah yang banyak (Doughari,
Pacar air yang diambil dibersihkan dan 2006). Ekstraksi sampel ini menggunakan
dicuci dengan air mengalir untuk pelarut etanol 96% karena pelarut etanol
menghilangkan kotoran. Daun yang sudah menyari hampir keseluruhan kandungan
bersih diangin-anginkan dan dimasukkan ke simplisia baik non polar, semi polar maupun
dalam oven untuk mengurangi kadar air polar (Iswanti, 2009).
dalam daun. Daun Pacar air yang sudah Ekstrak pekat yang telah diperoleh
kering kemudian diblender sampai halus dan selanjutnya difraksinasi dengan metode
diayak tujuannya untuk memperoleh serbuk partisi menggunakan pelarut n-heksan, etil
yang homogen dengan luas permukaan yang asetat dan aquades. Penggunaan pelarut
besar sehingga mempermudah pelepasan zat tersebut bertujuan untuk menarik senyawa
aktif pada proses ekstraksi. dalam ekstrak berdasarkan tingkat
Hasil ekstrak daun Pacar air kepolarannya. Berdasarkan rendemen hasil
diperoleh dari proses ekstraksi dengan fraksinasi ekstrak, dapat diketahui bahwa
menggunakan metode maserasi dan pelarut fraksi pelarut aquades memiliki rendemen
etanol 96%. Metode maserasi ini juga tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa dalam

103
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No. 4 NOVEMBER 2017 ISSN 2302 - 2493

daun Pacar air terdapat banyak senyawa kontrol positif Ketokonazol 2% menunjukan
yang bersifat sangat polar. adanya diameter zona hambat paling besar
Ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi dengan rata-rata 24,00 mm dibanding
etil asetat dan fraksi aquades yang diperoleh dengan ekstrak dan fraksi sampel.
diuji aktivitasnya terhadap pertumbuhan Aquades digunakan sebagai kontrol
jamur Candida albicans menggunakan negatif dimana kontrol negatif digunakan
metode difusi sumuran serta menggunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh
PDA sebagai media pertumbuhan. pelarut terhadap pertumbuhan jamur uji,
Digunakan metode sumuran karena lebih sehingga dapat diketahui bahwa aktivitas
mudah mengukur luas zona hambat yang yang ditunjukan oleh ekstrak ataupun fraksi
terbentuk karena isolat beraktivitas tidak ialah zat yang terkandung dalam sampel
hanya di permukaan atas agar tetapi juga bukan berasal dari pelarut yang digunakan.
sampai ke bawah (Saputro, 2006). Juga Dari hasil pengujian aquades pada penelitian
karena hasil dari metode sumuran akan lebih ini tidak menunjukan adanya zona hambat
mudah terlihat dan lebih menampakan hasil sehingga zona hambat yang dihasilkan dari
yang nyata (Warsa, 1994). ekstrak ataupun fraksi sampel pada
Media PDA dipilih karena dapat pengujian ini benar berasal dari aktivitas zat
mendukung pertumbuhan jamur Candida yang terkandung di dalamnya.
albicans yang memiliki karakteristik dapat Hasil pengujian aktivitas antijamur
tumbuh cepat pada kondisi asam dari ektrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil
dibandingkan dengan pH normal atau alkali asetat dan fraksi aquades menunjukan zona
(Tjampakasari, 2006). Selain itu, jamur hambat paling besar ditunjukkan oleh fraksi
dapat tumbuh baik pada media PDA karena aquades yang artinya fraksi aquades
mengandung nutrisi yang dapat memenuhi mengandung zat aktif paling banyak yang
syarat sebagai media pertumbuhan jamur dapat menghambat pertumbuhan dari jamur
salah satunya dari sumber karbohidrat Candida albicans dibandingkan dengan
(Atlas, 2004). Selain itu, PDA dapat fraksi yang lain ataupun ekstrak yang
menghindari kontaminasi bakteri dengan diujikan.
keasaman pada media yang rendah (pH 4,5 Berdasarkan hasil yang diperoleh
sampai 5,6) sehingga menghambat yaitu fraksi aquades memiliki aktivitas
pertumbuhan bakteri yang membutuhkan menghambat jamur paling besar sehingga
lingkungan yang netral (pH 7,0) dibuat sediaan sampo antiketombe dengan
(Cappuccino and Sherman, 2014). menggunakan bahan aktif yaitu fraksi
Kontrol positif dalam pengujian ini aquades daun Pacar air dengan konsentrasi
digunakan sampo Ketokenazol 2%. Sampo 5%, 10% dan 15%, surfaktan, serta bahan
Ketokonazol dipilih sebagai kontrol positif tambahan. Surfaktan yang dipilih dalam
karena Ketokonazol merupakan antijamur pembuatan sampo ini ialah surfaktan yang
golongan imidazol mempunyai spektrum banyak digunakan dalam sediaan sampo
yang luas (Indranarum dan Suyoso, 2001). yang beredar di pasaran, yaitu natrium lauril
Dari hasil yang diperoleh pada pengujian ini sulfat sebagai surfaktan primer dan

104
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No. 4 NOVEMBER 2017 ISSN 2302 - 2493

cocamide DEA sebagai surfaktan sekunder. SNI No. 06-2692-1992 yaitu berkisar 5,0-
Dengan menggunakan surfaktan primer dan 9,0.
sekunder, sediaan sampo antiketombe dapat Uji tinggi busa bertujuan untuk
membersihkan dan membentuk busa lebih menunjukkan kemampuan surfaktan
baik. Bahan tambahan yang digunakan yaitu membentuk busa. Busa dari sampo
CMC sebagai pengental, Metil paraben merupakan hal yang sangat penting. Hal ini
sebagai pengawet, Asam sitrat sebagai karena busa menjaga sampo tetap berada
buffer dan Menthol sebagai pewangi. Sampo pada rambut, membuat rambut mudah
antiketombe fraksi aquades daun Pacar air dicuci, serta mencegah batangan-batangan
yang sudah jadi dievaluasi untuk rambut menyatu sehingga menyebabkan
mengetahui kualitas dan kemanannya. kusut (Mitsui, 1997). Tinggi busa yang
Kemudian dilanjutkan dengan pengujian dihasilkan dari ketiga formulasi sampo
aktivitas antijamur dari sediaan sampo mengalami peningkatan daya busa.
antiketombe tersebut. Peningkatan ini disebabkan oleh
Hasil pengamatan organoleptik peningkatan fraksi aquades dalam sediaan
sampo antiketombe fraksi aquades daun sampo hal ini karena fraksi aquades daun
Pacar air dengan berbagai konsentrasi Pacar air mengandung saponin. Menurut
menunjukkan bahwa semakin tinggi Harbone (1996) saponin bersifat sabun.
konsentrasi fraksi aquades daun Pacar air Hasil uji tinggi busa dari ketiga formulasi
yang terkandung dalam sediaan sampo sediaan sampo memenuhi persyaratan tinggi
antiketombe maka semakin kuat bau khas busa menurut Wilkinson (1982) yaitu 1,3-
daun Pacar air sehingga menutupi bau dari 22cm.
pewangi menthol yang digunakan, serta Uji nilai kadar air sangat penting
semakin pekat warna coklat pada sediaan untuk dilakukan dalam sebuah produk
sampo karena warna fraksi aquades daun sampo, karena kadar air terkait dengan fisik
Pacar air yang berwarna merah bata. sampo serta mempengaruhi daya simpan
Uji pH bertujuan untuk mengetahui suatu produk sampo. Dari hasil pengukuran
keamanan sediaan pada waktu digunakan. kadar air, sampo antiketombe dengan
pH sampo yang terlalu asam maupun terlalu berbagai konsentrasi fraksi aquades daun
basa akan mengiritasi kulit kepala. Pacar air masih memenuhi persyaratan
Berdasarkan hasil pengukuran pH menurut persyaratan SNI No. 06-2692-1992
menggunakan kertas pH indikator universal, yaitu maksimum 95%. Berdasarkan hasil
penambahan fraksi aquades Pacar air yang diperoleh kadar air yang dihasilkan,
menyebabkan penurunan pH yang semakin besar konsentrasi fraksi yang
disebabkan pengaruh zat aktif dalam fraksi ditambahkan maka semakin kecil presentase
aquades Pacar air yang memiliki pH asam. kadar air yang didapatkan. Kadar air yang
Walaupun pH sampo mengalami penurunan lebih tinggi ini berasal dari bahan-bahan
tetapi nilai pH ketiga formulasi sampo yang bersifat higroskopis (kemampuan suatu
antiketombe yang masih memenuhi zat untuk menarik molekul air dari
persyaratan yang telah ditetapkan dalam lingkungannya) yaitu seperti CMC.

105
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No. 4 NOVEMBER 2017 ISSN 2302 - 2493

Sediaan sampo antiketombe dengan penambahan fraksi aquades yang


berbagai konsentrasi yang dibuat diuji mempengaruhi pelepasan zat aktif untuk
aktivitasnya terhadap pertumbuhan jamur menghambat jamur. Semakin tinggi
Candida albicans dengan menggunakan konsentrasi fraksi aquades semakin kental
media, metode, jamur dan kontrol positif sediaan sampo antiketombe maka semakin
yang sama dengan yang digunakan pada besar viskositas sediaan sampo tersebut.
pengujian aktivitas antijamur dari ekstrak Viskositas adalah suatu pernyataan tentang
dan fraksi sebelumnya. Kontrol negatif tahanan dari suatu cairan untuk mengalir,
digunakan formula sampo antiketombe semakin tinggi viskositas, semakin besar
tanpa fraksi aquades daun Pacar air (basis tahanan tersebut (Sinko, 2012). Hal ini yang
sampo). Kontrol negatif digunakan untuk membuat sehingga menghalangi pelepasan
mengetahui ada tidaknya pengaruh basis zat aktif yang berakibat penghambatan
sampo terhadap pertumbuhan jamur uji, jamur Candida albicans menurun.
sehingga dapat diketahui bahwa aktivitas Hasil pengujian aktivitas antijamur
yang ditunjukan oleh sediaan sampo dengan menunjukkan bahwa kontrol negatif yang
berbagai konsentrasi fraksi aquades daun digunakan yaitu formula sampo antiketombe
Pacar air ialah dari zat yang terkandung tanpa fraksi aquades daun Pacar air dapat
dalam fraksi aquades yang terdapat dalam memberikan zona hambat terhadap
sediaan sampo dan bukan berasal dari basis pertumbuhan jamur Candida albicans, hal
sampo yang digunakan. ini menunjukkan adanya bahan dalam
Hasil pengujian aktivitas antijamur formula sampo yang berfungsi sebagai
sampo antiketombe fraksi aquades daun antijamur. Bahan yang diduga ialah metil
Pacar air dengan konsentrasi F1(5%), paraben. Metil paraben banyak digunakan
F2(10%), F3(15%), formula sampo sebagai pengawet antimikroba pada produk
antiketombe tanpa fraksi aquades daun kosmetik, produk makanan, dan juga dalam
Pacar air sebagai kontrol negatif dan sampo formulasi farmasi (Rowe et al., 2009). Hal
Ketokonazol 2% sebagai kontrol positif ini yang menyebabkan metil paraben
pada masing-masing perlakukan mempunyai kemampuan untuk menghambat
menunjukkan adanya zona hambat yang tumbuhnya kontaminan seperti bakteri
terbentuk di sekitar sumuran. Zona hambat maupun jamur.
paling besar ditunjukkan oleh sediaan sampo Hasil pengujian antijamur sampo
antiketombe konsentrasi fraksi aquades 5%, antiketombe fraksi aquades daun Pacar air
diikuti oleh sediaan sampo antiketombe dengan ketiga konsentrasi yang memiliki
konsentrasi fraksi aquades 10% dan zona daya hambat lebih dari 6 yaitu 13,83 mm
hambat paling kecil ditunjukan oleh sediaan (F1), 9 mm (F2) dan 7,83 mm (F3)
sampo antiketombe konsentrasi fraksi dikategorikan dalam respon hambatan
aquades 15% dengan besar rata-rata zona pertumbuhan mikroba yang kuat dilihat dari
hambat secara berturut-turut yaitu 13,83 kategori penghambatan antimikroba
mm, 9 mm dan 7,83 mm. Perbedaan daya menurut Pan et al. (2009).
hambat tersebut dipengaruhi oleh adanya

106
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No. 4 NOVEMBER 2017 ISSN 2302 - 2493

Tabel 9. Kategori Penghambatan dengan konsentrasi fraksi aquades daun


Antimikroba Berdasarkan Diameter Pacar air 5% (F1) mempunyai aktivitas
Zona Hambat (Pan et al., 2009). antijamur paling baik, diikuti dengan
Respon Hambatan konsentrasi fraksi aquades daun Pacar
Diameter (mm)
Pertumbuhan air 10% (F2) dan diikuti dengan
0-3 Lemah konsentrasi fraksi aquades daun Pacar
3-6 Sedang air 15% (F3) yang mempunyai aktivitas
Lebih dari 6 Kuat
anti jamur paling rendah.

Kemampuan sampo antiketombe SARAN


fraksi aquades daun Pacar air sebagai
antijamur disebabkan karena adanya zat-zat Perlu dilakukan penelitian lebih
aktif yang dikandung dalam fraksi aquades lanjut untuk uji viskositas dan penentuan
daun Pacar air. Sulistyaningrum et al. kadar surfaktan serta uji keamanan sediaan
(2008), membuktikan bahwa dalam fraksi sampo yang belum dilakukan dalam
aquades terdapat senyawa flavonoid, penelitian ini.
kumarin, saponin dan kuinon. Dari semua
senyawa yang terkandung dalam fraksi DAFTAR PUSTAKA
aquades daun Pacar air memiliki
Arifin, Z. 2006. Kajian Mikoriza Vesikula
kemampuan dalam menghambat Arbuskula (MVA) dalam Menekan
pertumbuhan jamur. Perkembangan Penyakit Bercak
Ungu (Alternaria porri) pada
KESIMPULAN Bawang Putih. [Disertasi]. Fakultas
Ilmu Pertanian Universitas Gadjah
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari Mada, Yogyakarta.
penelitian yang dilakukan, maka dapat
diambil kesimpulan sebagai berikut: Ariyani., S.D. Dewi., dan R. Haribi. 2009.
1. Fraksi aquades memiliki aktivitas Daya Hambat Sampo Anti Ketombe
Terhadap Pertumbuhan C. Albicans
antijamur paling baik dibandingkan
Penyebab Ketombe. Jurnal
dengan ekstrak etanol, fraksi n-heksan Kesehatan. 2(2): 7-10.
dan fraksi etil asetat dari daun Pacar air.
2. Fraksi aquades daun Pacar air dapat Atlas, R. M. 2004. Buku Pegangan Media
diformulasikan sebagai sediaan sampo Mikrobiologi. CRC Press, Jakarta.
antiketombe yang memenuhi persyaratan Cappuccino, J.G., and Sherman, N. 2014.
seperti organoleptik, pH, tinggi busa dan Manual laboratorium biologi. EGC,
kadar air. Jakarta.
3. Peningkatan konsentrasi fraksi aquades
Doughari JH. 2006. Antimicrobial Activity
daun Pacar air dari konsentrasi 5%, 10% of Tamarindus indica Linn. Tropical
sampai 15% dalam sediaan sampo J Pharmaceu Res. 5(2): 597-603.
antiketombe diikuti dengan penurunan
diameter zona hambat pada setiap variasi Filbert. 2014. Isolasi dan Karakterisasi
Senyawa Resveratrol Sebagai Agen
kesentrasi. Sediaan sampo antiketombe
107
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No. 4 NOVEMBER 2017 ISSN 2302 - 2493

Antioksidan dari Ekstrak Metanol Mahataranti, N., I.Y. Astuti., dan B.


pada Kulit Biji Pinang Yaki (Areca Asriningdhiani. 2012. Formulasi
vestiaria Giseke). [Skripsi]. FMIPA Shampo Antiketombe Ekstrak Etanol
UNSRAT, Manado. Seledri (Apium Graveolens L.) dan
Aktivitasnya Terhadap Jamur
Harahap, M. 1990. Penyakit Kulit. Pityrosporum ovale. Jurnal
Gramedia, Jakarta. Pharmacy. 9(2): 128-138.
Harborne, J.B. 1998. Phytochemical Mitsui, T. 1997. New Cosmetics Science,
Methods: A Guide to Modern 406. Elsevier, Netherlands.
Techniques of Plant Analysis. Third
Edition. Chapman & Hall, UK. Naitullah, N., F. Jamin., Frengki., dan D.
Maryulia. 2014. Pengaruh Pemberian
Hotmauli., dan Melinda. 2010. Ekstrak Etanol Daun Pacar Air
Perbandingan Efektivitas Ekstrak (Impatiens balsamina Linn)
Daun Pacar Air (Impatiens Terhadap Pertumbuhan Candida
Balsamina Linn) dengan albicans secara In Vitro. Jurnal
Ketokonazol 2% terhadap Medika Veterinaria. 8(2): 125-127.
Pertumbuhan Candida American
Type Culture Collection (ATCC) Pan, X., F. Chen, T. Wu, H. Tang and Z.
10231 Pada Media Sabouraud Zhao. 2009. The Acid, Bile
Dextrose Agar (SDA). Artikel Karya Tolerance and Antimicrobial
Tulis Ilmiah. Program Pendidikan Property of Lactobacillus acidophilus
Sarjana Kedokteran Universitas NIT. J. Food Control 20 : 598-602.
Diponegoro, Semarang.
Robinson, T. 1995. Kandungan Organik
Indranarum, T., dan Suyoso, S. 2001. Tumbuhan Tinggi. Edisi ke-6.
Penatalaksanaan Tinea Kapitis. Terjemahan Kokasih Padmawinata.
Berkala Ilmu penyakit Kulit dan ITB, Bandung.
Kelamin. 13(1): 3035.
Rowe, R.C., P.J. Sheskey., and M.E. Quin.
Iswanti, D.A. 2009. Uji Aktivitas 2003. Handbook of Pharmaceutical
Antibakteri Fraksi N-Heksan, Fraksi Excipient, 4th ed. Pharmaceutical
Etil Asetat, dan Fraksi Etanol 96% Press, Washington DC.
Daun Ekor Kucing (Acalypha
Hispida Burm. F) Terhadap Bakteri Saputro, A. D. 2006. Potensi Antifungi
Staphylococcus aureus ATCC 25923 Isolat Bakteri Rizosfer Rumput
Secara Dilusi. [skripsi]. Fakultas Pangola (D.decumbens) Terhadap
Farmasi Universitas Setia Budi, Jamur C. albicans. [Skripsi]. FKIP
Surakata. UMS, Surakarta.

Limbani, M., M.R. Dabhi., M.K. Raval., and Sinaga, S.R. 2012. Uji Banding
N.R. Sheth. 2009. Clear Shampoo: Efektivitas Perasan Jeruk Purut
an Important Formulation Aspect (Citrus hystrix DC) dengan Zinc
with Consideration of the Toxicity of Pyrithione 1% terhadap Pertumbuhan
Commonly Used Shampoo Pityrosporum ovale pada Penderita
Ingredients. Saurashtra University, Berketombe. Laporan Hasil Karya
India. Tulis Ilmiah. Program Pendidikan

108
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 6 No. 4 NOVEMBER 2017 ISSN 2302 - 2493

Sarjana Kedokteran Fakultas


Kedokteran Universitas Diponegoro,
Semarang.
Sinko, P. J. 2012. Martin Farmasi Fisika
dan Ilmu Farmasetika. Edisi ke-5.
Kedokteran EGC, Jakarta.
Sukandar, E., Suwendar., dan E. Ekawati.
2006. Aktivitas ekstrak etanol herba
seledri (Apium graveolens) dan daun
urang aring (Eclipta prostate L.)
terhadap Pityrosporum ovale.
Majalah Farmasi Indonesia,
Bandung.
Sulistyaningrum, F., Muryati, S., dan
Setyani, W. 2008. Uji Ativitas
Antijamur Fraksi N-Heksan, Etil
Asetat dan Air Daun Pacar Air
(Impatiens balsamina Linn.) terhadap
Pertumbuhan Candida albicans
ATCC 10231. [Skripsi]. Sekolah
Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan
Pharmasi, Semarang.
Tjampakasari, R. C. 2006. Karakteristik
Candida albicans. Cermin Dunia
Kedok, Jakarta.

Warsa, U.C. 1994. Buku Ajar Mikrobiologi


Kedokteran. Binarupa Aksara,
Jakarta.
Wilkinson, J. B. dan Moore, R. J. 1982.
Harry’s Cosmeticology, 7th Ed.
George Godwin, London.

109