You are on page 1of 51

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

MODUL PENDATAAN KELUARGA SEHAT Di WILAYAH KERJA

TIM PENYUSUN

Dr. Miko Hananto, SKM, M.Kes Mieska Despitasari, S.Si, MKM Eva Laelasari, S.Si, MKKK Andre Yunianto, S.Si Ginoga Veridona, S.Kom

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

S.Kom Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
S.Kom Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 167

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

MATERI INTI Survei Kesehatan Seluruh Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas

I. Deskripsi Singkat Kegiatan pengumpulan data merupakan faktor penentu dan bagian penting dari rangkaian kegiatan survei yang menentukan diperolehnya data yang akurat dan valid sehingga diperoleh data kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan. Keberhasilan pengumpulan data di lapangan sangat ditentukan oleh pelatihan, pengorganisasian, persiapan, penyelenggaraan kegiatan, dan kegiatan paska lapangan. Teknik pengumpulan data pada survei ini dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil pengumpulan data adalah faktor pewawancara, responden, materi pertanyaan, dan situasi wawancara.

II. Tujuan

A. Tujuan Pembelajaran Umum Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta mampu melakukan survei kesehatan keluarga di wilayah kerja Puskesmas

B. Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta mampu:

1. Peserta pelatihan menerapkan etika pengumpulan data dan cara probing

2. Peserta pelatihan mampu melakukan perhitungan Indeks Keluarga Sehat (IKS) 3. Peserta pelatihan mampu melakukan Pengisian Kuesioner Keluarga Sehat 4. Peserta pelatihan mampu melakukan manajemen dan analisis data Keluarga Sehat (KS)

melakukan manajemen dan analisis data Keluarga Sehat (KS) Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
melakukan manajemen dan analisis data Keluarga Sehat (KS) Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 168

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

III. Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Dalam modul ini akan dibahas pokok bahasan dan sub pokok bahasan berikut:

Pokok Bahasan 1. Etika pengumpulan data dan cara probing Pokok Bahasan 2. Perhitungan Indeks Keluarga Sehat (IKS) Pokok Bahasan 3. Pengisian Kuesioner Keluarga Sehat Pokok Bahasan 4. Manajemen dan Analisis Data Keluarga Sehat (KS)

IV. Langkah-Langkah Proses Pembelajaran Berikut disampaikan langkah-langkah kegiatan proses pembelajaran.

1. Fasilitator menjelaskan secara singkat tentang tujuan pembelajaran dan pokok bahasan.

2. Fasilitator menjelaskan materi sesuai pokok bahasan etika pengumpulan data

3. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya/ mendiskusikan materi yang diberikan

4. Fasilitator membagikan instrument survey keluarga sehat/ family folder

5. Fasilitator menjelaskan cara pengisian instrumen dan peserta langsung mempraktikkan cara pengisian instrument sesuai contoh kasus yang telah dipaparkan fasilitator

6. Peserta melakukan role play pengumpulan data

7. Fasilitator menjelaskan materi pengolahan data

8. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok.

9. Fasilitator memberikan penugasan penghitungan indeks

9. Fasilitator memberikan penugasan penghitungan indeks Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
9. Fasilitator memberikan penugasan penghitungan indeks Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 169

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Contoh: Setiap kelompok mewakili satu desa (satu orang mensurvey satu

keluarga), sehingga dapat dihitung indeks keluarga, selanjutnya indeks

tingkat desa dan pada

dilakukan untuk penghitungan IKS secara manual maupun dengan menggunakan tablet.

indeks kecamatan. Penugasan

akhirnya

10. Beberapa

peserta

memaparkan

hasil

penghitungan,

kemudian

dianalisis

bersama.

V. Bahan Belajar

Beberapa bahan pustaka yang dapat dipergunakan, yaitu:

 

1.

Modul Keluarga Sadar Kesehatan: Pelayanan Gizi di Keluarga

2.

Modul Keluarga Sadar Kesehatan: Pelayanan KIA di Keluarga

3.

Modul Keluarga Sadar Kesehatan: Penyakit Menular (Tuberculosis) di Keluarga

4.

Modul Keluarga Sadar Kesehatan: Pelayanan Penyakit Tidak Menular di

 

Keluarga

 

5.

Modul Keluarga Sadar Kesehatan: Sanitasi Lingkungan di Keluarga

6.

Modul Keluarga Sadar Kesehatan: Komunikasi Efektif

VI.

Metode

 

1.

Ceramah dan Tanya Jawab

2.

Role Play

3.

Diskusi

4.

Praktik Manajemen dan Analisis Data

VII. Media dan Alat Bantu

1. Bahan tayang

dan Analisis Data VII. Media dan Alat Bantu 1. Bahan tayang Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
dan Analisis Data VII. Media dan Alat Bantu 1. Bahan tayang Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 170

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

2.

Instrumen Survei

3.

Panduan pengisian instrumen survei (terintegrasi dalam modul)

4.

Komputer/ laptop

5.

LCD

6.

Flipcharts

7.

White board

8.

Spidol (ATK)

9.

Sound System

VIII.

Kompetensi Dasar/ Awal Peserta Pelatihan

1.

Dapat mengoperasikan komputer/ laptop

2.

Menguasai program Microsoft office

IX. Uraian Materi

A. ETIKA PENGUMPULAN DATA DAN CARA PROBING

a. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Wawancara

mempengaruhi hasil wawancara

diantaranya adalah bahasa yang digunakan oleh pewawancara, perbedaan karakter antara pewawancara dengan responden, substansi pertanyaan, dan suasana pada saat mewawancarai responden. Pewawancara harus

menyampaikan pertanyaan kepada responden dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Perbedaan karakteristik pewawancara dengan responden sangat mempengaruhi hasil wawancara.

Beberapa

faktor

yang

dapat

Pewawancara

harus

dapat

menyesuaikan

diri

dengan

karakter

responden agar responden tidak merasa canggung saat diwawancarai. Misalnya

dengan memakai pakaian yang pantas dan tidak berlebihan sesuai dengan

pakaian yang pantas dan tidak berlebihan sesuai dengan Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
pakaian yang pantas dan tidak berlebihan sesuai dengan Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 171

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

karakteristik daerah setempat. Keramahan pewawancara dapat menyebabkan responden merasa nyaman dan aman dalam menjawab pertanyaan, serta memperkecil kemungkinan jawaban yang direkayasa. Penyampaian tujuan wawancara dengan jelas, salam sesuai agama atau budaya setempat, pembacaan form informed consent atau persetujuan setelah penjelasan dan pernyataan bahwa data responden dijaga kerahasiaannya dapat mempermudah mendapatkan data yang akurat dari responden. Substansi pertanyaan yang sensitif sangat rentan terhadap jawaban manipulatif yang tentunya akan menyebabkan data tidak valid. Oleh karena itu, apabila responden terlihat ragu dalam menjawab pertanyaan, dapat dilakukan probing. Apabila memungkinkan, tanyakan pertanyaan-pertanyaan spesifik kepada responden di tempat yang terpisah dari anggota keluarga lainnya atau tetangga. Contoh topik pertanyaan sensitif dalam family folder adalah terkait merokok, KB, dan gangguan jiwa. Suasana saat melaksanakan wawancara juga dapat mepengaruhi hasil wawancara, pastikan suasana nyaman pada saat mewawancarai responden. Misalnya tidak mewawancarai saat responden terkena musibah atau bencana alam; responden dalam kondisi terburu-buru karena ada alasan tertentu; atau tidak mendatangi responden larut malam.

b. Etika Wawancara dalam Pengumpulan Data Pengumpul data harus memastikan untuk berkoordinasi dengan ketua RT dan RW sebelum memulai pengumpulan data. Apabila memungkinkan, sebaiknya proses pengumpulan data didampingi oleh pihak RT/ RW atau kader posyandu. Berikut disampaikan beberapa keterangan terkait keluarga dan

Berikut disampaikan beberapa keterangan terkait keluarga dan Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
Berikut disampaikan beberapa keterangan terkait keluarga dan Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 172

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

anggota keluarga, beberapa diantaranya mengacu pada Pedoman Riset Kesehatan Dasar Badan Litbangkes Tahun 2013. Beberapa keterangan tentang keluarga:

1. Pendataan keluarga berdasarkan Kartu Keluarga.

2. Apabila dalam satu rumah terdapat lebih dari satu Kartu Keluarga, maka pendataan berdasarkan masing-masing Kartu Keluarga tersebut.

3. Apabila ada keluarga lain yang tinggal di dalam satu rumah dan tidak terdaftar/ tidak memiliki kartu keluarga maka dimasukkan sebagai anggota keluarga dari salah satu keluarga yang memiliki Kartu Keluarga.

4. Jika ada pendatang yang tinggal di wilayah Rukun Tetangga tetapi bermaksud untuk tinggal minimal selama 6 bulan di wilayah Rukun Tetangga tersebut, maka tetap dianggap sebagai keluarga dan diambil datanya.

5. Rumah tangga atau bangunan sensus yang bukan rumah tangga biasa (RS, lembaga pemasyarakatan, panti sosial, asrama, pasar, dan lain-lain sesuai definisi BPS), tidak diambil datanya.

6. Rumah kost dengan penghuni ≤ 15 orang (termasuk ART pemilik kost), dimasukkan ke dalam satu family folder yang sama.

7. Dalam kasus pemilik kost berada pada bangunan yang sama dengan penghuni kost: apabila satu kamar diisi lebih dari satu orang dengan hubungan keluarga baik suami/isteri/anak/sepupu/ kakak/ adik sebaiknya dimasukkan ke dalam family folder yang tersendiri.

8. Apabila penghuni kost berada dalam bangunan yang terpisah dari pemilik kost, maka didata sebagai keluarga tersendiri

Beberapa keterangan tentang Anggota Rumah Tangga (ART):

1. Informasi untuk pengisian family folder tidak dapat diwakilkan oleh anggota keluarga lain apabila terkait dengan pengukuran tekanan darah.

2. ART berusia < 15 tahun dapat diwakilkan dalam menjawab pertanyaan

< 15 tahun dapat diwakilkan dalam menjawab pertanyaan Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
< 15 tahun dapat diwakilkan dalam menjawab pertanyaan Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 173

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

3. ART yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dapat didampingi oleh ART lainnya dalam menjawab pertanyaan

4. Anggota keluarga yang telah bepergian 6 bulan atau lebih, dan anggota keluarga yang bepergian kurang dari 6 bulan tetapi dengan tujuan pindah/akan meninggalkan rumah tangga 6 bulan atau lebih tidak dianggap sebagai anggota keluarga.

5. Orang yang telah tinggal di rumah tangga 6 bulan atau lebih atau yang telah tinggal di rumah tangga kurang dari 6 bulan tetapi berniat tinggal di rumah tangga tersebut 6 bulan atau lebih dianggap sebagai anggota keluarga.

6. Pekeja (misalnya pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun) yang tinggal dan makan di rumah majikannya dianggap sebagai anggota keluarga majikannya, dengan tetap mengikuti batasan waktu minimal 6 bulan tinggal di rumah tangga tersebut.

7. Anak angkat dalam keluarga tetap diwawancarai. Apabila dalam satu bangunan rumah terdapat banyak keluarga inti, maka seluruhnya diwawancarai.

8. Apabila dalam satu rumah terdapat lebih dari satu keluarga inti, maka seluruh ART diwawancarai.

Apabila saat pengumpulan data, responden tidak ada di tempat, tunda wawancara dan buatlah janji kunjungan kembali ke keluarga tersebut untuk melengkapi pengisian kuesioner dari responden yang belum diwawancarai. Batas waktu kembalinya petugas untuk pengumpulan data, ditentukan berdasarkan kesepakatan masing-masing daerah. Hal tersebut akan sangat tergantung pada frekuensi dan rentang waktu intervensi yang direncanakan oleh masing-masing wilayah. Pengumpul data harus menghormati norma sosial setempat. Kunjungan rumah diupayakan dapat diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kegiatan seluruh anggota keluarga. Sebelum melakukan wawancara, terlebih dahulu pewawancara

Sebelum melakukan wawancara, terlebih dahulu pewawancara Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
Sebelum melakukan wawancara, terlebih dahulu pewawancara Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 174

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

menjelaskan tujuan wawancara dan pengamatan lingkungan rumah yang akan dilakukan sehingga responden memahami tujuan survei. Mintalah izin dari responden sebelum responden menandatangani informed consent. Pada waktu melakukan proses wawancara, pewawancara harus menciptakan suasana yang baik, tidak memberikan kesan memaksa, menghindari percakapan yang menyimpang dan bertele-tele, dan meminta ijin sebelum menanyakan pertanyaan yang sensitif. Setelah selesai melakukan wawancara, mengucapkan terima kasih pada saat berpamitan dan minta kesediaan untuk kembali didatangi apabila ada data yang kurang. Apapun yang terjadi, tetap optimalkan seluruh rumah tangga dan selurun anggota keluarga di dalamnya dapat didata. Apabila ada kesulitan dalam pengumpulan data, pengumpul data dapat berkoordinasi dengan kader posyandu setempat.

c. Cara Probing Probing berarti menggali atau melacak. Probing dapat digunakan sebagai teknik untuk menigkatkan kualitas dan kuantitas jawaban responden. Apabila responden menjawab dengan cepat, lugas, dan panjang lebar mengenai jawaban yang sebenarnya bukan jawaban dari pertanyaan yang ditanyakan, maka pewawancara sebaiknya memotong dan menanyakan kembali dengan kalimat yang lebih mudah dipahami oleh responden. Apabila responden terlihat bingung dan tidak dapat menjawab pertanyaan, beri waktu sejenak bagi responden untuk berpikir.

B. PERHITUNGAN INDEKS KELUARGA SADAR KESEHATAN

Perhitungan Indeks Keluarga Sehat bertujuan untuk menentukan tingkatan keluarga menurut status kesehatan yang dimiliki keluarga tersebut. Pada perhitungan ini dibedakan antara Indeks Keluarga Sehat pada keluarga

ini dibedakan antara Indeks Keluarga Sehat pada keluarga Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
ini dibedakan antara Indeks Keluarga Sehat pada keluarga Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 175

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

bukan inti dan keluarga inti. Yang dimaksuk keluarga inti adalah annota

keluarganya terdiri dari ayah, ibu, dan anak (termasuk anak tiri dan anak

angkat).

Perhitungan indeks KSK ini dilakukan secara otomatis melalui program

entry. Dalam merancang program entry, termasuk didalamnya adalah membuat

kesimpulan hasil rekapitulasi semua anggota keluarga menjadi kesimpulan

keluarga.

Definisi operasional indikator dalam KS adalah sebagai berikut:

1. Keluarga mengikuti program KB: Anggota Rumah Tangga (ART) status menikah atau ART usia 10-54 tahun dan tidak hamil :

ART mengikuti program KB 1. Ya 2. Tidak Yjika jawaban Ya Tjika jawaban Tidak

2. Ibu hamil memeriksakan ANC sesuai standard:

Apakah memeriksakan kehamilan sesuai standar? 1. Ya 2. Tidak Yjika jawaban Ya Tjika jawaban Tidak

3. Balita mendapat imunisasi lengkap: (Balita 12-23 bln) 1. Ya Yjika jawaban Ya Tjika jawaban Tidak

2. Tidak

4. Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan: (balita 7-23 bln) 1. Ya Yjika jawaban Ya Tjika jawaban Tidak

2. Tidak

5. Pemantauan pertumbuhan balita: (balita 2-59 bln) Dalam 1 bulan terakhir apakah dilakukan pemantauan pertumbuhan balita?

1. Ya

Yjika jawaban Ya Tjika jawaban Tidak

2. Tidak

6. Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar: (ART > 15 tahun )

a. Pernah didiagnosis menderita TB Paru:

1. Ya

2. Tidak

b. Meminum obat TB Paru secara standar : 1. Ya

2. Tidak

c. ART pernah menderita batuk berdahak > 2 minggu disertai satu atau lebih

gejala Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Ya” Y Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Tidak” T Jika (a) jawabannya “Tidak” dan (c) jawabannya “Ya” T Jika (a) jawabannya “Tidak” dan (c) jawabannya “Tidak” N

7. Penderita hipertensi yang berobat sesuai aturan: (ART > 15 tahun )

a. Pernah didiagnosis menderita hipertensi :

1. Ya

2. Tidak

a. Pernah didiagnosis menderita hipertensi : 1. Ya 2. Tidak Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
a. Pernah didiagnosis menderita hipertensi : 1. Ya 2. Tidak Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 176

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

b. Meminum obat hipertensi secara teratur:

Hasil pengukuran tekanan darah : Normal (Sistole < 140 dan Diastole < 90) dan

darah tinggi (Sistole ≥ 140 atau Diastole ≥ 90) Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Ya” Y Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Tidak” T Jika (a) jawabannya “Ya” maka tidak perlu dilakukan pengukuran tekanan darah Jika (a) jawabannya “Tidak” maka dilakukan pengukuran tekanan darah Jika (a) jawabannya “Tidak” dan hasil pengukuran normal N Jika (a) jawabannya “Tidak” dan hasil pengukuran darah tinggi T Jika (a) jawabannya “Tidak” dan tidak dilakukan pengukuran tekanan darah N

1. Ya

2. Tidak

8.

Penderita

gangguan

jiwa

berat

(Schizoprenia)

yang

mendapat

pelayanan

pengobatan (ART > 15 tahun)

 

a. pernah didiagnosis menderita Schizoprenia

 

1. Ya

2. Tidak

b. meminum obat gangguan jiwa berat secara teratur

1. Ya

2. Tidak

c. ada ART dipasung

 

1. Ya

2. Tidak

Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Ya” dan (c) jawabannya “Tidak” Y Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Ya” dan (c) jawabannya “Ya” T Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “TidakT Jika (a) jawabannya “Tidak” dan (c) jawabannya “YaT Jika (a) jawabannya “Tidak” dan (c) jawabannya “TidakN

9.

Tidak ada anggota keluarga yang merokok: (ART > 15 tahun)

 

Apakah merokok? Jawaban “Ya” Y

1. Ya

2. Tidak Jawaban “Tidak” T

 

10.

Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN: (Semua umur)

Apakah mempunyai kartu JKN?:

1. Ya

2. Tidak

Jawaban “Ya” Y

 

Jawaban “Tidak” T

 

11.

Mempunyai sarana air bersih: (keluarga)

 

a. Apa tersedia sarana air bersih dilingkungan rumah:

1. Ya

2. Tidak

b. Jenis sumber airnya terlindung?

 

1. Ya

2. Tidak

Jika (a) jawabannya “Tidak” N Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Ya” Y Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Tidak” T

 

12.

Menggunakan jamban keluarga:

 

A.

1). Tersedia jamban keluarga (rumah tangga) 1. Ya

2. Tidak

2). Jenis jambannya saniter (rumah tangga)

1. Ya

2. Tidak

Jika (a) jawabannya “Tidak” N Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Ya” Y Jika (a) jawabannya “Ya” dan (b) jawabannya “Tidak” T

B. 1). Apakah biasa buang air besar di jamban (ART > 15 tahun)

Jawaban “Ya” Y

Jawaban “Tidak” T

Jawaban “ Y a”  Y Jawaban “Tidak”  T Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
Jawaban “ Y a”  Y Jawaban “Tidak”  T Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 177

Maka kesimpulan untuk indikator ……. adalah :

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

1) Jika indikator kepemilikan jamban keluarga (A) bernilai “N” dan indikator perilaku BAB (B) bernilai “Y” Y 2) Jika indikator kepemilikan jamban keluarga (A) bernilai “N” dan indikator perilaku BAB (B) bernilai “T” T 3) Jika indikator kepemilikan jamban keluarga (A) bernilai “Y” dan indikator perilaku BAB (B) bernilai “Y” Y 4) Jika indikator kepemilikan jamban keluarga (A) bernilai “N” dan indikator perilaku BAB (B) bernilai “T” T 5) Jika indikator kepemilikan jamban keluarga (A) bernilai “T” dan indikator perilaku BAB (B) bernilai “Y” T 6) Jika indikator kepemilikan jamban keluarga (A) bernilai “N” dan indikator perilaku BAB (B) bernilai “T” T Contoh hasil entry menjadi kesimpulan rekap keluarga yang sudah di-export dan dipindahkan ke program Microsoft Excel adalah sebagai berikut:

No

Indikator

Nilai

1

Keluarga mengikuti program KB

Y

2

Ibu hamil memeriksakan ANC sesuai standar

Y

3

Bayi usia 0-11 bulan diberikan imunisasi lengkap

Y

4

Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan

T

5

Pemantuan pertumbuhan balita (2-59 bulan)

N

6

Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar

Y

7

Penderita hipertensi yang berobat teratur

Y

8

Penderita gangguan jiwa berat (Schizoprenia) berobat dengan benar

N

9

Tidak ada anggota keluarga yang merokok

Y

10

Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN

T

11

Mempunyai sarana air bersih

N

12

Menggunakan jamban keluarga

Y

 

Indeks Keluarga Sehat

77.8

Dari tabel di atas terlihat hasil rekapitulasi semua anggota keluarga menjadi kesimpulan keluarga. Kemudian dijumlahkan dengan menggunakan formula dalam program Microsoft Excel sebagai berikut:

=COUNTIF(C8:C19,"Y")/(COUNTIF(C8:C19,"Y")+COUNTIF(C8:C19,"T"))*100

Artinya indeks KS dihitung berdasarkan jumlah ‘Y’ dibagi jumlah ‘Y’ ditambah jumlah ‘T’ dikalikan 100%

Indesk KS = (jumlah ‘Y’)/( jumlah ‘Y’ ditambah jumlah ‘T’) x 100%

‘Y’)/( jumlah ‘Y’ ditambah jumlah ‘T’) x 100% Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
‘Y’)/( jumlah ‘Y’ ditambah jumlah ‘T’) x 100% Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 178

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Perhitungan indeks keluarga sehat bertujuan untuk menilai tingkat atau level kesehatan keluarga. Indeks keluaga sehat ini dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

- Nilai indeks ≥ 80%

: keluarga sehat

- Nilai indeks 50-79%

: pra-sehat

- Nilai indeks < 50%

: tidak sehat

Tabel rekap keluarga selain digunakan untuk menghitung indeks juga digunakan untuk menentukan indikator mana yang perlu dilakukan intervensi.

Penentuan indikator mana yang harus diakukan intervensi, dengan melihat nilai “T” yang ada pada setiap indikator. Sedangkan indikator yang bernilai N dan Y tidak perlu dilakukan intervensi.

Sebagai contoh pada tabel di atas, terlihat bahwa ada 2 indikator yang perlu diintervensi yaitu indikator ke 4 dan indikator ke 10.

C. PENGISIAN FAMILY FOLDER

a. Instrumen Survei Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Profil Kesehatan Keluarga (Prokesga) berupa Family folder yang terdiri dari 5 Blok, yaitu Blok I (Pengenalan Tempat), Blok II (Keterangan Rumah tangga), Blok III (Keterangan Pengumpul Data), Blok IV (Ket eran gan Anggota Ru mah Tan gga) dan Blok V (Keterangan Individu). Masing-masing form terdiri dari sejumlah pertanyaan yang dibutuhkan untuk menilai indikator Keluarga Sadar Kesehatan. Pengisian Form Data Individu dilakukan dengan cara menanyakan item pertanyaan langsung kepada responden. Jawaban pertanyaan diisikan sesuai jawaban responden pada kotak yang disediakan di lembar form. Pengisian KKKSD dilakukan dengan cara menanyakan item pertanyaan langsung kepada responden, pengukuran tekanan darah (ART > 15 tahun) dan didukung dengan observasi lingkungan rumah.

15 tahun) dan didukung dengan observasi lingkungan rumah. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
15 tahun) dan didukung dengan observasi lingkungan rumah. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 179

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

b. Cara Pengisian Family Folder Manual

PANDUAN UMUM:

1. Tuliskan terlebih dahulu isian, baru kemudian isikan kodenya pada kotak

yang tersedia

isian, baru kemudian isikan kodenya pada kotak yang tersedia 2. Untuk data terkait jumlah, langsung isikan

2. Untuk data terkait jumlah, langsung isikan pada kotak yang tersedia, dimulai

isikan angka 0(nol). Misalkan Jumlah ART dewasa yang ada di keluarga adalah 7 orang, maka dituliskan 07”.

ada di keluarga adalah 7 orang, maka dituliskan “ 07 ”. 3. Selalu lingkari terlebih dahulu

3. Selalu lingkari terlebih dahulu kode jawaban yang sesuai sebelum menuliskan kode pada kotak yang tersedia, contoh:

sebelum menuliskan kode pada kotak yang tersedia, contoh: PANDUAN KHUSUS: I. Blok I Pengenalan Tempat Rincian

PANDUAN KHUSUS:

I. Blok I Pengenalan Tempat

Rincian 1. Provinsi Isikan nama provinsi sesuai lokasi pengambilan data dan tuliskan kode provinsi di kotak yang disediakan. Kode provinsi terdiri dari 2 digit. Kode berdasarkan Peraturan Kepala BPS.

terdiri dari 2 digit. Kode berdasarkan Peraturan Kepala BPS. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
terdiri dari 2 digit. Kode berdasarkan Peraturan Kepala BPS. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 180

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Rincian 2. Kabupaten/Kota Isikan nama kabupaten/kota sesuai lokasi pengambilan data dan tuliskan kode kabupaten/kota di kotak yang disediakan. Kode kabupaten/kota terdiri dari 2 digit. Kode berdasarkan Peraturan Kepala BPS.

Rincian 3. Kecamatan Isikan nama kecamatan sesuai lokasi pengambilan data dan tuliskan kode kecamatan di kotak yang disediakan. Kode kecamatan terdiri dari 3 digit. Kode berdasarkan Peraturan Kepala BPS.

Rincian 4. Nama Puskesmas Isikan nama puskesmas yang melakukan pendataan dengan jelas menggunakan huruf balok. Kode Puskesmas adalah nomor/digit urutan puskesmas yang ada di kecamatan. Pemberian nomor urutan puskesmas sesuai kesepakatan di kecamatan.

Rincian 5. Desa/Kelurahan Isikan nama desa/kelurahan sesuai lokasi pengambilan data dan tuliskan kode desa/kelurahan di kotak yang disediakan. Kode desa/kelurahan terdiri dari 3 digit. Kode berdasarkan Peraturan Kepala BPS.

Kode wilayah (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan) berdasarkan Peraturan Kepala BPS dapat diunduh di website:

Rincian 6. RT/RW Isikan nomor Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sesuai lokasi pengambilan data dan tuliskan nomor RT/RW di kotak yang disediakan.

data dan tuliskan nomor RT/RW di kotak yang disediakan. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
data dan tuliskan nomor RT/RW di kotak yang disediakan. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 181

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

RW adalah satuan wilayah administrasi tepat di bawah desa/kelurahan. Di wilayah tertentu, RW juga bisa didefinisikan sebagai lingkungan, dusun, banjar atau nama lain sesuai dengan definisi di wilayah setempat. RT adalah satuan wilayah administrasi di bawah RW atau nama lain setingkat RT sesuai dengan definisi di wilayah setempat.

Jika di daerah tersebut RT dan RW didefinisikan dengan nama lain yang setingkat dan

tidak menggunakan nomor, maka Puskesmas membuat listing/daftar nomor urut RT

dan RW yang ada di wilayah Puskesmas tersebut.

Contoh Kasus:

Di Provinsi Bali Kabupaten Badung Kecamatan Abiansemal terdapat wilayah

administrasi setingkat RW dengan istilah ‘Lingkungan 1, Lingkungan 2, Lingkungan 3, dst’, dan tidak ada wilayah administrasi setingkat RT. Misalnya pada Lingkungan 1

terdapat 150 rumah tangga. Cara pengisian keterangan RT, RW, dan nomor urut rumah tangga pada kuesioner:

Pengisian RW pada kuesioner sesuai dengan nomor lingkungan tersebut, misalnya Lingkungan 1 = RW 01 dst. Pengisian RT pada kuesioner diisikan dengan kode “98” . Nomor urut rumah tangga pada Lingkunga 1 dibuat nomor 1 s.d 150.

Rincian 7. Nomor Urut Rumah Tangga Isikan nomor urut rumah tangga berdasarkan urutan rumah tangga yang didatangi

yang terdapat di dalam wilayah Rukun Tetangga. Nomor urut rumah tangga diisikan

dengan nomor 1, 2, 3,… didatangi. Contoh kasus:

dst sesuai dengan urutan rumah tangga yang pertama kali

dst sesuai dengan urutan rumah tangga yang pertama kali Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
dst sesuai dengan urutan rumah tangga yang pertama kali Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 182

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Dalam satu rumah yang pertama kali didatangi terdapat 2 keluarga dengan 2 KK yang berbeda, maka nomor urut rumah tangga tersebut diberi nomor 1 dan 2. Maka nomor urut rumah tangga yang terdapat pada rumah berikutnya yang didatangi diberi nomor 3 dan seterusnya.

Catatan:

a. Nomor urut rumah tangga berbeda dengan nomor rumah yang tercantum pada alamat rumah.

b. Jangan sampai terjadi duplikasi nomor urut rumah tangga dalam satu Rukun Tetangga (RT) untuk dua rumah tangga yang berbeda. Apabila ada 2 petugas yang diterjunkan secara terpisah dalam satu RT, maka pastikan terlebih dahulu untuk membuat nomor urut rumah tangga secara berurutan yang akan didatangi yang ada dalam satu RT.

Rincian 8. Alamat Rumah Isikan alamat rumah dengan jelas dan lengkap menggunakan huruf balok

II. Blok II Keterangan Rumah Tangga

Rincian 1. Nama Kepala Rumah Tangga Isikan nama kepala rumah tangga sesuai yang tercantum dalam KK atau sesuai pengakuan dengan jelas menggunakan huruf balok. Jika ada lebih dari 1 kartu keluarga (KK) dalam satu bangunan rumah yang sama, maka nama kepala rumah tangga disesuaikan dengan nama yang tercantum dalam KK masing-masing.

Rincian 2a. Jumlah Anggota Rumah Tangga (ART) Isikan seluruh jumlah ART yang tinggal dan menetap di rumah tangga sesuai yang tercantum dalam masing-masing KK.

rumah tangga sesuai yang tercantum dalam masing-masing KK. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
rumah tangga sesuai yang tercantum dalam masing-masing KK. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 183

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Anggota Rumah Tangga (ART) adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga, baik yang berada di rumah tangga pada waktu pencacahan maupun sementara tidak ada (termasuk kepala rumah tangga). ART yang telah bepergian 6 bulan atau lebih, dan ART yang bepergian kurang dari 6 bulan tetapi dengan tujuan pindah/akan meninggalkan rumah tangga 6 bulan atau lebih tidak dianggap sebagai ART. Orang yang telah tinggal di rumah tangga 6 bulan atau lebih atau yang telah tinggal di rumah tangga kurang dari 6 bulan tetapi berniat tinggal di rumah tangga tersebut 6 bulan atau lebih. dianggap sebagai ART. Pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun yang tinggal dan makan di rumah majikannya dianggap sebagai ART majikannya, tetapi yang hanya makan saja dianggap bukan ART majikannya.

Rincian 2b. Jumlah ART diwawancara Isikan jumlah ART yang diwawancara di masing-masing rumah tangga. Apabila ART tidak ada di rumah pada saat kunjungan survei Keluarga Sehat, maka petugas

puskesmas diharuskan mendatangi kembali rumah tangga tempat ART tinggal setelah sebelumnya melakukan perjanjian kapan akan melakukan kunjungan ulang. Kriteria ART yang diwawancara adalah sebagai berikut:

1. ART usia > 15 tahun yang dalam keadaan sehat jasmani dan rohani yang dapat menjawab pertanyaan secara langsung.

2. ART yang diwakilkan, yaitu ART berusia < 15 tahun.

3. ART yang didampingi, yaitu ART > 15 tahun yang tidak mampu menjawab pertanyaan/memiliki keterbatasan (sakit parah, tuna rungu, tuna wicara, sakit gangguan jiwa).

Rincian 2c. Jumlah ART dewasa (> 15 tahun) Isikan jumlah ART dewasa usia > 15 tahun tahun yang tinggal dan menetap di rumah tangga sesuai yang terdaftar dalam Rincian 2a.

di rumah tangga sesuai yang terdaftar dalam Rincian 2a. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
di rumah tangga sesuai yang terdaftar dalam Rincian 2a. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 184

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Rincian 2d. Jumlah ART usia 10-54 tahun Isikan jumlah ART yang termasuk ke dalam kategori usia 10-54 tahun yang tinggal dan menetap di rumah tangga sesuai yang terdaftar dalam Rincian 2a.

Rincian 2e. Jumlah ART usia 12-59 bulan Isikan jumlah ART yang termasuk ke dalam kategori usia 12-59 bulan yang tinggal dan menetap di rumah tangga sesuai yang terdaftar dalam Rincian 2a.

Rincian 2f. Jumlah ART usia 0-11 bulan Isikan jumlah ART yang termasuk ke dalam kategori usia 0-11 bulan yang tinggal dan menetap di rumah tangga sesuai yang terdaftar dalam Rincian 2a.

Rincian 3. Apakah tersedia sarana air bersih di lingkungan rumah Ditanyakan tentang ketersediaan air bersih yang paling sering dan paling banyak digunakan untuk seluruh keperluan rumah tangga.

Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari (masak, mandi, dan mencuci) yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Air bersih dapat digunakan untuk keperluan higiene perorangan apabila memenuhi persyaratan fisik, kimia, dan mikrobiologi sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416 Tahun 1990

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”. Jika jawaban Tidak” maka lanjut ke Pertanyaan 5.

Rincian 4. Apakah jenis sumber airnya terlindung Ditanyakan apakah jenis sumber air bersih yang digunakan sesuai jawaban Rincian 3 merupakan sumber air terlindung.

Yang termasuk dalam kategori air bersih terlindung adalah:

Yang termasuk dalam kategori air bersih terlindung adalah: Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
Yang termasuk dalam kategori air bersih terlindung adalah: Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 185

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

1. PDAM adalah air yang berasal dari perusahaan air minum yang dialirkan langsung ke rumah dengan beberapa titik kran, biasanya menggunakan meteran (termasuk perusahaan air minum swasta).

2. Sumur gali terlindung adalah sumber air tanah yang secara langsung (tanpa diolah) digunakan untuk keperluan rumah tangga (termasuk sumur pompa, sumur gali terlindung, dan mata air terlindung).

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 5. Apakah tersedia jamban keluarga Ditanyakan tentang ketersediaan jamban yang digunakan dalam rumah tangga. Jamban yang dimaksud dalam pertanyaan ini adalah jamban yang terdapat dalam bangunan rumah tangga dan dipergunakan oleh ART yang tinggal di dalam rumah tangga tersebut. Jamban komunal tidak termasuk ke dalam keluarga karena letaknya berada di luar bangunan rumah tangga dan digunakan oleh beberapa rumah tangga.

Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia untuk satu rumah yang terdiri dari 3 bagian, yaitu bangunan atas yang berfungsi untuk melindungi pemakai dari gangguan cuaca dan gangguan lainnya, bangunan tengah yang berbentuk leher angsa untuk tempat pembuangan kotoran dan lantai jamban, bangunan bawah berupa tanki septik atau cubluk sebagai tempat penampungan, pengolah, dan pengurai kotoran/tinja yang berfungsi untuk mencegah kontaminasi dari tinja melalui vektor pembawa penyakit baik secara langsung maupun tidak langsung.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”. Jika jawaban Tidak” maka lanjut ke Pertanyaan 7.

Rincian 6. Apakah jenis jambannya saniter

ke Pertanyaan 7. Rincian 6. Apakah jenis jambannya saniter Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
ke Pertanyaan 7. Rincian 6. Apakah jenis jambannya saniter Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 186

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Ditanyakan tentang jenis jamban keluarga yang digunakan. Saniter adalah kondisi fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kesehatan, yaitu:

1. Tidak mengakibatkan penyebaran bahan-bahan yang berbahaya secara langsung.

2. Dapat mencegah vektor penyebar penyakit.

Yang termasuk dalam kategori jamban saniter adalah:

1. Leher angsa. Bila kloset (tempat jongkok) yang digunakan menggunakan sistem water seal, cirinya ada genangan air pada lubang kloset yang berfungsi untuk menahan bau atau mencegah masuknya serangga. 2. Plengsengan. Bila kloset yang digunakan tanpa sistem water seal, cirinya tidak ada genangan air pada lubang kloset, tinjanya dialirkan ke tempat lain.

Yang tidak termasuk dalam kategori jamban saniter adalah:

Cemplung/cubluk/lubang tanpa lantai. Bila kloset yang digunakan langsung di atas cubluk. Kotoran/tinja langsung turun atau nyemplung’ ke lobang/cubluk dan di sekitar lubang tidak ada lantai

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 7. Apakah ada ART yang pernah didiagnosis menderita gangguan jiwa berat (Schizoprenia) Ditanyakan tentang anggota rumah tangga yang pernah didiagnosis menderita Schizoprenia oleh tenaga kesehatan (dokter/perawat/bidan).

Gangguan jiwa berat adalah gangguan jiwa yang ditandai ketidakmampuan menilai realitas yang meliputi gangguan pada proses berpikir, perasaan, persepsi, dan tingkah laku. Ditandai oleh gejala-gejala proses, arus pikir (belajar, logika, perhatian, bicara kacau dll), perasaan (mood), persepsi (waham, halusinasi, ilusi dll), tingkah laku (agresifitas, katatonik (mematung) , autistik dll. Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.

sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 187

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”. Jika jawaban Tidaklanjut ke Pertanyaan 9.

Rincian 8. Bila pernah didiagnosis schizoprenia oleh tenaga kesahatan, apakah selama ini ART tersebut minum obat gangguan jiwa berat secara teratur. Schizoprenia ditangani dengan obat-obatan medis antipsikotik dan terapi sebagai bentuk pengobatan psikologis.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”. Untuk jawaban “Ya” atau “Tidaklanjut ke Blok III.

Rincian 9. Apakah ART tersebut dipasung? Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan adanya ART yang menderita gangguan jiwa namun tidak/belum didiagnosis oleh nakes dan dilakukan pemasungan oleh keluarga terhadap ART tersebut. Pemasungan adalah suatu tindakan yang menggunakan cara pengikatan atau pengisolasian dan penelantaran. Pengikatan merupakan semua metode manual yang menggunakan materi atau alat mekanik yang dipasang atau ditempelkan pada tubuh dan membuat tidak dapat bergerak dengan mudah dengan membatasi kebebasan dalam menggerakkan tangan, kaki atau kepala . Pengisolasian merupakan tindakan mengurung sendirian tanpa persetujuan atau dengan paksa, dalam suatu ruangan atau area yang secara fisik membatasi untuk keluar atau meninggalkan ruangan/area tersebut. Tidak ada batasan waktu yang ditentukan. Pemasungan antara lain :

1. Memasukkan dalam kurungan, kerangkeng. 2. Mengisolasi orang di ruang tertentu atau area tertentu (kamar, hutan, kebun, ladang, gubuk dan sebagainya.).

(kamar, hutan, kebun, ladang, gubuk dan sebagainya.). Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
(kamar, hutan, kebun, ladang, gubuk dan sebagainya.). Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 188

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

3. Penelantaran yang disertai salah satu metode untuk membatasi kebebasan bergerak. Tidak termasuk pasung apabila dilakukan pengekangan sementara pada saat fase gawat darurat di fasilitas kesehatan. Apabila terdapat lebih dari 1 (satu) orang ART menderita gangguan jiwa berat, pertanyaan ini berlaku untuk salah satu atau semuanya.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

III. Blok III Keterangan Pengumpul Data

Rincian 1. Nama Pengumpul Data Isikan nama petugas yang melakukan pengumpulan data dengan jelas menggunakan huruf balok.

Rincian 2. Nama Supervisor Isikan nama supervisor yang melakukan supervisi pengumpulan data dengan jelas menggunakan huruf balok. Nama supervisor ditentukan melalui kesepakatan di puskesmas masing-masing.

Rincian 3. Tanggal Pengumpulan Data Isikan tanggal, bulan, dan tahun saat pengumpulan data dilakukan.

IV. Blok IV Keterangan Anggota Rumah Tangga

Kolom 1 : Nomor urut ART Nomor urut ART sudah tertulis dari nomor 1-15 di Kuesioner Blok IV. Jika banyaknya anggota rumah tangga lebih dari 15 orang, maka diprioritaskan ART dengan hubungan kekeluargaan terdekat atau ART yang lebih lama tinggal. Apabila dimungkinkan sudah teridentifikasi oleh petugas Puskesmas, maka ART yang didata bisa berdasarkan prioritas yang mengalami masalah kesehatan.

bisa berdasarkan prioritas yang mengalami masalah kesehatan. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
bisa berdasarkan prioritas yang mengalami masalah kesehatan. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 189

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Kolom 2 : Nama anggota rumah tangga Tanyakan nama ART, usahakan tidak membuat singkatan yang akan membingungkan. Untuk memudahkan pencatatan, nama ART bisa dikutip dari KK.

Catatan: Urutan penulisan nama ART disesuaikan dengan kode hubungan dengan kepala RT (kolom 3). Misalnya urutan no. 1 adalah nama kepala rumah tangga (suami), no.2 adalah nama istri, no. 3 adalah nama anak, no. 4 adalah nama menantu dan seterusnya.

Kolom 3 : Hubungan anggota rumah tangga Tanyakan hubungan setiap ART dengan kepala rumah tangga (KRT)

Isikan satu kode jawaban ke dalam kotak yang disediakan sesuai jawaban responden

Kode 1

Kepala rumah tangga

Kode 2

Istri/ suami

Kode 3

Anak

Kode 4

Menantu

Kode 5

Cucu, yaitu anak dari anak kandung

Kode 6

Orang tua/ mertua, yaitu bapak/ibu dari KRT atau bapak/ibu dari istri/

Kode 7

suami KRT. Famili lain, yaitu ART yang ada hubungan famili dengan KRT, atau

Kode 8

dengan istri/suami KRT, misalnya adik, kakak, bibi, paman, kakek/nenek. Pembantu Rumah Tangga, yaitu orang yang bekerja sebagai pembantu

Kode 10

yang menginap di RT tersebut dengan menerima upah/ gaji baik berupa uang ataupun barang. Lainnya, yaitu orang yang tidak ada hubungan famili dengan KRT atau istri/suami KRT yang berada di rumah tangga tersebut lebih dari 6

KRT yang berada di rumah tangga tersebut lebih dari 6 Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
KRT yang berada di rumah tangga tersebut lebih dari 6 Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 190

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

bulan, seperti tamu, teman, dan orang yang mondok dengan makan (indekost), termasuk anak pembantu yang juga tinggal dan makan di RT majikannya. Kolom 4: Tanggal, bulan, tahun lahir Diisikan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran masing-masing ART sesuai yang tercantum dalam KK atau sesuai pengakuan ART.

Apabila responden tidak mempunyai KK dan lupa tentang tanggal lahirnya, tanyakan apakah mempunyai dokumen yang mendukung, misalnya akte kelahiran, kartu tanda penduduk, surat izin mengemudi, dan lain sebagainya. Usahakan untuk mengingat-ingat tentang bulan dan atau tahun kelahirannya.

Kolom 5: Umur Diisikan umur responden pada saat pendataan.

Untuk umur dalam bulan dan tahun dengan pembulatan ke bawah atau umur pada waktu ulang bulan atau ulang tahun yang terakhir. Perhitungan umur didasarkan pada kalender Masehi.

Penjelasan:

1. Jika umurnya < 5 tahun, dicatat dalam bulan

2. Jika umurnya 5 tahun, dicatat dalam tahun

3. Jika umur > 97 tahun dicatat 97 tahun

4. Jika umur responden 27 tahun 9 bulan, dicatat 27 tahun

Kolom 6: Jenis kelamin

Jangan menduga jenis kelamin seseorang berdasarkan namanya. Untuk meyakinkan, tanyakan apakah ART tersebut laki-laki atau perempuan. Misalnya Endang, bisa laki- laki atau perempuan.

Kode 1

jenis kelamin pria

Kode 2

jenis kelamin wanita

1 jenis kelamin pria Kode 2 jenis kelamin wanita Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
1 jenis kelamin pria Kode 2 jenis kelamin wanita Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 191

Kolom 7: Status perkawinan

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Tuliskan ke dalam kotak yang tersedia dan isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden.

Kode 1

Kawin adalah mempunyai istri (bagi laki-laki) atau suami (bagi

Kode 2

perempuan) pada saat pencacahan, baik tinggal bersama maupun terpisah. Dalam hal ini yang dicakup adalah mereka yang kawin sah secara hukum (adat, agama, negara dan sebagainya). Belum kawin

Kode 3

Cerai hidup adalah berpisah sebagai suami-istri karena bercerai dan belum kawin lagi. Dalam hal ini termasuk mereka yang mengaku cerai walaupun belum resmi secara hukum. Sebaliknya tidak termasuk mereka yang hanya hidup terpisah tetapi masih berstatus kawin, misalnya suami/istri ditinggalkan oleh istri/suami ke tempat lain karena sekolah, bekerja, mencari pekerjaan, atau untuk keperluan lain. Wanita yang mengaku belum pernah kawin tetapi pernah hamil, dianggap cerai hidup.

Kode 4

Cerai mati adalah ditinggal mati oleh suami atau istrinya dan belum

kawin lagi.

Kolom 8: Sedang hamil? (perempuan usia 10-54 tahun)

Tanyakan pada responden perempuan usia 10-54 tahun sedang hamil/tidak? Kode 1 bila jawaban “Ya”, atau kode 2 bila jawaban “Tidak

Catatan:

Tanyakan pertanyaan rincian 8 ini pada wanita umur 10 tahun sampai umur 54 tahun tanpa memperhitungkan apakah sudah menikah atau belum, masih sekolah atau tidak,

apakah sudah menikah atau belum, masih sekolah atau tidak, Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
apakah sudah menikah atau belum, masih sekolah atau tidak, Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 192

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

belum pernah/sudah pernah/ tidak lagi menstruasi. Hal ini karena keadaan tersebut tidak menjamin bahwa wanita tersebut tidak bisa hamil. Jangan pula hanya melihat keadaan besar perutnya karena kehamilan tidak bisa dilihat dari besar perutnya saja, terutama pada hamil muda.

Kolom 9: Agama

Tuliskan ke dalam kotak yang tersedia dan isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden.

Kode 1 Islam Kode 2 Kristen Kode 3 Khatolik Kode 4 Hindu Kode 5 Budha Kode 6 Konghucu

Kolom 10: Pendidikan tertinggi (ART usia > 5 tahun) Pertanyaan ini untuk menanyakan pendidikan formal ART yang terakhir ditamatkan.

Tuliskan ke dalam kotak yang tersedia pendidikan tertinggi yang ditamatkan responden dan isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden.

Kode 1

Tidak pernah sekolah.

Kode 2

Tidak tamat SD/MI. Tidak tamat SD termasuk Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Kode 3

Tamat SD/MI. Tamat SD, termasuk tamat Madrasah Ibtidaiyah/ Paket dan

Kode 4

tidak tamat SLTP/ MTS. Tamat SLTP/MTS. Tamat SLTP, termasuk tamat Madrasah Tsanawiyah

Kode 5

(MTS)/ Paket B dan tidak tamat SLTA/MA. Tamat SLTA/MA. Tamat SLTA, termasuk tamat Madrasah Aliyah (MA)/ PaketC

Tamat SLTA, termasuk tamat Madrasah Aliyah (MA)/ PaketC Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
Tamat SLTA, termasuk tamat Madrasah Aliyah (MA)/ PaketC Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 193

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Kode 6

Tamat D1, D2, D3, atau mahasiswa strata 1 drop-out.

Kode 7

Tamat Perguruan Tinggi. Termasuk tamat Strata-1, Strata-2, Strata-3.

Catatan: Apabila masih bersekolah pada jenjang pendidikan tertentu, maka yang diisikan adalah jenjang pendidikan yang sudah ditamatkan

Kolom 11: Status pekerjaan utama ( ART > 10 tahun)

Tanyakan kepada tiap ART berumur 10 tahun atau lebih mengenai pekerjaan utama responden.

Pekerjaan utama adalah pekerjaan yang menggunakan waktu terbanyak responden atau pekerjaan yang memberikan penghasilan terbesar

Kode 1

Tidak kerja

Kode 2

Masih sekolah

Kode 3

TNI/Polri, bekerja di pemerintahan sebagai angkatan darat, angkatan

Kode 4

laut, angkatan udara dan kepolisian. PNS/Pegawai. Pegawai adalah pekerja yang mempunyai atasan dan

menerima gaji/ honor rutin. PNS bekerja di pemerintahan sebagai pegawai negeri sipil. Yang masuk pada klasifikasi termasuk pegawai pemerintah yang non PNS misalnya pegawai Telkom, PLN, PTKA, termasuk pegawai swasta yang bekerja pada BUMN, BUMD. Kode 5 Wiraswasta/jasa. Orang yang melakukan usaha dengan modal sendiri atau berdagang baik sebagai pedagang besar atau eceran. Kode 6 Petani, adalah pemilik atau pengolah lahan pertanian, perkebunan yang diolah sendiri atau dibantu oleh buruh tani. Kode 7 Nelayan, orang yang melakukan penangkapan dan atau pengumpulan

hasil laut (misalnya ikan).

penangkapan dan atau pengumpulan hasil laut (misalnya ikan). Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
penangkapan dan atau pengumpulan hasil laut (misalnya ikan). Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 194

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Kode 8

Buruh, pekerja yang mendapat upah dalam mengolah pekerjaan orang

Kode 9

lain dan tidak menerima gaji tetap dan rutin (buruh tani, buruh bangunan, buruh angkat-angkut, buruh pekerja). Lainnya, apabila tidak termasuk dalam kode 1 s/d 8.

V. Blok V Keterangan Individu

A. Identitas Anggota Rumah Tangga

Rincian 1. Tuliskan nama dan nomor urut Anggota Rumah Tangga (ART)

Tulis nama dan nomor urut ART sesuai dengan yang tercantum di kolom (1) dan (2) Blok IV Keterangan Anggota Rumah Tangga

Rincian 2. NIK (Nomor Induk Kependudukan)

Salin Nomor Induk Kependudukan (NIK) ART dari Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Bagi ART yang tidak/belum memiliki NIK, maka isikan digit 9999999999999999pada kotak yang disediakan

B. Gangguan Kesehatan

Rincian 1. Apakah [Nama] mempunyai kartu jaminan kesehatan atau JKN Ditanyakan kepada seluruh anggota keluarga yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional, yang dibuktikan dengan kartu kepesertaan. Termasuk dalam jaminan kesehatan dalam survei ini adalah asuransi kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), asuransi swasta, dan jaminan kesehatan daerah.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan

Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 195

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Rincian 2 s.d. 10 ditanyakan pada ART usia > 15 tahun

Rincian 2. Apakah [Nama] biasa buang air besar di jamban Pertanyaan ini untuk mengetahui perilaku ART dalam penggunaan jamban. Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia untuk satu rumah yang berbentuk huruf U. Dimana pada bagian atas terdapat tempat jongkok atau tempat duduk, dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkan.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 3. Apakah [Nama] merokok Ditanyakan tentang kebiasaan anggota rumah tangga yang pernah menghisap rokok/ tembakau. Rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap dan/atau dihirup termasuk rokok kretek, rokok putih, rokok linting, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nicotiana tabacum, nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan.

Kode 1 Ya, jika responden sekarang merokok dengan frekuensi setiap hari, sering atau kadang-kadang. Disebut merokok setiap hari, jika responden merokok minimal satu batang dalam satu hari.

Kode 2

Tidak, jika responden tidak pernah sama sekali merokok atau pernah merokok sebelumnya dan sekarang sudah berhenti total.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.

sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 196

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 4. Apakah [Nama] pernah didiagnosis menderita tuberkulosis (TB) paru Ditanyakan tentang anggota rumah tangga yang pernah didiagnosis menderita TB paru oleh tenaga kesehatan (dokter/perawat/bidan). Pertanyaan ini untuk mengetahui prevalensi masyarakat yang pernah didiagnosis menderita TB paru oleh tenaga kesehatan. Tuberkulosis Paru (TB Paru) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB Paru (Mycobacterium tuberculosis). Gejala utamanya adalah batuk selama 2 minggu atau lebih, batuk disertai dengan gejala tambahan yaitu dahak, dahak bercampur darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam lebih dari 1 bulan. Perlu dipertimbangkan ada kelompok masyarakat yang malu untuk mengakui menderita atau pernah menjadi penderita TB Paru, untuk itu dalam wawancara perlu dilakukan dengan hati-hati dan lakukan probing dengan baik. Sebagian masyarakat mengenal penyakit ini dengan istilah ”penyakit paru dengan flek”.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”. Jika jawaban Tidaklanjut ke Pertanyaan 6.

Rincian 5. Bila pernah didiagnosis TB Paru oleh tenaga kesehatan, apakah [Nama] minum obat TBC secara teratur (selama 6 bulan) Obat medis yang diberikan kepada pasien TB paru diminum paling sedikit 6 bulan. Salah satu obat medis tersebut (rifampisin) bila diminum menyebabkan air kencing berwarna merah.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak ”. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak ”. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 197

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Lanjut ke Pertanyaan 7

Rincian 6. Apakah [Nama] pernah menderita batuk berdahak > 2 minggu disertai satu atau lebih gejala: dahak bercampur darah/batuk berdahak, berat badan menurun, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, dan demam > 1 bulan? Pertanyaan ini untuk menjaring suspek TB paru yang kemungkinan tidak/belum diperiksa dan didiagnosis oleh tenaga kesehatan. Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 7. Apakah [Nama] pernah didiagnosis menderita tekanan darah tinggi/hipertensi Ditanyakan tentang anggota rumah tangga yang pernah didiagnosis menderita hipertensi oleh tenaga kesehatan (dokter/perawat/bidan). Pertanyaan ini untuk mengetahui prevalensi masyarakat yang pernah didiagnosis menderita TB paru oleh tenaga kesehatan. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah secara menetap > 140/90 mmHg.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”. Jika jawaban Tidaklanjut ke Pertanyaan 9.a

Rincian 8. Bila pernah didiagnosis hipertensi oleh tenaga kesahatan, apakah [Nama] minum obat hipertensi secara teratur. Obat yang dimaksud adalah obat medis modern dan obat fitofarmaka (telah melewati uji klinis) dan digunakan di pelayanan kesehatan formal. Contoh: captopril (obat medis modern), tensigard (fitofarmaka).

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak ”. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak ”. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 198

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Rincian 9a. Apakah dilakukan pengukuran tekanan darah pada ART

Petugas akan melakukan pengukuran tekanan darah pada tiap ART dengan

menggunakan alat tensi meter (digital atau air raksa).

Alat tensi meter yang bisa digunakan adalah tensi meter digital atau manual (air raksa)

yang biasa digunakan di Puskesmas setempat. Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia.

Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Jika jawaban Yaisikan hasil pengukuran tekanan darah pada 8.b, jika Tidaklanjut ke Pertanyaan 10.

Catatan: Bila pada saat pengukuran tekanan darah ART terukur > 140/90

mmHg, jangan langsung menyatakan ART menderita hipertensi. Sarankan ART

untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk diagnosis

lebih lanjut.

Rincian 9b. Hasil pengukuran tekanan darah

Isikan hasil pengukuran sistolik dan diastolik ART pada kotak yang disediakan

Rincian 10. Apakah [Nama] atau pasangan menggunakan alat kontrasepsi atau ikut

program Keluarga Berencana?

Pertanyaan ditujukan untuk ART wanita berstatus menikah (usia 10-54 tahun) dan

tidak sedang hamil atau ART laki-laki berstatus menikah (usia > 10 tahun)

Berdasarkan jangka waktu, alat kontrasepsi terdiri dari:

1. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang terdiri dari:

- Metode Operasi Wanita (MOW)/ tubektomi

- Metode Operasi Pria (MOP) / vasektomi

- Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/IUD

- Implan

2. Non-MKJP yang terdiri dari:

Rahim (AKDR)/IUD - Implan 2. Non-MKJP yang terdiri dari: Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
Rahim (AKDR)/IUD - Implan 2. Non-MKJP yang terdiri dari: Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 199

- Suntik

- Pil

- Kondom

- Metode Amenorea Laktasi (MAL)

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 11. Apakah saat Ibu melahirkan [Nama] bersalin di fasilitas pelayanan kesehatan Pertanyaan ditujukan untuk ART usia < 12 bulan.

Ditanyakan tentang tempat ibu bersalin, yang termasuk fasyankes adalah RS, RB, RSIA, puskesmas, praktik dokter, praktik bidan, klinik bersalin (PMK NO.6 Tahun 2013)

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 12. Apakah bayi ini pada waktu usia 0-6 bulan hanya diberi ASI eksklusif Pertanyaan ditujukan untuk ART usia 7-23 bulan. Asi eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, tanpa diberikan makanan/minuman lain, termasuk air putih (kecuali obat-obatan dan vitamin atau mineral tetes; ASI perah juga diperbolehkan).

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak

Rincian 13. Apakah selama bayi usia 0-11 bulan diberi imunisasi lengkap (HB0, BCG, DPT-HB1, DPT-HB2, DPT-HB3, Polio 1, Polio 2, Polio 3, Polio 4, Campak). Pertanyaan ditujukan untuk ART usia 12-23 bulan. Imunisasi dasar yang wajib diberikan pada bayi usia 0-11 bulan adalah:

dasar yang wajib diberikan pada bayi usia 0-11 bulan adalah: Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
dasar yang wajib diberikan pada bayi usia 0-11 bulan adalah: Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 200

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin) sekali untuk mencegah penyakit Tuberkulosis. Diberikan segera setelah bayi lahir di tempat pelayanan kesehatan atau mulai 1 (satu) bulan di Posyandu.

Imunisasi Hepatitis B sekali untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang ditularkan dari ibu ke bayi saat persalinan.

Imunisasi DPT-HB 3 (tiga) kali untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan), Tetanus dan Hepatitis B. Imunisasi ini pertama kali diberikan saat bayi berusia 2 (dua) bulan. Imunisasi berikutnya berjarak waktu 4 minggu. Pada saat ini pemberian imunisasi DPT dan Hepatitis B dilakukan bersamaan dengan vaksin DPT- HB.

Imunisasi polio untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit polio. Imunisasi Polio diberikan 4 (empat) kali dengan jelang waktu (jarak) 4 minggu.

Imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak. Imunisasi campak diberikan saat bayi berumur 9 bulan.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak”.

Rincian 14. Apakah dalam 1 bulan terakhir dilakukan pemantauan pertumbuhan balita. Pertanyaan ditujukan untuk ART usia 2-59 bulan.

Pertumbuhan balita adalah bertambah jumlah dan besarnya sel di seluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur. Deteksi dini tumbuh kembang balita juga ditempuh melalui pemeriksaan fisik rutin.

Pertumbuhan balita dapat dipantau melalui:

1. Pertumbuhan Berat Badan

balita dapat dipantau melalui: 1. Pertumbuhan Berat Badan Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
balita dapat dipantau melalui: 1. Pertumbuhan Berat Badan Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 201

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Tujuan pemantauan pertumbuhan berat badan adalah untuk menilai hasil peningkatan atau penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh (tulang, otot, lemak, cairan tubuh) sehingga akan diketahui status gizi anak atau tumbuh kembang anak.

2. Pertumbuhan Tinggi Badan

Tujuan pemantauan pengukuran tinggi badan adalah untuk menilai status perbaikan gizi disamping faktor genetik dan merupakan indikator yang baik untuk pertumbuhan fisik. Penilaian TB dapat dilakukan dengan sangat mudah dalam menilai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Isikan satu kode jawaban sesuai jawaban responden ke dalam kotak yang tersedia. Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak.

Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak ” . Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan
Kode 1 jika "Ya", atau kode 2 jika "Tidak ” . Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 202

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

c. Cara Pengisian Family Folder Digital/ Software

c.1. Instalasi Program Untuk dapat melakukan pengisian family folder secara digital diperlukan alat berupa hp/tablet berbasis android dengan spesifikasi sebagai berikut:

- Dengan sistem operasi Android versi 4 ke atas

- Memory Internal minimal 2 gb

Device mendukung 3g/4g atau koneksi untuk terhubung dengan internet Selain tablet/hp tersebut diperlukan juga akun email (gmail) untuk dapat mengunduh aplikasi data entrynya melalu playstore. Langkah pertama yaitu menginstal aplikasi cs entry melalui google playstore

-

menginstal aplikasi cs entry melalui google playstore - Setelah terinstall langkah selanjutnya adalah melakukan

Setelah terinstall langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi pada

Gambar1

tablet/hp tersebut agar dapat me ngambil pro gram entry yang telah dibuat dari

pc. Dari menu setting masuk ke menu application lalu menu development, pastikan menu USB debugging dalam kondisi tercentang. Lalu koneksikan hp/tablet tersebut ke pc, setelah terhubung pilih opsi koneksi USB “Connected as a media device” supaya dapat mentransfer data dari PC ke dalam HP/tablet tersebut. Setelah terhubung buka windows explorer dan copy file program entry ke dalam folder cs entry di dalam memory card hp/tablet tersebut.

Proses selanjutnya yaitu sinkronisasi data yang sudah diambil dari PC untuk dapat dijalankan oleh program cs entry. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

program cs entry. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
program cs entry. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 203

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

- Buka program cs entry

- Lalu klik logo titik tiga dipojok kanan program tersebut dan pilih synchronize

- Pilih add new

- Pilih my device

- Pilih KSK 2016.pff

- Pilih add new - Pilih my device - Pilih KSK 2016.pff Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM
- Pilih add new - Pilih my device - Pilih KSK 2016.pff Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM
- Pilih add new - Pilih my device - Pilih KSK 2016.pff Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM
- Pilih add new - Pilih my device - Pilih KSK 2016.pff Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM
- Pilih add new - Pilih my device - Pilih KSK 2016.pff Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM
- Pilih add new - Pilih my device - Pilih KSK 2016.pff Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 204

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

- Setelah ini ada dua pilihan dimana kita mau menaruh datanya disaat akhir pengumpulan data yaitu di dropbox atau di ftp server. Kami menyarankan agar dapat menggunakan ftp server karena data lebih aman dimana data ditaruh langsung di server kita. Namun bagi yang tidak mempunyai ftp server maka bisa menggunakan drop box namun hal ini tidak disarankan karena data ini bersifat rahasia dimana dropbox merupakan aplikasi cloud server (penyimpanan data secara online) milik Amerika Serikat ditakutkan data tersebut dapat disalahgunakan untuk kepentingan asing.

- Setelah di set dimana data akan disimpan maka jika anda menggunakan ftp akan diminta memasukan alamat,username, dan password ftp server tersebut, jika menggunakan dropbox maka akan dibawa ke web drpopbox dimana kita diminta memasukan akun dropbox yang digunakan.

dimana kita diminta memasukan akun dropbox yang digunakan. Tampilan FTP Tampilan dropbox - Proses selanjutnya adalah

Tampilan FTP

diminta memasukan akun dropbox yang digunakan. Tampilan FTP Tampilan dropbox - Proses selanjutnya adalah memilih folder

Tampilan dropbox

- Proses selanjutnya adalah memilih folder mana yang akan digunakan untuk menyimpan hasil pengumpulan data, lalu pilih select this folder. Sebelumnya anda harus siapkan folder tersebut di dalam dropbox.

anda harus siapkan folder tersebut di dalam dropbox. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
anda harus siapkan folder tersebut di dalam dropbox. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 205

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja Tampilan pilihan folder - Sampai disini proses konfigurasi selesai

Tampilan pilihan folder

- Sampai disini proses konfigurasi selesai selanjutnya anda bisa langsung melakukan entry data.

- Perlu diketahui bahwa seluruh proses sinkronisasi ini memerlukan jaringan internet jadi perlu dipastikan bahwa saat proses tersebut hp/tablet tersebut terkoneksi ke jaringan internet. Sebenarnya bisa saja untuk pengambilan hasil akhir pengumpulan data dilakukan tanpa harus melalui jaringan internet namun semua proses ini tetap harus dilakukan. Kita hanya perlu melakukan proses yang sama saat awal memasukkan program entry ke dalam hp/tablet dimana yang tadinya kita mengcopykan program tersebut dari pc ke hp/tablet, prosesnya dibalik saja. c.2. Entry Data

Setelah selesai sinkronisasi tersebut langkah berikutnya adalah entry data oleh petugas pengumpul data. Prosesnya adalah sebagai berikut:

- Masuk ke program cs entry, setelah itu pilih KSK 2016 maka akan muncul Operator ID dan untuk proses selanjutnya tinggal mengikuti pedoman pengisian kuesioner.

selanjutnya tinggal mengikuti pedoman pengisian kuesioner. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
selanjutnya tinggal mengikuti pedoman pengisian kuesioner. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 206

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja Tampilan awal program - Setelah selesai maka akan muncul

Tampilan awal program

- Setelah selesai maka akan muncul tampilan sbb:

program - Setelah selesai maka akan muncul tampilan sbb: - Untuk menambah data maka tinggal start

- Untuk menambah data maka tinggal start new case

sbb: - Untuk menambah data maka tinggal start new case Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
sbb: - Untuk menambah data maka tinggal start new case Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 207

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja - Untuk dapat melihat data yang sudah diinput tinggal

- Untuk dapat melihat data yang sudah diinput tinggal pilih salah satu file tersebut, begitu juga jika dirasa ada yang salah maka tinggal dipilih file mana yang akan diperbaharui.

- Ada juga proses dimana ada kondisi proses input data tertunda di tengah-tengah karena suatu hal, kita dapat menyimpannya tanpa perlu mengulang yang sudah diinput diawal. Anda tinggal klik titik 3 di pojok kanan atas lalu pilih partial save dan advcane to end, dari proses tersebut tetap akan terbentuk ID dari responden yang telah didata. Untuk memulainya lagi anda tinggal klik ID tersebut maka akan masuk ke field terakhir untuk dilanjutkan proses pengumpulan datanya. Proses terakhir adalah sinkronisasi data yang telah diinput baik ke dropbox atau ke ftp server. Prosesnya sama dengan proses sinkron data awal. Dari menu awal kita tinggal klik titik 3 di pojok kanan atas lalu pilih synchronize dan data pun masuk ke dropbox atau ftp server kita. c.3. Export data Untuk melakukan export data sebelumnya anda harus menginstall progra CS Pro seri 6 ke atas. Anda dapat mengunduhnya terlebih dahulu di alamat

6 ke atas. Anda dapat mengunduhnya terlebih dahulu di alamat Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
6 ke atas. Anda dapat mengunduhnya terlebih dahulu di alamat Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 208

sebagai

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

berikut:

Setelah mengunduh aplikasi tersebut. Install programnya seperti biasa sampai selesai. Langkah selanjutnya adalah mengunduh aplikasi lengkap dari program data entry yang telah dibuat melalui alamat sbb:.Copykan file yang diambil dari hp/tablet ke dalam file tersebut (replace 2 file berekstensi .pff dan .pen). Lalu buka program cs pro dan pilih open an existing application dan cari file lengkap program entrynya. Setelah masuk maka tampilannya sebagai berikut:

entrynya. Setelah masuk maka tampilannya sebagai berikut: Masuk ke menu tools lalu pilih opsi export data

Masuk ke menu tools lalu pilih opsi export data

berikut: Masuk ke menu tools lalu pilih opsi export data Setelah itu cari file .dcf di

Setelah itu cari file .dcf di dalam folder program entry yang tadi sudah diunduh.

.dcf di dalam folder program entry yang tadi sudah diunduh. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
.dcf di dalam folder program entry yang tadi sudah diunduh. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 209

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja Jika sudah klik open lalu akan muncul tampilan sbb:

Jika sudah klik open lalu akan muncul tampilan sbb:

Kerja Jika sudah klik open lalu akan muncul tampilan sbb: Pada proses ini kita akan mengeskport

Pada proses ini kita akan mengeskport hasil entrynya per bagian dari kuesioner

mulai dari BLOK I-V dan rekap hasil datanya. Caranya adalah dengan

mencentang seluruh menu disebelah kiri . Jika sudah pilih opsi multiple file

pada menu Number of files yang disebelah kanan dan pilih As separate record

pada menu output. Untuk Jenis data pilih SPSS pada menu export format.

output. Untuk Jenis data pilih SPSS pada menu export format. Setelah semua selesai klik logo pada

Setelah semua selesai klik logo pada toolbox diatas. Setelah di run maka akan diminta file inputan mana yang akan di eksport datanya. Kita cari file

tersebut yang berekstensi “.filepada folder program entrynya. Jika proses ini

sukses maka akan terbentuk file sps di folder program ksknya.

maka akan terbentuk file sps di folder program ksknya. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
maka akan terbentuk file sps di folder program ksknya. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 210

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja Setelah proses ini kita buka masing masing file berekstensi

Setelah proses ini kita buka masing masing file berekstensi .sps dengan program spss. Misal kita buka file BLOK I_III.sps maka akan muncul tampilan seperti ini.

file BLOK I_III.sps maka akan muncul tampilan seperti ini. Untuk mendapatkan data spss nya kita pilih

Untuk mendapatkan data spss nya kita pilih opsi “run” lalu pilih “all”, jika berhasil maka akan muncul tampilan sbb:

“all” , jika berhasil maka akan muncul tampilan sbb: Dalam tabel tersebut muncul data yang telah

Dalam tabel tersebut muncul data yang telah kita entry dari tablet/ hp pada saat pengumpulan data. Selanjutnya data tersebut bisa di save as menjadi file spss

Selanjutnya data tersebut bisa di save as menjadi file spss Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat
Selanjutnya data tersebut bisa di save as menjadi file spss Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 211

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

D. PENGOLAHAN DATA, ANALISIS DATA DAN RENCANA TINDAK LANJUT

1. Pengolahan Data

Dalam pendataan Keluarga Sehat ini, pengolahan data sudah dimulai pada saat

proses input data. Artinya pada saat meng-input isian kuesioner kedalam program

entry, indikator-indikator yang akan dinilai dihitung secara otomatis.

Ada 2 jenis perhitungan, yaitu

1) menghitung indeks keluarga sehat, dilakukan secara otomatis

2) perhitungan atau nilai setiap indikator juga dihitung secara otomatis.

Perhitungan indeks keluarga sehat bertujuan untuk menilai tingkat atau indeks

keluarga tersebut. Indeks keluaga sehat ini dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu

- Nilai indeks >80% : keluarga sehat

- Nilai indeks 50-89% : pra-sehat

- Nilai indeks <50%

: tidak sehat

Perhitungan setiap indikator bertujuan untuk menentukan ini skor dari setiap

indikator dalam rangka prioritas intervensi program.

2. Analisis Data Analisis data ini bertujuan untuk:

a. Menentukan tingkat atau level keluarga sehat berdasarkan wilayah administrasi.

b. Menentukan indikator yang menjadi prioritas untuk intervensi program kesehatan.

Sebelum dilakukan analisis harus terlebih dahulu disiapkan subset datanya, yaitu sebagai berikut :

a. Data hasil entri diexport dalam bentuk spss. Hasil export SPSS kemudian dicopy ke

dalam program Microsoft Excel dengan kondisi dibalik antara urutan indikator dan

urutan rumah tangga.

b. Setelah tabel indikator selesai di-transpose dalam Microsoft Excel maka akan

dihasilkan tabel seperti gambar di bawah ini:

maka akan dihasilkan tabel seperti gambar di bawah ini: Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat SDM
maka akan dihasilkan tabel seperti gambar di bawah ini: Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat SDM

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 212

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja Analisis untuk menentukan tingkat keluarga sehat berdasarkan wilayah

Analisis untuk menentukan tingkat keluarga sehat berdasarkan wilayah administrasi. Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa terdapat dua desa, yaitu desa (001) dan desa B (002) yang masing masing terdiri dari 5 keluarga. Setiap keluarga di desa (001) memiliki nilai indeks keluarga sehat masing masing 77,8; 60,0; 83,3; 77,8; dan 80,0. Nilai tersebut didapat otomatis dari perhitungan dalam program entri. Untuk mendapatkan indeks keluarga sehat menurut wilayah administrasi seperti pada tabel di atas, kita menganalisi dua wilayah adminitrasi desa dalam satu puskesmas. Tujuan dari analisis per wilayah administrasi adalah untuk menentukan peringkat keluarga sehat berdasarkan wilayah administrasi. Prinsip perhitungannya adalah dengan mengelompokkan skor menjadi 3 katagori yaitu :

Katagori > 80 dikatakan keluarga sehat Katagori 50-79 dikatakan keluarga pra sehat Katagori < 50 tidak sehat Untuk menentukan indeks keluarga sehat di satu wilayah administrasi dihitung dari menghitung jumlah keluarga sehat berdasarkan katagori dibagi jumlah total keluarga di wilayah tersebut x 100%. Pada contoh tabel diatas dapat dihitung persentase jumlah keluarga sehat 3 katagori

1. Keluarga sehat (≥80) = (2/5)x100% = 40%

2. Keluarga pra-sehat (50-79) = (3/5)x100% = 60%

= 40% 2. Keluarga pra-sehat (50-79) = (3/5)x100% = 60% Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat
= 40% 2. Keluarga pra-sehat (50-79) = (3/5)x100% = 60% Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 213

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

3. Keluarga tidak sehat (< 50) = tidak ada = 0%

Hal ini bisa dilakukan bila kita berhadapan dengan data yang berjumlah kecil tetapi jika

kita mempunyai data yang cukup besar, kita dapat menggunakan bantuan program atau software untuk membantu perhitungan tersebut. Formula untuk mendapatkan skor indikator menggunakan Microsoft Excel adalah sebagai berikut:

=IF(C20>=80,"keluarga sehat",IF(C20>=50,"keluarga pra sehat","tidak sehat"))

Analisis untuk menentukan indikator yang menjadi prioritas untuk intervensi program kesehatan. Analisis ini dilakukan untuk menentukan prioritas program intervensi untuk meningkatkan keluarga sehat. Analisis ini juga bisa dilakukan menurut wilayah administrasi. Pada tabel di atas pada kolom (H) adalah hasil skor untuk setiap indikator pada wilayah administrasi Desa (001). Pada kolom tersebut terlihat nilai indikator berkisar 0,00 sampai 100. Arti dari skor ini adalah semakin besar skor dapat disimpulkan indikator tersebut tidak mempunyai masalah. Sebaliknya semakin kecil skor indikator dapat disimpulkan indikator tersebut bermasalah. Pada kolom tersebut terlihat ada 6 indikator yang skornya belum 100. Urutan prioritas intervensi program berdasarkan skor yang paling kecil. Jadi pada Desa tersebut urutan prioritas intervensinya adalah 1) Pemantauan pertumbuhan balita; 2) Pemberian ASI eksklusive; 3) Sarana air bersih; 4) atau 5) Tidak ada anggota keluarga yang merokok atau Kepemilikan kartu JKN; 6) Keluarga mengikuti program KB.

Formula untuk mendapatkan skor indikator menggunakan Microsoft Excel adalah sebagai berikut:

=IF(COUNTIF(C8:G8,"N")/COUNTA(C8:G8)=1,100,COUNTIF(C8:G8,"Y")/(COUNTIF(C8:G8,"Y

")+COUNTIF(C8:G8,"T"))*100)

Formula tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut:

- Skor indikator adalah (jumlah ‘Y’) dibagi (jumlah ‘Y’ dan jumlah ‘T’) dikalikan

100%.

dibagi (jumlah ‘Y’ dan jumlah ‘T’) dikal ikan 100%. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat SDM
dibagi (jumlah ‘Y’ dan jumlah ‘T’) dikal ikan 100%. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat SDM

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 214

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

- Jika dalam baris tersebut (semua keluarga di desa tersebut) semuanya ‘N’ maka

nilai skornya adalah 100,0.

- Jika dalam baris tersebut adanya nilai ‘N’ dan ‘Y’ maka nilai skornya adalah

100,0.

- Jika dalam baris tersebut adanya nilai ‘N’ dan ‘T’ maka nilai skornya adalah 0,0.

- Jika dalam baris tersebut (semua keluarga di desa tersebut) semuanya adanya

nilai ‘Y’ maka nilai skornya adalah 100,0.

- Jika dalam baris tersebut (semua keluarga di desa tersebut) semuanya adanya

nilai ‘T’ maka nilai skornya adalah 0,0.

3. Rencana Tindak Lanjut Sebelum melakukan pendataan keluarga sehat, ada beberapa hal yang harus

diperhatikan, yaitu:

a. Metode yang pendataan yang digunakan.

Pendataan dapat dilakukan dengan kuesioner atau menggunakan gadget

(smartphone atau tablet yang support dengan program entry [CsPro]).

- Jika menggunakan kuesioner, hitung jumlah kuesioner yang dibutuhkan

(jumlah KK yang ada di wilayah puskesmas).

- Jika menggunakan gadget, hitung jumlah gadget yang dibutuhkan (jumlah

KK/lama hari pendataan) .

b. Alat pengukur tekanan darah

- Tentukan jumlah dan jenis tensimeter yang digunakan (manual atau digital).

Hal ini penting untuk mementukan jumlah orang yang akan menjadi

pengumpul data.

c. Pengumpul data dan Lamanya waktu pengumpulan data

- Hal yang harus diperhatikan dalam menetukan jumlah tenaga pengumpul data

dan lamanya waktu pengumpulan data jumlah KK, kondisi masyarakat dan

topografi wilayah puskesmas.

d. Peng-entry

masyarakat dan topografi wilayah puskesmas. d. Peng- entry Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat SDM
masyarakat dan topografi wilayah puskesmas. d. Peng- entry Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat SDM

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 215

Modul 7 Pendataan Keluarga Sehat diwilayah Kerja

- Tentukan peng-entry data, entry data bisa dilakukan oleh pengumpul data (merangkap-pendataan dan entry data)atau tenaga khusus peng-entry (tenaga khusus hanya untuk melakukan entry).

- Jika menggunakan kuesioner, tentukan jumlah komputer/laptop yang dipergunakan untuk mengentry,

- Tentukan tempat entry datanya

- Tentukan waktu entry nya (lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan entry data). Entry data bisa dilakukan setiap hari setelah pengumpulan data atau menunggu satu RT atau RW atau desa selesai.

e. Pengolah data, analisis data, dan pemegang data

- Pengolahan, analisis, dan pemegang data dapat dilakukan oleh orang tertentu yang sudah terlatih dan diberikan tanggung jawab untuk melakukan proses pengolahan, analisis data, penyimpanan data level Puskesmas dan pengiriman data ke level Kabupaten/Kota.

level Puskesmas dan pengiriman data ke level Kabupaten/Kota. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat SDM
level Puskesmas dan pengiriman data ke level Kabupaten/Kota. Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat SDM

Kementerian Kesehatan RI-Badan PPSDM Kesehatan Puslat SDM Kesehatan-Tahun 2016

Hal: 216