You are on page 1of 1

Dengan susu kapur akan terjadi endapan CaCO3 berdasarkan reaksi

:

Ca(OH)2 + H2CO3 CaCO3 + 2H2O

Nira dari bejana karbonatasi I ditampung dalam palung buih, kemudian dialirkan ke filter
press I untuk memisahkan nira yang jernih dengan endapan yang terbentuk (blotong). Blotong dari
filter press I dibuang sedangkan nira dari filter press I dimasukkan ke dalam bejana karbonatasi II dan
ditambah dengan gas CO2 untuk mengikat sisa kapur sampai mencapai pH ± 8,6. Nira kemudian
dipanaskan di pemnasa II sampai mencapai suhu ± 700C dan dialirkan ke filter press II. Blotong yang
diperoleh dari filter press II dikembalikan ke palung buih nira karbonatasi I sedangkan nira dialirkan
ke tangki sulfatasi untuk menurunkan pH larutan menjadi ± 6,8. Nira kemudian dipanaskan di
pemanas III sampai mencapai suhu ± 110oC dan selanjutnya dialirkan ke evaporator.

3. Proses Penguapan

Penguapan bertujuan untuk menghilangkan air dalam nira sehingga diperoleh nira dengan
kekentalan tertentu dan siap dikristalkan.

Nira encer dari unit pemurnian mempunyai kadar 10-12o brix. Evaporator yang digunakan
adalah jenis “multiple effect evaporator” dengan 4 badang evaporator. Dengan menggunakan
“multiple effect evaporator” maka uap yang dihasilkan dari evaporator I digunakan untuk
memanaskan evaporator II, uap dari evaporator II digunakan untuk memanaskan evaporator III, dan
uap dari evaporator III digunakan untuk memanaskan evaporator IV. Untuk menurunkan suhu
penguapan agar sukrosa tidak rusak maka evaporator bekerja secara vakum dimana pada
evaporator IV dilengkapi dengan barometrik kondensor. Dari evaporator terakhir diperoleh nira yang
hampir jenug dengan kadar ± 65o brix.