You are on page 1of 8

NAMA :TARMEN PALAME

NIM :D211 15 516
TUGAS SPD (KELAS B)

Menurut jurnal yang saya dapat system pelumasan pada CRANKSHAFT
selain dengan metode pelumasan menggunakan oli untuk mencegah keausan
pada CRANKSHAFT tersebut maka ada beberapa cara yang dapat kita
lakukan yakni; pembubutan pada CRANKSHAFT/ poros engkol itu sendiri.
Berdasarkan hasil analisa keausan bantalan Crankshaft pada masin L-300
Diesel, maka kita dapat mengetahui batas maksimum penggunaan bantalan
Crank shaft dan pemeliharaan (Maintenance) pada bantalan agar mesin tetap
bisa berputar lembut dan mendapatkan performa yang lebih bagus. Maka dari
itu kita dapat melakukan analisa sebagai hasil dari analisa tersebut, di
antaranya :
1. Melakukan pengecekan pada bantalan Crankshaft yang sudah aus akibat
terjadinya gesekan pada dudukan bantalan bearing kap.
2.Melakukan pengecekan ukuran dan permukaan pada bantalan dan juga
melihat permukaan dudukan bantalan apakah terjadi kerusakan pada
dudukannya.
3. Melakukan pengukuran Crankshaft yang sudah aus akibat kurangnya
perawatan pergantian oli setiap bulannya.
4. Melakukan pembubutan pada permukaan Crankhaft yang sudah aus agar
bisa digunakan kembali.
Pembubutan pada permukaan Crankshaft yang sudah aus. Karena kita
dapat mengetahui berapa ukuran yang akan di bubut agar permukaan
Crankshaft menjadi halus dan bisa di gunakan kembali. Maka diperoleh dari
hasil proses pembubutan pada dudukan bantalan Crankshaft yang sudah aus.
ANALISA KEAUSAN BANTALAN CRANKSHAFT PADA MESIN MITSUBISHI L- 300
DIESEL

1
Zulkarnain Tarigan, 2Rahmawaty, ST, MT.
Jurusan Teknik Mesin, Sekolah Tinggi Teknik Harapan 2017
JalanH.M.Joni No.70 C , Medan
alamat email : Zhowezho@Rocketmail.com.

ABSTRAK

Bantalan Crankshafmerupakan hal yang sangat penting pada suatu kendaraan atau mesin
contohnya pada mobil, khusus nya pada mesin mobil itu sendiri,Pada umumnya bantalan
diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu Bantalan Luncur / metal jalan & metal duduk Bantalan
Gelinding,Fungsi poros engkol (Crank Shaft) mengubah gerak naik turun atau lurus piston menjadi
gerak putar. Poros engkol salah satu komponen penting suatu mesin, selain merubah gerak bolak
balik piston menjadi gerak putar, poros engkol juga menerima beban dan tekanan yang sangat
tinggi dari hasil pembakaran oleh piston untuk itu poros engkol haruslah terbuat dari bahan yang
sangat kuat dan tahan lama.Poros engkol atau Crankshaft terbuat dari baja karbon tinggi.
Kata kunci: Bantalan Crankshaft, Poros engkol, Keausan

ABSTRACT

Bearing Crankshaft is very important in a vehicle or an engine for example on a car,
especially on the car itself. In general, bearings are classified into 2 parts, namely Road Roller /
Metal & Metal sits Gelinding Bearing, Crank Shaft Function (Crank Shaft) change the up and
down motion or straight piston into a swivel motion. Crankshaft is one important component of a
machine, in addition to changing the piston alternating motion into a rotary motion, the crankshaft
also receives a very high load and pressure from the combustion results by the piston for which the
crankshaft must be made of a very strong and durable material. Crankshaft axle or Crankshaft made
of high carbon steel.
Keywords: Crankshaft Bearing, Crankshaft, Wear

1. PENDAHULUAN ruang kerja tidak terdapat perangkat
Salah satu tujuan diciptakannya komputer untuk menyelesaikan tugas dan
teknologi adalah untuk mempermudah pekerjaan kantor maupun perusahaan.
manusia dalam memenuhi kebutuhan Kemajuan teknologi sekarang ini telah
hidup.Hal ini dapat dirasakan dan dibuktikan menghasilkan berbagai kreasi dalam segala
dengan semakin mudahnya manusia hal yang bertujuan memudahkan segala
melakukan sesuatu untuk memenuhi aktifitas manusia.Ada berbagai sarana
kebutuhan hidup.Terlepas dari dampak transportasi tersedia, mulai dari darat, udara,
negatif yang timbul akibat penemuan dan dan laut.Kendaraan yang diproduksi massal
penciptaan teknologi yang baru, sains dan di negara kita umumnya kendaraan darat,
teknologi sangat dibutuhkan oleh manusia. salah satunya mobil.
Sebagai contoh suatu perusahaan atau
lembaga akan sangat kesulitan jika dalam
Mobil diproduksi agar dapat Crank jornal terdapat bantalan yang
memudahkan pekerjaan manusia, maka disebut dengan bantalan duduk (metal
diharapkan komponen mobil didesain secara duduk), sementara pada main journal juga
efektif dan efisien serta menggunakan terdapat bantalan yang disebut dengan metal
material komponen yang berkualitas dan bulan.Crank journal ini ditopang oleh
tahan lama.Seperti bantalan crankshaft mesin bantalan poros engkol (metal duduk) pada
mobil L 300 diesel Bantalan Crankshaft crankcase, dan poros engkol berputar pada
(Main Bearing Insert) Crankpin dan journal jornal. Masing-masing crank jounal memiliki
Crankshaft menerima beban yang besar crank arm, atau arm dan crankpin terletak di
berasal dari tekanan gas pembakaran dari ujung armnya. Maka dari itu komponen-
piston dan berputar pada putaran tinggi. Oleh komponen mesin yang bergesekan seperti
sebab itu maka digunakan bantalan-bantalan roda gigi, bantalan dsb, harus diberi
antara pin dan journal yang dilumasi dengan pelumasan secara benar agar dapat bekerja
oli untuk mencegah keausan serta pengurangi dengan baik dan tahan lama.Dalam
gesekan. Crankshaft atau bagian- pemberian pelumas yang benar perlu
bagian lainya yang berputar pada kecepatan diperhatikan jenis pelumasnya, jumlah
tinggi(insdert type bearing),tipe ini pelumas, bagian yang diberi pelumas dan
mempunyai daya tahan serta kemampuan waktu pemberian pelumasnya ini.
mencegah keausan yang baik. Tipe bantalan
sisipan ini terdiri dari lapisan baja (steel 2. TINJAUAN PUSTAKA
shell) dan lapisan metal didalamnya.Bantalan 2.1. Komponen Mesin L-300 Diesel
ini berhubungan langsung dengan crankpin
Berbicara tentang komponen mesin
atau journal. Lapisan baja (steel shell) diesel (bagian-bagian mesin diesel)
mempunyai bibir pengunci (locking lip) merupakan suatu pemahaman dari operasi
untuk mencegah agar bantalan tidak atau kegunaan berbagai bagian berguna
berputar.Tipe bantalan sisipan ini ada untuk pemahamam sepenuhnya dari seluruh
beberapa macam. Masing-masing mesin diesel. Setiap bagian atau unit
mempunyai lapisan metal berbeda, umunya mempunyai fungsi khusus masing-masing
yang harus dilakukan dan bekerja sama
bantalan model sisipan ini dibuat dari metal
dengan bagian yang lain membentuk mesin
(logam) putih, kelmet metal atau aluminium. diesel.
Dan setiap bantalan mempunyai Orang yang ingin mengoperasikan,
tanda nomor bantalan diatasnya, bila akan memperbaiki atau menservis mesin diesel,
mengganti bantalan, gunakan bantalan harus mampu mengenal bagian yang berbeda
dengan nomor bantalan yang serupa. Crank dengan pandangan dan mengetahui apa
pin (pena engkol), bagian poros engkol yang fungsi khusus masing-masing. Pengetahuan
tentang bagian-bagian mesin diesel akan
akan dihubungkan dengan big end pada
diperoleh sedikit demi sedikit, pertama kali
connecting rod, crank pin akan dipasangi dengan membaca secara penuh, dan
bantalan yang biasa disebut dengan metal kemudian dengan melihat daftar istilah pada
jalan. Oil hole, merupakan lubang yang mesin itu sendiri.
digunakan sebagai jalan oli untuk melumasi
poros engkol. Crank journal dan main Secara garis besar bagian mesin L-
300 Diesel memiliki komponen diantaranya
jounal, bagian poros engkol yang
ada 19 bagian serta fungsinya diantaranya,
dihubungkan dengan block silinder, main yaitu sebagai berikut :
journal merupakan crank journal yang
terletak di tengah. Berikut komponen-komponen Mesin L-300
Diesel serta fungsinya
1. Blok Silinder (Cylinder Block) Fungsi : Memindahkan gerak cam shaft ke
Fungsi :Sebagai tempat untuk menghasilkan rocker arm melalui push rod
energi panas dari proses pembakaran 13. Poros Bubungan (Camshaft)
2. Torak (Piston) Fungsi : Membuka dan menutup katup sesuai
Fungsi : memindahkan tenaga yg diperoleh timming yang ditentukan
dari pembakaran ke poros engkol (crank 14. Karter (Oil Pan)
shaft) melalui batang piston (connecting Fungsi : Menampung oli untuk pelumasan
rod)
15. Piston Pin
3. Cincin Torak (Ring Piston)
Fungsi : Menghubungkan piston dengan
Fungsi :Mencegah kebocoran gas saat connecting rod melalui lubang bushing
langkah kompressi dan usaha
- Mencegah oli masuk keruang bakar 16. Bantalan Luncur Aksial (Thrust Washer)
- Memindahkan panas dari piston ke dinding Fungsi : Menahan poros engkol (crank shaft)
silinder agar tidak bergerak maju-mundur
4. Batang Torak (Connecting Rod) 17. Timing Chain / Timing Belt
Fungsi : Menerima tenaga dari piston yg Fungsi : Menghubungkan gerakan putar
diperoleh dari pembakaran dan poros engkol (crank shaft) ke poros cam
meneruskannya ke poros engkol (crank shaft
shaft) 18. Kepala Silinder (Cylinder Head)
5. Poros Engkol (Crankshaft) Fungsi : Menempatkan mekanisme katup,
Fungsi : Merubah gerak turun naik piston ruang bakar dan juga sebagai tutup
menjadi gerak putar yg akhirnya silinder
menggerakkan roda-roda 19. Dudukan Katup (Valve Seat).
6. Bantalan (Bearing) Fungsi : Merapatkan (mencegah kebocoran)
Fungsi : Mencegah keausan dan mengurangi pada saat katup menutup
gesekan pada poros engkol (crank shaft)
2.2. Pengertian keausan.
7. Roda Penerus (Flywheel)
Fungsi : Menyimpan tenaga putar (inertia) Definisi paling umum dari keausan
yang dihasilkan pada langkah usaha, agar yang telah dikenal sekitar 50 tahun lebih
poros engkol (crank shaft) tetap berputar yaitu hilangnya bahan dari suatu permukaan
terus pada langkah lain nya atau perpindahan bahan dari permukaannya
ke bagian yang lain ataubergeraknya bahan
8. Katup (Valve)(kelep) pada suatu permukaan. Definisi laintentang
Fungsi : Membuka dan menutup saluran keausan yaitu sebagai hilangnya bagian dari
masuk dan saluran buang. permukaan yang saling berinteraksi yang
terjadi sebagai hasil gerak relatif pada
9. Pegas Katup (Valve Spring)
permukaan.
Fungsi : Mengembalikan katup pada Keausan yang terjadi pada suatu
kedudukan/posisi semula material disebabkan oleh adanya beberapa
10. Tuas Katup (Rocker arm) mekanisme yang berbeda danterbentuk
oleh beberapa parameter yang bervariasi
Fungsi : Menekan katup-katup sehingga
meliputi bahan, lingkungan, kondisi operasi,
dapat membuka
dan geometri permukaan benda yang
11. Batang penumbuk (Push rod) terjadi keausan.
Fungsi : Meneruskan gerak lifter ke rocker
arm 2.3. Pengertian Mesin Bubut
12. Penumbuk katup (Valve Lifter) Mesin bubut adalah salah satu jenis
mesin perkakas yang digunakan untuk
proses pemotongan benda kerja yang pergerakan suatu komponen (backlash,
dilakukan dengan membuat sayatan pada endplay) dan pengukuran kerataannya (round
benda kerja dimana pahat digerakkan secara out).Dial gauge ini merupakan tools yang
translasi dan sejajar dengan sumbu dari tidak dapat berdiri sendiri, artinya ia mesti
benda kerja yang berputar.Mesin bubut dipasangkan pada suatu alat bantu yang
merupakan mesin perkakas yang memiliki disebut: Magnetic Base, sebagai pemegang
populasi terbesar di dunia ini dibandingkan dial gauge dan berfungsi mengatur posisi
mesin perkakas lain seperti mesin freis, drill, dari dial gauge (tinggi-rendahnya,
sekrap dan mesin perkakas lainnya kemiringannya) pada tempat atau permukaan
benda yang diukur.Dial Indikator juga
Pada dasarnya mesin bubut memiliki berfungsi Untuk mengukur kerataan
beberapa jenis antara lain: permukaan bidang datar, kebulatan sebuah
1. Mesin Bubut Universal poros atau contohnya Crankshaft, mengukur
2. Mesin Bubut Khusus kerataan permukaan dan mengukur kerataan
3. Mesin Bubut Konvensional permukaan dinding Cylinder blok.
Mesin Bubut dengan Komputer (CNC).

3. METODE PENELITIAN 2. Micrometer
Pengertian alat ukur Mikrometer
3.1.Tempat Dan Waktu Penelitian / ialah salah satu alat ukur yang bisa
Pengujian digunakan untuk mengukur panjang suatu
benda dan mengukur tebal sebuah benda
Penelitian / pengujian dilaksanakan
serta mengukur diameter luar sebuah benda
di CV. SAUDARA TEKNIK ‘ ANO’
dengan tingkat ketelitian mencapai 0.01.
MEDAN. penelitian dan pengujian ini mulai
Tetapi perlu kalian ketahui sebagai pelajar
di laksanakan bulan November 2016, dan
maupun masyarakat umum bahwa fungsi alat
meliputi beberapa kegiatan dan alat sebagai
ukur mikrometer ini sebenarnya mempunyai
pendukung untuk melakukan analisa keausan
kesamaan dengan fungsi alat ukur jangka
bantalan Crankshaft.
sorong dalam menghitung suatu panjang,
tebal dan diameter sebuah benda, hanya saja
3.2. Alat
tingkat ketelitian alat ukur mikrometer lebih
Dalam analisa keausan bantalan
tinggi sepuluh kali lipat daripada jangka
Crankshaft, alat dan bahan sangat penting
sorong karena jangka sorong memiliki
digunakan untuk menganalisa suatu bantalan
tingkat ketelitian sebesar 0.1 dan ketelitian
dan cara mengantisipasi cara penanganannya.
alat ukur mikrometer mencapai 0.01 sehingga
Adapun alat-alat yang digunakan untuk
kesimpulannya micrometer lebih baik dari
menganalisa keausan bantalan akibat
pada jangka sorong.
terjadinya gesekan atau kurangnya perawatan
Micrometer juga berfungsi untuk
terhadap mesin seperti penggantian oli yang
mengukur diameter, ketebalan, dan panjang
tidak teratur.
dari benda-benda yang kecil seperti kawat,
lempeng baja, almunium, dan
sebagainya.Kegunaan utama micrometer
Berikut alat-alat yang digunakan diantaranya
ialah untuk mengukur besaran panjang
adalah :
dengan presisi lebih.
1. Dial indikator
2. Mikrometer
3. Mesin bubut Crankshaft
3. Mesin bubut Crankshaft
Mesin Bubut Crankshaftadalah suatu
Mesin perkakas yang digunakan untuk
membubut benda kerja yang diputar oleh
1. DialIndikator
mesin contohnya pada permukaan dudukan
atau juga dikenal denganDial Gauge
Crankshaft (poros engkol) agar Crankshaft
ialah alat ukur dengan skala pengukuran yang
bisa digunakan kembali dengan permukaan
sangat kecil, contohnya pada pengukuran
yang rata dan halus dan dengan ukuran yang penunjuk. lalu kencangkan lagi screw
bisa di gunakan. pengikat.
5. Gerakkan dial indikator sesuai kebutuhan.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN 6. Baca nilai penyimpangan jarum penunjuk
pada skala.
4.1.Pengecekan pada bantalan Crankshaft 7. Untuk mendapatkan hasil yang benar,
yang sudah aus harus diketahui ketelitian skala pada dial
Berdasarkan hasil analisa keausan tersebut.
bantalan Crankshaft pada masin L-300
Diesel, maka kita dapat mengetahui batas Maka setelah pemasangan dial
maksimum penggunaan bantalan Crank shaft indikator sudah selesai proses selanjutnya
dan pemeliharaan (Maintenance) pada kita lakukan pengukuran pada diameter
bantalan agar mesin tetap bisa berputar bantalan yang sudah terpasang pada bearing
lembut dan mendapatkan performa yang kap. Maka dari hasil pengukuran dari
lebih bagus. Maka dari itu kita dapat bantalan yang sudah dipasang kita dapat
melakukan analisa sebagai hasil dari analisa mengetahui bahwa bantalan tersebut terjadi
tersebut, di antaranya :
1. Melakukan pengecekan pada bantalan pembesaran ukuran yaitu 58.15 mm.
Crankshaft yang sudah aus akibat
terjadinya gesekan pada dudukan bantalan Sedangkan ukuran standart bantalan duduk
bearing kap.
2.Melakukan pengecekan ukuran dan dari katalog pabrik adalah 58.00 mm.
permukaan pada bantalan dan juga
melihat permukaan dudukan bantalan Maka selisih ukuran dari hasil pengecekan
apakah terjadi kerusakan pada
tersebut adalah 0.15 mm.
dudukannya.
3. Melakukan pengukuran Crankshaft yang
sudah aus akibat kurangnya perawatan
4.3. Pengecekan permukaan Bantalan dan
pergantian oli setiap bulannya.
membandingkan dengan bantalan yang
4. Melakukan pembubutan pada permukaan
masih baru.
Crankhaft yang sudah aus agar bisa
Dalam pengecekan permukaan
digunakan kembali.
bantalan yang sudah aus, kita juga dapat
4.2. Pengecekan ukuran Bantalan
melakukannya dengan alat yang cukup
Crankshaft pada dudukan bearing blok
sederhana yaitu dengan meraba permukaan
Dalam pengecekan bantalan
bantalan dengan jari, maka dengan meraba
Crankshaft, alat dan bahan sangat penting
permukaan bantalan dari situ kita juga dapat
maka dari itu Dial Indikator (Dial Gauge)
mengetahui permukaan bantalan tersebut
digunakan untuk mengetahui ukuran dari
kasar atau tidak, dan apabila permukaan
suatu bantalan yang sudah aus akibat
bantalan tersebut kasar, maka bantalan
terjadinya gesekan dan untuk mengetahui
terebut harus di ganti dengan yang baru, yaitu
hasilnya maka dilakukan pengecekan di
dengan menaikkan ukurannya contohnya :
antaranya: memasang bantalan kembali pada
bearing blok dan diikat dengan kekuatan apa bila ukuran standartnnya bantalan
momen 14 kg.
Sebelum melakukan pengecekan 58.00 mm maka dengan digantikannya
ukuran pada bantalan berikut cara
menggunakan / mengukur Dial Indikator: bantalan dengan yang baru ukurannya
1. Pasang contact point pada dial indikator. berubah menjadi 58.50 mm..
2. Pasang dial indicator pada standnya.
3. Tempelkan contact point pada benda kerja Maka dari kesimpulan setelah
yang akan diukur. melakukan pengecekan dari permukaan
4. Kendorkan screw pengikat pada skala dan Bantalan, kita dapat mengetahui bahwa
posisikan angka nol sejajar dengan jarum bantalan yang sudah kasar tidak bisa
digunakan kembali pada mesin dan harus
diganti dengan mentalan yang baru dan Dari 4.5. Melakukan pembubutan pada
hasil analisa tersebut, kita juga dapat Crankshaft yang sudah aus.
membandingkan dengan bantalan yang masih Maka setelah kita melakukan
baru. pengukuran pada Crankshaft, langkah
selanjutnya yang harus kita lakukan adalah
4.4. Pengukuran Crankshaft yang sudah dengan melakukan pembubutan pada
aus. permukaan Crankshaft agar permukaannya
Dalam pengukuran Crankshaf, dan rata dan halus.
melakukan pembubutan pada permukaan Dan kita juga dapat mengetahui
Crankshaft yang sudah aus, alat dan mesin berapa ukuran yang akan di bubut agar
sangat penting maka dari itu alat ukur permukaan Crankshaft agarmenjadi halus
Mikrometer ialah salah satu alat ukur yang dan bisa di gunakan kembali, dan dengan
bisa digunakan untuk mengukur Crankshaft demikian bantalan juga harus di ganti dengan
selain mengukur diameter pada permukaan yang baru sesuai dengan ukuran Crankshaft
Mikrometer juga bisa mengukur panjang yang telah di bubut
suatu benda dan mengukur tebal sebuah Seperti saat yang di lakukan pada
benda dan alat ini memiliki tingkat ketelitian proses pembubutan di bengkel Saudara
mencapai 0.01. Teknik Ano Medan. sebelumnya ukuran
Tetapi perlu kita ketahui sebagai Crankshaft sebelum dibubut adalah dengan
pelajar ataupun mahasiswa maupun
masyarakat umum bahwa fungsi alat ukuran standart yaitu 58.00 maka setelah
ukur mikrometer ini sebenarnya mempunyai
kesamaan dengan fungsi alat ukur jangka melakukan pembubutan pada permukaan
sorong dalam menghitung suatu panjang, dudukan bantalan, Crankshaft pun menjadi
tebal dan diameter sebuah benda, hanya saja
tingkat ketelitian alat ukur mikrometer lebih halus dan rata dengan ukuran 57.50 dan
tinggi sepuluh kali lipat dari pada jangka
sorong karena jangka sorong memiliki dengan selesainya proses pembubutan maka
tingkat ketelitian sebesar 0.1 dan ketelitian
bantalan juga harus diganti dengan ukuran
alat ukur mikrometer mencapai 0.01 sehingga
kesimpulannya micrometer lebih baik dari
0,50 mm.
pada jangka sorong.
Maka dapat kita ketahui dari hasil
Maka dari itu kita akan melakukan
proses pembubutan pada dudukan bantalan
pengukuran pada Crankshaft dengan
Crankshaft yang udah aus adalah terjadi
menggunakan mikrometer, dan dengan alat
ini kita dapat mengetahui apakah terjadi penurunan ukuran dari 58.00 mm sampai
penyusutan dari ukuran standart nya, dan
setelah dilakukan pengukuran pada
Crankshaft maka dapat kita ketahui ukuran 57.50 mm yaitu sebanyak 0.50
ukurannya yaitu 57.85 mm. Sedangkan
mm dan bantalan juga diganti dengan ukuran
ukuran standart bantalan duduk dari katalog yang sama yaitu 0.50 mm
pabrik adalah 58.00 mm. Maka selisih
5. KESIMPULAN DAN SARAN
ukuran dari hasil pengecekan Crankshaft
tersebut adalah 0.15 mm. 5.1. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisa keausan
bantalan Crankshaft mesin L – 300 Diesel
Maka dari hasil kesimpulannya maka terdapat hasil kesimpulan sebagai
adalah Crankshaft mengalami penurunan berikut :
ukuran sebanyak 0.15 mm akibat terjadinya 1. Pengecekan pada bantalan Crankshaft
yang sudah aus akibat terjadinya gesekan
keausan pada dudukan Crankshaft. pada dudukan bantalan bearing kap.
Maka diperoleh hasil pengukuran dari mahasiswa/i Sekolah Tinggi Teknik Harapan
bantalan yang sudah dipasang, bahwa adalah ebagai berikut :
bantalan terjadi pembesaran ukuran yaitu 1. Gantilah oli apa bila telah melakukan
perjalanan jauh dengan jarak tempuh
sekitar 5000 – 10.000 km atau apabila oli
58.15 mm. Sedangkan ukuran bantalan telah kotor dan encer.
2. Lakukan perawatan pada sistem
duduk dari katalog pabrik adalah 58.00 pelumasan termasuk menjaga komponen-
komponen mesin seperti pompa oli agar
mm. Maka selisih ukuran dari hasil selalu dalam keadaan baik.
3. Melakukan pemeriksaan dan penggantian
pengecekan tersebut adalah 0.15 mm. komponen sistem pelumasan apabila
terjadi gejala kerusakan pada sistem
pelumasan.
2. Pengecekan ukuran dan permukaan pada
bantalan juga dapat dilihat dari
permukaan dudukan bantalan apakah DAFTAR PUSTAKA
terjadi kerusakan pada dudukannya,
karena bantalan yang sudah kasar tidak 1. Stolkjac,Ir. 1994,ketiga.Elemen
bisa digunakan kembali pada mesin, dan Mesin.Jakarta:Erlangga.
harus diganti dengan banntalan yang baru 2. Hasta Kuntara., Sigit Gunawan., Sigit
Budi Hartono. (2014). Penentuan Umur
3. Pengukuran Crankshaft yang sudah aus Bantalan Luncur Terlumasi Berdasarkan
akibat kurangnya perawatan pergantian oli Laju Keausan Bahan. TRAKSI,
setiap bulannya.Adalah terjadi penurunan 3. Ter Haar, R. (1996). “Friction in sheet
ukuran dari ukuran standartnya yaitu 0.15 metal forming, the influence of (local)
mm. contact conditions and deformation”.
Ph.D. thesis, University of Twente,
4. Pembubutan pada permukaan Crankshaft Enschede, the Netherlands.
yang sudah aus. Karena kita dapat 4. Eprints.polsri.ac.id/1848/3/BAB
mengetahui berapa ukuran yang akan di %202.Crankshaft.pengertian,pdf by EO
bubut agar permukaan Crankshaft LISENDRA - 2015
menjadi halus dan bisa di gunakan 5. Sahin, Y., (2010), "Abrasive wear
kembali. Maka diperoleh dari hasil proses behaviour of SiC/2014 aluminium
pembubutan pada dudukan bantalan composite", Tribology International 43,
939–943.
Crankshaft yang udah aus adalah 57.50
6. Ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/.
mm ../393/301.by DT Widianingrum - 2012.
7. Hartomo, A. J,1992,” Komposit
5.2.Saran Metal”.Yogyakarta: Andi Offset.
Adapun beberapa saran yang dapat 8. Ejournal.unpatti.ac.id/ppr_iteminfo_lnk.p
saya berikan yang mungkin berguna bagi hp?id=197