You are on page 1of 2

ASSESMEN KEBUTUHAN PERENCANAAN PEMULANGAN

PASIEN (P3)/ DISCHARGE PLANNING PADA MASA
PERAWATAN
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :
RSU FASTABIQ SEHAT
PKU MUHAMMADIYAH 339/SPO/RSFS/VII/2018 0 1/2

Ditetapkan:
STANDAR Tanggal Terbit Direktur Utama
PROSEDUR 29 Syawwal 1439 H
OPERASIONAL 13 Juli 2018 M
dr. Aldila S. Al Arfah, MMR
NBM: 1176703
Pengertian Suatu proses penilaian untuk mendapatkan data terkait
kebutuhan perencanaan pemulangan pasien (P3) sesuai
kriteria pasien yang membutuhkan perencanaan pemulangan
pasien (P3).
Tujuan 1. Sebagai acuan langkah- langkah untuk melakukan
assesmen kebutuhan perencanaan pulang pasien.
Kebijakan 1. Assesmen dilakukan sejak pasien masuk rawat inap
2. Assesmen kebutuhan P3 dilakukan oleh PPJA
3. Assesmendilakukan ke pasien dan keluarga
4. Assesmen dilakukan dengan menggunakan Formulir
Assesmen Kebutuhan Perencanaan Pemulangan Pasien
5. Assesmen dapat dilakukan berulang kali, jika ada
perubahan kondisi pasien.

Prosedur 1. Berdasarkan perkembangan kondisi pasien, maka PPJA
melakukan assesmen ulang terhadap pasien.
2. PPJA menggunakan formulir assesmen kebutuhan
perencanaan pemulangan pasien yang baru
3. PPJA melakukan pengkajian terhadap :
a. Risiko jatuh pasien, dan menentukan tingkat
risiko jatuh pasien apakah rendah, sedang atau
tinggi.
b. Keterbatasan mobilisasi fisik. Apakah pasien
saat pulang nanti akan mengalami keterbatasan
mobilisasi fisik atau tidak. Misalnya akibat
tindakan pembedahan, amputasi, dll.
c. Adakah gangguan kognitif menetap, misalnya
pasien pasca koma.
d. Apakah pasien membutuhkan perawatan
lanjutan setelah pulang ?
e. Melakukan assesmen kemampuan pelaksanaan
ADL.
f. Apakah pasien menggunakan peralatan medis
setelah keluar dari rumah sakit ? (misalnya:
pasien terpasang kateter urin)
g. Apakah pasien memerlukan alat bantu setelah
keluar dari rumah sakit ?(misalnya: alat bantu
dengar, alat bantu jalan.)
h. Apakah pasien memerlukan dukungan
ASSESMEN KEBUTUHAN PERENCANAAN PEMULANGAN
PASIEN (P3)/ DISCHARGE PLANNING PADA MASA
PERAWATAN
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :
RSU FASTABIQ SEHAT
PKU MUHAMMADIYAH 339/SPO/RSFS/VII/2018 0 2/2

komunitas setelah keluar dari rumah sakit ?
i. Apakah pasien memerlukan edukasi lanjutan
setelah keluar dari rumah sakit ?
j. Apakah pasien memerlukan perawatan lanjutan
setelah dipulangkan ? (misalnya: perawatan
luka)
4. Jika kondisi klien berubah, maka harus dilakukan
assesmen ulang kembali
5. Setiap melakukan assesmen ulang, PPJA menggunakan
lembar assesmen baru, dan menuliskan assesmen ke
berapa pada pojok kanan bawah form.
6. Form kemudian ditandatangani oleh PPJA pelaksana
assesmen dan pasien/keluarga yang terlibat.
7. Oleh PPJA hasil assesmen terbaru, kemudian
dilaporkan pada case manager.
Unit Terkait 1. Instalasi Rawat Inap