KAJIAN PUSTAKA 1.

RINGKASAN MENGENAI TEKNOLOGI EKSPLORASI BATUBARA SURVEI GEOLOGI PERMUKAAN,1995 Umum pada tahap survei awal, pertama dilakukan survei formasi cool-bearing yang terbuka secara alami dan beberapa pengeboran untuk mengetahui kedalaman dari lapisan batubara kearah kemiringan dengan maksud memastikan deposit batubara yang potensial. Kemudian akan berlanjut kepada teknik eksplorasi yang lebih tinggi menggunakan mesin dan peralatan yang spesifik. Dalam bab ini akan dijelaskan secar ringkas mengenao survei geologi permukaan yang merupakan dasar dari semua survei geologi. Item utama yang diobservasikan dari outcrops batubara adalah: * Lapisan batubara yang bagaimana ? - jumlah ketebalan dan kualitas batubara (apakah akan dijual ?) * Bagaimana kondisinya ? - kemiringan danjarak antar lapisan batubara, serta hubungan dengan patahan dan daerah larangan penambangan (apakah dapat ditambang ?) * Berapa kuantitasnya ? - kuantitas batubara dan klasifikasi cadangannya, seperti terduga (Inferred), terindikasi (Indicated), terukur (Measured) atau dapat ditambang (Mineable) dan dapat dijual (Saleable) (apakah jumlah cadangan batubaranya cukup mendukung umur tambang ?) namun, lingkup penyelidikan perlu dikembangkan, tidak hanya pada batubara itu sendiri, tetapi juga kepada penelitian lain seperti penelitian sedimentologi batubara dan lingkungannya, penelitian palaentologi fosil mikro dan mega, penelitian geokimia, penelitian struktur terhadap fracture dan lain-lain. Pada akhirnya, hasil aktural yang diperoleh dari survei umum dan rinci adalah : Survei Umum • • • • • • • Peta geologi Peta penampang geologi Peta penampang stratigrafi Peta korelasi penampang stratigrafi / lapisan batubara Peta penampang columnar batubara Peta kontur lapisan batubara Peta isopach lapisan batubara 1:50.000-10.000 1:50.000-10.000 1:500-1.000 1:500-1.000 1:20 –1.000 1:25.000-10.000 1:10.000 Survei Rinci 1:1.000-3.000 1:1.000-3.000 1:200-500

1:200-500 1:1.000-5.000 1:1.000-5.000

Peta distribusi kualitas batubara (ash, sulfur, pospor, dll) 1:10.000 • Peta kalkuasai cadangan batubara 1:10.000 • Tabel kalkualsi cadangan batu bara

1:1.000-5.000 1:1.000-5.000

Prosedur Kerja A. Persiapan Pertama dilakukan peta topografi dengan skala yang sesuai untuk membuat program survei lapangan dan menempatkan titik observasi yang diperioleh selama survei. Sebaliknya, sebelum survei dilakukan, dipelajari dulu geologi regional dan struktur geologinya dari laporan atau papee, atau foto udara dan data penginderaan jauh. Peralatan dan perkakas utama yang diperlukan untuk survei adalah : a. Peralatan • Clinometer • Range finder (10-500 m) • Meteran gulung (10-100 m) • Mistar cembungkaca pembesar (2-5 m) • Kamera(x10-) b. Perkakas • Rock hammer (800 g-) • Dip board (dari bahan aluminium) • Pahat (titik dan lebar) • Skop kecil • Papan kecil • Catatan lapangan • Peta topografi • Protractor • Mistar segitiga • Pensil • Spidol • Kantong sampel • Penghapus

B.

Idenfikasi, Pembacaan, Sketsa, Orientasi Outcrops

Yang paling penting adalah mengidenfikasi outcrops, adalah in-situ atau creep. Kemudian membaca arti secara geologi dan stratigrafi. Observasi harus dilakukan baik terhadap bagian fresh maupun permukan yang telah dipengaruhi cuaca (weathered facies), dan sampel diambil dari bagian fresh in-situ. Kemudian

gambarkan posisi outcrops dengan tepat diatas peta topografi, dan cantumkan juga rute jalan telah dilalui. Pada saat sama, dilakukan sketsa outcrop secara geologi dan stratigrafi dengan penjelasan seperlunya. Item yang diobservasi dan diukur adalah : o Deskripsi permukaan batuan (rock facies) karakteristiknya : Ukiran butir, bentuk butir, kepadatan, warna, bahan tambang pembentuk, stratifikasi, kesamaan (sorting) struktur sedimentasi, keberadaan fosil, dll. o Deskripsi lapisan batubara : Warna, kilatan, kekerasan, stratifikasi, belahan(parting), retakan, hubungan antara batuan langit-langit dan lantai, dll o Perubahan stratifikasi dan struktur : Kesesuaian (conformity), ketidaksesuaian (unconformity), erosi dalam lapisan, perubahan bertahap (gradual), patahan, perubahan lateral dari permukaan batuan (litho-facies), dll o Arah, kemiringan dan ketebalan setiap lapisan/lapisan batubara C. Stripping dan Trenching Outcrop bisasanya tersebar di samping aliran di dalam lembah. Apabila outcrop tidak kontinu dan tanah diatasnya tipis, maka dilakukan penggalian (stripping) untuk membuat outcrop kontinu. Walaupun lapisan tanahnya tebal, apabila diduga terdapat gejala geologi yang penting seperti lapisan batubara atau pathan, maka sebaiknya dilakukan pencekan dengan menggali parit (trench) dengan lebar 1m dan kedalaman 3m sampai 5m. Pekerjaan utama yang dikaukan didalam parit sebagai berikut : o Pengukuran : mengukur arah orintasi dan kemiringan lapisan tanah dan lapisan batubara o Observasi : mengukur dan mencantumkan penampang columnar berurutan dari outcrop, tertua lapisan batubara o Sampling : sampling batubara lapis per lapis atau secra kunulatif dan belahan (parting), langit-langit dan lantai dilakukan sampling masing-masing. o Survai : melaksanakan survai dengan menghubungkan seluruh titik observasi Di tempat yang hutannya lebat dan tidak terdapat lapisa batubara terbuka (outcrop), survai dengan pit kadangkala efektif terutama pada musim hujan, deskripsi dan pengukuran hjarus dilakukan segera karena kan dihanyutkan oleh air sehingga sulit pemulihannya. D. Lambang Geologi

Untuk mengungkapkan sifat dan bukti geologi seperti batuan, bahan tambang, warna, bentuk, ukuran burir dan lain-lain, yang diperoleh dari survai geologi, mak pendefenisian lambang dan singkatan geologi akan bermanfaat untuk menyedrhanakan seluruh ekspresi.

kandungan klor didalm batubara. jarak tersebut mungkin mengecil. Pada eksplorasi tahap II. dan core di tarik keluar oleh wire melalui tangan batang (rod). penelitian sedimentasi dengan log curve juga dijelaskan dalam Appendix. pekerjaan pengeboran pada eksplorasi batubara menggunakan berbagai tipe mesin bor dan perkakas tergantung dari tujuan dan tahapan eksplorasi batubara. Pada tambang terbuka (open pit) beberapa pengeboaran lubang dilakukan dengan metide non-core. dan lain-lain pada eksplorasi tahap I.Selain itu masih ada beberapa penelitian unsur khusus di antaranya ada yang dapat menjadi indikator lingkungan sedimentasi dan proses diagenesis selamjutnya. . Misalnya.7 mm) untuk mempurmudah well logging. Mesin ini dirancang untuk melakukan pengeboran kontinu tanpa harys menarik keluar batang bor pada setiap perpanjangan batang. Tugas pokok dari pengeboran adalah untuk : a. Metode pengeboran banyak menggunakn pengeboran wireline dengan lebih NQ (diameter lubang 75. sedangkan untuk daerah labil adalah 300-500m. dilakukan logging geofisik untuk memperoleh informasi geologi dan kualitas batubara yang rinci. Diameter lubang dan diameter core diperlihatkan pada tabel 6-1. Penjelasan terinci dari well logging akan diberikan pada bab berikut. atau kadang kala 1km. seperti daerah stabil dan labil secara struktur. dan 250 m grid untuk daerah labil atau daerah sasaran metallurgical coal. yakni 300-400 m grid untuk daerah stabil. 1976) Jarak antar lubang bor berbeda menurut kondisi geologi. kandungan authogenic carbonate didalam shale dan lain-lain. Dan. seperti metode sirkulasi balik (reverse circulation) atau dengan rotary rig. Sebagian contoh tersebut ditunjukan pada Appendix. Dalam kusus demikian. pengeboran sering dilakukan dengan coring penuh dalam jarak yang lebar (jauh) dan dilakukan bersama logging geofisik. SURVEI PENGEBORAN Biasanya. Mesin yang umum digunakan adalah longyear LY-39 atau LY-44 untuk pengeboran dengan kedalaman sedang. serta kedalaman eksak dari lapisan sasaran. memastikan letak dan kedalaman lapisan batubara sasaran b. kandung sulfur ( termasuk isotopnya di dalam batu bara) dan karbon didalam shale. Di daerah stabil jarak tersebut adalah 500-700 m. memperoleh sampel lapisan batubara termasuk batuan langit-langit dan lantainya d. melaksanakan berbagai jenis logging. mengetahui sequence stratigrafi dan geologi untuk maksud perbandingan c. (dari Field Geologist’s Manual : DA Berkman.

yang paling sering digunakan adalah resistansi listrik.Pada eksplorasi tahap III dilaksanakan pengeboran diameter besar (biasanya 150200 mm). kehilangan sifat air lumpur (drilling mud) karena emisi gas dalam jumlah besar dari lapisan batubara. Respon berbagai logging terhadap berbagai lapisan diperlihatkan pada gambar 9-1. oleh karena itu lebih baik melakukan kombinasi logging untuk analisa menyeluruh. Posisi (terhadap kedalaman penggalian dan sumbu lambung) dasar lubang bor dan batas (top&bottom) dari lapisan utama seperti batubaru sasaran adalah item yang paling pnting dalam pengeboran. sedangkan yang dari lapisan batubara lebih rendah pada sandstone. terutama lapisan batubara atau sequence rinci dari lapisan batubara termasuk parting dan lain lain. pembekakan (swelling) diding lubang karena adanya bahan tambang tanah liat khusus yang mudah mengembang seperti montmorillonite. 1976) LOGGING GEOFISIK (GEOPHYSICAL WELL LOGGING) Logging geofisik berkembang dalam ekplorasi minyak bumi untuk analisa kondisi geologi dan reservior minyak. netron dan . seperti kedalaman. kecepatan gelombang elastis dan radiaktif. dan sifat geomekanik batuan yang menyrtai penambahan batubara. Dan juga mengkompensasi berbagai maslah yang tidak terhindar apabila hanya dilakukan pengeboran. tabel perhitungan untuk menentukan elevasi (ketinggian) dan koordinat titik yang disebut diatas ditunjukan pada tabel 6-2 (dari Field Geologist’s Manual : DA Berkman. Sebagai contoh. Terutama yang dari mudstone laut menunjukan nilai yang ekstra tinggi. dan lain-lain. logging densitas adalah yang paling efektif dan kombinasi logging densitas dan sinar gama adalah yang direkomendasi untuk menentukan sifat geologi sekitar lapisan batubara. Log Sinar Gama Kekuatan radiasi sinar gama adalah kuat dari mudstone dan lemah dari sandstone. Rangkuman berbagai loggiong diberikan pada gambar 9-2. Setiap logging mempunyai keistimewaannya masing-masinng. untuk penelitian hidrologi dan mendapatkan sampel curahan untuk uji parameter preparasi batubara. Logging geofisik untuk eksplorasi batubara dirancang tidak hanya untuk mendapatkan informasi geologi. seperti hilang sirkulasi air. tetapi untuk memperoleh berbagai data lain. Problem yang timbul dalam pengeboran macam-macam. Log sinar gama dikombinasikan dengan log utama. Untuk eksplorasi batubara. A. Jenis dan Prinsip Logging Geofisik Dari sekian banyak prinsip logging yang ada. ketebalan dan kualitas lapisn batubara. seperti log densitas. coring batubara yang lunak. yaitu pengecekan kedalaman sesungguhnya dari lapisan penting.

terjadi tumbukan berulang-ulang dengan inti atom material pembentuk lapisan tanah yang mengakibatkan hilangnya energi dan menjadi netron termal berkecepatan rendah. Angka pengukuran tersebut. maka distribusi netron termal yang diukur berbanding terbalik dengan distribusi porositas lapisan tanah. Apabila diasumsikan. maka hal itu dilakukan dengan memggunakan kurva koreksi yang diperoleh dari diameter lubang dan lumpur pengeboran. maka kerapatan inti atom hidrogen sebanding dengan porositas batuan. Log Netron Pada waktui netro berkecepatan tinggi menyebar kedalam lapisan tanah. kerapatan inti atom hidrogen pada batuan sebanding dengan jumlah kandungan cairan (air) di dalam material. Kualitas batubara juga dapat diperkirakan dengan memanfaatkan hubungan timbal balik yang erat antara densitasnya dan kandungan abu. maka pada log netron menunjukan nilai yang kecil dan mudah membedakan denngan batuan lain. Karena kerpatan inti atom hidrogen pada batubara tinggi. Karena batubara mempunyai densitas yang sangat rendah dibanding dengan batuan lain. Tetapi. dan angka ini sebanding dengan densitas tampak dari lapisan tanah) Untuk memperoleh densitas curahan lapisan tanah dari count rate sinar gama.gelombang bunyi. Seperti ditunjukan dalam gambar 9-4. seperti antara lapisan batubara dengan langit-langit atau lantai. bahwa porositas pada batuan diisi oleh air. densitas tampak (apparent density) dari lapisan tanah dicari dari pengukuran kontinu sinar gama yang berasal dari pemencaran compton. oleh perangkat detektor yang berjarak tertentu dari sumber sinar CS137 (Cesium 137). porositas tampak kecil intuk sandstone dan besar untuk mudstone. (kemungkinan terjadinya pemancaran compton. kadang kala sulit untuk mengenal batas yang jelas apabila penting atau langit-langit/lantai terdiri dari batuan yang banyak mengandung karbon seperti coaly shale. C. Sehingga. Densitas elektron di dalam material sebanding dengan densitas curahan atau masa (bulk or mass density) material. Berdasarkan prinsip ini. . Kehilangan energi terbesar terjadi pada waktu tumbukan dengan inti atom unsur Hidrogen yang massanya sama dengan netron. Dengan kata lain. Secara umum. adalah hal yang mudah untuk membedakan lapisan batubara diatas log. biasanya besar untuk sandstone dan kecil untuk mudstone. digunakan untuk memastikan batas antara lapisan penting. sebanding dengan densitas elektron lapisan tanah. Log Densitas Sinar gama dari sumber radioaktif dipancar oleh tumbukan dengan elektron di dalam lapisan tanah dan energi sinar gama akan hilanng kepada elektron untuk setiap tumbukan (efek compton). B. pengurangan kecepatan netron ditentukan oleh kerapatan inti atom hidrogen di dalam lapisan tanah.

winch.0 mm). sort spaced density log mempunyai resolusi vertikal yang tinggi. telescope boom. M. E. Log Gelombang Bunyi (Sonic Log) Sonic log yang digukan dewasa ini kebanyakan tipe BHC (bore hole compensated). Metoda ini dapat mengurangi efek pemalsuan (spurious) pada perubahan ukuran lubang dan juga mengkonpensasi kesalahan karena kemiringan sonde. dan interval waktu perambatan gelombang yang diterima kedua set receiver dirata-ratakan. sonde. Metoda pengukuran ini disebut juga sebagai laterolog yang diperlihatkan pada gambar 9-7. Dengan demikian akan menaiokan akurasi resistensi dan kemapuan pengukuran di lapisan tipis. dan lain-lain. Peralatan Logging peralatan logging terdiri dari peralatan rekam. biasanya dipasang pada mobil observasi dan hasil yang diperoleh dari pengukuran direkam dalam chart dan data digital dalam satu waktu untuk analisa lebih lanjut. maka cocok untuk pengukuran ketebalan lapisan batubara.(gambar 9-8 dan 9-9) kalau datanya banyak. Kombinasi probe long dan short spaced density bersama sinar gama dan caliper dapat . Biasanya.7 mm) atau HQ (96. Interpretasi Lapisan Batubara perusahaan logging mengembangkan peralatan orisinil (khas masing-masing) untuk memperoleh resolusi logging batubara yang lebih baik. Log Resistansi] Log resistansi normal dirancang untuk mengukur suatu potensial listrik pada elektroda pengukur.D. Sedangkan.(tabel 9-1) Long spaced density log digunakan untuk evaluasi lapisan batubaru karena menunjukan densitas yang mendekati sebenarnya berkat pengaruh yang kecil dari dinding lubang. Karena BHC menggunakan satu transmitter diatas dan satu transmitter di bawah dua pasang penerima (receiver). Diagram blok dari logging diperlihatkan pada gambar 9-12 dan berbagai jenis probe dan sonde ditunjukan pada gambar 9-13. selama arus listrik konstan dialirkan ke dalam lapisan tanah melalui elektroda A dan potensial tersebut dokonversi kepada resistensi tampak berdasarkan hukum Ohm dan konfigurasi pnempatan elektroda (gambar9-6). sehingga dilakukan proses statistik dengan komputer. noise juga banyak. diameter lubang bor adalah NQ (75. probe. Guard electroda logging dirancang untuk mengukur resistansi lapisan tanah setelah memusatkan distribusi arus listrik kedalam bagian tertentu dari lapisan tanah dengan menggunakan elektroda tambahan.

a. Sehingga. kandungan ash yang lain akan . (gambar 9-14) b. jika skalanya logaritma. maka titik tersebut akan terletak ditengah sepanjang defleksi. Perbandingan pembagiannya kadang kala direkomendasi 2/3 atau 4/5 jartak menuju batubara. (gambar 9-15) c. titik akan cenderung mendekat ke salah satu log. Analisa Ketebalan Lapisan Batubara a. Sinar Gama Asumsi dasarnya adalah tingkat radiasi langit-langit dan lantai lapisan batubara yang terdiri dari mudstone atau silstone yang tipikal. kurang lebih 2 cm. Metoda Densitas Rata-rata Metoda ini mirip dengan metoda diatas. di atas kyrva densitas dan mentapkan kedalaman titik tersebut sebagai kedalaman batas. Metoda Sinar Gama Kekuatan sinar gama batu bara lebih rendah dibanding batuan. diatas suatu kurva transisional seperti gambar 9-16. Akurasi metoda ini bervariasi dan untuk menentukan perbandingan dengan pasti diperlukan tes empirik. Dalam hal ini. Nilai densitas yang sesuai. antara batuan dan nilai densitas yang mewakili densitas. Kedalaman titik ini digunakan sebagai kedalaman kontak. Perbedaan kedalaman antara batas langit-langit dan lantai ditetapkan sebagai ketebalan lapisan batu bara. Umumnya dikatakan mempunyai akurasi kurang lebih 10 cm. Akurasi metoda ini untuk tempat yang baik kondisi geologinya. Jika skal ini linier. Dan. sensor sinar gama harus dipisahkan sekitar 2 m dari sumber log densitas agar dapat menghindari terhadap sensor. yang mengapit batas. B. Ash 0% diasumsikan sebagai level yang ekivalen 10%. BPB Company menetapkan titik batas antara lapisan batubara dengan batuan pada 1/3 menuju batuan. tetapi nilai densitas rata-rata diperoleh dari nilai densitas yang dikonversi dari chart kalibrasi yang dibuat dengan memplot count rate sinar gama terhadap nilai pengukuran densitas. Metoda Rasio Densitas Prinsipmetoda ini adalah membagi dua dengan perbandingan tertentu. mewakili lapian dengan kandungan ash 0% diasumsikan sebagai level yang ekivalen dngan nilai 100%. A. Penentuan Kandungan Ash Kandungan ash batubara dapat diperkirakan dengan menggunkan sinar gama atau log densitas.memberikan data densitas lapisan yang sebenarnya secr langsung melalui koreksi oleh data caliper. Nilai dnsitas rata untuk batubara dan batuan pada suatu kontak dihitung dan diplot pada log.

Log Densitas Metoda ini didapat memperoleh akurasi dengan orde kurang lebih 0. dibawah kondisi terkendali. b.mengikuti hubungan linier antara titik-titik tersebut. Akurasi penentuan kandungan ash terhadap lapisan batubara yang tidak diketahui adalahkurang lebioh 5% untuk kandungan ash sekitar 20 % dan kurang lebih 2 % untuk kandunan ash sekitar 5%. Program komputer menentukan litologi dari dat log dan juga secara otomatis menganalisa lapisan batubara. Indeks kekuatan disajikan di tengah gambar 9-18 menjadi dasar dalam membandingkan kekuatan setiap lapisan. dan hasilnya diaplikasikan kepada dat logging yang disajikan secara grafis dalam bentuk log komputer dab atu sebagi daftar numerik dari printer. ash dan air. Ia didefenisikan sebagai modulus elastisitas dinamik dari deformasi. Analisa core secara mineralogi juga efektif digunakan untuk mengecek hasil plot silang log. Nilai yang dihitung dandisajikan dari kualitas batubara adalah persentase berat karbon. termasuk untuk daerah densitas rendah. Antara kandungan ash dan densitas batubara terdapat hubungan yang baik. Biasanya. interprestasi lithofacies dilakukan dengan analisa komputer. Litologi dihitung dari set persamaan simultan yang mencakup bacaan(reading) gelombang bunyi. serta informasi bahan tambang yang terdapat di dalam lapisan tanah. Yang pertama memberikan informasi laterl yang baik dan yang kedua memberikan informasi vertikal yang baik. Jadi hubungan antara kandungan ash dan counter rate sinar gama juga menjadi hubungan linier. dua log reading per kaki (foot) digunakan untuk perhitungan tersebut.1 g/cc. Log analisa komputer tersebut memungkinkan korelasi lubang bor dengan lubang bor di dalam daerah sasaran. densitas dan netron. walaupun terdapat variasi yang tergantung kepada jenis batubara. log dibagi menjadi tiga seksi utama. maka dimugkinkan untik membuat chart universal (gambar9-17). dengan berat lumpur (mud) yang diketahui dan dimeter lubang bor yang dapat diandalkan. Bahan tambang yang terdapat di dalam lapisan tanah ditentukan dengan plot silang (cross-plot) dua buah log dengan berulangulang sambil mengganti log. Interprestasi Permukaan Batuan (Lithofacies) Dewasa ini. Indeks kekuatan menjadi sarana diagnosa untuk memperkirakan kekuatan batuan langit-langit dan lantai. Chart ini mengkoreksi variabel-variabel tersebut dan mengkonversi count yang dibaca dari log menjadi satuan densitas dan mencari kandungan ash. Pengukuran LSD dan HRD dapat digunakn kedunya. yaitu litologi. Apabila dapat melaksnakan pengeboran yang terkendali baik. indeks kekuatan dan analisa batubara. Seperti dalam gambar 9-18. Untuk keperluan input ke komputer. data logging derekam dalam pita magnetik. Ep yang dihitung dari log gelombang bunyi dan densitas dengan rumus sebagai berikut : .

ED =______ x 3.36 x 10 Indeks kekuatan yang diperoleh dari analisa komputer ini harus dipertimbangkan sebagai indikasi batas atas kekuatan lapisan tanah. .

1991.geologi batubara. dan sebagainya. Di Indonesia tidak pernah ada pendidikan formal geologi batubara (coal geology). Hal ini disebabkan ahli ilmu kebumian (misalnya disiplin geologi yang mencoba mengklasifikasikan sumberdaya dan cadangan batubara pada umumnya kurang memahami ilmu ekonomi tambang. Bila disajikan angka besarnya sumberdaya atau cadangan batubara saja tanpa kriteria dan limitasi maka angka itu barangkali lebih berkonotasi kualitatif seperti halnya untuk membedakan sumberdaya berpotensi besar dan kecil. pemrosesan dan pemasaran. hal ini tidak mencerminkari arti ekonomi pada usaha pengembangan dan pengelolaan sumberdaya batubara. Dalam bidang teknis hal ini antara lain disebabkan oleh belum lengkapnya data dasar geologi batubara regional dan kepakaran dibidang komoditi batubara seperti. Kondisi ekonomi akan selalu berubah bersama waktu. benefisiasi. pertambangan. benefisiasi. Dalam hal ini Australia yang termasuk penghasil batubara yang relatif baru memanfaatkan sistem yang ada terutama dari Amerika Serikat yang kemudian dikembangkan dan di sesuaikan dengan kondisi sumberdaya batubara dan kepentingan ekonominya. demikian juga disiplin tambang kiranya juga kurang mendalami kondisi geologi dan lingkungan pengendapan batubara termasuk stratigrafi sebagai titik awal untuk menilai sebaran dan ciri pengendapan serta sebaran batubara di bawah tanah. dan sebagainya yang tidak terdapat di negara penghasil batubara lainnya. Memperhitungkan sumberdaya dan cadangan batubara secara nasional tidak akan sempurna bila ditangani oleh satu disiplin kebumian tertentu. benefisiasi. ekonomi. sedimentasi. Dengan . 11.faktor geologi. perundang undangan. dan lain-lain. Pengelolaan sumberdaya batubara sebenarnya tidak hanya sampai pada pengetahuan kuantitas atau tonasenya semata-mata tetapi faktor . Di Australia masih terdapat pendidikan dasar geologi batubara termasuk petrografi. Pada bagian hilir akhirnya perubahan hukum dan perundangundangan dapat mempengaruhi bidang transportasi pemasaran. pertambangan. Dalam bidang non teknis biasanya disebabkan oleh belum sempurnanya organisasi pemerintahan dibidang pengelolaan sumberdaya mineral. Direktorat Jenderal Geologi Dan Sumberdaya Mineral .PEDOMAN BATUBARA PENGELOLAAN SUMBERDAYA Negara-negara penghasil di batubara yang belum banyak berpengalaman umumnya belum mempunyai satu sistem sendiri untuk mengelola sumberdaya batubaranya. perkemhangan industri itu sendiri.SUMBERDAYA BATUBARA DAN GAMBUT DI INDONESIA Hardjono dan Syarifuddin Direktorat Sumberdaya Mineral. Departemen Pertambangan Dan Energi. transportasi. pengangkutan dan sebagainya merupakan bagian integral dari kegiatan tersebut.

(Gambar 1). Dalam penggunaan umum. Sumberdaya batubara . (1976) sumberdaya (resources) dan cadangan (reserves) itu didifinisikan dan dibedakan sebagai berikut: Sumberdaya adalah jumlah kuantitas bahan mentah (raw material) tak terbarukan (non renewable) dan terdapat dalam kerak bumi yang mungkin dapat diekstraksikan dengan keberhasilan yang dapat dipertimbangkan selama jangkauan pandang masa depan (jorseeable future). Dalam diagram tersebut terlihat hubungan antara berbagai faktor yang terkait. istilah sumberdaya diartikan sebagai kualitatif. Geological Survey berikut gambar diagram. seperti halnya sumberdaya alam. Sistem ini menggunakan konsep dimana lapisan batubara (coal bed) itu di klasifikasikan sesuai dengan tingkat pengamatan geologi dan keadaan ekonomi serta perolehan hasil tambang (recovery) berdasarkan kelaikan teknologi. Dengan demikian tidak seperti dalam pengertian umum istilah cadangan dalam lingkungan komoditas mineral hanya dapat dipakai terbatas pada endapan batubara yang telah dieksplorasi menurut prosedur dan teknik yang telah dibakukan. Mengingat semakin pentingnya komoditas mineral dalam percaturan ekonomi. Bureau of Mines and the US.S. berlandaskan pada latar belakang geologi ekonomi. Ketelitian dalam perkiraan besarnya sumberdaya atau cadangan sebenarnya tergantung dari tersedianya data dan tingkat kompetensi atau kepakaran pembuatnya. Cadangan dapat ditambang adalah bagian dari cadangan di tempat (in place reserves) yang dapat ditambang sesuai dengan batasan kondisi ekonomi dan teknik tersebut.S. sebaliknya. Tetapi istilah sumberdaya dalam bidang teknis kebumian dapat berkonotasi kuantitatif. sumberdaya manusia. Mungkin publikasi inilah yang mempopulerkan terminologi dan kriteria baru dalam pengklasifikasian sumberdaya mineral yang sekarang dianut oleh hampir setiap negara yang melaksanakan program pengelolaan sumberdaya mineral dengan pembatasan dan kriterianya masing-masing. cadangan batubara dalam hubungan ini adalah bagian dari sumberdaya yang telah diteliti dan dikaji dengan seksama sebagai akan dapat ditambang berdasarkan kondisi ekonomi satu kawasan atau negara dengan tersedianya teknologi pada saat itu. pada tahun 1972 McKelvey mengusulkan satu sistem untuk mengklasifkasikan dan melaporkan potensi sumberdaya mineral.demikian status sumberdaya dan cadangan batubara akan ikut berubah sesuai dengan pertumbuhan ekonomi dan perundang-undangan. Konsepsi McKelvey tersebut pada tahun 1976 telah diadopsikan untuk komoditas batubara dalam bentuk publikasi gabungan U. yaitu perkiraan besarnya potensi sumberdaya batubara yang secara teknis menunjukkan harapan untuk dapat dikembangkan setelah dilakukan penelitian dan eksplorasi. dan sebagainya. Geological Survey dan diterbitkan sebagai USGS Bulletin 1450-B dengan judul Coal Resource Classification System of the U. Menurut World Energy Conference. Bureau of Mines dan U. misalnya sumberdaya batubara regional diartikan untuk seluruh potensi batubara yang dimiliki oleh suatu kawasan atau negara. Sebagai penyegar ingatan berikut ini akan dibahas terlebih dahulu tentang terminologi dan definisi yang lazim diterapkan dalam praktek oleh suatu organisasi pengelolaan sumberdaya batubara. Konsepsinya diterbitkan dalam majalah American Scientist dengan judul Mineral resource estimate and public policy.S.

dan 3. yaitu: 1. (lihat Gambar 2). Dalam bidang eksplorasi telah dimengerti dan disepakati bahwa berdasarkan kerapatan jarak pengukuran (misalnya interval pemboran) maka cadangan batubara diklasifikasikan (dari yang paling teliti atau paling rapat jaraknya sampai yang kurang teliti sebagai terukur (measured). Ketebalan lapisan. Kedalaman lapisan batubara. (Dari USBM-USGS. tertunjuk (indicated) dan tereka (inferred). dan sebagainya yang dinyatakan secara kuantitatif. . penggalian atau penambangan. Sesuai dengan tingkat dan ketelitian eksplorasi. Untuk keperluan tertentu cadangan terukur dan tertunjuk digabungkan menjadi} cadangan terunjuk (demonstrated reserves). pemboran. 1976). Pengamatan dapat dilakukan pada singkapan (out crop). biasanya cadangan diklasifikasikan berdasarkan pada jarak pengamatan atau pengukuran terhadap geometri endapan batubara. Diagram klasifikasi sumberdaya batubara.diletakkan dalam skala mendatar dimana. 2. dan dalam skala tegak dimana makin keatas makin tinggi nilai ekonomi dan perolehannya. makin kekiri makin tinggi keyakinan geologinya. Proksimitas pengamatan data yang mendasari perhitungan sumberdaya/cadangan. Gambar I. Perkiraan berbagai kelas dari cadangan dan sumberdaya batubara didasarkan pada tiga kriteria utama. tingkat (rank) dan kualitas batubara.

Tentunya tidak semua lapisan batubara dapat ditambang dengan menguntungkan. Demikian juga. Lapisan batubara tipis yang terletak sangat dalam di bawah tanah tentunya tidak baik ditambang dalam kemampuan teknologi sekarang atau yang dapat diperkirakan untuk masa depan. seperti ketebalan minimum. .. menentukan nilai ekonomi endapan batubara juga dipengaruhi juga oleh jenis dan kualitas batubara.1976).Garis singkapan yang tebal dalam Gambar 2 dimisalkan sebagai lapisan batubara yang telah dipetakan dengan keyakinan bersinambungan (tanpa terputus oleh struktur dan sebagainya). Menentukan nilai ekonomi suatu endapan batubara melalui eksplorasi biasanya didasarkan pada beberapa faktor. (Dari Englund. abu dan belerang. Di samping itu faktor struktur geologi biasanya juga mempengaruhi kelayakan penambagan . Kategori sumberdaya batubara berdasarkan pada proksimitas data. kedalaman maksimum lapisan batubara di dalam tanah serta kandungan air (moisture content). Gambar 2. Jalur daerah selebar 250 m sejajar dan sepanjang singkapan juga termasuk dalam kategori terukur. Endapan batubara terukur atau tonase batubara terukur tercakup dalam radius 250 m dari pusat pengukuran (pemboran misalnya). Misalnya batubara dengan kandungan belerang atau abu tinggi juga tidak menguntungkan untuk di tambang.

untuk endapan batubara yang mudah ditambang ditetapkan sampai kedalaman 1000 m. Menentukan kerapatan jarak pengamatan menurut keyakinan geologi (geological assurance) biasanya didasarkan pada kondisi struktur geologi suatu endapan. (1973) mengusulkan penentuan interval garis lintang dari jarak pengamatan seperti terlihat dalam Tabe12. Leo Misaqi.1973). Measured Resevers Ft M Indicated Reserves Ft M Type of Deposit Horizontal or Gently sloping . oleh karena itu ketebalan 3 meter dianggap sebagai ketebalan minimum untuk memperkirakan besarnya sumberdaya batubara bertingkat tinggi. dan kedua. Dalam I'abel 1 dapat dipelajari kriteria ketebalan dan kedalaman (masing-masing untuk black coal dan brown coal) yang diadopsi oleh World Energy Conference. Telah banyak publikasi yang memberikan angka kisaran (range) jarak pengamatan sebagai pegangan awal. Misalnya. Sehubungan dengan kompleksnya struktur geologi. pertama. Jarak pengamatan data untuk eksplorasi batubara. Pada waktu yang sama juga timbul usulan persyaratan tambahan untuk membedakan ketebalan bagi berbagai jenis batubara. ketebalan minimum lapisan batubara yang ditambang di Amerika pada waktu itu adalah sekitar 3. batasan untuk ketebalan minimum dan kedalaman maksimum lapisan batubara dalam pengelolaan sumberdaya batubara. tertunjuk dan tereka. Demikian juga. Table 2. misalnya untuk bituminus.75 m. masing-masing untuk cadangan terukur.Di beberapa negara penghasil batubara. Dengan demikian pada waktu itu diperkirakan bahwa penambangan batubara dimasa mendatang akan dapat mencapai kedalaman 2000 m. minimum 60 cm dan untuk lignit. Selanjutnya untuk dapat memenuhi berbagai persyaratan maka diusulkan dua batasan. minimum 75 cm. (Leo Misaqi. pada permulaan abad ke 20 penambangan batubara terdalam di dunia (di Belgia) mencapai kedalaman sekitar 1200 m. (198~) sebagai pembatasan dalam memperkirakan besarnya sumberdaya batubara dunia. Pada awalnya penentuan batasan ketebalan minimum dan kedalaman maksimum ini didasarkan pada praktek pertambangan yang sedang bajalan tanpa mempersoalkan kelayakan ekonomi maupun teknologinya. kedalaman 2000 M dangan demikian diperkirakan akan merupakan batas kedalaman dimana endapan batubara akan dapat ditambang dengan teknologi modern. Misalnya daerah yang strukturnya kompleks (seperti terkena pengaruh intrusi. pelipatan dan sebagainya) memerlukan pengamatan dengan jarak yang lebih rapat. masing-masing untuk black coal dan brown coal telah ditetapkan seperti terlihat dalam Tabel 1 di halaman 8. penyesaran.

Dalam hal ini digunakan istilah cadangan dapat ditambang (recoverable reserves) yang menunjukkan jumlah batubara yang diharapkan akan dapat ditambang dengan menggunakan teknologi pada saat penghitungan. berkesinambungan atau terputus-putus (lenticular) dan tidak terlipatkan. Fairly consistent beds C. jurus dan kemiringan tidak jelas. Telah dibahas dimuka bahwa tidak seluruh cadangan di tempat dalam suatu daerah secara teknis dapat ditambang berdasarkan teknologi yang tersedia. Inconsistent beds Deposits with simpk frrst order folding A. jurus dari kemiringan jelas. Berdasarkan struktur geologi. Istilah cadangan yang telah dibahas dimuka dimaksudkan sebagai cadangan di tempat (in place atau geological reserves atau reserve base). Misaqi (1973) mengklasifikasikan endapan dan cadangan batubara serta pendekatan eksplorasinya sebagai berikut: 1. tambang buka (opencut mining) pada . sedikit terpatahkan. tetapi jarak antara dua garis lintang dan jarak pemboran yang mengikuti garis lintang perlu lebih dirapatkan. distant between exploratory profiles for folded and complex deposits. 2.A Uniform beds B. Cadangan di tempat diartikan sebagai jumlah batubara yang sebenarnya terdapat di bawah tanah yang telah dihitung memenuhi persyaratan ekonomi pertambangan dalam kondisi tertentu. maka teknik eksplorasi dilakukan dengan sistem grid bujur sangkar. Inconsistent beds Deposits with complex t f lti A Uniform beds B. endapan terbagi-bagi dalam blok oleh sistem patahan (block faulting) dimana jurus dan kemiringan berubah cepat. Inconsistent beds ') Grid dimension for horizontal deposits. maka eksplorasi dengan pemboran dilakukan menurut garis lintang yang tegak lurus memotong jurus lapisan batubara. Rirly consistent beds - 1000 750 500 I000 1500 750 folding and 750 400 300 230 150 100 450 230 230 120 I 200 1500 1000 6000 3000 1500 1500 750 600 450 300 2000 1000 450 450 230 C. 3. Endapan dengan struktur sederhana dan pelipatan tingkat pertama. Endapan dengan struktur kompleks. Endapan horizontal atau landai. Dalam proyek pertambangan komersial cadangan ditempat selanjutnya di evaluasi untuk memperhitungkan berapa sebenarnya jumlah batubara yang akan dapat dimanfaatkan melalui operasi penambangan. Cadangan dapat ditambang dalam lingkungan . maka eksplorasi dilakukan seperti pada endapan tipe 2. Uniform beds B. Fairly consistent beds C.

pemilahan.000. Faktor ini sebagian ditentukan oleh kualitas batubara itu sendiri dan sebagian oleh spesifikasi batubara yang akan dijual sesuai dengan permintaan pembeli. Kondisi struktur endapan.000 765. maka jumlah batubara yang akan dapat dijual dikurangi oleh faktor benefisiasi.000 900. tetapi dalam lingkungan tambang dalam (underground mining) terutama yang cukup dalam pada umumnya dipakai faktor perolehan kurang dari 60%.2% ./ metoda penambangan juga memegang peranan dalam menentukan faktor pembatas bagi endapan batubara yang mempunyai arti ekonomi.8% Perolehan 90% 85% 80% 61. dan sebagainya maka seluruh perolehan tambang tersebut seluruhnya akan dapat dijual.umumnya di perhitungkan lebih dari 90% dari cadangan ditempat. yang menyatakan nilai ekonomis sebenarnya dari endapan itu. Di bawah ini diberikan contoh Ditempat Dapat ditambang Dihasilkan Dapat dijual Ton 1. Tetapi bila hasil tambang tersebut terlalu kotor dan perlu di benifisiasi untuk memenuhi permintaan pasar. Angka persentasi tersebut diperoleh dari pengalaman operasi tambang dan hanya berlaku untuk tambang bersangkutan.000 612.000 Hilang Geologi 10% Penambangan 15% Persiapan 20% Jumlah 38. Bila batubara dari hasil tambang akan dijual tanpa benefisiasi seperti pencucian. Bilamana data pencucian dan spesifikasi sudah dapat ditentukan maka akan dapat diperkirakan besarnya cadangan dapat dijual (saleable reserves).

(Dari Ward. atau bilamana ada penambahan data eksplorasi. Faktor variabel dalam pengelolaan sumberdaya batubara. tetapi hal itu tergantung dari untuk keperluan apa batubara itu ditambang. Setiap blot kategori dapat berubah statusnya sesuai dengan perubahan harga pasar. maka batas maksimum kandungan abu dalam batubara yang ekonomis untuk ditambang adalah sekitar 33%. Gambar 3. 1984).Konsep pengklasifikasian sumberdaya batubara yang melibatkan kriteria ekonomi pertambangan tersebut dapat di visualisasikan dalam Gambar 3. Dalam blok cadangan ini terdapat 6 blok sesuai dengan kategorinya. . persyaratan dari pemakai akan menentukan batas kandungan abu. Dalam blok sumberdaya itu terdapat bagian cadangan dimana telah dilakukan eksplorasi yang membuktikan bahwa endapan batubara dalam bagian (daerah) itu akan menguntungkan bila ditambang. Daerah di luar blok cadangan terbagi menjadi daerah sumberdaya sub-ekonomis dan tidak ekonomis. biaya penambangan. Dewasa ini di Amerika Serikat dengan teknik benefisiasi sudah lebih maju. Seluruh blok dalam gambar itu dimisalkan sebagai besarnya sumberdaya batubara national atau besarnya sumberdaya dalam satu mandala geologi (geological province) atau besarnya sumberdaya satu endapan. Dari parameter kualitas juga perlu dipertimbangkan batas maksimum kandungan abu di dalam batubara untuk dapat ditambang sebesar 30%.

baik untuk sumberdaya yang diketahui (identified resources) maupun yang masih belum ditemukan (undiscovered resources) seperti dapat dipelajari dari tabel 3. Terminologi dasarnya juga mengalami perubahan yang bagi negara penghasil batubara baru nampak sangat berlebihan untuk diikuti. karena dalam praktek sisipan batuan setipis itu tidak terpisahkan dalam proses penambangan. kecuali cadangan tersebut saat ini sedang ditambang. tetapi kemungkinan akan dapat ditambang dimasa depan bila teknologi dan perkembangan ekonomi memungkinkannya. Istilah reserves base sebenarnya dimaksudkan sebagai cadangan ditempat (in situ reserves) sebagaimana diusulkan oleh McKelvey. Jadi istilah cadangan yang akan dapat ditambang (extractable atau recoverable reserves) menjadi berlebihan (redundant) atau istilah cadangan ekonomis tidak perlu dipakai karena cadangan itu sudah mengandung arti mempunyai nilai ekonomi. Demikian juga tentang metoda dan ketelitian analisa kualitas. analisa petrografi. penyiapan contoh (sample preparation). 1976). (1976). (sumberdaya nonekonomis). Pada prakteknya kandungan abu dan belerang sebagian dipengaruhi oleh metoda pencontohan (sampling practice) batubara. dan sebagainya sangat perlu untuk dibakukan. Sistem McKelvey tersebut pada tahun 1983 telah dikembangkan lebih lanjut oleh U. (Swanson and Huffman Jr. Dalam banyak hal terdapat sejumlah endapan batubara yang pada saat ini tidak menguntungkan untuk diusahakan . Dalam pembahasan dimuka kiranya dapat difahami bahwa kelas cadangan bagi suatu endapan batubara mengandung pengertian mempunyai kualitas dan kedudukan atau posisi dapat diusahakan secara ekonomis berdasarkan penilaian tingkat teknologi dan keadaan pasaran pada saat perhitungan sampai jangkauan pandang masa depan.. Misalnya cadangan itu sekarang di definisikan hanya untuk banyaknya (tonase) batubara yang akan dapat ditambang. .S. Misalnya sisipan (parting) batuan dengan ketebalan kurang dari 10 cm didalam lapisan batubara tidak perlu dipisahkan dari pencontohan (sampling). Dalam pengelolaan sumberdaya batubara nasional juga diperlukan pedoman untuk pencontohan batubara. Geological Survey dengan lebih merinci dengan definisi dan kriteria yang lebih terarah dengan format klasifikasi untuk pelaporan seperti terlihat dalam gambar 4.Kriteria untuk memperhitungkan besarnya sumberdaya dan cadangan batubara diberlakukan untuk masing-masing tingkat perhitungan. dan status endapan batubara semacam ini perlu di-klasifikasikan secara terpisah. tetapi cadangan ditempat yang ditingkatkan menjadi cadangan harus diperhitungkan sebagai tidak termasuk batubara yang terlalu tipis atau terletak terlalu dalam sebagaimana di tetapkan dalam Tabel 2. misalnya terbukti terlalu tipis atau bermutu terlalu buruk atau mengandung elemen pengotor berlebihan sehingga teknologi apapun tidak akan dapat membantu meningkatkan nilai ekonominya. Pencontohan yang dibakukan akan menghasilkan angka cadangan yang seragam pula. Ada juga endapan batubara yang kemudian diketahui sebagai tidak mempunyai nilai ekonomi. misalnya kedalam kelas sumberdayanya hanya kecil saja.

800 m tidak di ikutkan dalam sistem ini. (Wood. Kriteria untuk klasifikasi sumberdaya batubara yang dianut oleh U. Pelaporan akhirnya diringkaskan sesuai dengan format gambar.70 >1.75 . et a1.50 0-300 0-1. and inferred reserves: (Criteria same as reserve base and inferred reserve base but with factors based on engineering and economic analysis applied) Subeconomic resources: Anthracite and bituminous coal Subbituminous coal Lignite < 300 < 500 >0.35-0.75 Reserve base and infenrd nsrrvr bate Anthracite and bituminous coal Subbitumiuous coal and lignite Reserves. Demikian juga batubara yang mengandung abu lebih dari 33% tidak dimasukkan dalam perhitungan.800 >0. Sebagai contoh lapisan batubara (antrasit dan bituminus) yang berketebalan kurang dari 35 cm dan batubara sub bituminus dan lignit yang berketebalan kurang dari 75 cm dan semua batubara yang terpendam lebih dari 1. Anthracite and bituminous coal <1. Tabe1 3. marginal reserves.800 >0.75 >0.Setelah berpengalaman puluhan tahun dan sempurnanya pemetaan geologi bersistem dapatlah disusun satu pedoman umum bagi menentukan proximitas untuk kerapatan data bagi masimg-masing kategori sumberdaya dan cadangan. Kriteria dalam tabel tersebut hanya berlaku bagi endapan batubara yang akan dapat ditambang secara ekonomis. Gambar 4 seperti diberikan di halaman 14.50 >0.800 D-150 0.70 0-75-1.1983) Depth Thicknesss (m) (m) Identified and undiscovered resources. Tabe1 3 adalah pedoman untuk pengklasifikasian sumberdaya batubara berdasarkan pada ketebalan dan kedalaman 1apisan batubara yang dipakai dalam lingkungan US Department of Interior. Dengan demikian jelas bahwa baik perhitungan sumberdaya ataupun cadangan batubara itu tidak lain adalah persoalan ekonomi yang berkaitan langsung dengan teknologi pertambangan.35 Subbituminous coal and lignite <1.S.000 100-1.S.G. baik untuk klas cadangan maupun untuk sumberdaya.

III. antara lain oleh A. setelah dibukanya Kontrak Karya di Kalimantan Timur telah banyak ditulis.1 LATAR BELAKANG DAN KRITERIA YANG DITERAPKAN Dari pengetahuan geologi batubara yang setapak lebih maju serta bila diperhatikan luasnya sebaran formasi pengandung batubara. Ketiga penulis ini juga menerapkan konsep McKelvey. Namun demikian kenyataannya masih cukup sulit memperhitungkan berapa besar sebenarnya jumlah seluruhnya sumberdaya batubara nasional dengan keyakinan yang memadai. Tulisan dan publikasi yang menyangkut cadangan batubara Indonesia . Prijono. kiranya cukup alasan untuk menyebutkan sangat berpotensinya sumberdaya batubara Indonesia terutama di kawasan Indonesia bagian barat. (1990). Hal ini antara lain disebabkan belum meratanya pemetaan geologi sistem terhadap formasi pengandung batubara dan belum adanya badan atau organisasi yang ditugasi bertanggung jawab pada pengelolaan sumberdaya. Soehandojo. (1986). (1989) dan Sutisnawinata. khususnya batubara. SUMBERDAYA BATUBARA INDONESIA 111. mineral. tetapi masukan datanya yang dihimpun sejak dari .

1978). Dua per tiga dari jumlah tersebut diperkirakan mengandung air (moisture) antara 50-60%. Angka 15 milyard ton tersebut oleh para penulis terdahulu masih dicantumkan dalam publikasinya. seperti endapan batubara Kalimantan Timur. Kelompok yang lebih tua berumur Eosen ( ±50 juta tahun) yang diendapkan dalam periode transgresi laut. yaitu jenis lignit atau brown coal dan jenis sub bituminus. 1989) ditambahkan tanpa meninjau kembali angka hipotetis dari Shell tahun 1978. Kalimantan Selatan. Faktor kualitas dan jenis batubaranya juga tidak dipertimbangkan. Suban Jeriji. Terdapat pula batubara jenis antrasit. Tengah dan Kalimantan Barat. 1986. Hal ini cukup mengganggu pengkompilasian besarnya angka sumberdaya dalam suatu mandala apalagi bila sampai pada perhitungan sumberdaya tingkat nasional. Akibatnya timbul penjumlahan yang berlebihan. Sumatra Selatan dan Meulaboh (Sumatra Utara). Seperti telah disinggung di muka. (± 40 juta tahun) diendapkan dalam periode regresi laut dalam cekungan busur belakang yang stabil. Batubara Eosen ini umumnya berjenis sub bituminus sampai bituminus. Musirawas dan sebagainya. (lihat Tabel 7). Semua perhitungan sumberdaya dan cadangan batubara dewasa ini nampaknya mengadopsi konsep McKelvey tanpa memperhatikan persyaratan-persyaratan yang perlu diikuti termasuk tidak jelasnya kriteria dasar yang dipakai. keyakinan geologi dan sebagainya. seperti ketelitian data eksplorasi.eksplorasi oleh Shell Mijnbouw di Sumatra Selatan sampai dengan data eksplorasi terinci dari para kontraktor asing di Kalimantan Timur tampak tidak konsisten kriterianya. pada garis besarnya batubara Indonesia terdiri dari 2 jenis. Hardjono. Pada tahun 1978 Shell melaporkan jumlah sumberdaya batubara di cekungan Sumatra Selatan sebanyak 5 milyard m3 yang dihitung sampai pada kedalaman 50 m di bawah permukaan tanah. Dari sinilah dirasakan perlunya penyeragaman menyeluruh dalam usaha pengelolaan sumberdaya batubara secara nasional. Bila diteliti lebih lanjut maka jumlah sumberdaya tersebut sebetulnya sudah termasuk sumberdaya/cadangan tereka sampai terukur dari beberapa endapan lignit. Arahan. Tenggara. Demikianlah yang selama ini dikompilasikan oleh para penulis terdahulu. Kelompok muda ini umumnya berjenis lignit (brown coal). (Shell Mijnbouw. bituminus dan kokas. Di kubah Airlaya (Bukit Asam) dan sekitarnya jenis batubara ini meningkat kualitasnya menjadi sub bituminus sampai antrasit akibat dari pengaruh terobosan (intrusi) batuan beku andesit. Sebagai akibatnya timbul angka yang berbeda untuk satu endapan yang sama. Dari bidang geologi pengelompokkan tersebut sebenarnya didasarkan (secara kebetulan) pada gabungan umur dan kualitasnya. Kelompok endapan batubara yang relatif lebih muda berumur Miosen Tengah Akhir. Sumatra Tengah dan daerah Pegunungan Tigapuluh (di daerah Jambi). (Kin Hill-Otto Gold. tetapi dalam jumlah yang dewasa ini diketahui sangat sedikit. sedangkan data eksplorasi baru dengan tingkat kelas cadangan lebih tinggi. seperti Muaratiga. kelayakan ekonomi. Tanpa kriteria yang dibakukan kiranya tidak mungkin untuk mengklasifikasikan sumberdaya batubara. Bila angka sumberdaya ini diperhitungkan sampai pada kedalaman 100 m di bawah tanah dan dikalikan dengan berat jenis batubara (perkalian berat jenis ini tidak pernah ditulis oleh Shell) maka akan didapatkan jumlah sumberdaya sekitar 15 milyard ton. . Bangko. Jenis batubara ini sangat melimpah seperti di Kalimantan Timur.

Di daerah Salawati ditemukan salah satu lapisan batubara berketebalan 1. (Selat Sele). Untuk itu pengelolaan sumberdaya batubara jenis ini beserta penguasaan teknologi pemanfaatannya perlu lebih mendapatkan perhatian. Di Irian Jaya endapan batubara lignit berumur Miosen yang cukup berpotensi ditemukan di Kecamatan Sorong/Salawati. tetapi harapan besar masih terdapat di Kalimantan Timur/Tenggara diluar daerah-daerah Kontrak Karya. Mencari potensi batubara yang cukup berarti di Indonesia bagian timur khususnya di Sulawesi dan Maluku kiranya hampir tidak mungkin karena disamping faktor tektonis sejarah geologi di kawasan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh siklus pengendapan taut (marine) yang tidak memungkinkan terjadinya pengendapan batubara sebagaimana telah terjadi di Indonesia bagian barat. Dalam Peta sebaran batubara dan gambut yang melengkapi publikasi ini dapat dipelajari bahwa formasi batubara Paleogen (berwarna coklat) tersebar dalam zona tektonik yang relatif lebih intensif sehingga pada umumnya endapan batubara kelompok ini banyak terlipat dan terpatahkan yang disatu sisi dapat meningkatkan mutunya (rank) tetapi dilain sisi sebaliknya secara ekonomis mehgurangi jumlah cadangan yang dapat ditambang termasuk bertambahnya faktor kesulitan penambangannya. kecuali sebagian endapan batubara di daerah Kalimantan Timur yang meskipun umurnya relatif lebih muda tetapi mempunyai tingkat (rank) yang lebih baik karena pengaruh gradien geotermal disana yang relatif lebih rapat. kiranya kita masih muda pengalaman di bidang pengelolaan sumberdaya batubara nasional. Pertamina beroperasi di daerah Klamono (sebelah timur Salawati) untuk menambang minyak dalam Formasi Klamogun yang terletak dibawah Formasi Klasaman: Dari sejarah perkembangan perbatubaraan. Batubara disini bekualitas baik kecuali kadar belerang yang terlihat agak tinggi karena ditingkatkan mutunya oleh intrusi batuan beku sienit.n batubara Salawati sangat dekat dengan taut. Lokasi endapa. tetapi mutu dan ketebalannya cepat berubah dalam jarak yang relatif dekat. laporan dan keahlian/pengalaman yang tersebar terutama dalam:organisasi . Sejak berpaling kembali ke komoditas batubara pada permulaan tahun tujuh puluhan kita telah mengalami perkembangan produksi batubara yang cukup pesat. Kabupaten Sorong (daerah Kepala Burung) dalam Formasi Klasaman yang berumur Pliosen (Neogen Muda). Di Sulaswei sumberdaya subekonomis mungkin masih dapat diharapkan terdapat di daerah Todongkurah yang -berumur Eosen.5835 kcal/kg. memperhitungkan potensi sumberdaya sehubungan dengan nilai ekonominya memerlukan usaha dan kepakaran tersendiri. Dari bahasan singkat diatas kiranya dapat dimengerti bahwa mencari endapan batubara sesuai dengan yang diinginkan itu tidak terlalu sukar karena prinsip jalur-jalur sebarannya sudah diketahui. Dalam jangka panjang dimasa-masa mendatang tumpuhan energi listrik Indonesia tentu akan terletak pada batubara jenis lignit. Pengusahannya mungkin masih dapat dilakukan dengan cara penambangan dalam (underground mining). Saat ini telah terkumpul banyak data.Dewasa ini diketahui tidak terdapat lagi batubara berkualitas cukup tinggi semacam itu di Sumatra yang dapat dikembangkan secara besar-besaran seperti di Airlaya.90 m dengan kemiringan sekitar 10° atau kurang. kadar abu antara 1-8% clan nilai kalori antara 5000 -. Perkiraan sementara jumlah sumberdaya batubara disini lebih dari 70 juta ton dengan kadar air total antara 30 sampai 40 %.

Masih banyaknya daerah endapan batubara dan formasi pengandung batubara yang belum dipetakan dengan. melainkan juga cara mengklasifikasikannya.6%. Dengan menyimak kriteria yang telah dibakukan oleh negara-negara penghasil batubara yang telah maju.pemerintahan dan Perguruan Tinggi dan di beberapa perusahaan swasta. Sudah banyak perorangan atau mereka yang terkait dengan jabatannya mencoba merintis dan membahas masaiah pengembangan batubara. dan nilai reflektan dari maseral vitrinit dalam batubara. Setiap pemerkira besarnya sumberdaya batubara akan memberikan angka yang berbeda-beda sesuai dengan argumentasinya masing-masing. publikasi ini mencoba merintis dengan menyajikan perkiraan besarnya sumberdaya dan cadangan batubara nasional berdasarkan kriteria yang diusulkan oleh World Energy Conference dengan contoh penerapan evaluasi geostatistik dari data ekpslorasi endapan batubara di daerah Musirawas. tidak saja dalam jumlahnya. sedangkan endapan batubara dengan jumlah cadangan sangat sedikit tetapi kenyataannya pada saat ini sedang ditambang. Dalam memperkirakan besarnya endapan batubara kiranya perlu dipertimbangkan pula kriteria kualitas. cukup teliti maka angka perkiraan besarnya sumberdaya yang termasuk dalam kategori hipotetis kiranya masih terlalu lemah. Para penulis tersebut mencoba mengadopsikan konsep pengelolaan sumberdaya batubara (coal resource assesment) tetapi belum mendalami atau tidak mengikuti batasan yang ditentukan dalam konsep yang diikutinya. (1976) karena tidak ingin memakai konsep lama (Proven. Bila semuanya itu dapat dihimpun tentulah akan menjadi aset pertama dalam usaha pengelolaan sumberdaya nasional. Bila hendak memperhitungkan jumlah sumberdaya atau cadangan untuk satu mandala ataupun pada tingkat nasional. pembakuan istilah dan sebagainya maka sekian banyak tulisan tentang sumberdaya dan cadangan batubara Indonesia timbul perbedaan yang mendasar. seperti kandungan air (moisture). Probable. nilai panas (calorific value). Berhubung belum ada kesepakatan dalam pemakaian parameter. tetapi bila sampai pada memperkirakan besarnya potensi sumberdaya batubara nasional terlihat belum terkuasainya berbagai masalah teknis pokok perbatubaraan yang diperlukan untuk melandasi pokok permasalahan dalam kebijakan pengembangan sumberdaya batubara. misalnya endapan batubara di Bengkulu. sebagaimana banyak dilakukan oleh pengusaha swasta nasional. kriteria. Angka sumberdaya yang paling representatif tidak akan dapat ditemui sebelum ada kriteria yang dapat disepakati untuk membatasi berbagai argumentasi dan pendapat. Pada umumnya batas antara batubara bituminus dan sub bituminus terletak pada kandungan air (moisture) sekitar 10% (adb) dan reflektan vitrinit 0. Di samping perlu dibakukannya kriteria kuantitatif yang didasarkan pada tingkatan penyelidikan/ eksplorasi seperti dibahas dalam Bab II. Pada umumnya para penulis menerapkan konsep yang diusulkan McKelvey. Possible reserves) yang secara ekslusif dahulu hanya diterapkan untuk cadangan (bukan . seyogyanya kedua jenis batubara utama tersebut perlu dimasukkan sebagai unsur dalam klasifikasi sumberdaya atau cadangannya. sedangkan antara lignit dan gambut pada kandungan air 70%. maka cadangan semacam ini dikategorikan sebagai cadangan sub ekonomis. Sumatra Selatan. Organisasi profesional seperti IAGI dan IMA dapat berperan dalam merintis usaha ini.

Konsep-konsep yang diusulkan dari pelbagai negara penghasil batubara yang sudah berpengalaman tentunya juga tidak universal sifatnya dan secara ekslusif hanya berlaku di negara masing-masing karena perbedaan kondisi ekonomi. dan sebagainya). Ini adalah salah satu kelemahan dalam kompilasi sumberdaya dalam publikasi ini sebagaimana dibahas di awal Bab II ini. .sumberdaya) dalam lingkungan tambang. Tetapi batasan-batasan dari kriteria dan parameternya perlu dipelajari dan bilamana perlu dapat diadopsi dan atau disesuaikan (sebagaimana ditempuh oleh negara penghasil batubara baru seperti Australia. pengangkutan. dan sebagainya. dan sebagainya. Faktor lain yang perlu di pertimbangkan adalah bahwa pada kenyataannya. Untuk itu diperlukan pemrakarsa dan koordinasi dari instansi-instansi pemerintahan yang mempunyai tugas dan fungsi pengelolaan sumberdaya batubara. Hal ini antara lain disebabkan oleh masukan data cadangan/sumberdaya dari lapordn-laporan eksplorasi yang tidak lengkap atau tidak jelas kriterianya ataupun mungkin keliru mengklasifikasikannya. ekonomi. hukum dan teknologi. Oleh karena itu angka sumberdaya atau cadangan yang diperhitungkan seseorang baik untuk satu daerah atau mandala geologi maupun yang mencakup seluruh negara dapat berbeda berlipat kali dari perkiraan orang lain. Perkiraan besarnya sumberdaya dan cadangan batubara untuk bahan masukan pemanfaatannya dalam kaitannya dengan kebijaksanaan energi yang cukup handal sebenarnya kurang sempurna bila hanya dilakukan oleh seorang yang mewakili satu disiplin keilmuan. Berhubung belum seragam tingkat pemetaan khususnya untuk formasi pengandung batubara maka usaha untuk memperkirakan besarnya sumberdaya batubara yang belum diketahui sebaran geologinya (undiscovered resources) termasuk batasan untuk sumberdaya hipotetis masih belum dapat sempurna. geologi batubara. industri pemakai batubara. Selanjutnya diusahakan kesepakatan dari semua pihak yang berkepentingan termasuk pemerintah. karena hanya satu disiplin kebumian tertentu dan berlatar belakang penerapan geologi regional yang sanggup membuat rekaan dan prediksi sesuai dengan yang dikehendaki oleh konsep McKelvey. India. pengusaha pertambangan. Memperhitungkan potensi sumberdaya batubara nasional yang dicerminkan oleh besarnya angka sumberdaya yang digunakan sebagai dasar pengembangarinya sebaiknya dilakukan oleh satu team yang mewakili pelbagai disiplin keilmuan seperti pertambangan. kualitas dan ekonominya dapat dikatakan sebagai tidak/kurang menguntungkan (sumberdaya sub ekonomis) dalam kurun waktu yang dapat diterima oleh perhitungan ekonomi pertambangan. teknologi. Bagian inilah yang rawan dalam masalah pengelolaan sumberdaya batubara. banyak tambang batubara yang sanggup beroperasi dalam kondisi yang menurut parameter teknologi yang sedang berlaku.

2 Geostatistik untuk status cadangan batubara Memperhitungkan sumberdaya atau cadangan batubara itu sangat sederhana dibandingkan dengan mineral lain.000). Hal ini pada dasarnya disebabkan oleh . Penulis tidak menganggap hasil kompilasinya ini sebagai teliti dan benar karena sumber data yang dihimpun sangat tidak seragam dalam pengklasifikasiannya seperti yang disyaratkan oleh sistem McKelvey. 11. Nomor yang tertulis dalam kolom 1.2.1.Gambar 5. demi keberhasilan usaha pengelolaan sumberdaya batubara Indonesia. Dalam kompilasi ini penulis mengharap tidak dipersoalkan benar atau tidaknya angka-angka penggabungan kelas cadangan/sumberdaya. Kompilasi Sumberdaya Batubara Indonesia Tabel 7 (4 halaman) adalah ringkasan dari kompilasi yang dihimpun dari berbagai ragam sumber dan laporan. 11.000. disesuaikan dengan nomor lokasi dalam Peta Lampiran Sebaran Sumberdaya Batubara dan Gambut di Indonesia (skala 1:5. melainkan mencoba menyusun kembali berdasarkan kriteria dan batasan yang dibahas dalam Bab II dengan menerapkan perkiraan klasifikasinya dan membedakan cadangan untuk batubara sub bituminus dan lignit berdasarkan kandungan air yang sudah diterima di kalangan perbatubaraan internasional. Klasifikasi sumberdaya batubara Indonesia menurut sistem McKelvey. Sayangnya sistem ini tidak membedakan jenis batubara. koreksi terhadap perkiraan kategori dan klasifikasi sumberdaya sangat diharapkan. Bila angka angka cadangan dan sumberdaya tersebut di masukkan dalam diagram McKelvey maka hasilnva dapat di lihat dalam Gambar 5. Dengan tersusunnya kembali tabel sumberdaya batubara Indonesia ini tentunya akan timbul permasalahan dan pendapat lain.

9 maka ketebalan lapisan batubara dalam blok ABCD adalah dimana ai = bobot untuk titik ke i. estimasi untuk satu blok (poligon) cadangan ditentukan sebagai. Dengan metoda poligon atau metoda konvensional lainnya dianggap bahwa ketebalan lapisan batubara dalam satu blok atau poligon biasanya cukup diwakili oleh satu data ketebalan lapisan batubara seperti dari hasil pemboran atau pengukuran singkapan. 8. 5 a3 = bobot untuk titik 6. Karena kesederhanaan geometri lapisan atau endapan batubara dan pertimbangan harga batubara biasanya metoda konvensional ini cukup dapat diterima. Penilaian suatu cadangan batubara yang dilaporkan oleh penulisnya dapat dilakukan dengan beberapa metoda sesuai dengan tingkat eksplorasinya. Jika: al = bobot untuk titik 1 a2 = bobot untuk titik 2. Tetapi untuk lapisan batubara yang tidak merata ketebalanannya (inconsistent bed) keterbatasan data ketebalan ini akan menghasilkan kesalahan cukup besar yang seimbang dengan besarnya eksagerasi yang dibuat oleh tenaga eksplorasi. Salah satu penilaian terhadap berapa besarnya kesalahan perhitungan cadangan adalah penerapan metoda geostatistik linier. isopah. 3. .kesederhanaan geometri endapan batubara terutama yang telah di deliniasi oleh kegiatan eksnlorasi. Itesalahan perhitungan yang terlalu besar tanpa penilaian lebih lanjut dapat menyebabkan kekeliruan dalam penentuan langkah pengembangan selanjutnya. Dianggap bahwa ketebalan lapisan batubara ke segala arah adalah isotrop (yang ditunjukkan oleh hasil perhitungan variogram). 7. Tetapi evaluasi sumberdaya batubara dalam lingkup pengelolaan sumberdaya (resource management) memerlukan tindak tambahan sehubungan dengan ketelitian pelaporan eksplorasi. penampangan melintang dan sebagainya. seperti metoda poligon. 4. Dalam geostatistik linier.berikut: Misalkan ingin diketahui ketebalan lapisan batubara dalam Blok ABCD yang akan diestimasi didasarkan pada 9 data yang terdapat dalam blok itu sendiri dan juga yang terdapat dalam blok sekitarnya.

. Untuk lapisan batubara yang bervariasi (inconsistent bed) tentunya anggapan ini tidak tepat. 1989). (lihat Gambar 6). Salah satu lapisannya dinamakan Seam Malam atau Seam IV mempunyai ketebalan rata-rata 28 meter. terdiri dari beberapa lapisan (multi seam) dan berkualitas lignit. sisipan dan kualitasnya. ketebalan lapisan batubara dalam setiap blok (poligon) dianggap sama dengan ketebalan lapisan batubara yang ditembus oleh satu pemboran dalam blok tersebut. Suatu metoda estimasi yang baik jika memenuhi kriteria: Estimasi tak bias = E (Z-Z*) = 0 Varians estimasi = E (Z-Z*)2 harus minimal dimana: Z* = nilai estimasi Z = nilai sebenarnya yang tidak diketahui pada saat dilakukan estimasi.zi = nilai ketebalan lapisan batubara pada titik ke i.000. Berikut ini akan dikaji endapan batubara di daerah Musirawas. Endapan batubara Sungaimalam termasuk dalam cekungan Sumatra Selatan yang berumur Miosen Akhir. Dalam penghitungan cadangan batubara dengan metoda konvensional. Cadangan dari seam ini saja dilaporkan oleh penulisnya adalah sekitar 291 juta ton (lihat Tabel 7) dan diklasifikasikan sebagai terukur berdasarkan keyakinan pada konsistensi lapisan. (Hardjono dan S. Seam ini telah diuji oleh lebih dari 12 pemboran inti dan dipetakan dengan skala 1:10. Peta perhitungan cadangan batubara Seam IV Musirawas.Ilyas. Sumatra Selatan. Gambar 6. Singkapan seam ini membentang dengan arah utaraselatan sepanjang 6 km dengan kemiringan sekitar 10° ke arah barat.

koefisien Lagrange (u) 3. Dengan rumus ini penentuan nilai ai dilakukan dengan persamaan krigging sebagai berikut: dimana: [Gij] = matriks variogram antar titik data pengamatan (misalnya pemboran) [ai] = bobot untuk data pengamatan ke . apakah ada gejala isotropi atau anisotropi.. Dalam metoda geostatistik untuk menguji cadangan batubara. h = vektor antara (x) dan (x+h). luas blok yang diestimasi (V). untuk 2D) Dari persamaan (3) akan terjadi persamaan matrik berikut: Dari persamaan (4) tampak bahwa nilai bobot untuk tiap titik data ditentukan oleh .variabilitas antar data (Gij). Perbandingan hasii perhitungan . N(h) = jumlah pasangan yang mungkin pada jarak h. variabilitas antara data dengan blok yang diestimasi (GiV). 2. Dengan variogram dapat ditentukan bagaimana variabilitas dari ketebalan lapisan batubara ke segala arah.1. Variogram ketebalan lapisan batubara Variogram adalah satu metoda pengukuran dengan cara kuantitatif dari suatu variabel regional yang dianalisis. Perhitungan cadangan batubara Sungalmalam dengan metoda Krigging Ketebalan batubara dalam setiap blok (poligon) dihitung dengan menggunakan rumus (1). terlebih dahulu harus ditentukan variogram ketebalan batubara dengan rumus: z(x) = rilai variabel ketebalan lapisan batubara pada koordinat (x). Gejala ini sebenarnya adalah suatu nilai kuantitatif dari genesa pengendapan batubara di daerah yang dianalisis.i [Giv] = matriks variogram dari tiap data ke blok estimasi V (ABCD.

10.37 4.007.052.855.G Berat (t) 1.262.88 25.505 Jumlah 8.36 .384 30.99 23.22 27. Tetapi berdasarkan pengamatan di lapangan.733 -1.19 19. mulai jarak h = 500 m.900 469.330 X1I 896.275 25.91 3.32 9. akan tampak bahwa kontinuitas ketebalan lapisan batubara cukup baik.650 328.86 23.313.731 1.437 273.22 •-• 3.S.618 7.982 1.28 3.91 3.02 3.32 30.537 218.823 29.E = Error of estimate (kesalahan estimasi) dari tonase atau volume batubara dengan metoda geostatistik .103.047 1.808 1.837.873 27. dengan pemboran yang dilakukan.520 26.36 5.611.259.85 28.400.79 26.90 28.616.518 27. Tabe14.477 452.778 13. variogram ketebalan lapisan batubara pada arah U .164 1.Blok-blok (poligon) yang diestimasi dan titik bor yang mempengaruhinya terlihat pada Gambar 6.46 3.263.851 1.38 .500 268.939.934 13.373 S. sehingga dianggap bahwa variabilitas ketebalan lapisan batubara pada jarak dekat tanpa adanya lapisan batubara dengan ketebalan luar biasa atau dalam istilah geostatistik disebut nugget.29 3.974 8.481.536.164.991.540. 3.06 3.675 Tabel Volume(m 3 ) (m) 20.70 7.32 25.186 EE % *) 7.52 26.02 27.973 1.35 9.34 21.917 1.166 1.500 306.645 1.050 1.520 348.176.33 33.58 2.32 4.31 17.220 7.37 13.32 17.859.T.685 XV 202.95 16.33 34.128.022.28 3.632.67 25.32 7.128.253. Perhitungan cadangan batubara Seam IV Sungaimalam-dengan metoda geostatistik (krigging) No Blok 1 11 111 N V VI VII Vlil (X X XI Lws (m 2 ) 764.965 X111 637.509 291.739.192 1.797. yang jumlah pasangan titik-titik pemboran lebih banyak dibandingkan dengan arah B .039.051 ') E.57 3.009.500 432.675 10.821 1. Dari hasil perhitungan.415.37 11.56 26. maka variabilitas ketebalan lapisan batubara pada jarak dekat sulit ditentukan.077.828 9.409.32 34.000 1.016.559 1. kontinuitas lapisan batubara pada jarak dekat cukup baik.074.755 X1v 767.55 24. Tetapi untuk jarak h < 500 m.390.

151.699.3 26:273.21 19.333 .616.904.030 112197.55 27.7 101.8 92.759.85 13.282.837.778 8.64 5 28.5 100.053. Kesalahan ini akan lebih besar.461.747. Konsep McKelvey tidak jelas menyebutkan bagaimana toleransi 20 % tersebut harus di perhitungkan.9 99.00 27.811.7 101. apabila variabilitas dari variabel regional tidak isotrop.828 4 13. Hasil Metoda Krigging Blok Tabel Volumee I II III IV IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII Ton Tbl ' 17 93 27.160.46 .018. 1 14.79 26.854.8 f98.Dari geostatistik linier diketahui bahwa perhitungan cadangan dengan cara konvensional dapat mengandung kesalahan matematis.50 25.518 34.275 21.7 20.373 34.37 Metoda Konvensional Krigging Volume Vol 13.8 98.125 17. Kiranya dengan contoh sederhana ini konsep McKelvey dapat lebih di fahami dan diterapkan dalam sistem pengelolaan sumberdaya nasional.520 14.82 1 19.38 28.19 3 7 33.797. Bila status cadangan tersebut diuji dengan rumus geostatistik maka akan menghasilkan angka cadangan seperti terlihat pada Tabel 4 dan perbandingan perhitungan cadangan antara metode konvensional dan metoda krigging seperti terlihat pada Tabel 5. Perhitungan cadangan dengan metoda konvensional memang mengandung kesalahan yang disebabkan oleh ketelitian pengukuran termasuk faktor keyakinan geologi dari pembuatnya.875 9.16 17.90 13.307.668 13.164.719 ~ 31. apakah harus menunggu sampai seluruh cadangan tersebut ditambang.965 8.991.95 18.04 30. 2 99.70 28.851 24.839. dengan tingkat kesalahan yang tentunya tergantung dari kerapatan jarak pengukuran dan struk tur endapan.55 7.16 23.623.128.73 28.702 ' %vo l 116.300 12. 7 101.919 446 10.259.400.090.0 105.906.470 7. Selain itu dengan metoda konvensional tidak dapat secara langsung ditentukan secara kuantitatif tingkat kesalahan perhitungan yang diperoleh.8 94.373 i 98.707.178. Kesalahan estimasi dari perhitungan geostatistik yang mungkin terjadi untuk setiap blok masih memenuhi syarat untuk tingkat kesalahan perhitungan sebagaimana ditentukan oleh sistem McKelvey dimana kesalahan perhitungan untuk kelas cadangan terunjuk (demonstrated reserves) tidak boleh melebihi 20 %.721 11.536.3 98.409.724 9.52 9.974 10. Hasil perhitungan dengan metoda geostatistik ini telah menguatkan secara kuantitatif pendapat penulis yang telah mengklasifikasikan Seam Malam sebagai terukur.1 101.220 3 28.4 101.043.395.0 105.4 101.88 25.983.541 26.077.897 Ton 18. 8 94.25~3.832.566. 92.58 7.446.22 8. 5 100.574 13.55 28.415.844.002 25.720 28.405 10.97 25.82 25.82 25.97 1 2702 7.83 27.128.007.86 10.050 27.485 8.368.148 8.778 9.484.09 25. 101.070 37. 25.2 9P.039.9 99.034 34.074.659.934 17.818 11.947.84 28.855 18.939.73 28.384 33.80 8 25.294 12.13 24. 7 /Kon vvvv % Ton 118.739.

01 0...02 0.166 .Titik Bor 1.05 0.590..02 0.01 0..01 MH=12 RH-02 RH-09 RH-10 RH-14 RH-16 RH-11 RH-13 RH-15 RH-17 RH-18 RH-19 RH-22 RH-21 RH-20 0....313.08 0..390..7 Tabe16.8 105...89 5. (1984) yang antara lain menyatakan bahwa dalam jangka .XIV 29..7 9i.. Bobot 0.067 I 97.02 0.920..140.955. 12 .495 31....725 219.7 XV 27..... Hal ini diperkuat oleh laporan Euroconsult.03 0.12 0.... 6. 9.397 106.540.....6 8...873 30.30 5. 4... 7 97. 0 291.. 11 ..01 0.. dan Irian Jaya...73 23.. Kalimantan..452. Shell (1983) memperkirakan bahwa endapan gambut yang berketebalan lebih dari 1 meter yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan energi mencakup dataran rendah lebih dari 17 juta hektar tersebar di Sumatra.. Bobot untuk setiap data pada Blok I. 14 . No. 15 ..02 0.022.242... tetapi sampai saat ini perkiraan cadangannya masih terlalu kasar. 7...... 13 ...58 0.818.....537 Jumlah 218. Sejak sepuluh tahun terakhir ini timbul gagasan baru untuk mengembangkan gambut sebagai bahan energi terutama untuk daerah terpencil.01 0. 8.19 7.509 j 30.052... 10 .. 3.y 25. 5. 2.01 BAB IV SUMBERDAYA GAMBUT DI INDONESIA Endapan gambut dataran rendah (low land peat)di indonesia telah dikenal sangat luas sebarannya sesuai dengan bentangan dataran rendah pantai..99 23..33 291....960 .......824 99..

Gambut jenis ini dibentuk dalam lingkungan pengendapan dimana tumbuhan pembentuknya yang semasa hidupnya hanya tumbuh dari air hujan. keasaman.panjang dan tersedianya konsumen. Gambut topogenus yang kandungan airnya berasal dari air permukaan. bulk density. kandungan kayu dan lainlain. IV 2 KEGUNAAN GAMBUT Gambut dapat digunakan sebagai bahan bakar dan bahan industri setelah melalui beberapa proses mulai dari yang sederhana sampai pada pemanfaatan teknologi canggih. Zat organik pembentuk gambut sama dengan tumbuhan dalam perbandingan yang berlainan sesuai dengan tingkat pembusukannya. bitumin (wax dan resin). humus dan lain-lain. P. lignin. Ca dan lain-lain dalam bentuk terikat. industri pertambangan gambut sebagai bahan pembangkit listrik untuk daerah terpencil di Indonesia akan dapat berkompetisi dengan pembangkit listrik BBM. nitrogen (N) dan oksigen (O) selain unsur utama terdapat juga unsur lain Al. Selain zat organik yang membentuk gambut terdapat jaga zat inorganik dalam jumlah yang kecil. Komposisi zat organik ini tidak stabil tergantung pada proses pembusukan. nutrisi. S. misalnya cellulosa pada tingkat pembusukan dini (Hl-H2) sebanyak 15-20% tetapi pada tingkat pembusukan lanjut (H9-H10) hampir tidak ditemukan. abu. Berdasarkan lingkungan tumbuh dan pengendapannya gambut di Indonesia dapat dibagi menjadi dua jenis: Gambut ombrogenus yang kandungan airnya hanya berasal dari air hujan. serat. Di lingkungan pengendapannya gambut ini selalu dalam keadaan jenuh air (lebih dari 90%). IV 1 KOMPOSISI GAMBUT Gambut adalah sisa timbunan tumbuhan yang telah mati dan kemudian diuraikan oleh bakteri anaerobik clan aerobik menjadi komponen yang lebih stabil. Zat organik tersebut terdiri dari cellulosa. sehingga kadar abunya dipengaruhi oleh elemen yang terbawa oleh air permukaan tersebut. hidrogen (H). Kedua jenis gambut tersebut pada hakekatnya secara megaskopis agak sukar didefinisikan secara pasti karena kompleksnva tahapan proses pembusukan. . sehingga kadar abunya adalah asli (inherent) dari tumbuhan itu sendiri. Unsur-unsur pembentuk gambut sebagian besar terdiri dari karbon (C). Na. abu. sedangkan pada gambut yang telah mengalami pelapukan yang lebih tinggi (H9-H10) mencapai 50-60%. Jenis gambut ini diendapkan dari sisa tumbuhan yang semasa hidupnya tumbuh dari pengaruh air permukaan tanah. Sebaliknya humus dari cellulosa pada tingkat pembusukan dini terdapat 0-15%. Si. cation exchange capacity. Tingkat pembusukan pada gambut akan menaikkan kadar karbon (C) dan menurunkan oksigen (O). Daerah gambut topogenus lebih bermanfaat untuk lahan pertanian dibanding dengan daerah ombrogenus kareria gambut topogenus mengandung relatiflebih banyak nutrisi. Komposisi gambut menentukan mutu dan kegunaannya yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kandungan zat organik.

semen.40% kokas. Kedua bahan bakar ini dibuat dengan cara pengeringan gambutyang dilakukan dalam dua tingkat.IV 2. penggunaannya untuk bahan campuran lumpur pemboran (drilling mud) dan dalam industri semen. digunakan untuk keperluan industri dan rumah tangga. Lilin Gambut mengandung lilin kira-kira 7-16% yang dapat dikeluarkan dengan larutan organik. Gambut basah dipanaskan pada suhu 150°=550°C dalam tekanan kuat selama ± ljam. Sod peat dalam tekanan tinggi dipanaskan 800°-900°C kemudian gambut berurai menjadi 30. dan kedua pengeringan-oleh sinar matahari setelah dibentuk atau dikupas. Selama proses ini kadar karbon meningkat dari SS% sampai 90% dalam berat.l5-20% air. pabrik keramik. gas methan. pengeringan dengan saluran (drainage). Pengolahan gambut sebagai bahan bakar melalui proses yang lebih lanjut yaitu: Briquetting atau Felliting Pemampatan milled peat yang menurunkan kadar air dari 50% menjadi 10%. Karbonisasi basah. Gas Macam-macam gas dapat dihasilkan dari gambut a. dan 20-30% gas.l. Asam humus Asam humus dapat dilarutkan dalam asam alkali kemudian dipisahkan lagi.1 Gambut sebagai bahan bakar Bahan bakar gambut dapat digunakan dalam beberapa industri seperti pembangkit tenaga listrik. Peat Derived Fuel (PDF). 5-8% ter. dan kedua melalui proses teknologi. 2 Gambut sebagai bahan industri Sebagai pelarut plastik Alkohol dan protein tertentu hasil hidrolisa dari cellulosa dan hemicellulosa yang ada dalam gambut dapat di pergunakan untuk pelarut plastik. IV 2. Pengkokasan (Coking). pertama. pertama yang diolah melalui proses sederhana. Proses karbonisasi basah yang kemudian dilanjutkan dengan pengering buatan. Proses ini menghilangkan pemecahan oksigen dan menaikan nilai kalorinya termasuk mengeringkan gambut sampai kandungan air sekitar 50%. Briquette berbentuk bata dapat. Bahan bakar yang diolah melalui proses yang sederhana dapat berbentuk bongkah yang disebut sod peat dan yang berhentuk serbuk disebut milled peat. . Kokas ini digunakan dalam metalurgi sebagai bahan penyerap dan karbon aktip. Hasil proses ini ialah briquette atau pellet dengan kadar air 10% atau kurang dengan nilai kalori 20-24 MJ. Bentuk bahan bakar gamtrut dapat digolongkan dalam dua kategori. gelas dan keperluan rumah tangga (masak dan pemanas). dan nilaikalori sekitar 31 MJ/kg.

cadnium. Media tanaman Dengan menambah beberapa unsur tertentu gambut dapat dipakai sebagai media tanaman baik untuk pot atau berbentuk kantong/karung yang siap ditanami (bunga atau sayuran). Ringkasan hasil penyelidikan tercantum dalam label 8. Bantuan teknis telah diterima dari pemerintah Amerika sejak tahun 1986 sampai tahun 1989 dan kerjasama riset telah dijalin dengan Research Institute for Nature Management (RIN). di beberapa daerah telah dilakukan penyelidikan lebih lanjut ~ eksplorasi terinci. Sifat kesarangan gambut memudahkan akar mengambil nutrisi. Tabel 8 adalah ringkasan dari hasil penyelidikan gambut yang telah dilaporkan oleh Direktorat Sumberdaya Mineral sampai dengan akhir tahun 1990.Bahan penyerap Porositas yang tinggi pada gambut mempunyai daya serap yang tinggi untuk air. IV 3 ENDAPAN GAMBUT DI INDONESIA Tingkat penyelidikan pada umumnya masih awal (penyelidikan pendahuluan). Oleh karena belum terdapatnya pembakuan dalam berbagai bidang pengelolaan sumberdaya maka jumlah sumberdaya secara keseluruhan yang dipercontohkan disini tidak berpretensi sebagai jumlah sumberdaya batubara Indonesia pada saat ini karena . sulfat. zat pewarna dan bila dicampur dengan sodium sulfat dapat menyerap metal berat seperti air raksa. Negeri Belanda. Data tersebut perlu dihimpun dan diolah untuk dijadikan sumber dan landasan dalam merumuskan kebijaksanaan energi nasional. Mengingat peranan gambut sebagai bahan industri yang dapat diandalkan di kemudian hari Direktorat Sumberdaya Mineral sejak tahun 1983 telah melak_ sanakan penelitian dan eksplorasi endapan gambut di Kalimantan dan Sumatra. Namun demikian belum banyak hasil yang dapat mendukung program inventarisasi secara sistematis. dan timbal. Publikasi ini mencoba menyajikan satu metoda untuk melaporkan dan mengkompilasi sumberdaya batubara berdasarkan batasan-batasan yang lazim diterapkan oleh negara-negara penghasil batubara yang telah berpengalaman. sumberdaya batubara nasional. Kegiatan eksplorasi batubara yang dimulai kembali sejak tahun kedua PELITA II yang diawali oleh program eksplorasi besar-besaran oleh Shell Minjbouw di Sumatra Selatan sampai dengan pembukaan wilayah Kontak Karya di Kalimantan Timur dan Selatan telah banyak menghasilkan data baru. Board Bahan serat yang sukar dibusukan (lapuk) dan berongga dapat digunakan untuk bahan board. protein. V KESIMPULAN Sudah lebih dari 15 tahun kita kembali memanfaatkan sumberdaya batubara terutama sebagai bahan energi pengganti minyak bumi untuk pembangkit tenaga listrik.

kedalaman. dan perkiraan jumlah panas yang dihasilkan lebih besar dari jumlah panas yang dihasilkan oleh minyak dan gas bumi. faktor ketebalan. penulis yang membahas masalah sumberdaya batubara diharapkan untuk lebih kritis dalam menerima ses u a t u angka cadangan yang dilaporkan oleh penulis terdahulu. Angka-angka sumberdaya/cadangan yang terhimpun dalam Tabel 7 diakui oleh penulis sebagai tidak sepenuhnya teliti karena data yang dikutip beserta laporannya tidak dievaluasi lebih lanjut. Jumlah produksi batubara nasional pada saat ini adalah sekitar 10 juta ton. Hal ini tidak lain adalah tuntutan e k o n o m i y a n g menghendaki agar pemanfaatan dan perdagangan sumberdaya:alam strategis dan tak terbarukan itu tidak mengarah kepada sesuatu yang tak terkendalikan di samping sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi dan potensi pengembangan suatu daerah yang mengandung endapan batubara. dapat difahami bahwa berdasarkan pengalaman maka setiap negara m e m a n d a n g perlu untuk membakukan klasifikasi sumberdaya batubaranya:Perhitungan dan evaluasi sumberdaya dan cadangan batubara suatu negara atau mandala itu adalah bagian penting dari tugas pokok pemerintahan seperti Departemen Pertambangan dan Energi. Penggabungan angka sumberdaya atau cadangan batubara yang berbeda kelasnya dan berbeda jenis dan tingkat (rank) nya tidak banyak membantu dalam bidang pengelolaan sumberdaya yang perlu dikuasai oleh para pengambil keputusan. Dari konsep pengklasifikasian sumberdaya dan cadangan batubara kiranya. tetapi hanya batubara kualitas baik saja (sub bituminus) yang dihasilkan (diperdagangkan) sedangkan batubara jenis lignit dengan sumberdaya yang jauh lebih besar belum dimanfaatkan.dalam menyusun publikasi ini penulis tidak meneliti laporan eksplorasi terutama yang disajikan oleh para kontraktor bagi hasil. maka bagi para. khususnya yang menyangkut pengembangan batubara perlu dilatar belakangi oleh variasi kualitas dan sebaran regional endapan batubara. Oleh karena perhitungan sumbee• daya pada satu periode adalah sumber informasi untuk perbaikan perhitungan untuk periode berikutnya. koreksi untuk kelas sumberdaya hipotetis di cekungan Sumatra Selatan oleh Shell . kondisi ekonomi. Belum tersedianya beberapa kepakaran paripurna yang menguasai berbagai aspek sumberdaya batubara dalam lingkup ekonomi. Tetapi angka sumberdaya dan cadangan untuk masing-masing lokasi dengan nomor lokasi yang tercantum dalam peta lampiran sebagian besar dapat dianggap benar. Ini adalah satu babak awal pengembangan yang kurang menguntungkan. Angka besarnya sumberdaya itu encer sifatnya. pertambangan. tetapi sebagian besar adalah batubara jenis lignit atau brown coal. Meskipun sumberdaya batubara Indonesia diketahui cukup melimpah. Kebijaksanaan energi. dan sebagainya. Dalam melaporkan besarnya sumberdaya batubara atau dalam pengelolaan sumberdaya batubara nasional. dan kualitas tersebut perlu ditetapkan dan dianjurkan bagi mereka yang melakukan inventarisasi dan eksplorasi batubara. Kelas sumberdaya hipotetis disini adalah rekaan penulis. yaitu selalu berubah sesuai dengan kemajuan pengetahuan geologi batubara regional. teknologi pertam• bangan. dan pengembangan sumberdaya regional dan sebagainya di lingkungan pemerintahan kiranya perlu mendapatkan perhatian.

tetapi bagi pakar kebumian di Indonesia konsep ini kiranya belum sepenuhnya di fahami. Evaluasi geostatistik (kriging) dapat diterapkan untuk mengevaluasi laporan eksplorasi dengan data yang dipandang belum memenuhi persyaratan menurut sistem yang dianut atau bila diketahui bahwa endapan batubara yang dilaporkan menunjukkan struktur yang kompleks. Hal ini antara lain disebabkan oleh faktor bahasa dan belum timbul usaha untuk membakukan dan menerapkan sehubungan dengan usaha pengelolaan sumberdaya batubara sebagai salah satu landasan penting dalam kebijaksanaan pemanfaatan energi. Konsep McKelvey diterapkan di beberapa negara penghasil batubara karena memang cukup sederhana. .Mijnbouw (1978) sebagaimana dengan kurang teliti direka kembali oleh para penulis terdahulu telah dikoreksi. Publikasi ini lebih menekankan pada pengenalan konsep pengelolaan sumberdaya batubara termasuk tatacara penerapannya. bukannya angka-angka sumberdaya yang dipersoalkan melainkan proses evaluasi setelah angka tersebut berumur hampir 12 tahun diperhitungkan dengan hasil-hasil ekplorasi terinci yang lebih muda. Bahan gambut di Indonesia akan dapat menunjang program diversifikasi bahan energi terutama untuk pembangkit listrik lokal didaerah yang sangat terpencil disamping pemanfaatannya sebagai penunjang sektor pertanian yang sekarang sudah banyak dilaksanakan di Sumatra.

Poligon/poligon juga terbatas oleh hak milik batasan-batasan. ketika diterapkan sewajarnya mereka biasanya menghasilkan hasil yang adalah samaseperti prosedur yang lebih terperinci. Suatu pola tidak beraturan akan menghasilkan poligon tidak beraturan seperti ditunjukkan di (dalam) Gambar III-2A.TEKNIK PERHITUNGAN KONVENSIONAL Tambang dievaluasi dan cadangannya diperkirakan sebelumnya dengan menggunakan komputer dan pendekatan geostatistical (misalnya. pertanyaan atau membatasi poligon yang sebelah luar sungguh-sungguh dapat diperdebatkan. Teknik berpoligon paling umum digunakan untuk endapan yang tersusun dalam tabel yang telah dibor oleh satu rangkaian lubang vertikal. dan nilai yang dirata-ratakan dihitung menggunakan pensil kertas. Prosedur tersebut relatif sederhana. Poligon disekitar lubang bor dipusat digambarkan oleh lubang yang terjauh. yang digambar tegaklurus pada titik tengah masing-masing lubang ( contoh seperti Gambar III-1). Permasalahan yang menghambat poligon sebelah luar secara khusus ( tetapi tidak (ada) perlu dipecahkan dengan data dalam pinggiran lubang yang paling jauh dapat diproyeksikan untuk jarak yang sama di luar lubang di bagian dalam. atau. Jika pinggiran lubang yang paling jauh di dalam atau di luar batas dari endapan. Mereka biasanya berlaku untuk endapan yang dibor dengan lubang yang membentuk sudut. atau batas geologi yang lain. Area/daerah yang terukur. Walaupun kelihatannya sederhana. Yang paling sederhana menjadi yang berpoligon dan teknik panampang-melintang. . batas sesar. Hasil dari perkiraan ini pada umumnya tidak lebih buruk dan di dalamnya banyak kejadian yang lebih baik daripada beberapa perkiraan terbaru yang dibuat menggunakan geostatistics tanpa kontrol yang berhubungan dengan geologi yang memadai. matematika yang diperlukan dapat dengan mudah dipahami. jarak kebalikan menjadi popular/banyak digunakan sekali ketika komputer bisa digunakan untuk perhitungan tersebut. Teknik perhitungan poligon Prosedur berdasar pada poligon digambar di sekitar data poin individu yang telah digunakan dalam industri tambang selama bertahun-tahun. atau dengan menggambarkan garis yang menghubungkan titik tengah ini ( contoh b). tetapi biar bagaimanapun juga. Agricola. " yang terdekat" pendekatan untuk memberikan nilai kepada blok kecil yang individu suatu model blok suatu deposit/endapan . jika lubang dibor pada suatu grid reguler. adalah segiempat panjang reguler. dan perkiraan bisa dilakukan secara relatif dengan cepat dengan melibatkan perhitungan minimum. volume dan perhitungan tonasi. poligon dengan bentuk geometris seperti ini selalu mempunyai sisi yang bertemu pada sudut umum. 1556). dan kalkulator mekanis. poligon yang terkait tentu saja. Kebanyakan teknik konvensional yang klasik dikembangkan untuk mengurangi perhitungan yang diperlukan sebanyak mungkin. mistar/pengaris. Teknik ini. mencakup semua variasi yang berbeda dan rumus-rumus yang digunakan. dibahas secara detil oleh Popoff ( 1966). Hal-hal yang paling mendasar adalah lubang bor.

Berbagai program komputer yang tersedia akan dengan cepat membentuk poligon dan menentukan area tersebut. Gambar III-3 menunjukkan hubungan melibatkan: Area ABCD menjadi produk AC panjangnya dari poligon adalah kemiringan/dip urat . tingginya dari poligon menjadi ketebalan menyangkut urat tersebut. bagaimanapun. lebar horisontal dari urat harus digunakan untuk mengkalkulasi volume dari poligon melingkupi latihan melubangi.poligon/poligon rencana geologi dimodifikasi untuk menggambarkan batasan-batasan geologi. Usaha. Volume untuk masing-masing poligon dihitung menggunakan poligon area dan jarak yang tegaklurus antar bagian yang bersebelahan. dan area merupakan produk EG MISALNYA. panjangnya vertikal dari poligon dan HT. Beberapa program komputer dapat digunakan untuk membuat/membangun poligon yang dimodifikasi dalam batasan geologi yang sesuai yang masuk ke database . dan TT. [ data dari suatu lubang pada satu sisi ( atau batas geologi yang lain) tidak mungkin untuk mempunyai berhubungan dengan kondisi-kondisi di sebelah lain. karena poligon pada masing-masing bagian adalah nampaknya akan berbeda dan mungkin sulit untuk dilakukan dengan komputer. sama. ada nilai kasar berubah pada l batasanbatasan kesalahan. area tetap dihitung dengan komputer . poligon membujur untuk terus suatu proyeksi vertikal. ketebalan yang horisontal [itu]. Jika poligon diseret masuk wahana dari urat. cadangan suatu porphyry endapan yang dibor oleh lubang yang membentuk sudut diperkirakan menggunakan poligon dibangun di sekitar menembus poin-poin dari tiap lubang pada bagian paralel. hak milik batasan-batasan . ABCD dan EFGH. Dalam deposit/endapan tertentu ini. Volume dan kalkulasi nilaiadalah luruh terhadap area dari tiap poligon total nilaibijih yang diinterupsi dalam melubangi atau beberapa porsi menginterupsi seperti tingginya. Dalam kejadian ini. Poligon untuk memasukkan urat mungkin dibuat dalam wahana urat pada proyeksi membujur atau vertikal menyangkut lubang interupsi. Trigonometri sederhana akan menunjukkan keduanya area. dan penggunaan suatu teknik berpoligon mengijinkan perbedaan ini untuk diperhitungkan sepanjang penilaian tersebut. tetapi jika poligon untuk dimodifikasi atas dasar geologi. ketebalan sebenarnya. penggunaan poligon dimodifikasi untuk mencerminkan geologi memerlukan lebih banyak waktu dan lebih banyak usaha dan waktu bagi penghitung. Jika. hasil kalkulasi cadangan adalah nampaknya akan sangat berbeda mereka adalah dalam contoh pada atas Gambar III-2. dan volume menjadi produk dari dua orang. Nilai menugaskan kepada poligon volume sederhananya rata-rata nilaidari menginterupsi. Dalam suatu kejadian. . mungkin saja diperlukan untuk menentukan kedua sikap dari unit dan orientasi dari lubang(holes) dalam menghitung volume yang benar. secara sederhana digitizing sudut menghasilkan figur. untuk menghindari kesalahan umum pelaporan tonase bijih yang disusun dari endapan aluvial yang meliputi hanging wall. yang pada umumnya digambar dengan tangan. Hubungan ini menjadi kompleks ketika unit yang yang dilibatkan telah dilipat. EFGH menjadi proyeksi dari urat ke suatu wahana vertikal. seperti ditunjukkan di (dalam) Gambar III-2B. Sekalipun digambar dengan tangan. Hal tersebut adalah layak sepanjang poligon yang sedang digunakan geometris.

luas tersebut menunjukkan . dan unit yang dimasukkan dengan kira-kira 20 persen. rata-rata data ke seberang kontak mengenai lapisan tanah nampaknya akan menyulitkan. atau di mana pekerjaan tambang metoda diusulkan tidak selektip.4b yang yang digambar menggunakan lubang yang sama mempola dan menyusun/menilai seperti di contoh yang sebelumnya . tonase dan berisi unit .. kedua nilai dan tonase menugaskan kepada area yang dipertukarkan dari sekitar 10 persen. Pilihan yang mungkin segi tiga dapat didasarkan baik di segi tiga sama sisi atau pada dasar yang mengenai lapisan tanah. atau jika pekerjaan tambang metoda yang diusulkan penilaian pekerjaan tambang blok individu tidak selektip. kesalahan dalam penilaian blok individu akan sungguh-sungguh menyeimbangkan ke luar. Mungkin saja mengandung pelajaran untuk menaksir beberapa pekerjaan tambang blok menggunakan bentuk wujud lubang yang berbeda dalam rangka mendapatkan suatu rasa untuk yang mungkin penting/besar kesalahan untuk diharapkan di (dalam) perkiraan individu. Sama dengan dulu. sudut enam. keseluruhan blok pada Gambar III-4 akan ditambang bahkan porsi palung mungkin di bawah nilaipenggalan. teknik adalah dapat menyesuaikan diri bagi deposit/endapan manapun di mana nilai-nilai adalah yang sangat tak tentu di atas jarak yang pendek. dan nilai tentang segala parameter diberi dalam figur diasumsikan untuk rata-rata beberapa pengukuran yang terdekat. nampaknya akan lebih baik. Walaupun secara rinci rancangan untuk menangani distribusi yang tak tentu ditemui dalam placer deposit/endapan emas. tetapi dengan suatu pola reguler. Pada contoh di atas. Ini bukanlah dapat katakan bahwa dengan kondisi-kondisi tidak ada apapun . segi tiga mungkin sama seperti metoda lain. Jika distribusi nilai di dalam deposit/endapan sangat tak menentu. tetapi ketebalan dan nilaidihitung dengan rata-rata interupsi di dala data dimana lubang akan nampak dalam nilai rata-rata yang ditugaskan ke tiap-tiap figur di mana lubang bertindak sebagai puncak kulminasi. walaupun masukan batasanbatasan seperti itu mungkin sulit jika figur akan tinggal segi tiga. Poligon seperti (itu) secara normal terdiri dari segi tiga. bentuk padat menggambarkan segi tiga dengan suatu lubang pada masing-masing puncak kulminasi. Sebagai contoh. . Di atas area yang mengandung bahan tambang secara keseluruhan. prosedur yang sama bisa digunakan untuk membuat empat persegi panjang. atau suatu figur yang luas yang berisi lubang internal. area figur poligon mudah dihitung. seperti ditunjukkan di (dalam) Gambar III-4A dan . hanyalah pemaksaan suatu nilai dapat mengakibatkan suatu pertentangan antara keduanya. perkiraan berdasar pada kedua segi tiga tersebut akan serupa.Teknik Penilaian segi tiga Poligon dapat juga dibangun dengan melubangi di sudut dari poligon. itu seperti dapat dilihat dari kalkulasi yang bersebelahan pada masing-masing segi tiga. Hal tersebut mungkin meliputi batasan-batasan dalam figur. Walaupun rata-rata nilai adalah sama dalam kejadian ini.

suatu perkiraan poligon boleh juga adalah boleh dikatakan menyediakan suatu perkiraan menyangkut nilai-nilai pekerjaan tambang kecil yang menghalangi beberapa jarak dari manapun titik sederhana. Sebagai tambahan. Penilaian poligon pada umumnya lebih cepat dari teknik yang manapun . dengan pasti mempunyai penggunaan dalam perkiraan karena kesederhanaan dalam kalkulasi/perhitungan. geostatistical metoda untuk mendiskusikan nanti dalam bab pada umumnya .Poligon. dan di mana sangat utama semua contoh adalah di atas nilai. Masalah dibuat lebih sulit lagi jika poligon individu telah dibagi lagi. Terkadang teknik yang digunakan untuk menaksir nilai (atau beberapa parameter lain) untuk suatu kelompok individu dengan perwujudan nilai yangdimodifikasi oleh sampling pengembangan pekerjaan tambang . mungkin saja sukar untuk menggunakan data dari suatu perkiraan poligon untuk menentukan keseluruhan bentuk dari bijih yang berhubungan dengan zone beda nilai di dalam endapan . Penampang yang melintang diperkirakan tidak melibatkan nilai yang . Keseluruhan hasil. Dalam proses penilaian poligon menjadi asumsi pekerjaan tambang kepandaian memilih pada pesanan yang sama sebagai contoh (atau gabungan) yang digunakan untuk menggambarkan poligon . terutama sekali dalam deposit/endapan di mana nilai atau beberapa nilai-nilai lain secara acak dibagi-bagikan. adalah sering bertukar dengan hasil suatu perkiraan terperinci. Dalam beberapa keadaan. dan karenanya berat/beban lebih besar. Hasil jika sering satu rangkaian [yang] terisolasi pada daerah/blok yang berdekatan. banyak sumber daya dan/atau perkiraan cadangan dilaksanakan pada satu rangkaian paralel yang dibangun tegaklurus kepada kecenderungan struktural utama dari mineralisasi. dengan sedikit/kecil atau tidak (ada) hubungan mengenai ruang antar nilai dalam lubang. ke individu melubangi dalam porsi yang didril/dibor suatu deposit/endapan. bagaimanapun menggambarnya. baik oleh tipe endapan bijih atau tingkatan. Jika nilai cukup rendah. dan jika pekerjaan tamban. lebih dari itu. jika nilai-nilai contoh yang terkait. Bagaimanapun saat bijih dicampur dan barang . dan menekankan menyusun dan mengecilkan tonase pada nilai yang lebih rendah. dan di mana pekerjaan tambang metoda tidak selektip cukup untuk membedakan antar contoh (atau gabungan) volume sized. nilai menjadi sangat besar untuk semua poligon dari nilai bijih. konstruksi satu rangkaian poligon sulit jika deposit/endapan yang dimasalahkan telah (menjadi) sampel dengan sistem yang acak satuan pada sudut lubang bor. Bagaimanapun. dan dapat dilaksanakan tanpa syarat dengan menggunakan perangkat lunak komputer canggih. dan endapan bentuk lain. Ini adalah benar untuk program explorasi rancangan untk pengujian . ini tidak ada suatu masalah. dan dapat menyediakan suatu bermanfaat dengan metoda yang lebih terperinci. Bahwa dengan suatu pola yang tidak beraturan melubangi konstruksi poligon akan secara otomatis menugaskan area pengaruh yang lebih besar. Karena pertimbangan ini. penggunaan dari teknik penaksiran poligon sederhana akan cenderung menekankan kedua tonase dan nilai untuk nilai yang tinggi. TEKNIK PENAMPANG Walaupun diperkirakan dilaksanakan pada poligon keduanya layak.

sesungguhnya. Volume paling umum dihitung penggunaan separuh jarak bagi masing-masing dimana keduanya merupakan bagian yang bersebelahan. Perkiraan yang secara khusus melibatkan dengan waktu dan pekerjaan dibanding suatu pendekatan poligon secara langsung.. dua area bagian bersebelahan tersebut yang sesuai dengan unit geologi yang sama dirata-ratakan. Ada suatu kecenderungan alami untuk insinyur atau geolog untuk menghubungkan zone dari nilaiserupa yang boleh. area individu di/terukur. tetapi kedua-duanya meskipun begitu wajar umum di dalam dunia nyata itu. Data dari interval berurutan yang menurun vertikal bersebelahan dilubangi pada salah satu panampang-lintang pada Rosario ditunjukkan pada Tabel III-A. sesudah itu membuktikan untuk. Paling utama dari ini bahwa perlu memaksa insinyur atau geolog untuk memperhatikan keduanya mengenai geologi dan batasan rancang-bangun yang membatasi perkiraan [itu]. Penilaian pada panampang-lintang mempunyai beberapa keuntungan. dan volume dihitung menggunakan jarak antara kedua bagian.. walaupun teknologi komputer dapat menyederhanakan pengukuran dari area yang digambarkan dan kalkulasinya. Grade-Contouring. dan parameter lain yang dipertimbangkan untuk mempunyai arti atau nilai ekonomi. bagaimanapun. unit keduanya zone yang terkumpulkan merata-ratakan secara terpisah tidak boleh sama nyata total dari keseluruhan zone mineralized mengambil secara keseluruhan lihat Latihan 1 pada bagian akhir bab ini. Area yang digambarkan pada bagian yang terukur. ketika dapat makin baik nilai supergene . sesungguhnya. keduanya menyusun/menilai zone harus diperkirakan secara terpisah.menjadi tidak menerus. tetapi lagi. dapat menghasilkan hasil ganjil. Adalah praktek umum untuk membagi lagi masing-masing area spesifik atas dasar grade-the teknik dikenal sebagai grade-contouring. dalam situasi itu di mana suatu area yang besar dari bijih secara relatif bermutu tinggi dikepung oleh suatu lingkaran cahaya yang sempit banyak material bernilai lebih rendah. Penilaian pada atas panampang-lintang yang biasanya menghasilkan hasil yang sangat memuaskan. tetapi juga oleh jenis batuan. jenis bijih. sebagai alternatif. Area terpisah mungkin digambarkan tidak hanya oleh nilai yang sama dalam lubang bersebelahan. pendekatan ini cenderung untuk membagi lagi bagian geologi ke dalam blok nilai lebih kecil. Prosedur diterangkan oleh Popoff (1966). dan kreasi dari nilai kontur yang rendah pada sekitarnya mengasingkan nilainilai tinggi boleh menyarankan lebih jauh tonase dari bijih bernilai lebih rendah sebenarnya ada. Mungkin saja bermanfaat untuk menggambarkan kecenderungan nilai atau parameter lain di dalam bagian geologi. Area ini kemudian diperkirakan secara terpisah dan hubungan mereka ke zone lain yang ditunjukkan. dan hasil telah dikumpulkan. blok struktural. dan secara matematis prosedur yang sama berlaku bagi keduanya. teknik mempunyai kelemahan nya. Sebab bagian geologi yang sama mungkin adalah sampel oleh beberapa lubang pada atas bagian ditentukan. tetapi seperti semua orang yang lain.berharga antar titik-titik data yang dikenal. diperlakukan sebagai suatu jenis penilaian poligon. urat yang bermutu tinggi dapat dengan jelas dikenali. dan nilai atau parameter sedang diperkirakan rata-rata modal tersebut. Bukan permasalahan ini biasanya dicakup/tutup dalam literatur penilaian cadangan. tingkatan dirataratakan.

Sejak masing-masing zone ini menghadirkan suatu populasi yang berbeda. menggunakan faktor menimbang yang adalah suatu fungsi . bagaimanapun. zone mineralogic. Hampir bisa dipastikan jauh lebih kecil dibanding pengaturan jarak explorasi atau lubang-bor. Ketika akan jadi mendiskusikan nanti dalam bab lain. Di kebanyakan kejadian. Setelah grade dan tonase untuk masing-masing blok individu diperkirakan. Sekalipun nilai yang diperkirakan dan tonase menyangkut blok individu dengan sepenuhnya akurat. blok struktural. harus ditugaskan untuk masing-masing blok sebagai tambahan terhadap nilai-nilai diperkirakan seperti bobot jenis atau nilai. Adalah mungkin menggunakan rata-rata poligon ( segi tiga. Sebagai hasilnya mungkin kemudian lebih baik untuk menggunakan tambahan metoda yang lebih rumit dibandingkan dengan yang paling dekat atau teknik rata-rata poligon untuk pemroyeksian data ke dalam daerah yang yang tak dikenal melingkupi poin-poin contoh. Pada kebanyakan kejadian. kedua bijih kasar dan produk dapat ditentukan oleh perhitungan data dari blok itu di atas penggalan tertentu dinilai pada [atas] suatu hal yang spesifik. nilai-nilai contoh pada beberapa jarak dari blok ditentukan dikombinasikan dari seperti rata-rata tertimbang modal. dll. dll. Parameter geologi penting seperti jenis batuan. model blok meliputi keseluruhan area yang terbuka . Grade kurva Tonase yang dikembangkan penggunaan akumulasi ini terutama dapat tidak akurat jika perkiraan cadangan meliputi suatu penilaian dari proporsi bijih dan barang sisa di dalam masingmasing blok. dan memperkirakan pada unit yang terpisah. segiempat. menggambarkan. suatu geostatistical masalah tambahan muncul bangun dalam kaitan dengan perubahan di dalam dukungan ketika suatu blok cadangan lebih besar dibagi lagi ke dalam banyak bagian kecil " pekerjaan tambang selektip yang unit blocks untuk pekerjaan tambang . Separasi ini tidaklah penting hanya untuk penilaian memproses dirinya sendiri. suatu perkiraan yang akurat menyangkut cadangan dari deposit/endapan ini memerlukan masing-masing ke tiga jenis bijih yang dikenali.) atau pendekatan berputar untuk mempertimbangkan dengan seksama nilai-nilai di semua lubang melingkupi blok untuk diperkirakan. hasil dari perhitungan yang sederhana seperti itu dapat menyesatkan kecuali jika deposit/endapan benar-benar ditambang sepanjang batasan-batasan blok. Penggambaran ini dapat berarti jika separasi bijih dan sisa di dalam masing-masing blok yang benar-benar dapat dicapai selama pekerjaan tambang.mineralisasi dalam footwalls urat ini. dan meliputi volume yang besar menyangkut sisa batuan disekitar deposit/endapan yang nyata . Ini biasanya dilaksanakan keseluruhan deposit/endapan ke dalam satu rangkaian blok seperti garis lurus. mungkin menjadi diperlukan untuk memeecahkan mineral ke dalam blok individu atau panel yang akan menyediakan basis untuk produksi tambang.. tetapi adalah juga diperlukan dalam rangka menentukan jumlah bijih dengan characteristics yang berhubungan dengan metalurgi yang berbeda dalam kejadian ini INTERPOLASI DATA PADA NILAI YANG DIKETAHUI Sebagai suatu program explorasi bergerak ke arah pengembangan tambang dan suatu studi kelayakan formal.

Jika . Banyaknya contoh yang harus digunakan dalam penilaian tergantung atas variabilitas dari nilai-nilai di dalam deposit/endapan . Dua poin di dalam orebody bisa saja terkait. tetapi banyak lagi yang lain contoh diperlukan jika distribusi berharga di (dalam) deposit/endapan adalah tidak beraturan. Di dalam operasi kekayaan. Ya atau tidaknya nilai ini diperkiran dapat diperoleh dalam suatu pekerjaan tambang tergantung pada atas kepandaian memilih metoda dalam menambang dari orebody. Takisotropan. jarak kebalikan menimbang . tetapi hubungan ini tidak perlu meluas ke seberang kontak mengenai lapisan tanah. Bagaimanapun juga. menyediakan basis untuk kedua-duanya menimbang jarak kebalikan dan geostatistical penilaian metoda yang yang dikenal sebagai kriging. dua asumsi ini . dan permasalahan menentukan suatu radius pencarian cukup dan suatu jumlah sesuai contoh dapat ditujukan melalui/sampai aplikasi dari berbagai geostatistical memeriksa prosedur untuk. Dalam banyak porphyry tembaga deposit/endapan. sesungguhnya. Di (dalam kejadian belakangan ini. Sepertiga faktor penting yang perlu untuk dipertimbangkan adalah sebagai anisotropy? fakta bahwa variasi menurut golongan akan diri mereka bertukar di (dalam) arah berbeda di (dalam) deposit/endapan [itu]. 1980). tidak (ada) rancang-bangun bunyi.menjadi pertimbangan di (dalam) suatu bagian berikut dari bab ini.Batasan mengenai lapisan tanah normal ( mencakup orelwaste kontak) harus dijaga. Teknik dengan demikian " yang terbukti" dalam persediaan penilaian. Bagaimanapun. Teknik tersebut mampu menangani permasalahan takisotropan. dan akan ditujukan dalam bab berikut. dan 2) Perbedaan antara nilai-nilai dua contoh individu sebagian besar ditentukan oleh penempatan mengenai ruang yang relatif contoh itu semua . kemungkinan nilai yang diramalkan bagi siapapun juga . mengambil bersama-sama. . tetapi hanya dengan kesukaran ( Gudang. dan di mana pokok pengambil-alihan hubungan mengenai ruang dianggap sah/benar. menghasilkan suatu perkiraan yang dapat dipercaya menyusun/menilai di (dalam) deposit/endapan di mana jika tidak ada kecenderungan directional/arah di dalam nilai-nilai ke seberang deposit/endapan. Berbagai prosedur adalah semua didasarkan pada dua asumsi pokok: 1) Ada suatu hubungan mengenai ruang antara contoh yang berharga ? dua contoh diambil pada tempat yang sama akan yang lebih serupa ke satu sama lain dibanding contoh mengambil pada penempatan yang dipisahkan. yanga sama atau alasan ilmiah untuk menjelaskan distribusi nilai pengamatan ini bukanlah analocyous kepada hukum gaya berat.menyangkut jarak antar pusat dari menghalangi dan contoh individu ( atau gabungan). faktor ini bervariasi sampai perkiraan mulai saling berhubungan nomor. Faktor penting yang perlu untuk dipertimbangkan di (dalam) kalkulasi adalah: 1) total jumlah contoh untuk dimasukkan dan 2) jarak yang maksimum yang diijinkan antar titik untuk diperkirakan dan penempatan contoh. yang baik hasil dicapai ketika faktor tersebut digunakan di dalam penilaian jarak kebalikan squared. Suatu perkiraan yang layak menyangkut di tempat asal sumber daya dapat diperoleh dari beberapa contoh dalam suatu deposit/endapan seragam wajar.jumlah yang riil yang ditentukan oleh produksi nyata.

kebutuhan dari volume contoh tetap akan nampak dalam) penggunaan akumulasi nilai Nilai tersebut . Dari ungkapan dasar untuk rata-rata tertimbang modal tersebut di atas. Sebagai tambahan. itu telah jelas bahwa nilai yang diperkirakan harus terletak diantara nilai paling rendah dan paling tinggi dari contoh digunakan dalam kalkulasi [itu]. latihan menjadi tidak berarti melubangi dan contoh curah dikombinasikan di dalam perawatan statistik data. dan gaya. atau nilai yang pusat yang menyangkut populasi. David ( 1977). Dalam suatu tagihan .kecenderungan terbatas di (dalam) nilai-nilai ke seberang deposit/endapan ada. Hazen ( 1967). Rendu ( 1981). Distribusi nilai-nilai contoh dapat dengan mudah yang diuji dengan nyata menggunakan histogram dan diagram frekwensi kumulatif yang (mana) menunjukkan angka-angka nilai-nilai individu yang tergolong cakupan nilai digambarkan. ketika diberi oleh simpangan baku atau perbedaan. suatu pemahaman dasar pokok materi adalah diperlukan untuk hadapi cukup dengan data klasifikasi yang digunakan dalam persediaan menaksir. jika suatu kecenderungan ada. teori statistik basis dasar berbeda dengan geostatistics dalam arti bahwa penempatan mengenai ruang dari contoh individu tidaklah diambil ke dalam perhitungan dan contoh dianggap tidak terikat pada yang lain. yang menggunakan statistik dan geostatistical dalam bijih . dan Rendu dan Mathieson ( 1990). dan situasi menjadi perhitungan matematis yang kompleks ( suatu permukaan kecenderungan bisa dicoba kepada data dan suatu menimbang jarak kebalikan berlaku untuk yang bersifat sisa. Bagaimanapun. Penggunaan statistik dasar dalam semua aspek geologi secara detil di (dalam) keduanya teks oleh Koch dan Mata rantai ( 1970. Karena sejak perbedaan suatu populasi yang besar akan jadi lebih rendah dari perbedaan suatu populasi dari contoh lebih kecil mengambil dari deposit/endapan yang sama. Isaaks dan Srivastava ( 1989). Dalam banyak kejadian. menyediakan sebagian besar basis yang bersejarah untuk penggunaan statistik dalam persediaan penilaian. jarak kebalikan sederhana adalah tidak bisa diterapkan lagi. statistik dasar usaha untuk menguraikan karakteristik suatu populasi berharga mathematis. nilai yang benar menyangkut parameter pada suatu titik hanya di luar area sample itu baik di atas maupun di bawah nilai tentang segala titik di dalam area itu . STATISTIK Walaupun ini bukanlah suatu acuan]di (dalam) statistik dasar. dan untuk menggunakan karakteristik ini untuk meramalkan hasil dari sampling tambahan ( atau menambang dalam hal ini). teknik telah dikembangkan yang (mana) dapat menyediakan beberapa ukuran menyangkut ketelitian dari ramalan ini. Ukuran statistik yang utma digunakan untuk menguraikan karakteristik suatu populasi berharga menjadi rata-rata atau cara menyangkut nilai-nilai yang dimasalahkan. atau nilai yang paling umum. fakta bahwa sanak keluarga ketelitian dari ramalan statistik dapat terukur barangkali alasan praktis yang terbaik untuk . masing-masing nilai di (dalam) populasi yang sedang digambarkan oleh pengukuran [yang] statistik ini menghadirkan volume material yang sama panjangnya inti sama dari lubang latihan dari garis tengah sama konsep dari nilai tetap mendukung di dalam geostatistics. 1971) dan di (dalam) banyak penerbitan seperti Gudang ( 1980). angka median. yang di/tersebar untuk individu menilai di sekitar ini berarti.

normal, data dengan kasar simetris tentang kebanyakan migras quent nilai, dan rata-rata, angka median, dan gaya adalah semua sama. Suatu alur cerita menyangkut data akan memperlihatkan bel yang umum dikenal. shaped kurva, dan pada suatu kemungkinan merencanakan frekwensi yang kumulatif akan merupakan suatu Perhitungan rata-rata atau cara secara normal distributed data akan merupakan suatu perkiraan yang layak menyangkut rata-rata dari keseluruhan populasi, dan berbagai standard mathematical teknik dapat digunakan untuk menguraikan dasar populasi. Contoh dua ini jenis alur cerita untuk data yang sama ditunjukkan dalam Figur III-5A dan III-5B. Salah satu kontribusi statistik paling bermanfaat ketika diberlakukan bagi penilaian cadangan bijih menjadi fakta bahwa karakteristik dari jumlah populasi dapat digunakan untuk menempatkan batas perkiraan dari nilai-nilai yang tak dikenal. Kesalahan kecil di (dalam) perkiraan nilai deposit/endapan tidaklah mungkin mempengaruhi hasil yang keuangan dan tidak mungkin banyak di atas nilai penggalan mungkin dapat mengakibatkan bencana. Ira bahwa keberangkatan dari nilai yang diperkirakan secara normal dibagi-bagikan, dengan kasar 68 persen dari nilai-nilai benar akan jadi di dalam simpangan baku menyangkut nilai yang diperkirakan, dan 95 persen nilai-nilai benar akan dalam dua simpangan baku. Jika, sebagai contoh, yang diperkirakan suatu blok landasan adalah 1.3% Cu, dan simpangan baku dari kesalahan penilaian adalah 0.5%, ada suatu 68 kemungkinan persen menyangkut blok akan jatuh antara 0.8% dan 1.8% Cu, dan 95% kemungkinan benar antara 0.3% dan 2.3% Cu. Jika penggalan yang ekonomi adalah 1.0%, ada dengan jelas suatu yang baik kesempatan blok akan di bawah bijih menyusun/menilai. Jika kesempatan nilai yang benar menyangkut blok akan jadi di bawah penggalan sampling tak dapat diterima. kepercayaan Batas adalah teragantung pada simpangan baku dan banyaknya contoh, dan dihitung menggunakan kesalahan standard dan ' t' nilai mengambil dari Siswa ' t' tabel yang ditemukan dalam tiap-tiap teks statistik. standard Kesalahan berkurang dengan suatu penurunan simpangan baku atau dengan suatu peningkatan dalam jumlah ukuran contoh. Jika contoh sungguh-sungguh mandiri, . tidak ada korelasi mengenai batas kepercayaan ini dapat digunakan untuk menentukan banyaknya contoh yang diperlukan untuk menyediakan suatu perkiraan yang dapat dipercaya menyangkut nilai yang tersimpan. Tujuan program sampling tidaklah hanya untuk menyediakan data klasifikasi untuk perkiraan cadangan, tetapi juga untuk menyediakan suatu biaya yang layak. Perawatan statistik hasil yang peroleh sepanjang program dapat membantu menentukan titik di mana cukup contoh telah dikumpulkan . Masing-masing jenis bijih dari lapisan tanah harus diperlakukan secara terpisah, dan jika ; nilai-nilai tersebut dengan leluasa dihubungkan, dengan metoda geostatistical untuk mengambil fakta ini dalam pertimbangan yang lebih sesuai. nilaiDistribusi di (dalam) banyak orebodies adalah tidak normal, tetapi dengan hasil yang suatu porsi [yang] penting yang terdapat dalam orebody mungkin (adalah) diwakili oleh minoritas distribusi/pembagian tersebut. Nikel menyusun/menilai dari suatu pola teladan

test melubangi pada Cerro Matoso menunjukkan distribusi [yang] skewed ditunjukkan di (dalam) histogram di (dalam) Gambar III-6A. Bagaimanapun, dari dengan menggunakan logaritma dari nilai-nilai, data dapat Ubah ke dalam agihan normal [itu] ( log-normal distribusi) yang ditunjukkan oleh garis lurus pada [atas] suatu frekwensi kumulatif yang direncanakan pada batang kayu yang ditutupi kertas ( Gambar III-6B). Dalam deposit/endapan emas pada umumny tidaklah biasa sebanyak 50 persen, 90 persen dari total emas terdapat di deposit/endapan untuk diwakili oleh lebih sedikit dibanding 20 persen ( atau bahkan waktu sedikit [seperti/ketika] 5 persen) tentang contoh nilaiyang paling tinggi. Suatu perhitungan rata-rata nilai-nilai ini akan, tentu saja, jadilah terpengaruh oleh minoritas nilai yang sangat tinggi menghasilkan. " potongsn" pengujian kadar logam bermutu tinggi dikembangkan dalam percobaan untuk menghilangkan resiko penyimpangan diperkenalkan oleh masalah ini. Sebagai " peraturan yang keras", jika lebih dari I0X ke 20X persen dari total nilai suatu deposit/endapan diwakili oleh X persen jumlah populasi contoh, penggunaan nilai-nilai ini untuk penilaian harus didekati dengan perhatian ekstrim ( I.. Parrish, 1993, komunikasi pribadi). Sebagai contoh, jika lebih dari, 20%- 40% total nilai diwakili oleh lebih sedikit dibanding 2% tentang populasi contoh, penempatan, keandalan analitis, pengaturan mengenai lapisan tanah, recoverabilas dan distribusi statistik dari contoh individu [yang] berisikan ini 2% harus diuji, dan laporan yang akhir perlu dengan jelas menyatakan bagaimana contoh ini telah ditangani di (dalam) prosedur penilaian. Dalam permukaan lubang/galian menghasilkan asuatu ukuran yang bermutu tinggi Porgera yang tersimpan di Papua Guinea Baru menyediakan suatu contoh efek/pengaruh beberapa contoh bermutu tinggi dapat mempunyai keseluruhan rata-rata. Dalam area yang bermutu tinggi, 3051 2?meter dari 46 lubang latihan permukaan mempunyai individu menilai berkisar antara 0. 1 G/T Au bag 3500 glt. Sekitar 50 persen contoh mempunyai nilailebih sedikit 0.7 glt, tetapi 5 contoh nilaipaling tinggi mempunyai suatu rata-rata nilai2157 glt, ( Chainpigny dan Amstrong, 199 1). lle perhitungan rata-rata dari semua 3051 contoh adalah 9.7 g/t Au, tetapi hanya 6.4 g/t jika lima nilai-nilai paling tinggi dihapuskan. lle lima contoh menghadirkan kurang dari 0.2 persen [menyangkut] populasi contoh. tetapi akan menyebabkan suatu peningkatan di atas 50 persen di (dalam) rata-rata nilaijika tercakup di kalkulasi itu. Data dari suatu epithermal emas deposit/endapan yang bermutu tinggi serupa ditunjukkan oleh histogram dan diagram frekwensi kumulatif di (dalam) Figur III-7A dan III-7B. Di (dalam) kejadian ini, data yang nyata ditunjukkan pada [atas] diagram frekwensi yang kumulatif ketika lingkaran terbuka. Mereka tidak jatuh pada suatu garis lurus dan adalah, oleh karena itu, tidak membukukan secara normal membagi-bagikan. hasil ini Kaleng, bagaimanapun, diubah lebih lanjut ke dalam tiga satuan parameter lognormal distribusi oleh penambahan suatu tetap bagi semua sekolah dasar. Pada [ Gambar III-7B, suatu garis lurus telah dikembangkan oleh penambahan suatu tetap untuk 0.20 g/t Au, sepert ditandai oleh titik yang padat [itu]. Adalah penting, tentu saja, untuk meyampaikan salam ke mengurangi nilai ini lagi di penyelesaian dari kalkulasi.

Penggunaan . seperti (itu) perubahan bentuk dari pengujian kadar logam data mentah adalah ingenious, tetapi tidak dengan seketika memecahkan permasalahan dalam menentukan rata-rata pengujian kadar logam menghasilkan itu adalah batang kayu [yang] secara normal membagi-bagikan. Rata-Rata suatu populasi yang dibagikan dapat diperkirakan menggunakan ' t' estimator ( Sichel, 1952; lihat juga Hazen, 1967, dan Hubungkan, et al., 197 1). Perkiraan seperti itu adalah lebih sedikit dipengaruhi oleh beberapa nilai-nilai sangat tinggi dibanding akan benar untuk suatu perhitungan lurus/langsung rata-rata menyangkut data yang sama [itu]. Rata-Rata nilaidiperkirakan dengan perkalian cara geometris menyangkut distribusi oleh suatu faktor mengambil dari tabel yang dikembangkan oleh Sichel (1966) yang didasarkan pada batang kayu perbedaan dan banyaknya contoh. Sebagian dari tabel ini dapat juga ditemukan di (dalam) Rendu ( 1981). Jika populasi yang dimasalahkan tidaklah sungguh-sungguh log-normal, Sichel estimator sering menaksir terlalu tinggi dari harga rata-rata yang benar, terutama sekali jika populasi dipotong pada bagian ujungnya . Sichel juga telah menyajikan satu set analisator tabel kepada Siswa ' t' tabel untuk menentukan kepercayaan membatasi pada perkiraan log?normally distributed data. Sebagai tambahan terhadap dengan keras mathematical pendekatan, beberapa " memotong" prosedur biasanya digunakan di (dalam) penilaian deposit/endapan emas untuk mengurangi penyimpangan disebabkan oleh beberapa pengujian kadar logam nilainilai [yang] tinggi. Pada pokoknya, pengujian kadar logam menilai di atas ambang pintu ditentukan dikurangi menjadi beberapa nilai yang lebih rendah. biasanya Digunakan " ambang pintu" adalah ( Burung, 1991): a) Semua pengujian kadar logam menilai lebih besar dibanding 1 ozlton arbitrarily dikurangi menjadi 1 oz/ton. b) Semua nilai-nilai di atas 95% menunjuk pada [atas] suatu cumula tive frekwensi alur cerita dikurangi menjadi nilai ini. c) Semua nilai-nilai yang lebih besar dibanding dua kali lebih simpangan baku yang lebih rata-rata nilai dikurangi menjadi nilai ini. d) Semua nilai-nilai yang lebih besar dibanding empat atau 5 kali rata-rata nilai dikurangi menjadi nilai ini. e) Semua nilai-nilai yang lebih besar dibanding nilai di mana suatu ekor [tergoda/ kasar] mulai mengerjakan gradelfrequency histogram dikurangi menjadi nilai ini. Histogram dan diagram frekwensi kumulatif adalah juga bermanfaat di (dalam) menentukan apakah lebih dari satu populasi berharga terjadi di dalam orebody [adalah] suatu faktor penting sekali dalam persediaan penilaian. Diagram bukanlah, bagaimanapun, [yang] sangat bermanfaat ketika mereka sederhananya didasarkan pada semua pengujian kadar logam menilai dari tertentu pengeboran program., Dua populasi dapat ditemukan dalam hampir tiap nilai yang sesuai dengan orebody, dan latar belakang menilai di luar batas dari mineralisasi. Walaupun genggaman perusahaan seperti itu menyangkut yang jelas nyata barangkali memuaskan dari suatu sudut pandang statistik, kesimpulan ini dengan susah arti praktis.

kumpulan beberapa karakteristik mineral ( yaitu. Di (dalam) Tabel II-B di (dalam) bab yang sebelumnya. Kehadiran dua populasi dengan jelas ditandai oleh keduanya memisahkan keserongan [menyangkut] alur cerita frekwensi yang kumulatif. Kedua histogram . dan kemungkinan meramalkan dan alam[i] dari tiap boleh bertukar-tukar dengan sangat. suatu jenis bijih). 1992) menggambarkan batu karang jenis. Ketika dibahas oleh Ristorcelli dan Prenn. ( 1994). kontak antara kedua zone terjadi dekat 219 kaki di (dalam) latihan melubangi 120 dan dekat 420 kaki di (dalam) lubang 124. ada sangat utama tiga jenis kontak dilibatkan di (dalam) sumber daya estimasi geologic. dan ekonomi. dibanding/bukannya perihal suatu cadangan ekonomi. populasi mengenai lapisan tanah berbeda. ke tiga jenis boleh atau tidak boleh bersamaan waktu. Mereka meliputi lithologic dan batasan-batasan formasi. Keseluruhan volume dari suatu orebody digambarkan oleh batas yang sebelah luar dari mineralisasi ekonom kontak antar[a] bijih dan barang sisa. dan menjadi kontak yang secara normal digambarka pada bagian atas peta mengenai lapisan tanah. yang secara normal mengacu pada batas dari kejadian dari konsentrasi penting [menyangkut] mineral(s) atau metal(s) tentang minat. dan tidaklah digambarkan dengan hanya suatu pengujian kadar logam penggalan. . Hal Ini sesungguhnya. Nilai rendah Interval terjadi dalam dan akan ditambang . Di (dalam) Gambar 111-9 data telah dibagi lagi ke dalam zone nilaitinggi dan rendah atas dasar suatu kontak mengenai lapisan tanah yang ditandai oleh suatu perubahan kasar menurut golongan. kontak mineralogic menggambarkan batas dari sumber daya mengenai lapisan tanah.Data dari keseluruhan zone upah dalam San Juan placer deposit/endapan ditunjukkan pada atas histogram dan diagram frekwensi kumulatif dalam Figur III-8A dan III-8B. Secara umum. mineralogic. menggambarkan batas suatu jenis mineral atau suatu daerah mineral terdiri dari populasi tunggal. manapun perkiraan cadangan mulai dengan suatu penilaian [menyangkut ukuran dan bentuk dari orebody. semua dari yang harus dipertimbangkan di (dalam) evaluasi tentang segala deposil Gantung pada deposit/endapan yang spesifik. menunjukkan bahwa cakupan di (dalam) kedua populasi . permukaan kesalahan dan semacamnya. Kontak Mineralogic Suatu kontak mineralogic. dan oleh bahu pada histogram tersebut. dan boleh atau tidak boleh mengendalikan atau membatasi mineralisasi [bunga/minat]. Bab IV Ilmu ukur ( Volume) Walaupun mungkin nampak seperti memukul dengan keras yang jelas nyata. tetapi kesalahan gross dalam persediaan kaleng penilaian sering dikalkir untuk suatu pandangan yang salah [menyangkut ukuran membentuk dari penyimpanan yang dimasalahkan. Langkah ini adalah diri jelas. dan interval bermutu tinggi sekalikali terjadi di (dalam) zone/wilayah tersebut. dan dalam konteks sumber daya. Kontak lapisan tanah (geologi) Kontak ini ( batas Vallde yang utama.

dan karenanya suatu pandangan yang salah mengira menyangkut ilmu ukur . dan boleh atau tidak boleh bersamaan dengan suatu penggalan ekonomi. dan membuat batas sebelah luar dari orebody sensu stricto ( pengujian kadar logam dinding atau batas Vallde sekunder. kontak yang ekonomi boleh meliputi lebih dari satu jenis bijih mineralogic. Kontak Ekonomi Suatu penggalan ekonomi menghadirkan batas material secara ekonomis menguntungkan. dan banyak dari kesalahan dalam penilaian melalui asumsi salah mengira mengenai kesinambungan mineralisasi. Jenis penafsiran ditandai di (dalam) Gambar IV-2. mengambil dari Nobel ( 1992b) adala didasarkan pada kehidupan nyata contoh ( e. deposit/endapan yang ditafsirkan akan tersedi pada suatu lubang (galian) kecil operasi terbuka deposit/endapan yang nyata tidak sampai secara ekonomis sama sekali.Suatu kontak mineralogic boleh atau tidak boleh bersamaan dengan suatu batas mengenai lapisan tanah. Dalam banyak kejadian. Ddalam banyak deposit/endapan. masing-masing [di/yang mana] mempunyai karakteristik beda dan. posisi dari suatu kontak ekonomi di setiap sekejap/saat tertentu tergantung pada kedua-duanya biaya usaha dan harga komoditas. 1992). projectabilas dari tiap bidang-kontak antar manapun dua poin-poin dikenal ( dan karenanya definisi dari volume terlampir yang terus meningkat seperti berasal dari lapisan tanah ke mineralogic . dan akan berbeda menurut waktu. . beradaptasi dari Ristorcelli dan Prenn ( 1994) menggambarkan hubungan dari tiga jenis kontak di dalam deposit/endapan tunggal. mungkin tidak sesuai dengan baik aeolooic maupun kontak mineralogic di dalam area deposit/endapan. Gambar IV-1. tetapi akan juga mendorong kearah suatu tambahan yang tidak sesuai dengan rencana. Ristorcelli dan Prenn. Suatu perkiraan cadangan berdasar pada geologi dari ditafsirkan. harus diperkirakan secara terpisah. seperti sebelumnya dibahas. 1994). suatu corak di (dalam) perkiraan cadangan adalah suatu penilaian yang berkesinambungan menyangkut kontak itu antara poin-poin data yang dikenal. dan sunggung sering meliputi hanya sebagian dari volume material yang digambarkan oleh kontak yang mineralogic [itu]. Sedemikian. Dengan yang manapun ke tiga jenis kontak. Sunggung sungguh-sungguh. tidak akan hanya dengan ramai.g.

Menurut Carras. b. tujuan perhitungan 4. Metode rata-rata / blok geologi • • • Pada perhitungan ini ketebalan tidak begitu penting Metode ini akurat untuk semua endapan dengan perbedaan ketebalan yang kecil. Metode penampang Tubuh endapan dibagi sesuai dengan bagian geologinya pada sepanjang garis pemboran. Tingkat ketelitian Metode-metode perhitungan sumber daya adalah a. rumus membaji – jika blok meruncing pada satu garis V = A/2 x L 3.metode perubahan bertahap Perhitungan volume menggunakan rumus: 1. geologi dari endapan 2. Metode kontur . Metode ini dibagi : . 1984 Pemilihan metode endapan tergantung pada : 1. rumus frustum V = L/3 x (A1 + A2 + √A1A2) Rumus ini tidak akurat untuk endapan yang mambaji rumus prismoidal V = (A1+4Am + A2) L/6 c. kepadatan data 3. rumus kerucut – jika blok meruncing pada kerucut V = A/3 x L 4.metode perubahan berangsur . rumus end area V = A1 + A2 x L 2 Untuk beberapa bagian V = (A1 + 2A2 + 2A3 + ………An) L/2 2.

• Rata-rata tingkatan bisa dihitung dengan penggambaran peta kontur dan dengan bobot masing-masing daerah dengan tingkatan kontur.. Penyelesaiannya : g = g0A0 + g/2 (A0 +2A1+ 2A2+….• Data digunakan untuk membuat kontur dengan interpolasi titik-titik yang telah diketahui nilainya. Rumus frustum A1 = area M1 = metal = grade x area A2 = area M2 = metal = grade x area . d. Metode kontur hanya digunakan hanya jika pada endapan terdapat perubahan ketebalan dan tingkatan serta rumit dengan endapan yang tidak menerus. Metode poligon • • Pada metode ini semua faktor menentukan titik pasti dari perluasan separuh endapan mineral dengan penambahan dan bentuk titik sekitar daerah pengaruh. Volume dihitung dengan mengukur tiap-tiap daerah dengan interval kontur dan menggunakan perhitungan volume yang telah ada.An) Dimana : g0 adalah tingkatan terendah endapan g adalah tingkatan interval konstan antar kontur A0 adalah daerah dari endapan dengan tingkatan g0 dan yang tertinggi A1 adalah daerah dari endapan dengan tingkatan g0 +g dan yang tertinggi A2 adalah daerah dari endapan dengan tingkatan g0 +2g & yang tertinggi Data yang dibutuhkan adalah : • • • data yang cukup adanya data densitas adanya pembagian data Ketika data tidak terbagi dengan rata maka dapat menimbulkan masalah. Peta produksi menunjukan daerah yang kaya dan sedikit endapan.

IDS. Inverse distance cubes Rumus umumnya adalah Inverse distance G = (1/d1)g1 + (1/d2)g2 +………(1/dn)gn (1/d1) + (1/d2) +……………(1/dn) Inverse distance squared G = (1/d12)g1 + (1/d22)g2 +………(1/dn2)gn (1/d12) + (1/d22) +……………(1/dn2) Inverse distance cubes G = (1/d13)g1 + (1/d23)g2 +………(1/dn3)gn (1/d13) + (1/d23) +……………(1/dn3) . Inverse distance squared 3. Penyelesaiannya dengan menggunakan metode yang berdasarkan jarak dari blok sampel. Metode ID (inverse distance) : ID. Inverse distance 2. Umumnya metode jarak ditekankan pada : 1.V = L/3 x (A1 + A2 + √A1A2) The metal M = 1/3 ((M1 + M2 + √M1M2) G = m/v Untuk metode prismoidal V = L/6 x (A1 + 4A2 + A3) M = 1/6 x (M1 + 4M2 + M3) G = m/v Catatan : rumus ini hanya mendekati e.IDC • • Melihat masalah dari perkiraan tingkatan blok dari data sekitar.

dan biaya-biaya dilibatkan. c. Metode-metode perhitungan cadangan adalah a.Kuzvart dan Bohmer (1986). dalam bukunya Prospecting and Exploration of Mineral Deposit. Metode blok geologi b. . Setelah akhir dari explorasi. Perhitungan cadangan endapan melayani untuk kebutuhan dari perencanaan jangka panjang exploitasi. Metode statistik • - Metode Blok Geologi metode ini digunakan berdasarkan penentuan blok dan pada endapan yang homogen - prosedur kerjanya adalah menentukan batasan endapan yang dipilih : penentuan batas dari blok geologi. Metode blok eksploitasi c. Hasil perhitungan cadangan sebelum akhir exploitasi melengkapi pertimbangan untuk menghentikan operasi tambang dan memberi suatu gambaran dari cadangan yang tersisa. Metode segitiga e. b. Metode penampang f. menyebutkan bahwa : Tujuan dari perhitungan sumber daya sendiri adalah : a. Metode poligon d. pengukuran area dari blok dan koreksi penyimpangan. e. cadangan yang dihitung merupakan basis utama untuk suatu penilaian potensi dari endapan. apakah explorasi lebih lanjut akan bersifat bermanfaat. Orang yang melakukan perhitungan cadangan suatu endapan pada exploitasi melayani untuk analisa tentang pengurangan atau peningkatan dari cadangan dan untuk kendali penambangan d. Perhitungan cadangan pada suatu explorasi terperinci menghadirkan basis suatu keputusan apakah untuk menetapkan usaha penambangan dan untuk menaksir perlunya penanaman modal. Metode isoline g.

menyebutkan bahwa : Pada Cekungan Kalimantan Timur lingkungan pengendapan batubara dikaitkan dengan dataran banjir pada lingkungan delta yang berangsur selama waktu Miosen. Nining S.11 juta ton tertambang.). menyebutkan bahwa : Dalam tabel karakteristik cekungan batubara di Indonesia Cekungan Kutai Kalimantan Timur berumur Miosen dengan tipe cekungan Continental Margin dengan Formasi pembawa batubara adalah Formasi Pulau Balang dan Balikpapan dengan lingkungan pengendapan Fluvial Deltaic dan jumlah sumber daya 8.484. pada Miosen akhir pada Formasi Balikpapan 19 lapisan batubara teridentifikasi dengan susunan interval ketebalan 500 m (Leeuwen. Metode ini sering digunakan dalam perhitungan cadangan. Cook.perhitungan nilai rata-rata dari parameter. kandungan sulfur rendah tetapi ada yang sampai 1 % . Bukin D. • Metode statistik metode ini berdasarkan pada penentuan kuantitas cadangan perunit area metode ini dapat diterapkan pada endapan tidak beraturan. Koesoemadinata. . (2000). kecilnya kesinambungan lapisan.Kandungan moisture yang tinggi dengan tak terpisahkan dibanding batubara Paleogene. maka dapat diterapkan pada berbagai jenis endapan dan pada sistem eksplorasi yang berbeda. dalam Coalification of Indonesian Coal. Lapisan batubara tebal. perhitungan kubus.C.N dan A. (2000) dalam Tectono-Stratigraphic Framework of Tertiary Coal Deposits of Indonesia. dan daya kalori rendah (> 6000 cal/gr. perhitungan cadangan endapan dan komponen yang berguna untuk masing-masing blok metode blok geologi sangat direkomendasikan karena universal. Pada Cekungan Kutai lapisan batubara terbentuk pada lingkungan delta dari Formasi Balikpapan dan Pulau Balang pada Miosen. 1988).

dalam kutipan Kuncoro. Muta’alim. yaitu Formasi pulau Balang da Balikpapan yang diendapkan pada periode Miosen Tengah sampai dengan Miosen atas. 4) Lingkungan upper delta plain – fluvial : lapisan batubaranya tebal. lapisan batubara terbentuk sebagai tubuh-tubuh pod-shaped pada bagian bawah dari dataran limpah banjir yang berbatasan dengan channel sungai . bentuk lapisan ditandai oleh hadirnya splitting oleh endapan creavase splay.Fatah Y. bentuk lapisan melembar karena dipengaruhi tidal channel setelah pengendapan atau bersamaan dengan proses pengendapan. maka dapat dibagi atas : 1) Lingkungan back barrier : lapisan batubaranya tipis. pola sebarannya memanjang sejajar sistem penghalang atau sejajar jurus perlapisan. tetapi kemenerusan secara lateral sering terpotong channel bentuk lapisan batubara 3) Lingkungan transitional lower delta plain : lapisan batubaranya tebal . menyebutkan bahwa : Berdasarkan karakteristik lingkungan pengendapan batubara. A.Supriatna S. dalam buku Teknologi Pertambangan Di Indonesia. Ditandai oleh perkembangan rawa yang ekstensif. Struktur geologi yang dijumpai adalah perlipatan dan sesar naik. (1995). Horne. pola sebarannya umumnya sepanjang channel atau jurus pengendapan. (1996) pada buku Model Pengendapan Batubara Untuk Menunjang Eksplorasi dan Perencanaan Penambangan. 2) Lingkungan lower delta plain : lapisan batubaranya tipis. endapan batubara yang terdapat di dalam Formasi Balikpapan menyebar dari selatan-utara dengan kemiringan barat-barat daya (berkisar 21°-25°). tersebar meluas cenderung memanjang jurus pengendapan . menyebutkan bahwa : Pada wilayah BBE terdapat dua formasi pembawa batubara. Splitting juga berkembang akibat channel kontemporer dan washout oleh aktivitas channel subsekuen. (1978). Lapisan batubara tersebar meluas dengan kecenderungan agak memanjang sejajar dengan jurus pengendapan.

keputusan mendirikan usaha pertambangan.perencanaan pengembangan atau perluasan eksplorasi. sistem eksplorasi. . dalam pemilihan metode tergantung pada kondisi geologi endapan mineral. . . Oleh karena itu. Adalah tidak mungkin melaksanakan usaha penambangan (seperti efisiensi pada pengolahan dari produktivitas kerja penambangan). tanpa adanya perhitungan cadangan yang akurat. ketebalan. nilai ekonomi. cadangan perlu diketahui secara baik dan benar karena hasilnya untuk tujuan pada: 1.sebaran kualitas dan sekaligus kuantitas.evaluasi pada akhir setiap tahap eksplorasi. kedalaman. Oleh karena itu.. kadar. menentukan: . Hal ini didasarkan oleh faktor struktur geologi. Menurut Kuncoro (1996) Perbedaan pada berbagai metoda perhitungan cadangan dan kalaupun ada perbedaan hanya berupa sedikit modifikasi dari sesuatu yang sangat urnum. tetapi kemenerusan secara lateral sering terpotong channel atau sedikit yang menerus. Tahap eksplorasi. Sebarannya meluas cenderung memanjang sejajar kemiringan pengendapan. dan faktor ekonomi. Perbedaan dari berbagai metoda perhitungan cadangan biasanya dibedakan menurut penentuan perhitungannya yang dipisahkan menjadi bagian-bagian atau blok. Berdasarkan kendali lingkungan pengendapannya. dan kemampuan menghasilkan endapan mineral yang mempunyai nilai ekonomis. metode perhitungan cadangan harus dapat menghitung dengan cepat. bentuk batubara ditandai hadirnya splitting akibat channel kontemporer dan washout oleh channel subsekuen. kuantitas. dipercaya.perencanaan eksploitasi . Pada prinsipnya. penambangan.lapisan batubaranya relatif tebal. dan lapisan penutup.bermeander. . hasil perhitungan. maka lingkungan back barrier dan lower delta plain cenderung tipis batubaranya. Sebaliknya pada lingkungan transitional lower delta plain dan upper delta plain-fluvial. MAKNA PERHITUNGAN CADANGAN Usaha untuk menentukan kualitas. dan mudah dilakukan cek ulang.

bentuk. -Jumlah dan spesifikasi tenaga kerja -kendali kualitas. 3. -pemasaran.metode pengolahan dan perancangan pabrik.etode eksplorasi Ada beberapa pilihan metode eksplorasi yang biasa dilakukan. pemanfaatan maksimal semua data faktual hasil eksplorasi adalah sangat penting. . dan lintasan cross section. -peralatan tambang . Tahap eksploitasi. . M. sebaran. antara lain secara acak.2.produksi dan umur tambang. 4. Tujuan dan tahapan kegiatan . Kelengkapan dan tingkat kepercayaan data Kelengkapan dan kepercayaan data eksplorasi. serta kemampuan personil. grid. -analisa penyusutan atau pertambahan cadangan dan kendali penambangan (mining control). Kondisi geologi endapan mineral Pemahaman pengetahuan geologi suatu endapan mineral adalah pen ting untuk ukuran. Oleh karena itu. maka akan berakibat pada kelebihan data yang tidak diperlukan. . tergantung dari sistem dan metode eksplorasi. Kriteria pemilihan metode perhitungan cadangan Pada prinsipnya kriteria pernilihan metode perhitungan cadangan tergantung kepada 1. menentukan: . dan kadar .kebutuhan permodalan (investasi). atau kualitas 2. kemenerusan.perhitungan pajak.alasan operasi penambangan dihentikan dan memberikan gambaran cadangan yang tertinggal. Apabila perencanaan eksplorasi tidak baik dan eksplorasi dilaksanakan secara berlebihan.

-kemenerusan tubuh endapan mineral sepanjang jurus dan kedalamannya. -anggapan atau interpretasi perubahan yang seragam dari unsur-unsur dasar. Semua ini di sebabkan karena hipotesa yang diyakini mengenai: -kejadian dari endapan mineral. Tingkat ketelitian Tingkat ketelitian adalah derajat kebenaran yang dikehendaki dan tergantung kepada sistem eksplorasi. Kesalahan teknis Biasanya terjadi karena kurang sempurnanya alat dan teknik yang digunakan untuk menentukan semua variabel.Jika perhitungan cadangan hasilnya dipelukan segera dan masih bersifat awal untuk perkiraan secara umum. bentuk geometri tubuh endapan mineral. yaitu: -Jenis dan kerapatan pengambilan contoh. -Penentuan ketepatan data dari sudut pandang geologi. macam pola sebaran. faktor-faktor kesalahan. yaitu: 1. dan kategori cadangan. rnaka metode sederhana dapat dipergunakan karena tidak memerlukan peta-peta khusus. 2. 5. Kesalahan harus dikoreksi untuk menghindari kenaikan atau pernurunan nilai. Kesalahan interpretasi Kesalahan Interpretasi sering disebut dengan kesalahan analogi dan kesalahan ini sangat tergantung pada pengalaman ahli geologi eksplorasi. maka diperlukan perhitungan yang lebih lengkap dengan memperhatikan sistem penairibangan yang akan digunakan. karena kesalahan . KESALAHAN DALAM PERHITUNGAN CADANGAN Kesalahan dalam perhitungancadangan dapatdibagi ke dalam tiga kelompok. Apabila perhitungan cadangan untuk tujuan perancangan tambang. -anggapan adanya kesamaan kondisi geologi terhadap endapan yang lain.

Kebenaran dan kelengkapan pengetahuart dari geologist dalam mempelajari endapan mineral. Sesuai dengan metode matematik yang digunakan. yaitu.variabel akan mempengaruhi perhitungan batas suatu tubuh endapan mineral dan berakibat pada kesalahan ukuran dan nilai cadangan endapan mineral. Tebal Ketebalan dapat diukur antara lain dari data pemboran. a) Planimeter Minimal dilakukan 2 kali dengan arah yang berlawanan dan hasil pembacaan yang dapat diterima bila variasi pembacaan di bawah. cara mengukur tebal. Luas Meliputi luas vertikal maupun horisontal dan pengukuran luas dapat dilakukan secara langsung maupun tak langsung: . 4. penampang. Kesalahan analitis Kesalahan analitis terjadi akibat kesalahan pembagian blok yang tidak seimbang sesuai hukum rata-rata. cadangan yang dapat dipercaya bergantung kepada: 1.Langsung. Kepadatan data dapat dipercaya sebagai data dasar. Dapat sebagai asurnsi untuk mempelajari variabel dalam melakukan interpretasi. Pada kegiatan penambangan. floor. sehingga berakibat pada kesalahan perhitungan cadangan. 3. ketebalan diukur langsung dari tempat endapan mineral tersebut diternukan. atau logging. Untuk batubara periu memperhatikan roof. parting. perhitungan skala pada peta.2% dari rata~ . PARAMETER PERHITUNGANCADANGAN Parameter perhitungan cadangan suatu endapan mineral meliputi: 1. 3. 2. Oleh karena itu. pengukuran langsung. 2.

rata. ketebalan dan SG (specific gravity) yang sama.Metode aritmatik sederhana atau rata-rata perhitungan. Kadar . setiap titik merupakan pusat dari suatu luasan tertentu yang sama Jaraknya. Penentuan kadar suatu endapan mineral merupakan kegiatan yang kritis dan penting. • pola garis sejajar. Di dalam perhitungan cadangan dipergunakan perhitungan kadar rata-rata dari endapan mineral dan hasil perhitungan rata-rata yang diperoleh dibandingkan dengan cut offgrade yang berlaku. 3. bujur sangkar. b)Template • po!a bujursangkar. misal dengan metoda koordinat.yaitu dengan anggapan seluruh blok mempunyai faktor luas. Pada batubara. sehingga memerlukan banyak pertimbangan karena kandungan kadar suatu endapan mineral tidak selalu sama. . dan trapesium. merupakan ukuran luas yang sama dari garisgaris sejajar yang dibandingkan dengan skala. korelasi adalah proses yang sangat penting dalam penentuan luas sebaran batubara. nnemerlukan beberapa pertimbangan pembobotan. • pola titik. misal segitiga. persegi empat. yaitu dengan anggapan seluruh . Untuk menghitung kadar rata-rata endapan mineral.Pembobotan tebal (rata-rata ketebalan).Tidak langsung Dihitung dari data survai. setiap bujursangkar mempunyai nilai satuan luas tertentu. . c) Perhitungan geometri Bentuk-bentuk tidak beraturan dibagi menjadi beberapa bentuk geometri sederhana. .antara lain: .

Oleh karena itu. penambangan. kedalaman. . Pada prinsipnya.. Oleh karena itu. . dan lapisan penutup.Pembobotan luas (rata-rata luas). metode perhitungan cadangan harus dapat menghitung dengan cepat. ME TODA PERHITUNGAN CADANGAN Telah banyak dikernukakan mengenai berbagai metoda perhitungan cadangan dan kalaupun ada perbedaan hanya berupa sedikit modifikasi dari sesuatu yang sangat urnum. . sistem eksplorasi. Perhitungan faktor-faktor berat tersebut diatas dapat ditentukan dari hasil analisa di laboratorium atau dari penambangan percobaan.. dalam pemilihan metode tergantung pada kondisi geologi endapan mineral. Batas blok geologi terutama berdasarkan pada prinsip-prinsip geologi yaitu: .Pembobotan tonase (rata-rata berat). blok mempunyai faktor luas dan SG yang sama. Hal ini didasarkan oleh faktor struktur geologi. dimana blok geologi digambarkan pada sebuah peta dari hasil interpretesi data eksplorasi. dan faktor ekonomi. kadar. yaitu dengan anggapan bahwa kadar dan SG pada suatu blok berbeda. Berat Berat dalam setiap satuan volume suatu endapan mineral banyak digunakan dalam perhitungan cadangan. dipercaya. yaitu dengan anggapan seluruh blok mempunyai faktor SG yang sama. nilai ekonomi. Metode Geological Blocks Metoda ini telah lama dikembangkan oleh para ahli. ketebalan. yaitu dengan anggapan seluruh blok mempunyai faktor ketebalan dan SG yang tetap tetapi faktor luas yang berbeda. 4. perhitungan volume dan perubahan dari volume ke tonase dengan memperhatikan SG-nya perlu mendapat perhatian.Pembobotan volume (rata-rata volume). dan mudah dilakukan cek ulang Perbedaan dari berbagai metoda perhitungan cadangan biasanya dibedakan menurut penentuan perhitungannya yang dipisahkan menjadi bagian-bagian atau blok.

. Metode blok geologi banyak dipakai karena dapat diterapkan pada berbagai jenis endapan mineral dan pada bermacam sistem eksplorasi yang sedang dilaksanakan.dapat pula ditambahkan pertimbangan faktor morfologi. . Interval penampang dapat sama atau bervariasi sesuai dengan keadaan geologi dari persyaratan penambangan. maka dapat ditentukan beratnya. yaitu: . Prosedur metode ini relatif sederhana. pelapukan atau oksidasi. . dan batas konsesi administratif.variasi ketebalan atau kadar. . .dengan memperhatikan faktor SG. .membagi ke dalam blok-blok geologi. tetapi faktor subyektif geologist (personal interpretation) lebih berperan dibandingkan dengan pengamatan obyektif kondisi geologi maupun hasil pengambilan contoh. Gabungan metode ini dengan metode cross section sering digunakan untuk perhitungan cadangan. metoda penambangan yang akan ditetapkan. dan kerapatan data. Meskipun ketepatan perhitungan cadangan tergantung pada jenis endapan mineral.m.. kemudian tentukan volumenya.batas sebaran alamiah seperti sesar dan singkapan endapan mineral di permukaan.diukur luas area setiap blok dan dikoreksi faktor kesalahan pengukuran. . kemungkinan pemanfaatan. Metode cross section atau geological section Metode ini membagi tubuh endapan ke dalam blok-blok dengan konstruksi penampang geologi pada interval-interval sepanjang garis melintang atau paaa level yang berbeda sesuai kerja eksplorasi .embatasi sebaran endapan mineral. kedalaman. jumlah blok.dihitung nilai rata-rata ketebalan.

Metode standard (a gradual change method) Berdasarkan pada kaidah perubahan berangsur. Setiap blok bagian dalam dibatasi oleh dua penampang dan batas samping yang tidak beraturan.Berdasarkan pada cara konstruksi blok. Keuntungan metode cross section dapat menggambarkan keadaan geologi endapan mineral. Metode ini disebut juga metode area of influence. tetapi menuntut analisa bentuk dan ukuran penampang guna menentukan rumus yang tepat. 2. Oleh karena itu. Metode polygon Metode ini menggunakan bentuk prisma poligon . tidak sejajar. Metode linier (a step change) Berdasarkan kaidah titik-titik terdekat. maka ada 2 modifikasi metode cross section. panjang yang sama dengan jarak setengah dengan bagian yang berdampingan. prosedurnya cepat. . sering pula pada endapan yang berbentuk perlapisan atau endapan placer. vertikal. Penampang dapat sejajar. Metode ini cocok untuk perhitungan cadangan pada endapan placer. yaitu 1. perbedaannya dengan metode blok geologi adalah jika faktor geometrik blok tidak diperhitungkan Metode ini lebih didasarkan pada anggapan teoritis daripada pertimbangan geologi maupun penambangannya. Pada bagian tepi blok terdiri dari satu penampang dengan Batas samping yang tidak rata. Metode ini merupakan pilihan yang tepat untuk endapan mineral ysng seragam. Setiap blok dibatasi oleh satu penampang dan mempunyai.Batas perluasan tiap lubang bor adalah setengah jaraknya diantara garis vang menghubungkan dua lubang bor terdekat. caranya: . dan sederhana. . masih memerlukan suatu perencanaan yang tepat serta penampang memanjang karena belum memberikan gambaran bentuk tubuh endapan mineral serta perubahan variabel pada masing-masing blok.horisontal atau miring.

mangan. Perhitungan. .mudah diterapkan pada semua jenis endapan mineral. misal batubara. poligon. metode geostatistik. endapan placer.pembobotan assay berdasarkan luas atau volume.Masing-masing luas poligon ditentukan oleh kadar dan tebal dari lubang bor disamping-sampingnya dalam satu poligon. Oleh karena itu. . .tonasenya.penambangan cadangan dengan kadar tinggi. Kesalahan akan menjadi sangat besar bila metode ini diterapkan secara tidak hati-hati. dan berat dipertimbangkan secara konstan pada tiap-tiap blok dengan sistem eksplorasi pola grid. EVALUASI METODE PERHITUNGAN CADANGAN KLASIK Secara garis besar metode perhitungan cadangan dapat dibagi menjadi metode klasik (metode geometris. dan metode pembobotan jarak (distance weighting methods). Keuntungannya: . .penetapan daerah pengaruh dari suatu contoh.dapat disesuaikan dengan mudah.penafsiran geologi. Pembahasan di atas termasuk ke dalam kategori perhitungan cadangan klasik yang merupakan metode tertua dan umum digunakan di dalam industri pertambangan yang melibatkan faktor: . Kelemahannya . fosfat. Penerapan terbaik metode poligon apabila digunakan untuk perhitungan cadangan endapan mineral yang tabular. dan sectional). .Selanjutnya masing-masing cadangan dalam poligon dapat ditentukan . Dalam penerapannya faktor-faktor kadar. tebal.ini sering menghasilkan kesalahan perkiraan.Bila diinginkan kadar yang tinggi pada volume yang besar. lensa berukuran besar. . . dalam dunia pertambangari yang di tambang biasanya adalah cadangan yang berkadar tinggi dengan luas poligon yang tertentu (dibatasi). vein yang tebal. metode . dan stock.mudah diterapkan dan mudah dikomunikasikan serta dipahami.

maka asunisi ini tidak benar dan bukan merupakan bentuk penaksiran lokal terbaik. . . Untuk jenis endapan tertentu seperti tembaga porfir yang terpencar-pencar. . . ..Konsep pemulusan dapat salah. tetapi hanya mengalokasikan kembali endapan bijih dengan memperkecil batas kadar yang layak untuk ditambang. hasil optimal perhitungan matematis bisa didapat.2Metodegeostatistik Merupakan suatu metode pemulusan yang melibatkan langkah-langkah sebagai berikut.pembuatan variogram. tetapi kandungan bijih tidak berubah .Penentuan bobot (weighting) berdasarkan luas areal atau volume tidak eksak dan secara matematis tidak optimal. data yang tersedia untuk membuat variogram terbatas dan hampir tidak mungkin untuk dibuatkan variogram yang baik Dalam semua kasus hanya pure nugget effect yang dihasilkan (karena kurangnya data dari pemboran). Kelemahan: . sebab ada beberapa endapan mineral yang pemulusannya dapat merugikan. .6..penggunaan variogram untuk menentukan search area penentuan kadar Keuntungan: Secara teontis. Perhitungannya jauh lebih rumit dibanding metode klasik.diasumsikan bahwa kandungan dalam suatu poligon adalah konstan. pemilihan model untuk variogram tersebut.Metode geostatistik tidak menentukan adanya logam. . Untuk endapan mineral seperti ini ada area yang kadarnya tinggi dan rendah. Kontak geologi memainkan peranan penting. 11.Pada tahap studi kelayakan. karena itu perlu ditangani secara khusus. sehingga pembuatan model berdasarkan data ini masih menjadi persoalan bagi ahli geologi eksplorasi dan ahli pertambangan.

Ketebalan lapisan batubara : (a) sangat tipis. 3. apabila tebalnya < 0.Metode pembobotan jarak Keuntungan: Cepet dan mudah diterapkan dengan menggunakan komputer Parameter geometri lapisan batubara Menurut Jeremic (1985).5 m. kemiringannya berkisar 45º – 75º . (d) lapisan miring curam. 1.5-25 m. (b) tipis. (c) sedang. (e) vertikal 3. bila kemiringannya < 25º. >25 m. 2.5 m. 0.5-1.Kemenerusan lapisan batubara : (a) ratusan meter (b) ribuan meter 5-10 km dan (c) menerus sampai lebih dari 200 km . kemiringannya berkisar 25º – 45º. (c) lapisan miring. (e) sangat tebal.5 m.Kemiringan lapisan batubara : (a) lapisan horizontal (b) lapisan landai. (d) tebal.5-3. parameter geometri lapisan batubara berdasarkan hubungan dengan dapatnya suatu lapisan batubara ditambang dan kestabilan lapisannya meliputi : 1.Pola kedudukan lapisan batubara atau sebarannya : (a) teratur (b) tidak teratur 4.

88 kali yang mula-mula memperkirakan unit metal sehubungan dengan sebelum produksi cadangan. Manns dan Ellingam. Literatur ini berisi banyak sekali studi yang membandingkan endapan sebelum pengembangan dengan produksi nyata ( e. 1991. untuk meringkas beberapa pengamatan umum yang dapat digambarkan dari literatur itu. dan 11 dan 8 untuk yang sukses. yang dalam kebanyakan kejadian hasil yang ada nyata di bawah harapan asli. dan diskusi ttg pokok ini lebih lanjut adalah di luar lingkup dari teks ini. Sesuai dengan harga untuk yang tambang emas adalah 1.9. bagaimanapun.BAB X TEORI vs KENYATAAN Sepanjang yang sudah ada. Dalam Kejadian ini.08 untuk semakin sedikit yang sukses.Blackwell dan Johnson. tetapi adalah. dan bahwa fakta ini biasanya berkaitan dengan suatu kegagalan untuk mengantisipasi kompleksitas pada tubuh endapan. Suatu contoh terakhir. Bagian B.SPECIAL Vol.75 kali tonase yang diperkirakan dan 1. Tujuan dari bab ini bukanlah untuk menyajikan suatu daftar terperinci cerita kengerian. Jika tambang yang diproduksi.9 persen. yang spesifik dilaporkan oleh Birak (1992.g. Catatan. dan 2) Kemajuan di dalam teknologi dan kemampuan komputer Hal itu telah menyampaikan kepada kita bahwa pada suatu kesempatan. Mason (1993) telah mengusulkan bahwa ada dua pertimbangan utama yang menyebabkan kesalahan perkiraan cadangan yaitu: 1) Suatu ketiadaan geologi tambang yang terperinci. 1986.57 dan 1. Di dalam mempelajari ini. (termasuk pemahaman dasar geologi dari endapan)..4 persen. CIM. bukannya kepada teknik komputerisasi yang dipekerjakan di dalam proses penilaian cadangan. harga menunjukkan bahwa produksi dari unit metal tambahan yang diperlukan pekerjaan tambang suatu tonase yang tidak sebanding. bahwa pada setiap kejadian ini. et al. Bryan. Birak. 1 .373) di utara Bukit Generator menyimpan emas di Jerritt jurang yang curam Daerah Nevada. melainkan. Ada suatu istilah hukum untuk tindakan semacam ini (penipuan). Suatu studi oleh Grenier (1964) yang disimpulkan bahwa logam yang bernilai tambang yang rendah ditinjau diproduksi 3. suatu hak milik dibawa ke dalam produksi yang sederhana sebab perusahaan yang dilibatkan tertarik untuk menjadi suatu produsen aktif. 198. model blok poligon nampak meremehkan tonase ditambang oleh 14. 1992. kita sudah menekankan fakta bahwa sangat sedikit tambang yang beroperasi persis seperti peramalan. 1992). walaupun cadangan yang dimasalahkan dengan jelas tidak ekonomis suatu situasi yang nampak terutama lazim dengan kejadian emas kecil. p.1986. Clow. dan untuk menaksirkan terlalu tinggi nilai / kelas dengan 9. staff tambang merasa bangga akan fakta bahwa ketika operasi diproduksi lebih banyak logam dibandingkan dengan peramalan.

penempatan dan bentuk tubuh endapan itu. tetapi proyeksi keuangan yang asli sungguhsungguh tidak dapat disadari. tidak mungkin sama karena malapetaka seperti kesalahan pada densitas. 110 persen yang diramalkan dari 150 persen tonase yang diramalkan. lalu tidak menguntungkan seperti yang diharapkan. dan King ( 1986-Figure X-1). tahun operasi tambahan pada umumnya tidak mengganti kerugian untuk semua musim gugur yang singkat menurut golongan sepanjang awal tahun. hampir bertentangan dengan dunia antara perkiraan dan nilai-nilai yang pertama pada ketidak-mampuan ketelitian geologi menggambarkan kontak antara daerah mineral yang berbeda di dalam endapan (terutama kontak antara endapan dan barang sisa). ini berarti endapan lebih rendah tingkatannya dari yang diharapkan dan tidak adanya faktor operasional lain. Dalam kaitan dengan faktor nilai yang hadir. karakteristik yang berhubungan dengan metalurgi. walaupun secara ekonomis serius. Masalah geologi ini diperburuk oleh ketidak-mampuan dari operasi penambangan yang tepat mengikuti kontak yang benar antara endapan dan barang sisa. kesalahan kecil di dalam tujuan.Sama. Pada saat itu masalah dikenali dan peralatan tambahan yang perlu dipasang. atau ukuran. atau mungkin berkaitan dengan kesalahan geologi dasar yang diuraikan oleh Nobel ( 1992b-figure IV-1). Sebagai tambahan. dua permasalahan ini dapat mendorong kearah jumlah yang pasti dari penggantian pengurangan dan bersesuaian di dalam nilai / kelas material yang benar-benar ditambang. Yang kebetulan. Masalahnya mungkin sesederhana ketidak-mampuan untuk mengenali selama penambangan (dan mungkin tak menentu) menghubungkan antar endapan dan barang sisa. King (1986) mendiskusikan suatu situasi serupa pada Woodlawn. Bersama . seperti tambang yang diuraikan oleh Manns dan Ellingham (1992). Kejadian yang tidak menguntungkan ketika. cadangan sebagian besar dihabiskan karena tiga peraturan yang dibahas. dibandingkan dari manapun kegagalan dalam perhitungan pada proses penilaian. di mana kontak antara barang sisa dan endapan tidak hanya tak menentu. ketika kita dapat mengindikasikan pada diskusi ini. Walaupun kejadian dari analisa statistik geologi bukan berarti yang mendorong ke arah perkiraan cadangan tidak berarti terjadi. cadangannya cukup besar untuk membenarkan konversi. di dalam banyak kejadian. di dalam kejadian ini. tetapi perlindungan suatu area permukaan jauh lebih besar dibanding yang 2 . pendapat kami. Perwujudan bahwa karakteristik berhubungan dengan metalurgi Dari Groveland orebody dengan mantap berbeda dibanding mereka yang dari endapan yang diuji di dalam pabrik-panduan memerlukan modifikasi utama di dalam sirkit penggilingan yang diinstall. cadangan terlalu kecil untuk mengatasi efek pemasangan dari suatu penanganan endapan yang tidak sesuai atau suatu metoda tambang tidak sesuai.katakan.

1993. Suatu tonggak rekonsiliasi pertambangan yang sempurna menyangkut situasi di Cactus Gold Mine yang dioperasikan oleh Co. syarat studi simulasi akan menerangkan permasalahan yang dapat muncul dengan pendalaman keduanya dan penggantian jelas tidak mungkin Kita tentu saja sadar akan batasan anggaran dan waktu yang dikenakan oleh manajemen senior pada kebanyakan merancang pengembangan. dan didalam pendapat kami" keberuntungan" perkecualian.. Hahn sebagai bagian dari kursus singkat yang disampaikan di Denver pada April. pemilihan pengeboran yang terpola pada daerah yang kecil. Seperti ditunjukkan lebih awal. kebanyakan tambang yang mengecewakan atau sudah gagal oleh karena permasalahan cadangan sudah melewati tahap masuk pengembangan mereka". Sebagai tambahan terhadap data pada kesinambungan geologi. dengan jarak lubang tidak lebih besar dari ½ lubang peledakan yang diusulkan atau jarak produksi sampel akan memecahkan banyak ketidak tentuan geologi yang sebelumnya dibahas. 1992). Kecuali jika kontak ditandai oleh suatu batas struktural atau parting.contoh yang klasik dari analisa matematik yang klasik yang melebihi mutu dari database utama (Tompson. Seperti ditunjukkan oleh Parker ( 1994. kedua-duanya untuk pembuktian bahwa deposit yang dimasalahkan adalah sama seperti diasumsikan.Ca Mines antara 1986-91 diperkenalkan oleh A. Dengan kondisi menyesal. "Walaupun sekali-kali ada.diharapkan. dan jumlah sisa endapan ( kedua-duanya penggantian dan retakan) akan jadi seimbang pada permukaan kontak itu. dan untuk kalkulasi variograms dapat digunakan untuk proyeksi data yang dipercaya selain dari arah lubang yang dibawah. seperti di tambang orostar (Manns dan Ellingham. Tanpa data seperti itu. penambangan yang paling berhasil terbukti oleh akumulasi yang diwakili jenis . Dan sebaliknya. mereka meringkaskan dibawah dengan ijinnya. pengamatannya menyangkut isu sampai sekarang bahwa kita mengingat pentingnya penilaian cadangan endapan.pemboran dan atau sampel. Cadangan Winkler pada Cactus adalah satu dari beberapa sekumpulan gunung perak dan emas yang tersimpan di dalam pertengahan Area selatan 3 . beberapa pencampuran barang sisa dan endapan hampir tak bisa diacuhkan ketika penambang pada kontak.cakupan data dikerjakan pada tingkat pengeboran lubang jarak dekat atau dari contoh lubang yang terbesar atau pekerjaan bawah tanah. menyajikan operator Cactus Gold Mine. penarikan contoh dan pengeboran dangkal sangat dibutuhkan / harus ada. jawaban nampak jelas . dan dengan itu Hecla Mining Co. kesalahan di dalam penjelasan atau pada kontak endapan/sisa tidak bisa diperdaya oleh perhitungan yang baik atau teknik statistik yang berlaku untuk ruang contoh yang luas. 1992). Komunikasi Pribadi). Sayangnya. mineral dan / atau kontak ekonomi.

Walaupun total produksi ( 34.000. memproses biaya-biaya meningkat dengan $ 650. 100. Sebagai hasilnya.California.400.000. 2) Pengurangan datang terutama dari lempung-pengayaan zona alterasi melingkupi tingkatan tertinggi mineralisasi.000 ton) sama dengan figur peramalan. pengelompokan yang perlu dan sebelum proces bijih [yang] pada awalnya menambang.300.000 ton mineralisasi yang menilai 0. Sebagai hasilnya. dan memproses bijih dengan cara meluluhkan tumpukan untuk menghasilkan 34. dan biaya modal meningkat dengan $ 750. Material ini sangat mempengaruhi permeabilitas air atau gas yang menumpuk. bagaimanapun. terjadi didalam suatu badan garis tajam yang ditunjukkan pada Gambar X-2A. Sungguh sial. Pada awal diskusi ini.000 ton barang sisa dengan pentingnya nilai nol diambil bersama-sama dengan endapan ( Tabel X-A). pertentangan sebelum pajak pada figur laba terutama semata dalam kaitan dengan: 1) Penambahan 9 bulan operasi diperlukan untuk memperoleh surat ijin yang diperlukan.000 ons) dan total tonase yang bergerak ( 1. hasil ekonomi jatuh pendek / singkat merosot tajam. dan pajak kekayaan lokal meningkat dengan $ 150.000 ton barang sisa dengan metoda membuka lubang kecil dengan sembilan bulan periode. kemampuan tambang geologi dari cadangan tidaklah cukup ditinjau. biayabiaya Administratif Dan umum meningkat dengan $ 1. Sebagai tambahan terhadap efek yang jelas nyata pada nilai / kelas.000 ton bijih dan 1. suatu studi kelayakan menunjukkan bahwa cadangan yang bermutu tinggi ini akan menyediakan suatu imbalan keuangan memuaskan. Di dalam contoh ini.02 oz/ton dan 20' x 20' x 20' unit sel utama akan dibuat dengan teliti untuk meramalkan tonase dan nilai 4 . menginstal peralatan. 2) Dalam kaitan dengan perubahan operasional. sukar untuk mencapai suatu laba dengan perlakukan material dengan nilai nol. tidak ada usaha pada pemilihan penambangan.4 oz/t emas. melepaskan bantalan yang terlalu kecil dan harus diperbesar dan yang diijinkan. pelemahan yang ditambahkan mempunyai dua efek penting pada operasi fisik: 1) Selama diperlukan untuk memberlakukan tonase 2x dari mula-mula.000 ons emas.375. dan suatu rencana tambang dikembangkan dengan besar yang diharapkan itu menambang pada bagian terbesar 20 foot. untuk memperluas. Sumber daya Winkler mula-mula diperkirakan berisi 100. meluluhkan kolam solusi dan bantalan.000 Bila melihat peristiwa lalu. Rencana beroperasi yang diimpikan meliputi pekerjaan tambang 100. Seperti di dalam Tabel X-A. kita menekankan fakta bahwa tujuan latihan pekerjaan tambang manapun akan mencari uang. mengharuskan pemasangan dalam mengelompokkan peralatan dan perihal -mengidentifikasi tonase.000. ditemukan bahwa suatu model blok menyangkut deposit yang menggunakan suatu penggalan 0.

Pada bagian. pekerjaan test yang berhubungan dengan metalurgi yang di atasnya disain yang asli didasarkan sunggung sungguh-sungguh melalaikan untuk mempertimbangkan dampak yang mungkin tentang pelemahan ini yang karakteristik fisik menyangkut material yang akan benar-benar diperlakukan. dengan hasil bahwa pekerjaan tambang yang selektif diperlukan untuk mencapai kualitas yang diharapkan oleh geolog tidak sesuai dengan perencanaan operasi. Skukum. Puffy Lake. Premier.dari material yang benar-benar ditambang (menggambarkan X-2B).nilai material sebelum rata-rata jatuh hingga terpotong. Kingston) 3) Ketiadaan pengetahuan pekerjaan tambang Tidak memahami kelemahan yang ada dalam pekerjaan tambang. Johnny Mountain. Mt. ada suatu kegagalan komunikasi antara perencana yang utama dan geologis yang bertanggung jawab untuk perkiraan cadangan. Ketza River. Sebagai tambahan. operasi dengan jelas [yang] lebih terkait dengan 100 persen yang menyangkut endapan dibanding dengan efek pelemahan penggantian atau overbreak. Bagaimanapun. Di dalam kejadian ini. Di dalam ringkasan suatu studi dari North American Gold kegagalan penambangan (digambarkan sebagai proyek [yang] mau tidak mau berpendapat memulihkan modal yang aslinya dari harga sekarang). situasi ini adalah suatu konsekwensi menyangkut fakta bahwa tonase yang kecil dari tingkatan tinggi endapan di dalam blok ditentukan dapat mendukung jumlah sebesar nol . Sebagai tambahan. ukuran blok dari model cadangan adalah serupa ukuran dari lubang peledakan yang menghalangi itu digunakan sebagai kendali tambang. McCabe. Tartan Lake. terutama membatasi urat dan endapan placer (misal: Kettle River. dan penambangan oleh karena itu sangat penting mengikuti garis besar dari yang menghalangi dalam perkiraan. Tartan Lake. Los Lilenas) 5 . Harquail (1991) menujukan mayoritas yang luas (70 persen) tentang kegagalan penilaian cadangan endapan sendiri bisa dihubungkan dengan tiga faktor berikut: 1) Kesalahan Dasar Menggunakan berat jenis yang salah (Ketza Mine-Canamax Source) Menggunakan batasan-batasan yang salah (Yuba American Gold) 2) Sampling tidak pantas atau tidak cukup Jarak pengeboran yang lebar mendorong ke arah penafsiran suatu endapan yang kenyataannya adalah tidak menerus (Cullaton LakeCampbell Resources) Pengeboran yang terkontaminasi menghasilkan sirkulasi kebalikan mengebor di bawah permukaan air di bawah tanah (Cove Mine-Echo Bay) Tidak memenuhi syarat saluran atau serbuk sampling batubara (Magnacon Mine-Flanagan McAdam) Pemotongan salah satu factor yang salah untuk perlakukan cadangan dengan suatu bongkah emas yang berefek kuat (misal: Mascot.

13): "itu menjadi faktor geologi yang telah mengesankan dirinya sendiri pada kita bahwa semakin banyak sebagai hal yang kekurangan kunci di mana kelemahan serius dalam penilaian cadangan bijih sudah nampak. 281): "pekerjaan geologi yang sesuai memerlukan suatu kesadaran yang tajam dan kemampuan untuk mengantisipasi kebutuhan ahli geoteknik . ( 1982. hidrologi. p.1979). Montana Tunnels) Catatan pada item kedua bagaimanapun juga berhubungan dengan teknik perhitungan yang digunakan di dalam memproses penilaian cadangan. ahli logam dan spesialis lain. ahli pertambangan. orang lain yang telah tersebut di dalam diskusi ini. dan yakin banyak orang lain yang ada bersedia untuk pemasukan pada daftar." Statemen yang sama menerap didalam kebalikan adalah sangat mendesak bahwa bagian yang lain dilibatkan di (dalam) evaluasi komunikasi perhatian mereka kepada staff yang berhubungan geologi yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan merekam data dasar [itu]. dan kecuali jika dibuat sadar akan perhatian operasional. Suatu studi agak serupa sekitar 22 tumpukan melepaskan operasi (Kapp. p. Contoh yang diberikan diambil secara langsung dari Harquail studi." 6 . Kita menutup lagi dengan tanda kutip dari King et al. ahli logam atau insinyur adalah peramal.Meremehkan biaya-biaya pekerjaan tambang dan karenanya menggunakan terlalu rendah suatu penggalan untuk endapan ( misal: Colamac. hampir pasti untuk melewatkan corak yang sesudah itu menjadi kritis kepada evaluasi itu. Terlalu banyak explorasi geologi yang hanya mempunyai sedikit atau tidak mempunyai pengalaman operasi. membisikkan usul berikut. yang walaupun mengarah secara rinci pada tumpukan yang melepaskan proyek. meskipun begitu dapat digunakan untuk hampir semua proyek juga: Temukan beberapa endapan (Sedikitnya sebanyak tiga proyek gagal sebab tumpukan dibangun dengan material yang bukanlah endapan walau pada proyek dengan biaya produksi) Evaluasi Geologi yang berhubungan dengan metalurgi Melaksanakan Test Laboratorium Melaksanakan suatu Bidang Test Menyediakan uang dan waktu cukup untuk produksi Seperti Ketika diringkas oleh Ranta ( 1992. Sangat sedikit geologis.

maupun untuk ekspor. standar ini diharapkan dapat menghindari kerancuan dalam menafsirkan berbagai istilah dan pengertian yang berkenaan dengan sumber daya dan cadangan batu bara Indonesia. Informasi mengenai sumber daya dan cadangan batu bara menjadi hal yang mendasar di dalam merencanakan strategi kebijaksanaan energi nasional. Sumber daya batu bara ini dapat meningkat menjadi cadangan apabila memenuhi kriteria layak ekonomi. Sejalan dengan itu. Dengan demikian. yang berat. Dewasa ini pemerintah tengah meningkatkan pemanfaatan batu bara baik sebagai energi alternatif untuk keperluan domestik.1 Umum 4.Rancangan SNI : Klasifikasi Sumber Daya dan Cadangan Batubara-BSN 1997 Latar Belakang Batu bara merupakan bahan galian yang strategis dan salah satu bahan baku energi nasional yang mempunyai nilai ekonomi yang penting. 3 Definisi Klasifikasi sumber daya dan cadangan batu bara adalah upaya pengelompokan sumber daya dan cadangan Batu bara berdasarkan keyakinan geologi dan kelayakan ekonomi.1 Endapan batu bara (Coal deposit) adalah batuan yang dapat terbakar. pemerintah telah melibatkan pihak swasta dalam pengusahaan pengembangan batu bara. Cara penggolongan sumber daya dan cadangan batu bara di Indonesia masih beragam sehingga dirasakan perlu untuk membuat suatu standar yang dapat digunakan sebagai pedoman di dalam pengklasifikasian sumber daya dan cadangan batu bara Indonesia. .1. 4 Istilah dan Pengertian 4. ubahan kimia dan proses metamorfosis oleh panas dan tekanan selama waktu geologi. kandungan bahan organiknya lebih dari 50% atau volume bahan organik tersebut termasuk kandungan lengas bawaan (inherent moisture) lebih dari 70%.1. 4. terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mengalami kompaksi. seperti pada sektor industri dan pembangkit tenaga listrik.2 Sumber daya batu bara (Coal resources) adalah endapan batu bara yang diharapkan dapat dimanfaatkan.

Lapisan batu bara seringkali. . 4. pengolahan.8 Batu bara keras (Hard coal) adalah semua jenis batu bara yang peringkatnya lebih tinggi dari brown coal. Informasi pada kajian ini meliputi angka cadangan yang didasarkan. kemiringan lapisan. tidak mudah diremas.4 Keyakinan geologi (Geological assurance) adalah tingkat kepercayaan tentang keberadaan batu bara yang ditentukan oleh tingkat kerapatan titik informasi geologi yang meliputi : ketebalan. lubang bor (borehole) dan pengamatan pada tambang dalam aktif (working underground mining). dan perhitungan biaya operasionil.1. uji model teknologi. mudah diremas. bersifat lebih keras. bersifat lunak.1. kompak. 4. 4. 4.1. mengandung kadar air yang tinggi (1070%). terdiri atas sub lapisan yang mempunyai karakteristik masing-masing dan kadang-kadang dipisahkan oleh lapisan pengotor (rock/dirt partings) dengan ketebalan yang bervariasi. struktur. 4.1. relatif tahan terhadap kerusakan fisik pada saat penanganan (coal handling). peraturan/perundanganundangan. umumnya struktur kayu tidak tampak lagi. Kajian ini meliputi seluruh faktor ekonomi.7 Batu bara cokelat (Brown coal) adalah jenis batu bara yang paling rendah peringkatnya. meskipun tidak selalu. kuantitas dan kualitasnya sesuai dengan tingkat penyelidikan. kebijakan pemerintah. ketebalan tanah penutup.5 Kajian kelayakan (Feasibility study) adalah kajian rinci yang bersifat teknis dan ekonomis dari suatu rencana proyek penambangan yang hasil kajian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penentuan keputusan investasi dan sebagai dokumen yang mempunyai nilai komersial (bankable document) untuk pendanaan proyek.1. pemasaran.3 Cadangan Batu bara (Coal reserves) adalah bagian dari sumber daya batu bara yang telah diketahui dimensi. lingkungan dan sosial. Anggaran biaya harus akurat dan berdasar serta tidak diperlukan lagi penyelidikan lanjutan untuk membuat keputusan investasi. penambangan. sebaran kuantitas. Nilai kalorinya > 5700 kalori/gram (dry mineral matter free). dan kualitasnya. korelasi lapisan batu bara. pada hasil eksplorasi pendahuluan dan rinci. bentuk. sebaran.1. mengandung kadar air yang relatif rendah.4.6 Ketebalan lapisan Batu bara (Seam thickness) adalah jarak terpendek antara atap dan lantai lapisan batu bara yang diukur pada singkapan batu bara (surface outcrop). Nilai kalorinya < 5700 kalori/gram (dry mineral matter free). terdiri atas batu bara cokelat lunak (soft brown coal) dan Batu bara lignitik atau batu bara cokelat keras (lignitic atau hard brown coal) yang memperlihatkan struktur kayu. yang pada saat kajian kelayakan dinyatakan ekonomis untuk ditambang.

pemetaan geologi dengan skala minimal 1:10. Pengkajian awal geoteknik dan geohidrologi mulai dapat dilakukan. Tahap penyelidikan tersebut menentukan tingkat keyakinan geologi dan kelas sumber daya batubara yang dihasilkan. tata guna lahan. Kegiatannya. sebaran.2. eksplorasi pendahuluan dan eksplorasi rinci. antara lain. Kegiatan yang dilakukan antara lain. pembuatan sumuran. serta kualitas suatu endapan batu bara sebagai dasar analisis/kajian kemungkinan dilakukannya investasi. pemboran. Metode tidak langsung.2 Tahap Eksplorasi Eksplorasi batu bara umumnya dilaksanakan melalui empat tahap. pemetaan geologi dengan skala minimal 1:50. penafsiran penginderaan jauh. dan kesampaian daerah. studi geologi regional. Tujuan penyelidikan geologi ini adalah untuk mengidentifikasi keterdapatan. 4. 4.2. seperti penyelidikan geofisika. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini.000.2. pembuatan sumuran/paritan uji.4 Eksplorasi Rinci (Detailed Exploration) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kuantitas clan kualitas serta bentuk tiga-dimensi endapan batu bara. di antaranya. pengukuran penampang stratigrafi. dapat dilaksanakan apabila dianggap perlu. pemetaan topografi. pemboran dengan jarak yang sesuai dengan kondisi geologinya. pencontohan dan analisis. pembuatan paritan.4.2 Prospeksi (Prospecting) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk membatasi daerah sebaran endapan yang akan menjadi sasaran eksplorasi selanjutnya. dan . keberadaan. prospeksi.000. survei tinjau.2.3 Eksplorasi Pendahuluan (Preliminary Exploration) Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas serta gambaran awal bentuk tiga-dimensi endapan batu bara.1 Survei Tinjau (Reconnaissance) Survei tinjau merupakan tahap eksplorasi Batu bara yang paling awal dengan tujuan mengidentifikasi daerah-daerah yang secara geologis mengandung endapan batubara yang berpotensi untuk diselidiki lebih 1anjut serta mengumpulkan informasi tentang kondisi geografi.000. 4. penarnpangan (logging) geofisika. serta inspeksi lapangan pendahuluan yang menggunakan peta dasar dengan skala sekurang-kurang nya 1:100.000. ukuran. Kegiatan yang harus dilakukan adalah pemetaan geologi dan topografi dengan skala minimal 1:2. pemboran uji (scout drilling). bentuk. dan pencontohan yang andal. metode tidak langsung lainnya. kuantitas. 4.

3 Tipe Endapan Batubara dan Kondisi Geologi 4. Ketebalan lapisan. batu bara secara lateral dan kualitasnya tidak memperlihatkan variasi yang berarti.2. 4. di lapangan Bangko Selatan dan Muara Tiga Besar (Sumatera Selatan). Tipe endapan batu bara tersebut masing-masing memiliki karakteristik tersendiri sebagai cerminan dari sejarah tektonik dan/atau proses sedimentasinya. kelompok geologi moderat. 4. beg:tu pula pergeseran dan perlipatan yang diakibatkannya relatif sedang. penampangan (logging) geofisika. Lapisan batu bara pada umumnya landai. namun sebarannya masih dapat diikuti sampai ratusan meter. menerus secara lateral sampai ribuan meter. Pada tahap ini perlu dilakukan pencontohan batuan.2 Kondisi Geologi Berdasarkan tingkat pengaruh tektonik dan proses sedimentasinya. batubara dan lainnya yang dipandang perlu sebagai bahan pengkajian lingkungan yang berkaitan denqan rencana kegiatan penambangan 4. sedangkan ringkasannya diperlihatkan pada tabel 1. dan geoteknik. dan intrusi. Contoh jenis kelompok ini.1 Tipe Endapan Batu bara Secara umum endapan batu bara utama di Indonesia terdapat dalam tipe endapan batu bara Ombilin. Senakin Barat (Kalimantan Selatan). pengkajian geohidrologi. Kelompok ini dicirikan pula oleh kemiringan lapisan dan variasi ketebalan lateral yang sedang serta berkembangnya percabangan lapisan batu bara. Kalimantan Timur dan Bengkulu. karakteristik geologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok utama : Kelompok geologi sederhana. dan kelompok geologi kornpleks. hampir tidak mempunyai percabangan. Pada heberapa tempat intrusi batuan beku mempengaruhi struktur lapisan dan kualitas batubaranya. 4.3. Uraian tentang batasan umum untuk masingmasing kelompok tersebut beserta tipe lokalitasnya adalah sebagai berikut. antara lain.pencontohan yang dilakukan dengan jarak yang sesuai dengan kondisi geologinya.2 Kelompok Geologi Moderat Keadaan geologi endapan batu bara dalam kelompok ini sampai tingkat tertentu telah mengalami pengaruh deformasi tektonik. Sumatera Selatan.1 Kelompok geologi sederhana Endapan batu bara dalam kelompok ini umumnya tidak dipengaruhi ofeh aktivitas tektonik.3. dan Cerenti (Riau).2. lipatan. Endapan batu bara kelompok ini terdapat antara lain di daerah .3.3. seperti sesar. Sesar dan lipatan tidak banyak.

Formasi Tanjung (Kalsel).2 Sumber daya Batu bara tereka (Inferred coal resource). 4. tetapi berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak.2. 4.4. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap survei tinjau.Senakin. Perlipatan yang kuat juga mengakibatkan kemiringan lapisan yang terjal.3. Formasi Warukin. serta Gunung Batu Besar (Kalsel).4. serta daerah batubara yang mengalami ubahan intrusi batuan beku di Bunian Utara (Sumsel).5 Cadangan Batu bara terkira (Probable coal reserve) adalah sumber daya Batu bara tertunjuk dan sebagian sumberdaya batubara terukur. adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan.3 Sumber daya Batu bara tertunjuk (Indicated coal resource) adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksploitasi pendahuluan.1 Sumber daya Batu bara hipotetik (Hypothetical coal resource) adalah jumlah Batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan.4. Loa Janan-Loa Kulu. 4. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci. antara lain. Sesar maupun pembalikan (overturned) umum dijumpai dan sifatnya rapat. Petanggis (Kaltim). diketemukan di Ambakiang. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap prospeksi. Ninian.3 Kelompok Geologi Kompleks 'Keadaan geologi endapan batu bara pada kelompok ini umumnya telah mengalami deformasi tektonik yang intensif.4. Sebaran lapisan batu bara secara lateral terbatas dan hanya dapat diikuti sampai puluhan meter.4. 4.4 Sumber daya Batu bara terukur (Measured coal resource) adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan.6 Cadangan Batu bara terbukti (Proved coal reserve). Endapan batubara dari kelompok ini. adalah sumberdaya batubara terukur yang berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak. . Pergeseran dan perlipatan yang ditimbulkan oleh aktivitas tektonik menjadikan lapisan batubara sukar dikorelasikan. Suban dan Air Laya (Sumsel). 4. Sawahluhung (Sumatera Barat). 4. 4. daerah Air Kotok (Bengkulu).4 Kelas Sumberdaya dan Cadangan 4. Belahing dan Upau (Kalimantan Selatan).4. Bojongmanik (Jabar).

sumber daya terukur dan tertunjuk dapat ditingkatkan menjadi cadangan terkira dan terbukti apabila telah memenuhi kriteria layak (tabel 2).Dasar Klasifikasi Klasifikasi sumber daya dan cadangan batu bara didasarkan pada tingkat keyakinan geologi dan kajian kelayakan. 5. Pengelompokan tersebut mengandung dua aspek yaitu aspek geologi dan aspek ekonomi.2 Aspek Ekonomi Ketebalan minimal lapisan batu bara yang dapat ditambang dan ketebalan maksimal "dirt parting" atau lapisan pengotor yang tidak dapat dipisahkan pada saat ditambang yang menyebabkan kualitas batu baranya menurun karena kandungan abunya meningkat. 5. lubang bor) dan toleransi kesalahan. 6 Persvaratan . begitu pula sumber daya tertunjuk harus mempunyai tingkat keyakinan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber daya tereka. sumber daya terukur harus mempunyai tingkat keyakinan yang lebih besar dibandingkan dengan sumber daya tertunjuk. merupakan beberapa unsur yang terkait dengan aspek ekonomi dan perlu diperhatikan dalam menggolongkan sumber daya batu bara.1 Aspek Geologi Berdasarkan tingkat keyakinan geologi. Tingkat keyakinan geologi tersebut secara kuantitatif dicerminkan oleh jarak titik informasi (singkapan.5.

karena pada hakikatnya kandungan panas merupakan parameter utama kualitas batubara.40 . 6.1 Persyaratan yang Berhubungan dengan Aspek Geologi Persyaratan jarak titik informasi untuk setiap kondisi geologi dan kelas sumber dayanya diperlihatkan pada tabel 3.6. .30 < 0. perlu adanya sistem pelaporan yang baku. Persyaratan tersebut diperlihatkan pada tabel 4.00 Batu Bara Keras (Hard Coal) > 0.30 7 Pelaporan Supaya data sumber daya dan cadangan dapat dimengerti dengan baik dan mudah oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Tabel 4 PERSYARATAN KUANTITAF KETEBALAN BATUBARA DAN LAPISAN PENGOTOR LAPISAN PERINGKAT BATU BARA K E T E B A L A N (m) Batu Bara Cokelat (Brown CoaL) • Lapisan batu bara minimal (m) > 1. Laporan ini menggambarkan status terakhir mengenai sumberdaya dan cadangan batu bara secara rinci dan akurat dan disarikan seperti pada tabel 5.2 Persyaratan yang Berhubungan dengan Aspek Ekonomi Batu bara jenis Batu bara cokelat (brown coal) menunjukkan kandungan panas yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan batubara jenis batubara keras (hard coal). persyaratan batas minimal ketebalan batu bara yang dapat ditambang dan batas maksimal lapisan pengotor yang tidak dapat dipisahkan pada saat ditambang untuk batubara jenis batubara cokelat (brown coal) dan batubara jenis batubara keras (hard) akan menunjukan angka yang berbeda. • Lapisan pengotor (m) < 0.

Pengujian kelas sumberdaya dan cadanyan batubara dilakukan terhadap terpenuhinya persyaratan yang telah ditentukan b. Panitia/lembaga penguji merupakan tim yang dibentuk oleh instansi yang berwenang untuk tujuan itu.Laporan hasil kegiatan penyelidikan sumber daya dan cadangan batu bara ini disimpan di instansi/lembaga yang ditunjuk 8 Pengujian a. Anggota Panitia/lembaga yang ditunjuk terdiri atas para ahli yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya. .

Walaupun sumber daya figur dapat meningkat/kan dalam kaitan dengan explorasi.4.4. it is important to remember that they can also decrease. [itu] pengeboran tambahan menunjukkan klem pelipit itu yang sebelumnya dipikirkan untuk.9.1.menjadi pertunjukan berlanjut Zone pengenceran atau berkurang mutu.4.4. it additional drilling shows that seams that were previously thought to be continuous Shows zones of thinning or of decreased quality. DENGAN AREA Table 1 shows estimates of coal resources by island over time. COAL RESOURCES 9. adalah penting untuk ingat bahwa mereka dapat juga ber/kurang. Although resource figures can increase due to exploration.1. It can be seen that perceived resources have generally been increasing due to increased exploration. BY AREA 9. . [Itu] dapat dilihat sumber daya [yang] dirasa itu sudah biasanya meningkat(kan) dalam kaitan dengan explorasi ditingkatkan. Tabel 1 perkiraan pertunjukan sumber daya batubara [oleh/dengan] pulau dari waktu ke waktu. BATUBARA SUMBER DAYA 9.

Sumber daya di (dalam) Sumatera total sekitar 15 milyar (Am. Tabel 2 data cadangan pertunjukan dibagi menjadi provinsi dan oleh tingkat kepercayaan di (dalam) keberadaan' sumber daya [itu]. Resources to the left of' the table have a higher confidence associated with their existence than those categories to the right.Table 2 shows reserves data divided into provinces and by level of confidence in the existence of' the resources.) ( 25 ribu juta) ton [di/yang mana] kurang dari 3 milyar (Am. Resources in Sumatera total about 15 billion (25 thousand million) tonnes of which less than 3 billion tonnes are proved up to a stage suitable lor the establishment of a mine.) ton sumber daya di (dalam) Sumatera Pusat membuktikan ujung/persenan sangat tingkat kepercayaan. The majority of the Sumateran coal resources are in South Sumatera with less than one billion tonnes of resources in Central Sumatera proved tip to a high level of confidence. Sumber daya di sebelah kiri' [tabel. It follows that most of the resources in Sumatera are in the Probable and Possible categories and. Bengkulu Province contains a number of important but small mines but does not have a large resource base. again.) ton dibuktikan sampai kepada suatu langkah Tuhan pantas [adalah] penetapan suatu tambang/ranjau/aku. [Itu] mengikuti bahwa kebanyakan dari sumber daya di .meja] mempunyai suatu yang lebih tinggi kepercayaan dihubungkan dengan keberadaan mereka dibanding kategori itu di sebelah kanan. these are dominantly in South and Central Sumatera. Mayoritas Dari Sumateran batubara sumber daya adalah di (dalam) Selatan Sumatera dengan kurang dari satu milyar (Am.

In East Kalimantan. This reflects exploration of known deposits but may not fully reflect the potential for discovery of new deposits. area yang utama dalam kaitan dengan' sumber daya batubara adalah di (dalam) Selatan Kalimantan dan Timur Kalimantan. Due to extensive drilling in South and East Kalimantan. Di (dalam) Timur . resources listed are more heavily biased to the Potential category than those of Sumatera with much tonnages listed for the other categories being only about two to three times those in the Potential category.(dalam) Sumatera adalah di (dalam) kategori [yang] Mungkin dan Yang mungkin dan. lagi. Di dalam Kalimantan. ini secara dominan di (dalam) Selatan dan Sumatera Pusat.ttg] deposito dikenal tetapi tidak boleh secara penuh mencerminkan potensi untuk penemuan [dari. the main areas in terms of' coal resources are in South Kalimantan and East Kalimantan. Dalam kaitan dengan pengeboran luas di (dalam) dan Selatan Timur Kalimantan. Potential resources are listed as less than I billion tonnes but probable resources exceed 2. Within Kalimantan.5 billion tonnes. Ini mencerminkan explorasi [dari. Bengkulu Provinsi berisi sejumlah penting tetapi tambang/ranjau/aku kecil tetapi tidak mempunyai suatu sumber daya dasar besar. sumber daya yang yang didaftarkan jadilah lebih dengan berat dibiaskan kepada potensi Kategori dibanding perihal Sumatera dengan banyak tonase mendaftar untuk kategori [yang] yang lain yang sedang hanya sekitar dua [bagi/kepada] tiga kali mereka yang potensi Kategori.ttg] deposito baru.

) ton tetapi sumber daya mungkin melebihi 2. Jawa has some small coalfields but the total resources are small and coal production from Jawa is never likely to provide more than a small proportion of the demand from that island. Sulawesi mempunyai sumber daya lebih besar tetapi explorasi [di/ke] sana belum sistematis kepada luas yang . Interest in coals from Irian Jaya has so far been small but there may be potential for larger discoveries. Some coal is present in Central and East Kalimantan but has not been extensively explored although SDM and a private company are understood to have done some exploration near Silantek in West Kalimantan. Sulawesi has larger resources but exploration there has not been systematic to the same extent as has occurred in Sumatera and Kalimantan. potensi Sumber daya didaftarkan dari [ketika. Jawa mempunyai beberapa kecil coalfields tetapi total sumber daya adalah kecil dan produksi batubara dari Jawa tidak pernah mungkin untuk menyediakan lebih dari suatu proporsi [yang] kecil [menyangkut] permintaan dari pulau itu.Kalimantan.seperti] kurang dari aku milyar (Am.) ton. it is unlikely that the Irian coalfields will ever rival those of Sumatera or Kalimantan in terms of overall importance.5 milyar (Am. However. Beberapa batubara adalah kehadiran Yang pusat dan Timur Kalimantan tetapi belum secara ekstensif menyelidiki walaupun SDM dan suatu perusahaan pribadi dipahami untuk telah perbuat beberapa explorasi dekat Silantek di (dalam) Barat Kalimantan.

sama [sebagai/ketika] telah terjadi di (dalam) Sumatera dan Kalimantan.2.4. Some data on ash analyses are included in Table 4.4.5% tentang sumber daya yang diperkirakan [yang] secara relatif datar membagi antar[a] dan Selatan Timur Kalimantan. South Sumatera is the dominant area with about 72% of the total estimated resources for Indonesia. Kalimantan is the second most important area with 27. 9. dalam kaitan dengan total sumber daya. Bagaimanapun. BY QUALITY 9.2. Tarik akan batubara dari Jaya Irian telah sejauh ini kecil tetapi mungkin ada [yang] potensial untuk penemuan lebih besar. Kalimantan menjadi area paling utama yang kedua dengan 27. . in terms of total resources. [itu] tidak mungkin [bahwa/yang] Irian coalfields akan pernah menyaingi perihal Sumatera atau Kalimantan dalam kaitan dengan keseluruhan arti penting. Selatan Sumatera menjadi area yang dominan dengan sekitar 72% tentang total sumber daya diperkirakan untuk Indonesia.5% of the estimated resources relatively evenly divided between South and East Kalimantan. DENGAN MUTU Typical analyses for some of the major coalfields are given in Table 3.

Terlepas dari dekat penggangguan pada Bukit Asam. As noted above. Pohon dengan kayu keras menghasilkan dari Selatan [itu] Sumatera batubara adalah moderat ke rendah. Seperti dicatat di atas.Analisa khas untuk sebagian dari yang utama coalfields disampaikan dalam Tabel 3. sumber daya yang paling besar adalah di (dalam) Selatan Sumatera. the largest resources are in South Sumatera. This may require a long term review of the ways in which the South Sumatera coals are used. Banyak dari batubara cenderung akan pembakaran secara spontan dan peningkatan ini [adalah] berbagai kesulitan dihubungkan dengan pengangkutan interlokal atau [gudang/penyimpanan] [yang] jangka panjang [menyangkut] batubara [itu]. the regional rank may prove to be significantly lower than the areas currently the subject of large scale mining.menjadi dengan mantap lebih rendah dari area [yang] sekarang ini pokok pekerjaan tambang besar-besaran. Adalah mungkin yang [men]jauh dari zone pengaruh dari penggangguan. Apart from near the intrusions at Bukit Asam. Ini boleh memerlukan suatu tinjauan ulang . ranking yang regional boleh membuktikan untuk. It is possible that away from the zone of influence from the intrusions. Many of the coals are prone to spontaneous combustion and this increases the difficulties associated with long distance transport or long term storage of the coals. Beberapa data pada [atas] pohon dengan kayu keras analisa adalah tercakup di Tabel 4. kebanyakan dari batubara adalah rendah di (dalam) ranking ( Gambar 15). Ash yields from the South Sumatera coals are moderate to low. most of the coals are low in rank (Figure 15).

Mereka nampak untuk telah menyimpan baik [men]jauh dari angkatan laut pengaruh. Suban mine is close to an intrusion. They appear to have been deposited well away from marine influence. [Itu] biasanya mengira bahwa Airlaya tambang/ranjau/aku bebas dari efek dari penggangguan tetapi Gambar 15 pertunjukan yang [di/ke] sana boleh tetap beberapa efek dari penggangguan bahkan di area ini. . An indication of the quality differences close to the intrusions is given by the data in Table 5. Suban tambang/ranjau/aku adalah dekat dengan suatu penggangguan. Suatu indikasi [menyangkut] perbedaan mutu dekat dengan penggangguan diberi oleh data di (dalam) Tabel 5. Sulphur contents are uniformly low in the South Sumatera coals. the other samples are taken from areas further away from of the metamorphic halo. It is commonly assumed that Airlaya mine is free from the effects of the intrusion but Figure 15 shows that there may still be some effects from intrusions even in this area. contoh yang lain diambil dari area lebih lanjut [men]jauh dari [menyangkut] lingkaran cahaya yang metamorphic. belerang [Muatan/Indeks] yang berpakaian seragam rendah di (dalam) Selatan [itu] Sumatera batubara.[yang] jangka panjang [menyangkut] tatacara di mana Selatan [itu] Sumatera batubara digunakan.

high volatile bituminous coals. The Eocene coals from Kalimantan have much higher ash yields than most of the Miocene coals although many of them are still moderate to low by World standards. Ombilin batubara adalah di antara batubara ranking yang paling tinggi ditambang di (dalam) jumlah besar di (dalam) Indonesia tetapi masih jatuh masuk ke kategori dalam noncoking. belerang [Muatan/Indeks] rendah.ttg] coalification regional. The mineral matter typically occurs as thin dirt bands and as finer disseminations within the coals. Although minor amounts of heat altered coals have been found at Ombilin. Sulphur contents are low. it appears that the rank is a result of regional coalification. Washing of some of the Eocene coals is desirable but washability characteristics tend to be moderate. [itu] nampak [bahwa/yang] ranking adalah suatu hasil [dari. Walaupun sejumlah panas [yang] kecil mengubah batubara telah ditemukan pada Ombilin. Ash yields are typically low although some of the seams contain a number of dirt bands and washing of the coal is desirable to optimise coal quality. . batubara bituminus mudah menguap tinggi. pohon dengan kayu keras Hasil [yang] rendah walaupun beberapa [menyangkut] klem pelipit berisi sejumlah rombongan kotoran dan cucian [menyangkut] batubara adalah diinginkan ke mutu batubara pengoptimalan.The Ombilin coals are amongst the highest rank coals mined in large quantities in Indonesia but still fall into the category of noncoking.

Some of these sulphur rich plies are relatively widespread. . Some of the Eocene coals are high in resinite and this results in unusually high S. Most of the coals are low in sulphur but some seams contain one or more plies that have moderate to high sulphur contents. yang pemecatan dari batubara. Ini nampak seperti dalam kaitan dengan suatu angkatan laut incursion sepanjang . nilai-nilai. Sebagian dari Eocene batubara adalah tinggi di (dalam) resinit dan ini mengakibatkan S. This appears to be due to a marine incursion during the the deposition of the coal.E. Sebagian dari belerang ini lapisan kaya secara relatif tersebar luas. Cucian sebagian dari Eocene batubara adalah diinginkan tetapi washabilas karakteristik [tuju/ cenderung] untuk. mineral Perihal [yang] secara khas terjadi sama rombongan kotoran tipis/encer dan seperti penghamburan pendenda di dalam batubara [itu].menjadi melembutkan. values. Kebanyakan [menyangkut] batubara adalah rendah di (dalam) belerang tetapi beberapa klem pelipit berisi satu atau lebih lapisan yang mempunyai moderat ke [muatan/indeks] belerang tinggi.E tidak biasa tinggi.Eocene batubara dari Kalimantan mempunyai pohon dengan kayu keras jauh lebih tinggi menghasilkan dibanding kebanyakan dari Miocene batubara walaupun banyak di antara mereka masih melembutkan ke rendah oleh dunia Standard.

Miocene batubara [yang] secara khas berisi bagian dengan rendah ke pohon dengan kayu keras sangat rendah menghasilkan. As this coal also shows an exceptionally low sulphur content it has been marketed “Envirocoal". Ranking Dari Eocene batubara yang lebih tinggi yang berpakaian seragam dibanding paling batubara Indonesia dengan vitrinite faktor refleksi [yang] secara khas di (dalam) cakupan 0. yang [itu] yang ditambang oleh P.65% indicating a rank of high volatile bituminous coal. Adaro in the region of the Upper Barito River consistently shows ash Yields less than 1%. most of the material removed represents roof or floor rocks admixed with the coal as a result of mining. Most of the Miocene coals. but lower and higher values occur.65% menandakan suatu ranking [dari.T. Satu scam. Dari [sebagai/ketika/sebab] batubara ini juga menunjukkan suatu isi belerang [yang] rendah [itu] telah dijual “ Envirocoal".ttg] batubara bituminus mudah menguap tinggi. The Miocene coals typically contain sections with low to very low ash yields. A problem with washing is the higher moisture levels that result. Adaro di [dalam] daerah Barito Bagian atas Sungai [yang] secara konsisten menunjukkan pohon dengan kayu keras Hasilkan kurang dari 1%. however. One scam.The rank of the Eocene coals is uniformly higher than most Indonesian coals with vitrinite reflectances typically in the range 0. .55% [bagi/kepada] 0. that mined by P.55% to 0. contain ash yields in the range from 2 S%. It Is common for the Miocene coals to be sold unwashed and where washing is undertaken.T.

The coals from Jawa are moderate to low rank and show a moderate to high ash yield. pembakaran secara spontan Permasalahan terbentang dari rendah untuk melembutkan untuk Miocene batubara frorn Kalimantan. kepedulian harus diambil untuk menghindari pembakaran secara spontan [yang] menjadi suatu masalah utama. These have produced chars rather than the antracitic coals found in some of the other coalfields. . Sejumlah kecil batubara adalah kaya akan resinte dan pertunjukan secara ganjil energi Spesifik tinggi Nilai-Nilai. Many of the coals show the effects of igneous intrusions. care has to be taken to avoid spontaneous combustion becoming a major problem. Adalah Umum untuk Miocene batubara untuk menjual tidak dicuci dan [di mana/jika] cucian dikerjakan. berisi pohon dengan kayu keras menghasilkan di (dalam) cakupan dari 2 S%. tetapi yang lebih rendah dan yang lebih tinggi nilai-nilai terjadi. For virtually all of the coals mined.Kebanyakan [menyangkut] Miocene batubara. Suatu masalah dengan cucian menjadi yang lebih tinggi embun mengukur hasil itu. kebanyakan dari material yang dipindahkan menghadirkan atap atau lantai mengayun-ayun admixed dengan batubara sebagai hasil pekerjaan tambang. Spontaneous combustion problems range from low to moderate for the Miocene coals frorn Kalimantan. Karena hampir semua batubara menambang. A small number of the coals are rich in resinte and show anomalously high Specific Energy values. bagaimanapun.

[Itu] telah dicatat di (dalam) studi batubara mengetik dari Sulawesi yang para batubara ini untuk menunjukkan suatu cakupan jenis [yang] jauh lebih besar bandingkan dengan batubara dari Sumatera dan Kalimantan. Intrusions raise the rank levels variously to bituminous and anthracitic rank. Batubara dari Sulawesi bertukar-tukar dengan jelas/dengan nyata a di (dalam) kekayaan mereka [yang] kebanyakan sebagai hasil kontak di (dalam) trusion. Penggangguan menaikkan tingkatan ranking [yang] dengan berbagai cara ke ranking anthracitic dan seperti aspal. coals with sapropelic affinities being more abundant in the suites from Sulawesi. It has been noted in studies of coal type from Sulawesi that these coals to show a much greater range of type compared with coals from Sumatera and Kalimantan. ranking Yang regional untuk kedua-duanya Paleogene dan Neogene batubara nampak seperti batubara cokelat terang/cerdas atau ranking lignitic [sulit/keras].ttg] penggangguan berapi-api. The regional rank for both the Paleogene and the Neogene coals appears to be bright brown coal or hard lignitic rank.Batubara dari Jawa adalah moderat ke ranking rendah dan pertunjukan suatu moderat ke pohon dengan kayu keras tinggi menghasilkan. Ini sudah memproduksi terbakar/membuat arang dibanding/bukannya batubara yang antracitic menemukan dalam beberapa [menyangkut] yang lain coalfields. The coals from Sulawesi vary markedly in their properties mostly as a result of contact in trusion. batubara dengan gaya . Banyak dari batubara menunjukkan efek [dari.

gabung/hubungan dekat sapropelic menjadi [yang] lebih berlimpah-limpah di (dalam) deretan dari Sulawesi.

Breakage behaviour is important especially for coals that are to be used in pulverised fuel combustion, Some of the Indonesian coals show very low Hardgrove Grindability indices. This seems to be due to a combination of a rank level close to the minimum for Hardgrove Grindability and toughness imparted, in part, by mineral matter and, in part by the presence of liptinite. Many of the coals show intense shearing of tectonic origin and in most seams, one of the cleats is very strongly developed, Presumably, if this were not the case, the coals would show even lower grindability and be difficult to mine. Low grindability can affect the marketability of coals, However, the Indonesian coals should be assessed on the rate of burnout during combustion rather than the ease of grinding. The lack of inertinite in all Indonesian coals, combined with the presence of liptinite will give rise to an abundance of thin walled cenospheres during combustion in PF furnace. For this reason, the burnout rates of larger particles of Indonesian coals are likely to be greater than that for similar sized grains of coals from most other potential suppliers. kerusakan Perilaku adalah penting terutama untuk batubara yang (diharapkan) untuk digunakan di (dalam) bahan bakar pembakaran pulverised, Sebagian dari batubara Indonesia menunjukkan sangat rendah Hardgrove grindabilas indeks (jamak). Ini sepertinya dalam kaitan dengan suatu kombinasi suatu ranking mengukur dekat dengan yang minimum untuk Hardgrove grindabilas dan ketabahan memberikan/menyampaikan,

pada sebagian, dengan mineral berarti dan, pada sebagian oleh kehadiran liptinite. Banyak dari batubara menunjukkan pencukuran [yang] keras [dari;ttg] asal tektonis dan di (dalam) kebanyakan klem pelipit, salah satu [dari] paku sepatu anti licin adalah sangat betul-betul mengembang;kan, Kiranya, jika ini bukanlah kasus, batubara akan menunjukkan genap grindabilas yang lebih rendah dan sukar untuk tambang/ranjau/aku. Grindabilas rendah dapat mempengaruhi kelaikan pasar batubara, Bagaimanapun, batubara Indonesia harus ditaksir pada [atas] tingkat burnout selama pembakaran dibanding/bukannya kesenangan penggerindaan. Ketiadaan inertinite dalam semua batubara Indonesia, mengkombinasikan dengan kehadiran liptinite akan memberi kenaikan [bagi/kepada] suatu kelimpahan [dari;ttg] walled tipis/encer cenospheres selama pembakaran di (dalam) PF tungku perapian. Karena alasan ini, burnout tingkat partikel nsur/butir [yang] lebih besar [dari;ttg] batubara Indonesia adalah nampaknya akan lebih besar dibanding itu untuk butir batubara [yang] sized serupa dari hampir semua para penyalur potensi.

9.4.3. BY DISTANCE FROM USE/SHIPMENT POINT 9.4.3. DENGAN JARAK DARI USE/SHIPMENT NUNJUK

Indonesian coal deposits range markedly in their distance from the sea and in the ease of transport to the sea. Deposits such as Sangatta in East Kalimantan are within 30 kms of the sea although construction of a coalloader on gently shelving coastlines presents some

engineering difficulties. Some of the other coal deposits in East Kalimantan are close to the Mahakam River and transport by barge is normal. Coal is then loaded onto other ships off the mouth of the river, or in some cases, the barge transports coal direct to other islands in Indonesia. The P.T. Adaro mine ships coal down the Barito River some hundreds of kilometres to the coast and then East along the coast to a coal loader. batubara Indonesia Deposito mencakup dengan jelas/dengan nyata a di (dalam) jarak

mereka dari lautan dan di (dalam) kesenangan pengangkutan kepada lautan. Menyimpan[lah seperti Sangatta di (dalam) Timur Kalimantan adalah di dalam 30 km [menyangkut] lautan walaupun konstruksi suatu coalloader pada [atas] dengan lemahlembut menangguhkan coastlines menghadiahi beberapa berbagai kesulitan rancangbangun. Sebagian dari batubara yang lain menyimpan di (dalam) Timur Kalimantan adalah dekat dengan Mahakam Sungai dan pengangkutan dan [oleh/dengan] tongkang normal. Batubara kemudian adalah memuat ke kapal lain batal/mulai mulut dari sungai, atau dalam beberapa hal, tongkang mengangkut batubara mengarahkan ke pulau lain di (dalam) Indonesia. P.T [Itu]. Adaro menambang batubara kapal sepanjang Barito Sungai beberapa beratus-ratus kilometres kepada pantai dan kemudian Timur sepanjang pantai [bagi/kepada] suatu pemuat batubara.

Coal from Senakin and Satul mines in South Kalimantan is taken to a coal loader near Pulau Laut, mostly for export.

Bagaimanapun. The Sumatera Mines suffer some disadvantages in relation to transport. The lower rank coals from Kalimantan are less suitable for transport due to the high moisture content and high tendency to spontaneous combustion. Pembakaran secara spontan bisa dilarang oleh gas mulia [yang] selimut dan compaction teknik pantas. batubara ranking Yang yang lebih rendah dari Kalimantan adalah lebih sedikit [yang] pantas untuk pengangkutan dalam kaitan dengan isi embun yang tinggi dan kecenderungan tinggi ke pembakaran secara spontan. Adalah mungkin [bahwa/yang] penggunaan yang utama untuk batubara ini akan [jadi] pada pembangkit listrik mulut tambang/ranjau/aku. However. [yang] kebanyakan untuk ekspor. It is probable that the main use for these coals will be at mine mouth power stations. batubara akan selalu mempunyai biaya-biaya pengangkutan tinggi saban satuan tenaga dalam kaitan dengan Energi [yang] Spesifik rendah mereka dan jumlah air yang harus diangkut. From there most of the coal is taken to Suralaya power . Spontaneous combustion could be inhibited by inert gas blanketing and suitable compaction techniques. The coal from Bukit Asam that is not used near the mines is taken by rail over 200 kms to the loader at Tarahan on the Sunda Strait.Batubara dari Senakin Dan Satul menambang di (dalam) Selatan Kalimantan diambil untuk suatu pemuat batubara dekat Pulau Laut. the coals would always have high transport costs per unit of energy due to their low Specific Energy and the amount of water that has to be transported.

Although the straight line distance is much smaller than that for the Bukit Asam coal. The Ombilin mines also suffer disadvantages relative to some mines in Kalimantan in that the coal has to be transported over the Barisan Range and then down to the loader near Padang. tanah lapang jauh lebih [bagi/kepada] garis lintang. tambang/ranjau/aku Yang kecil dekat Bengkulu adalah dekat dengan pelabuhan dan mempunyai suatu komparatip keuntungan untuk pengangkutan. Walaupun garis lurus jarak adalah jauh lebih kecil dibanding itu untuk Bukit Asam batubara.station in West Jawa. Dari sana kebanyakan dari batubara diambil ke Suralaya pembangkit listrik di (dalam) Barat Jawa. The small mines near Bengkulu are close to the port and have a comparative advantage for transport. Ombilin tambang/ranjau/aku juga menderita kerugian sehubungan dengan beberapa tambang/ranjau/aku di (dalam) Kalimantan dalam arti bahwa batubara harus diangkut (di) atas Barisan Cakup dan kemudian menuju ke pemuat dekat Padang. Batubara dari Bukit Asam (yang) tidak digunakan dekat tambang/ranjau/aku diambil melalui kereta api (di) atas 200 km kepada pemuat pada Tarahan pada [atas] Selat Sunda [itu]. Sumatera Tambang/Ranjau/Aku menderita beberapa kerugian dalam hubungan dengan pengangkutan. . the terrain is much more difficult to traverse.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful