You are on page 1of 5

SDM merupakan faktor yang sangat penting bagi kemajuan bangsa

Indonesia. Untuk itu keberhasilan dalam proses pembangunan Ilmu


Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) agar mencapai kemajuan yang selaras
dengan bangsa lain di dunia adalah hal yang sangat menentukan. Pengawasn
IPTEK hanya dapat dicapai melalui pendidikan, karena itu pendidikan
merupakan kunci perubahan sosial dalam pembangunan masyarakat.

Bertolak dari kondisi tersebut, penyelenggaraan program pendidikan


Pertanian khusunya Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) perlu ditata
kembali (reorientasi). Sesuai dengan amanat ke dua Undang-Undang Tahun
2008, Program Pertanian diarahkan kepada :

1. Pembinaan program pendidikan pertanian;


2. Penataan kelembagaan pendidiakn pertanian;
3. Pengembangan system penyelenggaraan pendidikan pertanian;
4. Pengembangan kegiatan teknis pendidikan pertanian;
5. Pengembangan tenaga kependidikan pertanian.

B. Visi dan Misi SMK Negeri 12 Garut

VISI

“Teselenggaranya Layanan Pendidikan yang Optimal untuk membentuk Lulusan


yang Kompeten, Cerdas, Mandiri dan berakhlak Mulia.”

MISI

1. Memantapkan kelembagaan SMK Negeri 12 Garut;


2. Mengembangkan Kompetensi Keahlian yang dibutuhkan oleh Masyarakat
dan Dunia Usaha/Dunia Industri;
3. Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Pendidik dan Kependidikan;
4. Mendidik Siswa untuk Meningkatkan Kompetensi sesuai dengan
Kompetensi Keahlian untuk memasuki Dunia Usaha/Dunia Industri dan atau
untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
5. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Pendidikan untuk memenuhi Standar
Nasional Pendidikan.

2
C. Dasar Hukum
Landasan Hukum yang melandasi kegiatan tersebut di atas adalah
sebagai berikut :

1. Undang-undang Nomor: 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan


Daerah ( Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor : 60, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3839);
2. Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 23 Tahun 2008
(Lembaran Daerah Nomor : 36/2008) tentang Pembentukan
Organisasi Perangkat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten
Garut;
3. Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 24 Tahun 2008
(Lembaran Daerah Nomor : 37/2008) tentang Lembaga Teknis
Daerah;
4. Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 1 Tahun 2001 tentang
Penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Garut
Tahun Anggaran 2001;
5. Undang-undang Nomor :12 Tahun 2008, tentang Perubahan
Kedua atas Undang-undang Nomor : 32 Tahun 2004, tentang
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4844);
6. Undang-undang Nomor : 33 Tahun 2004, tentang perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
7. Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor : 14 Tahun 2008, tentang
Urusan Pemerintah Kabupaten Garut (Lembaran Daerah Kabupaten
Garut Nomor : 38 Tahun 2008);
8. Kesepakatan Bersama antara Menteri Pertanian dan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor : 1018/Kpts/HM.220/7/2008
Nomor : 04/VII/KB/2008, tentang Pembinaan
Pendidikan Menengah Kejuruan pada Sekolah Pertanian
Pembangunan;
9. Naskah Kerjasama Teknis antara Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Pertanian-Departemen Pertanian dan Direktur
Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah serta
Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga
Kependidikan-Departemen Pendidikan Nasional Nomor :
95/OT.220/J/11/2009, Nomor : 5131/C.C5/MN/2009 dan Nomor :
13300/F/KP/2009, tentang Penyelenggaraan Program Pendidikan
Menengah Kejuruan Pertanian Di Sekolah Pertanian Pembangunan
(SPP);

3
11. PP Nomor 19 / 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Dasar
dan Menengah;
12. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Pertanian Nomor : 16 /Per/SM.100/J/02/13 tanggal
15 Februari 2013, tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran
Bantuan Sosial Pendidikan Pertanian di Sekolah Menengah
Kejuruan-Sekolah Pertanian Pembangunan;
13. Peraturan Bupati Garut Nomor 315 Tahun 2011 Tanggal 31 Maret
2011, tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Garut Nomor 446
Tahun 2008, tentang Penetapan Nama-nama Sekolah Menengah
Pertama Negeri, Sekolah Menengah Atas Negeri dan Sekolah
Menegah Kejuruan Negeri di lingkungan Pemerintah Kabupaten
Garut.

D. Tujuan, Sasaran dan Lokasi

1. Tujuan

Dengan adanya Bantuan Alat Praktik Siswa Pendidikan Pertanian pada


SMK Negeri 12 Garut maka diharapkan dapat membantu sekolah dalam rangka
meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pelayanan terhadap siswa SMK
Negeri 12 Garut, sehingga diharapkan pada akhirnya terjadi :

1. Peningkatan mutu tamatan yang mampu bersaing di masyarakat atau


dunia kerja;
2. Mempasilitasi pembiayaan penyelenggaraan pendidikan pertanian di
SPP;
3. Meningkatkan mutu dan daya saing lulusan SPP;
4. Meningkatkan profesionalisme SDM pengelola SPP;
5. Meningkatkan mutu manajemen di SPP.

2. Sasaran
Dengan adanya Bantuan Alat Praktik Siswa Pendidikan Pertanian pada
SMK Negeri 12 Garut, maka untuk mengawalinya sasaran utama akan
ditujukan kepada siswa sehingga peningkatan kompetensi siswa tersebut
setelah menyelesaikan pendidikan dan latihan, diharapkan mampu
memenangkan persaingan dan meraih peluang yang ada di masyarakat/dunia
kerja.

3. Lokasi
1. Lahan Praktik Siswa di Sekolah Kampus I
2. Lahan Praktik Siswa di Bayongbong Kampus II

4
BAB II
REALISASI PENGADAAN ALAT PRAKTIK SISWA

A. Daftar Alat Praktik Siswa (berikut Spesifikanya) Sebagaimana terlampir di bawah


ini :

Harga Ongkos
No Nama Barang Spesifikasi Volume Satuan Satuan Kirim Jumlah
Rp. Rp. Rp.
1 Traktor Tangan Roda 2 QUICK 1 Unit 18.140.000 953.000 19.093.000
Impala 73161502-AMP-
000047876 Traktor
Tangan QUICK
IMPALA + Kubota
RD 65 DI-1S
2 Traktor Tangan QUICK 2 Unit 12.222.000 510.000 25.464.000
Capung Rawa 73161502-AMP-
000047797 Traktor
Tangan - CAPUNG
RAWA ring 12” –
(Plow CR 2) + GX
200 T LHB2
3 Hand Sprayer Tipe 2 CBA Electric 15 Unit 550.000 44.200 8.913.000
73161502-AMP-
000461925 CBA
Electric Knapsack
Tipe 2
4 Mesin Potong Rumput Tasco TAC 328, 2 1 Unit 2.805.000 500.000 3.305.000
Gendong Tak 1.8 HP 7000 rpm
32 cc Bensin Campur
Oli 2 Tak (25:1) 1.2
liter Recoil (ditarik
Transistorized
Electronic
5 Mesin Potong Rumput Tasco TLM 18 2 Unit 4.400.000 500.000 9.800.000
Dorong Engine engine 3.7 HP, 4 tak
Jumlah Total 66.575.000

5
B. Penggunaan Alat Praktik Siswa

Alat Praktik Siswa digunakan adalah sebagai berikut :


1. Traktor Tangan Roda 2 Impala lengkap, alat ini digunakan praktik siswa untuk
lebih jauh mengenal terhadap Alat Mesin Pertanian (Alsintan), khususnya alat
mesin pengolahan sawah;

2. Traktor Capung Rawa dan membuat guludan, alat ini digunakan praktik siswa,
untuk dapat mengoperasikan dan mempraktekan alat mesin pertanian (Alsintan)
khususnya dalam mengolah tanah darat dan dapat membuat guludan untuk
penanaman;

3. Hand Sprayer Type 2, alat ini digunakan praktik siswa, untuk memberikan
pestisida dalam pemupukan dan atau penyemprotan, untuk lebih jauh mengenal
terhadap Alat Mesin Pertanian (Alsintan), khususnya alat mesin penyemprotan
berbagai macam tanaman pada saat pemeliharaan tanaman;

4. Mesin Pemotong Rumput Gendong, alat ini digunakan praktik siswa, disamping
untuk lebih jauh mengenal terhadap Alat Mesin Pertanian (Alsintan) juga dapat
dimanfaatkan untuk membabat rumput disekitar lingkungan kapus SMK Negeri
12 Garut.

5. Mesin Pemotong Rumput Dorong Engine, alat ini digunakan praktik siswa,
disamping untuk lebih jauh mengenal terhadap Alat Mesin Pertanian (Alsintan)
juga dapat dimanfaatkan untuk membabat rumput disekitar lingkungan kapus
SMK Negeri 12 Garut.

C. Dukumen Penggunaan Alat Praktik Siswa :


1. Mata Pelajaran : Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Kompetensi Dasar :
TRAKTOR.
Dalam mempelajari : K3LH, Identifikasi, SOP dan cara kerja Traktor.
Traktor Tangan Roda 2 Impala lengkap, pada Mata Pelajaran Alat Mesin
Pertanian (Alsintan) alat ini digunakan praktik siswa pada saat pengenalan dan
untuk lebih jauh mengetahui tatacara bongkar pasang serta cara kerja
menggunakan terhadap Alat Mesin Pertanian (Alsintan), khususnya alat mesin
pengolahan tanah;
Traktor roda dua biasa dikenal dengan nama traktor tangan. Traktor ini tidak bisa
dikendarai sehingga pengemudi harus berjalan di belakangnya. Alat kemudi
berupa setang yang dipegang dengan tangan kanan dan kiri. Hal inilah barangkali
yang menyebabkan traktor tersebut dinamakan traktor tangan.