You are on page 1of 22

TUGAS AKIDAH AKHLAK

DI SUSUN OLEH

NAMA : KHALIA SILVIA MAISYARANI


OLVIA AMERTA MAWADDAH
REZA ANANDA
RAHMA DIANI
INDIRA DEWIZKA
AISYAH FATIA AL-QOYYIMAH
M.ILHAM WAHYUDI
JIMLY MAPALINGGA
KELAS :IX. L

MTS NEGERI 1 PALEMBANG


TAHUN AJARAN 2018/2019
KATA PENGANTAR:

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidahnya saya
diberikan kesehatan untuk dapat menyelesaikan tugas Paper ini.Salawat beserta
salam senantisan tercurah kepada Nabi Muhammad saw beserta para keluarga dan
sohabatnya.
Paper ini diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam
pada program Teknik Informatika semester ganjil, Universitas Teknologi
Yogyakarta, dimana judul papernya adalah “ Pegaulan Remaja Menurut Ajaran
Islam”.
Akhirnya paper ini dapat terselesaikan pada waktu yang diharapkan, dan saya
berharap mudah-mudahan paper ini dapat bermanfaat. Amin…
Wabillihi taufik walhidayah, wassalammu’alaikum Wr.Wb.

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................


DAFTAR ISI .......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................
A. Latar Belakang Masalah .................................................................................................
B. Identifikasi Masalah .......................................................................................................
C. Maksud dan Tujuan ........................................................................................................
D. Kerangka Pemikiran .......................................................................................................
E. Metode Penulisan............................................................................................................
F. Sistematika Penulisan .....................................................................................................
BAB II PERGAULAN DALAM AJARAN ISLAM ..........................................................
A. Pengertian Pergaulan ......................................................................................................
B. Landasan Perlunya Pergaulan.........................................................................................
C. Faktor Utama Dalam Pergaulan .....................................................................................
BAB III PANDANGAN AJARAN ISLAM TERHADAP PERGAULAN .......................
A. Perkebangan Alam Pemikiran Umat Islam ....................................................................
B.Pergaulan Secara Islami ..................................................................................................
C.Percintaan Remaja Dalam Pandangan Islam ...................................................................
BAB IV PENUTUP dan KESIMPULAN ...........................................................................
Penutup................................................................................................................................
Kesimpulan .........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................................

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan lingkungannya.
Bergaul dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang sangat mendasar, bahkan
bisa dikatakan wajib bagi setiap manusia yang “masih hidup” di dunia ini.
Sungguh menjadi sesuatu yang aneh atau bahkan sangat langka, jika ada orang
yang mampu hidup sendiri. Karena memang begitulah fitrah manusia. Manusia
membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Tidak ada mahluk yang
sama seratus persen di dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-beda. Meski
ada persamaan, tapi tetap semuanya berbeda. Begitu halnya dengan manusia.
Lima milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri, sifat, karakter, dan bentuk
khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat wajar ketika nantinya dalam bergaul
sesama manusia akan terjadi banyak perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah
laku. Allah mencipatakan kita dengan segala perbedaannya sebagai wujud
keagungan dan kekuasaan-Nya.
Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau
bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita.
Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat menyikapi
perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu
yang tadinya kecil, tetapi karena salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar.
Itulah perbedaan. Tak ada yang dapat membedakan kita dengan orang lain,
kecuali karena ketakwaannya kepada Allah SWT.

IDENTIFIKASI MASALAH
a) Bagaimana etika bergaul dalam agama islam..?
b) Bagaimana cara bergaul yang baik menurut ajaran islam?
c) Apa saja hal yang harus dijaga agar tidak terjerumus dalam pergaulan
bebas?

MAKSUD DAN TUJUAN


a) Untuk mengetahui etika bergaul yang baik menurut ajaran islam.
b) Untuk mengetahui cara bergaul yang baik menurut ajaran islam.
c) Untuk mengetahui hal yang harus dijaga agar tidak terjerumus dalam
pergaulan bebas.

3
KERANGKA PEMIKIRAN
Penulisan paper ini dimaksudkan untuk memberikan pencerahan dan larangan
kepada seluruh masyarakat di Indonesia mengenai Pergaulan remaja menurut
ajaran islam.Maka dari itu saya mencoba untuk menjelaskan dalam paper ini.

METODE PENULISAN
Metoda penulisan dalam paper ini yang saya gunakan adalah metoda literature
dengan cara menjadikan buku serta tambahan dari internet sebagai sumber untuk
bahan penulisan dalam paper ini.

SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika dari paper ini adalah dengan menggunakan sistematika yang
semestinya dan yang lazim dipergunakan.
BAB I Terdiri dari Latar Belakang Masalah,Identifikasi Masalah, Maksud dan
Tujuan, Kerangka Berfikir, Metoda Penulisan dan Sistematika.
BAB II Adalah mengenai landasan teori yang memiliki sub pokok bahasan antara
lain mengenai pergaulan dalam islam.
BAB III Adalah mengenai Uraian dari materi antara lain tentang pandangan islam
tentang pergaulan.
BAB IV Adalah Analisa Hukum dari identifikasi masalah.
BAB V Adalah Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran dan yang terakhir
adalah daftar pustaka yang mencantumkan dari mana bahan ataupun sumber
penulisan paper ini.

4
BAB II
LANDASAN TEORI PERGAULAN DALAM AJARAN ISLAM

Pengertian Pergaulan
Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan
lingkungannya. Bergaul dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang sangat
mendasar, bahkan bisa dikatakan wajib bagi setiap manusia yang “masih hidup”
di dunia ini. Sungguh menjadi sesuatu yang aneh atau bahkan sangat langka, jika
ada orang yang mampu hidup sendiri. Karena memang begitulah fitrah
manusia.seperti halnya diungkapkan dalam QS.AL HUJURAT yaitu:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-
laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara
kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al
Hujurat [49]:13)
Munculnya istilah pergaulan bebas seiring dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan dan tekhnologi dalam peradaban umat manusia, kita patut bersyukur
dan bangga terhadap hasil cipta karya manusia, karena dapat membawa perubahan
yang positif bagi perkembangan / kemajuan industri masyarakat. Tetapi perlu
disadari bahwa tidak selamanya perkembangan membawa kepada kemajuan,
mungkin bisa saja kemajuan itu dapat membawa kepada kemunduran. Dalam hal
ini adalah dampak negatif yang diakibatkan oleh perkembangan iptek, salah
satunya adalah budaya pergaulan bebas tanpa batas.
Dilihat dari segi katanya dapat ditafsirkan dan dimengerti apa maksud dari
istilah pergaulan bebas. Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul,
sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses
bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan. Islam
telah mengatur bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis. Hal ini telah
tercantum dalam surat An – Nur ayat 30 – 31. Telah dijelaskan bahwa hendaknya
kita menjaga pandangan mata dalam bergaul. Lalu bagaiamana hal yang terjadi
dalam pergaulan bebas? Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan
aturan – aturan yang telah Allah tetapkan dalam etika pergaulan. Karena dalam
pergaulan bebas itu tidak dapat menjamin kesucian seseorang.
Google, islami. 2005. Akibat Pergaulan Bebas. Kalimantan: HIV/AIDS

Landasan Perlunya Pergaulan

Tidak ada mahluk yang sama seratus persen di dunia ini. Semuanya
diciptakan Allah berbeda-beda. Meski ada persamaan, tapi tetap semuanya

5
berbeda. Begitu halnya dengan manusia. Lima milyar lebih manusia di dunia ini
memiliki ciri, sifat, karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka
sangat wajar ketika nantinya dalam bergaul sesama manusia akan terjadi banyak
perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku. Allah mencipatakan kita dengan
segala perbedaannya sebagai wujud keagungan dan Kekuasaan-Nya.
Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul
atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita. Anggaplah itu merupakan hal
yang wajar, sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang
wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadinya kecil, tetapi karena salah
menyikapi, akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan. Tak ada yang dapat
membedakan kita dengan orang lain, kecuali karena ketakwaannya kepada
Allah SWT (QS.Al_Hujurat[49]:13)
Perbedaan bangsa, suku, bahasa, adat, dan kebiasaan menjadi satu paket
ketika Allah menciptakan manusia, sehingga manusia dapat saling mengenal satu
sama lainnya. Sekali lagi tak ada yang dapat membedakan kecuali ketakwaannya.

C. Faktor Utama Dalam Pergaulan


1. Ta’aruf.
Apa jadinya ketika seseorang tidak mengenal orang lain? Mungkinkah
mereka akan saling menyapa? Mungkinkah mereka akan saling menolong,
membantu, atau memperhatikan? Atau mungkinkah ukhuwah islamiyah akan
dapat terwujud? Begitulah, ternyata ta’aruf atau saling mengenal menjadi suatu
yang wajib ketika kita akan melangkah keluar untuk bersosialisasi dengan orang
lain. Dengan ta’aruf kita dapat membedakan sifat, kesukuan, agama, kegemaran,
karakter, dan semua ciri khas pada diri seseorang.
2. Tafahum
Memahami, merupakan langkah kedua yang harus kita lakukan ketika kita bergaul
dengan orang lain. Setelah kita mengenal seseorang pastikan kita tahu juga semua
yang ia sukai dan yang ia benci. Inilah bagian terpenting dalam pergaulan.
Dengan memahami kita dapat memilah dan memilih siapa yang harus menjadi
teman bergaul kita dan siapa yang harus kita jauhi, karena mungkin sifatnya jahat.
Sebab, agama kita akan sangat ditentukan oleh agama teman dekat kita. Masih
ingat ,”Bergaul dengan orang shalih ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi,
yang selalu memberi aroma yang harum setiap kita bersama dengannya. Sedang
bergaul dengan yang jahat ibarat bergaul dengan tukang pandai besi yang akan
memberikan bau asap.
Tak dapat dipungkiri, ketika kita bergaul bersama dengan orang-orang
shalih akan banyak sedikit membawa kita menuju kepada kesalihan. Dan begitu
juga sebaliknya, ketika kita bergaul dengan orang yang akhlaknya buruk, pasti
akan membawa kepada keburukan perilaku ( akhlakul majmumah.

6
3. Ta’awun.
Setelah mengenal dan memahami, rasanya ada yang kurang jika belum tumbuh
sikap ta’awun (saling menolong). Karena inilah sesungguhnya yang akan
menumbuhkan rasa cinta pada diri seseorang kepada kita. Bahkan Islam sangat
menganjurkan kepada ummatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan
takwa. Rasullulloh SAW telah mengatakan bahwa bukan termasuk umatnya orang
yang tidak peduli dengan urusan umat Islam yang lain.
Ta’aruf, tafahum , dan ta’awun telah menjadi bagian penting yang harus kita
lakukan. Tapi, semua itu tidak akan ada artinya jika dasarnya bukan ikhlas karena
Allah. Ikhlas harus menjadi sesuatu yang utama, termasuk ketika kita mengenal,
memahami, dan saling menolong.

7
BAB III
PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERGAULAN

A. Perkembangan Alam Pemikiran Umat Islam


Perkembangn Ilmu Pengetahuan di dunia Islam, pengetahuan akal dan
intelektual merupakan suatu dorongan intristik dan inheren dalam ajaran islam.
Pada masa daulah Abbasiah, Ibukota Baghdad menjadi pusat Intelektual Muslim,
dimana terjadi pengembangan Ilmun Pengetahuan dan kebudayaan Islam.
Sekolah-sekolah dan Akademik muncul disetiap pelosok. Perpustakaan-
perpustakaan umum yang besar didirikan dan terbuka untuk siapapun sehingga
pemikiran Filosofis-filosofis besar zaman klasik dipelajari berdampingan dengan
Ilmu Islam. Bila dianalisis lebih lanjut sampai periode-periode ini kaum
Intelektual Islam identik dengan Ulama. Apalagi bila diingat bahwa Ulama dalam
Pengertian aslinya orang berilmu. Ilmu yang dikuasainya itu tidak terbatas pada
Ilmu Agama saja. Pendapat ini biasa dipegang karena kegiatan Intelektual itu
tumbuh karena manusia sibuk dengan urusan Agama. Mereka ini disebut
intelektual atau Ulama klasik yang oleh Shill sebagai intelektual lama atau
intelektual sacral dari Abad Pertengahan.
Demikianlah sejarah perkembangan Intelektual Muslim pada masa yang
disebut Harun Nasution sebagai periode klasik (650-1250) yang merupkan zaman
kemajuan, dimasa inilah berkembangnya dan munculnya ilmu pengetahuan, baik
dalam bidang agama maupun Non Agama dan Kebudayaan Islam. Zaman inilah
yang menghasilkan Ulama besar seperti Imam Malik, Abu Hanafi, Imam As-
syafi’i dan Imam Ibnu Hambali dalam Bidang Hukum, Teologi Zunnunal Misri,
Abu Yzaud Al-Butami dan Al-Hallaj dalam mistimisme atau tasawuf, dll.
Pada masa kejayaan ini perkembangan intelektual muslim mencapai puncaknya
sehingga cenderung membentuk pemikiran bebas ( rasionalisme ). Keadaan ini
menimbulkan pertentanagn dan kecemasan dikalangan sebagian kaum intelektual
muslim, pemikiran ini ditentang oleh Al-Ghazali (1059-1111). Sampai sekarang
diakui bahwa periode sejarah peradaban Islam serta pendidikan yang paling
cemerlang terjadi pada masa pemerintahan daulah Abbasyiah di Baghdad (750-
1285 M) dan Daulah Umayyah di Spanyol (711-1492 M).Dengan adanya suatu
perkebangan pemikiran maka secara langsung manusia memiliki suatu
kompetensi untuk melakukan suatu pergaulan yang lebih maju dari sebelumnya.

B. PERGAULAN REMAJA SECARA ISLAMI

Adalah remaja yang sopan terhadap sesama muslim dan remaja yang
sopan dalam berpakaian dan dengan kata-kata yang lembut dan tertutup.

8
Memang remaja ini, kalau menurut zaman sekarang adalah zaman kuno,akan
tetapi menurut ajaran Islam adalah wanita harus menutup auratnya dandilarang
memperlihatkan anggota tubuhnya yang sexy itu. Karena aurat wanitaitu sangat
mahal harganya dan remaja ini biasa sangat kuper.
Remaja seperti ini biasanya jarang suka bergabung dengan teman-temannya lain,
karena dia lebih suka mengurung diri dan dia sukanya sholat,mengaji, dll.
Yang harus dihindari pada wanita adalah sebagai berikut :
– Wanita muslim itu dilarang berpandangan mata dengan yang bukan
muhrimnya.
– Wanita muslim dilarang berpegangan tangan ataupun berciuman danbiasanya
remaja sekarang itu tidak mengetahui ajaran Islam yang sebenarnyadan selalu
ikut-ikut zaman sekarang.
-Wanita muslim dilarang membuka auratnya. Dan biasanya wanita
sekarangbanyak kita temui dan selalu membuka auratnya dan memperlihatkan ke-
sexy-annya pada lawan jenisnya.
Ketika seseorang menjadi remaja, maka dia dibesarkan untuk
menjalankankewajiban-kewajiban agama, sebagaimana yang diwajibkan kepada
orangdewasa. Dua sudah bertanggung-jawab kepada Allah SWT atas segala
yangdilakukan. Setiap kesalahan yang dilakukan akan dicatat sebagai dosa dan
setiapkebaikan dicatat sebagai amal sholeh yang akan mendapatkan pahala.
Percintaan Remaja Dalam Pandangan Islam

Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana
potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan
menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk.
Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga’
terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani
(haajatul ‘udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang
hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo’ kagak
terpenuhi manusia ngga’ bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga’ tenang)
sampe’ terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan
(gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
Gharizatul baqa’
(naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada
kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun
(naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan
manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak
untuk disembah.
Gharizatun nau’

9
(naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa
berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan
menyayangi kepada lawan jenis.

Pacaran dalam perspektif islam

In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering
cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai
pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: “Dan janganlah kamu
mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu
jalan yang buruk.” (Q. S. Al Isra’ : 32)
Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas lain yang hukumnya wajib
maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si
do’i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina.
So….kesimpulannyaPACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada
legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu
haram. dapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud: “Wahai
generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan
menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan
mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu,
maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk
melawan gejolak nafsu.”(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah
syaiton. Seperti sabda nabi: “Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat
(berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang
dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya.” (HR.
Imam Bukhari Muslim).
Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak
merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah
mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.
Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya.” (Q. S. An Nuur : 31).
Dan juga sabda Nabi: “Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan
memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu.”(HR.
Thabrany).
Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA’ (ketentuan) Allah, dimana
manusia ngga’ punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha
mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur’an: “Wanita-

10
wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah
buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk
laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik
(pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka
(yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).”

11
BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Etika bergaul yang baik menurut islam yaitu menyangkut larangan-larangan yang
harus dijaga oleh manusia sesuai dengan apa yang telah di ungkapkan oleh telah
ajaran islam.Yaitu bedasarkan Al-Qur’an dan hadist.
Tata cara bergaul yang baik menurut ajaran islam yaitu dimana kita dapat
menyesuaikan diri dengan orang yang kita hadapi yang sesuai dengan kaidah –
kaidah agama yang telah ada.Sehingga kiata dapat mengetahui batasan – batasan
terhadap dalam pergaulan sesuai tingkatan usia.
Dari penjelasan – penjelasan yang sudah saya simpulkan di atas kita dapat
mengetahui bahwa akibat pergaulan bebas dapat merusak diri – sendiri dan
menghancurkan masa depan kita. Dengan akibat pergaulan bebas dapat
menjerumuskan kita pada tindakan – tindakan negatif lainnya. Di samping itu,
dengan akibat pergaulan bebas berarti telah mendaftarkan diri kita pada pergaulan
yang merusak moral.
SARAN
Agar kita harus senantiasa membaca dan mempelajari Al-Q ur’an dan hadist
tentang etika pergaulan yang baik.Sehingga kita dapat mengetahui dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Saran saya sebagai penulis adalah kita harus memiliki suatu batasan – batasan
tentang hidup khususnya dalam pergaulan.Supaya kita dapat bergaul sesuai
dengan apa yang diajarkan oleh agama.
Saran saya pada pembaca yaitu agar mengetahui informasi tentang akibat
pergaulan bebas sedini mungkin agar kita tidak terjerumus pada pergaulan bebas
yang dapat merusak moral kita sebagai umat muslim.Hendaklah kita selalu
menjaga diri kita dari ligkungan yang tidak benar, karena sudah dijelaskan bahwa
pergaulan itu dapat merusak moral kita.

12
DAFTAR PUSTAKA

AIDS. 2003. Pacaran ( termasuk pergaulan bebas ). Banten : Pengaruh –


Pengaruh
Google, islami. 2005. Akibat Pergaulan Bebas. Kalimantan: HIV/AIDS
http://assyafieq.blogspot.com/2010/11/etika–pergaulan–remaja–dalam–
pandangan.html
Dikutip dari http://www.alislam.or.id/artikel/arsip/00000028.html
http://dian–pergaulanbebas.blogspot.com/
Ibnu Rusjid: Peragaulan Yang Sehat Secara Islam,Penerbit Wijaya,tahun 1963
http://remajaislam.com/gaya–muda/pra–nikah/35-kiat–agar–tidak–terjerumus–
dalam–kelamnya–zina-1.html

13
hadist tentang pergaulan remaja dimasa sekarang
 "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali
dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena
setan akanmenyertai keduanya." (HR. Ahmad)

 "Jangan sekali-kali salahseorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali


bersama mahram."(Muttafaq 'alaih, dari Ibnu'Abbas.R.A)

 "DemiAllah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian


ditusukdenganjarum dari besi, maka itu lebih baik dari menyentuh wanita
yangtidakhalal baginya." (HR. Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi dari Ma'qil
binYasarradhiyallahu 'anhu, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalamAsh-
Shahihahno. 226)

 Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Tidak. Demi Allah,tidak pernahsama


sekali tangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallammenyentuhtangan
wanita (selain mahramnya), melainkan beliau membai'atmerekadengan
ucapan (tanpa jabat tangan)." (HR. Muslim)
Ayat-ayat al-quran tentang pergaulan remaja

 Al-Isra': 32
"Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah
perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan."

 An-Nur ayat 31:


Katakanlahkepadawanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandangannya,dankemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya,kecualiyang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah
merekamenutupkan kainkudung kedadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannyakecuali kepadasuami mereka, atau ayah mereka, atau ayah
suami mereka,atauputera-putera mereka, atau putera-putera suami
mereka,atausaudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera
saudaralelakimereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka,
atauwanita-wanitaislam, atau budak-budak yang mereka miliki,
ataupelayan-pelayanlaki-laki yang tidak mempunyai keinginan
(terhadapwanita) atauanak-anak yang belum mengerti tentang aurat
wanita. Danjanganlahmereka memukulkan kakinyua agar diketahui
perhiasan yangmerekasembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian
kepada Allah,haiorang-orang yang beriman supaya kamu beruntung

14
Dalil tentang pergaulan remaja dalam islam

 Allah memerintahkan kaum laki-laki dan kaum perempuan untuk menahan


pandangan, sebagaimana Firman Allah :
 - َ‫صنَعُون‬ْ َ‫ير بِ َما ي‬ٌ ِ‫ظوا فُ ُرو َج ُه ْم ذَلِكَ أَ ْزكَى لَ ُه ْم إِن َّللاَ َخب‬
ُ َ‫ار ِه ْم َويَحْ ف‬
ِ ‫ص‬َ ‫قُ ْل ِل ْل ُمؤْ ِمنِينَ يَغُضُّوا ِم ْن أ َ ْب‬
‫ارهِن‬ َ ‫ضضْنَ ِم ْن أ َ ْب‬
ِ ‫ص‬ ُ ‫ت َي ْغ‬ِ ‫َوقُ ْل ِل ْل ُمؤْ ِمنَا‬
 “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka
menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu
adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada perempuan yang beriman,
“Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS. An-Nuur: 30-31)

 ِ ْ‫ت لَكَ ا‬
ُ ‫آلخ َرة‬ َ ‫ظ َرة َ فَإِن َما َلكَ اْأل ُ ْولَي َولَ ْي‬
ْ ‫س‬ ْ ‫ظ َرة َ الن‬
ْ ‫ الَ تُتْ ِبع الن‬،‫ي‬
ِ ُّ ‫يَا َع ِل‬
 “Wahai Ali, janganlah kamu meneruskan suatu pandangan kepada
pandangan lain, sesungguhnya bagimu hanya pandangan yang pertama dan
kamu tidak punya hak untuk pandangan selanjutnya.” (Al-Hakim berkata
bahwa haditsini shahih memenuhi syarat Muslim, dan Imam Adz-Dzahabi
menyetujuinya)

 -Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa wanita adalah aurat yang wajib


ditutupi seluruh tubuhnya, sebab membuka sebagian tubuh berarti
memberi kesempatan laki-laki untuk memandangnya dan pandangannya
akan menimbulkan ketergantungan sehingga berusaha dengan segala
macam cara untuk memperoleh apa yang diinginkan.

 ‫َان ِزنَا ُه َما‬ِ ‫َظ ُر َواْألُذُن‬ ْ ‫َان ِزنَا ُه َما الن‬


ِ ‫الزنَا أَد َْركَ ذَلِكَ الَ َم َحالَةَ فَ ْال َع ْين‬ ِ َ‫َص ْيبُهُ ِمن‬ ِ ‫ب َعلَى ا ْبنِ ْي آدَ َم ن‬ َ ِ‫ُكت‬
‫ي َويَتَمنَي‬ ْ ‫طا َو ْالقَ ْلبُ يَ ْه ِو‬َ ‫الرجْ ُل ِزنَاهَا ْال ُخ‬ ِ ‫ش َو‬ ُ ‫ط‬ْ َ‫سانُ ِزنَاهُ ْال َكالَ ُم َو ْاليَد ُ ِزنَاهَا ْالب‬ َ ‫الل‬
ِ ‫اال ْستِ َماعِ َو‬
ُ‫ِق ذَلِكَ ْالفَ ْر ُج َويُك َِذبُه‬
ُ ‫صد‬ َ ُ‫َوي‬
 “Setiap anak Adam pasti mendapat bagian dari zina yang tidak terelakkan,
kedua mata berzina dan zinanya adalah memandang, kedua telinga berzina
dan zinanya adalah mendengar, lisan berzina dan zinanya adalah berbicara,
tangan berzina dan zinanya adalah memegang, kaki berzina dan zinanya
adalah berjalan dan hati yang menarik dan berangan-angan lalu kemaluan
membenarkan atau mendustakan itu.” (Muttafaqun ‘alaih dan lafazh hadits
dari riwayat Muslim).
 Disebut zina karena laki-laki merasakan nikmatnya memandang keindahan
tubuh wanita. Pandangan itu masuk ke dalam hati orang yang memandang
sehingga hati seorang laki-laki terpikat dan membayangkannya. Maka
timbul keinginan dan berusaha untuk melampiaskan keinginan syahwat

15
kepadanya. Oleh karena itu Allah melarang seorang laki-laki memandang
wanita karena hal tersebut menimbulkan bahaya dan kerusakan sebagai
dampak pergaulan bebas dan pergaulan bebas dilarang karena
menyebabkan terjadinya perbuatan yang tidak terpuji bahkan akan
berakhir dengan suatu yang lebih buruk.
 ‫َوقَ ْرنَ فِي بُيُوتِ ُكن َوال تَبَرجْ نَ تَبَ ُّر َج ْال َجا ِه ِلي ِة األُولَى‬
 “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan
bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-
Ahzab: 33)
Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja (Penyebab dan Dampaknya)
Quote:
Kalau kita membicarakan dan membahas tentang pergaulan bebas,sudah pasti kita
akan berhubungan dengan anak remaja karena banyak korbannya adalah dari
kalangan remaja.Masa remaja bagi semua orang dan juga menurut saya adalah
masa yang paling indah atau berseri.Di masa itu juga proses pencarian jati diri
seseorang berlangsung.Dan pada proses itulah banyak para remaja yang terjebak
ke dalam pergaulan bebas tersebut karena tidak mengetahui dampak buruk bagi
dirinya sendiri.Pergaulan bebas di kalangan remaja saat ini telah mencapai titik
kekhawatiran yang sangat tinggi atau cukup parah,terutama seks bebas dan
penggunaan obat-obatan terlarang.

Oleh karena itu tidak aneh jika jumlah penderita HIV/AIDS dan wanita terutama
dari kalangan remaja/anak sekolah yang hamil di luar nikah.Hal ini di karenakan
sekarang mereka sangat begitu mudah memasuki tempat-tempat khusus orang-
orang dewasa.Bahkan sekarang pelakunya bukan saja mahasiswa dan anak SMA
saja,namun sudah merambat sampai ke anak SMP.
Dan pada saat ini banyak sekali orang-orang yang melakukan perbuatan keji dan
tidak berkeprimanusiaan untuk menutupi aib nya,yaitu dengan melakukan
aborsi.Padahal mereka tahu akibat aborsi sangat berbahaya bagi kesehatan
tubuhnya sendiri dan keselamatannya secara fisik.Bahkan bukan hanya pada
kesehatan dirinya sendiri, tetapi juga sangat berdampak hebat bagi keadaan mental
seseorang yang melakukan aborsi tersebut.Namun demi menutupi aib yang ia
timbulkan sendiri,ia rela mempertaruhkan nyawanya sendiri. Oleh karena itu jika
tidak secepatnya di atasi,akibat pergaulan bebas ini akan sangat membawa
dampak negatif dan efek yang buruk bagi perkembangan zaman.
Awal mula seorang remaja terjerumus ke dalam pergaulan bebas adalah salah
bergaul dan mudah terpengaruh oleh temannya yang tidak benar.Kebanyakan
remaja ini ingin di puji dan di katakan gaul oleh teman-temannya tanpa
memikirkan dampak dan akibat yang berkelanjutan.Maksud dari salah bergaul
adalah bukan berarti kita harus memilih milih dalam bergaul, kita boleh saja

16
bergaul dengan siapa pun asalkan kita jangan mudah terpengaruh dan tetap
berpegang teguh kepada norma-norma agama dan norma hukum yang
berlaku,karena gaul tidak harus melakukan seks bebas,tidak harus menggunakan
obat-obatan terlarang,dan semua hal yang melanggar hukum.Oleh karena itu kita
sebagai remaja harus membiasakan berfikir panjang ke depan sebelum melakukan
sesuatu hal,apalagi yang belum kita ketahui dampak baik dan buruknya bagi diri
kita,keluarga dan orang lain.
Di bawah ini saya memiliki opini beberapa faktor utama yang menjadi penyebab
dan awal mula seorang remaja terjerumus ke dalam pergaulan bebas,yaitu :

Faktor agama dan faktor iman, faktor ini adalah hal yang berasal dari dalam diri
kita sendiri. Apabila kurang pengetahuan akan agama dan kurangnya iman yang
tertanam di dalam diri kita,maka akan sangat mudah setan-setan yang ada di
dalam diri atau fikiran kita mendorong untuk melakukan hal-hal negatif yang
sangat bertentangan dengan agama dan hukum yang berlaku.Namun jika memiliki
pengetahuan akan agama dan iman yang kuat, insya allah kita tidak akan mudah
terpegaruh dan terjerumus ke dalam hal-hal negatfi tersebut.Karena otomatis kita
akan langsung memikirkan dampak apa yang akan terjadi ke depannya atau di
kemudian hari.
Faktor lingkungan seperti orang tua, teman dan tetangga, ya di dalam faktor ini
tidak sedikit anak remaja yang terjerumus kedalam pergaulan bebas di karenakan
ada masalah di dalam keluarganya atau yang sering mereka sebut dengan broken
home.Dan yang menjadi penyebab yang sering terjadi juga adalah karena
terjerumus atau terpengaruh oleh temannya demi mendapatkan pujian atau ingin
di bilang “gaul”.
Faktor pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang tinggi, kurangnya
pengetahuan akan dampak dan akibat akan hal yang kita lakukan dapat
memudahkan kita terjerumus ke dalam hal hal yang negatif. Pada umumnya kita
sebagai seorang remaja memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, apabila
menemukan atau melihat suatu hal yang baru maka otomatis kita akan ingin
merasakannya atau mencobanya.
Faktor perubahan zaman, faktor ini juga adalah hal yang cukup kuat menjadi
penyebab pergaulan bebas di kalangan remaja. Karena di zaman sekarang banyak
media yang mudah di akses oleh semua umur yang menyediakan tayangan
tanyangan yang seharusnya hanya di tayangkan khusus orang dewasa.Namun
karena rasa ingin tahu yang sangat tinggi yang mendorong para remaja
menggunakan atau melihat media untuk orang dewasa tersebut.Setelah
melihat,otomatis rasa ingin tahu itu pun akan terus berkembang seperti ingin
mengetahui rasa dan ingin mencoba hal yang baru dia lihat.Oleh karena itu
pengawasan orang tua adalah hal yang sangat penting dalam faktor ini.

17
Namun semuanya kembali ke diri kita sendiri, mau menjadi orang yang seperti
apa kita ? Jauhilah pergaulan bebas dan hal hal negatif yang berdampak sangat
merugikan bagi diri kita sendiri. Kita harus dapat menempatkan diri sebagai
remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan agama dan norma hukum
yang berlaku agar terhidar dari hal-hal tersebut.Ingat lah kita sebagai remaja
adalah calon penerus bangsa di masa depan, oleh karena itu jika kita melakukan
hal-hal yang negatif tersebut mau jadi apa negara kita nanti ! Maka mulai
sekarang cobalah untuk mendekatkan diri kepada Tukan YME untuk mempertebal
keimanan kita, karena iman adalah dasar yang paling utama di dalam diri kita
sendiri.

Bahaya Konsumerisme pada Remaja


Sekelompok remaja, sebagian masih berseragam sekolah, duduk lesehan di
emperan gerai "7-Eleven" di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.

Melepas tawa, sesekali mereka menyeruput "Slurpee", minuman soda dingin dan
melahap hotdog Big Bite di tengah udara panas dan suara bising oleh lalu lalang
kendaraan di sekitarnya. Gerai asal Amerika ini berhasil "menyihir" ribuan remaja
kota besar untuk mengecap gaya hidup modern hang-out alias nongkrong. Sambil
nongkrong, mereka pamer gadget terbaru, dari ponsel pintar iPhone sampai
Blackberry.

Sebuah fenomena Konsumerisme yang begitu kentara saat ini.

Disadari atau tidak, era globalisasi dan mudahnya mendapatkan informasi melalui
berbagai sarana teknologi dapat memengaruhi masyarakat untuk berperilaku
konsumtif. Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama
di kalangan anak-anak dan kalangan muda (ABG), bahkan setiap saat mereka bisa
mengakses informasi yang dibutuhkan melalui telepon selulernya.

Di satu sisi, globalisasi membawa dampak yang positif bagi masyarakat, namun
disisi lain globalisasi dapat menimbulkan dampak negatif seperti dis-orientasi,
dislokasi, atau krisis sosial-budaya dalam masyarakat, serta semakin merebaknya
gaya hidup konsumerisme dan hedonisme.Saat ini, konsumerisme tidak hanya
terjadi di perkotaan, namun sudah merambah ke pedesaan. Ini sangat berbahaya,
kalau tidak dicegah sejak dini.
Konsumerisme menjadi topik menarik dalam masa kekinian ketika dikaitkan
dengan fenomena remaja sekarang. Jika dulu René Descartes menyatakan
eksistensi manusia dengan jargon Cogito Ergo Sum, aku berpikir maka aku ada,
maka remaja sekarang akan mengatakan Emo Ergo Sum, aku belanja maka aku

18
ada. Belanja menjadi semacam eksistensi remaja untuk bisa diteria
dikelompoknya.

Pola hidup konsumerisme telah terbentuk pada anak muda, bahkan sejak usia dini.
Sejak mereka mulai berangkat remaja sudah dicekoki oleh berbagai iklan, promosi
soal gaul dan tidak gaul kalau tidak menggunakan merek ini atau itu. Ditambah
tayangan film sinetron di televisi mengumbar kekayaan dan gaya hidup mewah
mendorong anak-anak untuk meniru.

Itulah salah satu keberhasilan media khususnya televisi dalam menanamkan


`citra" tertentu pada produk sehingga kalau tidak pakai produk A, maka disebutlah
norak.

Konsekuensinya, ketika mereka hangout alias bergaul, anak harus mempunyai


uang cukup, melengkapi dirinya dengan asesoris seperti telepon seluler pintar dan
sebagainya. Ini tentu tak terlalu baik bagi pembangunan generasi, dan harus
dikendalikan

Lebih dalam, remaja lambat laun akan tergerus dengan budaya konsumerisme.
Mereka akan menjadi obyek bagi pasar dan semakin kehilangan jati dirinya sebab
mereka hanya mejadi penganut setia tren yang dikembangkan sistem pasar.

Budaya konsumerisme mementingkan benda sebagai ukuran kesenangan dan


kenikmatan yang akan menjerumuskan remaja masa kni menjadi generasi yang
yang bertopengkan popularisme dengan memandang hidupnya hanya sebatas tren.

Perilaku remaja yang semakin konsumtif secara manusia dapat dibenarkan karena
pada hakikatnya manusia terus memiliki kebutuhan. Tanpa dipenuhinya
kebutuhan itu manusia akan merasa kekurangan. Begitu pula dengan remaja,
kebutuhan menempatkan mereka sebagai manusia ekonomi yang terus memiliki
kebutuhan.

Abaraham Maslow lewat teori kebutuhannya mengtakan bahwa manusia memiliki


kebutuhan yang bertingkat-tingkat. Yang paling mendasar adalah kebutuhan fisik,
kemudian selanjutnya kebutuhan memperoleh rasa aman, kebutuhan sosialisasi,
kebutuhan pengakuan, dan kebutuhan aktualisasi diri. Untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhab tersebut, manusia akan mengusahakannya dengan kegiata
konsumsi.

Timbulnya budaya konsumerisme

19
Sebagai bagian dari masyarakat yang berorientasi pada konsumsi, remaja juga
memenuhi kebutuhannya dengan kegiatan konsumsi. Namun kenyataanya, mereka
mengkonsumsi sesuatu bukan dari segi fungsionalnya melainkan tren yang sedang
berkembang. Contoh konkretnya adalah tren blackberry dikalangan remaja saat
ini. Mereka lebih membeli Blackberry dibanding merk handphone lainnya. Jika
dilihat dari fungsionalnya, handphone merk lain memiliki fungsi dan keguanaan
yang sama dengan Blackberry bahkan ada beberapa yang lebih canggih. Demikian
halnya dengan fungsi barang yang ada di mall ataupun tempat nongkrong lainnya
juga sama seperti yang ad di pasar dan angkringan. Jika secara fungsional barang-
barang itu sama lantas mengapa para remaja BB,dan mall ? Hal ini terkait erat
dengan merk dan gengsi. Dalam hal ini mereka merasa diakui ketika membeli
barang dengan merk ternama. Karena itulah remaja saat ini cenderung menganut
perilaku konsumerisme.
Remaja adalah kelompok usia yang masih sangat labil dan sedang mencari
identitas diri. Hal ini dimanfaatkan oleh para pelku bisnis untuk mengeiksploitasi
celah kelemhan yang ada pada remaja ini. Erich Fromm, seorang pakat
psikoanalisa, mengatakan bahwa krisis identitas pada remaja muncul akibat
ketidak smpurnaan kemampuannya dalam meraih kematangan dan tanggung
jawab. Sementara bagi para pebisnis, krisis identitas adalah sebuah kebutuhan
remaja yang bisa mendorong terjadinya permintan.
Remaja menjadi segmen pasar yang menguntungkan kaum pebisnis. Jika remaja
membutuhkan identitas maka dunia bisnis bisa menawarkan dan menjual berbagai
macam identitas bagi remaja. Krisis identitas diri yang dialami remaja
membuatnya sulit untuk menhan diri dari godaan konsumtif yang ditawarkan
dunia bisnis. Kondisi ini menciptkan daya tarik menarik yang kuat diantara
keduanya.

Pentingnya Peran Orang Tua


Sejauh ini konsumerisme berpengaruh buruk pada anak, terlebih tak semua remaja
memiliki uang saku, fasilitas komunikasi dan transportasi yang melimpah.
Beberapa kasus bunuh diri atau kejahatan yang melibatkan anak dan remaja
belakangan ini ironisnya disebabkan oleh kebutuhan mereka akan barang-barang
mewah seperti Blackberry. Setelah kasus penusukan kawan sekelas yang
dilakukan seorang siswa SD di Depok baru-baru ini, seorang pelajar SMP bunuh
diri karena orangtuanya tak membelikan dia BlackBerry yang dimintanya
Budaya konsumerisme saat ini sudah semakin parah, sehingga perlu adanya upaya
bagaimana mengubah perilaku konsumtif menjadi produktif dan hal tersebut harus
dilakukan secara masif dari lingkungan terkecil dan sejak dini. Konsumerisme,
hedonisme, hilangnya rasa kesantunan dan etika bersosialisasi di kalangan anak-

20
anak atau remaja mengakibatkan sebuah polemik yang harus ditindak lanjuti oleh
semua pihak, agar jati diri bangsa tidak punah begitu saja.
Solusi yang tepat agar dapat meminimalisir berkembangnya budaya
konsumerisme adalah para orang tua memberikan pengertian pada anak-anaknya
untuk memberikan skala priotitas yang akan dikonsumsi agar dapat digunakan
secara efektif. (*)

21