You are on page 1of 11

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK

DENGAN DANGUE HEMORRHAGIC FEVER DI


BANGSAL IBNU SINA RS PKU MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA

Disusun oleh:
PENTI SARI NINGSIH
201510206089

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2016
Nama Mahasiswa : Penti Sari Ningsih
Nim : 201510206089
Tempat praktek : Ruang Ibnu Sina

I. DATA IDENTITAS
Nama : An. A
Umur : 12 Tahun
Nama ayah/ibu : Tn.A/ Ny.A
Pekerjaan Ayah : Swasta
Alamat : Imogiri Timur km 8,5 Wonokromo Bantul
Agama : Islam
Suku bangsa : Jawa
Pendidikan Ayah/Ibu : D3/ S1
Tanggal masuk : 17 Juli 2016
Tanggal pengkajian : 17 Juli 2016

II. KELUHAN UTAMA


1. Alasan Masuk Rumah Sakit
Pasien datang dengan keluhan demam, keluarga melaporkan An. A panas sejak
tanggal 15 Juli 2016.
2. Tanda dan gejala yang dilihat orang tua
Orang tua mengatakan anakna panas sejak hari jumat, sudah diperiksakan di RS
PKU Muhammadiyah Yogyakarta akan tetapi hanya di beri obat dan rawat jalan,
namun pihak RS mengatakan apabila panas berulang maka harus datang kembali
ke RS. Saat dilakukan pengkajian orang tua mengatakan An. R masih demam
orang tua mengatakan khawatir dan menginginkan anaknya segera sembuh.

III. RIWAYAT KESEHATAN MASA LAMPAU


a. Penyakit waktu kecil
Ibu An.A mengatakan Px pernah mengalami batuk pilek biasa, ibu An.A
mengatakan bahwa dalam keluarga tidak memiliki riwayat penyakit menurun.
b. Dirawat dirumah sakit
Orang tua An. A mengatakan bahwa An.A belum pernah dirawat di rumah
sakit.
c. Obat-obatan yang digunakan
Saat ini An. A hanya menggunakan obat-obatan yang diberikan dari Ruang
Ibnu Sina saja.
d. Tindakan (operasi)
Orangtua An. A mengatakan anaknya belum pernah dioperasi sebelum ini.
e. Alergi
Ibu An. A mengatakan px tidak mempunyai alergi makanan ataupun alergi
obat
f. Kecelakaan
Orang tua An. A mengatakan anaknya belum pernah mengalami kecelakaan
g. Imunisasi
1) Hb : 1x
2) BCG : 1x
3) DPT : 3x
4) POLIO : 4x
5) Campak : 1x

IV. RIWAYAT KELUARGA DISERTAI GENOGRAM


Keterangan:
: Perempuan Sehat
: Laki-laki sehat
: Pasien
: Tinggal serumah
Px adalah anak tunggal. Ibu px adalah anak kedua dari 5 bersaudara. Ayah px
adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara.

V. RIWAYAT SOSIAL
a. Yang mengasuh : Bapak dan Ibu
b. Hubungan dengan anggota keluarga : Dekat dengan bapak dan ibu
c. Hubungan dengan teman sebaya : klien mempunyai teman banyak
dirumah
d. Pembawaan secara umum : klien adalah anak yang aktif, suka
bermain, klien pendiam jika bertemu orang yang baru dikenal

VI. RIWAYAT PSIKOSOSIAL


Orang tua mengatakan jika anaknya sedikit manja, menurut orang tua anaknya manja
karena px anak tunggal dan belum mempunyai saudara kandung. Orangtua px sangat
khawatir ketika sang anak mengalami demam/panas yang tidak kunjung reda.

VII. BUDAYA
Ibu px mengatakan tidak ada kebiasaan khusus yang dilakukan ketika demam atau
sakit, yang biasa dilakukan adalah mendatangi tempat kesehatan terdekat untuk
periksa.

VIII. KEBUTUHAN DASAR (Sebelum Sakit)


a. Makanan yang disukai
Ibu px mengatakan bahwa anaknya sangat suka dengan ayam, lele goring
dan sayur mayur
 Frekuensi : 3-4 x sehari
 Porsi makan :
Jika dengan lauk yang disukai px mau makan satu porsi akan tetapi jika
lauknya tidak suka px hanya menghabiskan < satu porsi
 Pola makan :
Teratur pagi- siang- malam, dan jika merasa lapar px juga minta makan
 Alat makan yang digunakan : sendok, piring, gelas
b. Pola tidur
Ibu Px mengatakan bahwa anaknya tidak pernah tidur siang dan jika malam
pukul 20.00 WIB sudah tidur dan pukul 06.00 WIB untuk persiapan
berangkat ke sekolah
c. Mandi
Ibu px mengatakan anaknya mandi 2x sehari
d. Aktivitas bermain
Ibu px mengatakan anaknya suka sekali bersepeda.
e. Eliminasi
Ibu px mengatakan anaknya rutin BAB dan BAK, BAB 1x sehari dan BAK
± 5-7x sehari
(Selama Sakit)
a. Makan Minum
 Nafsu makan : berkurang - Frekuensi : 1-2x
 Frekuensi : 2x sehari - Jumlah : ±85-100mL
 Porsi : ½ piring - Jenis : Air putih
b. Pola tidur
 Siang : lebih banyak berbaring akan tetapi susah tidur
 Malam : sering terbangun di malam hari
c. Mandi : 2x sehari dan hanya di lap saja
d. Eliminasi :
 BAK : 2-3x/ hari
 BAB : 1x/ 2hari

IX. KESEHATAN SAAT INI


a. Diagnosa medis : DHF
b. Tindakan operasi : Tidak ada rencana tindakan operasi
c. Status nutrisi : BB 40 Kg
d. Status cairan :
- Infus RL 20 tpm, turgor kulit kembali cepat, kulit kering, mukosa bibir
kering, BAK 3-4x/ hari
e. Obat-obatan :
- RL 20 tpm sebagai pengganti cairan tubuh yang kurang
f. Aktivitas :
- Tidak banyak aktivitas karena hanya terbaring di tempat tidur tampak
lemas dan lesu, An.A mengatakan agak pusing
g. Tindakan keperawatan:
- Pemeriksaan TTV:
TD : 116/76 mmHg
S : 37,3 C
N : 105 x/m
RR : 24 x/m
- observasi suhu tubuh

h. Hasil laboratorium :
Pemeriksaan tanggal 19 Juli 2016
Pemeriksaan Hasil Rujukan
Trombosit 36 150 – 450
Hematokrit 36 35 – 45
Protein plasma 6.0 5.5 -8.0

Pemeriksaan tanggal 20 Juli 2016


Pemeriksaan Hasil Rujukan
Trombosit 43 150 – 450
Hematokrit 46 35 – 45
Protein plasma 6.2 5.5 -8.0

i. Hasil rontgen :-
j. Data tambahan :-

X. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan Umum :
- KU sedang. Kesadaran: Compos mentis.
b. TB/BB :
- 160 cm/ 40 kg
c. Mata :
- simetris, tidak ada kelainan, tidak anemis dan ketajaman mata tidak
mengalami kelainan.
d. Hidung :
- Tidak ada polip, tidak ada epistaksis, tidak ada pembengkakan, tidak
keluar cairan dan tampak bersih.
e. Mulut :
- Membran mukosa kering, tidak ada stomatitis, tidak terdapat kemerahan
maupun perdarahan.
f. Telinga :
- Pendengaran normal, tidak ada cairan yang keluar, telinga sedikit kotor,
tidak terdapat pembengkan maupun nyeri tekan.
g. Paru-paru :
- I : Pengembangan dada tampak simetris, tak tampak retraksi dada
- P : Tidak teraba adanya benjolan, nyeri tekan tidak dirasakan
- P : Suara sonor di kedua lapang paru
- A: Suara napas vesikuler di kedua lapang paru
h. Jantung :
- I : Ictus cordis tidak tampak
- P : Tidak terdapat nyeri tekan
- P : Suara redup
- A : Suara jantung terdengar
i. Abdomen :
- I : Tak tampak adanya bekas luka, serta spider navi
- A : Bising usus terdengar,peristaltic > 20 x/menit
- P : Suara tympani
- P : Tidak teraba benjolan dan tidak terdapat nyeri tekan
j. Genitalia :
- Tidak terkaji
k. Ekstremitas :
- Akral teraba hangat, tidak ada jejas, tidak ada fraktur
l. Kulit :
- Cubit kulit perut kembali < 3 detik, tidak sianosis, tidak ada kemerahan,
kulit teraba hangat.
m. Tanda-tanda vital :
 Suhu : 37,3 C
 Respirasi : 24 x/m
 Nadi : 105 x/m
 TD : 116/76 mmHg

XI. PEMERIKSAAN PERKEMBANGAN


Kemandirian dan bergaul : Menurut ibu An, A sedikit manja akan tetapi ketika
bermain dia mandiri dan suka bergabung dengan teman-temannya bermain keluar
rumah.

XII. ANALISA DATA


No DATA FOKUS ETIOLOGI PROBLEM
1. DS : Penyakit: (proses Hipertermi
- Ibu px mengatakan infeksi virus
anaknya demam sejak 4 dangue)
hari yang lalu
DO :
- Kulit teraba hangat
- Kenaikan suhu 37,3 C
- Tanda-tanda vital :
Suhu : 37,3 C
Respirasi : 24x/m
Nadi : 105x/m
TD :116/76 mmHg
- Trombosit 63
- Hematokrit 44
2 DS: Kehilangan cairan Kekurangan
- Ibu px mengatakan aktif volume cairan
anaknya tidak nafsu makan
dan susah minum
DO:
- Kulit kering
- Membrane mukosa kering
- suhu tubuh 37,3 C
- Anak tampak lemas dan
lesu
3 DS : - Pemasangan infus Resiko infeksi
DO :
- Terdapat pemasangan
infus
- Tanda-tanda vital :
Suhu : 37,3 C
Respirasi : 24x/m
Nadi : 105x/m
TD :116/76 mmHg

XIII. PRIORITAS MASALAH


1. Hipertermi b.d penyakit (proses infeksi virus dangue)
2. Kekurangan volume cairan b.d kehilangan cairan aktif
3. Resiko infeksi b.d pemasangan infus
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa
No Tujuan Intervensi Rasional
Keperawatan
1. Hipertermia b.d NOC: NIC:
penyakit (proses Termoregulasi Fever Treatment 1. Mengetahui perubahan suhu
infeksi virus dangue) Setelah dilakukan tindakan selama 2. Mengetahui akan adanya tanda-
3x24 jam diharapkan masalah 1. Monitor suhu tubuh minimal 4 jam tanda kejang
keperawatan hipertermi teratasi, sekali 3. Membuat vasodilatasi sehingga
dengan criteria hasil: 2. Monitor suhu tubuh pasien, memudahkan evakuasi panas dan
- Suhu kulit dalam rentang yang perhatikan badan pasien jangan menurunkan panas tanpa pemberian
diharapkan sampai menggigil obat
- Suhu tubuh dalam batas normal 3. Berikan kompres hangat jika 4. Untuk mengetahui perkembangan
yaitu 36,5 – 37,5 o C diperlukan suhu pada pasien
- Nadi dan pernafaan dalam rentang 4. Monitor warna kulit, Vital sign 5. Menghindari hidrasi
yang diharapkan yaitu nadi : 80-90 5. Anjurkan pasien untuk sering minum 6. Memenuhi kebutuhan energi bagi
kali/menit dan RR : 20-30 6. Anjurkan makan sedikit-sedikit tapi tubuh
kali/menit sering 7. Pemberian obat untuk penurun
- Perubahan kulit tidak ada 7. Kolaborasi pemberian antipiretik panas

2. Kekurangan volume NOC: NIC:


cairan b.d kegagalan Fluid Balance, Hydration, Fluid Management 1. Mengobservasi intake dan output
mekanisme regulasi Nutrition Status: Food And Fluid 2. Mengetahui adanya tanda-tanda
Intake 1. Pertahankan catatan intake output hidrasi
Setelah dilakukan tindaka selama yang adekuat 3. Untuk mengetahui perubahan TTV
3x24 jam diharapkan masalah 2. Monitor status hidrasi (kelembapan, yang signifikan
keperawatan kekurangan volume membrane mukosa, nadi adekuat, 4. Membantu menambah ciran ketia
cairan teratasi, dengan kriteria hasil: tekanan darah ortostatik) tidak aa intake yang adekuat
3. Monitor vital sign 5. Motivasi keluarga akan
- Mempertahankan urine output 4. Kolaborasi pemberian cairan IV mempengaruhi psikis
sesuai dengan BB, HT normal 6. Untuk memantau berapa banyak
- Tekanan darah, nadi, suhu tubuh 5. Dorong keluarga untuk membantu intake dan output
dalam batas normal yaitu TD : pasien makan
100/60 mmHg, nadi : 80-90 6. Monitor status cairan termasuk
kali/menit, suhu 36,5 – 37,5 o C, intake dan output cairan
RR : 20-30 kali/menit
- Tidak ada tanda-tanda dehidrasi,
elastisitas turgor kulit baik,
membrane mukosa lembab, tidak
ada rasa haus yang berlebihan

3. Resiko infeksi b.d NOC : NIC :


pemasangan infus. Infection Controldengan Kontrol infeksi 1.
Menentukan intervensi.
Setelah dilakukan asuhan 1. Monitor tanda-tanda infeksi. 2.
Mengetahui status kesehatan.
keperawatan selama 3 x 24 jam, 2. Monitor VS 3.
Mengurangi sumber penyakit
resiko infeksi yang dialami klien 3. Bersihkan lingkungan setelah 4.
Mencegahinfeksi nosocomial.
berkurang, dengan kriteria hasil : tindakan 5.
Dapat mengindikasikan timbulnya
1. Infeksi tidak terjadi 4. Cuci tangan sebelum dan sesudah infeksi lokal
2. Suhu badan dalam batas tindakan 6. Dapat mencegah kontaminasi
normal yaitu 36,5 – 37,5 o C 5. Instruksikan pengunjung cuci tangan silangdan kemungkinan infeksi.
3. Lekosit dalam batas normal sebelum dan sesudah berkunjung. 7. Alat invasive yang terpasang 3 hari
6. Gunakan APD dapat menjadi pintu masuk bakteri.
7. Ganti letak iv line 8. Antibiotik spectrum luas dapat
8. Kolaborasi pemberian antibiotic. digunakan
Sebagai profilaksi.
9. Leukositosis menunjukkan adanya
infeksi.