You are on page 1of 3

Farmakognosi

Farmakognosi berasal dari dua kata yaitu pharmakon yang berarti obat, gnosis yang berarti
ilmu/pengetahuan. Farmakognosi berarti pengetahuan tentang obat. Pengertian farmakognosi
ilmu yang mempelajari tentang bahan alam, terutama dari tumbuh-tumbuhan, hewan dan
mineral yang dapat digunakan dalam pengobatan. Simplisia adalah bahan alamiah yang
digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun, kecuali dinyatakan lain
berupa bahan yang telah dikeringkan.

Simplisia dianggap bermutu rendah jika tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan,
khususnya persyaratan kadar. Mutu yang rendah dapat disebabkan oleh tanaman asal, cara
panan, dan pengeringan yang sulah, disimpan terlalu lama dan pengaruh kelembapan , panas
atau penyulingan. Simplisia dianggap rusak jika menjadi basah oleh air laut / tercampur minyak
pelumas waktu diangkut dengan kapal. Simplisia dinyatakan bulukan jika kualitasnya turun
karna dirusak oleh bakteri, cendawan/serangga. Simlisia dinyatakan tercampur jika secara
sengaja terdapat,bersama sama dengan bahan/bagian tanaman lain, contoh kuncuk cengkeh
bercampur dengan ranting. Simplisia dianggap dipalsukan , jika sengaja
diganti,diolah/ditambah bahan lain yang tidak semestinya, sebagai contoh minyak zaitun
diganti minyak makan.

Beberapa pedoman saat panen simplisia…

1. Tanaman empon2 umumnya dipanen pada saat bagian tanaman diatas tanah mulai
menua atau kuning yg biasa terjadi pada musim kering
2. Daun dipungut sewaktu proses fotosintesis maksimal, sebelum pembentukan buah
3. Bunga dipetik selagi masih kuncup
4. Buah dipetik menjelang masak atau setelah masak
5. Biji sebaiknya dipungut pada saat buah masak
6. Kulit diambilsewaktu bertunas

Farmakologi

OBAT GANGGUAN SISTIM PENCERNAAN


Gangguan pada system pencernaan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah,infeksi bakteri
dan juga kelainan alat pencernaan
1. Tukak lambung
Tukak lambung adalh luka pada lapisan lambung atau duodenum.bila
terdapat luka di lambung disebut tukak lambung,bila terdapat luka
diduedenum disebut tukak duodenum.
Tukak lambung dapat disebabkan karna tingginya asam di lambung atau
akibat infeksi h pylori.

2. diare
Antidiare adalah obat – obat yang digunakan untuk menanggulangi atau
mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri / kuman, virus, cacing atau keracunan
makanan.
Gejala diare adalah buang air besar berulang kali dengan banyak cairan , kadang
disertai darah / lendir.
3. konstipsi
Pencahar adalah obat – obat atau zat – zat yang dapat mempercepat peristaltic usus
sehingga mempermudah / melancarkan buang air besar.
Obat pencahar digunakan untuk :
 Pada keadaan sembelit (konstipasi) karena pengaruh efek samping obat kurang minum,
kurang mengkomsumsi makanan berserat.
 Pada pasien dengan resiko pendarahan, pada angina pektoris atau resiko
 Pendarahan rektal pada hemoroid (wasir).
 Untuk membersihkan saluran cerna sebelum pembedahan dan prosedur radiologi.
 Untuk pengeluaran parasit setelah pemberian antelmentik.
Penggunaan pencahar pada anak-anak harus dihindari kecuali diresepkan oleh dokter.
4. Antispasmodik
Antispasmodik adalah obat – obat atau zat – zat yang digunakan untuk melawan kejang –
kejang otot yang sering mengakibatkan nyeri perut (saluran pencernaan). Meskipun dapat
mengurangi spasme usus tapi penggunaannya dalam sindrom usus pencernaan sebagai obat
tambahan saja.
5. Kolagoga
Kolagoga adalah zat atau obat yang digunakan sebagai peluruh atau penghancur batu
empedu. Batu empedu merupakan penyakit yang terjadi di saluran atau kandung empedu. Faktor
pencetusnya meliputi hiperkolesterolemia, penyumbatan disaluran empedu dan radang saluran
empedu.
Obat yang sering digunakan untuk membantu melarutkan batu empedu adalah asam
kenodeoksikolat dan asam ursodeoksikolat. Pasien batu empedu dianjurkan melakukan diet
kolesterol dan pengobatan dilanjutkan sampai 3 atau 4 bulan sesudah batunya melarut.
6. Hepato Protector (Protektor Hati)
Obat-obat protektor hati adalah obat-obat yang digunakan sebagai vitamin tambahan
untuk melindungi, meringankan atau menghilangkan gangguan fungsi hati karena adanya bahan
kimia, penyakit kuning atau gangguan dalam penyaringan lemak oleh hati.
Pada umumnya obat-obat golongan ini mengandung asam-asam amino, kandungan dari
tanaman kurkuma (kurkumin) dan zat-zat lipotropik seperti methionin dan cholin. Methionin
memiliki peranan penting dalam metabolisme hati sehingga digunakan untuk melawan
keracunan yang disebabkan oleh hepatotoksin. Sedangkan choline adalah suatu zat yang dapat
mencegah dan menghilangkan perembesan lemak kedalam hati dan juga bekerja melawan
keracunan. Obat-obat ini sebaiknya jangan digunakan pada penderita penyakit hati yang berat
karena pada dosis besar dapat memperparah keadaan.