You are on page 1of 22

produknya sehing

ga kelainan yang
timbul didalam m
ulut mungkin dap
at berasal darigan
gguan di dalam
mulut sendiri
ataupun akibat
manifestasi
metastatik dari
gangguan
organdidalam
tubuh.Rongga
mulut yang selalu
basah oleh saliva
merupakan media
yang cukup
layakuntuk
perkembangbiaka
n mikroba
didalamnya.
Semenjak
manusia lahir
mikroba
telahterdapat
didalam mulut
seseorang, sekitar
30 spesies dapat
diisoler dari
mulut, dan
padaumumnya
merupakan flora
mulut yag
apatogen.
Bakateri
streptokokus
viridans
palingmendomini
r didalam mulut
dan banyak
dikaitkan dengan
penyebab infeksi
dalam
ronggamulut dan
saluran
pernafasan
(Sabiston, 1976).
Organisme
didalam mulut
dapat
tinggaldidalamny
a karena terikat
oleh suatu ikatan
yang dapat
berupa ikatan
mekanis, khemic
yang berasal dari
polimer saliva ata
upun produk dari
jaringan setempat
, adesi antar bakte
ri yang berbeda s
pesies, sedang mi
kroba yang berafi
nitas rendah terha
dap struktur jarin
gan mulut pada
umumnya
bersifat mobile
dan dapat ikut
tertelan bersama
air ludah dan
bolus makanan.M
ikroba yang ikut
tertelan apakah
dapat
berkembangbiak
didalam lambung
merupakanmasala
h tersendiri
karena seperti
telah kita ketahui
asam lambung
merupakan barier
pertamaterhadap
aktifitas
mikrobakterium.
Sumber (fokus)
infeksi dalam
rongga mulut,
terutama yang
berhubungan erat
dengangigi dapat
berada di jaringan

jaringan
(Moestopo, 1982)
:1.
Periodontium,
yaitu jaringan
untuk mengikat
gigi didalam
tulang alveolus,
kalauserabut
periodontium ini
rusak, gigi akan
goyang, dan
kuman

kuman akan
lebihmudah
mencapai daerah
ujung akar gigi
dan masuk
saluran darah.
Keadaan ini
yang biasa disebu
t pyorhoea yaitu
gejala keluarnya
nanah dari saku g
usi yang
berasal dari perad
angan karena
rusaknya
periodontium.2.

Periapikal, yaitu
ujung akar gigi3.

Pulpa
gigi.Bahkan
dapat berasal dari
kuman

kuman penyakit
didaerah gusi,
juga sisa

sisafragmen gigi
yang tertinggal, g
igi dan lubang

lubang baru
setelah
pencabutan, beka
s akar gigi
(socket) dapat
pula merupakan
fokus
infeksi.Cara dari
kuman

kuman tersebut
dapat menembus
masuk kedalam
aliran
darah,haruslah
melalui lubang /
perlukaan pada
pembuluh darah
atau kelenjar
limfe
(getah bening), y
aitu melalui lesi (
kerusakan) yang
ditimbulkan oleh
trauma mekanis,
misalnya pada
tindakan
pencabutan gigi,
gerakan
mengunyah pada
gigi yang
rusakdan goyang,
sehingga pada
keadaan ini selain
terjadi trauma
mekanis juga
timbulgerakan
memompa yang
dengan
sendirinya akan
mempermudah
penularan dengan