You are on page 1of 9

Shortcase

Corpus Alienum Kornea Central OS

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Kepaniteraan Klinik


Di Bagian Ilmu Kesehatan Mata RSMH Palembang

Oleh:

Dwi Andari Maharani, S.Ked

Pembimbing:
dr.Yulida Evelyn, Sp.M

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MATA


RUMAH SAKIT DR. MOH. HOESIN PALEMBANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2017
STATUS PASIEN

1. Identitas Pasien
Nama : Tn. EH
Umur : 34 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Bangsa : Indonesia
Pekerjaan :-
Alamat : Sumber Marga Telang,
Tanggal Pemeriksaan : 28 Desember 2017

2. Anamnesis (Autoanamnesis pada tanggal 28 Desember 201)

a. KeluhanUtama

Mata kiri merah sejak +10 hari yang lalu


b. Riwayat Perjalanan Penyakit

Sejak +10 hari yang lalu pasien mengeluh mata kanan merah (+).
Nyeri (+), mata berair (+), kotoran mata (-), rasa seperti mengganjal
(+), pandangan kabur (-), pandangan seperti melihat tirai (-), sakit
kepala (-), demam (-), mual muntah (-). Pasien mengaku pada saat
berkendara motor seperti ada serangga yang masuk ke mata pasien
karena pasien tidak menggunakan helm, kemudian pasien mengaku
sempat menggunakan obat insto yang dibeli sendiri selama beberapa
hari namun keluhan dirasakan tidak berkurang. Pasien berobat ke poli
mata RSKMM Palembang.

c. Riwayat Penyakit Dahulu

• Riwayat trauma (-) disangkal


• Riwayat berkacamata (-)
• Riwayat alergi obat disangkal (-)
• Riwayat hipertensi (-)
• Riwayat kencing manis (-)

d. Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga(-)

3. Pemeriksaan Fisik

a. Status Generalis

Keadaan Umum : Baik


Kesadaran : Compos mentis
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Nadi :102 kali/menit regular, isi dan tegangan cukup
Frekuensi Napas : 22 kali/menit
Suhu : 36,8o C
b. Status Oftalmologis
Okuli Dekstra Okuli Sinistra

Visus AVOD : 6/6 AVOS : 6/6


Tekanan P = N+0 P = N+0
intraocular

Kedudukan bola
mata Ortoforia
(Hirschberg test)
GBM

Baik ke segala arah Baik ke segala arah


Palpebra Tenang Tenang
Konjungtiva Tenang Injeksi konjungtiva (+)
Kornea Jernih Terdapat corpus alienum
BMD Sedang Sedang
Iris Gambaranbaik Gambaranbaik
Pupil Bulat, sentral, RefleksCahaya Bulat, Central, Reflekscahaya
(+), diameter 3 mm (+), diameter 3 mm

Lensa Jernih Jernih


RefleksFundus RFOD (+) RFOS (+)
Papil Bulat, batas tegas, warna Bulat, batas tegas, warna merah
merah normal, c/d ratio 0.3, normal, c/d ratio 0.3, a/v 2:3
a/v 2:3
Makula Refleks fovea (+) di sentral Refleks fovea (+) di sentral
Retina Kontur pembuluh darah baik Kontur pembuluh darah baik

4. Pemeriksaan Penunjang
 Pemeriksaan slitlamp
 Pemeriksaan fluoresence test
5. Diagnosis banding
 Corpus alienum kornea central OS e.c serangga
 Corpus alienum kornea central OS e.c debu

6. Diagnosis Kerja
Corpus alienum kornea central OS e.c serangga

7. Diagnosis Kerja
Corpus alienum central OS et causa serangga

8. Tatalaksana
1. Informed Consent
2. KIE
 Menjelaskan kepada pasien bahwa keluhan yang dialami
disebabkan oleh benda asing di kornea (lapisan terdepan mata)
 Menjelaskan kepada pasien untuk dilakukan tindakan ekstraksi
benda asing
 Menjelaskan kepada pasien mengenai komplikasi yang akan
timbul jika benda asing tidak diangkat segera
 Menjelaskan kepada pasien tindakan yang akan dilakukan
3. Non medikamentosa
 Pro ekstraksi corpus alienum kornea central OS (spooling
RL betadine, kapas steril, jarum spuit 1cc)
 Bebat tekan OS dengan salep mata gentamicin selama 6-8
jam

Medikamentosa
- Tetes mata levofloxacin 0.5% 1 gtt/4 jam
- Salep gentamisin 0,3% sue/8 jam OS

9. Prognosis
 Quo ad vitam : bonam
 Quo ad functionam : bonam
 Quo ad sanationam : bonam
LAMPIRAN

Gambar 1. Gambaran OS pada pasien fiksasi jauh

Gambar 2. Gambaran OS pada fiksasi dekat


ANALISIS KASUS

Tn. EH, 34 tahun datang dengan keluhan mata merah sejak 10 hari yang lalu.
Keluhan dirasakan sejak pasien merasa ada serangga yang masuk ke mata ketika
berkendara motor. Mata kiri pasien merah, mata kiri terasa mengganjal, berair-air (+),
penurunan visus (-). Pada pemeriksaan didapatkan tampak benda asing/corpus
alienum di kornea mata kiri pasien. Selain itu, dilakukan pemeriksaan penunjang
berupa slitlamp dan flouresence test. Dari hasil slitlamp didapatkan corpus alienum
kornea central di jam 6. Tidak dilakukan flouresence test pada pasien.
Corpus alienum adalah benda asing yang menyebabkan terjadinya cedera
mata, sering mengenai sclera, konjungtiva dan kornea. Kebanyakan cedera bersifat
ringan, beberapa cedera dapat berakibat serius. Corpus alienum kornea adalah benda
asing yang terdapat pada kornea seperti serpihan logam, kaca, atau pun serpihan
bahan-bahan organik. Corpus alienum yang masuk ke dalam mata dapat
mengakibatkan reaksi inflamasi yang hebat serta timbul kerusakan. Pada kasus, benda
asing yang masuk merupakan benda logam berupa gram dari hasil gerinda. Corpus
alienum pada kornea umumnya terletak di lapisan epitel ataupun stroma. Keadaan ini
dapat menyebabkan reaksi inflamasi sehingga menimbulkan dilatasi pembuluh darah
disekitarnya, edema palpebra, konjungtiva, sclera. Jika tidak segera dikeluarkan, hal
ini akan menyebabkan nekrosis jaringan. Defek pada epitel kornea merupakan
tempat masuknya mikroorganisme ke dalam lapisan stroma kornea yang dapat
menyebabkan ulserasi.
Gejala yang ditimbulkan adalah sensasi adanya benda asing, nyeri, mata
merah, berair, fotofobia. Pada pemeriksaan oftalmologi dapat ditemukan visus normal
karena corpus alienum tidak terletak di bagian sentral, sehingga tidak menutupi media
refraksi. Injeksi siliar terjadi karena pelebaran pembuluh darah arteri siliar anterior
pada kornea. Mata berair terjadi karena air mata berfungsi sebagai proteksi imun
untuk mukosa permukaan mata.proteksi tersebut dinamakan MALT (Mucous
Assosiated Lymphoid Tissue) yang bertugas menciptakan kesimbangan antara
imunitas dan mencegah kerusakan jaringan mukosa akibat segala bentuk cedera yang
menimbulkan lesi di permukaan mata terutama di kornea.
Tampak benda asing yang menempel pada kornea. Benda asing logam sudah
beberapa hari menempel pada kornea, maka tampak gambaran “rust ring”. Defek
kornea dapat dilihat pada pemeriksaan flouresence. Fluoresence test mewarnai basal
epitel yang mengalami defek. Pada beberapa kasus juga dapat asimptomatik.
Defek epitel kornea yang ringan dapat diterapi dengan salep antibiotik dan
balut tekan (pressure patch) untuk immobilisasi palpebra. Hal ini dilakukan untuk
mengurangi gesekan antara palpebra dan bola mata. Corpus alienum dikeluarkan
dengan memberikan anestesi topikal/tetes (pantocain 2%) di saccus konjungtiva.
Kemudian menggunakan alat pengorek (spuit)/jarum berukuran kecil untuk
mengeluarkan benda asing sewaktu pemeriksaan slitlamp. Arah pengambilan dari
tengah ke tepi. Setelah corpus alienum dikeluarkan harus diberikan salep antibiotik
dan ditutup. Erosi kornea harus diperiksa setiap hari untuk melihat tanda-tanda
infeksi sampai luka sembuh sempurna. Maka dari itu, dokter perlu memberikan
edukasi untuk mencegah agar benda asing tidak masuk ke dalam mata saat bekerja,
yaitu dengan mengenalkan APD (alat pelindung diri).
Setelah corpus alienum diangkat, perlu diberikan antibiotik dan bebat tekan.
Antibiotik yang diberikan yaitu levofloxacin ED 1gtt/4 jam OS, gentamicin sue/ 8
jam OS. Pemberian anestesi topikal setelah corpus alienum diangkat harus dihindari
karena dapat memperlambat penyembuhan, menutupi kerusakan lebih lanjut, dan
menyebabkan pembentukan jaringan parut kornea yang permanen.