You are on page 1of 33

PEMILIHAN BAHAN DAN PROSES

PADA PISTON

Disusun :
Prasetiyo (151031042)

Davis Dwi Susilo (151031095)

Dian Aryana Putra (151031094)

Sidiq Tri Cahya (151031080)

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUS SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha pengasih lagi Maha
penyayang Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas pemilihan bahan dan proses ini.

Tugas ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapat bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pengerjaan tugas ini. Untuk itu kami
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
penyelesaian tugas ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segisusunan kalimat ataupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaikinya.

Akhir kata kami berharap semoga tugas ini mendapat nilai yang memuaskan
serta dapat memberi manfaat terhadap pembaca.

Yogyakarta, 26 November 2017


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................

DAFTAR ISI.........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................

1.1.Latar belakang....................................................................................

1.2.Fungsi piston...................................................................................

1.3.Komponen Penyusun..........................................................................

BAB II KLASIFIKASI PRIMER KOMPONEN.............................................

2.1 Klasifikasi primer komponen.........................................

BAB III SYARAT KANDIDAT BAHAN........................................................

3.1. Fungsi Bahan (Piston).......................................................................

3.2. Batasan...............................................................................................

BAB IV ANALISA KANDIDAT BAHAN.......................................................

4.1.DIAGRAM ASHBY...........................................................................

BAB V KESIMPULAN......................................................................................

5.1. KESIMPULAN..................................................................................

Daftar pustaka.....................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang


Piston adalah salah satu komponen pada kendaraan bermotor seperti piston
pada motor,mobil,truk dan sebagainya, komponen ini (piston) bekerja extra berat,
karena tugasnya adalah menahan ledakan dalam ruang bakar. Selain harus tahan
tekanan, piston juga wajib tahan panas. Tentu saja pemilihan bahan piston haruslah
tepat supaya mesin tidak bekerja terlalu berat ataupun terjadi hal-hal yang tidak di
inginkan contohnya seperti piston yg aus ataupun rusak karena terkena kompresi
temperatur tinggi.
Piston terbuat dari bahan yang tahan terhadap tekanan pembakaran dan
temperatur yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Umumnya piston terbuat dari
bahan paduan aluminium karena bahannya yang ringan dan mampu tahan terhadap
panas dari pada bahan yang lain.

1.2 Fungsi Piston.


1. Menghisap, mengkopresi gas baru dan membuang gas bekas hasil pembakaran.
2. Merubah tekanan hasil pembakaran menjadi gaya dorong pada setang piston/seher.
3. Mengatur pemasukan dan pembuangan gas pada motor 2 tak
4. Menghubungkan piston dan poros engkol (kruk-as).
5. Merubah gerak lurus piston mejadi gerak putar pada poros engkol (kruk-as).
6. Memindahkan gaya piston ke poros engkol dan membangkitkan momen putar pada
poros engkol (kruk-as)
1.3 Komponen penyusun produk dan fungsinya
A. Kepala piston
merupakan salah satu komponen mesin yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya
adalah besi tuang,kramik,dan juga alumunium.dan kesemua bahan tersebut
merupakan bahan yang baik untuk memudarkan panas serta tahan terhadap suhu yang
sangat panas sekalipun,sehingga piston/torak tidak mudah untuk berubah bentuk,
bentuk dari piston/torak juga berbeda beda pada setiap mesin,tergantung dari jenis
yang digunakan.bentuk piston sendiri bermacam macam ada yang berbentuk panjang
dan pendek,sedangkan head/kepala piston juga bermacam macam bentuknya ada yang
berbentuk datar,cembung dan juga cekung tergantung dari kegunaannya.

B. Ring piston
Fungsi ring piston adalah untuk mempertahankan kerapatan antara piston dengan
dinding silinder agar tidak ada kebocoran gas dari ruang bakar ke dalam bak mesin.
Oleh karena itu, ring piston harus mempunyai kepegasan yang yang kuat dalam
penekanan ke dinding silinder. Piston bersama-sama dengan ring piston berfungsi
sebagai berikut:

1. Mengisap dan mengkompresi muatan segar di dalam silinder


2. Mengubah tenaga gas (selama ekspansi) menjadi usaha mekanis
3. Menyekat hubungan gas di atas dan dan di bawah piston

Terdapat 3 lapis ring yang berbeda fungsinya ,diantaranya :


1. lapis bawah: pada ring lapis bawah terdapat 3 jenis ring di dalam satu lubang
piston,yaitu ring pengganjal berjumlah 2 dan ring per berjumlah 1.fungsi dari
ring lapis bawah adalah menahan pelumas dari bawah agar tidak masuk
kedalam ruang bakar mesin.
2. lapis tengah dan atas : pada bagian ini juga biasa di sebut dengan ring
kompresi.fungsinya sendiri adalah mencegah terjadinya kebocoran gas saat
piston
bergerak naik turun

C. Pen piston
Pen piston berfungsi untuk mengikat piston terhadap batang piston. Selain itu, pen
piston juga berfungsi sebagai pemindah tenaga dari piston ke batang piston agar gerak
bolak-balik dari piston dapat diubah menjadi gerak berputar pada poros engkol.
Walaupun ringan bentuknya tetapi pena piston dibuat dari bahan baja paduan yang
bermutu tinggi
agar tahan terhadap beban yang sangat besar.

D. Stang piston/Connecting Rod


Berfungsi menghubungkan piston dengan poros engkol. Jadi batang piston
meneruskan gerakan piston ke poros engkol. Dimana gerak bolak-balik piston dalam
ruang silinder diteruskan oleh batang piston menjadi gerak putaran (rotary) pada
poros engkol. Ini berarti jika piston bergerak naik turun, poros engkol akan berputar.
Ujung sebelah atas di mana ada pena piston dinamakan ujung kecil batang piston dan
ujung bagian bawahnya disebut ujung besar. Di ujung kecil batang piston ada yang
dilengkapi dengan memakai bantalan peluru dan dilengkapi lagi dengan logam
perunggu atau bush boaring (namanya dalam istilah di toko penjualan komponen
kendaraan bermotor). Ujung besarnya dihubungkan dengan penyeimbang poros
engkol melalui king pin dan bantalan peluru. Pada umumnya panjang batang
penggerak kira-kira sebesar dua kali langkah gerak torak. Batang piston dibuat dari
bahan baja atau besi tuang.

BAB II

KLASIFIKASI PRIMER KOMPONEN

2.1 Piston
A. Syarat dan kandidat bahan.
Piston adalah sumbat geser yang terpasang di dalam sebuah silinder
mesin pembakaran dalam silinder hidrolik,pneumatik dan silinder pompa.
Piston pada mesin juga dikenal dengan istilah torak adalah bagian (parts) dari
mesin pembakaran dalam yang berfungsi sebagai penekan udara masuk dan
penerima tekanan hasil pembakaran pada ruang bakar. Piston terhubung ke
poros engkol (crankshaft,) melalui setang piston (connecting rod). Material
piston umumnya terbuat dari bahan yang ringan dan tahan tekanan.
Gambar 2.1. Piston

B. Batasan - Batasan

1. Mampu menahan tekanan 115 MPa


3
2. Berat Jenis 50 g/cm
3
3. Mampu menahan laju korosi < 40 nm /hari
4. Mempunyai ketangguhan 100 MPa
3
5. Keausan < 90 mm /Nm

C. Tujuan

1. Kuat tekan maksimal

2. Densitas minimal

3. Tahan Korosi maksimal

4. Ketangguhan maksimal

5. Keausan maksimal

D. Variabel Bebas : Mampu di gunakan dalam jangka waktu yang lama.

1. Menentukan α dengan metode pembobotan sifat


Tabel 1. Penentuan weight factor dengan metode pembobotan sifat
Perbandingan
Sifat (Property)
No 1 1 1 1 Ratio Weight
2 3 4 5
Factor

Tekanan 1 50 60 70 80 1 0.30
Ringan 2 50
1 0.30
Tahan Korosi 3
40 0.67 0.20
Ketangguhan 4
30 0.43 0.13
Keausan 5
20 0.25 0.07
Total
3.35 1.00

2. Menentukan α dengan metode digital logic

Tabel 2. Metode digital logic

Perbandingan
Sifat Positive
N 3 3 4 5
(Property) o 12 13 14 15 23 24 25 4 5 Decisioan

Tekanan 1 1 1 1 1 4

Ringan 2 0 1 1 1 3

Tahan korosi 3 0 0 1 0 1

Ketangguhan 4 0 0 0 1 1
Keausan 5 0 0 1 0 1

Total 10

Tabel 3. Penentuan weight factor dengan metode digital logic

No Sifat Positive Decisioan Weight Factor


(Property)

1 Tekanan 3 0.30

2 Ringan 2 0.30

3 Tahan korosi 2 0.20

4 Ketangguhan 2 0.13

5 Keausan 1 0.07

Total 10 1

3. Penentuan kandidat bahan berdasarkan diagram Ashby


Gambar 15. Digram Ashby Piston ( Densitas Vs Ketangguhan)

a. Aluminium Alloy
b. Aluminium Nitride
c. Ti Alloy
d. SiC
e. CFRP

Tabel 4. Spesifikasi kandidat bahan piston


Kandidat Bahan Kuat Tekan Densitas Laju Korosi Ketangguhan Keausan
(MPa) 3 3 (MPa)) (MPa)
(g/cm ) (mm /hari)

Aluminium Alloy 128 2.5 100 28 96


Aluminium Nitride 2700 3.3 0.3 3.4 21
Ti Alloy 1625 4.8 10 120 16
Keramik (SiC) 5250 3.2 0.1 5 3200
CFRP 1050 1.6 0.01 88 84

4. Menentukan nilai β kandidat bahan

Penentuan β maksimum = Value for material X 100


Max. Value in list

Penentuan β minimum = Min. Value in list X 100

Value for material

Tabel 5. Penentuan Betha kandidat bahan piston

Kandidat Bahan β Kuat Tekan β Densitas β Laju Korosi β Ketangguhan β Keausan


(MPa) 3 3 (MPa) (MPa)
(g/cm ) (mm /hari)

Aluminium Alloy 2,438 64 100 23,33 3


Aluminium Nitride 51,42 48,48 0,3 2,83 0,65
Ti Alloy 31,46 33,33 10 100 0,5
Keramik (SiC) 100 50 0,1 4,16 100
CFRP 19,42 100 0.01 73,33 2.62

5. Menentukan nilai γ kandidat bahan


n
γ= iXi
i1

Tabel 6. Penentuan gamma kandidat bahan piston

Kandidat Bahan γ Kuat Tekan γ Densitas γLaju Korosi γ Ketangguhan γKeausan γTotal
(MPa) 3 3 (MPa)) (MPa)
(g/cm ) (mm /hari)

Aluminium Alloy 0,73 19,2 20 3,03 0,21 43,17


Aluminium Nitride 15,426 14,54 0,06 0,36 0,045 30,43
Ti Alloy 9,43 9,99 2 13 0,035 34,45
Keramik (SiC) 30 15 0,02 0,54 7 52,56
CFRP 5,82 30 0,002 9,53 0,183 45,53

2.2 Stang piston/conneting Rod.

A.Syarat dan kandidat bahan


Bagian yang berbentuk silinder memanjang ini salah satu ujungnya terkoneksi
langsung dengan piston, dan sisi lainnya terkoneksi dengan peralatan lain yang
digerakkan. Bagian inilah yang meneruskan gaya yang timbul akibat tekanan fluida
hidrolis ke alat lain yang terhubung. Ditinjau dari kondisi system kerja yang demikian
maka pemilihan material dan proses pembentukan dalam proses produksi connecting
rod sangat penting, dimana material harus dapat memenuhi syarat-syarat diantaranya
tahan terhadap suhu tinggi, kekuatan tahan aus dimana proses pembentukan yang
dipilih adalah proses penempaan.

Gambar 16.Rod pompa piston


B. Batasan - Batasan
1. Mempnyai nilai keausan < 75
2. Mempunyai ketangguhan 50 MPa
3
3. Mampu menahan laju korosi < 40 mm /hari
3
4. Densitas 10 g/cm
3
5. Kekerasan 230 Mpa/mm

C. Tujuan
1. Keausan maksimal
2. Ketangguhan maksimal
3. Tahan Korosi maksimal
4. Densitas minimal
5. Kekerasan minimal

D. Variabel Bebas : Mampu digunakan dalam jangka waktu yang lama.

1. Menentukan α dengan metode pembobotan sifat

Tabel 7. Penentuan weight factor dengan metode pembobotan sifat

Perbandingan
Sifat (Property)
No 1 1 1 1 Ratio Weight
2 3 4 5
Factor

Keausan 1 50 70 80 50 1 0.27
Ketangguhan 2 50
1 0.27
Tahan Korosi 3
30 0.43 0.12
Densitas 4
20 0.25 0.07
Kekerasan 5
50 1 0.27

Total 3.68 1.00


2. Menentukan α dengan metode digital logic

Tabel 8. Metode digital logic

Perbandingan
Sifat
No 1 1 1 1 2 2 2 3 3 4 Positive Decisioan
2 3 4 5 3 4 5 4 5 5
(Property)

Keausan 1 1 1 1 1 4
Ketangguhan 2 0 0 1 1
2
Tahan korosi 3 0 0 1 1
2
Densitas 4 0 0 0 1
1
Kekerasan 5 0 1 0
1
Total
10

Tabel 9. Penentuan weight factor dengan metode digital logic

No Sifat Positive Decisioan Weight Factor


(Property)

1 Keausan 4 0.27

2 Ketangguhan 2 0.27

3 Tahan korosi 2 0.12

4 Densitas 1 0.07

5 Kekerasan 1 0.27

Total 10 1

3. Penentuan kandidat bahan berdasarkan diagram Ashby


Gambar 17. Digram Ashby Rod ( Densitas Vs Ketangguhan)

a. Aluminium Alloy
b. Titanium Alloy
c. Stainless Steel
d. Nickel Alloy
e. SiC

Tabel 10. Spesifikasi kandidat bahan connecting rod


Kandidat Bahan Keausan Ketangguhan Laju Korosi Densitas Kekerasan
3 (MPa) 3 3 3
(mm /NM) (mm /hari) (g/cm ) (Mpa/mm )

Aluminium Alloy 128 28 100 2.5 38


Titanium Alloy 16 120 10 3.4 1940
Stainless Steel 48 128 40 40 228
Nickel Alloy 52 110 30 8.95 136
SiC 2 5 0.1 3.2 3200

4. Menentukan nilai β kandidat bahan

Penentuan β maksimum = Value for material X 100


Max. Value in list

Penentuan β minimum = Min. Value in list X 100

Value for material

Tabel 11. Penentuan Betha kandidat bahan rod

Kandidat Bahan β Keausan β Ketangguhan β Laju Korosi β Densitas β Kekerasan


3 (MPa) 3 3 3
(mm /NM) (mm /hari) (g/cm ) (Mpa/mm )

Aluminium Alloy 100 21,87 100 100 1,18


Titanium Alloy 12,5 93,75 10 73,52 60,62
Stainless Steel 37,5 100 40 6,25 7,125
Nickel Alloy 40,62 85,93 30 27,93 4,25
SiC 1,56 3,9 0.1 78,12 100

5. Menentukan nilai γ kandidat bahan


n
γ= iXi
i1

Kandidat Bahan γKeausan γKetangguhan γLaju Korosi γDensitas γKekerasan γ Total


3 (MPa) 3 3 3
(mm /NM) (mm /hari) (g/cm ) ( Mpa/mm )

Aluminium Alloy 27 5,90 12 7 0,31 52,21


Titanium Alloy 3,37 25,31 1,2 5,14 16,36 51,38
Stainless Steel 10,12 27 4,8 0,43 1,92 44,27
Nickel Alloy 10,96 23,20 3,6 1,95 1,14 40,85
SiC 0,42 1,05 0,012 5,46 27 33,94
Tabel 12. Penentuan gamma kandidat bahan

6. Urutan rekomendasi bahan yang tepat digunakan untuk Rod

1. Aluminium Alloy
2. Titanium Alloy
3. Stainless Steel
4. Nickel Alloy
5. SiC

2.3.Ring Piston
A. Syarat dan kandidat bahan
Seal merupakan komponen penting untuk mencegah kebocoran fluida antara
piston dengan silinder housing sehingga tekanan dapat dijaga. Seal juga berfungsi
untuk menghindari gesekan secara langsung antara piston dan silinder housing.
Gambar 18. Seal Pompa piston
B. Batasan - Batasan

1. Mempunyai nilai kekerasan < 20 VHN


3
2. Densitas < 50 g/cm
3
3. Mampu menahan laju korosi <40 mm /hari
4. Ketangguhan <10 MPa
o
5. Suhu <100 C

C. Tujuan

1. Keelastisan maksimal

2. Densitas minimal

3. Tahan Korosi maksimal

4. Ketangguhan minimal

5. Suhu minimal.
D. Variabel Bebas: Mampu digunakan dalam jangka waktu yang lama.

1. Menentukan α dengan metode pembobotan sifat

Tabel 13. Penentuan weight factor dengan metode pembobotan sifat

Perbandingan
Sifat (Property) Ratio Weight
No 1 1 1 1
2 3 4 5
Factor
Elastis 1 60 70 50 80 1 0.29

Densitas 2 40 0.67 0.20

Tahan Korosi 3 30 0.43 0.13

Ketangguhan 4 50 1 0.29

Suhu 5 20 0.25 0.08

Total 3.35 1.00

2. Menentukan α dengan metode digital logic

Tabel 14. Metode digital logic

Perbandingan
Sifat Positive Decisioan
N 1 1 1 1 4 5
(Property) o 2 3 4 5 23 24 25 34 35

Elastis 1 0 1 1 1 3

Densitas 2 0 0 1 0 1

Tahan Korosi 3 0 1 1 0 2

Ketangguhan 4 1 1 0 0 1 3

Suhu 5 0 1 0 1

Total 10
Tabel 15. Penentuan weight factor dengan metode digital logic

No Sifat Positive Decisioan Weight Factor


(Property)

1 Elastis 3 0.29

2 Densitas 1 0.20

3 Tahan Korosi 2 0.13

4 Ketangguhan 3 0.29

5 Suhu 1 0.08

Total 10 1

3. Penentuan kandidat bahan berdasarkan diagram Ashby

Gambar 19. Digram Ashby Seal ( Densitas Vs Ketangguhan)


a. Alumunium Alloy
b. Titanium Alloy
c. Steel
d. Ni Alloy
e. AL2O3

Tabel 16. Spesifikasi kandidat bahan seeal


Kandidat Bahan Elastisitas Densitas Laju Korosi Ketangguhan Suhu
(VHN) 3 3 (MPa) o
(g/cm ) (mm /hari) ( C)

Alumunium Alloy 5 0.92 0.1 0.15 78


Titanium Alloy 2.6 1.14 0.01 2.6 135
Steel 8 1.29 0.01 4.5 68
Ni Alloy 52 1.75 0.01 23 120
Al203 2 1.6 0.01 88 180

4. Menentukan nilai β kandidat bahan

Penentuan β maksimum = Value for material X 100


Max. Value in list

Penentuan β minimum = Min. Value in list X 100

Value for material

Tabel 17. Penentuan Betha kandidat bahan

Kandidat Bahan β Keausan β Ketangguhan β Laju Korosi β Densitas β Kekerasan


3 (MPa) 3 3 (VHN)
(mm /NM) (mm /hari) (g/cm )

Alumunium Alloy 9,61 100 100 100 87,17


Titanium Alloy 5 80,70 10 5,76 50,37
Steel 15,38 71,31 10 3,33 100

Ni Alloy 100 52,57 10 0,65 56,66


AL203 3,84 57,5 10 0,17 37,77
5. Menentukan nilai γ kandidat bahan

γ= iXi
i1

Kandidat Bahan γKeausan γKetangguhan γLaju Korosi γDensitas γKekerasan γ Total


( (MPa) 3 3 (VHN)
(mm /hari) (g/cm )
3
mm /NM)
Alumunium Alloy 2,78 20 13 29 6,97 71,75
Titanium Alloy 1,45 16,14 1,3 1,67 4,02 24,58
Steel 4,46 14,26 1,3 0,96 8 28,98
Ni Alloy 29 10,51 1,3 0,188 4,53 45,53
AL203 1,11 11,5 1,3 0,049 3,02 16,98
Tabel 18. Penentuan gamma kandidat bahan

6. Urutan rekomendasi bahan yang tepat digunakan untuk ring/ seal

1. Alumunium Alloy
2. Titanium Alloy
3. Steel
4. Ni Alloy
5. AL203

2.2 Pen piston


A. Syarat Kandidat Bahan
Pen piston berfungsi untuk mengikat piston terhadap batang piston. Selain itu,
pen piston juga berfungsi sebagai pemindah tenaga dari piston ke batang piston agar
gerak bolak-balik dari piston dapat diubah menjadi gerak berputar pada poros engkol.
Walaupun ringan bentuknya tetapi pena piston dibuat dari bahan baja paduan yang
bermutu tinggi agar tahan terhadap beban yang sangat besar.

B. Batasan-Batasan
1. Tahan terhadap tekanan tinggi 210 MPa
2. Kekerasan > 10 Mpa/mm3
3. Ketangguhan < 60 MPa
4. Tahan terhadap suhu 550 oC
5. Densitas < 5 g/cm3

C. Tujuan
1. Tekanan maksimum
2. Kekerasan minimum
3. ketangguhan maksimum
4. Temperatur maksimum
5. Tahan korosi maksimum

D. Variabel BebaS : Mampu digunakan dalam jangka waktu yang lama.


1. Menentukan α dengan metode pembobotan sifat
Tabel 10. Penentuan weight factor dengan metode pembobotan sifat

Perbandingan
Sifat (Property)
No 1 1 1 1 Ratio Weight
2 3 4 5
Factor

Kuat Tekan 1 60 80 60 50 1 0.28


Kekerasan 2 40
0.67 0.19
Ketangguhan 3
20 0.25 0.06
Temperatur 4
40 0.67 0.19
Densitas 5
50 1 0.28

Total 3.59 1.00

2.Menentukan α dengan metode digital logic


Tabel 11. Metode digital logic
Perbandingan
Sifat
No 1 1 1 1 2 2 2 3 3 4 Positive Decisioan
2 3 4 5 3 4 5 4 5 5
(Property)

Kuat Tekan 1 1 1 1 1 4
Kekerasan 2 0 1 1
2
Ketangguhan 3 0 1 0 1 0
2
Temperatur 4 0 0 0
1 1
Densitas 5 0 0 1
0 1

Total 10

Penentuan weight factor dengan metode digital logic

No Sifat Positive Decisioan Weight Factor


(Property)

1 Kuat Tekan 4 0.4

2 Kekerasan 2 0.2

3 Ketangguhan 2 0.2

4 Temperature 1 0.1

5 Densitas 1 0.1

Total 10 1

3. Penentuan kandidat bahan berdasarkan diagram Ashby


Gambar 6. Diagram ashby penentuan bahan Pen piston

Kandidat Bahan :

a. Ni Alloy
b. Metal
c. Tungsten Alloy
d. Tungsten carbide
e. Copper Alloy
Tabel 13. Spesifikasi kandidat bahan pelindung disk

Kandidat Bahan Kuat Tekan Kekerasan Ketangguhan Temperature Densitas


(MPa) 3 (MPa) o 3
(Mpa/mm ) ( C) (g/cm )

Ni Alloy 62 10 2,6 135 1,14

Metal 1900 20 23 120 1,75


Tungsten alloy 1050 18 88 180 1,6

Tungsten carbide 128 38 28 475 2,5

Copper Alloy 48 8 4,5 68 1,29

4. Menentukan nilai β kandidat bahan


Penentuan β maksimum = Value for material X 100
Max. Value in list

Penentuan β minimum = Min. Value in list X 100

Value for material

Tabel 14. Penentuan nilai betha kandidat bahan material pelindung disk

Kandidat Bahan β Kuat Tekan β Kekerasan βKetangguhan β Temperature β Densitas


(MPa) 3 (MPa) o 3
(Mpa/mm ) ( C) (g/cm )

Ni Alloy 3,26 80 2,95 28,42 100

Metal 100 40 26,14 25,26 65,14

Tungsten alloy 55,26 44,44 100 37,89 71,25

Tungsten carbide 6,74 21,05 31.82 100 45,6

Copper Alloy 2,53 100 5,11 14,32 88,37

5.Menentukan nilai γ kandidat bahan


n

γ= iXi
i1

Tabel 15. penentuan nilai gamma kandidat bahan material pelindung disk
Kandidat Bahan γ Kuat Tekan γ Kekerasan γ Ketangguhan γ Temepratur γDensitas γTotal
(MPa) 3 (MPa) o 3
(Mpa/mm ) ( C) (g/cm )

Ni Alloy 1,304 16 0,59 2,84 10 30,46

Metal 40 8 5,23 2,53 6,52 62,28

Tungsten alloy 22,10 8,89 20 3,79 7,12 61,9

Tungsten 2,7 4,21 6,36 10 4,56 27,83


carbide

Copper Alloy 1,01 10 1,02 1,43 8,84 22,3

6. Urutan rekomendasi bahan yang tepat digunakan untuk material disk

Ni Alloy : 62,28 (1)


Metal : 61,9 (2)

Tungsten Alloy : 30,46 (3)

Tungsten carbide : 27,83 (4)

Copper Alloy : 22,3 (5)


BAB III
SHAPE FACTOR

3.1 Komponen terdapat pada piston:


1. Kepala piston
2. Stang piston
3. Ring piston
4. Pen piston
3.2 Gaya yang di terima pada masing – masing komponen :
1. Kepala piston
Gaya yang diterima pada kepala piston adalah gaya kompresi, gaya
impack, gaya gesek
2. Stang piston
Gaya yang diterima pada stang piston adalah gaya momen dan gaya gesek.
3. Ring piston
Gaya yang diterima pada ring piston adalah gaya gesek dan gaya tekan
4. Pen piston
Gaya yang diterima pada pen piston adalah gaya bending ,gaya gesek, dan
gaya tarik
3.3 Proses Produksi pembuatan Piston

1. Penuangan yang diikuiti pendinginan secara cepat umumnya digunakan pada


motor berbahan bakar bensin yang bentuk pistonnya rumit.
2. Pencetakan dengan cara fotged, memerlukan paduan khusus untuk
menghasilkan kekuatan dan daya tahan terhadap temperatur tinggi lebih baik.

3.4 Shape Factor pada piston


 Shape factor untuk kepala
piston Di ketahui : D = 6 cm

Z = Suction Modulus
Z= . r² = 3.14 . 3³ = 3.14
.27 = 21.195 cm³

4 4 4
I = Secon momen of area
I = . r^4 = . 3^4 =
3.14 3.14 .81 = 63.585 cm^4
4 4 4

K = . r^4 = 3.14 . 3^4 = 3.14 .81 = 63.585 cm^4

4 4 4

 Shape factor untuk ring piston


Di ketahui : D = 6 cm

T = 0.5 cm

Z = Suction Modulus
Z = ᴫ . r² . t = 3.14 . 3² . 0.5 = 14.13 c
I = Secon momen of area
I = ᴫ . r³ . t = 3.14 . 3³ . 0.5 = 42.39
cm^4 A = Cross sectional area
A = 2 ᴫ .r . t = 2. 3.14 . 3 . 0.5 = 9.42 cm²
K = Resistence to twisting of section
K = 2 ᴫ .r³ . t = 2 . 3.14 . 3³ . 0.5 = 84.78 cm^4

 Shape factor untuk pen


piston Di ketahui : D = 2 cm
T = 0,5 cm
b = 5 cm
Z = Suction Modulus
Z = b . t . d = 5 . 0,5 . 2 = 5
cm³ A = Cross sectional area
A = 2 . b . t = 2 . 5 . 0,5 = 5 cm²
I = Secon momen of area
I = b . t . d²/2 = 0,5 . 2²/2 = 1 cm^4
 Shape factor untuk stang piston
 Di ketahui : b = 3 cm
h = 4 cm
t = 1 cm

Z = Suction Modulus
Z= . (1 + )= ℎ² . 3. 4² . 1
. (1 + 3.3
) = 17,3 cm³
3 ℎ 3 4

A = Cross sectional area

A = 2 . t ( h + b ) = 2 . 1 (4 + 3) = 14 cm²

I =1 Secon 3momen
1
of area
3.3
I = . h³ . t ( 1 + ℎ )= 3 . 4³ . 1 ( 1 + 4 ) = 69,3 cm^4

K = Resistence to twisting of section


K =2+ ² .ℎ² = 2+3² .4² = 20,8 cm^4
ℎ+ 4+3
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Setiap bahan teknik meiliki bahan yang berbeda2 baik dari bentuk
fisik, serta fungsi dan kinerja dari setiap komponen piston merupakan suatu
produk yang terdiri dari berbagai macam komponen yang memiliki sifat
materisal masing – masing berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Piston
terdiri atas bagian – bagian utama yang mewakili bahan teknik yaitu kepala
piston, ring piston,pen piston, stang piston connecting rood.
4.2 Saran

Dalam pembuatan suatu produk hal yang harus di perhatikan adalah


bahan – bahan pembuatan dan proses produksinya untuk bahan penyusun
dibutuhkan materisal yang berkualitas baik serta memperhatikan fungsi dan
kegunaannya pada produk tersebut agar produk dapat di gunakan dalam
jangka waktu yang lama. Sementara itu hal penting penting lainnya yang
harus di perhatikan adalah proses pembuatannya agar tidak merubah struktur
material tersebut yang tepat maka akan dihasilkan produk yang baik dan
berkualitas