You are on page 1of 16

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian

Desain penelitian adalah perencanaan penelitian yang menyeluruh

yang menyangkut semua komponen dan langkah penelitian dengan

mempertimbangkan etika penelitian, sumber daya penelitian dan kendala

penelitian (Nasir, Muith, Ideputri, 2011). Desain pada penelitian ini

adalah deskriptif korelatif yaitu penelitian yang bertujuan mengetahui

ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan lansia

terhadap keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia. Penelitian

dilakukan dengan menggunakan cross sectional yaitu merupakan

rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan

sekali waktu dan pada saat yang bersamaan (Hidayat, 2008).

4.2 Kerangka Kerja

1
2

Populasi : Seluruh lansia yang berada di posyandu lansia di Dusun Krajan Barat Desa
Wonorejo Lawang sebanyak 50 lansia.

Sampling : Simple Random Sampling

Sampel : lansia yang aktif mengikuti posyandu lansia di Dusun Krajan Barat Desa
Wonorejo Lawang yang berjumlah 35 lansia dan termasuk dalam keriteria sebagai
responden di dalam penelitian ini.

Desain : Cross sectional

Variabel Independen : Variabel Dependen :

Pengetahuan Lansia Keaktifan lansia dalam


Tentang Posyandu Lansia mengikuti posyandu lansia

Pengumpulan data : kuisioner tertutup

Pengolahan dan analisa data : editing, coding, scoring, tabulating, kemudian


dianalisa dengan Uji spearman

Penyajian Hasil

Penarikan kesimpulan

Gambar 4.2. kerangka kerja hubungan pengetahuan lansia tentang

posyandu lansia terhadap keaktifan lansia.

4.3 Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling


3

4.3.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas :

obyek / subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik

tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

kemudian ditarik kesimpulannya (Sugyono, 2009). Populasi pada

penelitian ini adalah semua lansia yang berada di posyandu

lansia di Dusun Krajan Barat Desa Wonorejo Lawang sebanyak

50 lansia.

4.3.2 Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi yang akan diteliti

dan dianggap telah mewakili dari populasi (Widiyanto, 2012).

Dalam bukunya, Nursalam (2013), menjelaskan bahwa syarat

sampel terdiri dari representatif (mewakili) dan sampel harus

cukup banyak.

Kriteria sampel meliputi kriteria inklusi dan kriteria

ekslusi, dimana kriteria tersebut menentukan dapat dan tidaknya

sampel yang tersebut digunakan (Hidayat, 2010).

𝑁
Rumus 𝑛: 󠆈(d)2
1+𝑁

Keterangan :

n : Besar Sampel

N : Besar Populasi

D : Tingkat Signifikasi (p)

Perhitungan :
4

𝑁
𝑛: 󠆈(d)2
1+𝑁

50
𝑛: 󠆈(0,05)2
1+50

50
𝑛: 󠆈(0,0025)
1+50

50
𝑛: 󠆈(0,0025) = 0,00245
51

1. Kriteria inklusi penelitian:

a. Lansia laki-laki dan perempuan yang berusia 60 tahun

keatas.

b. Berada di wilayah posyandu.

c. Lansia yang menkuti posyandu lansia dalam kurun waktu 6

bulan.

d. Mampu berkomunikasi secara verbal dan tidak

mengalami gangguan pendengaran.

e. Bersedia menjadi responden.

2. Kriteria eksklusi merupakan kriteria dimana subyek penelitian

tidak dapat mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat

sebagai sampel penelitian yang penyebabnya antara lain:

a. Lansia yang mengundurkan diri.

b. Lansia yang tidak hadir

c. Lansia yang tidak bersedia menjadi responden

4.3.3 Teknik pengambilan Sampling

Sampling atau teknik pengambilan sampel merupakan

sebuah proses penyeleksian jumlah dari populasi untuk dapat

mewakili populasi. Teknik pengambilan sampel adalah berbagai


5

cara yang ditempuh untuk pengambilan sampel agar

mendapatkan sampel yang benar-benar sesuai dengan seluruh

subjek penelitian tersebut (Nursalam, 2013).

Teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan

secara simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara

acak sederhana. Sampel yang ditetapkan sebanyak 35 responden.

4.4 Lokasi dan Waktu penelitian

Penelitian akan dilakukan di Dusun Krajan Barat Desa Wonorejo

Lawang.

Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Febrruari

sampai dengan bulan Juli 2018. Penelitian ini dimulai ketika peneliti

mulai menyusun proposal, kemudian mengadakan ujian proposal pada

tanggal 24 juli 2018.

4.5 Variabel Penelitian dan definisi Operasional Variabel

Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat nilai dari

orang objek atau kegiatan yang mempunyai variasi yang tertentu yang

diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya. (Soegiyono, 2012). Adapun variabel dalam penelitian

ini terdiri dari variabel indpenden dan variabel dependen

4.5.1 Variabel Independen (bebas)

Sugiyono (2012) menjelaskan bahwa variabel independen

adalah variabel yang mempengaruhi suatu yang menjadi sebab

perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).


6

Adapun variabel independen dalam penelitian ini adalah

Pengetahuan Lansia Tentang Posyandu Lansia.

4.5.2 Variabel dependen (terikat)

Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi

atau yang menjadi akibat adanya variabel independen (bebas),

menurut Sugiyono (2012). Adapun variabel dependen dalam

penelitian ini adalah keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu

lansia.

4.5.3 Definisi Operasional

Definisi Operasional adalah bagian yang digunakan untuk

memberikan batasan ruang lingkup atau pengertian variabel-

variabel yang akan diamati/diteliti. Selain itu dapat bermanfaat

untuk memberikan arahan dalam pengukuran atau pengamatan

terhadap beberapa variabel yang bersangkutan dan untuk

pengembangan alat ukur (instrument) penelitian (Notoatmodjo,

2012)

Definisi Skoring dan


Variabel Parameter Alat ukur Skala
Operasional kriteria penilaian

Independen : Hasil tahu Tingkat Kuisioner Ordinal Skor pernyataan

Pengetahuan oleh pengetahuan favourable

Lansia Tentang responden lansia : Ya : Skor 1

Posyandu tentang 1. Tahu Tidak : Skor 0

Lansia pemanfaatan 2. Memahami


7

dan kegiatan 3. Aplikasi Skor pernyataan

dalam (Notoadmodjo, unfavourable

posyandu 2010) Ya : Skor 0

lansia Tidak : Skor 1

(Notoadmodjo

, 2010) Kriteria :

1. Baik : 76-

100%

2. Cukup : 56-

75%

3. Kurang : < 56

(Nursalam, 2008)

Dependen : Kehadiran Keaktifan lansia Lembar Nominal 1 = aktif

Keaktifan lansia yang mengikuti observasi/ (Kehadiran > 3

Lansia Dalam ikut dalam posyandu lansia KMS kali dalam 6

Mengikuti kegiatan : bulan)

Posyandu posyandu/frek
1. Mengikuti 0 = Pasif
Lansia uensi kegiatan
posyandu (Kehadiran < 3
posyandu
lansia secara kali dalam 6
(kali/tahun)
teratur 1 bulan)

(Ismawati bulan sekali


(Maryam, 2012)
dkk, 2010)
8

2. Tidak

mengikuti

posyandu

lansia secara

teratur 1

bulan sekali

(Siti Maryam,

2010)

4.6 Instrumen Penelitian

Instrumen atau alat penelitian yang digunakan dalam penelitian

ini adalah berupa angket atau kuesioner. Lembaran tersebut dibagikan

kepada responden / lansia yang melakukan kunjungan ke posyandu

lansia. Pertanyaan yang diberikan berupa pertanyaan tertutup dan

dijawab langsung oleh responden tanpa diwakili orang lain. Kuisioner

terdiri dari umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan,

kondisi kesehatan, sikap, dan jarak.

Kuisioner untuk pengukuran pengetahuan disusun dengan

jawaban benar dan salah sedangkan pengukuran sikap lansia terhadap

posyandu disusun dengan jawaban setuju dan tidak setuju. Kuisioner

terdiri dari item favourable (positif) dan unfavourable (negatif), untuk

item favourable pilihan benar diberi skor 1 dan yang salah diberi

angka 0. Pada item unfavourable jawaban benar skor 0 dan jawaban

yang salah diberi angka 1.


9

4.7 Validitas dan Reliabilitas Data

4.7.1 Uji Validitas

Uji validitas adalah derajat ketepatan antara data yang terjadi

pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh

peneliti, dengan demikian data yang valid adalah data “yang tidak

berbeda” antar data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang

sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian (Sugiyono, 2011).

Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benar-

benar mengukur apa yang diukur (Notoatmodjo, 2010).

Uji validitas dapat menggunakan rumus SPSS

𝑠𝑝
X 100 %
𝑠𝑚

Keterangan :

sp : Skor perolehan

sm : Skor maksimal

4.7.2 Uji Reliabilitas

Realibilitas ialah indeks yang menunjukkan sejauh mana

suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini

berarti menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap

konsisten atau tetap asas (ajeg) bila dilakukan pengukuran dua kali
10

atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat

ukur yang sama (Notoatmodjo, 2010).

Rumus : 2𝑟𝑏
ri =
1+𝑟𝑏

Keterangan :

ri : Reabilitas internal seluruh instrument

rb : Korelasi Produk momen antara belahan pertama dan kedua

4.8 Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut :

4.8.1 Mengajukan surat permohonan izin penelitian dari STIKES

Husada Jombang.

4.8.2 Menyampaikan surat permohonan izin kepada kepala desa Dusun

Krajan Barat Desa Wonorejo Lawang .

4.8.3 Setelah diberikan izin oleh pihak yang bersangkutan, maka

peneliti akan mensosialisasikan rencana penelitian kepada calon

responden untuk keaktifan lansia dan kepada observer untuk

pengukuran tingkat pengetahuan di posyandu lansia.

4.8.4 Terlebih dahulu calon responden akan dipilih sesuai ketentuan

dari peneliti.

4.8.5 Peneliti langsung ke lokasi dan meminta izin untuk melakukan

penelitian.

4.8.6 Peneliti langsung menemui responden yang sudah ditentukan

secara acak dan peneliti memberikan penjelasan serta membuat

kesepakatan kepada calon responden, apabila responden bersedia


11

berpartisipasi dalam penelitian ini maka diberikan lembar

persetujuan responden, tetapi apabila tidak, maka peneliti tidak

memaksa dan memberikan kebebasan terhadap calon responden.

4.8.7 Bila setuju, peneliti akan memberikan lembar koesioner, surat

permohonan menjadi responden.

4.8.8 Responden diminta untuk mengisi semua pernyataan ataupun

pertanyaan, setelah selesai responden diminta mengembalikan

kepada peneliti.

4.8.9 Peneliti mengecek kelengkapan isian kuesioner, apabila

didapatkan ada yang tidak lengkap, maka peneliti segera

melakukan klarifikasi terhadap responden dan saat itu juga

diminta untuk melengkapinya.

4.9 Etika Penelitian

Penelitian akan dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari

institusi pendidikan kemudian mengajukan permohonan ijin kepada

tempat penelitian dan setelah mendapat persetujuan baru melaksanakan

penelitian. Pelaksanan penelitian ini dengan memperhatikan prinsip etik

yang meliputi (Wasis, 2008) :

4.9.1 Informed Consent (lembar persetujuan)

Calon responden diberi penjelasan tentang tujuan dan

manfaat penelitian yang dilakukan sebelum dilakukan

pengambilan data penelitian. Apabila calon responden bersedia

untuk diteliti maka calon responden harus mendatangani lembar

persetujuan tersebut, dan jika calon responden menolak untuk


12

diteliti maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap

menghormatinya, tetapi apabila pada saat pengisian kuesioner

responden ingin mengundurkan diri maka diperbolehkan

mengundurkan diri, dan kuesioner yang telah diisi tidak akan

diikutkan dalam pengolahan data.

4.9.2 Anonimity (tanpa nama)

Pelaksanaan penelitian ini, peneliti tetap melaksanakan

prinsip menjaga kerahasiaan responden dengan cara tidak

mencantumkan nama responden dalam pengolahan data

penelitian. Peneliti menggunakan nomor atau kode responden.

4.9.3 Confidentiality (kerahasiaan)

Informasi yang diberikan oleh responden serta semua data

yang terkumpul dijamin kerahasiaannya oleh peneliti. Hasil

kuesioner setelah selesai digunakan dimusnahkan dengan cara

dibakar.

4.9.4 Beneficience and nonmaleficience

Kebaikan memberlakukan kewajiban kepada peneliti

untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan keuntungan.

Penelitian harus ditujukan untuk menghasilkan manfaat bagi

responden atau untuk situasi umum lainnya. Prinsip ini

mencakup beberapa dimensi :

1. Hak untuk bebas dari bahaya dan ketidaknyamanan

Peneliti harus berkewajiban untuk menghindari,

mencegah, atau meminimalkan kerugian (nonmaleficience)


13

dalam studi dengan manusia. Peserta harus tunduk pada

risiko yang tidak perlu dari bahaya atau ketidaknyamanan

dan partisipasi mereka sangat penting untuk mencapai tujuan

ilmiah. Penelitian dengan manusia, merugikan dan

ketidaknyamanan dapat berupa fisik (misalnya, cedera,

kelelahan), emosional (misalnya, stres dan ketakutan), sosial

(kehilangan dukungan sosial) atau keuangan (kehilangan

upah). Etika penelitian harus menggunakan strategi untuk

meminimalkan semua jenis bahaya dan ketidaknyamanan,

bahkan yang bersifat sementara.

2. Hak untuk melindungi dari eksploitasi

Keterlibatan dalam penelitian tidak harus

menempatkan responden pada posisi yang kurang

menguntungkan atau mengekspos mereka untuk kerusakan.

Responden harus yakin bahwa partisipasi mereka atau

informasi yang mereka berikan tidak akan digunakan untuk

melawan mereka.

4.10 Pengolahan Data

Data-data yang diperoleh kemudian diolah melalui tahap-tahap

pengolahan data menurut Arikunto (2010) adalah sebagai berikut :

4.10.1 Editing

Editing yaitu memeriksa data yang telah terkumpul.

Bertujuan untuk memastikan bahwa lembar kuesioner sudah

lengkap baik jumlah maupun isinya.


14

4.10.2 Scoring

Merupakan pemberian skor pada semua variabel

terutama data klasifikasi untuk mempermudah dalam

pengolahan pemberian skor, dapat dilakukan sebelum atau

setelah pengumpulan data dilakukan. Klasifikasi dilakukan

dengan cara menandai masing-masing jawaban dengan kode

berupa angka.

4.10.3 Coding

Memberikan kode pada variabel sesuai dengan hasil

penelitian yang didapatkan.

4.10.4 Entry

Entry data merupakan suatu proses pemasukkan data

kedalam komputer setelah diberi kode untuk selanjutnya

dianalisis.

4.10.5 Cleansing

Cleansing merupakan kegiatan pengecekan kembali data

yang sudah di masukan apakah ada kesalahan atau tidak.

4.10.6 Tabulating

Merupakan proses penghitungan hasil penelitian dengan

bantuan program komputer untuk mendapatkan hasil

penghitungan dari masing-masing variabel dalam penelitian ini.

4.11 Analisis Data

4.11.1 Analisis Univariat


15

Analisis univariat adalah analisis data yang dilakukan

terhadap tiap variabel dari hasil penelitian untuk mengetahui

distribusi frekuensi dengan proporsinya (Notoatmojdo, 2010).

Analisis univariat akan disajikan dalam bentuk distribusi

frekuensi dan persentase yang digunakan untuk mengetahui

proporsi dan gambaran dari tiap-tiap variabel penelitian yaitu

pengetahuan dengan keaktifan lansia mengikuti posyandu lansia.

4.11.2 Analisis Bivariat

Analisa data yang dilakukan pada dua variabel yang

diduga mempunyai hubungan atau korelasi (Notoatmodjo, 2010).

Penelitian ini menggunakan analisa bivariat untuk mengetahui

hubungan antara pengetahuan dengan keaktifan lansia mengikuti

posyandu lansia. Proses pengolahan dan analisis data dalam

penelitian ini dilakukan dengan bantuan komputer, dalam analisa

bivariat ini dilakukan beberapa tahap.

Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji

korelasi peraituson (parametrik) yang digunakan apabila

memenuhi syarat yaitu data terdistribusi dengan normal, untuk

mengetahui data terdistribusi dengan normal atau tidak secara

analisis maka dilakukan uji normalitas data menggunakan uji

Shapiro-Wilk. Setelah dilakukan uji normalitas data dan

diperoleh hasil bahwa data tidak normal maka dilakukan

transfomasi data yaitu untuk menormalkan data yang tidak


16

normal. Karena data tidak terdistribusi dengan normal maka

digunakan uji alternative Spearman-Rank.

Uji Spearman-Rank dilakukan untuk mengetahui adanya

hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen

dimana kedua variable (dependen dan independen) termasuk

dalam skala data ordinal, maka digunakan uji korelasi Spearman

Rank (disimbolkan r, “ dibaca RHO ”). Uji spearman-rank

digunakan apabila data yang dianalisis kurang atau sama dengan

30.