You are on page 1of 9

Journal of Nutrition

Journal ofCollege,
NutritionVolume 4, Volume
College, Nomor 1,
4, Tahun
Nomor2015, Halaman
1, Tahun 2015 1 - 9 1
Online di : http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnc

PENGARUH PEMBERIAN IKAN TERI (Engraulis encrasicolus) PADA MEMORI SPASIAL
TIKUS SPRAGUE DAWLEY USIA SATU BULAN

Siska Indah Septiana, Niken Puruhita*)

Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
Jl.Dr.Sutomo No.18, Semarang, Telp (024) 8453708, Email : gizifk@undip.ac.id

ABSTRACT

Background: Spatial memory is a part of cognitive function which vitally influences life. Black Sea Anchovy is and
oily fish which contains high Omega-3 fatty acid in a form of Docosahexaenoic Acid (DHA) and Eicosapentaenoic
Acid (EPA). Omega-3 fatty acids has been known related to synaptic plasticity that mantain hippocampus
performance which have a role on memory and learning. This study conducted to observe the effect of dietary black
sea anchovy in spatial memory spatial acquisition in one month-old Sprague dawley.
Methode: True experimental with post test only with control group design using 21 Sprague dawley rats which were
randomly divided into three gropus; control, anchovy, and fish oil. A food package of 1.5 g anchovy or 167 mg fish
oil for 200 gr weight that mixed in their fed for 14 days. Spatial acquisition test conducted with Morris water maze
test to measure both both spatial observation performance and spatial biases level. Data gathered Data statistically
analyzed non-parametric test Wilcoxon and Multivariate ANOVA then continued with LSD.
Result: A significant different shown at hidden platform test, there is a decrease percentage was observed at dietary
anchovy group (67.89%) compared with control group (21.53%) but no significant different appears at fish oil
groups. There was also a different at spatial bises level between three groups but failed to be proved stastically.
Conclusion: Dietary black sea anchovy improved spatial observation performance but no effect on spatial biases at
one month-old Sprague dawley.
Keywords : Engraulis encrasicolus; spatial memory; hippocampus; cognitif; morris water maze

ABSTRAK

Latar Belakang: Memori spasial merupakan bagian dari kognitif yang berperan penting dalam kehidupan. Ikan teri
(Engraulis encrasicolus) merupakan salah satu jenis oily fish yang memiliki kandungan omega-3 dalam bentuk EPA
dan DHA yang tinggi. Asam lemak omega-3 berperan pada tingkat aktivitas plastistas sinaptik yang mengatur
fungsi hipokampus yang merupakan bagian otak pusat pengaturan memori dan proses belajar. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh ikan teri terhadap kemampuan spasial tikus usia satu bulan.
Metoda: Penelitian eksperimental murni dengan post test only with control group design yang diterapkan pada 21
tikus Sprague dawley usia satu bulan dengan random allocation sampling dalam 3 kelompok yaitu kontrol,
kelompok pemberian ikan teri dan kelompok pemberian minyak ikan. Subjek diberikan diet dengan ikan teri
sebanyak 1,5 gram per 200 gram berat badan dan minyak ikan sebanyak 167 mg per 200 gram berat badan yang
dicampurkan ke pakan selama 14 hari. Pengujian kemampuan spasial menggunakan uji Morris Water Maze yang
akan mengukur tingkat kemampuan observasi spasial dan spasial bias subjek. Data dianalisis dengan nonparametik
Wilcoxon dan Multivariate ANOVA yang dilanjutkan dengan uji LSD pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil: Terdapat perbedaan persen penurunan waktu pencarian landasan yang nyata pada kelompok pemberian
ikan teri yaitu penurunan sebesar 67.89% dibandingkan dengan kelompok kontrol (21.53%) namun tidak berbeda
nyata dengan kelompok minyak ikan. Terdapat perbedaan pada tingkat spasial bias antar kelompok namun tidak
terbukti signifikan secara statistika.
Kesimpulan: Pemberian diet dengan ikan teri (Engraulis encrasicolus) meningkatkan kemampuan observasi spasial
namun tidak menurunkan tingkat spasial bias pada anak tikus sehat.
Kata kunci : Engraulis encrasicolus; memori spasial ; hipokampus; kognitif; morris water maze

PENDAHULUAN yang harus diperhatikan kecukupannya selama
Perkembangan kognitif pada anak proses tumbuh kembang anak.
dipengaruhi oleh banyak faktor, tiga faktor utama Perkembangan otak pada anak mencapai
diantaranya adalah asupan zat gizi, genetik dan masa-masa tercepat pada beberapa fase, yaitu fase
juga lingkungan1. Selain kecukupan energi, asam- pertama pada usia 2 tahun, fase kedua pada usia 7-
asam lemak omega-3 seperti EPA 9 tahun dan terakhir pada pertengahan masa
(Eicosapentaenoic Acid) dan DHA remaja2. Pada rodensia, masa penyapihan beakhir
(Docosahexaenoic Acid) merupakan zat gizi makro pada hari ke 21 sedangkan pada manusia pada usia
6 bulan. Pada rodensia akan memasuki masa

*)
Penulis Penanggungjawab

Nomor 1. Defisiensi terbukti dapat menggambarkan kinerja memori omega-3 pada jaringan otak terbukti dapat spasial hewan uji dengan membuat hewan uji menurunkan kemampuan kognitif dan gangguan mendayagunakan otak bagian hipokampus dengan kognitif sedang (Mild Cognitive Impairment)5. pangan seperti ikan teri (Engraulis encrasicolus) Asam lemak omega-3 berperan penting dengan kemampuan kognitif terutama memori dalam perkembangan otak dengan meningkatkan spasial belum pernah dikaji. memberikan tes yang memerlukan penggunaan Asupan makanan memiliki kandungan asam asosiasi elemental dan juga asosiasi konfigural lemak omega-6 yang relatif banyak namun defisien kompleks dari hewan untuk menyelesaikannya10. ikan teri kandungan asam lemak omega-3 yang tergolong (Engraulis encrasicolus). Meski demikian. Asam lemak Rattus novergicus strain Sprague dawley omega-3 sebaiknya dipenuhi dari konsumsi bahan atau tikus rumah merupakan salah satu hewan yang pangan sumber omega-3. Selain itu. sehat 8-10 tahun menunjukan peningkatan 9 tahun yang merupakan fase kedua perkembangan komposisi DHA membran eritrosit yang tercepat otak manusia.Salah satu jenis asam sering digunakan dalam penelitian penyakit dan lemak omega-3 yang sulit terpenuhi kebutuhannya kesehatan. bahan tinggi yaitu 14 mg per gram bahan dengan pewarna non toksik (susu cair) untuk uji MWM. lain menunjukan pemberian suplementasi DHA sedangkan variabel terikat adalah waktu pencarian dosis sedang 400 mg perhari dan dosis tinggi 1200 (Escape latency) dan waktu observasi (probe time) . Ikan teri yang Bahan yang digunakan selama penelitian termasuk kedalam golongan oily-fish memiliki berlangsung meliputi pakan standar. penggunaannya sebagai sumber alternatif Penelitian ini menggunakan rancangan true asam lemak omega-3 masih jarang dilakukan. harga bulandengan berat badan 40-65 gram yang yang mahal membuat suplemen omega-3 tidak diperoleh dari LPPT UGM UNIT IV (Unit dapat dijangkau oleh semua kalangan ekonomi Pengembangan Hewan Percobaan). belajar dan fungsi memori pada lansia sehat8. penggunaan METODE suplementasi sebagai cara pemenuhan kebutuhan Subjek Penelitian sampai saat ini masih menuai kontroversi dan tidak Subjek yang digunakan pada penelitian ini dianjurkan penggunaannya kecuali untuk adalah tikus Sprague dawley berusia satu 6 penanganan defisiensi berat . Pemeliharaan hewan dipenuhi. EPA dan DHA bersumber pengujian memori spasial. tingkat adaptasi dan makarel dengan harga yang mahal dan sulit terhadap uji yang diberikan merupakan alasan didapatkan. Tingkat konsumsi omega-3 terutama eksperimen yang sudah sejak lama digunakan EPA dan DHA yang adekuat merupakan faktor dalam pengujian kemampuan kognitif dan memori yang sangat penting pada fungsi otak dan pada hewan uji. Volume 4. Kemiripan genetika dari produk perikanan laut dalam seperti salmon antara tikus dengan manusia. Universitas sehingga pemenuhan asupan omega-3 masih sulit Gadjah Mada Yogyakarta. (Engraulis encrasicolus) menunjukan kadar yang Metode Penelitian tinggi. minyak ikan. Kajian 40 hari dan diputuskan menggunakan tikus dengan mengenai pengaruh pemberian omega-3 dari bahan usia 30 hari atau satu bulan3. kebutuhan asam lemak omega-3 khususnya EPA dan DHA. Studi Variabel bebas adalah pemberian ikan teri. komposisi 5 mg EPA dan 9 mg DHA7. Penggunaan suplemen omega-3 seperti utama pemilihan tikus Sprague dawley untuk minyak ikan masih menjadi cara pemenuhan utama digunakan dalam pengujian preklinis. coba dan uji akhir Morris Water Maze dilakukan di Ikan teri (Engraulis encrasicolus) LPPT UGM UNIT IV. ekspresi gen-gen faktor transkripsi pada sel-sel Morris water maze testmerupakan model hipokampus. Tahun 2015 pubertas pada hari ke 40 hingga 60 sedangkan pada mg perhari selama 8 minggu pada anak laki-laki manusia berkisar pada 8-16 tahun. Rangkaian tes didalam uji ini meningkatkan ekspresi gen PPARs4. terhadap asam lemak omega-34. Meskipun Pakan standar yang digunakan adalah jenis BR 2 analisis kandungan omega-3 pada ikan teri (Broiler Finisher) Comfeeddenganaquades. Rentang usia 7. Pemilihan subjek penelitian untuk suplemen Alga-DHA sebanyak 900 mg selama pengelompokan dan perlakuan yang diberikan enam bulan dapat meningkatkan kemampuan menggunakan random allocation sampling. merupakan produk perikanan lokal yang murah Bahan dan sangat mudah ditemukan.2 Journal of Nutrition College. termasuk penelitian kognitif seperti adalah EPA dan DHA. experiment dengan post test only with control Sebuah studi menunjukan bahwa pemberian group design. maka usia hewan uji yang berkorelasi positif dengan peningkatan digunakan ditetapkan berada antara rentang 21 dan peningkatan kemampuan kognitif9.

standar WHO untuk pengujian preklinis yaitu 5 Subjek penelitian dibagi menjadi 3 kelompok ekor. Tahapan Penelitian Setiap kelompok memiliki jumlah subjek Penelitian dilaksanakan dalam beberapa yang dihitung menggunakan rumus besar subjek tahap yang dapat dilihat dalam gambar berikut ini 21 ekor Rattus novergicus Hari galur Sprague dawley umur 1-7 1bulan Randomisasi 3 kelompok @ 7 tikus K+ P K- Aklimatisasi Hari Pemberian pakan dengan Pemberian pakan dengan Pemberian 8-22 penambahan minyak ikan penambahan ikan teri pakan standar Hari Uji kemampuan spasial 23-25 Hari Uji kemampuan penyelidikan (Probe test) 26 Gambar 1. omega-3 perhari. Jadi jumlah subjek tiap kelompok tanpa penambahan apapun.Selanjutnya dengan menggunakan rumus FDA (Foods and subjek diberikan variasi makanan yaitu pakan Drugs Association) dan didapatkan dosis hewan standar untuk kelompok kontrol negatif (K-). Journal of Nutrition College. Nomor 1. asam lemak omega-3 dari masing-masing bahan. yaitu 20 mg/200 gram berat badan11. Pada setiap 1 gram positif (K+) selama 14 hari masa intervensi. Kemudian jumlah sampel masing-masing dengan keterangan sebagai berikut kelompok ditambahkan 25% drop out sampel K+ : Kelompok kontrol positif diberi pakan untuk antisipasi apabila terdapat tikus yang mati standar dengan minyak ikan. Jumlah ikan pakan dengan penambahan ikan teri pada teri dan minyak ikan yang diberikan didasarkan kelompok perlakuan (P) dan pakan dengan pada dosis omega-3 yang telah dihitung yaitu 20 penambahan minyak ikan untuk kelompok kontrol mg Omega-3 / 200 gr BB. Volume 4.25 ekor K. Masing-masing subjek kognitif dan memori berkisar pada 400-1200 mg sudah dikelompokkan sebelum aklimatisasi. Bagan Alur Kerja Penelitian Seluruh subjek penelitian dipelihara di beberapa studi terdahulu yang menunjukan tingkat kandang individual dan diberi pakan standar serta pemberian omega-3 terhadap perkembangan air minum ad libitum.5 gram per 10 gr pakan. Minyak ikan mengandung ± 12% omega-312 maka Dosis omega-3 yang diberikan ditetapkan berdasar . penambahan ikan teri. Tahun 2015 3 tikus dari uji spasial memori Morris water maze. bahan ikan teri terdapat 14 mg omega-3 maka Penambahan ikan teri dan minyak ikan jumlah ikan teri yang diberikan adalah 1.5 dilakukan dengan mempertimbangkan kandungan gram/200 gr BB atau 1.Penentuan dosis hewan dilakukan Aklimatisasi dilakukan selama 7 hari. : Kelompok kontrol negatif pakan standar atau 2 ekor. selama adaptasi maupun perlakuan yaitu 1. perlakuan adalah 7 ekor dan jumlah sampel P : Kelompok perlakuan pakan dengan keseluruhan adalah 21 ekor.

dengan 2 sesi setiap harinya dan empat kali ulangan diselesaikan. Probe test Ulangan pertama pada sesi genap dilakukan pada dilakukan dengan mengambil landasan dari titik masuk 4 dan akan berurut berlawanan arah tempatnya. landasan dan diletakan diatasnya selama 20 detik. dimana pada sesi ganjil.9 Karbohidrat total (gram) 4. Uji Morris Water Maze digunakan landasan tersembunyi. komposisi ikan teri per 100 gram bahan7. Hewan .5 Kolesterol (mg) 64. Probe test dilakukan satu sesi dengan jarum jam (4-3-2-1). Kolam diisi dengan air landasan dan berdiri selama 2 detik diatasnya.2 EPA (g) 0.13 Zat gizi Jumlah Kalori (kkal) 156 Protein (gram) 9.3 Lemak total (gram) 11 Lemak Jenuh (gram) 3.6 Gula (gram) 2 Serat pangan (gram) 0. Uji istirahat selama 35 detik. Pembagian dengan metode empat ulangan dengan pelepasan dimulai dari titik tersebut ditujukan untuk mengukur tingkat fokus masuk pertama dan berurut searah jarum jam (1-2- jangka pendek hewan uji dan tingkat observasi 3-4). kemampuan spasial dilakukan sebanyak 6 sesi hewan uji memasuki ulangan selanjutnya. hewan uji dijemur masing-masing sesi dilakukan 4 pengulangan.4 Journal of Nutrition College. hingga ketinggian 15 cm dan landasan diletakan Apabila waktu yang diberikan sudah habis tetapi pada salah satu kuadran. diluar kolam di sisi masing-masing titik masuk dan maka hewan uji akan diarahkan langsung ke diletakan pada jarak jangkauan penglihatan tikus. hewan uji uji diberikan waktu maksimal 60 detik pada dipersiapkan untuk melakukan uji Morris Water masing-masing ulangan untuk menemukan Maze. Volume 4. kemampuan spasial dilaksanakan. Setelah waktu jeda habis. hewan uji dikeringkan selama 3 hari dan dilanjutkan dengan pengujian untuk mencegah hipotermi dan diberikan waktu kemampuan observasi 24 jam setelahnya.5 DHA (g) 0. ulangan pertama akan Uji kemampuan observasi (Probe test) dilakukan pada titik masuk 1 dan selanjutnya dilakukan 24 jam setelah ulangan terakhir dari uji dilakukan berurut searah jarum jam (1-2-3-4). Perhitungan dilakukan setiap kali hewan uji spasial dengan menggunakan tidak hanya satu memasuki kuadran tempat landasan diletakan petunjuk visual. Perhitungan waktu menggunakan kolam plastik bulat dengan diameter dihentikan saat hewan uji berhasil menemukan 100 cm dan tinggi 30 cm. Petunjuk visual diletakan hewan uji belum berhasil menemukan landasan. Nomor 1. Pengukuran dilakukan sebelumnya. Tahun 2015 diperlukan 167 mg minyak ikan per 10 gram pakan atau 167 mg minyak ikan/200 gram BB. menggunakan alat bantu berupa stopwatch.5 Natrium (mg) 242 Kalium(mg) 345 Setelah masa intervensi. dan diistirahatkan selama 1 jam sebelum memasuki Penentuan titik masuk dibagi secara semi-acak sesi genap. Setelah selama 3 hari. Tabel1. Pengujian kemampuan spasial dilakukan Setelah satu ulangan selesai.

Perbedaan waktu uji hari pertama.16 Teri 15.42 27. menunjukan bahwa terdapat pada hampir semua kelompok dari hari penurunan lama waktu pencarian landasan pertama sampai hari ketiga. Ilustrasi Kondisi Pengujian Morris Water Maze Analisis Data Significant Difference). Kemudian Kemampuan Performa Observasi Spasial Uji dilakukan uji beda non-parametrik Wilcoxonpada Landasan Tersembunyi Morris Water Maze waktu uji hari pertama dengan waktu uji hari Kemampuan spasial yang didapatkan dari terakhir. Grafik Perkembangan Waktu Pencarian Antar Kelompok Gambar 3. Nomor 1.00 16.00 33. Data tersebut diuji normalitasnya HASIL menggunakan uji Saphiro-Wilk.17 26. Tahun 2015 5 Gambar 2. .1 5.00 17.00 Hari 1 Hari 2 Hari 3 Gambar 3.72 27. Semua uji dilakukan Seluruh data yang terkumpul dianalisis menggunakan tingkat kepercayaan 95%.92 Minyak Ikan 20. Volume 4.79 25. secara statistik menggunakan program komputer SPSS 16. ANOVA yang dilanjutkan dengan uji LSD (Least Waktu Pencarian 40.37 Kontrol 10.00 30. hari pengukuran uji landasan tersembunyi pada Morris kedua.00 35.00 23. Journal of Nutrition College. hari ketiga.00 0. Gambar 3. lama waktu observasi probe test Water Maze Test berupa tingkat performa dan persentase penurunan waktu uji antar observasi spasial hari 1-3 yang ditunjukan pada kelompok sampel diuji menggunakan Multivariate.72 30.00 8.

17 16. . 70 45 60 40 Waktu pencarian (d) Waktu pencarian (d) 35 50 30 40 25 30 20 15 20 10 10 5 0 0 sesi 1sesi 2sesi 3sesi 4sesi 5sesi 6 sesi 1 sesi 2 sesi 3 sesi 4 sesi 5 sesi 6 Kontrol Ikan Teri 60 Waktu pencarian (d) 50 40 30 20 10 0 sesi 1 sesi 2 sesi 3 sesi 4 sesi 5 sesi 6 Minyak Ikan Gambar 4.18% (p: 0. Rata-Rata Waktu Harian Uji Kemampuan Spasial Antar Kelompok Hari 1 Hari 2 Hari 3 Tingkat Penurunan Kelompok (detik) (detik) (detik) (%) Kontrol 33.72 23.10 67. α: 0.53 Ikan teri 27. Kelompok diet dengan ikan teri kelompok sampel dapat dilihat pada gambar 4.60 42. Nomor 1.89 Minyak Ikan 30.37 8.* 0.023o o *p MANOVA p < 0. Data kelompok sampel dengan persentase penurunan penurunan waktu uji masing-masing sesi tiap sebesar 67.023 .05 Tabel 2 menunjukan adanya perbedaan yang berbeda nyata dengan kelompok kontrol yang signifikan antar kelompok sampel pada tingkat mengalami penurunan sebesar 21.18 sig.42 27. Kelompok perlakuan diet tidak berbeda nyata dengan kelompok pemberian dengan penambahan ikan teri mengalami diet dengan minyak ikan dengan penurunan penurunan waktu uji paling besar dari ketiga sebesar 42.72 16. Volume 4.05).6 Journal of Nutrition College.89%. Perubahan waktu pencarian antar sesi tiap kelompok sampel Tingkat Spasial Bias Probe test Morris Water Data uji spasial bias Probe Test pada ketiga Maze kelompok sampel dapat dilihat pada gambar 4.79 21.92 26.53% namun penurunan waktu uji. Tahun 2015 Tabel 2.

KoA14. Meski terlihat terdapat perbedaan dari menginduksi enzim pada jalur oksidasi β ketiga kelompok. Asetilkolin yang merupakan Spasial Bias Morris Water Maze neurotransmitter berperan dalam proses belajar Tabel 1 menunjukan adanya perbedaan dan memori dengan cara meningkatkan laju proses kecepatan pencarian landasan antar kelompok LTP (Long-term Potentiation) pada beberapa sampel. Nomor 1. walaupun grafik pada sebagai regulator pada biosintesis asetilkolin yang Gambar 4. lipid dan sintesis asetilkolin2. yang nyata pada akurasi proses belajar hewan uji.45 detik. Asetil KoA memegang peranan dalam pengaturan sinaptoplasmik dari terminal PEMBAHASAN persyarafan kolinergik yang mengatur sintesis Tingkat Kemampuan Observasi Spasial dan asetilkolin15. asetil KoA dan Propionil observasi probe test pada semua kelompok sampel. Menunjukan adanya perbedaan Terjadinya perbedaan kemampuan observasi pada lama waktu observasi hewan uji pada probe spasial pada kelompok ikan teri dipengaruhi oleh test. Journal of Nutrition College. terlihat menunjukan adanya perbedaan mempengaruhi fungsi kognitif. PPARs diet dengan minyak ikan. Selain itu. Selain itu. Sedangkan PPAR-γ pada tingkat spasial bias antar kelompok. . PPAR-α berfungsi Meskipun demikian. waktu 19. pencarian dari hari pertama uji ke hari terakhir. Tahun 2015 7 25 20 15 Kontrol Teri 10 Minyak Ikan 5 0 Waktu Observasi (d) Gambar 5. Waktu Observasi Probe test antar kelompok sampel Gambar 5. Hal tersebut (Peroxisome Proliferator-Activated Receptors. Pada pengujian statistik tidak pemotongan rantai-rantai ester asetil KoA dan terdapat perbedaan yang nyata pada waktu menghasilkan asil KoA.40 detik dan kelompok minyak ikan Asam lemak dapat mengaktivasi dan 15. asam lemak Omega-3 dalam Kelompok perlakuan diet dengan penambahan ikan bentuk EPA dan DHA menstimulasi faktor teri mengalami tingkat penurunan waktu uji lebih transkripsi pada hipokampus yang akan mengatur tinggi dibanding kelompok kontrol dan pemberian tingkat plastisitas snaptik neuron otak. terjadi penurunan waktu bagian otak termasuk pada hipokampus16.65 detik untuk melakukan observasi. hal memiliki peran penting dalam regulasi inflamasi tersebut tidak terbukti pada pengujian statistik dan neuroproteksi sistem syaraf pusat yang dapat yang mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan meningkatkan performa kognitif individu4. Kelompok kontrol rata-rata menghabiskan beberapa zat yang terkandung dalam ikan teri waktu 21. Volume 4. mengindikasikan adanya perbedaan tingkat PPARs merupakan messenger utama yang kemampuan observasi spasial pada subjek dalam bertanggung jawab dalam proses translasi stimulan kelompok diet penambahan ikan teri jika zat gizi sampai terjadinya perubahan ekspresi gen dibandingkan dengan kelompok kontrol dan terutama gen-gen yang terkait proses metabolisme minyak ikan. perbedaan tersebut tidak terbukti peroksisomal yang merupakan katalis dalam proses secara statistik. tersebut diantaranya asam lemak omega-3 dalam kelompok diet dengan ikan teri menghabiskan bentuk DHA dan EPA serta dietary protein.

Behavior. Rajion MA. Selain itu. 13:109.C.. 2: 81-89. Mekanisme Omega-3 terhadap Plastisitas Sinaptik dan Kognisi SIMPULAN 2. 2007. Nettleton JA.. 5(7): 2777–2810. Juli 2013..NY 10003. 2011.National Food Service American Society on Aging. Chapman & Hall. Meng GY. Farjam. Othman Fauziah. Juli 2011 [disitasi pada 14 Maret 2014]. Omega-3 DHA and EPA for autisme. J. et al.[Tempat tidak diketahui]. Docosahexaenoic acid http://www.21-30. bias. Nutrients. R. A Scientific Review of Age minyak ikan. PP.edu/blog/fishoil-friend- pemberian ikan teri dan minyak ikan jangka or-foe-201307126467 panjang.harvard. Barrett EC. Kidd Parris M.Functional Synergies with Cell didapatkan hasil adanya perbedaan yang signifikan Membrane Phospholipids. 9.pdf activation during sustained attention in healthy boys: a placebo-controlled. New York. Nelson EB.12(3):207-227. and Mood: Clinical Findings penelitian pada penelitian pada hewan uji normal and Structural. Perlu Medical School. Vidyadaran SARAN Sharmili. 115 Fifth Ave. 35 . 5. Journal of the and Cognitive Development. Omega-3 Fatty Acid and Health. pada tingkat fokus observasi spasial hewan uji.Vol.. Turner Julia. Your Brain on Food: A Nutrient-Rich 1. Harvard dengan menggunakan subjek manusia.8 Journal of Nutrition College. T. Norman Salem Performa observasi spasial subjek yang Jr. Rider.. 7. Jul 2013. Hajjar. Anonim.. DAFTAR PUSTAKA 8. Jandacek. ADHD ataupun Downsyndrome karena Cognition. Tahun 2015 Asam Lemak Omega-3 Transkripsi gen-gen yang mempengaruhi plastisitas sinaptik dan kognisi Gambar 5.. Biomedicine International 2011. Able. Nomor 1. et al. Dapat diakses di Tso. dose-ranging. Howard LeWine. Sengupta Pallav. Omega Pemberian diet dengan penambahan ikan teri 3 polyunsaturated fatty acid improves spatial (Engraulis encrasicolus) dapat dilakukan studi learning and hippocampal Peroxisome Proliferator lanjutan pada hewan uji dengan model gangguan Activated Receptors (PPARα and PPARγ) gene kognitif seperti model gangguan kognitif seperti expression in rats. Kuratko CN. subjek yang diberikan pakan standar maupun 3. P. Eliassen. 2 Management Institute The University of Mississippi 99-106.Altern Med Rev. Mealtime Memo for Child Care.K. McNamara. Dapat diakses dilakukan penelitian lanjutan mengenai efek di:http://www.nfsmi.No. Volume 4. Namun tidak terlihat adanya Determination for a Laboratory Rat: How Old is it in perbedaan yang signifikan pada tingkat spasial Comparison with Human Age? A review. Harvard Health Publications penambahan ikan teri juga dapat dilanjutkan [Internet]. BMC Neuroscience 2012. R. [Internet].health. 2003. J. 4.org/documentlibraryfiles/PDF/200 supplementation increases prefrontal cortex 80612091850. penelitian menganai diet dengan 6. Nutrition Diet Can Protect Cognitive Health. The Relationship of Docosahexaenoic Acid diberi diet dengan komposisi 15% ikan teri (DHA) with Learning and Behavior in Healthy berbeda signifikan lebih baik dibandingkan dengan Children: A Review. functional .

A Test of Behaviour. Seasonal variations in cod liver oil. Antonenkov VD. 10. Sci Food Agr. Peroxisomal β-oxidation—A metabolic pathway with multiple functions. The Role of Acetylcholine in Learning and Memory. 1060e1067. Curr Opin Neurobiol 2006. Hiltunen JK. 2010. Tomaszewicz M. Szutowicz Andrzej. Seol In-Chan. Nutr. Glumoff T. 15.colorado. Anonim. 2010. Dewitt KW.Am. S73-S81 14. Exp. 13. J. New nutritional data on traditional foods for European food composition databases. 64. 1996. 91. Tahun 2015 9 magnetic resonance imaging study. 2006. Poirier Yves. Bielarczyk H. Interpretation of Animal Dose and Human Equivalent Dose for Drug Development.edu 11.31(3) 12. 14. European Journal of Clinical Nutrition. Department of Psychology and Neuroscience Colorado Unoversity Boulder Website. 16(6): 710–715 . 1413–1426. Biochimica et Biophysica Acta 1763. J.92-98. Son Chang-Gue. Dapat diakses di http://psych. Journal of Nutrition College. Volume 4. Morris Water Maze . 16. Disturbances of acetyl-CoA. The Journal of Korean Oriental Medicine 2010. 1963. Shin Jang-Woo. 56: 323-339. Clin. Hasselmo ME. Costa HS. Acta Neurobiol. Nomor 1. energy and acetylcholine metabolism in some encephalopathies.