You are on page 1of 16

LAPORAN PRAKTIKUM

ORDO ODONATA, ORDO DICTYOPTERA, DAN ORDO ORTHOPTERA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Entomologi

Yang Dibimbing Oleh Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si

Disusun oleh:

Offering GHL/Kelompok 4

Dewi Amalina F ( 160342606211 )

Dwi Anggraini Putri ( 160342606251 )

Kharin Furaida Dwi Hafsari ( 160342606270 )

Maulidya Nur Aisyah Putri ( 160342606259 )

Vivi Ary L P ( 160342606255 )

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGI

SEPTEMBER 2018
A. JUDUL

Ordo Odonata, Ordo Dictyoptera, dan Ordo Orthoptera

B. WAKTU

Jumat, 21 September 2018

C. TUJUAN

Untuk Mengetahui Ciri-Ciri Morfologi Serangga Anggota Ordo Odonata, Ordo Dictyoptera, dan
Ordo Orthoptera

D. DASAR TEORI

Serangga (disebut pula Insecta) adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda)
yang berkaki enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapod. Serangga ditemukan
di hampir semua lingkungan kecuali di lautan. Keluarga besar serangga (Insecta) dikelompokan
kedalam 28 ordo yang masing-masing ordo memiliki ciri-ciri unik yang membedakan antar
mereka, kelas (class) insecta terbagi menjadi dua subkelas (subclass) berdasarkan keberadaan
organ sayap yang memiliki, yaitu subkelas Apterygota bagi serangga yang tidak memiliki sayap
dan subkelas Apterygota bagi serangga – serangga yang memiliki sayap. (Campbell, 2003)

Odonata adalah kelompok serangga yang berukuran sedang sampai besar dan seringkali
berwarna menarik. Serangga ini menggunakan sebagian besar hidupnya untuk terbang.Capung
juga memiliki tubuh yang langsing dengan dua pasang sayap, dan memiliki pembuluh darah
jala.Selain itu capung juga memiliki antenna pendek yang berbentuk rambut, kaki yang
berkembang baik, alat mulut tipe pengunyah, mata majemuk yang besar, abdomen panjang dan
langsing (Borror et al, 1992).

Serangga ordo orthoptera terbagi menjadi 6 subordo antara lain Caelifera, enisfera,
mantodae, phasmatodae, blattodae, dan grylloblattodae. Orthoptera dikenal sebagai ordo serangga
pemakan tumbuhan atau herbivor contohnya bangsa belalang dan jangkrik. Jumlah spesies
orthoptera yang telah diketahui diseluruh dunia telah mencapai angka 20.000 spesies. Sebagian
anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak
sebagai predator pada serangga lain. Anggota dari ordo ini umumnya memilki sayap dua pasang.
Mayoritas spesiesnya biasa hidup pada daerah tropis namun dapat juga bertahan hidup pada daerah
beriklim sedang. (Waghmare et al., 2013).

Dictyoptera (dari diktuon Yunani Kuno "bersih" + pteron "sayap") adalah sebuah
superorder serangga yang mencakup dua jenis serangga polyneopterous, yaitu Blattodea dan
Mantodea) Sementara semua Dictyoptera modern memiliki ovipositors pendek, fosil tertua dari
Dictyoptera memiliki ovipositors panjang, seperti anggota Orthoptera. Klasifikasi dan filogeni.
Dalam beberapa klasifikasi, bagaimanapun, Dictyoptera digeser ke status pesanan dan di lain kelas
Isoptera telah dimasukkan di bawah Blattodea sementara tetap mempertahankan Dictyoptera
sebagai superorder. Semua klasifikasi kelompok konstituen yang sama, hanya dirawat di peringkat
yang berbeda. Rayap dan kecoa sangat erat terkait, dengan data ekologi dan molekuler menunjuk
ke hubungan dengan kecoa genus Cryptocercus.

E. ALAT DAN BAHAN

Alat :

1. Mikroskop stereo
2. Jarum pentul
3. Jarum kasur
4. Kloroform
5. Kapas
6. Plastik

Bahan :

7. Kecoak
8. Jengkerik
9. Capung
10. Anjing tanah
Serangga ditangkap dan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang telah diberi
kloroform pada kapas.

F. PROSEDUR PRAKTIKUM

Serangga ditangkap dan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang telah diberi
kloroform pada kapas.

Diamati morfologi bagian dari tubuh kecoa seperti simetri tubuhnya secara
umum, antena: tipe antenna, mata, mulut: tipe mulut, bagian-bagian mulut, sayap
depan dan sayap belakang: jumlahnya, perbandingan panjang, lebar, kekerasan,
posisi pada saat terbang dan pada saat hinggap, kaki: perlekatannya pada torax,
bagian-bagiannya, segmen pada tarsus, torax: perbandingan antara protorax,
mesotorax, dan metatorax, abdomen: apendeges pada abdomen.

Diamati morfologi bagian dari tubuh capung seperti antena: tipe antenna, mata,
tipe mulut, thorax: jumlah segmen, jenis sayap, posisi pada saat terentang dan
pada saat terlipat, perlekatannya pada torax, stigma, modus, venasi sayap,
abdomen: jumlah segmen, cercus, kaki: bagian-bagiannya, ciri khusus, jumlah
tarsus.

Diamati morfologi pada belalang sembah, bagian-bagian tubuhnya seperti yang


telah diamati pada kecoak. Diamati juga persamaan dan perbedaan dengan
kecoak.

Diamati morfologi pada tubuh anjing tanah seperti tipe antenna, mata, tipe mulut,
bagian-bagian mulut, sayap depan dan sayap belakang: jumlahnya, perbandingan
panjang, lebar, kekerasan, posisinya pada saat terbang dan pada saat hinggap,
kaki: perlekatannya pada torax, bentuk bagian-bagiannya (terutama tibia), jumlah
dactyl, jumlah segmen tarsus, thorax: perbenadingan antara protorax, mesotorax,
dan metatorax, abdomen: appendeges pada abdomen.
Diamati pada jengkerik bagian-bagian tubuhnya, seperti yang telah dilakukan
pada anjing tanah. Diamati juga persamaan dan perbedaannya pada anjing tanah

G. HASIL PENGAMATAN
 Kecoa

Gambar Keterangan
- Antena tipe filiform
- Kepala
- Protoraks
- Spirakel
- Elytron
- Abdomen
- Cercus
- Kaki

 Jangkrik (Orthoptera)

Gambar Keterangan
- Antena tipe filiform
- Kepala
- Sayap
- Abdomen
- Spirakel
- Cercus
- Ovipositor
- Kaki jalan
- Kaki untuk meloncat

 Capung

Gambar Keterangan
- Kepala
- Thorax
- Sayap
- Spirakel
- Abdomen
- Cercus
 Anjing Tanah

Gambar Keterangan
- Antena
- Kepala
- Toraks
- Spirakel
- Abdomen
- Cercus

H. ANALISIS DATA

Kecoa

Pada hasil pengamatan morfologi kecoa berwarna coklat. Bentuk mulut penggigit.
Terdapat 3 bagian tubuh yaitu kepala, thorak, dan abdomen. Pada kepala terdapat antena bertipe
filiform, sepasang mata. Pada thorak terdapat tiga pasang kaki ( dua pasang untuk berjalan,
sepasang untuk melombat dan sayap. Pada abdomen terdapat 8 segmen. Terdapat cercus.
Terdapat spirakel.

Jangkrik (Orthoptera)
Pada hasil pengamatan morfologi jangkrik berwarna hitam kecoklatan,mempunyai rangka
luar. Bentuk mulut penggigit. Terdapat 3 bagian tubuh yaitu kepala, thorak, dan abdomen.Pada
kepala jangkrik terdapat sepasang antena, mata majemuk, mata oseli. Pada thorak terdapat tiga
pasang ( dua pasang kaki jalan dan sepasang kaki loncat), bersayap dua pasang (berupa sepasang
sayap depan dan sepasang sayap belakang). Pada abdomen terdapat 8 segmen. Setiap segmen ada
2 spirakel. Terdapat cercus,ovipositar.
Capung
Pada hasil pengamatan morfologi capung. Terdapat 3 bagian tubuh yaitu kepala, thorak,
dan abdomen. pada kepala terdapat sepasang mata, dan bentuk mulut penggigit. Pada thorak
terdapat tiga pasang kaki dan sayap. Terdapat cercus. Terdapat spirakel.

Anjing tanah

Pada hasil pengamatan morfologi anjing. Terdapat 3 bagian tubuh yaitu kepala, thorak,
dan abdomen. Bentuk mulut penggigit. Pada kepala terdapat sepasang mata, dan anthena bertipe
filiform. Pada thorak terdapat sepasang sayap dan tiga pasang kaki. Pada abdomen terdapat 7
segmen. Terdapat cercus. Terdapat spirakel.

I. PEMBAHASAN

Kecoa

Kecoa adalah serangga dengan bentuk oval, pipih dorso-ventral. Kepala tersembunyi di
bawah probotum. Pronotum dan sayap licin, nampaknyakeras, tidak berambut dan berduri.
Berwarna coklat atau coklat tua. Panjang tubuhnyabervariasi, berkisar antara 0,6 sampai 7,6 mm.
Kecoa adalah salah satu insekta yang termasuk ordo Orthoptera (berasayap dua)dengan sayap di
depan menutupi sayap yang di belakang dan melipat seperti kipas. Para ahliserangga memasukkan
kecoa kedalam ordo serangga yang berbeda-beda. Kecoa kebanyakan terdapat di daerah tropika
yang kemudian menyebar ke daerah sub tropika atau sampai kedaerah dingin. Pada umumnya
tinggal didalam rumah-rumahmakan segala macam bahan, mengotori makanan manusia, berbau
tidak sedap. Kebanyakankecoa dapat terbang, tetapi mereka tergolong pelari cepat (“ cursorial“),
dapat bergerak cepat, aktif pada malam hari, metamorfosa tidak lengkap,. Kerusakan yang
ditimbulkan olehkecoa relatif sedikit, tetapi adanya kecoa menunjukkan bahwa sanitasi didalam
rumahbersangkutan kurang baik
Jangkrik

Jangkrik merupakan serangga atau insekta berukuran kecil sampai besar yang berkerabat
dekat dengan belalang dan kecoa karena diklasifikasikan ke dalam ordo Orthoptera. Jangkrik juga
merupakan hewan yang aktif pada malam hari (nokturnal) dan berdarah dingin. Klasifikasi
jangkrik menurut Borror et al. (1992), adalah filum Arthopoda, kelas Hexapoda (Insecta), ordo
Orthoptera, sub ordo Ensifera, famili Gryllidae (Jangkrik), sub famili Gryllinae (Jangkrik
lapang/rumah), genus Gryllus, spesies Gryllus bimaculatus (Jangkrik Kalung), Gryllus mitratus
(Jangkrik Cliring) dan Gryllus testaceus (Jangkrik Cendawang).Morfologi tubuh jangkrik Kalung
sama dengan jangkrik-jangkrik pada umumnya yaitu terdiri atas tiga bagian utama kepala, toraks
(dada) dan abdomen (perut) serta setiap spesies jangkrik memiliki ukuran dan warna yang beragam
(Borror et al., 1992). Jangkrik merupakan serangga yang mengalami siklus metamorfosis
sederhana (tak sempurna). Siklus hidup jangkrik dimulai dari telur menjadi jangkrik muda (nimfa)
kemudian melewati beberapa kali stadium instar terlebih dahulu sebelum menjadi jangkrik dewasa
(imago) (Borror et al., 1992). Jangkrik di alam aslinya aktif di malam hari dari kegiatan makan,
mengerik serta kawin, pada siang hari jangkrik mencari perlindungan di lorong/lubang, di bawah
tumpukan daun-daun, di bawah kayu-kayu dan di bebatuan (Paimin, 1999). Menurut Kumala
(1999), suhu yang cocok untuk kehidupan jangkrik berkisar antara 26-33 oC dengan kelembaban
antara 75%-80%. Bila suhu dan kelembaban udaranya sesuai dengan habitat aslinya maka jangkrik
akan dapat hidup sehat, segar dan lincah.Jangkrik dapat hidup di udara dingin atau panas, dalam
kelembaban yang tinggi atau rendah, tetapi pada umumnya jangkrik lebih menyukai hidup di
daerah bersuhu sekitar 20-32 oC pada kelembaban 65%-80% (Paimin et al., 1999).

Capung

Capung memiliki mata yang mampu melihat ke segala arah dengan dilengkapi mata majemuk,
tiga oseli (William,1993) dan bulu pendek menyerupai antena serta tipe mulut mandibulata. Toraks
relatif kecil dan kompak (protoraks dan dua ruas toraks lainnya berukuran kecil) dan pada
permukaan dorsal terdapat pterotoraks yang berada di antara pronotum dan dasar sayap yang
terbentuk oleh sklerit-sklerit pleura.

Capung memiliki tungkai relatif pendek yang merupakan bentuk adaptasi untuk hinggap,
menangkap dan menahan mangsa. Tungkai terdiri dari trokanter dan femur kuat; tibia yang
ramping tanpa taji dan tiga ruas tarsi. Pada tibia capung famili Corduliidae dan Cordulegastridae
terdapat beberapa duri.

Keempat sayap Odonata memanjang dan terdapat banyak venasi. Ukuran panjang sayap
capung dewasa berkisar antara 2 cm sampai 15 cm bahkan bisa mencapai 17 cm. Abdomen
berbentuk memanjang agak silindris, terdiri dari beberapa ruas, meruncing ke ujung. Abdomen
Odonata mempunyai sepuluh ruas yang bersifat fleksibel. Ruas pertama sampai kedelapan terdapat
spirakel sebagai alat bantu pernafasan bagi capung. Ukuran abdomen pada ruas pertama, kedua,
kedelapan, dan kesepuluh lebih pendek daripada ruas lain.

Odonata adalah kelompok serangga yang berukuran sedang sampai besar dan seringkali
berwarna menarik. Serangga ini menggunakan sebagian besar hidupnya untuk terbang. Capung
juga memiliki tubuh yang langsing dengan dua pasang sayap, dan memiliki pembuluh darah jala.
Selain itu capung juga memiliki antenna pendek yang berbentuk rambut, kaki yang berkembang
baik, mata majemuk yang besar (Boror et al., 1992).

Habitat Odonata menyebar luas, di hutan-hutan, kebun, sawah, sungai dan danau, hingga ke
pekarangan rumah dan lingkungan perkotaan. Ditemukan mulai dari tepi pantai hingga ketinggian
lebih dari 3.000 m dpl. Beberapa jenis capung, umumnya merupakan penerbang yang kuat dan
luas wilayah jelajahnya. Beberapa jenis yang lain memiliki habitat yang spesifik dan wilayah hidup
yang sempit. Capung (Odonata) juga memiliki karakter yang istimewa yaitu dapat melakukan
perkawinan di udara dalam berbagai cara. Sebelum kawin, serangga jantan akan membengkokkan
perutnya ke arah depan dan menyalurkan spermatozoa ke dalam organ seperti kantung kemih pada
sternite kedua dari perut. Dalam perkawinan, serangga jantan menggunakan terminal classper yang
dimillikinya untuk memegang serangga betina pada daerah sekitar leher, serangga betina
kemudian akan membengkokkan perutnya ke arah depan menuju ke sternite kedua dari perut
serangga jantan, yang merupakan tempat terjadinya transfer spermatozoa ke tubuh betina yang
sebenarnya. Mekanisme ini tidak ditemukan pada serangga ordo lain (Borror et al., 2002).

Capung (Odonata) mempunyai peranan penting pada ekosistem persawahan. Capung dapat
berfungsi sebagai serangga predator, baik dalam bentuk nimfa maupun dewasa, dan memangsa
berbagai jenis serangga serta organisme lain termasuk serangga hama tanaman padi

Anjing Tanah
Serangga kecil ini berukuran panjang 26-36 mm, merupakan spesies yang hidup dengan
membuat lorongJorong di dalam tanah. Jenis betina sayapnya hanya separo bagian. Jenis jantan
sayapnya utuh dan mengerik pada saat senja hari. Telur berukuran panjang 2,5 mm diletakkan
dalam lubang tanah yang dalam. Nimfa muda hidup dengan induk betinanya sampai ganti kulit
yang kedua, dan memakan humus serta akar-akar muda. Pada pembibitan, akar tembakau dirusai
sehingga bibit menjadi layu. Sebaliknya orong-orong ini juga sebagai predator terhadap binatang
lain yang hidup di dalam tanah. Sehingga ada pendapat umum bahwa apakah kerusakan yang
ditimbulkan memang lebih besar dibanding manfaatnya sebagai predator

J. KESIMPULAN
1. Pada serangga anggota ordo Odonata memiliki ciri morfologi seperti serangga pada
umumnya yaitu Odonata terbagi menjadi tiga bagian utama yang terdapat di luar yaitu kepala
(caput), badan/dada (toraks), dan perut (abdomen). Memiliki empat sayap yang memanjang. Mata
majemuk besar dan berfaset banyak dan seringkali menempati hampir seluruh kepala.Toraks
relatif kecil dan kompak (protoraks selalu kecil dan dua ruas toraks lainnya membentuk hampir
seluruh toraks). Permukaan dorsal pterotoraks, antara pronotum dan dasar sayap terbentuk oleh
sklerit-skelerit pleura.
2. Pada serangga anggota ordo Dictyoptera dan Orthoptera memiliki ciri morfologi
yaitu memiliki sayap depan yang biasanya memanjang lebih sempit , memilki banyak rangka dan
agak menebal, yang biasa disebut tegmina. mulutnya bertipe penggigit dan penguyah. Mulutnya
memiliki bagian-bagian labrum, sepasang mandibula, sepasang maxilla dengan masing-masing
terdapat palpus maxillarisnya, dan labium dengan palpus labialisnya. Metamorfosisnya tidak
sempurna.
K. DISKUSI

Ordo Odonata

1. Dimanakah tempat hidup serangga tersebut?


Jawab : habitatnya di dekat air bersih, sehingga seringkali menjadi indikator adanya
pencemaran lingkugan.
2. Apakah jenis makanannya?
Jawab : predator pada beberapa jenis serangga kecil yang termasuk hama, seperti beberapa
jenis trips, wereng, kutu loncat serta ngengat penggerek batang padi
3. Bagaimanakah metamorfosisnya?
Jawab : Dimulai dari telur kemudian menjadi larva dan akhirnya menjadi capung dewasa.
Hampir seluruh masa hidup capung sebenarnya dihabiskan pada saat mereka larva. Larva
capung sendiri hidup kira-kira 3 tahun, setelah itu mereka baru bermetamorfosis menjadi
capung dewasa yang bersayap. Capung dewasa ini hanya bertahan hidup beberapa minggu
karena tujuan mereka bermetamorfosis tersebut hanya untuk menemukan pasangan agar
bisa melangsukan perkawinan dan akhirnya bisa melanjutkan keturunan.
4. Dimanakah tempat hidup serangga ini pada stadium sebelum imago?
Jawab : Di atau dekat air bersih
5. Jika diperhatikan kaki serangga ini, adakah hubungan antara bentuk dan fungsinya?
Jelaskan
Jawab : bentuk kaki serangga dari ordo odonata (capung) kecil seperti jarum sehingga
memudahkannya untuk hinggap di atas air dan tidak terasa berat saat terbang.

Ordo Dictyoptera dan Orthoptera

1. Berdasarkan hasil pengamatan, berikan contoh adaptasi serangga-serangga tersebut!


Jawab : Femur kaki belakang besar bertipe mulut menggigit dan mengunyah. Sayap depan
lurus dan kuat biasanya untuk melindungi pasangan sayap yang lebih besar dan tipis seperti
membran.
2. Tulislah persamaan dan perbedaan antara kecoak dan belalang sembah!
Jawab :
Persamaan : sama-sama mengalami metamorfosis tidak sempurna
Perbedaan : Pada belalang sembah, bentuk pradewasa disebut nimfa, mempunyai
kebiasaan serupa dengan yang dewasa, tipe kepala belalang hipognatus sedangkan tipe
kepala kecoa prognatus
3. Tulislah persamaan dan perbedaan antara jengkrik dan anjing tanah!
Jawab :
Persamaan : Sama-sama mengalami metamorfosis tidak sempurna, memiliki kaki belakang
yang lebih besar dari kaki depan, tipe kepala hipognatus.
Perbedaan : tipe antena jangkrik setaseous sedangkan tipe antena anjing tanah clavate,
sayap jangkrik panjang menutupi tubuh sedangkan sayap anjing tanah pendek tidak
menutupi tubuh.

L. DAFTAR RUJUKAN

Borror, dkk. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga. Gajah Mada University Press.
Yogyakarta.

Campbell, Neil, A., Reece, Jane, B. 2003. Biology : Second Edition. Jakarta : Erlangga

Kumala, L. 1999. Sukses Budidaya Jangkrik. Kanisius, Yogyakarta.

Paimin, F. B. 1999. Mengatasi Permasalahan Jangkrik. Cetakan I. Penebar Swadaya,


Jakarta.

Paimin, F. B., I. E. Pudjiastuti dan Erniawati. 1999. Sukses Beternak Jangkrik. Cetakan I.
Penebar Swadaya, Jakarta.

Waghmare, S., Dinesh W., and P.S. Bhatnagar. 2013. Species Diversity of Short Horned
Grasshoper (Orthoptera: Acrididae) in Selected Grassland of Solapur District, Maharashtra, India.
Biodivers Endanger Species, 1(3).

Williamson, G. dan W. J. A. Payne. 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis.


Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Lampiran
Ordo Odonata
Capung (Anisoptera)

Ordo Dictyoptera dan Orthopthera


Kecoa (Blattodea)
Anjing Tanah (Gryllotalpidae)
Jangkrik (Gryllidae)