You are on page 1of 5

LAPORAN ANALISIS SINTESIS TINDAKAN

PENGAMBILAN DARAH VENA PADA Tn. k DENGAN ANEMIA


DIRUANG MELATI 3 RSUD Dr. MOEWARDI

Di SusunOleh :
FRIDA AMELIA EKAWATI

SN181068

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN KUSUMA HUSADA

SURAKARTA

2018/2019
LAPORAN ANALISIS SINTESIS TINDAKAN

ANALISIS SINTESIS TINDAKAN PENGAMBILAN DARAH VENA


PADA Tn. K DIRUANG FLAMBOYAN 8 RSUD Dr. MOEWARDI

Hari : Rabu
Tanggal : 6 Februari 2019
Jam : 09.00 WIB

A. Keluhan Utama
Pasien mengatakan lemas.
B. Diagnosa Medis
Anemia
C. Diagnosis Keperawatan
Resiko infeksi dengan faktor resiko pertahanan tubuh sekunder tidak adekuat penurunan
hemoglobin.
D. Data yang mendukung diagnosis keperawatan
DS : Pasien mengatakan badan terasa lemas dan badan terasa hangat.
DO : Pasien tampak lemas berbaring ditempat tidur, Hb 4,7 g/dl, Leukosit 13,8 rb/ul, Ht
15%, Trombosit 169 rb/ul, TD 110/70 mmHg, N 82 x/m, RR 20 x/m, S 37,6ºC.
E. Dasar pemikiran
Pengambilan darah vena adalah cara pengambilan darah dengan menusuk area
pembuluh darah vena dengan menggunakan spuit. Pengembilan darah vena diambil dari
vena dalam fassa cubiti, vena saphena magna/ vena supervisialin yang cukup besar untuk
mendapatkan sampel darah yang baik (Hidayat, 2008).
Tujuan tindakan pengambilan sampel darah yaitu untuk mendapatkan sampel yang
baik dan memenuhi syarat pemeriksaan serta untuk menganalisa kandungan darah. Darah
vena adalah darah yang berada dipembuluh darah vena, membawa darah miskin akan
oksigen menuju jantung. Pembuluh darah vena berdinding tiga lapis, lapisan tengah
berotot lebih tipis, kurang kuat dan kurang elastis dibanding arteri (Evelyn, 2009).
Macam-macam tabung untuk pemeriksaan darah:
1. Tabung tutup kuning : Berisi gel separator untuk memisahkan serum dan sel darah,
umumnya untuk pemeriksaan kimia darah, dan imunologi.
2. Tabung ungu : Tabung ini berisi edta, umumnya untuk pemeriksaan darah
lengkap/ rutin.
3. Tabung tutup biru : Berisi natrium sitrat, digunakan untuk pemeriksaan koagulasi.
F. Prinsip tindakan keperawatan
a. Fase Orientasi
1. Memberi salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan
4. Menjelaskan prosedur
5. Mananyakan kesiapan pasien
b. Fase Kerja
1. Mencuci tangan
2. Memakai alat pelindung diri : handscon
3. Memasang perlak pengalas
4. Memasang torniquit
5. Minta pasien untuk mengepalkan tangan
6. Mendesinfektan dengan kassa alkohol/ alkohol swab sampai kering
7. Gunakan tangan kanan memegang jarum, pastikan tidak ada udara didalam spuit
8. Memasukkan jarum sepanjang 1-1,5 cm dengan sudut 15-30º
9. Mengambil sekitar ±3 ml sampel darah
10. Setelah darah didapat, lepaskan torniquit sebelum menarik jarum
11. Menarik perlahan sambil menekan pada daerah penusukan dengan kapas dan
memberikan plester
12. Menutup jarum dan memindahkan kedalam tabung
13. Membereskan alat
14. Mencuci tangan
c. Fase Terminasai
1. Melakukan evaluasi tindakan
2. Menyampaikan rencana tindak lanjut
3. Berpamitan dan dokumentasi
G. Analisis tindakan
Tindakan pengambilan sampel darah vena merupakan tindakan kolaborasi untuk
pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk pemeriksaan kandungan darah, yang
dapat dilihat sebagai tanda apakah pasien terjadi infeksi atau tidak.
H. Bahaya dilakukannya tindakan
Beberapa hal yang penting yang harus diperhatikan dalam pengambian sampel darah
vena adalah:
1. Pemasangan torniquite yang dalam waktu lama dan terlalu kencang dapat
menyebabkan hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit).
2. Pelepasan torniquite sesudah jarum dilepas dapat menyebabkan hematoma.
3. Penusukan jarum kevena yang tidak tepat mengakibatkan hematom.
4. Kulit yang masih basah oleh alkohol menyebabkan hemolisis terkontaminasi
alkohol.
5. Penundaan pemeriksaan dapat menyebabkan penurunan jumlah trombosit (Sujud,
2015).
I. Tindakan keperawatan lain yang dilakukan
Tindakan lain yang dapat dilakukan untuk mencegah resiko infeksi yaitu dengan :
kontrol infeksi (6540)
1) Menjaga kebersihan lingkungan sekitar pasien.
2) Monitor tanda-tanda infeksi
3) Ajarkan pasien dan keluarga mengenai tanda dan gejala infeksi dan kapan harus
melaporkannya terhadap pelayanan kesehatan.
4) Lakukan pemberian tranfusi darah, jika diperlukan.
J. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan tindakan
S : Pasien mengatakan badan masih terasalemas.
O : Pasien tampak lemas ditempat tidur, tampak bekas tusukan diperban pada lengan
kanan.
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
 Menjaga kebersihan lingkungan sekitar pasien.
 Monitor tanda-tanda infeksi.
K. Evaluasi diri
Dalam pengambilan sampel darah vena terdapat perbedaan antara prosedur yang
dilakukan dengan SOP, yaitu saat mendesinfektan area penusukan dengan alkohol swab
harus ditunggu hingga kering dahulu, tetapi pada saat penusukan tindakan tidak
menunggu kering.

L. Daftar Pustaka

Bulechek, G. M, dkk. 2016. Nursing Intervention Classification. Edisi 5 (edisi bahasa


indonesia). Singapore : Elsevier.

Evelyn, C Pearce. (2009). Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.

Herdman, T. Heather, dkk. 2015. NANDA International Diagnosis Keperawatan


:Definisi dan Klasifikasi 2015-2017. Jakarta: EGC.

Hidayat, A Aziz. (2008). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Salemba


Medika.

Sujud, Ratih Hardiari dan Anik Nuryadi.(2015). Perbedaan Jumlah Trombosit pada
EDTA yang Segera Diperiksa dan Penundaan Selama 1 Jam di Laboratorium RSJ
Grashia Yogyakarta. Medical Laboratory Technology Journal. Vol 1 (12). 91-95.

Mengetahui,

Mahasiswa praktikan, Pembimbing Klinik/CI


(Frida Amelia Ekawati) ( )