You are on page 1of 6

Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

“Implementasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Untuk Peningkatan Kekayaan Intelektual”


Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 September 2017

PEMBERANTASAN BUTA AKSARA BERBASIS TUTORIAL TERPADU BAGI


MASYARAKAT DESA PASIR ANGIN
1La
Ode Amril, 2Wilis Firmansyah, 3Yumi Hartati
1,2,3)Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Djuanda Bogor
Universitas Djuanda Bogor, Jl. Tol No.1, Kotak Pos 35, Kode Pos 16720
Korespondensi: La Ode Amril Email: laode.amril27@gmail.com HP: 085325192383

ABSTRACT

Desa Pasir Angin Kec. Megamendung Kab. Bogor is one of the villages targeted to eradicate illiteracy to
improve Literacy Rate (AMH) Kab. Bogor. Some of the causes of high illiteracy rates in the village of Pasir
Angin are due to inaccessible education services, high cost, and low level of awareness and motivation for the
citizens. The integrated tutorial-based illiteracy eradication program is one of the alternative solutions for dealing
with illiterate people in Pasir Angin Village. The implementation model of integrated illiteracy eradication based
on integrated tutorial is the implementation of learning based on the integration between functional literacy
education and family assistance. This means that after the residents learn to follow the learning along with the
tutor then when the residents learn to go home the family contribute to participate mentoring. The illiteracy
eradication program in Desa Pasir Angin was conducted for 12 July - 19 August 2017 at four different locations
is Kp. Pasir Angin, Kp. Cikatapis, Kp. Cikatapis Wetan, and Kp. Setu with the number of participants as 91
residents. The results obtained are on the ability to read as many as 20 residents are in good category, 31 middle
class citizens, and 40 people less category. Meanwhile, from the aspect of writing ability as many as 16 people in
the good category, 26 middle class citizens, and 47 people less category. As for the ability to count as many as
23 residents in either category, 35 middle class citizens, and 33 people less category.

Keywords: Illiteracy, integrated tutorial, Pasir Angin village.

PENDAHULUAN Kemendikbud, 2016). Berdasarkan hasil


wawancara dengan Kepala Seksi Keaksaraan
Buta aksara bukan sekedar permasalahan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, diperoleh
yang sempit, yaitu ketidakmampuan individu data bahwa Terdapat 10 Kecamatan di wilayah
atau warga masyarakat membaca atau menulis Kabupaten Bogor yang menjadi prioritas Dinas
dan kata, tetapi secara luas terkait dengan Pendidikan dalam meningkatkan Angka Melek
ketidakmampuan untuk memahami, Huruf (AMH) pada tahun 2017 dan salah
menganalisis dan memecahkan permasalahan satunya adalah Desa Pasir Angin Kecamatan
kehidupannya. Secara historis pemberantasan Megamendung. Masih tingginya angka buta
buta aksara sudah dimulai sejak awal huruf di Kabupaten Bogor dapat dilihat dari
kemerdekaan bangsa Indonesia. Potret buta fakta bahwa 4,37% dari total penduduk
aksara memang identik dengan kemiskinan, Kabupaten Bogor merupakan warga Buta
pengetahuan, keterampilan dan Aksara. Artinya, 101.291 jiwa penduduk
keterbelakangan. kabupaten Bogor belum dapat membaca,
Penduduk Indonesia penyandang buta menulis, dan atau berhitung. (BPS Kab.Bogor
aksara pada tahun 2014 usia 15-59 tahun dalam RJPMD 2014: 245).
sebanyak 5.984.075 orang atau 3,70% Dari Desa Pasir Angin yang terletak di
jumlah tersebut sebagian besar tinggal di daerah kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor
pedesaan dan termasuk masyarakat yang merupakan salah satu daerah yang termasuk
tertinggal, miskin seperti petani kecil, buruh, menjadi sasaran pemberantasan buta aksara.
nelayan dan kelompok masyarakat miskin berdasarkan observasi yang dilakukan di desa
perkotaan yaitu buruh berpenghasilan rendah pasir angin, beberapa hal penyebab tingginya
atau penganggur (PKD Kemendikbud, 2016). angka buta huruf yaitu karena layanan
Dari data yang dimiliki oleh Kementerian pendidikan yang sulit dijangkau, biaya yang
Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2014 mahal serta motivasi belajar yang masih rendah.
terdapat 36 kabupaten yang jumlah penduduk Selain itu pula, rendahnya tingkat kesadaran
buta aksaranya lebih dari 40.000 orang (PKD

541
Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
“Implementasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Untuk Peningkatan Kekayaan Intelektual”
Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 September 2017

masyarakat buta untuk belajar mengakibatkan


problem mereka sampai saat ini belum juga 2. Peserta
teratasi. Jumlah peserta yang mengikuti
Program KKN-PPM Universitas Djuanda program keaksaraan fungsional ini
Bogor tahun 2017 dengan tema pemberantasan sebanyak 91 warga yang tersebar di empat
buta aksara berbasis tutorial terpadu bertujuan lokasi berbeda di desa Pasir Angin.
untuk mendampingi, membimbing, membina Rincian peserta keaksaraan fungsional di
dan menyusun kegiatan pembelajaran Desa Pasir Angin dapat dilihat pada tabel
keaksaraan berbasis tutorial terpadu dalam berikut.
rangka pemberantasan buta aksara di desa Pasir
Angin. Model pelaksanaan program ini adalah Tabel 1. Peserta Keaksaraan Fungsional
tutorial terpadu yaitu merupakan pelaksanaan Kampung Jumlah
pembelajaran berdasarkan keterpaduan antara Peserta
pendidikan keaksaraan fungsional dan Pasir Angin 16 orang
pendidikan keluarga, artinya pada saat warga Kp. Cikatapis 26 orang
belajar mengikuti pembelajaran dilapangan Kp. Cikatapis Wetan 20 orang
bersama tutor (dalam hal ini mahsiswa peserta Kp. Setu 29 orang
KKN-PPM Universitas Djuanda Bogor) Total 91 orang
mempelajari suatu materi maka ketika warga
belajar pulang kerumah masing-masing ini
merupakan tanggung jawab keluarga untuk 3. Tahapan pelaksanaan
melakukan pendampingan belajar dengan Pemberantasan buta aksara di desa Pasir
mengembangkan dan menguatkan materi yang Angin berbasis tutorial terpadu dijelaskan
telah diberikan. Dalam kegiatan pendampingan melalui tiga tahapan berikut ini.
belajar dikeluarga bisa dilakukan oleh semua a. Perencanaan Program
anggota keluarga (suami, istri, anak, cucu, Kegiatan perencanaan dimaksudkan
menantu, sepupu) dengan catatan mempunyai agar program ini dapat berjalan secara
kemampuan dan kesediaan untuk mendampingi. efektif dan efisien. Adapun aktifitas
Secara teknis metode yang digunakan dalam yang dilakukan dalam kegiatan
pembelajaran adalah ceramah, diskusi, praktek, perencanaan ialah sebagai berikut:
tanya jawab, latihan dan brainstorming. Proses 1) Koordinasi kepada kepada kepala desa
pembelajaran keaksaraan berbasis tutorial Pasir Angin untuk melaksanakan
terpadu dilaksanakan dengan beberapa tahap: 1) kegiatan program pemberantasan buta
persiapan 2) pelaksanaan 3) evaluasi. aksara.
Harapannya program pemberantasan buta 2) Koordinasi kepada Ketua RT, ketua
aksara berbasis tutorial terpadu ini mampu RW, tokoh masyarakat, organisasi
berkontribusi terhadap warga belajar (warga kepemudaan, dan beberapa perwakilan
buta aksara), dimana warga belajar yang semula warga desa pasir angin.
belum dapat membaca menulis dan berhitung 3) Mengadakan sarasehan bersama
akan mampu untuk membaca, menulis dan perangkat desa, para ketua RT/RW,
berhitung. tokoh masyarakat, organisasi
METODE kepemudaan, dan perwakilan
masyarakat desa Pasir Angin. Hal ini
1. Waktu dan tempat bertujuan untuk menampung aspirasi
Pelaksanaan program keaksaraan masyarakat desa terkait program KKN-
fungsional ini dilaksanakan pada tanggal PPM yang akan dilakukan dan
12 Juli – 19 Agustus 2017. Bertempat di menyosialisasikan program
Desa Pasir Angin Kec. Megamendung pemberantasan buta aksara.
Kab. Bogor Provinsi Jawa Barat. Terdapat 4) Menentukan lokasi program
empat kampung yang menjadi lokasi pemberantasan buta aksara.
program keaksaraan fungsional, 5) Mendata warga buta aksara di desa
diantaranya Kp. Pasir Angin, Kp. Pasir Angin yang akan mengikuti
Cikatapis, Kp. Cikatapis Wetan, dan Kp. program pemberantasan buta aksara.
Setu. 6) Menentukan dan membuat kesepakatan
terkait hari, waktu, dan tempat

542
Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
“Implementasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Untuk Peningkatan Kekayaan Intelektual”
Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 September 2017

pelaksanaan pemberantasan buta mengenal angka. Peserta KF dikatakan mampu


aksara. memiliki kemampuan berhitung jika mampu
7) Menyiapkan materi ajar dan teknis mengenal bilangan (satuan, puluhan, ratusan,
pelaksanaan pembelajaran bagi peserta ribuan), mampu menjumlahkan dan
warga buta aksara. mengurangkan, mampu membagi dan
mengalikan. Berdasarkan hasil pencapaian
program Keaksaraan Fungsional (KF) yang
b. Pelaksanaan Program diadakan di 4 tempat yaitu pasir angin (16
Pelaksanaan program kegiatan orang), Kp. Cikatapis (26 orang), Kp. Cikatapis
pemberantasan buta aksara di Desa Pasir Wetan (20 orang), serta Kp. Setu (29 orang)
Angin dilaksanakan selama 39 hari sejak dapat dilihat pada tabel berikut.
tanggal 12 Juli 2017 sampai dengan 19 Tabel 2. Pencapaian Hasil Program
Agustus 2017. Berbagai kegiatan Keaksaraan Fungsional
pelaksanaan program pemberantasan buta Kampung
aksara yakni sebagai berikut.
Kema Kate Ju
1) Koordinasi kepada kepala desa Pasir Pa Cika Cika
mpuan gori mla
Angin. sir tapis tapis S
h
2) Koordinasi kepada Ketua RT/RW, An weta et
tokoh masyarakat, organisasi gin n u
kepemudaan, dan perwakilan warga
desa pasir angin. Memb Baik 4 6 3 7 20
3) Sosialisasi Kegiatan aca Seda 31
7 9 6 9
4) Melakukan Pendataan ng
5) Pembagian kelompok belajar & Tim Kura 1 40
pengajar tiap kelompok 5 11 11
ng 3
6) Melaksanakan kegiatan pembelajaran Menuli Baik 3 4 4 7 16
s Seda 26
c. Evaluasi 5 7 6 8
ng
Evaluasi dan analisis data hasil Kura 1 47
kegiatan pemberantasan buta aksara. 8 15 10
ng 4
Kegiatan evaluasi dilakukan untuk Berhitu Baik 3 7 5 8 23
mengetahui sejauh mana peningkatan ng Seda 35
kemampuan membaca, menulis, dan 7 10 9 9
ng
berhitung masyarakat buta aksara yang Kura 1 33
menjadi peserta dalam kegiatan ini. Selain 6 9 6
ng 2
itu pula, dilakukan pula evaluasi
pelaksanaan program setiap minggu. Hal ini 1. Kampung Pasir Angin
bertujuan untuk mengetahui apa saja yang Berdasarkan tabel 2 diatas diperoleh
menjadi kekurangan dan kelebihan selama informasi bahwa setelah dilaksanakan program
kegiatan pemberantasan buta aksara keaaksaraan fungsional di kampung Pasir
berlangsung. Angin diperoleh hasil pada kemampuan
membaca sebanyak 4 warga beberada dalam
HASIL kategori baik, 7 warga kategori sedang, dan 5
Pencapaian hasil program KF warga kategori kurang. Sementara itu dari
dikategorikan menjadi tiga kemampuan yakni aspek kemampuan menulis sebanyak 3 warga
membaca, menulis, dan berhitung. Masing- masuk dalam kategori baik, 5 warga kategori
masing kategori tersebut memiliki indikator. sedang, dan 8 warga kategori kurang.
Peserta KF dikatakan memiliki kemampuan Sedangkan untuk kemampuan berhitung
membaca jika mampu mengenal huruf, mampu sebanyak 3 warga masuk dala kategori baik, 7
membaca kata, mampu membaca teks/paragraf, warga kategori sedang, dan 6 warga kategori
dan mampu membaca kalimat lengkap. Peserta kurang. Hasil program keaksaraan fungsional di
KF dikatakan memiliki kemampuan menulis kampung Pasir Angin dapat dilihat pada grafik
jika mampu menulis huruf, mampu menulis berikut.
kata, mampu menulis kalimat, dan mampu

543
Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
“Implementasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Untuk Peningkatan Kekayaan Intelektual”
Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 September 2017

keaksaraan fungsional di kampung Cikatapis


Wetan dapat dilihat pada grafik berikut.

Gambar 1. Capaian program di Kp. Pasir


Angin Gambar 3. Capaian program di Kp. Cikatapis Wetan

2. Kampung Cikatapis 4. Kampung Setu


Berbeda dengan hasil pada desa Pasir Program keaksaraan fungsional di
Angin, program keaaksaraan fungsional di kampung Setu diperoleh hasil pada kemampuan
kampung Cikatapis diperoleh hasil pada membaca sebanyak 7 warga beberada dalam
kemampuan membaca sebanyak 6 warga kategori baik, 9 warga kategori sedang, dan 13
beberada dalam kategori baik, 9 warga kategori warga kategori kurang. Sementara itu dari
sedang, dan 11 warga kategori kurang. aspek kemampuan menulis sebanyak 7 warga
Sementara itu dari aspek kemampuan menulis masuk dalam kategori baik, 8 warga kategori
sebanyak 4 warga masuk dalam kategori baik, 7 sedang, dan 14 warga kategori kurang.
warga kategori sedang, dan 15 warga kategori Sedangkan untuk kemampuan berhitung
kurang. Sedangkan untuk kemampuan sebanyak 8 warga masuk dalam kategori baik, 9
berhitung sebanyak 7 warga masuk dalam warga kategori sedang, dan 12 warga kategori
kategori baik, 10 warga kategori sedang, dan 9 kurang. Hasil program keaksaraan fungsional di
warga kategori kurang. Hasil program kampung setu dapat dilihat pada grafik berikut.
keaksaraan fungsional di kampung Cikatapis
dapat dilihat pada grafik berikut.

Gambar 4. Capaian program di Kp. Setu

Gambar 2. Capaian program di Kp. Cikatapis Secara keseluruhan capaian program


keaksaraan fungsional di Desa Pasir Angin,
3. Kampung Cikatapis Wetan Kec. Megamendung, Kab. Bogor Jawa Barat
Program keaksaraan fungsional di yakni pada kemampuan membaca sebanyak 20
kampung Cikatapis Wetan diperoleh hasil pada warga beberada dalam kategori baik, 31 warga
kemampuan membaca sebanyak 3 warga kategori sedang, dan 40 warga kategori kurang.
beberada dalam kategori baik, 6 warga kategori Sementara itu dari aspek kemampuan menulis
sedang, dan 11 warga kategori kurang. sebanyak 16 warga masuk dalam kategori baik,
Sementara itu dari aspek kemampuan menulis 26 warga kategori sedang, dan 47 warga
sebanyak 4 warga masuk dalam kategori baik, 6 kategori kurang. Sedangkan untuk kemampuan
warga kategori sedang, dan 10 warga kategori berhitung sebanyak 23 warga masuk dalam
kurang. Sedangkan untuk kemampuan kategori baik, 35 warga kategori sedang, dan 33
berhitung sebanyak 5 warga masuk dalam warga kategori kurang. Hasil program
kategori baik, 9 warga kategori sedang, dan 6 keaksaraan fungsional di kampung setu dapat
warga kategori kurang. Hasil program dilihat pada grafik berikut.

544
Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
“Implementasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Untuk Peningkatan Kekayaan Intelektual”
Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 September 2017

menguatkan materi yang telah diberikan oleh


tutor dilapangan. Dalam kegiatan
pendampingan belajar dikeluarga bisa
dilakukan oleh semua anggota keluarga (suami,
istri, anak, cucu, menantu, sepupu) dengan
catatan mempunyai kemampuan dan kesediaan
untuk mendampingi. Secara teknis metode yang
digunakan dalam pembelajaran adalah ceramah,
diskusi, praktek, tanya jawab, dan latihan.
Proses pembelajaran keaksaraan berbasis
tutorial terpadu dilaksanakan dengan beberapa
tahap: 1) persiapan 2) pelaksanaan 3) evaluasi.
Gambar 5. Capaian program di Desa Pasir Angin
Hasil dari program pemberantasan buta aksara
berbasis tutorial terpadu ini menunjukkan
PEMBAHASAN bahwa kegiatan ini mempunyai kontribusi
terhadap warga belajar, dimana warga belajar
Menurut Departemen Pendidikan yang semula belum dapat membaca menulis
Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Luar dan berhitung, saat ini mereka sudah mampu
Sekolah (2012 : 1) konsep dasar untuk membaca, menulis dan berhitung.
penyelenggaraan program keaksaraan Tingkat keberhasilan itu dapat ditunjukkan
fungsional dan materi pemebekalan tutor dengan 1) Meningkatnya kemampuan membaca
Program keaksaraan fungsional merupakan dan menulis, 2) Kesadaran akan pentingnya
bentuk pelayanan Pendidikan Luar Sekolah membaca menulis meningkat, 3)Kepercayaan
untuk membelajarkan warga masyarakat diri masyarakat untuk belajar meningkat
penyandang buta aksara, agar memiliki 4).Terciptanya kelompok belajar di daerah
kemampuan menulis, membaca, berhitung, dan sasaran, 5). Adanya partisipasi anggota
menganalisis, yang berorientasi pada kehidupan keluarga dalam proses pembelajaran di rumah,
sehari-hari dengan memanfaatkan potensi yang 6). Tersusunnya buku panduan pembelajaran
ada di lingkungan sekitarnya. Tujuan dan fungsi tutorial terpadu.
program keaksaraan fungsional, dengan melalui Adapun peran masyarakat dalam
program keaksaraan fungsional berbasis tutorial kegiatan Keaksaraan Fungsional ini terbagi
terpadu, diharapkan para warga buta aksara menjadi 2, yaitu masyarakat partisipan, yaitu
dapat; 1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat yang membantu mendata peserta
membaca, menulis, berhitung, dan keterampilan Keaksaraan Fungsional. Masyarakat tersebut
fungsional untuk meningkatkan taraf hidup meliputi ibu-ibu PKK, ketua RT, RW, serta
warga belajar masyarakat pasir angin, 2) pihak Desa. Faktor pendukung keberhasilan
Melaksanakan program percepatan penuntasan Keaksaraan Fungsional diantaranya 1)
buta aksara di Jawa Barat khususnya di Desa kerjasama antara tutor dengan Masyarakat, baik
Pasir Angin, 3) Membantu pemerintah dalam yang partisipan maupun peserta Keaksaraan
upaya mewujudkan Jawa Barat bebas buta Fungsional, 2) Metode pengajaran dalam
aksara tahun 2017, 4) Menumbuhkan minat, program Keaksaraan Fungsional menggunakan
kecintaan dan kegemaran membaca, menulis, tutorial terpadu sehingga peserta Keaksaraan
dan berhitung, 5) menumbuhkan kegiatan Fungsional tidak hanya belajar bersama tutor
belajar mandiri, 6)Meningkatkan pemerdayaan dilapangan akan tetapi dibantu/didampingi oleh
masyarakat. keluarga di rumah untuk belajar, 3) sebagaian
Model pelaksanaan program ini adalah besar semangat serta antusias peserta
tutorial terpadu yaitu pelaksanaan pembelajaran Keaksaraan Fungsional, 4) adanya dukungan
berdasarkan keterpaduan antara pendidikan dari pihak desa, RT, RW, serta Ibu-ibu PKK.
keaksaraan fungsional dan pendidikan keluarga, Sementara itu kendala yang dihadapi selama
artinya peserta Keaksaraan Fungsional tidak proses kegiatan berlangsung diantaranya: (1)
hanya belajar bersama tutor dilapangan akan tenaga pengajar mengalami kesulitan saat
tetapi saat mereka pulang ke rumah masing- memberikan materi kepada peserta yang
masing peserta Keaksaraan Fungsional memiliki motivasi belajar rendah; (2) waktu
melakukan pendampingan belajar dengan untuk mendata warga buta aksara dan proses
anggota keluarga untuk mengembangkan dan belajar hanya bisa dilaksanakan pada sore hari,

545
Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
“Implementasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Untuk Peningkatan Kekayaan Intelektual”
Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 September 2017

dan (3) Masih terdapat beberapa warga yang DAFTAR PUSTAKA


malu untuk belajar.
Bawani, dkk. 2014. Pengelolaan Program
Keaksaraan Fungsional Untuk
KESIMPULAN Memberantas Buta Aksara di Petissari,
Bababksari, Dukun, Gresik: Gresik.
Berdasarakan program pemberantasan
buta aksara yang telah dilaksanakan, dapat Kemendikbud. (2016). Petunjuk Teknis
disimpulkan bahwa: Pendidikan Keaksaraan Dasar tahun 2016.
1. Metode pemberantasan buta aksara Jakarta: Kemendikbud.
berbasis tutorial terpadu dipandang efektif
dalam melakukan pembelajaran bagi Pemkab Bogor. (2014). Rencana Pembangunan
masyarakat buta aksara. Hal ini disebabkan Jangka Panjang Daerah (RPJMD)
adanya peran serta dan keterlibatan Kabupaten Bogor 2013-2018. Bogor Jawa
keluarga dalam pelaksaan pembelajaran. Barat.
2. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah
pusat, pemerintah desa, para tutor, serta Wiyono, T. 2009. Pemberantasan Buta Aksara
warga masyarakat dalam upaya Berbasis Tutorial Terpadu di Desa
memberantas buta aksara untuk Sumberharjo Prambanan Sleman:
meningkatkan Angka Melek Aksara Yogyakarta.
(AMH).
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terimakasih atas terselenggaranya
pengabdian masyarakat ini kami sampaikan
kepada RISTEKDIKTI yang telah memberikan
pendanaan atas program KKN-PPM
Universitas Djuanda Bogor 2017.

546