You are on page 1of 2

Di Indonesia, baru terdapat lima jenis tanaman yang termasuk ke dalam kategori fitofarmaka.

Menurut data, sejak tahun 2003 Badan Pengawas Obat dan Makanan sudah ada sekitar
sembilan tanaman obat siap menjadi fitofarmaka. Namun sampai saat baru terdapat lima jenis
tanaman yang masuk kategori fitofarmaka. Hal ini berbanding terbalik dengan kenyataan
bahwa Indonesia merupakan negara dengan gelar negara kedua terkaya dalam
keanekaragaman hayatinya (Saat ini Indonesia memiliki sekitar 30.000 spesies tumbuhan dan
940 spesies di antaranya termasuk tumbuhan berkhasiat).

Yuk, kita kenalan dengan Fitofarmaka produksi Indonesia:

1. Nodiar (POM FF 031 500 361)

Komposisi:

 Attapulgite (bahan kimia, obat untuk diare), 300 mg


 Psidii folium ekstrak (daun jambu biji), 50 mg
 Curcumae domesticae rhizoma ekstrak (kunyit), 7.5 mg

Khasiat: untuk pengobatan diare non spesifik

Produksi: PT. Kimia Farma

2. Rheumaneer (POM FF 032 300 351)

Komposisi:

 Curcumae domesticae rhizoma (temulawak), 95 mg


 Zingiberis rhizoma ekstrak (kunyit), 85 mg
 Curcumae rhizoma ekstrak, (temulawak) 120 mg
 Panduratae rhizoma ekstrak, (temu kunci) 75 mg
 Retrofracti fructus ekstrak, (buah cabe jawa), 125 mg

Khasiat: pengobatan nyeri sendi ringan

Produksi : PT. Nyonya Meneer

3. Stimuno (POM FF 041 300 411, POM FF 041 600 421)

Komposisi: Phyllanthi herba ekstrak (meniran), 50 mg

Khasiat: Membantu memperbaiki dan meningkatkan daya tahan tubuh (sebagai


imunomodulator)

Produksi: PT. Dexa Medica

4. Tensigard Agromed (POM FF 031 300 031, POM FF 031 300 041)

Komposisi:

 Apii Herba ekstrak (seledri), 95 mg


 Orthosiphon folium ekstrak (daun kumis kucing), 28mg

Khasiat: Membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita
hipertensi ringan hingga sedang

Produksi: PT. Phapros

5. X-Gra (POM FF 031 300 011, POM FF 031 300 021)

Komposisi:

 Ganoderma lucidum (jamur ganoderma), 150 mg


 Eurycomae radix (akar pasak bumi), 50 mg
 Panacis ginseng radix (akar ginseng), 30 mg
 Retrofracti fructus (buah cabe jawa), 2.5 mg
 Royal jelly 5 mg

Khasiat: Meningkatkan stamina dan kesegaran tubuh, membantu meningkatkan stamina pria,
membantu mengatasi disfungsi ereksi dan ejakulasi dini.

Produksi: PT. Phapros

Kelima produk fitofarmaka ini merupakan produk Indonesia yang membanggakan. Melalui
berbagai penelitian, prosedur, dan biaya yang tidak sedikit akhirnya produk ini dapat secara
aman dikonsumsi masyarakat sesuai dengan indikasinya. Dengan berkembangnya
fitofarmaka maka akan meningkatkan kepercayaan konsumen dalam menggunakannya, jelas
karena fitofarmaka adalah grade tertinggi dari produk herbal di Indonesia. Fitofarmaka juga
dalam proses produksinya sudah terstandardisasi dimulai sejak budi daya melalui adanya
GAP (Good Agricultural Practice).

Masih banyak potensi yang terpendam di bumi Indonesia ini, semoga ilmuwan-ilmuwan kita
terpacu untuk berkarya dan dapat melahirkan fitofarmaka-fitofarmaka lainnya,.. We hope so..

Referensi:

Sarmoko, 2009, Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan Fitofarmaka,

Sukandar, E.Y., 203, Tren dan Paradigma Dunia Farmasi (Industri-Klinik-Teknologi


Kesehatan), Orasi Ilmiah Dies Natalis Institut Teknologi Bandung ke-45, Bandung.

Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Nomor:
HK.00.05.4.2411. Tentang Ketentuan Pokok Pengelompokan dan Penandaan Obat Bahan
Alami Indonesia. 2004.