You are on page 1of 105

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA

1. Pengkajian

Ruang Rawat : Merak

Tanggal Dirawat : 05 Januari 2019

A. Identitas Klien
Nama : Tn. R
Umur : 31 Th
No.CM : 00002587
Tanggal Pengkajian : 14 Januari 2019

B. Alasan Masuk
Pasien mengatakan dibawa/diantar ke rsj dr. soeharto heerdjan oleh orang
tuanya, karena pasien mengaku tidak kuat mendengar suara suara saat berada
dirumah, suara suara tersebut seperti orang orang yang mengajak mengobrol.

C. Faktor Predisposisi
1. Pernah Mengalami Gangguan Jiwa Masa Lalu
√ Ya

Penjelasan : pasien telah mengalami gangguan jiwa sejak dirinya berada

di √sekolah menengah pertama hingga sekarang, dan pasien mengatakan
sering dirawat karena penyakitnya ini
2. Pengobatan Sebelumnya

√ Kurang Berhasil

Penjelasan : pengobatan yang pasien jalani kurang berhasil karena

meskipun pasien rutin kontrol dan meminum obat, hanya sedikit

mengurangi halusinasinya dikarenakan suara tersebut akan selalu muncul
jika pasien tidak berinteraksi dengan lingkungan sekitar
3. Trauma Usia Pelaku Korban Saksi
Aniaya Fisik 13 Thn Teman Tn. R Teman

Penjelasan : pasien pernah mengalami kekerasan seperti berkelahi dengan


teman sekelasnya saat berada di bangku SMP

Masalah Keperawatan : Resiko Tinggi Mencederai Diri Sendiri,


Orang Lain dan Lingkungan

4. Anggota Keluarga Yang Menderita Gangguan Jiwa


Pasien mengatakan keluarganya ada yang menderita sakit seperti dirinya
yaitu tantenya, tantenya menderita penyakit tersebut sejak tahun 2009,
pasien mengatakan tantenya seperti itu karena memiliki ilmu hitam
Masalah Keperawatan : Halusinasi
5. Pengalaman Masa Lalu Yang Tidak Menyenangkan
Saat SMP, pasien sering diledeki oleh teman temannya karena
mempunyai tubuh yang besar, pasien juga pernah berkelahi dengan teman
sekelasnya
Masalah Keperawatan : Harga Diri Rendah

D. Pemeriksaan Fisik
Tanda Vital =
- TD : 120/80 Mmhg
- N : 83 X/Menit
- S : 36,5oc
- P : 22 X/Menit
Keluhan Fisik :

Pasien tidak merasakan keluhan apapun saat dikaji, namun pasien memiliki
riwayat penyakit epilepsi saat masih kecil, pasien mengatakan terakhir kejang
saat masih kecil.

E. Psikososial
1. Genogram
== ==

=============

Keterangan :

= Perempuan

= Laki-Laki

= Pasien

=== = Garis Pernikahan

= Garis Keturunan

X = Meninggal

Penjelasan :

Pasien mengatakan tinggal dirumah dengan kedua orang tuanya serta 1


kakaknya, pasien mengtakan bahwa mereka sangat menyayanginya, pola asuh
yang demokratis, pengambilan keputusan dalam keluarga diambil oleh ayah
sebagai kepala keluarga.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah Keperawatan

2. Konsep Diri
a. Citra Tubuh
Pasien mengatakan malu dengan keadaannya yang sering sekali dirawat
di rumah sakit jiwa, pasien mengatakan dahulu saat bersekolah sering
diledeki oleh teman-temannya karena memiliki tubuh yang besar,
sehingga pasien menjadi malu dan menarik diri dari masyarakat
b. Identitas Diri
Pasien merupakan anak ke-3 dan 3 bersaudara, pasien mengatakan
dirinya laki-laki
c. Fungsi Peran
Pasien berperan sebagai anak dan sangat mengerti tentang tugasnya
sebagai anak yaitu membantu pekerjaan orang tua seperti membersihkan
rumah, menjaga warung dan lain sebagainya
d. Ideal Diri
Pasien berharap dapat cepat pulang dan berkumpul bersama keluarganya,
dan pasien juga ingin sekali menikah
e. Harga Diri
Pasien merupakan orang yang pemalu sehingga hanya memiliki sedikit
teman di rumahnya
Masalah Keperawatan : Harga Diri
3. Hubungan Sosial
a. Orang Yang Berarti/Orang Terdekat
Pasien Memilik Hubungan Yang Baik Dengan Kedua Orang Tua Dan
Kedua Kakaknya, Namun Pasien Mempunyai Hubungan Terdekat
Dengan Ibunya
b. Peran Serta Dalam Kegiatan Kelompok/Masyarakat
Pasien Mengatakan Dirinya Kurang Mengikuti Kegiatan Di Masyarakat
Seperti Karang Taruna Dan Kegiatan Pemuda Lainnya
c. Hambatan Dalam Berhubungan Dengan Orang Lain
Pasien Memiliki Sifat Pemalu, Sehingga Menyulitkan Untuk Berinteraksi
Dengan Orang Lain, Sehingga Pasien Hanya Memiliki Sedikit Teman
Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial
4. Spiritual
a. Nilai Dan Keyakinan
Pasien Mengatakan Dirinya Beragama Islam, Pasien Melakukan Kegiatan
Ibadahnya Seperti Sholat, Di Rumah Namun Tidak Mau Melakukannya
Di RSJ Karna Malu Dengan Teman-Teman Barunya
b. Kegiatan Ibadah/Menjalankan Keyakinan
Pasien Tidak Ingin Melakukan Iadah Di Rumah Sakit Namun Pasien
Selalu Berdoa Sebelum Beraktivitas Seperti Makan Dan Tidur
c. Kepuasan Dalam Menjalankan Keyakinan
Pasien Tidak Merasakan Kepuasan Dalam Beribadah
Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial

F. Status Mental
1. Penampilan
Cara berpakaian pasien kurang baik dibuktikan dengan bau badan pasien
yang kurang sedap
Masalah Keperawatan : Defisit Perawatan Diri
2. Pembicaraan
Pasien dapat bicara dengan tepat dan jelas namun sedikit lambat dalam
penyampaiannya
Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial
3. Aktifitas Motorik
Aktifitas motorik pasien baik
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah
4. Alam Perasaan
Pasien mengatakan perasaannya baik baik saja, hanya sedikit kesepian
Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial
5. Afek
Afek sesuai dengan keadaan dan cerita yang disampaikan
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah
6. Interaksi Selama Wawancara
Selama pembicaraan, pasien kooperatif dan dapat menjawab sesuai
pertanyaan
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah
7. Persepsi
Pasien mengatakan mulai mendengar suara suara seperti mengajak ngobrol
sejak smp, dan suara itu muncul saat pasien sedang sendiri dan tidak
melakukan apapun, suara datang cukup jarang, hanya saat pasien sedang
tidak berinteraksi dengan siapapun, respon pasien terhadap suara tersebut
adalah kadang menanggapi tetapi kadang pasien menghiraukan jika
mengganggu
Masalah Keperawatan : Halusinasi Pendengaran
8. Tingkat Kesadaran
Kesadaran pasien baik, ketika ditanya waktu, tempat dan sedang
berinteraksi dengan siapa, pasien dapat menyebutkannya dengan baik
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah
9. Memori
Pasien tidak memiliki ganggun daya ingat jangka panjang, pendek maupun
saat ini, dan juga tidak mengarang saat diberi pertanyaan. dibuktikan
dengan pasien mampu mengingat saat masa sekolah, pasien mengingat
kejadian seminggu yang lalu,dan pasien tidak disorientasi waktu tempat
dan orang
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah
10. Tingkat Konsentrasi Dan Berhitung
Pasien tidak memiliki gangguan berkonsentrasi dan berhitung, dibuktikan
dengan pasien menjawab soal yang diberikan dengan cepat dan tepat
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah
11. Kemampuan Penilaian
Kemampuan penilaian pasien baik, dibuktikan dengan pasien mampu
mengambil keputusan saat diberi pertanyaan
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah
12. Daya Tilik Diri
Daya tilik diri pasien baik, pasien menyadari bahwa dirinya sakit dan harus
dirawat di rumah sakit jiwa
Masalah Keperawatan : tidak ada masalah

G. Keutuhan Persiapan Pulang


1. Makan
√ Bantuan Minimal

2. BAB/BAK

√ Bantuan Minimal

3. Mandi

√ Bantuan Minimal


4. Berpakaian/Berhias

√√ Bantuan Minamal

5. Istirahat Dan Tidur

Tidur Siang, Lama : - s.d -

Tidur Malam, Lama : 19.00 s.d 06.00
Aktifitas Sebelum/Sesudah Tidur Berdoa Dan Mandi
6. Penggunaan Obat

√ Bantuan Minimal

7. Pemeliharaan Kesehatan

Perawatan Lanjutan Ya √

Sistem Pendukung Ya √√





8. Aktifitas Di Dalam Rumah
Mempersiapkan Makanan Ya √
Menjaga Kerapihan Rumah Ya √√

Mencuci Pakaian Ya √√

Mengatur Keuangan Tidak √√


9. Aktifitas Di Luar Rumah √
√√
Belanja Ya √

Transportasi Tidak √√




H. Pola Dan Mekanisme Koping

Adaptif
Bicara Dengan Orang Lain √
√√
Aktifitas Konstruktif
√√
Olahraga √


Maladaptif √

Reaksi Lambat/Berlebih √
Penjelasan : √

Pasien Memiliki Reaksi Maladaptif Dalam Menghadapi Suatu Masalah

YaituReaksinya Lambat, Pasien Mengatakan Dirinya Ingin Melakukan
Sesuatu Namun Khawatir Jika Dirinya Tidak Dapat Melakukannya Dengan
Baik
Masalah Keperawatan : Harga Diri Rendah Kronik

I. Aspek Medik
Diagnose Medik : Skizofrenia Paranoid F20.0
Terapi Medik :
1. Trihexpenydyl 2 Mg 3 X 1 Tab
2. Clorilex 100 Mg 1 X 1 Tab
3. Arinia 15 Mg 1 X 1 Tab
Analisa Data

Data Senjang Masalah Keperawatan

DS : Pasien mengatakan : Halusinasi Pendengaran


- Mendengar suara-suara
seperti orang yang mengajak
bicara
- Mendengar suara tersebut
saat sedang sendiri dan
waktunya tidak menentu
- Kadang merespon suara
tersebut namun kadang
menghiraukan
DO : Pasien tampak :
- Menggerakan bibirnya tanpa
suara
- Mengarahkan telinganya ke
suatu tempat
DS : Pasien mengatakan : Isolasi Sosial
- Malu jika berinteraksi dengan
orang lain
- Memiliki sedikit teman
- Merasa kesepian
- Dirinya kurang mengikuti
kegiatan di masyarakat
DO : Pasien tampak :
- Menyendiri
- Tidak berinteraksi dengan
orang lain

DS : Pasien mengatakan : Harga Diri Rendah Kronik


- Saat SMP sering diledeki oleh
teman sekelasnya karena
bertubuh besar
- Malu dengan keadaannya
yang sering keluar masuk RSJ
seperti ini
DO : Pasien tampak :
- Tidak percaya diri saat
berinteraksi dengan orang
lain

DS : - Defisit Perawatan Diri


DO : Pasien tampak :
- Kurang rapi
- Bau badan kurang sedap

Pohon Masalah

Resiko mencederai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan

Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi


Pendengaran

Isolasi Sosial Defisit Perawatan Diri

Harga Diri Rendah Kronik


2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan persepsi sensori : halusinasi

3. Rencana Keperawatan
No. Perencanaan
Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
Keperawatan
1. Gangguan TUM a. Setelah 2x SP I Halusinasi
Persepsi Pasien pertemuan 1. Identifikasi jenis
Sensori : mampu pasien mampu halusinasi pasien
Halusinasi mengontrol menyebutkan 2. Identifikasi isi halusinasi
Pendengaran halusinasi waktu, isi, pasien
TUK I frekuensi 3. Identifikasi waktu
Pasien dapat timbulnya halusinasi pasien
mengenali halusinasi 4. Identifikasi frekuensi
halusinasi b. Setelah 2x halusinasi pasien
TUK II pertemuan 5. Identifikasi situasi yang
Pasien dapat pasien mampu menimbulkan halusinasi
mengontrol menyebutkan pasien
halusinasinya cara mengontrol 6. Identifikasi respon pasien
TUK III halusinasi : terhadap halusinasi
Pasiem dapat menghardik, 7. Ajarkan pasien
mengikuti bercakap menghardik halusinasi
program cakap/melapor 8. Anjurkan pasien
pengobatan ke perawat, memasukkan menghardik
secara melakukan halusinasi ke dalam
optimal aktifitas dan jadwal kegiatan harian
meminum obat
c. Setelah 2x SP II Halusinasi
pertemuan 1. Evaluasi jadwal kegiatan
pasien mampu harian pasien
mendemonstrasi 2. Latih pasien
kan cara mengendalikan
menghardik, halusinasi dengan cara
bercakap- bercakap cakap dan
cakap/melapor melapor kepada perawat
kepada perawat, 3. Anjurkan pasien
melakukan memasukkan bercakap
aktifitas dan cakap dan melapor
meminum obat kepada perawat ke
dalam jadwal kegiatan
harian

SP III Halusinasi
1. Evaluasi jadwal kegiatan
harian pasien
2. Latih pasien
mengendalikan
halusinasi dengan cara
melakukan kegiatan
(kegiatan yang biasa
dilakukan pasien di
rumah)
3. Anjurkan pasien
memasukkan melakukan
kegiatan ke dalam
jadwal kegiatan harian
SP IV Halusinasi
1. Evaluasi jadwal kegiatan
harian pasien
2. Latih pasien
mengendalikan
halusinasi dengan cara
meminum obat
3. Anjurkan pasien
memasukkan meminum
obat ke dalam jadwal
kegiatan harian

2. Isolasi Sosial TUM : a. Setelah 2x SP I


Pasien dapat pertemuan 1. Mengidentifikasi
berinteraksi pasien penyebab isolasi sosial
dengan orang mampu pasien
lain menjelaskan 2. Berdiskusi dengan
penyebab pasien tentang
TUK I isolasi sosial keuntungan berinteraksi
Pasien b. Setelah 2x dengan orang lain
mampu pertemuan 3. Berdiskusi dengan
menyebutkan pasien pasien tentang
penyebab mampu keuntungan berinteraksi
isolasi sosial menyebutka dengan orang lain
n 4. Mengajarkan pasien
TUK II keuntungan cara berkenalan dengan
Pasien berhubunga satu orang
mampu n sosial 5. Menganjurkan pasien
menyebutkan (banyak memasukkan kegiatan
keuntungan teman, tidak latihan berbincang-
berhubungan kesepian, bincang dengan orang
sosial dan bisa diskusi, lain dalam kegiatan
kerugian dari saling harian
isolasi sosial menolong)
dan SP II
TUK III kerugian 1. Mengevaluasi jadwal
Pasien dapat dari isolasi kegitan pasien
melakukan sosial 2. Memberikan
hubungan (kesepian, kesempatan kepada
sosial secara tidak bisa pasien mempraktekkan
bertahap diskusi dan cara berkenalan dengan
sendiri) dua sampai tiga orang
c. Setelah 2x 3. Membantu pasien
pertemuan memasukkan kegiatan
pasien berbincang-bincang
mampu dengan orang lain
melakukan sebagai salah satu
hubungan kegiatan harian
sosial secara
bertahap SP III
dengan 1. Mengevaluasi jadwal
- Perawat kegiatan harian pasien
- Perawat 2. Memberikan
lain kesempatan kepada
- Keluarga berkenalan dengan 4-5
kelompok orang
3. Melakukan
1. aktivitas
4. Menganjurkan pasien
memasukkan dalam
kegiatan harian
3. Harga Diri TUM : a. Setelah 2x SP I
Rendah Pasien pertemuan 1. Mengidentifikasi
mampu pasien kemampuan dan aspek
mengatasi mampu positif yang dimiliki
harga diri menyebutka pasien
rendah yang n 2. Membantu pasien
dialaminya kemampuan menilai kemampuan
dan aspek pasien yang masih dapat
TUK I positif yang digunkan
Mengidentifi dimiliki 3. Membantu pasien
kasi b. Setelah 2x memilih kegiatan yang
kemampuan pertemuan akan dilatih sesuai
dan dan pasien dengan kemampuan
aspek positif mampu pasien
yang dimiliki menyebutka 4. Melatih pasien sesuai
n kemampuan yang
TUK II kemampuan dipilih
Menilai yang 5. Memberikan pujian
kemampuan dimiliki dan yang wajar terhadap
yang dapat keberhasilan pasien
digunakan digunakan 6. Menganjurkan pasien
c. Setelah 1x memasukkan dalam
TUK III pertemuan jadwal kegiatan harian
Memilih pasien
kegiatan mampu SP II
yang sesuai merencanak 1. Mengevaluasi jadwal
dengan an kegiatan kegiatan harian pasien
kemampuan yang sesuai 2. Melatih kemampuan
dengan kedua
TUK IV kemampuan 3. Menganjurkan pasien
Melatih yang memasukkan dalam
kegiatan dimilikinya jadwal kegiatan harian
yang sudah d. Setelah 1x
dipilih pertemuan SP III
pasien 1. Mengevaluasi jadwal
TUK V mampu kegitan harian pasien
Merencanaka melakukan 2. Melatih kemampuan ketiga
n kegiatan kegiatan 3. Menganjurkan pasien
yang sudah sesuai memasukkan dalam jadwal
dipilihnya jadwal yang kegiatan harian
sudah dibuat
4. e.
4. Implementasi dan Catatan Perkembangan
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
HALUSINASI

Hari / pertemuan : Selasa, 15 Januari 2019


SP / dx : Mengenal halusinasi, teknik menghardik / gangguan
persepsi sensori halusinasi
Ruangan : Merak
Nama Klien : Tn. R

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
a) Data Subjektif
 Klien mengatakan sering mendengar suara-suara seperti mengajak
ngobrol.
 Klien mengatakan suara muncul saat sedang sendiri.
b) Data Objektif
 Klien tampak menggerakan bibir tanpa suara.
 Klien mengarahkan telinganya ke suatu tempat
 Klien tampak berjalan kesana kemari.

2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran.

3. Tujuan
a) Menciptakan hubungan saling percaya antara perawat dan klien.
b) Mengenal halusinasi yang dimiliki serta mengetahui 4 cara mengontrol
halusinasi dengan cara menghardik, bercakap-cakap , melakukan aktifitas,
dan minum obat.
c) Mampu mengontrol halusinasi dengan teknik menghardik.
4. Tindakan Keperawatan
a) Mengidentifikasi jenis halusinasi klien.
b) Mengidentifikasi isi halusinasi klien.
c) Mengidentifikasi waktu halusinasi klien.
d) Mengidentifikasi frekuensi halusinasi klien
e) Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi.
f) Mengidentifikasi respon klien terhadap halusinasi.
g) Menjelaskan cara mengontrol halusinasi: menghardik, bercakap-cakap,
melakukan aktivitas dan minum obat.
h) Melatih cara menghardik.

B. Strategi Komunikasi
1. Fase Pra Interaksi
a) Mengenal diri sendiri
b) Mengenal perasaan sendiri
c) Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 20 menit.
d) Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang lebih
1 meter di halaman belakang kamar.

2. Fase Orientasi
a) Salam Terapeutik :
“Assalamualaikum, selamat pagi pak, perkenalkan nama saya Ayu suwarna
putri, nama panggilan saya suster ayu, hobi saya membaca, asal saya dari
Tangerang.”
“Bisa bapak memperkenalkan diri bapak? Ya bagus.”
b) Evaluasi Validasi :
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“Selama diruangan ini apa yang sudah di latih?”
c) Kontrak :
 Topik : “Baiklah pak, hari ini kita akan berdiskusi tentang suara
yang mengganggu bapak dan cara mengontrol suara-
suara tersebut, apak bapak bersedia?”
 Waktu : “Berapa lama bapak ingin berdiskusi? Bagaimana jika 20
menit?”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Bagaimana jika di teras
kamar?”
d) Tujuan :
“Tujuan dari diskusi kita pada sore ini adalah agar bapak mengetahui
halusinasi yang bapak rasakan, dan bagaimana cara mengontrolnya.”

3. Fase Kerja
“Apakah bapak mendengar suara tanpa ada wujudnya? Saya percaya bapak
mendengar suara tersebut, tetapi saya sendiri tidak mendengar suara tersebut,
apakah bapak mendengarnya terus menerus? Atau sewaktu-waktu? Kapan
waktu yang paling sering bapak mendengar suara itu? Berapa kali dalam sehari
bapak mendengarnya? Pada saat keadaan apa suara itu terdengar? Apakah saat
bapak sendiri? Apa yang bapak rasakan ketika mendengar suara tersebut?
Kemudian apa yang bapak lakukan? Apakah dengan cara tersebut suara-suara
itu hilang? Apakah bapak mengerti apa yang bapak alami sekarang? Ya benar,
yang bapak rasakan saat ini adalah halusinasi. Apakah bapak tau bagaimana
cara mengontrol halusinasi? Cara mengontrol halusinasi itu ada 4 cara pak,
yaitu dengan cara menghardik, bercakap-cakap atau berbincang, melakukan
kegiatan yang bisa dilakukan, dan terakhir minum obat.”
“Apakah bapak tau cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik?
Bisakah bapak mempraktikannya?”
“Baiklah hari ini kita akan berlatih cara menghardik ya pak, pertama-tama saya
akan mempraktekannya dahulu setelah itu bapak mempraktekan kembali apa
yang telah saya lakukan seperti ini pak, jika suara itu muncul katakan dengn
keras “pergi saya tidak mau dengar, kamu suara palsu.”
“Sambil menutup kedia telinga seperti ini ya pak”
“Apakah sudah cukup jelas?”
“Coba sekarang bapak ulangi lagi seperti yang saya lakukan tadi.”
“Bagus sekali pak, coba sekali lagi pak, wah bagus.”
“Mari kita masukan ke dalam jadwal kegiatan harian bapak. Karna hari ini
masih dibantu oleh saya jadi beri ceklis di kolom B.”

4. Fase Terminasi
a) Evaluasi Respon Pasien (Subjektif dan Objektif) :
S : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita berdiskusi tentang cara
menghardik?”
O : “Baiklah seperti yang telah kita pelajari, bila suara itu muncul,
bapak katakan “pergo-pergi saya tidak mau dengar, kamu suara
palsu” coba bapak ulangi. Ya bagus”
b) Rencana Tindak Lanjut :
“Bapak sudah bagus sekali dalam mempraktekan cara menghardik seperti
yang diskusikan. Bapak lakukan itu saat bapak mendengar suara itu lagi
sampai suaranya hilang, jika bapak sudah melakukan cara menghardik,
bapak bisa memasukan ke dalam jadwal kegiatan harian yang telah kita buat
tadi ya pak, cara mengisinya seperti ini, jika bapak melakukannya secara
mandiri, bapak tulis (M), jika bapak melakukannya dibantu oleh perawat
atau teman, maka bapak tulis (B), jika tidak melakukannya bapak tulis (T).
Apakah bapak mengerti? Coba bisa bapak ulangi yang sudah saya jelaskan.
Iya bagus sekali.”
c) Kontrak yang akan Datang :
 Topik : “Bagaimana jika besok kita berdiskusi tentang cara yang
kedua yaitu tentang manfaat bercakap-cakap untuk
mengontrol halusinasi selanjutnya yaitu dengan
bercakap-cakap dengan orang lain, apakah bapak
bersedia?”
 Waktu : “Bapak ingin jam berapa? Bagaimana jika jam 15.00?
Baiklah.”
 Tempat : “Bapak inginnya dimana kita berdiskusi? Bagaimana jika
di teras belakang kamar? Baiklah pak saya permisi dulu,
sampai bertemu besok. Assalamu’alaikum.”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 15 Januari 2019/ 17.00

implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mnegatakan : S: pasien mengatakan :
 Suara suara yang mnegajak  Pasien mengtan sua
ngiobrol sudah berkurang mengerti cara menghardik
 Suara muncul saat sedang  Suara sedikit menghilang
sendiri sat menghardik
Do :  Sudah mengerti 4 cara
 Melamun untuk mengurangi
 Klien mengarahkan halusinasi
telinganya kesuatu tempat  Mengerti cara mengisi
jadwal kegiatan harian
Diagnosa keperawatan O: pasien tampak :
Halusinasi pendengaran  Tenang namun kadang
melamun
Tindakan keperawatan  Pasien mampu melakukan
 Memberi salam terapeutik cara menghardik dengan
 Mengidentifikasi jenis benar
halusinasi pasien  Pasien kooperatif saat dijak
 Mengidentifikasi isi berbicara
halusinasi pasien  Pasien memasukkan cara
 Mengidentifikasi waktu menghardik kedalam
halusinasi pasien jadwal kegiatan harian
 Mengidentifikasi frekuensi
halusinasi pasien A : halusinasi berkurang
 Mengidentifikasi situasi yang P:
menimbulkan halusinasi  anjurkan pasien melapor
pasien kepada perawat jika
 Mengidentifikasi respon mendengar suara
pasien terhadap halusinasi  anjurkan pasien melakukan
 Menjelaskan 4 cara kegiatan kedalam jadwal
mengobtol halusinasi dengan kegiatan harian.
menghardik, bercakap cakap,
melakukan kegiatan, da
meminum obat
 Melatih cara menghardik
 Menganjurkan klien
memasukkan cara
menghardik kedalam jadwal
kegiatan klien
 Membuat kontrak selanjutnya
 Berpamitan

RTL :
 Evaluasi jadwal kegiatan
harian klien
 Lanjutkan SP 2 halusinasi
bercakap cakap
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
HALUSINASI

Hari / pertemuan : Rabu, 16 Januari 2019


SP / dx : Bercakap-cakap / Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi
Ruangan : Merak
Nama Klien : Tn. R

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
a) Data Subjektif
 Klien mengatakan masih mendengar suara-suara seperti mengajak
ngobrol.
 Suara muncul saat sedang sendiri.
b) Data Objektif
 Klien tampak menggerakan bibir tanpa suara.
 Klien mengarahkan telinganya ke suatu tempat

2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran.

3. Tujuan
Klien mampu mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang
lain.

4. Tindakan Keperawatan
a) Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien.
b) Menjelaskan dan melatih bercakap-cakap saat terjadi halusinasi.
c) Menganjurkan kalien memasukan kegiatan bercakap-cakap kedalam jadwal
kegiatan klien.
B. Strategi Komunikasi
1. Fase Pra Interaksi
a) Mengenal diri sendiri
b) Mengenal perasaan sendiri
c) Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 20 menit.
d) Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang lebih
1 meter di halaman belakang kamar.

2. Fase Orientasi
a) Salam Terapeutik :
“Assalamualaikum pak selamat sore. Masih ingat dengan saya? Ya benar.”
b) Evaluasi validasi :
“Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apakah bapak sudah melakukan
teknik menghardik yang telah kita lakukan kemarin? Boleh saya lihat
catatannya? Wah bagus sekali, saya beri nilai ya pak.”
c) Kontrak :
 Topik : “Baiklah pak, sesuai janji kita kemarin, hari ini kita akan
berdiskusi tentang cara selanjutnya yaitu bercakap-cakap
dengan orang lain, apakah bapak bersedia?”
 Waktu : “Berapa lama bapak ingin berdiskusi? Bagaimana jika 20
menit.”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Bagaimana jika di teras
belakang?”
d) Tujuan
“Tujuan dari diskusi kita pada sore hari ini adalah agar bapak dapat
mengontrol halusinasi bapak dengan cara bercakap-cakap dengan orang
lain.”

3. Fase Kerja
“Saat bapak sedang sendiri biasanya apa yang bapak lakukan?”
“Jadi saat bapak sendiri biasanya bapak akan berdiam diri saja?”
“Baiklah pak jika nanti bapak sedang sendiri sebaiknya bapak mencari teman
untuk diajak bercakap-cakap caranya adalah jika bapak mulai mendengar suara-
suara langsung saja bapak cari teman untuk diajak berbicara, minta teman
bapak, contohnya seperti ini pak, coba berbicara dengan saya jika mulai
mendengar suara-suara “Ayo kita ngobrol pak” atau minta pada perawat untuk
berbicara denganya seperti “pak berbicaralah dengan saya, karena saya mulai
mendengar suara-suara” apakah sudah jelas?”
“Coba bapak ulangi. Iya bagus.”
“Mari kita masukan ke dalam jadwal kegiatan harian bapak. Karna hari ini
masih dibantu oleh saya jadi beri ceklis di kolom B.”

4. Fase Terminasi
a) Evaluasi respon pasien (Subjektif dan Objektif) :
S : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita berdiskusi tentang cara
bercakap-cakap dengan orang lain dan cara melapor keperawat?”
O : "Coba bapak sebutkan ulang bagaimana cara bercakap-cakap dan
melapor kepada perawat? Wah bagus sekali.”
b) Rencana Tindak Lanjut :
“Diharapkan setelah bapak bercakap-cakap dengan orang lain dan melapor
kepada perawat, halusinasi bapak dapat berkurang dan dapat terkontrol
dengan baik, jangan lupa dimasukan kedalam jadwal kegiatan ya pak, jika
bapak melakukannya secara mandiri, bapak tulis (M), jika masih dibantu
atau di ingatkan tulis (B), jika tidak melakukannya maka tulis (T). Apakah
bapak mengerti? Bagus sekali.”
c) Kontrak yang akan Datang :
 Topik : “Bagaimana jika besok kita berdiskusi tentang cara
mengurangi halusinasi dengan melakukan kegiatan, apak
bapak bersedia?
 Waktu : “Bapak ingin jam berapa kita berdiskusi? Bagaimana jika
jam 15.00?”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Diteras belakang ya
pak? Baiklah saya pamit dulu. Sampai jumpa besok sore,
saya permisi. Assalamualaikum.”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 16 Januari 2019/ 17.00

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mengatakan : S: pasien mengatakan :
 Masih mendengar suara-  Mersa senang setelah
suara seperti mengajal bercakap cakap
ngobrol  Halusinasinya berkurang
 Suara muncul saat sedang saat bercakap cakap
sendiri  Masih merasa malu untuk
Do : meminta orang lain
 Klien tampak menggerakan bercakap cakap
bibir tanpa suara O: pasien tampak :
 Klien mengarahkan  Tenang
telinganya kesuatu tempat  kooperatif
 malu saat diminta
Diagnosa keperawatan mempraktekkan kepada
Halusinasi pendengaran orang lain

Tindakan keperawatan A : halusinasi berkurang


 Memberi salam terapeutik P:
 Mengevaluasi jadwal  anjurkan pasien
kegitan harian klien memasukkan kedalam
 Menjelaskan dan melatih jadwal kegiatan harian.
bercakap cakap saat terjadi
halusinasi
 Menganjurkan klien
memasukkan bercakap
cakap kedalam jadwal
kegiatan klien
 Membuat kontrak
selanjutnya
 Berpamitan

RTL :
 Evaluasi jadwal kegiatan
harian klien
 Lanjutkan SP 2 halusinasi
bercakap cakap
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
HALUSINASI

Hari / pertemuan : Kamis, 17 Januari 2019


SP / dx : Melapor kepada perawat / Gangguan Persepsi Sensori:
Halusinasi
Ruangan : Merak
Nama Klien : Tn. R

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
a) Data Subjektif
 Klien mengatakan suara-suara yang mengajak ngobrol sudah berkurang.
 Suara muncul saat sedang sendiri.
b) Data Objektif
 Klien tampak menggerakan bibir tanpa suara.
 Klien mengarahkan telinganya ke suatu tempat

2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran.

3. Tujuan
Klien mampu mengontrol halusinasi dengan melapor kepada perawat.

4. Tindakan Keperawatan
a) Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien.
b) Menjelaskan dan melatih cara melapor ke perawat saat terjadi halusinasi.
c) Menganjurkan klien memasukan kegiatan melapor ke perawat kedalam
jadwal kegiatan klien.
B. Strategi Komunikasi
1. Fase Pra Interaksi
a) Mengenal diri sendiri
b) Mengenal perasaan sendiri
c) Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 20 menit.
d) Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang lebih
1 meter di halaman belakang kamar.
2. Fase Orientasi
a) Salam Terapeutik :
“Assalamualaikum pak selamat sore.”
b) Evaluasi Validasi :
“Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apa bapak sudah berkenalan dengan
teman-teman bapak kemarin? Siapa saja yang bapak ajak berkenalan?”
“Boleh saya liat catatan kegiatan harian bapak? Saya beri nilai ya pak”
c) Kontrak :
 Topik : “Baiklah pak sesuai janji kita kemarin, hari ini kita akan
berdiskusi tentang cara melapor ke perawat dan melatih
kembali cara bercakap-cakap dengan orang lain, apakah
bapak bersedia?”
 Waktu : “Berapa lama kita akan berdiskusi? Bagaimana jika 20
menit.”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Bagaimana jika di teras
belakang?”

3. Fase Kerja
“Selama bapak berada diruangan, apakah pernah melaporkan kepada perawat
mengenai halusinasi yang bapak rasakan?”
“Jadi bapak ingin melapor tetapi tidak tahu bagaimana caranya?”
“Baiklah saya akan mengajarkan bapak bagaimana cara melapor ke perawat.
Jadi nanti jika bapak mendengar suara-suara tersebut bapak bisa langsung saja
melaporkan kepada perawat, caranya seperti ini “Bapak / ibu saat ini saya
sedang mendengarkan bisikan” atau bapak bisa mengajak teman bapak
mengobrol seperti yang kita diskusikan kemarin. Apakah sudah jelas? Coba
bapak ulangi apa yang telah kita diskusikan. Wah bagus sekali pak.”
“Sekarang kita masukan kedalam jadwal kegiatan harian bapak ya, karena sore
ini masih saya bantu kita tulis B ya pak.”

4. Fase Terminasi
a) Evaluasi respon dan pasien (Subjektif dan Objektif) :
S : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita berdiskusi tentang cara
bercakap-cakap dengan orang lain dan cara melapor ke perawat?
O : “Coba bapak sebutkan ulang bagaimana cara bercakap-cakap dan
melapor kepada perawat? Wah bagus sekali.”
b) Rencana Tindak Lanjut :
“Diharapkan setelah bapak bercakap-cakap dengan orang lain dan melapor
kepada perawat, halusinasi bapak dapat berkurang dan dapat terkontrol
dengan baik, jangan lupa dimasukan ke dalam jadwal kegiatan ya pak, jika
bapak melakukannya secara mandiri, bapak tulis (M), jika masih dibantu
oleh atau di ingatkan tulis (B), jika tidak melakukannya maka tulis (T).
Apakah bapak mengerti? Bagus sekali.”
c) Kontrak yang akan Datang :
 Topik : “Bagaimana jika besok kita berdiskusi tentang cara
mengurangi halusinasi dengan melakukan kegiatan,
apakah bapak bersedia?”
 Waktu : “Bapak ingin jam berapa kita berdiskusi? Bagaimana jika
jam 15.00?”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Di teras belakang ya
pak. Baiklah saya pamit dulu, sampai jumpa besok, saya
pamit, Assalamualaikum.”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 17 Januari 2019/ 17.00

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mnegatakan : S: pasien mengatakan :
 Suara suara yang mnegajak  Menegrti cara bercakap
ngiobrol sudah berkurang caka dan melapor kepada
 Suara muncul saat sedang perawat
sendiri  Halusinasinya berkurang
Do : saat bercakap cakap
 Klien tampak menggerakan O: pasien tampak :
bibir tanpa suara  Senang
 Klien mengarahkan  kooperatif
telinganya kesuatu tempat  serius mendengarkan
 mampu mempraktekkan
Diagnosa keperawatan cara bercakap cakap dan
Halusinasi pendengaran melapor keperawat

Tindakan keperawatan A : halusinasi berkurang


 Memberi salam terapeutik P:
 Mengevaluasi jadwal  anjurkan pasien melapor
kegitan harian klien kepada perawat jika
 Menjelaskan dan melatih mendengar suara
bercakap cakapdan cara  anjurkan pasien melakukan
melapor keperawat saat kegiatan kedalam jadwal
terjadi halusinasi. kegiatan harian.
 Menganjurkan klien
memasukkan bercakap
cakap dan cara melapor
keperawat kedalam jadwal
kegiatan klien
 Membuat kontrak
selanjutnya
 Berpamitan

RTL :
 Evaluasi jadwal kegiatan
harian klien
 Lanjutkan SP 3 halusinasi
melakukan kegiatan
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
HALUSINASI

Hari / pertemuan : Jum’at, 18 Januari 2019


SP / dx : Melakukan kegiatan / Gangguan Persepsi Sensori:
Halusinasi
Ruangan : Merak
Nama Klien : Tn. R

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
a) Data Subjektif
 Klien mengatakan suara-suara yang mengajak ngobrol sudah berkurang.
 Suara muncul saat sedang sendiri.
b) Data Objektif
 Klien tampak menggerakan bibir tanpa suara.
 Klien mengarahkan telinganya ke suatu tempat

2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran.

3. Tujuan
Klien mampu mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan.

4. Tindakan Keperawatan
a) Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien.
b) Melatih cara mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan.
c) Menganjurkan klien memasukan kegiatan melapor ke perawat kedalam
jadwal kegiatan klien
B. Strategi Komunikasi
1. Fase Pra Interaksi
a) Mengenal diri sendiri
b) Mengenal perasaan sendiri
c) Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 20 menit.
d) Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang lebih
1 meter di halaman belakang kamar.

2. Fase Orientasi
a) Salam Terapeutik :
“Assalamualaikum pak selamat sore.”
b) Evaluasi validasi :
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“Apakah 2 cara yang telah kita diskusikan kemarin sudah bapak lakukan?
Boleh saya liat jadwal kegiatan harian bapak? Wah bagus, saya beri nilai
ya pak.”
c) Kontrak :
 Topik : “Baiklah pak, sesuai janji kita kemarin hari ini kita akan
berdiskusi dan berlatih cara mengurangi halusinasi bapak yang ketiga
yaitu dengan melakukan kegiatan. Apakah bapak bersedia?”
 Waktu : “Berapa lama bapak ingin kita berdiskusi? Bagaimana jika 20
menit?”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Bagaimana jika diteras
belakang?”
d) Tujuan
“Tujuan dari diskusi kita pada hari ini adalah agar bapak dapat
mengalihkan halusinasi bapak dengan melakukan kegiatan.”
3. Fase Kerja
“Apa saja yang biasa bapak lakukan dari pagi sampai malam? (terus ditanyakan
sampai data kegiatan dari pagi sampai malam), wah banyak sekali kegiatannya.
Mari kita latih 2 kegiatan untuk hari ini yaitu mengelap meja dan menyapu.”
“Bagus sekali pak, bapak dapat melakukannya, kegiatan ini dapat bapak
lakukan untuk mencegah suara tersebut muncul, kegiatan yang lain akan kita
latih lagi agar dari pagi sampai malam bapak ada kegiatan, untuk hari ini cukup
2 kegiatan saja, apakah ada yang ingin bapak tanyakan?”
“Sekarang kita masukkan kedalam jadwal kegiatan harian bapak ya, karema
sekarang masih saya bantu kita, tulis B ya pak.”

4. Fase Terminasi
a) Evaluasi Respon Pasien (Subjektif dan Objektif) :
S : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita berdiskusi tentang cara
mengurangi halusinasi bapak dengan mengelap meja dan menyapu?”
O : “Coba bapak sebutkan apa yang telah kita lakukan pada hari ini?
Mengapa kita harus melakukannya? Benar sekali, untuk mengalihkan
halusinasi yang bapak rasakan.”
b) Rencana Tindak Lanjut :
“Diharapkan setelah bapak melakukan kegiatan, suara-suara yang bapak
dengarkan dapat berkurang karena bapak memiliki banayak kesibukan.”
“Jangan lupa dimasukan kedalam jadwal kegiatan harian bapak ya, jika
bapak melakukannya secara mandiri, bapak tulis (M) jika masih dibantu oleh
atau diingatkan, bapak tulis (B), jika tidak dilakukan bapak tulis (T). Apakah
bapak mengerti? Bagus sekali.”
c) Kontrak yang akan Datang :
 Topik : “Bagaimana jika besok kita berdiskusi tentang cara yang
keempat yaitu dengan minum obat untuk mengurangi
halusinasi yang bapak rasakan, apakah bapak bersedia?”
 Waktu : “Jam berapa bapak ingin kita berdiskusi? Bagaimana jika
jam 15.00?
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Bagaimana jika di teras
belakang? Baiklah saya pamit dulu, sampai jumpa besok,
assalamualaikum.”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 18 Januari 2019/ 17.00

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mnegatakan : S: pasien mengatakan :
 Suara suara yang mnegajak  suara sudah berkurang
ngiobrol sudah berkurang kaarena sibuk melakukan
 Suara muncul saat sedang kegiatan
sendiri  merasa senang setelah
Do : melakukan kegiatan
 Klien tampak menggerakan O: pasien tampak :
bibir tanpa suara  bersemanagat saat
 Klien mengarahkan melakukan kegiatan
telinganya kesuatu tempat  kooperatif
 tenang
Diagnosa keperawatan A : halusinasi berkurang
Halusinasi pendengaran P:
 anjurkan pasien
Tindakan keperawatan menyibukan diri dengan
 Memberi salam terapeutik melakukan kegiatan jika
 Mengevaluasi jadwal mendengar suara suara
kegitan harian klien  anjurkan pasien melakukan
 Melatih cara mengontrol kegiatan kedalam jadwal
halusinasi dengan kegiatan harian.
melakukan kegiatan harian
 Menganjurkan klien
memasukkan kegiatan untuk
mengontrol halusinasi
kedalam jadwal kegiatan
klien
 Membuat kontrk selanjutnya
 Berpamitan

RTL :
 Evaluasi jadwal kegiatan
harian klien
 SP 4 halusinasi patuh obat
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
HALUSINASI

Hari / pertemuan : Sabtu, 19 Januari 2019


SP / dx : Patuh Obat / Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi
Ruangan : Merak
Nama Klien : Tn. R

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
a) Data Subjektif
 Klien mengatakan masih mendengar suara pada malam hari.
 Klien mengatakan jarang mendengar suara pada pagi dan siang hari.
b) Data Objektif
 Tampak tenang.
 Klien tampak gelisah menjelang sore hari.
 Klien mengarahkan telinganya ke suatu tempat.
 Klien sudah mampu melaksanakan aktivitas fisik seperti menyapu.

2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran.

3. Tujuan
Klien mampu mengontrol halusinasi dengan patuh obat.

4. Tindakan Keperawatan
a) Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien.
b) Mengevaluasi kognitif, afekti, dan psikomotor klien tentang cara minum
obat.
c) Menjelaskan manfaat minum obat dan kerugian tidak minum obat dengan
prinsip 6 benar.
d) Menjelaskan manfat minum obat dan kerugian tidak minum obat.
e) Menganjurkan klien memasukan minum obat kedalam jadwal kegiatan
harian.

B. Strategi Komunikasi
1. Fase Pra Interaksi
a) Mengenal diri sendiri
b) Mengenal perasaan sendiri
c) Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 20 menit.
d) Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang lebih
1 meter di halaman belakang kamar.

2. Fase Orientasi
a) Salam Terapeutik :
“Assalamualaikum pak selamat sore.”
b) Evaluasi validasi :
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“Apakah bapak sudah mempraktekan apa yang sudah kita pelajari
kemarin? Boleh saya liat jadwal kegiatan hariannya? Saya nilai ya pak.”
c) Kontrak :
 Topik : “Baiklah pak, sesuai janji kita kemarin, hari ini kita akan
berdiskusi tentang cara yang keempat yaitu mengontrol halusinasi
dengan cara minum obat yang benar, apakah bapak bersedia?”
 Waktu : “Berapa lama bapak ingin berdiskusi? Bagaimana jika 20
menit?”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Bagaimana jika di teras
belakang?”
d) Tujuan :
“Tujuan dari diskusi kita pada sore hari ini adalah agar bapak dapat
mengontrol halusinasi dengan cara meminum obat dengan benar.”

3. Fase Kerja
“Apakah bapak sudah minum obat hari ini? Obat apa saja yang bapak miliki?”
“Apakah bapak rutin meminum obatnya? Apakah bapak mengetahui cara
minum obat yang benar?”
“Apakah bapak mengerti keuntungan saat kita meminum dan tidak minum
obat? Wah pengetahuan yang bapak miliki sudah cukup baik sekali ya.”
“Baiklah pak, saya akan menambahkan pengetahuan yang bapak miliki agar
bapak semakin tau cara minum obat serta manfaatnya.”
“Bapak perlu meminum obat ini secara teratur agar pikiran bapak menjadi
tenang dan tidurnya menjadi nyenyak. Obatnya ada 2 macam, yang ini namanya
clozapine diminum 1 kali sehari setelah makan sore, gunanya untuk
menenangkan pikiran dan tubuh menjadi rileks, warnanya orange, dan yang
warnanya putih ini namanya trihexyphenidyl atau biasa di sebut THP, diminum
2 kali sehari setelah makan pagi dan setelah makan sore, gunanya untuk rileks
dan tidak kaku otot serta mengurangi efek samping obat lain. Dari kedua obat
ini ada efek yang tidak diharapkan, kalau clozapin ini efek yang tidak
diharapkannya adalah lesu, mual, muntah, pusing. Kalau THP efeknya
mengantuk, pusing, penglihatan kabur, mual, dan lain sebagainya. Tetapi
walaupun ada efek yang tidak diharapkan, obat ini saling berkaitan antara satu
dengan yang lain. Obat ini seperti kebutuhan bapak sehari-hari, jangan sampai
terlambat walaupun suara-suaranya sudah hilang dan bapak merasa tenang,
obatnya tidak boleh diberhentikan, sebab kalau putus obat, bapak bisa kambuh
dan masuk kembali kerumah sakit, kalau obat habis bapak bisa minta ke dokter
untuk mendapatkan obatnya lagi. Bapak juga harus teliti saat menggunakan
obat-obatan ini, pastikan obatnya benar, artinya bapak harus memastikan bahwa
obat itu benar milik bapak, bapak bisa melihatnya di label yang tertera disini,
pastikan obat dimnum tepat waktu, dengan cara yang benar yaitu diminum
sesudah makan dan tepat pada jamnya, bapak juga harus perhatikan berapa
jumlah obat sekali minum dan harus cukup minum 6-8 gelas perhari.”
“Dari penjelasan yang saya berikan apakah sudah cukup jelas pak?”
“Coba ulangi apa yang sudah disampaikan?”
“Baik pak bagus sekali. Mari kita masukan kedalam jadwal kegiatan harian,
karna hari ini masih dibantu kita beri tanda (B) ya pak.”

4. Fase Terminasi
a) Evaluasi Respon Pasien (Subjektif dan Objektif) :
S : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita berdiskusi tentang cara
meminum obat?”
O : “Coba bapak sebutkan obat apa saja yang harus bapak minum?
Apa saja yang harus di perhatikan? Iya betul Sekali.”
b) Rencana Tindak Lanjut :
“Diharapkan dengan bapak minum obat secara rutin dan sesuai jadwal bapak
dapat mengontrol halusinasi yang bapak rasakan.”
“Jadwal minum obat yaitu pagi saat selesai sarapan dan sore setelah makan
sore ya. Jangan lupa kegiatan minum obat dimasukan kedalam jadwal
kegiatan harian, jika dilakukan secara mandiri, beri tanda (M), jika masih
dibantu oleh perawat atau teman, beri tanda (B)”
c) Kontrak yang akan Datang :
 Topik : “Bagaimana jika besok kita berdiskusi kembali tentang
cara yang kita bahas hari ini karena sepertinya bapak
masih belum mengerti obat apa saja yang harus bapak
minum, apakah bapak bersedia?”
 Waktu : “Bapak ingin jam berapa? Bagaimana jika jam 15.00?”
 Tempat : “Mau dimana bapak berdiskusi? Seperti biasa ya pak di
teras belakang. Sampai jumpa besok, saya permisi.
Assalamualaikum.”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 19 Januari 2019/ 17.00

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mnegatakan : S: pasien mengatakan :
 mendengar suara pada  Sudah mengerti prinsip 6
malam hari benar minum obat
 jarang mendengar suara pada  Suda hapal jenis obat yang
pagi dan siang hari diminumnya
Do : O: pasien tampak :
 Klien tampak tenang pada  Serius mendengarkan
pagi dan siang hari  Dapat menyebutkan warna
 Gelisah menjelang sore hari obat yang diminumnya
 Melaksanakan aktivitas fisik
seperti menyapu dan A : halusinasi berkurang
mengelap meja P:
 anjurkan pasien meminum
Diagnosa keperawatan obat secara teratur
Halusinasi pendengaran  anjurkan pasien
memasukkan minum obat
Tindakan keperawatan kedalam jadwal kegiatan
 Memberi salam terapeutik harian.
 Mengevaluasi kognitif
,afektif, dan psikomotor
klien tentang cara minum
obat
 Menjelaskan dan melatih
klien minum obat dan
kerugian minum obat
 Menganjurkan klien
memasukkan kegiatan
minum obat kedalam jadwal
kegiatan klien

RTL :
 Evaluasi jadwal kegiatan
harian klien
 SP 1 Isolasi sosial
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
ISOLASI SOSIAL

Hari / pertemuan : Senin, 21 Januari 2019


SP / dx : Berkenalan dengan 1-2 orang / Isolasi Sosial
Ruangan : Merak
Nama Klien : Tn. R

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
a) Data Subjektif
 Klien mengatakan malu jika berinteraksi dengan orang lain, memliki
sedikit teman, merasa kesepian, dirinya kurang mengikuti kegiatan di
masyarakat.
b) Data Objektif
 Klien tampak menyendiri.
 Klien tidak berinteraksi dengan orang lain.

2. Diagnosa Keperawatan
Isolasi Sosial.

3. Tujuan
a) Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial.
b) Mengidentifikasi tanda dan gejala isolasi sosial.
c) Mengidentifikasi akibat isolasi sosial.
d) Klien dapat mengetahui tentang keuntungan dan kerugian berinteraksi
dengan orang lain.
e) Klien dapat berkenalan dengan 1-2 orang.
f) Klien dapat memasukan kegiatan berbincang dengan orang lain kedalam
jadwal kegiatan harian pasien.
4. Tindakan Keperawatan
a) Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial.
b) Mengidentifikasi tanda dan gejala isolasi sosial.
c) Mengidentifikasi akibat isolasi sosial.
d) Berdiskusi dengan klien tentang keuntungan dan kerugian berinteraksi
dengan orang lain.
e) Mengajarkan klien tentang cara berkenalan dengan 1-2 orang.
f) Menganjurkan klien memasukan minum obat kedalam jadwal kegiatan
harian.

B. Strategi Komunikasi
1. Fase Pra Interaksi
a) Mengenal diri sendiri
b) Mengenal perasaan sendiri
c) Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 20 menit.
d) Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang lebih
1 meter di halaman belakang kamar.

5. Fase Orientasi
a) Salam Terapeutik :
“Assalamualaikum pak selamat sore.”
b) Evaluasi validasi :
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“Apakah bapak sudah mengerti apa saja obat yang harus bapak minum?
Boleh saya lihat jadwal kegiatan hariannya? Saya nilai ya pak.”
c) Kontrak :
 Topik : “Baiklah pak, karna bapak sudah mengerti, kita diskusikan
tentang hal lain yang bapak rasakan ya?”
 Waktu : “Berapa lama bapak ingin berdiskusi? Bagaimana kalau 15
menit?”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Bagaimana jika di teras
belakang?”
d) Tujuan :
“Tujuan dari diskusi kita pada sore hari ini adalah untuk mengetahui
penyebab perasaan bapak, tanda dan gejala yang muncul dan akibat tidak
berinteraksi dengan orang lain.”

3. Fase Kerja
“Siapa yang tinggal serumah dengan bapak? Lalu siapa yang paling dekat
dengan bapak? Lalu adakah yang membuat bapak jarang berbicara?”
“Kegiatan apa saja yang biasa bapak lakukan? Apakah kegiatan ini biasa bapak
lakukan sendiri atau bersama dengan yang lain? Menurut bapak, apa saja
keuntungan jika kita mempunyai teman? Wah benar, ada teman untuk
bercakap-cakap, lalu apa lagi?”
“Lalu apa kerugian tidak mempunyai teman? Ya apa lagi?”
“Jadi banyak juga ya kerugiannya jika kita tidak mempunyai teman, kalau
begitu maukah bapak belajar bergaul dengan orang lain?”
“Baiklah bagaimana jika sekarang kita belajar berkenalan dengan orang lain?”
“Baiklah seperti ini pak, jika bapak ingin berkenalan dengan orang lain maka
kita harus menyebutkan nama lengkap kita siapa, senang di panggil apa, hobi
kita apa, alamat kita dimana, dan darimana asal kita. Contohnya: perkenalkan
nama saya ayu suwarna putri, senang di panggil ayu, hobi saya bersepada,
alamat saya di Tangerang, dan asal saya dari Jawa Tengah.”
“Selanjutnya bapak bisa menanyakan orang yang diajak berkenalan contohnya
begini, nama bapak siapa? Senang dipanggil apa? Hobinya apa? Alamatnya
dimana? Asal nya dari mana?”
“Ya bagus, coba sekali lagi.”
“Apakah bapak sudah mengerti?”
“Mari kita masukan kedalam jadwal kegiatan harian, karna hari ini masih
dibantu kita beri tanda (B) ya pak.”

4. Fase Terminasi
a) Evaluasi Respon Pasien (Subjektif dan Objektif) :
S : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita berdiskusi pada hari
ini?”
O : “Coba bapak sebutkan apa manfaat berkenalan dengan orang lain,
dan sebutkan kerugian jika tidak mempunyai teman, coba bapak
praktekan kembali cara berkenalan. Ya bagus.”
b) Rencana Tindak Lanjut :
“Selanjutnya, diharapkan bapak dapat terus mempraktekan cara berkenalan
dengan orang lain ya pak, selalu berlatih meskipun sedang tidak bersama
saya ya pak.”
“Jangan lupa kegiatan berkanalan dimasukan kedalam jadwal kegiatan
harian, jika dilakukan secara mandiri, beri tanda (M), jika masih dibantu
oleh perawat atau teman, beri tanda (B)”
c) Kontrak yang akan Datang :
 Topik : “Bagaimana jika besok kita berdiskusi cara berkenalan `
dengan 2-3 orang?”
 Waktu : “Bapak ingin jam berapa? Bagaimana jika jam 15.00?”
 Tempat : “Mau dimana bapak berdiskusi? Seperti biasa ya pak di
teras belakang. Sampai jumpa besok, saya permisi.
Assalamualaikum.”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 21 Januari 2019/ 17.00

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mengatakan : S: pasien mengatakan :
 Malu jika berinteraksi  Masih sedikit malu
dengan orang lain berkenalan dengan orang
 Memiliki sedikit teman lain
 Merasa kesepian  Senang karena sudah bisa
 Dirinya kurang mengikuti cara berkenalan
kegiatan di masyarakat
Do : Pasien tampak : O: pasien tampak :
 Menyendiri  Dapat mempraktekan cara
 Tidak berinteraksi dengan berkenalan
orang lain  Masih malu untuk
mengajak orang lain
Diagnosa keperawatan : berkenalan
Isolasi sosial  Tenang
 Kooperatif dalam
Tindakan keperawatan melakukan berkenalan
 Memberi salam terapeutik
 Mengidentifikasi penyebab A : Isolasi sosial berkurang
isolasi sosial
 Mengidentifikasi akibat P:
isolasi sosial  anjurkan pasien berlatih
 Berdiskusi dengan klien berkenalan dengan orang
tentang keuntungan dan lain
kerugian berinteraksi dengan  anjurkan pasien
orang lain memasukan latihan
 Mengajarkan klien tentang berkenalan ke dalam
cara berkenalan 1-2 orang jadwal kegiatan harian
 Membantu klien pasien
memasukkan latihan
berkenalan dengan orang lain
kedalam jadwal kegiatan
harian
 Membuat kontrak
selanjutnya
 Berpamitan

RTL :
 Evaluasi validasi jadwal
kegiatan harian klien
 Lanjutkan sp 2 isolasi sosial
berkenalan dengan 2-3 orang
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
ISOLASI SOSIAL

Hari / pertemuan : Selasa, 22 Januari 2019


SP / dx : Berkenalan dengan 2-3 orang / Isolasi Sosial
Ruangan : Merak
Nama Klien : Tn. R

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
a) Data Subjektif
 Klien mengatakan malu jika berinteraksi dengan orang lain, memliki
sedikit teman, merasa kesepian, dirinya kurang mengikuti kegiatan di
masyarakat.
b) Data Objektif
 Klien tampak menyendiri.
 Klien tidak berinteraksi dengan orang lain.

2. Diagnosa Keperawatan
Isolasi Sosial.

3. Tujuan
a) Klien dapat mengevaluasi jadwal kegiatan harian.
b) Melatih klien berkenalan dengan 2-3 orang.
c) Klien dapat memasukan kegiatan berbincang dengan orang lain kedalam
jadwal kegiatan harian pasien.

4. Tindakan Keperawatan
a) Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien.
b) Melatih klien berkenalan dengan 2-3 orang.
c) Menganjurkan klien memasukan minum obat kedalam jadwal kegiatan
harian.

B. Strategi Komunikasi
1. Fase Pra Interaksi
e) Mengenal diri sendiri
f) Mengenal perasaan sendiri
g) Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 15 menit.
h) Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang lebih
1 meter di halaman belakang kamar.

2. Fase Orientasi
a) Salam Terapeutik :
“Assalamualaikum pak selamat sore.”
b) Evaluasi validasi :
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“Apakah bapak sudah mengerti cara berkenalan? Apakah sudah
dipraktikan? Dengan siapa bapak berkenalan? Coba praktekan kembali cara
berkenalannya sambil bersalaman dengan suster. Iya bagus sekali bapak.”
c) Kontrak :
 Topik : “Baiklah pak, sesuai janji kita kemarin saya akan mengajak
bapak berkenalan dengan suster A dan teman bapak yang lain.”
 Waktu : “Berapa lama bapak ingin berdiskusi? Bagaimana kalau 15
menit?”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Bagaimana jika di teras
belakang?”
d) Tujuan :
“Tujuan dari diskusi kita pada sore hari ini adalah agar bapak dapat
memiliki banyak teman.
3. Fase Kerja
(bersama-sama menemui suster A)
“Selamat pagi suster A, ini bapak yang ingin berkenalan dengan suster A.”
“Baiklah pak, bapak bisa berkenalan dengan suster A seperti yang bapak
praktikan dengan saya tadi ya.”
(pasien mempraktikan cara berkenalan dengan suster A dengan menyebutkan
nama lengkap, nama panggilan, hobi, alamt serta asal klien dan menanyakan
kembali)
“Wah hebat bapak sudah bisa cara berkenalan yang baik dan benar, mari pak
kita berkenalan lagi dengan teman bapak yang lainnya.”
(kemudian pasien berkenalan dengan 2 temannya)
“Baik pak tadi bapak sudah berkenalan dengan 2-3 orang, bisa bapak sebutkan
dengan siapa tadi berkenalan?”
“Apakah ada yang ingin ditanyakan?”
“Baiklah mari kita masukan kedalam jadwal kegiatan harian, karna hari ini
masih dibantu kita beri tanda (B) ya pak.”

4. Fase Terminasi
a) Evaluasi Respon Pasien (Subjektif dan Objektif) :
S : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita berkenalan dengan 2-3
orang?”
O : “Coba bapak sebutkan apa saja yang harus yang harus disebutkan
saat berkenalan dengan orang lain. Ya bagus.”
b) Rencana Tindak Lanjut :
“Selanjutnya, diharapkan bapak dapat terus mempraktekan cara berkenalan
dengan orang lain ya pak, selalu berlatih meskipun sedang tidak bersama
saya ya pak.”
“Jangan lupa kegiatan berkanalan dimasukan kedalam jadwal kegiatan
harian, jika dilakukan secara mandiri, beri tanda (M), jika masih dibantu
oleh perawat atau teman, beri tanda (B)”
c) Kontrak yang akan Datang :
 Topik : “Bagaimana jika besok kita berdiskusi cara berkenalan `
dengan 3-4 orang?”
 Waktu : “Bapak ingin jam berapa? Bagaimana jika jam 11.00?”
 Tempat : “Mau dimana bapak berdiskusi? Seperti biasa ya pak di
teras belakang. Sampai jumpa besok, saya permisi.
Assalamualaikum.”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 22 Januari 2019/ 17.00

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mengatakan : S: pasien mengatakan :
 Malu jika berinteraksi dengan  Masih sedikit malu berkenalan
orang lain dengan orang lain
 Memiliki sedikit teman  Senang karena sudah bisa cara
 Merasa kesepian berkenalan
 Dirinya kurang mengikuti
kegiatan di masyarakat O: pasien tampak :
 Sudah mampu berkenalan
Do : Pasien tampak : dengan temannya
 Menyendiri  Masih sedikit malu untuk
 Tidak berinteraksi dengan orang mengajak orang lain
lain berkenalan
 Kooperatif dalam melakukan
Diagnosa keperawatan : berkenalan
Isolasi sosial
A : Isolasi sosial berkurang
Tindakan keperawatan
 Memberi salam terapeutik P:
 Mengevaluasi jadwal kegiatan  Anjurkan pasien berlatih
harian klien. berkenalan dengan orang lain
 Melatih klien berkenalan dengan  Anjurkan pasien memasukan
2-3 orang latihan berkenalan ke dalam
 Menganjurkan klien jadwal kegiatan harian pasien
memasukkan kegiatan
berkenalan dengan 2-3 orang ke
dalam jadwal kegiatan harian
 Membuat kontrak selanjutnya
 Berpamitan

RTL :
 Evaluasi validasi jadwal
kegiatan harian klien
 Lanjutkan SP 2 isolasi sosial
berkenalan dengan 2-3 orang
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
ISOLASI SOSIAL

Hari / pertemuan : Rabu, 23 Januari 2019


SP / dx : Berkenalan dengan 2-3 orang / Isolasi Sosial
Ruangan : Merak
Nama Klien : Tn. R

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
a) Data Subjektif
 Klien mengatakan malu jika berinteraksi dengan orang lain, memliki
sedikit teman, merasa kesepian, dirinya kurang mengikuti kegiatan di
masyarakat.
b) Data Objektif
 Klien tampak menyendiri.
 Klien tidak berinteraksi dengan orang lain.

2. Diagnosa Keperawatan
Isolasi Sosial.

3. Tujuan
a) Klien dapat mengevaluasi jadwal kegiatan harian.
b) Melatih klien berkenalan dengan 2-3 orang.
c) Klien dapat memasukan kegiatan berbincang dengan orang lain kedalam
jadwal kegiatan harian pasien.

4. Tindakan Keperawatan
a) Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien.
b) Melatih klien berkenalan dengan 2-3 orang.
c) Menganjurkan klien memasukan minum obat kedalam jadwal kegiatan
harian.

B. Strategi Komunikasi
1. Fase Pra Interaksi
a) Mengenal diri sendiri
b) Mengenal perasaan sendiri
c) Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 15 menit.
d) Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang lebih
1 meter di halaman belakang kamar.

2. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik :
“Assalamualaikum pak selamat sore.”
b. Evaluasi validasi :
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“Apakah bapak sudah mengerti cara berkenalan? Apakah sudah
dipraktikan? Dengan siapa bapak berkenalan? Coba praktekan kembali cara
berkenalannya sambil bersalaman dengan suster. Iya bagus sekali bapak.”
c. Kontrak :
 Topik : “Baiklah pak, sesuai janji kita kemarin saya akan mengajak
bapak berkenalan dengan suster A dan teman bapak yang lain.”
 Waktu : “Berapa lama bapak ingin berdiskusi? Bagaimana kalau 15
menit?”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Bagaimana jika di teras
belakang?”
d. Tujuan :
“Tujuan dari diskusi kita pada sore hari ini adalah agar bapak dapat
memiliki banyak teman.
3. Fase Kerja
(bersama-sama menemui suster A)
“Selamat pagi suster A, ini bapak yang ingin berkenalan dengan suster A.”
“Baiklah pak, bapak bisa berkenalan dengan suster A seperti yang bapak
praktikan dengan saya tadi ya.”
(pasien mempraktikan cara berkenalan dengan suster A dengan menyebutkan
nama lengkap, nama panggilan, hobi, alamt serta asal klien dan menanyakan
kembali)
“Wah hebat bapak sudah bisa cara berkenalan yang baik dan benar, mari pak
kita berkenalan lagi dengan teman bapak yang lainnya.”
(kemudian pasien berkenalan dengan 2 temannya)
“Baik pak tadi bapak sudah berkenalan dengan 2-3 orang, bisa bapak sebutkan
dengan siapa tadi berkenalan?”
“Apakah ada yang ingin ditanyakan?”
“Baiklah mari kita masukan kedalam jadwal kegiatan harian, karna hari ini
masih dibantu kita beri tanda (B) ya pak.”

4. Fase Terminasi
a) Evaluasi Respon Pasien (Subjektif dan Objektif) :
S : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita berkenalan dengan 2-3
orang?”
O : “Coba bapak sebutkan apa saja yang harus yang harus disebutkan
saat berkenalan dengan orang lain. Ya bagus.”
b) Rencana Tindak Lanjut :
“Selanjutnya, diharapkan bapak dapat terus mempraktekan cara berkenalan
dengan orang lain ya pak, selalu berlatih meskipun sedang tidak bersama
saya ya pak.”
“Jangan lupa kegiatan berkanalan dimasukan kedalam jadwal kegiatan
harian, jika dilakukan secara mandiri, beri tanda (M), jika masih dibantu
oleh perawat atau teman, beri tanda (B)”
c) Kontrak yang akan Datang :
 Topik : “Bagaimana jika besok kita berdiskusi cara berkenalan `
dengan 3-4 orang?”
 Waktu : “Bapak ingin jam berapa? Bagaimana jika jam 11.00?”
 Tempat : “Mau dimana bapak berdiskusi? Seperti biasa ya pak di
teras belakang. Sampai jumpa besok, saya permisi.
Assalamualaikum.”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 23 Januari 2019/ 14.00

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mengatakan : S: pasien mengatakan :
 Masih sedikit malu namun sudah  Sudah berani berkenalan
mampu berkenalan dengan dengan teman-teman
orang lain  Senang berkenalan dengan
 Memiliki sedikit teman orang lain

Do : Pasien tampak : O: pasien tampak :


 Menyendiri  Sudah mampu berkenalan
 Tidak berinteraksi dengan orang dengan temannya
lain  Hanya berkenalan tanpa
mengembangkan topik
Diagnosa keperawatan :  Tenang
Isolasi sosial  Kooperatif dalam melakukan
berkenalan
Tindakan keperawatan
 Memberi salam terapeutik A : Isolasi sosial berkurang
 Mengevaluasi jadwal kegiatan
harian klien. P:
 Melatih klien berkenalan dengan  Anjurkan pasien berlatih
2-3 orang berkenalan dengan orang lain
 Menganjurkan klien  Anjurkan pasien memasukan
memasukkan kegiatan latihan berkenalan ke dalam
berkenalan dengan 2-3 orang ke jadwal kegiatan harian pasien
dalam jadwal kegiatan harian
 Membuat kontrak selanjutnya
 Berpamitan

RTL :
 Evaluasi validasi jadwal
kegiatan harian klien
 Lanjutkan SP 3 isolasi sosial
mengembangkan topik dan
bercakap-cakap dalam kegiatan
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
ISOLASI SOSIAL

Hari / pertemuan : Kamis, 24 Januari 2019


SP / dx : bercakap cakap dalam kegiatan / Isolasi Sosial
Ruangan : Merak
Nama Klien : Tn. R

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
a) Data Subjektif
 Klien mengatakan malu berkurang saat berinteraksi dengan orang lain,
sudah mengenal banyak teman
b) Data Objektif
 Klien tampak menyendiri.
 Klien tidak berinteraksi dengan orang lain.

2. Diagnosa Keperawatan
Isolasi Sosial.

3. Tujuan
a) Klien dapat mengevaluasi jadwal kegiatan harian.
b) Melatih klien melakukan percakapan saat melakukan kegiatan
c) Klien dapat memasukan kegiatan berbincang dengan orang lain kedalam
jadwal kegiatan harian pasien.

4. Tindakan Keperawatan
a) Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien.
b) Melatih klien melakukan percakapn saat melakukan kegiatan
c) Menganjurkan klien memasukan minum obat kedalam jadwal kegiatan
harian.

C. Strategi Komunikasi
1. Fase Pra Interaksi
a) Mengenal diri sendiri
b) Mengenal perasaan sendiri
c) Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 15 menit.
d) Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang lebih
1 meter di halaman belakang kamar.
2. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik :
“Assalamualaikum pak selamat pagi.”
b. Evaluasi validasi :
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“Apakah sudah dipraktikan bagaimana teman bapak yang lain? Boleh saya
lihat jadwal kegiatan bapak? Wah bagus sekali pak saya nilai ya pak”
c. Kontrak :
 Topik : “Baiklah pak, sesuai janji kita kemarin saya akan berdiskusi
tentang cara bercakap cakap dalam melakukan kegiatan
 Waktu : “Berapa lama bapak ingin berdiskusi? Bagaimana kalau 15
menit?”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Bagaimana jika di teras
depan?”
d. Tujuan :
“baiklah pak tujuan kita berdiskusi pada hari ini adalah agar bapak bisa
semakin percaya diri memilih bnayak teman serta bisa mengembangkan
pembicaraan”
3. Fase Kerja

“Selama bapak berkenalan dengan teman teman bapak kemarin, apa saja yang
bapak bicarakan ? jadi bapak hanya menanyakan aspek yang kemarin kita
diskusikan saja? Baiklah pak, nanti jika bapak sudah berkenalan dengan
teman bapak, hendaknya bapak mulai mengembangkan percakapam,misalnya
teman bapak memiiki hobi bermain bola , bapak bisa menyakan seputar bola,
misalnya apa grub bola kesukaan kamu,? Atau siapa pemain idola
kamu?seperti itu pak , atau jika tidak bisa memulaidengan kegiatan, kita
membagikan makanan,atau menonton tv bersama denganlain
sebagainya.bapak mengerti ? karena sebentar lagi makan siang bapak bisa
langsung mempraktekannya. Sekarang bapak bisa bertanya kepada sya
mengenai hobi saya. Mari kita praktekkan kepada teman bapak” wah hebat
sekali bapak”

“Apakah ada yang ingin ditanyakan?”

“Baiklah mari kita masukan kedalam jadwal kegiatan harian, karna hari ini
masih dibantu kita beri tanda (B) ya pak.”

4. Fase Terminasi
a) Evaluasi Respon Pasien (Subjektif dan Objektif) :
S : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita berdiskusi tentang cara
mengembangkan topik dan bercakap cakap dalam melakukan kegiatan?
O : “bisa bapak praktekan kembali cara mengembangkan topik?
Yah bagus sekali bapak
b) Rencana Tindak Lanjut :
“diharapkan setelah kita berdiskusi pada hai ini bapak nisa
mempraktekkan secara mandiri, dan bapak semakin bnayak memiliki
teman tentunya .”
“Jangan lupa kegiatan berkanalan dimasukan kedalam jadwal kegiatan
harian, jika dilakukan secara mandiri, beri tanda (M), jika masih dibantu
oleh perawat atau teman, beri tanda (B)”
c) Kontrak yang akan Datang :
 Topik : “Bagaimana jika besok kita berdiskusi tentang kemampuan
yang bisa bapak kembangkan denga diri bapakapakah bapak bersedia?
 Waktu : “Bapak ingin jam berapa? Bagaimana jika jam 11.00?”
 Tempat : “Mau dimana bapak berdiskusi? Seperti biasa ya pak di
teras belakang. Sampai jumpa besok, saya permisi.
Assalamualaikum.”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 24 Januari 2019/ 11.00

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mengatakan : S: pasien mengatakan :
 Sudah tidak malu berkenalan  Senang bercakap-cakap
dengan orang lain dengan orang lain
 Sudah mengenal banyak orang  Dirinya tidak merasa sendiri

Do : Pasien tampak : O: pasien tampak :


 Sudah tidak menyendiri  Mampu mengembangkan
 Belum mengembangkan topik, topik
hanya berkenalan  Bercakap-cakap saat
melakukan kegiatan
Diagnosa keperawatan : membagikan makanan
Isolasi sosial  Tenang
 Kooperatif dalam melakukan
Tindakan keperawatan berkenalan
 Memberi salam terapeutik
 Mengevaluasi jadwal kegiatan A : Isolasi sosial teratasi
harian klien.
 Melatih klien melakukan P:
percakapan saat melakukan  Anjurkan terus bercakap-
kegiatan. cakap dengan temannya
 Membuat kontrak selanjutnya  Anjurkan memasukan ke
 Berpamitan dalam jadwal kegiatan harian
pasien
RTL :
 Evaluasi validasi jadwal
kegiatan harian klien
 SP 1 harga diri rendah mengkaji
aspek positif
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
HARGA DIRI RENDAH

Hari / pertemuan : Jumat, 25 Januari 2019


SP / dx : Mendiskusikan aspek positif yang dimiliki/Harga diri rendah
Ruangan : Merak
Nama Klien : Tn. R

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
a. Data Subjektif
 Klien mengatakan dirinya merasa tidak berharga
 Merasa dirinya tidak berguna bagi orang lain
 Tidak diinginkan orang lain
b. Data Objektif
 Klien tampak mengkritik diri sendiri
 Klien banyak menuduh
 Tidak bersemangat

2. Diagnosa Keperawatan
Harga diri rendah

3. Tujuan
a) Klien dapat mengidentifikasi kemamppuan dan aspek positif yang
dimilikinya
b) Klien dapat menilai kemampuan yang dapat dilakukan
c) Klien dapat menetapkn dan memilih kegiatan sesuai dengan
kemampuannya
d) Klien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih sesuai kemampuannya
4. Tindakan Keperawatan
a. Mengidentifikasi kemamppuan dan aspek positif yang dimilikinya
b. Melatih kemampuan pertama yang dipilih
c. Menganjurkan pasien memasukkan latihan kemampuan pertama kedalam
jadwal kegiatan harian

B. Strategi Komunikasi
1. Fase Pra Interaksi
a. Mengenal diri sendiri
b. Mengenal perasaan sendiri
c. Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 15 menit.
d. Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang lebih
1 meter di halaman belakang kamar.

2. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik :
“Assalamualaikum pak selamat sore.”
b. Evaluasi validasi :
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“Apakah sudah dipraktekkan cara bercakap cakap dalam kegiatan?
Kegiatan apa yang bappak lakukan secara bersama sama? Membagikan
makanan? Wah bagus sekali, bolrh saya lihat jadwal kegiatan harian
bapak? Wah bagus sekali saya beri nilai yak pak”
c. Kontrak :
 Topik : “Baiklah pak, sesuai janji kita kemarin saya akan berdiskusi
tentang kegiatan yang bapak ingin lakukan
 Waktu : “Berapa lama bapak ingin berdiskusi? Bagaimana kalau 15
menit?”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Bagaimana jika di teras
kamar?”
d. Tujuan :
“Tujuan dari diskusi kita pada sore hari ini adalah agar bapak dapat
mempraktekkan kemampuan yang mampu bapak lakukan”
3. Fase Kerja
“ Bagaimana bapak bisa merasa seperti itu? Bisa bapak sebutkan apa yang
menyebabkan bapak merasa tidak berguna?
“ Apa bapak tahu kerugiannya jika bapak merasa seperti itu?
“ Iya banyak sekali, salah satunya yaitu bapak tidak akan pernag bngga pada diri
sendiri.
“ Karena bapak mengatakan merasa tidak berguna bagaimana jika sekrang kita
sama sama menilai kemampuan yang bapak milikiuntuk dilatih dan
dikembangkan “
“ Coba pikirkan apa saja kemampuan kegiatan yang pernah bapak lakukan?
bagus ada lagi? Saya buat daftarnya ya pak
“ Wah bagus sekali, ada 3 kemampuan yang bapak miliki, yaitu mengelap kaca,
mengepel pantai, dan menggambar”
“ Coba sekarang bapak pilih mana kegiatan yang akan kita lakukan hari ini? “
“ Bagus skali bapak memilih mengelap kaca ? apa saja alat yang dibutuhkan
untuk mengelap kaca?sebelumnya apakah bapak paham pengertian mengelap
kaca? Apa saja alat yang dibutuhkan untuk mengelap kaca?lalu bisa bapak
sebutkan baaimana cara mengelap kaca?cara mengelap kaca , apa manfaat dari
mengelap kaca? Apa akibat jika kaca tidak dilap”
“ Karena bapak sudah menjawab pertanyan yang saya tanyakan, sekarang saya
akan menjelaskan pengertian, alat yang dibutuhkan, cara mengelap kaca yang
benar, manfaat dan akibat jika kaca tidak dilap”
“ Menelap kaca adalah kegiatan membersihkan kaca dari debu dan kotoran
terhindar dari bakteri dan peyakit, alat yang dibutuhkan adalah lap dan
semprotan kaca, caranya adalah semprotkan pembersih kaca lalu lap dari atas
ke bawah dengan satu arah dan tidak boleh diulang ulang, apakah bapak sudah
mengerti ? sekarang kita praktekkan yah pak, pertama tama akan saya
contohkan terlebih dahulu, setelah itu bapak praktekkan ya, bagus sekali pak “
“ Seperti itu caranya. Nanti jika sudah selesai alatnya dirapihkan ya pak. Apa ada
yang ingin ditanyakan? “
“Baiklah mari kita masukan kedalam jadwal kegiatan harian, karna hari ini
masih dibantu kita beri tanda (B) ya pak.”

4. Fase Terminasi
a. Evaluasi Respon Pasien (Subjektif dan Objektif) :
S : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita berlatih mengelap kaca?”
O : “Bisa bapak sebutkan kembali pengertian, alat yang dibutuhkan, langkah
langkah, manfaat mengelap kaca serta akibat jika tidak menelap kaca?
b. Rencana Tindak Lanjut :
“Selanjutnya, diharapkan bapak dapat terus mempraktekan secara mandiri”
“Jangan lupa kegiatan berkanalan dimasukan kedalam jadwal kegiatan
harian, jika dilakukan secara mandiri, beri tanda (M), jika masih dibantu
oleh perawat atau teman, beri tanda (B)”
c. Kontrak yang akan Datang :
 Topik : “Bagaimana jika besok kitaberlatih kembali mengenai
kemampuan bapak yaitu mengepel ,apakah bapak bersedia?”
 Waktu : “Bapak ingin jam berapa? Bagaimana jika jam 09.00?”
 Tempat : “Mau dimana bapak berdiskusi? Seperti biasa ya pak di teras
depan, sampai jumpa besok, saya permisi. Assalamualaikum.”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 25 Januari 2019/ 12.00

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mengatakan : S: pasien mengatakan :
 Dirinya merasa tidak berharga  Belum terlalu mengerti cara
 Merasa dirinya tidak berguna mengelap kaca
bagi orang lain  Merasa lebih berharga
 Tidak diinginkan oleh orang lain  Senang karena kacanya bersih

Do : Pasien tampak : O: pasien tampak :


 Mengkritik diri sendiri  Semangat saat mengelap kaca
 Lebih banyak menunduk  Kooperatif saat diajarkan
 Tidak bersemangat  Belum lancar saat mengelap
kaca
Diagnosa keperawatan :
Harga Diri Rendah A : Harga diri meningkat

Tindakan keperawatan P:
 Mengidentifikasi tanda dan  Anjurkan pasien melatih cara
gejala harga diri rendah mengelap kaca
 Mengidentifikasi penyebab  Anjurkan pasien memasukan
harga diri rendah ke dalam jadwal kegiatan
 Mengidentifikasi akibat harga harian pasien
diri rendah
 Melatih kemampuan pertama
yang dipilih
 Mengajarkan pasien memasukan
latihan mengelap kaca kedalam
jadwal kegiatan
 Membuat kontrak selanjutnya
 Berpamitan

RTL :
 Evaluasi validasi jadwal
kegiatan harian klien
 Lanjutkan SP 1 HDR mengelap
kaca
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
HARGA DIRI RENDAH

Hari / pertemuan : Sabtu, 26 Januari 2019


SP / dx : Mendiskusikan aspek positif yang dimiliki/Harga diri rendah
Ruangan : Merak
Nama Klien : Tn. R

B. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
a. Data Subjektif
 Klien mengatakan dirinya merasa tidak berharga
 Merasa dirinya tidak berguna bagi orang lain
 Tidak diinginkan orang lain
b. Data Objektif
 Klien tampak mengkritik diri sendiri
 Klien banyak menuduh
 Tidak bersemangat

2. Diagnosa Keperawatan
Harga diri rendah

3. Tujuan
a. Klien dapat mengidentifikasi kemamppuan dan aspek positif yang
dimilikinya
b. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat dilakukan
c. Klien dapat menetapkn dan memilih kegiatan sesuai dengan
kemampuannya
d. Klien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih sesuai kemampuannya
4. Tindakan Keperawatan
a. Mengidentifikasi kemamppuan dan aspek positif yang dimilikinya
b. Melatih kemampuan pertama yang dipilih
c. Menganjurkan pasien memasukkan latihan kemampuan pertama kedalam
jadwal kegiatan harian

C. Strategi Komunikasi
1. Fase Pra Interaksi
a. Mengenal diri sendiri
b. Mengenal perasaan sendiri
c. Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 15 menit.
d. Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang lebih 1
meter di halaman belakang kamar.
2. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik :
“Assalamualaikum pak selamat sore.”
b. Evaluasi validasi :
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“Apakah sudah dipraktekkan cara bercakap cakap dalam kegiatan?
Kegiatan apa yang bappak lakukan secara bersama sama? Membagikan
makanan? Wah bagus sekali, bolrh saya lihat jadwal kegiatan harian
bapak? Wah bagus sekali saya beri nilai yak pak”
c. Kontrak :
 Topik : “Baiklah pak, sesuai janji kita kemarin saya akan berdiskusi
tentang kegiatan yang bapak ingin lakukan
 Waktu : “Berapa lama bapak ingin berdiskusi? Bagaimana kalau 15
menit?”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Bagaimana jika di teras
kamar?”
d. Tujuan :
“Tujuan dari diskusi kita pada sore hari ini adalah agar bapak dapat
mempraktekkan kemampuan yang mampu bapak lakukan”
3. Fase Kerja
“ Bagaimana bapak bisa merasa seperti itu? Bisa bapak sebutkan apa yang
menyebabkan bapak merasa tidak berguna?
“ Apa bapak tahu kerugiannya jika bapak merasa seperti itu?
“ Iya banyak sekali, salah satunya yaitu bapak tidak akan pernag bngga pada diri
sendiri.
“ Karena bapak mengatakan merasa tidak berguna bagaimana jika sekrang kita
sama sama menilai kemampuan yang bapak milikiuntuk dilatih dan
dikembangkan “
“ Coba pikirkan apa saja kemampuan kegiatan yang pernah bapak lakukan?
bagus ada lagi? Saya buat daftarnya ya pak
“ Wah bagus sekali, ada 3 kemampuan yang bapak miliki, yaitu mengelap kaca,
mengepel pantai, dan menggambar”
“ Coba sekarang bapak pilih mana kegiatan yang akan kita lakukan hari ini? “
“ Bagus skali bapak memilih mengelap kaca ? apa saja alat yang dibutuhkan
untuk mengelap kaca?sebelumnya apakah bapak paham pengertian mengelap
kaca? Apa saja alat yang dibutuhkan untuk mengelap kaca?lalu bisa bapak
sebutkan baaimana cara mengelap kaca?cara mengelap kaca , apa manfaat dari
mengelap kaca? Apa akibat jika kaca tidak dilap”
“ Karena bapak sudah menjawab pertanyan yang saya tanyakan, sekarang saya
akan menjelaskan pengertian, alat yang dibutuhkan, cara mengelap kaca yang
benar, manfaat dan akibat jika kaca tidak dilap”
“ Menelap kaca adalah kegiatan membersihkan kaca dari debu dan kotoran
terhindar dari bakteri dan peyakit, alat yang dibutuhkan adalah lap dan
semprotan kaca, caranya adalah semprotkan pembersih kaca lalu lap dari atas
ke bawah dengan satu arah dan tidak boleh diulang ulang, apakah bapak sudah
mengerti ? sekarang kita praktekkan yah pak, pertama tama akan saya
contohkan terlebih dahulu, setelah itu bapak praktekkan ya, bagus sekali pak “
“ Seperti itu caranya. Nanti jika sudah selesai alatnya dirapihkan ya pak. Apa ada
yang ingin ditanyakan? “
“Baiklah mari kita masukan kedalam jadwal kegiatan harian, karna hari ini
masih dibantu kita beri tanda (B) ya pak.”

4. Fase Terminasi
a. Evaluasi Respon Pasien (Subjektif dan Objektif) :
S : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita berlatih mengelap kaca?”
O : “Bisa bapak sebutkan kembali pengertian, alat yang dibutuhkan, langkah
langkah, manfaat mengelap kaca serta akibat jika tidak menelap kaca?
b. Rencana Tindak Lanjut :
“Selanjutnya, diharapkan bapak dapat terus mempraktekan secara mandiri”
“Jangan lupa kegiatan berkanalan dimasukan kedalam jadwal kegiatan
harian, jika dilakukan secara mandiri, beri tanda (M), jika masih dibantu
oleh perawat atau teman, beri tanda (B)”
c. Kontrak yang akan Datang :
 Topik : “Bagaimana jika besok kita kemampuan bapak yang kedua
yaitu mengepel lantai, apakah bapak bersedia?”
 Waktu : “Bapak ingin jam berapa? Bagaimana jika jam 09.00?”
 Tempat : “Mau dimana bapak berdiskusi? Seperti biasa ya pak di teras
depan, sampai jumpa besok, saya permisi. Assalamualaikum.”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 26 Januari 2019/ 11.00

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mengatakan : S: pasien mengatakan :
 Dirinya merasa tidak berharga  Sudah mengerti cara mengelap
 Merasa dirinya tidak berguna kaca
bagi orang lain  Merasa lebih berharga
 Tidak diinginkan oleh orang lain  Senang karena kacanya bersih

Do : Pasien tampak : O: pasien tampak :


 Mengkritik diri sendiri  Semangat saat mengelap kaca
 Lebih banyak menunduk  Kooperatif saat diajarkan
 Tidak bersemangat  Dapat mengelap kaca dengan
bersih
Diagnosa keperawatan :
Harga Diri Rendah A : Harga diri meningkat

Tindakan keperawatan P:
 Mengidentifikasi tanda dan  Anjurkan pasien melatih cara
gejala harga diri rendah mengelap kaca
 Mengidentifikasi penyebab  Anjurkan pasien memasukan
harga diri rendah ke dalam jadwal kegiatan
 Mengidentifikasi akibat harga harian pasien
diri rendah
 Mengidentifikasi kemampuan
pasien
 Melatih kemampuan pertama
yang dipilih
 Mengajarkan pasien memasukan
latihan mengelap kaca ke dalam
jadwal kegiatan
 Membuat kontrak selanjutnya
 Berpamitan

RTL :
 Evaluasi validasi jadwal
kegiatan harian klien
 Lanjutkan SP 2 HDR mengepel
lantai
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
HARGA DIRI RENDAH

Hari / pertemuan : Senin, 28 Januari 2019


SP / dx : Mendiskusikan aspek positif ke 2yang dimiliki/Harga diri rendah
Ruangan : Merak
Nama Klien : Tn. R

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
a. Data Subjektif
 Klien mengatakan dirinya merasa tidak berharga
 Merasa dirinya tidak berguna bagi orang lain
 Tidak diinginkan orang lain
b. Data Objektif
 Klien tampak mengkritik diri sendiri
 Klien banyak menuduh
 Tidak bersemangat
2. Diagnosa Keperawatan
Harga diri rendah
3. Tujuan
a. Klien dapat mengidentifikasi kemamppuan dan aspek positif yang dimilikinya
b. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat dilakukan
c. Klien dapat menetapkn dan memilih kegiatan sesuai dengan kemampuannya
d. Klien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih sesuai kemampuannya
4. Tindakan Keperawatan
a) Mengidentifikasi kemamppuan dan aspek positif yang dimilikinya
b) Melatih kemampuan pertama yang dipilih
c) Menganjurkan pasien memasukkan latihan kemampuan keduaa kedalam
jadwal kegiatan harian
B. Strategi Komunikasi
1. Fase Pra Interaksi
a. Mengenal diri sendiri
b. Mengenal perasaan sendiri
c. Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 15 menit.
d. Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang lebih 1
meter di halaman belakang kamar.
2. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik :
“Assalamualaikum pak selamat pagi.”
b. Evaluasi validasi :
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“apakah sudah dipraktekkan cara cara menegelap kaca? Kaca mana saja
yang sudah bapak lap? Caba sebutkn lagi cara mengelap kaca?Wah bagus
sekali, boleh saya lihat jadwal kegiatan harian bapak? Wah bagus sekali
saya beri nilai yak pak
c. Kontrak :
 Topik : “Baiklah pak, sesuai janji kita kemarin hari ini kita akan
berlatih kembali kegiatan yangsudah kita lakukan yaitu mengepel
 Waktu : “Berapa lama bapak ingin berdiskusi? Bagaimana kalau 20
menit?”
 Tempat : “Bapak ingin berdiskusi dimana? Bagaimana jika di teras
kamar?”
d. Tujuan :
“Tujuan dari diskusi kita pada sore hari ini adalah agar bapak dapat
mempraktekkan cara mnegepel lantai yang benar, dan agar lantai menjadi
berih dan wangi”
3. Fase Kerja
“Selama bapak berada disini apakah bapak pernah mengepel lantai? Lalu bisa
bapak jelaskan pengertian mengepel lantai apa alat yang dibutuhkan untuk
mengepel lantai? Lalu bagaimana cara mengepel lantai?? Apa manfaanya jika
kita menegpel lantai apa akibatnya jika kita tidak mengepel lantai? Baiklah
karena bapak sudah menjawab dengan baik pertanyaan saya, sekarang saya
akan jelaskan kepada bapak tentang pengertian mengepel lantai, adalah
membersihkan lantai dengan menggunakan air bersih agar lantai menjadi
bersih dan wangi. Serta terhindar dari kuman, alat yang dibutuhkan adalah
kain pel, pembersih lantai dan ember yang berisi air bersih, caranya adalah
seperti ini, pertama bapak siapkandahulu alat dan bahannyakedua bapak isi
ember dengan air bersih kemudian masukkan pembersih lanatai kurang lebih
satu tutup botol. Jangan ganti pembersih lantai menggunakan detergen karena
akan licin,kemudian maukkan kain pel lalu diperas kain pel sampai tidak
terlalu basah kemudian mulailah mengepel dari pojok ruangan, gerakkan kain
pel sampai seluruh permukaan lantai tertangani, bilas kain pel didalam ember
setiap beberapa saat, jika sudah selesai , biarkan lantai sampai kering dan
jangan diinjak sebelum lantai benar benar keringsetelah itu cuci kaian pellalu
buang air bekas mengepel tadi. Manfaat dari mengepel lantai adalah agar
lantai menjadi bersih, wangi dan terhindr dri kuman, akibatnya jika lantai
tidak dipel adalah lantai menjadi bau,tidak bersih, dan banyak kuman
penyakit, apakah sudah mengerti. Bisa bapak ulangi apa yang saya jelaskan?
Bagus sekali, bagaiman jika sekarang kita praktekkan saja , sebelumnya saya
akan praktekkan dulu, setelah itu bapak praktek ya. Wa hebat sekali bapak
sedah melakukanny “Baiklah mari kita masukan kedalam jadwal kegiatan
harian, karna hari ini masih dibantu kita beri tanda (B) ya pak.”

4. Fase Terminasi
a. Evaluasi Respon Pasien (Subjektif dan Objektif) :
S : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita berlatih mengepel lantai?”
O : “bisa bapak sebutkan kembali pengertian, alat yang dibutuhkan, langkah
langkah, manfaat mengepel lantai serta akibat jika tidakmengepel lantai?
b. Rencana Tindak Lanjut :
“Selanjutnya, diharapkan bapak dapat terus mempraktekan secara mandiri”
“Jangan lupa kegiatan berkanalan dimasukan kedalam jadwal kegiatan harian,
jika dilakukan secara mandiri, beri tanda (M), jika masih dibantu oleh
perawat atau teman, beri tanda (B)”
c. Kontrak yang akan Datang :
 Topik : “Bagaimana jika besok kita berlatih kembali mengenai
kemampuan bapak yang ketiga yaitu menggambar apakah bapak
bersedia?”
 Waktu : “Bapak ingin jam berapa? Bagaimana jika jam 09.00?”
 Tempat : “Mau dimana bapak berdiskusi? Seperti biasa ya pak di
teras depan. Sampai jumpa besok, saya permisi,
Assalamu’alaikum”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 28 Januari 2019/ 10.35

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mengatakan : S: pasien mengatakan :
 Merasa tidak berguna  Merasa dirinya berguna bagi
 Dirinya tidak diinginkan orang lain
 Senang karena lantainya bersih
Do : Pasien tampak :
 Mengkritik diri sendiri O: pasien tampak :
 Lebih banyak menunduk  Dapat menyebutkan
 Tidak bersemangat pengertian, alat, langkah,
manfaat mengepel lantai serta
Diagnosa keperawatan : akibat tidak mengepel lantai
Harga Diri Rendah  Mampu melakukan mengepel
lantai dengan baik
Tindakan keperawatan  Lebih percaya diri
 Mengevaluasi jadwal kegiatan  Bersemangat
klien
 Membantu klien memilih dan A : Harga diri meningkat
melatih kemampuan ke2 yang
dipilih mengepel lantai P:
 Menganjurkan pasien  Anjurkan pasien selalu melatih
memasukan latihan mengelap mengepel lantai diruangan
kaca ke dalam jadwal kegiatan  Anjurkan pasien memasukan
ke dalam jadwal kegiatan
RTL : harian pasien
 Evaluasi validasi jadwal
kegiatan harian klien
 Lanjutkan SP 3 HDR
menggambar
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
HARGA DIRI RENDAH

Hari / pertemuan : Selasa, 29 Januari 2019


SP / dx : Mendiskusikan aspek positif ke 3 yang dimiliki / Harga diri
rendah
Ruangan : Merak
Nama Klien : Tn. R

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
a. Data Subjektif
 Klien mengatakan dirinya merasa tidak berharga
 Merasa dirinya tidak berguna bagi orang lain
 Tidak diinginkan orang lain
b. Data Objektif
 Klien tampak mengkritik diri sendiri
 Klien banyak menuduh
 Tidak bersemangat

2. Diagnosa Keperawatan
Harga diri rendah
3. Tujuan
a. Klien dapat mengidentifikasi kemamppuan dan aspek positif yang
dimilikinya
b. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat dilakukan
c. Klien dapat menetapkn dan memilih kegiatan sesuai dengan
kemampuannya
d. Klien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih sesuai kemampuannya
4. Tindakan Keperawatan
a. mengidentifikasi kemamppuan dan aspek positif yang dimilikinya
b. melatih kemampuan pertama yang dipilih
c. menganjurkan pasien memasukkan latihan kemampuan ketigaa kedalam
jadwal kegiatan harian

B. Strategi Komunikasi
1. Fase Pra Interaksi
a. Mengenal diri sendiri
b. Mengenal perasaan sendiri
c. Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 15 menit.
d. Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang lebih
1 meter di halaman belakang kamar.
2. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik :
“Assalamualaikum pak selamat pagi.”
b. Evaluasi validasi :
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“apakah sudah dipraktekkan cara cara mengepel lantai yang kita palajari
kemarin? Ruangan man yang sudah bapak pel? Sekarang lantainya jadi
bersih ya, boleh saya lihat jadwal kegiatan harian bapak? Wah bagus
sekali saya beri nilai yak pak
c. Kontrak :
 Topik : “Baiklah pak, sesuai janji kita kemarin hari ini kita akan
melatih kemampuan bapak yaitu menggambar dan mewarnai
 Waktu : “kita akan berlatih menggambar dan mewarnai selama 20
menit
 Tempat : untuk tempatnya bagaimana jika di teras belakang?”
d. Tujuan :
“Tujuan kita berlatih bapak hari ini adalah agar bapak dapat mengembangkan
kemampuan yang bapak miliki, serta bapak dapat menggambarkan perasaan
bapak

3. Fase Kerja
“Selama bapak berada disini , gambar apa saja yang biasa bapak gambarkan?saya
lihat gambarnya? Wah bagus sekali. Sejak kapan bapak senang menggambar? Alat
apa sajayang digunakan untuk menggambar? Bagaimana langkah-langkah
menggambar? Apa manfaaat dari menggambar? Baiklah karena bapak sudah
menjawab pertanyaan saya saya akan menjelaskan mengenai kegiatan
menggambar, menggambaradalah suatu kegiatan menggambarkan suatu bentuk
diatas kertas dengan menggunakan berbagai macam warna. Alat yang dibutuhkan
adalah pensil, kertas, dan pensil warna atau pewarna lainnya seperti crayon, spidol
dan lain sebagainya.langkah-langkah dari menggambar yaitu yang pertama, buat
gambar menggunakan pensil terlebih dahulu agar masih bisa dihapus salah.
Kemudian warna sesuai selera suasana hati bapak. Manfaat dari menggambar
bapak dapat mengekspresikan atau menggamarkan perasaan bapak ,bapak dapat
mengembangkan bakat yang bapak miliki. Selain itu menggambar juga dapat
mencerdaskan otak bapak, selain itu saya akan memberitatahukan keuntungan jika
bapak terus mengembangkan dan melatih kemampuan menggambar yang bapak
miliki, bapak dapat menjadikan gambar bapak menjadi nilai jual yang tinggi ,
tingkatkan terus ya pak,bapak dapat berlatih diwaktu waktu kosong atau sedan
tidak ada pekerjaan, baiklah sampai sini apakah ada yang ditanyakan? Jika tidak
ada bapak bisa mulai menggambar, sekarang kita masukkan kedalam jadwal
kegiatan harian, karna hari ini masih dibantu kita beri tanda (B) ya pak.”
4. Fase Terminasi
a. Evaluasi Respon Pasien (Subjektif dan Objektif) :
S : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita berlatih menggambar dan
mewarnai
O : “Boleh saya lihat gambar bapak?wah bagus sekali pak gambarnya, bisa
disebutkan kembali pengertian alat,langkah, manfaat, dan keuntungan
dari menggambar ? wah hebat sekali pak”
b. Rencana Tindak Lanjut :
“Selanjutnya, diharapkan bapak dapat terus mempraktekan secara mandiri”
“Jangan lupa kegiatan berkanalan dimasukan kedalam jadwal kegiatan harian,
jika dilakukan secara mandiri, beri tanda (M), jika masih dibantu oleh perawat
atau teman, beri tanda (B)”
c. Kontrak yang akan Datang :
 Topik : “Bagaimana jika besok kita berlatih kembali mengenai obat
bapak belum mengetahui obat baru yang bapak dapatkan
 Waktu : “Bapak ingin jam berapa? Bagaimana jika jam 10.00?”
 Tempat : “Mau dimana bapak berdiskusi? Seperti biasa ya pak di
teras belakang. Sampai jumpa besok, saya permisi.
Assalamualaikum.”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 29 Januari 2019/ 10.35

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mengatakan : S: pasien mengatakan :
 Merasa tidak berguna  Senang menggambar
 Dirinya sedikit dibutuhkan  Dirinya merasa berguna bagi
Do : Pasien tampak : orang lain
 Tidak mengkritik diri sendiri
 Kontak mata jarang O: pasien tampak :
 sedikit bersemangat  Dapat menggambar dan
menggunakan warna dengan
Diagnosa keperawatan : baik
Harga Diri Rendah  Mampu menyebutkan
pengertian, alat, langkah,
Tindakan keperawatan manfaat dan keuntungan
 Mengevaluasi jadwal kegiatan menggambar.
klien  Lebih percaya diri
 Membantu klien memilih dan  Bersemangat
melatih kemampuan ke3
menggambar A : Harga diri meningkat
 Menganjurkan pasien
memasukan ke dalam jadwal P:
kegiatan  Anjurkan pasien menggambar
jika ada waktu kosong
RTL :  Anjurkan pasien terus
 Evaluasi validasi jadwal mengembangkan bakat yang
kegiatan harian klien dimilikinya
 Lanjutkan SP 1 defisit  Anjurkan pasien memasukan
perawatan diri ke dalam jadwal kegiatan
harian pasien
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
DEFISIT PERAWATAN DIRI

Hari/ pertemuan : Rabu, 30 januari 2019


Sp/dx : Perawatan diri : Mandi /defisit perawatan diri
Ruangan : Merak
Nama klien : Tn. R

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
a. Data subjektif
Pasien mengatakan dirinya malas mandi
b. Data objektif
Rambut pasien terlihar kotor, badan pasien tercium bau
2. Diagnosa keperawatan
Defisit perawatan diri
3. Tujuan tindakan keperawatan
a. Pasien dapat mengetahui tanda dan gejala defisit perawatan diri
b. Pasien dapat mengetahui penyebab defisit perawatan diri
c. Pasien dapat mengetahui akibat defisit perawatn diri
d. Pasien dapat melakukan latihan merawat diri mandi
e. Pasien dapat memasukan latihan perawatan diri:berdandan ,berhias
kedalam kegiatan harian

4. Tindakan keperawatan
a. Mengidentifikasi tanda dan gejala defisit perawatan diri
b. Mengidentifikasi penyebab defisit perawatan diri
c. Mengidentifikasi akibat defisit perawatan diri
d. Melatih pasien merawat diri : mandi
e. Membantu pasien memasukan latihan perawatan kebersihan diri :
berdandan dan berhias kedalam kegiatan harian

B. STRATEGI KEPERAWATAN
1. Fase Pra Interaksi
a. Mengenal diri sendiri
b. Mengenal perasaan sendiri
c. Diskusi akan dilakukan jam 15.00 WIB sekitar 15 menit.
d. Saya akan duduk berhadapan dengan klien saya dengan jarak kurang
lebih 1 meter di halaman belakang kamar.
2. Fase orientasi
a. Salam terapeutik
“Assalamu’alaikum, selamat pagi pak”
b. Evaluasi validasi
“Bagaimana perasaan bapak hari ini ?
“Bapak pagi ini sudah mandi?”
c. Kontak
 Topik :
‘’bagaimana kita berdiskusi tentang alasan bapak tidak merawat /
mandi?
 Waktu :
“untuk waktunya 15 menit
 Tempat
“bapak mau berdiskusi dimana ?’’bagaimana kalau didepan teras?
d. Tujuan
‘’Tujuan kita berdiskusi saat ini untuk mengetahui alasan bapak tidak mandi,
tanda tanda orang yang tidak merawat diri, akibatnya apabila bapak tidak
mandi dan juga membantu dalam latihan mandi.
3. Fase kerja
“Berapa kali bapak mandi dalam sehari?”
“apakah bapak sudah mandi hari ini?”
“menurut bapak apakah kegunaan mandi?”
“Apa alasan bapak sehingga bapak tidak merawat diri : mandi?”
“menurut bapak, apakah manfaatnya jika tidak dapat merawat diri?”
“kira-kira tanda tanda orang yang tidak merawat diri seperti apa yak pak?”
“menurut bapak, kalau mandi itu kita harus bagaimana caranya?
“sebelum mandi apa yang perlu kita persiapkan? Ya benar, ada sabun,sampo, lalu
ada apa lagi ya? Ya benar”
“bagaimana bapak apakah sudah mengerti apa yang harus dipersiapkan sebelum
mandi?” ya bagus, jangan lupa handuk untuk mengeringkan badan.
“baiklah karena pagi ini bapak juga belum mandi, bagaimana kalau sekarang
bapak mandi. Caranya pertama siram seluruh tubuh bapak termasuk rambut, lalu
ambil sampo, gosokan kekepala bapak sampai berbusa, lalu bilas sampai bersih
ya bagus begitu caranya ya,
“lalu, ambil sabun kemudian gosokkan pada seluruh tubuh ibu secara merata lalu
siram dengan air smpai bersih.
“setelah itu sikat gigi bapak, caranya taruh pasta giginya gososkkan mulai dari
atas kebawah. Cara menggosokannya searah kemudian kumur-kumur sampai
bersih . setelah itu, bapak mulai keringkan seluruh tubuh bapak dengan handuk.”

4. Fase terminasi
1. Evaluasi validasi
a. Subjektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah mandi?”
b. Objektif
‘’Coba sebutkan kembali bagaimana cara mandi yang sudah dilakukan
tadi?ya,bagus “
2. Rencana tindak lanjut
“Diharapkan bapak bisa melakukan berdandaan dan berhias setiap habis mandi
dan diberi tanda jika sudah melakukannya sesuai dengan pilihan seperti (M)
mandiri apabila dilakukan sendiri, (B) bantuan apabila diingatkan dan habis
dilakukan, (T) tidak apabila tidak melakukan, apakah bapak mengerti?”
3. Kontrak yang akan datang
a. Topik
‘’Setelah kita berdiskusi, saya harap bapak bisa mempraktekan setiap hari .
bagaimana jika besok kita latihan tentang berhias/berdandan?
b. Waktu
“Jam berapa bapak ingin kita berdiskusi, bagaimana jika jam 10?’’
c. Tempat
“Dimana kita akan berdiskusi? Bagaimana jika di teras belakang? baiklah,
kalau begitu saya permisi dulu, Assalamu’alaikum”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 30 Januari 2019/ 17.00

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mnegatakan : S: pasien mengatakan :
 Pasien mengatakan dirinya  Pasien mengatakan sudah mandi,
malas mandi menyampo, dan gosok gigi.
Do : O: pasien tampak :
 Rambut pasien terlihar kotor,  Pasien terliat bersih
badan pasien tercium bau
 Tidak tercium bau
A : defisit perawatan diri berkurang
Diagnosa keperawatan
P:
Defisit keperawatn diri
Tindakan keperawatan  Anjurkan mandi secara benar
dan mandiri tanpa disuruh oleh
 Mengidentifikasi tanda dan
perawat .
gejala defisit perawatan diri
 anjurkan pasien melakukan
 Mengidentifikasi penyebab
kegiatan kedalam jadwal
defisit perawatan diri
kegiatan harian.
 Mengidentifikasi akibat defisit
perawatan diri
 Melatih pasien merawat diri :
mandi
 Membantu pasien memasukan
latihan perawatan kebersihan
diri : berdandan dan berhias
kedalam kegiatan harian
RTL :
 Evaluasi jadwal kegiatan harian
klien
 Lanjutkan SP 2 defisit
perawatan diri : berhias
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
DEFISIT PERAWATAN DIRI

Hari/pertemuan : Kamis, 31 Januari 2019


Sp/dx : Perawatan diri : Berhias / Defisit perawatan diri
Ruangan : Merak
Nama klien : Tn.R

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
a. Data subjektif
Pasien mengatakan dirinya malas berdandan (berpakaian, menyisir rambut )
b. Data objektif
Pasien tampak :
- Rambut berantakan
- Wajah telihat kusam
- Pakaian pasien terlihat kotor dan kurang rapih
2. Diagnosa keperawatan
Defisit perawatan diri
3. Tujuan tindakan keperawatan
a. Pasien dapat mengetahui perawatan kebersihan diri: berdandan, berhias
dari meliputi cara berdandan, peralatan dan manfaat dan kerugian tidak
berdandan
b. Pasien dapat melakukan perawatan kebersihan diri berdandan dan berhias
c. Pasien dapat memasukan latihan perawatan diri:berdandan ,berhias
kedalam kegiatan harian
4. Tindakan keperawatan
a. Menyelesaikan dan melatih pasien perawatan kebersihan diri:berdandan dan
berhias (peralatan, cara, manfaat dan kegiatan tidak berdandan )
b. Membantu pasien memasukan latihan perawatan kebersihan diri : berdandan
dan berhias kedalam kegiatan harian

B. STRATEGI KEPERAWATAN
1. Fase orientasi
a. Salam trepeutik
“Assalamu’alaikum, selamat pagi pak”
b. Evaluasi validasi
“Bagaimana perasaan bapak hari ini ?
“Bagaimana mandinya? Sudah dilakukan? wah bagus ya, sudah dimasukan ke
dalam jadwal ha'rian bapak ? boleh saya lihat jadwal harian bapak ? wah
bagus sekali, saya nilai ya pak”
c. Kontak
 Topik :
“Baiklah sesuai dengan kontak waktu yang kemarin, kita akan berdiskusi
tentang cara berdandan,berhias, manfaat berdandan, kerugian apabila
tidak berdandan dan berhias?”
 Waktu :
“Waktunya kurang lebih 20 menit”
 Tempat
“Bapak mau berdiskusi dimana ? bagaimana kalau didepan teras?”
d. Tujuan
“Agar bapak dapat mengetahui cara berdandan dan berhias serta dapat
melakukannya secara mandiri ”
2. Fase kerja
“Sudah ganti pakaian belum pak sehabis mandi pagi ?’’ya, bagus
“Bagaimana penilaian bapak jika tidak berdandan dan berhias ? betul sekali,
jadi terlihat tidak rapi ya pak, bisa bapak sebutkan apa saja macam dari berhias?
Iya betul, seperti menyisir rambut dan berpakaian yang rapi”
“Baiklah menurut bapak bagaimana menyisir rambut?” benar sekali, akan saya
jelaskan lagi ya pak bagaimana cara menyisir yang benar agar terlihat rapi, jadi
menyisir rambut yang benar dimulai dari sisir rambut secara perlahan dari
bagian yang tinggi pangkal?’’apakah bapak sudah mengerti?”ya, pak kalau
begitu kita coba praktekan sekarang, baiklah setelah itu kita masukkan ke dalam
jadwal kegiatan harian bapak ya pak, karena saat ini masih saya bantu, kita tulis
(B) ya pak’’

3. Fase terminasi
1. Evaluasi validasi
a. Subjektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah berdandan dan berhias?”
b. Objektif
“Coba sebutkan kembali bagaimana cara menyisir yang benar yang sudah
dilakukan tadi ?ya,bagus
2. Rencana tindak lanjut
“Diharapkan bapak bisa melakukan berdandaan dan berhias setiap habis mandi
dan diberi tanda jika sudah melakukannya sesuai dengan pilihan seperti (M)
mandiri apabila dilakukan sendiri, (B) bantuan apabila diingatkan dan habis
dilakukan, (T) tidak apabila tidak melakukan, apakah bapak mengerti?”
3. Kontrak yang akan datang
a. Topik
“Setelah kita berdiskusi, saya harap bapak bisa mempraktekan setiap hari
.bagaimana jika besok kita latihan tentang kemampuan yang bapak punnya
apakah bapak bersedia?”
b. Waktu
“Saya ingin kita berdiskusi jam 09.00,’’apakah bapak bersedia?’’
c. Tempat
“Kita akan berdiskusi didepan teras, apakah bapak bersedia?’’baiklah, kalau
begitu saya permisi dulu ya pak, Assalamu’alaikum”
IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama : Tn R

RM : 00002587

Ruangan : Merak

Tanggal/jam : 31 Januari 2019/ 10.00

Implementasi Catatan perkembangan


Ds : pasien mnegatakan : S: pasien mengatakan :
 Pasien mengatakan dirinya malas  Pasien mengatakan merasa
berdandan (berpakaaian, menyisir senang
rambut ) O: pasien tampak :
Do :  Pasien terlihat bersih
 Rambut berantakan, wajah telihat  Rambut tidak berantakan
kusam, pakaian pasien terlihat kotor  Berpakaian rapih
dan kurang rapih 
 A : defisit perawatan diri berkurang
Diagnosa keperawatan P:
Defisit keperawatn diri  Anjurkan pasien
melakukannya setiap hari
Tindakan keperawatan tanpa disuruh oleh perawat .
 Menyelesaikan dan melatih pasien  anjurkan pasien melakukan
perawatan kebersihan diri:berdandan kegiatan kedalam jadwal
dan berhias (peralatan, cara, manfaat kegiatan harian.
dan kegiatan tidak berdandan )
 Membantu pasien memasukan latihan
perawatan kebersihan diri : berdandan
dan berhias kedalam kegiatan harian
RTL :
 Evaluasi jadwal kegiatan harian klien