You are on page 1of 10

1

PENGEMBANGAN SOAL BERBASIS BERPIKIR KREATIF PADA MATERI PERUBAHAN


LINGKUNGAN DAN IMPLEMENTASINYA DI SMA NEGERI 3 PALEMBANG

Siti Rohani1*, Fajri Ismail2, Erie Agusta3


1,3
Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Raden Fatah Palembang. Jl.
Prof. K.H. Zainal Abidin Fikri No 1A KM 3.5, Palembang 30126, Indonesia
2
Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Raden Fatah Palembang.
Jl. Prof. K.H. Zainal Abidin Fikri No 1A KM 3.5, Palembang 30126, Indonesia

* E-mail: sitirohani307@gmail.com
Telp: +62-858-4027-4790

Abstract
This research is motivated by the lack of use of questions that can train students' ability to think
creatively in problem solving. The problem used when evaluating learning, especially material for
environmental change, is only in the C1-C3 cognitive realm. This is caused by (1) the absence of teacher
knowledge about the problem of creative thinking (2) the teacher is only oriented towards the achievement
of material (3) lack of interest of the teacher in making creative thinking questions and knowing more
about the problem of creative thinking in the learning process. Based on these problems, the purpose of this
study is (1) to find out the characteristics of creative thinking questions (2) to develop a creative thinking
based problem that is feasible to use in Senior High School number 3 of Palembang by producing a product
in the form of a manual test. This research was conducted on 2 to 10 October 2018. This research is a
research and development that uses the development model of McIntire and Miller. Research methodology
(1) defining the test universe, audience and puprose; (2) developing a test plan; (3) compose the test items;
(4) write administration instruction; (5) conduct piloting test; (6) conduct item analysis; (7) revise the test;
(8) validation the test; (9) developing a norms; (10) complete manual test. The creative thinking indicators
used include fluency, flexibility, originality and elaboration in the form of 15 questions. The data analysis
technique uses Rasch modeling. The results obtained (1) the reliability value of the limited categorized trial
is quite good with a value of 0.79 (person reliability) and 0.68 (item reliability) with the Cronbach Alpha
value of 0.98 categorized good (2) large-scale trial for the categorized person reliability value ( 0.67) and
the item reliability is categorized as excellent (0.93). The results of the trials carried out twice eliminated
the questions as much as 4 items of questions (3) as a whole the research research instruments showed that
they were unidimensional and worthy of use.

Keywords: Creative thinking, Research and Development, Rasch, Essay

Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penggunaan soal yang dapat melatih kemampuan
peserta didik untuk berpikir kreatif dalam pemecahan masalah. Soal yang digunakan saat evaluasi
pembelajaran khususnya materi perubahan lingkungan hanya berada pada ranah kognitif C1-C3. Hal ini
disebabkan oleh (1) belum adanya pengetahuan guru mengenai soal berpikir kreatif (2) guru hanya
berorientasi pada pencapaian materi (3) kurangnya minat guru dalam pembuatan soal berpikir kreatif dan
mengetahui lebih lanjut mengenai soal berpikir kreatif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan
permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui karakteristik soal berpikir
kreatif (2) untuk mengembangkan soal berbasis berpikir kreatif yang layak digunakan di SMA Negeri 3
Palembang dengan menghasilkan produk berupa manual test. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2 sampai
dengan 10 Oktober 2018. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang menggunakan model
pengembangan McIntire dan Miller. Metodologi penelitian (1) defining the test universe, audience and
puprose; (2) developing a test plan; (3) compose the test items; (4) write the administration instruction; (5)
conduct piloting test; (6) conduct item analysis; (7) revise the test; (8) validation the test; (9) developing a
norms; (10) complete test manual. Indikator berpikir kreatif yang digunakan meliputi kelancaran, kelenturan,
keaslian dan kerincian dalam bentuk soal uraian sebanyak 15 soal. Teknik analisis data menggunakan
2

permodelan Rasch. Hasil penelitian yang diperoleh (1) nilai reliabilitas uji coba terbatas terkategori cukup
baik dengan nilai 0.79 (person reliability) dan 0.68 (item reliability) dengan nilai Alpha Cronbach 0.98
terkategori bagus (2) uji coba skala besar untuk nilai person reliability terkategori cukup baik (0.67) dan
item reliability terkategori bagus sekali (0.93). Hasil uji coba yang dilakukan dua kali mengeliminasi soal
sebanyak 4 buah item soal (3) secara keseluruhan instrumen riset penelitian ini menunjukkan telah bersifat
unidimensional dan layak digunakan.

Kata kunci: Berpikir kreatif, Pengembangan, Rasch, uraian

PENDAHULUAN Soal berpikir kreatif sangat penting dilatihkan


Pendidikan di sekolah memiliki tujuan yang karena dapat melatih siswa dalam berpikir untuk
sejalan lurus dengan tujuan pendidikan nasional. memecahkan masalah yang ada. Pada hakikatnya,
Kurikulum 2013 menargetkan kreativitas peserta manusia mempunyai potensi untuk menjadi kreatif
didik dapat ditingkatkan seoptimal mungkin dan akan lebih baik jika kemampuan tersebut turut
sehingga mampu berinovasi untuk menjawab dilibatkan baik secara formal ataupun nonformal
tantangan masa depan yang semakin rumit (Novitasari, dkk., 2015). Kreativitas seseorang
(Nuriyanah, 2015). Dalam menghadapi masa dapat dibentuk dalam lingkungan hidupnya, tetapi
depan yang penuh tantangan, tidak hanya bisa pendidikan memegang peranan penting dalam
mengandalkan sikap sadar dan pengetahuan akan pengembangan kreativitas.
teknologi melainkan juga kemampuan dalam Kreativitas adalah kemampuan seseorang
berpikir. Oleh karena itu, peningkatan mutu dunia untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa
pendidikan mempersiapkan peserta didik untuk gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda
menjadi berkualitas serta mampu menyelesaikan dengan apa yang telah ada sebelumnya (Suparman
masalah yang dihadapi (Sari, dkk., 2013). & Husen, 2015). Berpikir kreatif adalah suatu
Kemampuan berpikir kreatif siswa sangat proses berpikir yang meliputi kemampuan
dibutuhkan agar mampu berinovasi untuk seseorang untuk melahirkan atau menciptakan
menjawab tantangan masa depan. Namun sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun
realitanya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa karya nyata yang relatif berbeda dengan yang telah
di Indonesia melalui hasil penelitian PISA dalam ada sebelumnya. Kemampuan berpikir kreatif
bidang sains (Program for International Student sangat diperlukan untuk menunjang kemampuan
Assessment) tahun 2015 menunjukkan bahwa pemecahan masalah serta meningkatkan hasil
Indonesia berada pada peringkat ke 62 dari 70 belajar siswa pada pelajaran Biologi.
negara. Hal ini membuktikan bahwa siswa di Dalam pendidikan di Sekolah Menengah Atas,
Indonesia hanya mampu dan terbiasa dengan soal Biologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan
tingkat rendah. memahami tentang alam secara sistematis
Faktor yang berperan dalam perkembangan sehingga pembelajaran biologi bukan hanya untuk
potensi siswa dari suatu proses pembelajaran kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta,
adalah program evaluasi. Tujuan utama melakukan konsep-konsep, prinsip-prinsip tetapi merupakan
evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah suatu proses penemuan, sehingga dituntut untuk
untuk mendapatkan informasi yang akurat berpikir secara kreatif (Nursilawati, 2017).
mengenai tingkat pencapaian oleh siswa sehingga Menurut Munandar (2014) menyatakan bahwa
dapat diupayakan tindak lanjutnya (Daryanto, kemampuan berpikir kreatif meliputi empat kriteria
2012). Alat evaluasi yang sering digunakan dalam antara lain kelancaran (fluency), kelenturan
proses belajar mengajar adalah tes. Tes merupakan (flexibility), keaslian dalam berpikir (originality)
alat atau prosedur yang digunakan untuk dan kerincian (elaboration) dalam mengembangkan
mengetahui atau mengukur sesuatu dengan cara gagasan.
dan aturan yang sudah ditentukan yang berfungsi Suatu tes pada prinsipnya ingin menaksir
untuk mengukur siswa dan untuk mengukur tingkat besarnya kemampuan seseorang dengan tingkat
keberhasilan siswa (Arikunto, 2016). Instrumen kesalahan yang sekecil mungkin. Untuk itu
penilaian yang dirancang dengan baik dan sesuai dibutuhkan tes yang memiliki butir-butir yang baik
dengan tingkatan kemampuan berpikir dapat yaitu melalui analisis butir. Analisis butir pada
meningkatkan daya berpikir siswa (Amalia & prinsipnya menaksir besarnya parameter butir.
Susilaningsih, 2014). Sejalan dengan hal ini Mardapi (1998) menyatakan
3

bahwa alat ukur yang baik harus memiliki bukti Prosedur Penelitian
kesahihan dan kehandalan. Untuk itu setiap alat Prosedur pengembangan yang dilakukan
ukur yang baku harus melalui proses validasi melalui tahap (1) defining the test universe,
sebelum digunakan. audience and puprose; (2) developing a test plan;
Berdasarkan uraian diatas mengenai (3) compose the test items; (4) write the
pentingnya soal yang melatih peserta didik untuk administration instruction; (5) conduct piloting
berpikir kreatif akan tetapi fakta dilapangan terjadi test; (6) conduct item analysis; (7) revise the test;
kurangnya penggunaan soal yang dapat melatih (8) validation the test; (9) developing a norms;
kemampuan peserta didik untuk berpikir kreatif (10) complete test manual. Pada tahap
dalam pemecahan masalah yang ada. Untuk itu pengembangan dilakukan kegiatan validasi ahli
dalam penelitian ini, peneliti bermaksud (expert judgement). Kegiatan validasi ahli
mengembangkan soal berpikir kreatif pada materi dilakukan oleh 4 dosen ahli yang bertujuan untuk
perubahan lingkungan di SMA Negeri 3 mendapatkan data mengenai kevalidan produk
Palembang. yang dihasilkan. Pada uji pengembangan
dilakukan juga uji keterbacaan. Uji keterbacaan
dilakukan oleh 10 orang peserta didik secara acak
METODOLOGI PENELITIAN untuk mengetahui penilaian peserta didik terhadap
Waktu dan Tempat Penelitian soal yang akan dikembangkan.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2
sampai dengan 10 Oktober 2018 di SMA Negeri 3 HASIL DAN PEMBAHASAN
Palembang. Hasil Penelitian
Jenis Penelitian Tahapan pengembangan yang dilakukan pada
Jenis penelitian ini adalah penelitian penelitian ini meliputi:
pengembangan (Research and Development) 1. Defining the test universe, audience and
menggunakan model pengembangan menurut puprose
McIntire dan Miller. Mendefinisikan kompetensi yang
Populasi dan Sampel diharapkan dari peserta tes yakni peserta tes
Peserta didik kelas yang akan diujikan dalam dapat berpikir sesuai kemampuan berpikir
penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI MIPA. kreatif yang dimiliki peserta tes yang mengacu
Untuk populasi peserta didik kelas XI MIPA SMA pada keempat indikator berpikir kreatif yakni
Negeri 3 Palembang yakni sebanyak 295 peserta kelancaran, kelenturan, keaslian dan kerincian
didik. Metode pengambilan sampel menggunakan dalam menyelesaikan masalah yang diberikan
metode cluster random sampling, yaitu saat mengerjakan soal-soal.
pengambilan sampel secara acak sesuai dengan Analisis karakteristik kemampuan peserta
persyaratan sampel yang diperlukan (Yusuf, tes. Soal yang yang digunakan guru pada
2014). Adapun jumlah sampel dari penelitian ini kegiatan evaluasi pembelajaran hanya pada tipe
ditentukan dengan tabel Krejcie dan Morgan soal C1-C3. Peserta didik kurang dilatih untuk
dengan tingkat ketelitian sebesar 95%. berpikir tingkat tinggi khususnya berpikir
Berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan tersebut kreatif.
maka jumlah responden dalam penelitian ini Tujuan dilaksanakannya tes yaitu untuk
adalah 167 peserta didik. melatih dan mengukur sejauh mana
Teknik Analisis Data kemampuan peserta didik dalam berpikir
Analisis data penelitian ini dilakukan dengan kreatif melalui uji coba soal berbasis berpikir
dua tahap, tahap pertama dilakukan dengan kreatif yang dikembangkan di SMA Negeri 3
menganalisis hasil dari kelayakan soal yang telah Palembang.
dinilai oleh validator (judgement) sebelum diuji
cobakan. Sedangkan analisis pada tahap kedua 2. Developing a test plan
dilakukan terhadap jawaban tes tertulis siswa Pada tahap ini dilakukan penyusunan kisi-
setelah mengisi soal pada materi perubahan kisi soal, format pertanyaan dan cara
lingkungan mata pelajaran Biologi Kelas X tahun penyekoran (rubrik penilaian soal). Sebelum
ajaran 2017/2018 menggunakan model Rasch menyusun kisi-kisi, pengembang tes perlu
dengan bantuan software winstep. menentukan materi yang akan dijadikan soal
tes berpikir kreatif. Dalam hal ini, materi
4

perubahan lingkungan dipilih sebagai materi Tabel 1. Nilai Validasi Kesesuaian Soal dan
yang akan dikembangkan dan diujikan kepada Indikator
peserta didik. Lalu menganalisis materi Nomor
Ahli Ahli Ahli Ahli
perubahan lingkungan pada silabus mata Butir V Kategori
1 2 3 4
Soal
pelajaran Biologi kelas X Kurikulum 2013.
Sangat
Analisis ini digunakan untuk mengetahui 1. 4 5 4 4 0.813
Tinggi
kedudukan, keluasan dan kedalaman materi Sangat
2. 5 5 3 5 0.875
perubahan lingkungan yang akan dijadikan Tinggi
acuan dalam mengembangkan indikator soal 3. 5 4 3 4 0.75 Tinggi
berpikir kreatif. Indikator soal berpikir kreatif Sangat
4. 5 5 3 5 0.875
Tinggi
yang dikembangkan mengacu pada indikator 5. 4 4 4 3 0.686 Tinggi
soal berpikir kreatif menurut Munandar (2014) Sangat
yang meliputi indikator kelancaran, kelenturan, 6. 5 5 4 4 0.875
Tinggi
keaslian dan kerincian. Pada masing-masing 7. 4 5 4 4 0.813
Sangat
soal akan dinilai dari keempat aspek indikator Tinggi
berpikir kreatif tersebut. 8. 4 4 3 5 0.75 Tinggi
9. 4 4 3 4 0.686 Tinggi
Sangat
3. Compose the test items 10. 5 5 3 5 0.875
Tinggi
Pada tahap ini disusun butir-butir soal tes Sangat
11. 4 5 4 4 0.813
sesuai dengan format tes dan indikator Tinggi
pembelajaran yang telah dirancang. Soal Sangat
12. 3 5 4 5 0.813
berpikir kreatif yang akan divalidasi dan Tinggi
Sangat
diujikan pertama sebanyak 15 soal uraian yang 13. 4 5 4 5 0.875
Tinggi
akan mencakup 4 indikator berpikir kreatif Sangat
yakni kelancaran, kelenturan, keaslian dan 14. 5 4 4 5 0.875
Tinggi
kerincian. 15. 5 4 5 5 0.938
Sangat
Soal yang telah dirancang diuji cobakan Tinggi
terlebih dahulu dengan 4 dosen ahli (expert Berdasarkan validasi pakar dapat
judgement) yang menilai secara kualitatif dari disimpulkan bahwa 15 soal uraian tersebut
segi konstruk, materi dan bahasa. Selain itu terkategori valid.
expert judgement juga memvalidasi dari segi
konten isi antara indikator pembelajaran dan 4. Writing the administration instruction
soal yang dikembangkan. Dari keempat dosen Petunjuk penyelenggaraan tes yang telah
ahli menyatakan bahwa instrumen soal layak disusun untuk pengawas ujian dan petunjuk
dengan perbaikan. Adapun saran perbaikan yang untuk peserta tes (peserta didik) soal berbasis
diberikan yaitu penulisan dan penentuan standar berpikir kreatif.
minimal jawaban soal, kesesuaian indikator
pembelajaran dan soal, penulisan simbol-simbol, 5. Conduct piloting test
dan soal yang terlalu panjang dan pengunaan Perangkat tes atau soal tes berpikir kreatif
kata yang berulang-ulang dapat menimbulkan yang telah disusun dan divalidasi diuji coba
penafiran ganda sehingga dapat membuat skala terbatas untuk memperoleh data empiris
pembaca bingung. yang berguna pada pengujian validitas item serta
Selain menelaah soal dari segi konstruk, keterbacaan soal terhadap siswa. Uji coba
materi dan bahasa. Para ahli juga menelaah terbatas ini diujikan kepada 20 peserta didik
kesesuaian soal dengan indikator yang kelas XI MIPA sebelum dilakukannya uji coba
dirancang. Berikut adalah hasil validasi ahli lapangan. 20 peserta didik tersebut dibagi
berdasarkan kesesuai soal dan indikator, yang menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri
dianalisis dengan mengunakan rumus Aiken V. dari 10 peserta didik, diujikan untuk melihat
sejauh mana siswa dapat memahami soal yang
disajikan dengan cara siswa mengisi lembar
angket keterbacaan soal yang mencakup aspek
bahasa.
5

Tabel 2. Hasil Analisis Uji Keterbacaan Tabel 4. Nilai Reliabilitas Uji Coba Terbatas
Peserta Didik

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui


nilai pada aspek reliabilitas, untuk peserta
didik sebesar terkategori cukup baik (0.79),
Data yang diperoleh dari siswa tersebut reliabilitas untuk item soal terkategori cukup
kemudian dikonversikan kedalam skala 4 baik (0.68) dan nilai indeks Alpha Cronbach
menurut Djemari Mardapi seperti dibawah ini: sebesar 0,78 terkategori bagus. Dapat
Tabel 3. Interval Skor Skala 4 Djemari disimpulkan bahwa kualitas instrumen
Mardapi ataupun interaksi antara person dan butir
terkategori baik sehingga layak digunakan.
b. Item fit order (kesesuaian soal)
Item fit order digunakan untuk melihat
soal yang terkategori valid (fit) dan
Berdasarkan nilai rata-rata keseluruhan terkategori tidak valid (misfit). Item fit
perolehan uji keterbacaan soal terkatogeri baik. menjelaskan apakah butir soal berfungsi
Untuk kelompok kedua yang terdiri dari 10 normal melakukan pengukuran atau tidak
peserta didik yang akan digunakan untuk Jika didapati suatu soal tidak fit maka hal ini
memperoleh data empiris sehingga hasil dari uji dapat mengindikasi bahwa terjadi
coba pada 10 peserta didik kelompok kedua miskonsepsi pada siswa terhadap butir soal
akan diketahui kevalidan item, reliabilitas, tersebut.
undimensionalitas item dan DIF (Differential Tabel 5. Nilai Item fit order (Kesesuaian Soal)
Item Functioning).

6. Conduct Item Analysis


Data yang dianalisis ialah data hasil uji coba
terbatas atau uji coba tahap awal dengan
menggunakan 10 orang peserta didik. Data
terlebih dahulu ditabulasi dalam software
Microsoft Excel yang kemudian dikonversikan
dan dianalisis dengan menggunakan program
aplikasi Winstep versi 3.73 dalam sistem operasi
Windows 7. Item yang tidak fit dapat dapat diketahui
a. Reliabilitas dengan menjumlahkan nilai rata-rata infit
Analisis instrumen secara keseluruhan kuadrat tengah (mean infit MNSQ) 0.98
ditampilkan ringkasan statistik dan fungsi dengan nilai deviasi standarnya (Infit MNSQ
informasi pengukuran pada menu utama S.D) yaitu 0.30, sehingga nilainya adalah
Output Table dengan pilihan Summary 0.98 + 0.30 = 1.28. Nilai Infit MNSQ dari
statistic sehingga akan terlihat tampilan setiap item yang lebih besar dari 1.28
reliabilitas item (item reliability), reliabilitas mengindikasi item tidak sesuai.
peserta didik (person reliability), dan nilai Selain itu, yang menjadi acuan dalam
Alpha Cronbach. penentuan fit suatu item ialah dengan
6

menggunakan 3 kriteria yaitu Outfit MNSQ, d. DIF (Differential Item Functioning)


Outfit ZSTD, dan Point Measure Correlation. DIF (Differential Item Functioning)
Nilai outfit MNSQ dari 15 item menunjukkan digunakan untuk mendeteksi bias item
item nomor 11, 13 dan 15 yang seharusnya pengukuran. DIF dapat diketahui dengan
0.5 < MNSQ < 1.5 Sedangkan untuk nilai nilai probabilitas dibawah 5% (0.05)
logit outfit ZTSD dengan kriteria -2 < ZSTD (Sumintono dan Widhiarso, 2014).
< +2.0 dari 15 item menunjukkan item nomor Berdasarkan hasilnya diketahui bahwa nilai
13 tidak sesuai dengan kriteria. Dan untuk probabilitas dari semua item soal tidak ada
kriteria point measure correlation 0.4 < Point yang berada dibawah 5 % (0.05). Hal ini
Measure Corr. < 0.85 dari 15 item nomor 12, membuktikan bahwa tidak ada soal yang
4, 5, dan 2 tidak fit. Suatu item dikatakan bias.
tidak fit jika item tersebut tidak memenuhi 2 Tabel 7. Differential Item Functioning
dari 3 kriteria tersebut dan juga melihat dari
penjumlahan nilai mean infit MNSQ dengan
infit MNSQ S.D yakni sebesar 1.28.
Berdasarkan hasil nilai yang diperoleh,
item yang tidak fit atau valid yaitu item soal
nomor 11, 12 dan 13. Item soal nomor 11
tidak memenuhi kriteria Outfit MNSQ dan
nilai infit MNSQ lebih besar dari 1.28. item
soal nomor 12 tidak memenuhi kriteria Point
Measure Correlation dan nilai infit MNSQ
lebih besar dari 1.28. sedangkan untuk item
7. Revising the test
soal nomor 13 tidak memenuhi 2 kriteria
Pengambilan keputusan terhadap butir-butir
yakni untuk kriteria Outfit MNSQ dan Outfit
yang perlu direvisi dilakukan dengan
ZSTD.
menggunakan pertimbangan dari hasil analisis.
c. Unidimensionalitas
Hasil analisis butir untuk merevisi butir yang
Unidimensionalitas adalah ukuran untuk
kurang baik. Pengambilan keputusan terhadap
mengevaluasi apakah instrumen yang
butir-butir yang perlu direvisi atau dieliminasi
dikembangkan mampu mengukur apa yang
dilakukan dengan menggunakan pertimbangan
seharusnya diukur dalam hal ini adalah
hasil analisis yakni melalui analisis hasil pada
kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
Item fit order. Berdasarkan analisis data pada
Tabel 6. Unidimensionalitas Tes Berpikir
item fit order, soal yang terindikasi tidak valid
Kreatif
atau misfit adalah soal nomor 11, 12 dan 13
sehingga ketiga nomor item soal tersebut
dieliminasi. Uji coba yang kedua (uji coba
lapangan) akan diujikan tanpa soal nomor 11, 12
dan 13 sehingga soal yang diujikan pada uji
coba selanjutnya terdiri dari 12 item soal dari 15
item soal awal.

Tabel diatas menunjukkan bahwa hasil 8. Validation test


pengukuran keragaman (raw variance Item soal yang telah valid hasil dari uji coba
explained by measure) data adalah 41.3 %. terbatas selanjutnya diujikan pada uji coba
Hal ini menunjukkan bahwa persyaratan kedua yakni uji coba lapangan skala besar
unidimensionatitas sebesar 20% dapat dengan sampel sebanyak 167 peserta didik.
terpenuhi. Selain itu, batas Subjek yang menjadi sasaran uji coba tes
unidimensionalitas dalam Rasch sebesar 40% meliputi kelas XI MIPA 1, XI MIPA 2, XI MPA
juga terpenuhi. Hal lain juga mendukung 3, XI MIPA 4, dan XI MIPA 6.
adalah varians yang tidak dapat dijelaskan a. Reliabilitas
oleh instrumen terkategori cukup baik. Untuk analisis instrumen secara
keseluruhan akan ditampilkan ringkasan
statistik dan fungsi informasi pengukuran
7

pada menu utama Output Table dengan Berdasarkan hasil nilai yang diperoleh,
pilihan Summary statistic sehingga akan item yang tidak fit yaitu item soal nomor 5.
terlihat tampilan reliabilitas item (item Item soal nomor 5 tidak memenuhi kriteria
reliability), reliabilitas peserta didik (person Point Measure Correlation dan nilai
reliability), dan nilai Alpha Cronbach hasil penjumlahan infit MNSQ + infit MNSQ
dari uji coba skala besar. S.D. lebih besar dari 1.17
Tabel 8. Reliabilitas Uji Coba Skala Besar c. Item Measure (Kesulitan Butir Soal)
Tabel 10. Nilai Item Measure Uji Skala
Besar

Berdasarkan butir soal berpikir kreatif


yang diujikan pada 167 peserta didik
diketahui bahwa item yang paling sukar
dijawab oleh peserta tes adalah item soal
nomor 10 (ditandai dengan warna merah)
Nilai reliabilitas responden (person dengan nilai logit item tertinggi yaitu sebesar
reliability) sebesar 0.67 yang berarti bahwa 0.79 dibandingkan dengan nilai logit item
responden memiliki kemampuan berpikir yang lain. Sedangkan item yang paling
kreatif yang cukup. Sedangkan untuk nilai mudah dijawab oleh peserta didik adalah item
reliabilitas item soal (Item Reliability) sebesar nomor 8 dengan nilai logit item terendah
0.93 yang berarti aspek reliabilitasnya yakni -0.58.
terkategori bagus sekali. Sumintono dan d. DIF (Differential Item Functioning)
Widhiarso (2014) menyatakan bahwa apabila DIF dapat diketahui dengan nilai
nilai item reliability dan person reliability probabilitas dibawah 5% (0.05).
<0.67 terkategori lemah, 0.67-0.80 Berdasarkan hasilnya diketahui bahwa nilai
terkategori cukup, 0.8-0.9 terkategori bagus, probabilitas dari semua item soal tidak ada
0.91-0.94 terkategori bagus sekali dan >0.94 yang berada dibawah 5 % (0.05).
terkategori istimewa. Nilai Cronbach Alpha Tabel 11. DIF Uji Skala Besar
(KR-20) cukup bagus yaitu 0.70. Secara
keseluruhan menunjukkan bahwa data yang
dihasilkan dari penelitian ini mendapat hasil
yang bagus.
b. Item Fit Order (Kesesuaian Butir)
Tabel 9. Nilai Item Fit Order Uji Skala
Besar

e. Unidimensionalitas
Unidimensionalitas adalah ukuran untuk
mengevaluasi apakah instrumen yang
dikembangkan mampu mengukur apa yang
seharusnya diukur.
8

Tabel 12. Nilai Unidimensionalitas Uji 10. Complete Manual Test


Skala Besar Tahapan terakhir dari proses pengembangan
soal menurut McIntire dan Miller yaitu
disusunnya manual test.

Tabel diatas menunjukkan bahwa hasil


pengukuran keragaman (raw variance
explained by measure) data adalah 29.3%.
Hal ini menunjukkan bahwa persyaratan
unidimensionalitas sebesar 20% dapat
terpenuhi. Selain itu, hal lain yang Pembahasan
mendukung adalah varians yang tidak dapat Penelitian ini menggunakan 10 tahapan
dijelaskan oleh instrumen terkategori cukup penelitian pengembangan menurut McIntire dan
baik. Sehingga disimpulkan bahwa instrumen Miller. Pada tahapan ketiga yakni tahap
tes berpikir kreatif telah benar-benar mampu composing the test item, pada tahapan ini butir
mengukur berpikir kreatif peserta didik di soal berpikir kreatif yang akan dikembangkan
SMA Negeri 3 Palembang. dirancang dengan mencakup 4 indikator berpikir
kreatif menurut Munandar (2014) yakni indikator
9. Developing norms kelancaran, kelenturan, keaslian dan kerincian
Setelah validasi lengkap, norma acuan yang selanjutnya divalidasi oleh 4 dosen ahli
penilaian yang ditetapkan adalah Penilaian (expert judgment).
Acuan Kriteria (PAK) yang didasarkan pada Uji coba tahap awal dilakukan pada peserta
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SMA didik kelas XI MIPA di SMA Negeri 3 Palembang
Negeri 3 Palembang. Penetapan skor potong sebanyak 20 peserta didik yang dibagi menjadi 2
menjadi batas skor kelulusan untuk kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 10
menetapkan keputusan seseorang termasuk orang peserta didik untuk uji keterbacaan yang
dalam kategori kelompok yang lulus atau gagal mencakup aspek bahasa. Berdasarkan nilai rata-
adalah nilai KKM. Nilai KKM Biologi di SMA rata perolehan pada uji keterbacaan yakni soal
Negeri 3 Palembang sebesar 65. Dari 167 terkategori baik (A) dengan nilai 15.1 yang
peserta tes yang mendapat nilai mencapai dikonversikan dalam skala 4 Djemari Mardapi.
KKM hanya 1 orang dari 167 orang. berikut ini Berikut secara rinci item soal yang dieliminasi:
grafik persentase kemampuan berpikir kreatif 1. Item soal nomor 5 dinyatakan tidak fit/valid
peserta didik kelas XI MIPA di SMA Negeri 3 pada uji coba skala besar. Pada analisis item fit
Palembang. order soal nomor 5 tidak memenuhi kriteria
point measure correlation dan penjumlahan
Grafik Kemampuan Berpikir nilai mean infit MNSQ + infit MNSQ S.D.
Kreatif Akan tetapi item soal tidak mengalami bias,
nilai probabilitasnya sebesar 0.4982 (nilai
30 20,54 17,77
14,96 17,84 diatas 0.05)
20
10
2. Item soal nomor 11 pada uji coba skala
0 Persentase terbatas. Karena item soal tidak memenuhi
kriteria Outfit MNSQ dan penjumlahan mean
infit MNSQ + infit MNSQ S.D akan tetapi
dalam pengujian DIF, item soal tidak
mengalami bias.
Gambar 1. Persentase Kemampuan Berpikir 3. Item soal nomor 12 pada uji coba skala
Kreatif terbatas. Karena item soal tidak memenuhi
kriteria point measure correlation MNSQ dan
penjumlahan mean infit MNSQ + infit MNSQ
9

S.D dan dalam pengujian DIF, item soal tidak melakukan pengembangan soal ini pada beberapa
mengalami bias. sekolah dengan tingkatan strata akreditasi yang
4. Item soal nomor 13 pada uji coba skala berbeda (akreditasi A, akreditasi B, dan akreditasi
terbatas. Karena item soal tidak memenuhi C) baik pada tingkat sekolah swasta maupun
kriteria Outfit MNSQ dan Outfit ZSTD akan negeri. Bahkan bila perlu diuji coba pada setiap
tetapi dalam pengujian DIF, item soal tidak sekolah yang ada di kota Palembang demi
mengalami bias. menghasilkan produk yang lebih baik lagi.
Dalam konteks pengujian item, maka suatu
item yang tidak sesuai (misfit) adalah item yang UCAPAN TERIMA KASIH
terlalu mudah (nilai logit terlalu negatif) ataupun Penulis mengucapkan terimakasih kepada
sangat sulit (nilai logit positif yang besar) dari keluarga, dosen pembimbing, dan teman-teman
pola jawaban responden yang diberikan, ataupun serta segenap pihak yang terlibat yang telah
nilai dari tiga kriteria yang dihasilkan dari analisis memberikan motivasi, dan do’anya demi
dengan perangkat lunak menunjukkan bahwa item keberhasilan dan kelancaran penelitian ini.
tidak memenuhi syarat, yang mengindikasikan
item tersebut tidak mengukur ciri-sifat yang DAFTAR PUSTAKA
diinginkan. Amalia, N. F., & Susilaningsih, E. (2014).
Dan untuk pengujian nilai unidimensionalitas Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan
diketahui bahwa hasil pengukuran keragaman (raw Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Asam
variance explained by measure) sebesar 29.3% Basa. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, Vol.8 No.2
yang menunjukkan bahwa persyaratan minimum Hal. 1380-1389.
untuk unidimensionalitas sebesar 20% terpenuhi.
Hal lain yang mendukung, keragaman yang tidak Arikunto. (2016). Dasar-Dasar Evaluasi
dapat dijelaskan (unexplained variance) berada Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
dibawah 10% yang menunjukkan tingkat
independensi item berada pada kategori baik. Daryanto, H. M. (2012). Evaluasi Pendidikan.
Misbach dan Sumintono (2014) menyatakan bahwa Jakarta: Rineka Cipta.
apabila persyaratan minimum unidimensionalitas
sebesar 20% terpenuhi maka soal tersebut mampu Mardapi, D. (1998). Analisis Butir dengan Teori
mengukur apa yang semestinya diukur. Dalam hal Tes Klasik dan Teori Respon Butir. Jurnal
ini, soal yang dikembangkan mampu mengukur Kependidikan Edisi Khusus Dies Natalis XXVIIII.
kemampuan berpikir kreatif peserta didik di SMA
Negeri 3 Palembang. McIntire, S. A., & Miller, L. A. (2007).
Foundations of Psychological Testing: A Practical
KESIMPULAN & SARAN Approach. California: Sage Publication.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Misbach, I. & Sumintono, B. (2014).
bahwa soal berpikir kreatif yang dikembangkan Pengembangan dan Validasi Instrumen Persepsi
menggunakan indikator berpikir kreatif yang Siswa terhadap Karakter Moral Guru di Indonesia
diadopsi dari Munandar yaitu kelancaran, dengan Model Rasch. Seminar Nasional Psikometri
kelenturan, keaslian dan kerincian. Soal yang 2014.
dikembangkan berupa soal uraian sebanyak 15
soal yang diujicoba sebanyak 2 kali didapatkan Munandar, U. (2014). Pengembangan Kreativitas
sebanyak 11 soal yang valid/layak. Secara Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.
keseluruhan instrumen penelitian menunjukkan
bahwa soal telah mengukur apa yang seharusnya Novitasari, D., Rahman, A., & Alimuddin. (2015).
diukur karena telah memenuhi persyaratan Profil Kreativitas Siswa dalam Pemecahan Masalah
unidimensionalitasnya baik pada tahap uji coba Matematika Ditinjau dari Kecerdasan Visual
terbatas dan uji coba skala besar. Spasial dan Logis Matematis pada Siswa SMAN 3
Saran Makassar. Jurnal Daya Matematis, Vol. 3 No.1
Produk soal ini baru dikembangkan dan diuji
kelayakannya di SMA Negeri 3 Palembang untuk Nuriyanah, S. (2015). Pengembangan Kemampuan
pengembangan lanjutan diharapkan agar Berpikir Kreatif Siswa Melalui Praktikum
Sederhana. Skripsi.
10

Nursilawati, Y. (2017). Pengaruh Model


Pembelajaran Modified Free Inquiry terhadap
Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa pada Mateeri
Ekosistem pada Kelas X SMA PGRI Rancaekek.
Jurnal Skripsi Pendidikan Biologi, Hal. 1-8.

Sari, I. M., Sumiati, E., & Siahaan, P. (2013).


Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP
dalam Pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar
(PTD). Jurnal Pengajaran MIPA, Vol.18 No.1
Hal.60-68.

Sumintono, B. & Widhiarso, W. (2015). Aplikasi


Pemodelan Rasch pada Assessment Pendidikan.
Cimahi: Trim Komunikata.

Suparman, & Husen, D. N. (2015). Peningkatan


Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Melalui
Penerapan Model Problem Based Learning.
Bioedukasi, 367-372 Vol. 3 No.2 ISSN 2301-4678.

Yusuf, M. (2014). Metode Penelitian: Kuantitatif,


Kualitatif dan Penelitian Gabungan. Jakarta:
Prenadamedia Group.