You are on page 1of 22

22BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan


memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk
mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling
berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya,
medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf
(neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua
kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf.

Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf
bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung
saraf.Kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah.
Kelenjar endokrin termasuk :1. Pulau Langerhans pada Pankreas, 2. Gonad
(ovarium dan testis), 3. Kelenjar adrenal, hipofise, tiroid dan paratiroid, serta
timusB. Hormon dan fungsinya Kata hormon berasal dari bahasa Yunani
hormon yang artinya membuat gerakan atau membangkitkan. Hormon
mengatur berbagai proses yang mengatur kehidupan.

1.2 RumusanMasalah
1. Bagaimana anatomi system endokrin ?
2. Bagaimana fisiologi system endokrin ?
3. Bagaimana kerja hipotalamus dan hubungannya dengan kelenjar hormone ?
4. Bagaimana mekanisme umpan balik hormone?
5. Bagaimana hormon yang berhubungan dengan system reproduksi ?

1
1.3 TujuanPenulisan
1. Mahasiswa dapat menjelaskan dan memahami tentang anatomi system
endokrin.
2. Mahasiswa dapa menjelaskan dan memahami kerja hipotalamus dan
hubungannya dengan kelenjar hormone.
3. Mahasiswa dapat menjelaskan dan memahami umpan balik hormone.
4. Mahasiswa dapat menjelaskan dan memahami hormone yang berhungan
dengan reproduksi.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 SISTEM ENDOKRIN


1. Pengertian
Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang mengirim
hasil sekresinya langsung ke dalam darah dan cairan limfe. Sekret dari
kelenjar endokrin dinamakan hormon. Hormon adalah bahan yang dihasilkan
oleh organ tubuh yang memiliki efek regulatorik spesifik terhadap aktivitas
organ tertentu.

Sistem endokrinterdiri atas kelenjar-kelenjar endokrin yang bekerja sama


dengan sistem saraf yang mempunyai peranan penting dalam pengendalian
kegiatan organ-organ tubuh. Namun cara kerjanya dalam mengendalikan
aktivitas tubuh berbeda dari sistem saraf.

3
Ada dua perbedaaan cara kerja antara kedua sistem tersebut. Kedua
perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:
 Dibandingkan dengan sistem saraf, sistem endokrin lebih nanyak bekerja
melaluitransmisi kimia.
 Sistem endokrin memperhatikan waktu respons lebih lambat daripada
sistem saraf. Pada sistem saraf, potensial aksi akan bekerja sempurna
hanya dalam waktu 1-5 milidetik, tetapi kerja endokrin melalui hormon
baru akan sempurna dalam waktu yang sangat bervariasi, berkisar antara
beberapa menit hingga beberapa jam. Hormon adrenalin bekerja hanya
dalam waktu singkat, namun hormon pertumbuhan bekerja dalam waktu
yang sangat lama. Di bawah kendali sistem endokrin (menggunakan
hormon pertumbuhan), proses pertumbuhan memerlukan waktu hingga
puluhan tahun untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang sempurna.

Dasar dari sistem endokrin adalah hormon dan kelenjar (glandula),


sebagai senyawa kimia perantara, hormon akan memberikan informasi dan
instruksi dari sel satu ke sel lainnya. Banyak hormon yang berbeda-beda
masuk ke aliran darah, tetapi masing-masing tipe hormon tersebut bekerja dan
memberikan pengaruhnya hanya untuk sel tertentu.

2. Sel-sel Penyusun Organ Endokrin


Sel-sel penyusun organ endokrin dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
sebagai berikut:
 Sel Neusekretori, adalah sel yang berbentuk seperti sel saraf, tetapi
berfungsi sebagai penghasil hormon. Contoh sel neusekretori ialah sel
saraf pada hipotalamus. Sel tersebut memperhatikan fungsi endokrin
sehingga dapat juga disebut sebagai sel neuroendokrin. Sesungguhnya,
semua sel yang dapat menghasilkan sekret disebut sebagai sel sekretori.
Oleh karena itu, sel saraf seperti yang terdapat pada hipotalamus disebut
sel neusekretori.

4
 Sel endokrin sejati, disebut juag sel endokrin kelasik yaitu sel endokrin
yang benar-benar berfungsi sebagai penghasil hormon, tidak memiliki
bentuk seperti sel saraf. Kelenjat endokrin sejati melepaskan hormon
yang dihasilkannya secara langsung ke dalam darah (cairan tubuh).
Kelenjar endokrin sejati dapat ditemukan pada hewan yang memepunyai
sistem sirkulasi, baik vertebrata maupun invertebrata. Hewan invertebrata
yang sering menjadi objek studi sistem endokrin yaitu Insekta,
Crustaceae, Cephalopoda, dan Moluska. Kelenjar ensokrin dapat berupa
sel tunggal atau berupa organ multisel.

3. Jenis Kelenjar Endokrin


a. Kelenjar Pineal
Kelenjar pineal adalah kelenjar endokrin kecil di otak. Kelenjar pineal
terletak didekat pusat otak, antara dua belahan, terselip dimana dua badan
talamik bulat bergabung. Kelenjar pineal terdiri dari dua jenis sel yang
dikenal sebagai parenkim dan sel-sel neuroglia. Hormon utama yang
dihasilkan dan diskresikan oleh kelenjar pineal adalah melatonin. Tingkat
produksi melatonin dipengaruhi oleh dengan penyinaran. Pada penyinaran
siang hari, sedikit melatonin yang diproduksi, namun produksi melatonin
meningkat selama penyinaran gelap (malam). Sehingga dipercaya dapat
mengatur irama sidup sehari-hari, misalnya pola tidur. Suntukan melatonin
dapat menyebabkan tidur. Juga dapat menghambat sekresi hormon gonad
FSH dan LH, sehingga melatonin yang berlebihan dapat menghambat indung
telur dan siklus menstuasi.

b. Kelenjar Pituitari atau Kelenjar Hipofisis


Kelenjar ini terletak di dasar tengkorak yang memegang peranan penting
dalam sekresi hormon dari semua organ-organ endokrin. Kelenjar pituitari ini
dikenal sebagai master of glands (raja dari semua kelenjar) karena pituitari itu
dapat mengkontrol kelenjar endokrin lainnya. Sekresi hormon dari kelenjar

5
pituitari ini dipengaruhi oleh faktor emosi dan perubahan iklim. Pituitari
dibagi 2 bagian, yaitu anterior dan posterior.

1) Hipofisis anterior
 Hormon Somatotropin(untuk pembelahan sel,pertumbuhan) mengontrol
pertumbuhan jaringan lunak dan keras tubuh. Sehingga hhormon ini yang
berperan pada tumbuhan dan besar tubuh.produksinya terbesar saat anak-
anak dan dewasa muda.
 Prolactin ( Luteutropic hormone/LTH) menyebabkan sekresi air susu ibu
dari kelenjar mamame. Jadi hormon ini hanya diproduksi saat setelah
melahirkan.
 Hormon Adrenokortikotropin (ACTH) mengontrol aktifitas cortex
adrenal.
 Thyroid-stimulating hormone (TSH) mengontrol aktivitas kelenjar tiroid
dalam memproduksi hormon tiroxsin.
 Luteinizing hormone (LH) juga dikenal dengan interstitial cell
stimulating hormone (ICTH) : LH pada wanita diperlukan untuk
ovulasi,implantasi,membentuk plasenta dan korpus luteum.Pada pria
ICSH diperlukan untuk mengontrol aktivitas sel intertitial dari testis.
 Follicle-stimulating hormone (FSH) pada wanita diperlukan untuk
pematangan folikel ovarium.pada pria mengontrol spermatogenesis .

Pars intermedia,mengeluarkan hormon melanocyte-stimulating hormone


(MSH),yang merangsang sel melanosit memproduksi melanin (zat yang
mewarnai kulit ).Karena penting dan banyaknya hormon yang dihasilkan
kelenjar hipoofise anterior ini,maka kelenjar ini disebut “master gland”

6
c. Kelenjar Tiroid
Terletak dan menempel pada trakea di bagian depan. Kelenjar tiroid adalah
salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia. Kelenjar ini
dapat ditemui di leher. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh
membakar energi, membuat protein dan mengatur kesensitifan tubuh terhadap
hormon lainnya. Kelenjar tiroid dapat distimulasi dan menjadi lebih besar
oleh epoprostenol. Fungsi tiroid diatur oleh hormon perangsang tiroid (TSH)
hipofisis, dibawah kendali hormon pelepas tirotropin (TRH) hipotalamus
melalui sistem umpan balik hipofisis-hipotalamus. Faktor utama yang
mempengaruhi laju sekresi TRH dan TSH adalah kadar hormon tiroid yang
bersirkulasi dan laju metabolik tubuh.
Hiposekresi (hipotiroidisma). Bila kelenjar tiroid kurang mengeluarkan
sekretvpada waktu bayi maka mengakibatkan suatu keadaan yang dikenal
sebagai kretinisme, berupa hambatan pertumbuhan mental dan fisik.
Hipersekresi. Pada pembesaran kelenjar dan penambahan sekresi yang
disebut hipertiroidisma,semua simtomnya kebalikan dari miksudema.
Padakeadaan yang dikenal sebagai penyakit Grave atau gondok
eksoftalmus,tampak mata menonjol keluar.

d. Kelenjar Paratiroid
Kelenjar ini terletak di setiap sisi kelnjar tiroid yang terdapat di dalam
leher. Kelenjar ini berjumlah 4 buah yang tersusun berpasangan yang
mengahasilkan hormon paratiroksin. Ada 2 jenis sel dalam kelejar paratiroid,
ada sel utama yang mensekresi hormon paratiroid (PTH) yang berfungsi
sebagai pengendali keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh melalui
peningkatan kadar kalsium darah dan penuurunan kadar fosfat darah dan sel
oksifilik yang merupakan tahap perkembangan sel chief.
Di setiap sisi kelenjar tiroid terdapat dua kelenjar kecil, yaitu kelenjar
paratiroid,di dalam leher. Sekresi paratiroid,yaitu hormon paratiroid, mengatur

7
metabolisme zat kapur dan mengendalikan jumlah zat kapur di dalam darah
dan tulang.
Hipoparatiroidisma, yaiutu kekurangan kalsium dalam isi darah atau
hipokalsemia, mengakibatkan keadaan yang disebut tetani, dengan gejala khas
kejang dan konvulsi, khsusunya pada tangan dan kaki yang disebut
karpopedal spasmus; simtom-simtom ini dapat cwpt diringankan dengan
pemberiamn kalsium.

e. Adrenal
Merupakan kelenjar ini berbentuk bola, yang menempel pada bagian atas
ginjal. Kelenjar ini disebut juga kelenjar adrenal atau kelenjar supra renal.
Kelenjar adrenal dapat dibagi menjadi dua bagia, yaitu bagian luar yang
berwarna kekuningan yang bernama korteks, menghasilkan hormone kortisol,
dan bagian tengah (medula), menghasilkan hormon Adrenalin (epinefrin) dan
nor adrenalin (norepinefrin).
Noradrenalin menaikkan tekanan darah dengan jalan merangsang serabut
otot di dalam dinding pembuluh darah untuk berkontraksi.
Beberapa hormone terpenting yang disekresikan korteks adrenal adalah
hidrokortison, aldosteron, dan kortikosteron, yang semuanya bertalian erat
dengan metabolisme pertumbuhan, fungsi ginjal, dan tonus otot. Semua fungsi
ini menentukan jalan hidup.
1) Medulla Adrenal
Aktifitas medulla adrenal dibawah kontrol sistem saraf otonom impatis
yang memproduksi hormon epinefrin (adrenal) dan hormon
norepinefrin (non adrenalin). Hormon ini bertanggung jawab pada
reaksi “Flight-or-Fight” pada keadaan-keadaan darurat.kedua hormon
ini menyebabkan timbulnya beberapa reaksi,antara lain :
a) Kadar gula darah dan metabolik rate meningkat.
b) Dilatasi Bronkiolus dan frekuensi nafas meningkat.

8
c) Pembuluh darah saluran cerna konstriksi,namun pembuluh darah
diotak dilatasi
d) Kontraksi otot jantung menguat dan frekuensi denyut jantung
meningkat
Korteks Adrenal
Korteks adrenal memperoduksi 2 tipe hormon,yaitu :
a) Glucocorticoids,membantu mengatur kadar gula darah
b) Mineralocorticoids mengatur kadar mineral dalam darah.
Kelenjar ini juga memproduksi sedikit hormon seks laki-laki dan
hormon seks perempuan pada orang laki-laki dan perempuan.
 Glucocorticoids
Cortisol bertanggung jawab pada aktifitas
glucocorticoids.Kortisol menyebabkan hidrolisis dari protein
otot menjadi asam amino dan mamsuk kedalam darah. Keadaan
ini akan meninggikan kadar gula darah bila hepar mengubah
asam amino ini menjadi glukosa.Cartisol juga dapat
memetabolisme asam lemak dibanding
karbohidrat.Jadi,berlawanan dengan insulin,cortisol
meningkatkan kadar gula darah.Cortisol juga dapat melawan
proses radang khususnya pada nyeri sendi dan pembengkakan
pada radang sendi (athritis) dan bursitis.pemberian cortisol
dapat menolong mengurangi peradangan.
 Mineralocorticoids
Sekresi hormon mineralocorticoid tidak dibawah kontrol
hipofise anterior. Bila volume darah dan kadar natrium darah
rendah, ginjal akan mengeluarkan enzim renin, yaitu enzim
yang berasal dari perubahan protein plasma angiotensinogen II.
Angiotensin II ini merangsang korteks adrenal untuk
mengeluarkan aldosterone. Efek dari sistem ini disebut dengan
renin angiotensis aldosterone system untuk meningakatkan

9
volume dan tekanan darah melalui 2 jalan. Pertama angiotensin
II berefek langsung pada konstriksi arteriole dan kedua
aldosterone menyebabkan ginjal mereabsorpsi natrium. Bila
kadar natrium darah meningkat dan air direabsorpsi, maka
volume dan tekanan darah dipertahankan.
Dua hormon lain yang brperan untuk mempertahankan
homeostatik volume darah, yaitu:
1. Antidiuretic Hormone (ADH), membantu meningkatkan
volume darah dengan cara mereabsorpsi air oleh ginjal.
2. Sebaliknya, bila atrium jantung teregang akibat eningkatnya
volume darah, sel-sel jantung akan mengeluarkan hormon
yang disebut atrial natriuretic hormone (ANH) yang
menghambat sekresi renin oleh ginjal dan sekresi
aldosterone oleh korteks adrenal. Jadi efek dari ANH ini,
menyebabkan eksresi natrium (natriuresis). Bila natrium
dikeluarkan lewat urin, bersamaan dengan itu banyak air
yang dikeluarkan. Dengan demikian volume darah dan
tekanan darah akan menurun.
f. Pankreas
Pangkreas terletak dibelakang lambung di depan vertebra lumalis I dan II
yang tersusun dari pulau-pulau langerhans yang tersebar di seluruh
pangkreas. Di pulau langerhans inila terdapat sel-sel alfa dan sel-sel beta. Sel
alfa menghasilkan hormon glucagon sedangkan sel-sel beta menghasilkan
hormone insulin. Hormon insulin berfungsi mengatur konsentrasi glukosa
dalam darah. Kelebihan glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan
dirombak menjadi glikogen untuk disimpan. Kekurangan hormon ini akan
menyebabkan penyakit diabetes.

10
g. Kelenjar Timus
Terletak di dalam midiastinum di belakan tulang sternum, kelenjar timus
dijumpai pada anak-anak di bawah usia 18 tahun. Kelenjar ini terletak di
dalam toraks kira-kira setinggi percabangan trakea, warnanya kemerah-
merahan dan terdiri atas 2 lobus. Pada bayi baru lahir beratnya kira-kira 10
gram, dan ukurannya bertambah pada masa remaja sekitar 30-40
gram.Kelenjar timus menghasilkan suatu sel imun yang membantu dalam
pertahanan tubuh, selain itu hormon kelenjar timus berperan dalam membatu
pertumbuhan badan.

h. Hormon Kelamin
TESTIS DAN OVARIUM
Organ sex pada pria adalah testis yang terletak dalam skrotum dan pada
wanita adalah ovarium yang terletak dalam rongga abdomen. Testis
memproduksi hormon seks pria yang disebut androgen. Sedang ovarium
memproduksi hormon sex wanita yaitu estrogen dan progesteron. Sekresi
kedua hormon ini dikontrol oleh kelenjar hipotalamus dan hipofise.
1. Testosteron
Hormon seks laki-laki ini penting untuk pertumbuhan dan fungsi normal
organ sex laki-laki. Selain itu juga perlu untuk proses pematangan sperma.
Sekresinya akan meningkat pada masa pubertas untuk merangsng
pertumbuhan penis dan testis. Testosteron juga mempertahankan
karakteristik sex sekunder laki-laki pada saat pubertas, misalnya jenggot,
bulu ketiak, dan bulu kemaluan, juga menyebabkan larings dan pita suara
membesar sehingga terjadi perubahan pada suara. Testosteron juga
berperan pada pembesaran dan penguatan otot laki-laki, sehingga sering
disalah gunakan oleh atlet dengan mengkonsumsi suplemen anabolic
steroids, yang mengandung testosteron atau senyawa kimiawinya.
Efek samping lain dengan menggunakan steroid antara lain:

11
 Menutup pusat pertumbuhan di epiphysis tulang panjang sehingga
menghambat pertumbuhan
 Gangguan fungsi ginjal dan menahan cairan tubuh
 Mengecilkan ukuran testis
 Mengurangi jumlah sperma
 Menyebabkan impoten
 Terjadi gangguan fungsi hepar
 Menimbukan kanker
 Menyebabkan pengeluaran kelenjar sebaceous dan kelenjar keringat
lebih banyak sehingga timbul acne yang berat dan bau keringat.
2. Estrogen dan Progesteron
Kedua hormon sex wanita ini mempunyai beberapa efek terhadap tubuh,
khusunya estrogen yang dikeluarkan saat pubertas merangsang
pertumbuhan uterus dan vagina. Estrogen juga diperlukan untuk
pematangan sel telur dan berperan pada karakteristik sex sekunder wanita,
yaitu rambut badan wanita dan distribusi lemak tubuh. Estrogen juga
mempengaruhi penutupan epiphysis tulang panjang sehingga menghambat
pertumbuhan. Estrogen dan Progesteron dibutuhkan untuk perkembangan
payudara dan pengaturan siklus menstruasi.

2.2 KerjaHipotalamusdanHubungannyadenganKelenjarHormon
Rumitnya tubuh manusia dan adanya kekhususan sel dan jaringan
memerlukan komunikasi internal yang bisa mengatur berbagai proses dalam
tubuh. Hal ini penting supaya bagian tubuh dapat berfungsi sebagai satu unit
dalam memenuhi kebutuhan tubuh tertentu. Ada dua sistem tubuh yang bisa
mengatur macam-macam proses ini, yaitu sistem endokrin dan sistem persarafan.
Kedua sistem ini dapat bekerja same untuk mengoordinasi fungsi tubuh sehingga
tubuh bisa mengadakan respons yang sesuai terhadap perubahan pada
lingkungan.

12
Sistem endokrin terdiri atas hipofisis anterior dan posterior, tiroid, paratiroid,
korteks adrenal, medula adrenal, pankreas, gonadotropin, badan pineal, serta
timus. Selain itu, masih ada sel endokrin khusus yang terdapat pada traktus
gastrointestinal. Hormon kelenjar endokrin adalah vital dalam mempertahankan
kehidupan, termasuk fungsi diferensiasi, reproduksi, adaptasi,
pertumbuhan/perkembangan, dan proses menua (senescence).

Sistem endokrin mengoordinasi fungsi tubuh dengan memproduksi dan


mengeluarkan (sekresi) hormon. Hormon adalah zat yang dikeluarkan oleh sel
endokrin ke dalam darah agar zat ini bisa mengadakan perubahan di tempat yang
dituju. Hormon bisa memengaruhi sel atau jaringan tertentu apabila sel atau
jaringan tersebut mempunyai reseptor (penerima) untuk hormon tertentu. Sel,
jaringan, atau organ yang mengadakan respons terhadap hormon tertentu disebut
sel target atau organ target.

Kadar hormon harus dipertahankan pada batas yang tepat karena jumlah
hormon yang tepat sangat perlu untuk mempertahankan kesehatan sel atau organ
tertentu. Faktor yang terkait dalam pengendalian hormon adalah kontrol umpan
balik (feedback control), misalnya sistem umpan balik negatif. Contoh ini
berlaku untuk semua kelenjar endokrin. Kelenjar A distimulasi (+) untuk
memproduksi hormon X. Hormon X menstimulasi organ B untuk mengubah
(meningkatkan atau mengurangi) zat Y. Perubahan pada zat Y mencegah
produksi hormon X. Contoh ini menunjukkan regulasi umpan balik negatif
hormon paratiroid, hormon ADH, dan hormon insulin.

Walaupun hipota lamus adalah bagian kecil otak, hipotalamus menerima


input, baik langsung maupun tidak langsung dari semua bagian otak.
Hipotalamus juga pengendali utama hipofisis anterior dan posterior. Dengan
demikian, hipotalamus menjadi pengendali global semua sistem endokrin.

Kelenjar hipofisis mempunyai dua komponen dan kedua komponen ini


mempunyai fungsi yang tidak sama. Dua komponen ini adalah adenohipofisis
(hipofisis anterior) dan neurohipofisis (hipofisis posterior). Hipotalamus

13
berhubungan dengan hipofisis posterior melalui sistem persarafan, sedangkan
hubungannya dengan hipofisis anterior adalah melalui pembuluh darah. Hormon
hipofisis posterior dihasilkan oleh hipotalamus, kemudian melalui akson dari
saraf di bawah dan disimpan ke dalam kelenjar hipofisis posterior.

Darah yang mengalir ke dalam kelenjar hipofisis anterior harus melewati


hipotalamus terlebih dahulu. Hipotalamus mengendalikan hipofisis anterior
dengan menghasilkan dan mengeluarkan hormon releasing atau inhibiti.Melalui
peredaran darah, hormon ini disimpan ke dalam hipofisis anterior. Kelenjar
hipofisis anterior dapat menstimulasi keluarnya (release) atau mencegah (inhibit)
keluarnya hormon tertentu. Enam hormon releasing atau inhibiting yang sudah
diketahui adalah:

hormone-
1. Growth Hormone (GHRH)
releasing

hormone-
2. Growth Hormone (GHIH)
inhibiting

3 Thyrotropin Releasing Hormone (TRH)

4 Corticotropin Releasing Hormone (CRH)

5 Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH)

Prolactin-
6 Hormone (PIH)
inhibiting

Jika kelenjar endokrin mengalami kelainan fungsi, maka kadar hormon di


dalam darah bisa menjadi tinggi atau rendah, sehingga mengganggu fungsi
tubuh.Untuk mengendalikan fungsi endokrin, maka pelepasan setiap hormon
harus diatur dalam batas-batas yang tepat.Tubuh perlu merasakan dari waktu ke
waktu apakah diperlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon.

14
Hipotalamus dan kelenjar hipofisa melepaskan hormonnya jika mereka
merasakan bahwa kadar hormon lainnya yang mereka kontrol terlalu tinggi atau
terlalu rendah.Hormon hipofisa lalu masuk ke dalam aliran darah untuk
merangsang aktivitas di kelenjar target. Jika kadar hormon kelenjar target dalam
darah mencukupi, maka hipotalamus dan kelenjar hipofisa mengetahui bahwa
tidak diperlukan perangsangan lagi dan mereka berhenti melepaskan hormon.

Sistem umpan balik ini mengatur semua kelenjar yang berada dibawah
kendali hipofisa.Hormon tertentu yang berada dibawah kendali hipofisa memiliki
fungsi yang memiliki jadwal tertentu. Misalnya, suatu siklus menstruasi wanita
melibatkan peningkatan sekresi LH dan FSH oleh kelenjar hipofisa setiap
bulannya. Hormon estrogen dan progesteron pada indung telur juga kadarnya
mengalami turun-naik setiap bulannya.

Mekanisme pasti dari pengendalian oleh hipotalamus dan hipofisa terhadap


bioritmik ini masih belum dapat dimengerti. Tetapi jelas terlihat bahwa organ
memberikan respon terhadap semacam jam biologis.Faktor-faktor lainnya juga
merangsang pembentukan hormon.Prolaktin (hormon yang dikeluarkan oleh
kelenjar hipofisa) menyebabkan kelenjar susu di payudara menghasilkan susu.
Isapan bayi pada puting susu merangsang hipofisa untuk menghasilkan lebih
banyak prolaktin. Isapan bayi juga meningkatkan pelepasan oksitosin yang
menyebabkan mengkerutnya saluran susu sehingga susu bisa dialirkan ke mulut
bayi.

Kelenjar semacam pulau pakreas dan kelenjar paratiroid, tidak berada


dibawah kendali hipofisa. Mereka memiliki sistem sendiri untuk merasakan
apakah tubuh memerlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon.Misalnya
kadar insulin meningkat segera setelah makan karena tubuh harus mengolah gula
dari makanan. Jika kadar insulin terlalu tinggi, kadar gula darah akan turun
sampai sangat rendah. Kadar hormon lainnya bervariasi berdasarkan alasan yang
kurang jelas.Kadar kortikosteroid dan hormon pertumbuhan tertinggi ditemukan

15
pada pagi hari dan terendah pada senja hari. Alasan terjadinya hal ini belum
sepenuhnya dimengerti.

2.3 MekanismeUmpanBalik Hormone

Dalam sistem endokrin, umpan balik mengacukepada efek yang ditimbulkan


olehpengaktifansuatu jaringan sasaran oleh hormon terhadappelepasan hormon
tersebut lebih lanjut Setiap hormon dirangsang pelepasannya oleh suatusinyal
khusus. Setelahdilepaskan, hormonmempengaruhi organ sasarannya
danmenimbulkan respons yang mengurangi pelepasanhormon tersebut lebih
lanjutKadar hormon dalam darah juga.

Dikontrol oleh umpan balik negatifmanakala kadar hormon telahmencukupi


untuk menghasilkanefek yang dimaksudkan, kenaikankadar hormon lebih jauh
dicegah. Oleh umpan balik negatif.Peningkatan kadar hormonemengurangi
perubahan awal yangmemicu pelepasan hormon. pe_ sekresi ACTH dari
kelenjarpituitari anterior merangsang pelepasan kortisol dari korteksadrenal,
menyebabkan penurunanpelepasan ACTH lebih banyak kadar hormon dalam
darah jugadikontrol oleh umpan balik negatifmanakala kadar hormon
telahmencukupi untuk menghasilkanefek yang dimaksudkan

1. Umpan Balik Negatif

Umpan balik jenis ini disebutumpan balik negatif, danmenyebabkan kadar


hormondikontrol ketat. Kecepatan/laju sekresi setiap hormon dikontrol oleh
sisteminternal, dan kontrol ini dikenal sebagai negative feedbackdengan
mekanisme sebagai berikut :

1. Setiap kelenjar endokrin secara alamiah mempunyaitendensi untuk


oversekresihormonnya
2. Karena tendensi ini, maka hormon yang dihasilkan akansangat banyak
3. Organ target akan menjalankan fungsinya akibat pengaruhhormon

16
4. Ketika fungsi pada organ target sudah terlalu banyak,maka ada faktor
tertentu yang memberikan efek negatifke kelenjar agar mengurangi jumlah
hormon yang disekresi.

Fungsi dari hormondimonitor, daninformasi ini akandikirim


sebagainegative feedbackuntuk mengurangi lajusekresi hormon.Demikian pula
sebaliknya,apabila jumlah hormonyang disekresi tidakmenimbulkan efek
yangmaksimal pada organtarget maka ada feedbacknegatif ke kelenjar
untukmenambah jumlah hormondan meningkatkan lajusekresi hormon.

2. Umpan Balik Positive

Umpan balik positif terjadi ketika produk umpan kembali untuk


meningkatkan produksi sendiri. Hal ini menyebabkan kondisi semakin
ekstrem.Contoh umpan balik positive adalah produksi susu dari seorang ibu
untuk bayinya.Saat bayi menyusu, pesan saraf dari puting menyebabkan
kelenjar pituitary mengekskresi prolaktin.Prolaktin pada
gilirannya,merangsang kelenjar susuuntuk menghasilkan susu sehingga bayi
mau menyusu lagi.

17
2.4 Hormonyang BerhubunganDengan System Reproduksi
Hormon-Hormon Reproduksi
1. Estrogen
Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak jenis dari estrogen tapi
yang paling penting untuk reproduksi adalah estradiol. Estrogen berguna
untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada wanita yaitu
pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut kemaluan,dll. Estrogen juga
berguna pada siklus menstruasi dengan membentuk ketebalan endometrium,
menjaga kualitas dan kuantitas cairan cerviks dan vagina sehingga sesuai
untuk penetrasi sperma.

2. Progesterone
Hormon ini diproduksi oleh korpus luteum. Progesterone
mempertahankan ketebalan endometrium sehingga dapat menerima implantasi
zygot. Kadar progesterone terus dipertahankan selama trimester awal
kehamilan sampai plasenta dapat membentuk hormon HCG.

3. Gonadotropin Releasing Hormone


GNRH merupakan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus diotak.
GNRH akan merangsang pelepasan FSH (folikl stimulating hormone) di
hipofisis. Bila kadar estrogen tinggi, maka estrogen akan memberikan
umpanbalik ke hipotalamus sehingga kadar GNRH akan menjadi rendah,
begitupun sebaliknya
.
4. FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing Hormone)
Kedua hormon ini dinamakan gonadotropoin hormon yang diproduksi
oleh hipofisis akibat rangsangan dari GNRH. FSH akan menyebabkan
pematangan dari folikel. Dari folikel yang matang akan dikeluarkan ovum.
Kemudian folikel ini akan menjadi korpus luteum dan dipertahankan untuk
waktu tertentu oleh LH.

18
Beberapa penyakit akibat gangguan sistem endokrin

1. Diabetes insipidus; keadaan yang ditandai dengan produksi abnormal


urine yang berlebihan akibat kurangnya (defisiensi) autidiuretic
hormone (ADH)
2. Pituitary dwarfism; keadaan postur tubuh yang kecil, walau masih
proporsional, akibat produksi growth hormone yang sedikit atau tidak
ada sama sekali selama masa anak-anak.
3. Gigantisme/giants; tubuh yang tinggi seperti raksasa, disebabkan
sekresi growth hormone yang berlebihan. Biasanya disertai dengan
jeleknya kesehatan penderita.
4. Akromegaly; keadaan dimana ujung-ujung tulang dan jari-jari yang
lebih panjang dari normal, disebabkan produksi growth hormone
berlebihan dan terjadi sesudah dewasa.
5. Simple goiter; kelenjar tiroid yang membesar akibat kurangnya
produksi tiroksin.
6. Retinism; keadaan tubuh seseorang yang pendek dan gemuk
disebakan karena kekurangan hormone tiroid yang ekstream
(hypotiroidism) sejak masa anak-anak akibat kelenjar tiroid yang
tidak berkembang dengan baik.
7. Nyxedema; keadaan yang disebabkan hipotiroidsm yang terjadi saat
sudah dewasa yang ditandai dengan lemak, berat badan bertambah,
rabut rontok, denyut jantung berkurang, suhu tubuh rendah, kulit
menebal atau bengkak (edema).
8. Grave’s disease; suatu penyakit autoimun dimana terdapat benjolan
pada leher akibat pembesaran dan hiperaktif kelenjar tiroid. Sering
tampak mata pasien menonjol keluar, kurus, hiperaktif dan mudah
marah.
9. Exophythalmic goiter; pembesaran kelenjar tiroid yang disertai
dengan menonjolnya bola mata abnormal.

19
10. Tetany; keadaan terjadinya kejang pada tubuh akibat kontraksi otot
yang terus menerus, efek dari peningkatan rangsangan syaraf yang
spontan dan tanpa henti.
11. Addison disease; terjadi pada orang dengan kadar hrmone korteks
adrinal yang rendah dengan gejala-gejala kulit kemerahan tidak
seperti biasa, pasien mengalami kelelahan yang sangat akibat
kurangnya suplai energi, bahkan infeksi yang ringan sekalipun dapat
menyebabkan kematian, kadar natrium darah rendah, tekanan darah
rendah dan mungkin mengalami dehidrasi berat.
12. Cusing syndrom; terjadi pada orang dengan kadar hormone korteks
adrenal yang tinggi akibat hiper sekresi. Pasien tampak gemuk [ada
bagian tubuh, sedangkan lengan dan tungkai tetap normal, pH darah
lebih dari normal (suasana basah), tekanan darah tinggi, udema pada
wajah, pada wanita terjadi maskulinisasi akibat sekresi berlebihan dari
hormone sex pria oleh kelenjar adrenal
13. Diabetes militus; penyakit yang paling sering disebabkan akibat tidak
keseimbangan hormone, khususnya hormone insulin dengan gejala-
gejala kadar gula positif dalam urine atau glukosulia, sering kencing,
rasa haus tidak normal, cepat lapar (makan banyak), berat badan
menurun secara cepat, kelemahan umum, tampak ngantuk, lelah,
gatal-gatal pada bagian kulit dan daerah genital, pandangan kabu
(gangguan penglihatan), dan gangguan kulit.

20
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
 Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidak
mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Sekret dari
kelenjar endokrin dinamakan hormone.
 Sel-selpenyusun organ endokrindapatdibedakanmenjadi 2
yaituselneusekretori,danselendokrinsejati.
 Hipotalamus adalah bagian kecil otak, hipotalamus menerima input, baik
langsung maupun tidak langsung dari semua bagian otak. Hipotalamus juga
pengendali utama hipofisis anterior dan posterior. Dengan demikian,
hipotalamus menjadi pengendali global semua sistem endokrin.

3.2 Saran
Saran yang dapat kami berikan adalah sebagai calon pendidik maka sebaiknya
kita bisa memahami karakteristik dari peserta didik yang akan kita didik suatu
hari nanti sesuai dengan kebutuhan remaja yang telah diuraikan diatas agar
peserta didik dapat mencapai cita-cita yang diinginkannya, serta agar pendidikan
di Indonesia berkembang dengan baik sesuai dengan tujuan pendidikan.

21
DAFTAR PUSTAKA

1. Sarpini,dr Rusbandi.2013.Anantomi dan Fisiologi Tubuh Manusia Untuk


Paramedis.Jakarta:IN Media
2. C.Pearce,Eveyn.2013.Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis.Jakarta:CV
Prima Grafika
3. Syaifudin.2011.Anatomi Tubuh Manusia Untuk Mahasiswa Kperawatan Edisi
2.jakarta:Salemba Medika
4. Snell.Richard S .2011.Anantomi Klinis Berdasarkan Sistem .Jakarta:EGC
5. https://ismailskep.files.wordpress.com/2013/04/2-sistem-umpan-balik.pdf

22