You are on page 1of 3

2.

3 Penanganan Pneumonia

Penumonia merupakan penyakit yang disebabkankan oleh infeksi bakteri, virus, dan juga
jamur yang menyerang sistem pernapasan manusia. Penanganan pneumonia dapat dilakukan
dengan langkah-langkah berikut ini:

2.3.2 Pencegahan Pneumonia

Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk penanganan penyakit


pneumonia ialah dengan pencegahan. Mencegah lebih baik daripada mengobati,
selagi dapat mencegah terjadinya penyakit ini maka patut diimplementasikan dalam
kehidupan sehari-hari. Pencegahan penyakit pneumonia secara umum yang dapat
diterapkan dengan mudah, ialah :

1. Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi


Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi akan membantu meningkatkan
daya tahan tubuh lebih baik sehingga dapat melindungi tubuh dari infeksi
virus, bakteri, maupun jamur.
2. Rajin Berolahraga
Olahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan. Olahraga
untuk mencegah terjadinya masalah sistem pernapasan baik dilakukan
pada pagi hari disaat udara masih segar.
3. Menjaga Kebersihan
Masalah pernapasan biasanya disebabkan oleh lingkungan sekitar
khususnya dari debu, dan udara yang kurang bersih. Maka dari itu,
diupayakan untuk selalu menjaga kebersihan demi terhindar dari kuman,
debu, serta udara kotor yang dapat menyerang sistem pernapasan.
Gunakan alat pelindung diri seperti masker, apabila keadaan sekitar
tampak berbahaya bagi kesehatan pernapasan
4. Tidak Merokok
Pneumonia merupakan suatu peradangan paru-paru. Merokok adalah suatu
kegiatan yang dapat merugikan seseorang dan merusak paru-paru.
Merokok harus dihindari apabila tidak ingin terserang penyakit pneumonia
Pencegahan pneumonia selain dengan menghindarkan atau mengurangi
faktor resiko dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan, yaitu dengan
pendidikan kesehatan di komunitas, perbaikan gizi, pelatihan petugas kesehatan
dalam hal memanfaatkan pedoman diagnosis dan pengobatan pneumonia,
penggunaan antibiotika yang benar dan efektif, dan waktu untuk merujuk yang tepat
dan segera bagi kasus yang pneumonia berat. Peningkatan gizi termasuk pemberian
ASI eksklusif dan asupan zinc, peningkatan cakupan imunisasi, dan pengurangan
polusi udara didalam ruangan dapat pula mengurangi faktor resiko (Prasetyo, 2013).

Menurut Kartasamita (2010), usaha untuk mencegah pneumonia ada 2 yaitu:

a. Pencegahan Non spesifik, yaitu:

1) Meningkatkan derajat sosio-ekonomi.


2) Menurunkan kemiskinan.
3) Meningkatkan tingkat pendidikan.
4) Menurunkan angka balita kurang gizi.
5) Meningkatkan derajat kesehatan.
6) Menurunkan morbiditas dan mortalitas.
7) Lingkungan yang bersih, bebas polusi

b. Pencegahan Spesifik

1) Cegah berat bayi lahir ringan (BBLR)


2) Pemberian makanan yang baik/gizi seimbang
3) Melakukan Vaksinasi
Vaksinasi yang tersedia untuk mencegah secara langsung pneumonia adalah
vaksin pertussis (ada dalam DTP), campak, Hib (haemophilus influenzae
type b) dan pneumococcus (PCV). Dua vaksin diantaranya, yaitu pertussis
dan campak telah masuk ke dalam program vaksinasi nasional di berbagai
negara, termasuk Indonesia. Sedangkan Hib dan pneumokokus sudah
dianjurkan oleh WHO dan menurut laporan, kedua vaksin ini dapat
mencegah kematian 1.075.000 anak setahun. Namun, karena harganya
mahal belum banyak negara yang memasukkan kedua vaksin tersebut ke
dalam program nasional imunisasi.

DAFTAR PUSTAKA
Irnaningtyas. 2014. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Penerbit Erlangga
Kenny. 2015. Klasifikasi dan Pencegahan Pneumonia. Diakses dari
id.scribd.com/doc/258688001/Klasifikasi-Dan-Pencegahan-Pneumonia pada 15
September 2018 pukul 22.10 WITA
Prasetyo, Arif R. 2013. Analisis Faktor Resiko Kejadian Pneumonia pada Balita Usia 6 Bulan –
5 tahun di Puskesmas Pengadegan kecamatan Pengadegan Kabupaten purbalingga.
Online. Diakses dari digilib.ump.ac.id/files/disk1/19/jhptump-a-arifrokhma-920-3-
babiii.pdf 15 September 2018 pukul 22.00 WITA