You are on page 1of 11

FORMAT ASKEP KEPERAWATAN KELUARGA

A. Identitas Umum Keluarga


Identitas Kepala Keluarga:
Nama : Tn.M
Umur : 45 Tahun
Agama : Islam
Suku : Madura
Pendidikan : Tidak sekolah
Pekerjaan : Petani
Alamat : Dusun Binabe Desa Tanjung Kec.Saronggi
No Tlpon :-
Komposisi Keluarga :
Hub.
No Nama L/P Umur Pekerjaan Pendidikan
Keluarga
1 Tn.M L 45 Th Kepala Petani Tdk
Keluarga Sekolah
2 Ny.R P 38 Th Istri IRT Tdk
Sekolah
3 An.M L 5Th Anak Blm Tdk
Bekerja Sekolah
Genogram:

Keterangan :
: Laki - Laki
: Perempuan
: Laki –laki Meninggal
: Perempuan Meninggal
: Klien (Laki – laki sakit)
: Ada Hubungan (Perkawinan)
: Garis Keturunan
------ :Tinggal Serumah
Tipe Keluarga:
1. Jenis Tipe Kleuarga:
Extended family : keluarg besar yang terdiri dari dari ayah,istri, dan anak.
2. Masalah yang Terjadi dengan Tipe tersebut
Tidak ada masalah dalam keluarga.
Suku Bangsa
1. Asal Suku bangsa:
Keluarga Tn.M Suku bangsa merupakan asli madura

1
2. Budaya yang berhubungan dengan kesehatan
Percaya dengan obat obatan tradisional yang bisa menyembuhkan penyakit,
misalakan obat herbal yang terbuat dari bahan alami, sebelum ke RS.
Agama dan Kepercayaan yang mempengaruhi Kesehatan
Keluarga Tn.M beragama islam dan sholat 5 waktu serta Klien percaya bahwa
dengan berdo’a penyakitnya akan diangkat oleh Allah SWT
Status Sosial Ekonomi Keluarga
1. Anggota Keluarga yang mencari nafkah
Anggota keluarga yang mencari nafkah adalah kepala keluarga yaitu ayah.
2. Penghasilan
Rp. 1.000.000/ bulan
3. Upah Lain
Tidak ada
4. Harta Benda yang dimiliki
Alat rumah tangga, kendaraan, dll
5. Kebutuhan yang dikeluarkan
Rp. 700.000
Aktivitas Rekreasi Keluarga
Keluarga meluangkan waktu dengan cara menonton tv bersama. Saat ini Klien
tidak / jarang rekreasi karena faktor kondisi kesehatan yang kurang mendukung,
Riwayat dan Tahap perkembangan Keluarga
1. Tahap Perkembangan keluarga saat ini
Saat ini tahap perkembangan keluarga dinilai baik, keluarga berkembang dan
tumbuh sesuai dengan usianya
2. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi kendalanya
Tidak ada tahap perkembangan yang belum terpenuhi
Riwayat Kesehatan Keluarga Inti
1. Riwayat Kesehatan keluarga saat ini
Nyeri Sendi
2. Riwayat penyakit keturunan
Tidak ada penyakit keturunan
3. Riwayat Kesehatan masing-masing anggota keluarga
Tindakan yg
Keadaan
No nama Usia BB Imunisasi Masalah Kes telah
Kesehatan
dilakukan
1 Tn.M 45 Th 60 Baik - Nyeri -
Kg
2 Ny.R 38 Th 55 Baik - Tidak ada -
Kg
3 An.M 5Th 10 Baik Lengkap Tidak ada -

2
Kg
4. Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan
Pustu, Bidan, Perawat dan Puskesmas.
5. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
Keluarga klien memiliki masalah kesehatan darah tinggi, namun klien tidak
menderita hipertensi
Pengkajian Lingkungan
Karakteristik rumah
1. Luas Rumah
12 x 10 m (120 m)
2. Tipe Rumah
Permanen
3. Kepemilikan
Milik Sendiri
4. Jumlah dan rasio kamar/ruangan
3 kamar tidur, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, tempat sholat dan
kasur
5. Ventilasi/Jendela
Terdapat ventilasi disetiap ruangan
6. Pemanfaatan ruangan
Ruangan dimanfaatkan dengan baik, barang – barang, perabotan diletakkan
pada posisi yang pas.
7. Septik tank : terletak didalam rumah. Letak:< 10 m
8. Sumber air minum
Galon, PDAM
9. Kamar mandi/ WC:
Kamar mandi / WC terletak dibelakang rumah, jumlah kamar mandi 2.
10. Sampah: dibuang ke tempat sampah. Limbah RT: disatukan
11. Kebersihan
Kebersihan dalam dan luar rumah terjaga
Karakteristik tetangga dan komunitas RW
1. Kebiasaan
Saat kondisi kesehatan tidak ada masalah, klien sering berkomunikasi dengan
tetangga dan teman-temannya.
2. Aturan/Kesepakatan
Klien mentaati peraturan yang ada di RT/RW
3. Budaya
Klien menghadiri perkumpulan Rt, Rw dan perkumpulan kematian serta
gotong royong.
Mobilitas Geografis Keluarga
1. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga menghadiri perkumpulan yang ada dan interaksi denan masyarakat
dilakukan dengan baik

3
2. Sistem penduduk keluarga
Berdomisili penduduk asli keluarga tanjung
Struktur Keluarga
1. Pola/cara komunikasi keluarga:
Komunikasi klien dengan keluarga berjalan dengn baik dan kondusif, keluarga
berkomunikasi dengan klien menggunakan bahasa madura
2. Struktur kekuatan keluarga:
Keluarga selalu memotivasi, mendukung, memberi support kepada keluarga
yang memiliki problem hidup, misalkan dalam kesehatannya.
3. Struktur peran:
Klien berperan sebagai kepala keluarga yang memimpin istri dan anak, setiap
anggota keluarga memiliki peran dan menjalankan perannya dengan baik.
4. Struktur Nilai dan norma keluarga
Nilai agama, norma – norma dan aturan yang ada dijalani dengan baik, seperti
beribadah dll.

Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif:
Pengetahuan keluarga mengenai kesehatan cukup baik, keluarga mengetahui
metode pengobatan yng tepat bila sakit, fasilitas kesehatan, dll
2. Fungsi Sosial:
a. Kerukunan hidup dalam keluarga
Keluarga menerapkan kerukunan pada setiap anggota keluarganya, caranya
adalah komunikasi dengan baik setiap pengambilan keputusan.
b. Interaksi dan hubungan dalam keluarga
Interaksi dan hubungan dengan keluarga berjalan dengan baik, interaksi
dilakukan dengan komunikasi antar anggota keluarga 1 dengan yang lain.
c. Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan
Dalam pengambilan keputusan klien sebagai kepala keluarga yang
melaksanakannya
d. Kegiatan keluarga waktu senggang
Mengaji, kegiatan beribadah, berkebun dan istirahat
e. Partisipasi dalam kegiatan sosial
Semua keluarga berpartisipasi dalam kegiatan sosial bila tidak ada halangan
f. Fungsi perawatan kesehatan
Perawatan keluarga dilakukan dengan baik, dapat dilihat dengan partisipasi
keluarga dalam mendatangi pelayanan kesehatan
Fungsi reproduksi
1. Perencanaan jumlah anak : -
2. Akseptor : -. yang di gunakan: -. lamanya: -
3. Keterangan lain : menggunakan KB

4
Fungsi Ekonomi
1. Upaya pemenuhan sandang pangan
Pemenuhan sandang dan pangan tercukupi karena sudah terbantu dengan
bantuan desa dan juga dari hasil penghasilan sendiri.
2. Pemanfaatan sumber di masyarakat
Klien menggantungkan hidup hanya dari penghasilan sendiri dan bantuan dari
desa seperti beras atau dana lain, tidak melibatkan masyarakat
Stres dan koping keluarga
1. Stressor jangka pendek
Klien mengeluh nyeri
2. Stressor jangka panjang
Klien khawatir nyerinya bertambah sakit dan semakin parah
3. Respon keluarga terhadap stressor
Memeriksakan keluarga yang sakit ke fasilitas kesehatan
4. Strategi koping:
Anggota keluarga selalu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang
ada
5. Strategi adaptasi disfungsional:
Menggoleskan minyak angin saat nyeri atau membuat obat-obatan sendiri
Keadaan Gizi Keluarga
1. Pemenuhan gizi
Keluarga Tn.M makan 3x sehari ikan,nasi,dan sayur dengan porsi habis.
2. Upaya lain -
Harapan Keluarga
1. Terhadap maslah kesehatannya
Harapan keluarga terhadap klien adalah agar klien dapat sembuh dari
penyakitnya dan dapat beraktifitas kembali seperti biasanya.
2. Terhadap petugas kesehatan yang ada
Berharap petugas kesehatan dapat menyebuhan penyakit yang ada dalam diri
klien
Pemeriksaan Fisik
No Variabel Nama Anggota Keluarga
Tn. M Ny. R An.M
1 Riwayat Penyakit saat ini Nyeri sendi - -
2 Keluhan yang dirasakan Nyeri - -
3 Tanda dan gejala Meringis - -
4 Riwayat penyakit sebelumnya - - -
5 Tanda-tanda vital Normal - -
6 Sistem kardiovaskuler - - -
7 Sistem respirasi - - -
8 Sistem Saluran pencernaan Sesa nafas - -
9 Sistem persarafan - - -
10 Sistem muskulus skeletal - - -

5
11 Sistem genetalia - - -

Tipelogi Masalah Kesehatan


No Daftar masalah Kesehatan
1 Ancaman

2 Kurang/tidak sehat
Nyeri yang dialami klien dirasakan semenjak kondisi klien menurun /
tidak sehat, dan ketika tidak sehat skala nyeri meningkat.
3 Defisit

Pengkajian Khusu Berdasarkan 5 Tugas Keluarga


No Kriteria Pengakajian
1 Mengenal maslah Klien tidak mengenal penyakit
nyeri karena belum memeriksakan
diri seperti asam urat, kolestrol dll.
2 Mengambil keputusan yang tepat Ketika yeri dirasakan, klien
mengoleskan krim anti nyeri dan
obat anti nyeri
3 Merawat anggota keluarga yang Klien dirawat dengan baik oleh
sakit atau punya maslah keluarganya
4 Modifikasi lingkungan Klien ketika nyeri kapasitas
dilingkungan rumah berkurang
5 Memanfaatkan sarana kesehatan Klien memanfaatkan sarana
kesehatan yang ada, seperti klinik.
Daftar Masalah
No Data Problem Etiologi
1. Ds : Gangguan Rasa Proses inflamasi
 Tn. M mengatakan sering nyeri Nyaman nyeri (distruksi sendi)
dibagian persendian sehingga
kaku untuk berjalan
 Keluarga mengatakan kurang
memahami cara menangani
nyerinya.

Do :
- Tn K sering memegangi bagian
sendi yang sering nyeri
- Terkadan terlihat meringis
- Skala Nyeri 4
2. Ds : Ansietas Kurang
- Klien sering menanyakan Terpapar
keadaan kesehatannya Informasi
- Klien mengatakan tidak
mengerti tentang penyakitnya
Do:
- Klien tampak gelisah

6
- Klien sering bertanya tentang
tindakan yang akan dilakukan
3 Ds : Defisit Kurang Mampu
- Pasien mengatakan tidak tahu Pengetahuan Mengingat
apa yang diderita dan
pencegahannya
Do :
- Tidak tau alasan kenapa sering
nyeri di sendi
Skoring : Gangguan Rasa Nyaman Nyeri
Kriteria Bobot Pembenaran
Sifat Masalah Masalah nyeri yang
3. Kurang/tidak sehat 2/3 x 1 = 2/3 dialami klien bersifat
2. Ancaman ancaman karena dapat
1. Krisis memperburuk kondisi dan
menghambat aktivitas
Kemungkinan Masalah Masalah kemungkinan
dapat diubah dapat diubah sebagian,
2. Mudah 1/2 x 2 = 1 karena sifat nyeri yang
1. Sebagian dapat munul kembali
0. Tidak dapat setiap waktu, mengingat
kondisi klien telah lanjut
usia
Potensi Masalah dapat Potensi msalah dapat
dicegah 2/3 x 1 = 2/3 diegah dengan skala
3. Tinggi cukup karena klien belum
2. Cukup sepenuhnya mematuhi
1. Rendah pantangan yang
dianjurkan seperti
makanan, obat herbal
untuk mengatasi nyeri
Menonjolnya maslah Masalah yang dialami
2. Segera ditangani 2/2 x 1 = 1 segera ditangani, karena
1. Tak perlu segera masalah nyeri sangat
ditangani mengganggu aktivitas dari
0. Tak dirasakan klien.
Total 3 1/3
Skoring : Ansietas
Kriteria Bobot Pembenaran
Sifat Masalah 2/3 x 1 = 2/3
3. Kurang/tidak sehat
2. Ancaman
1. Krisis
Kemungkinan Masalah ½ x 2 = 1
dapat diubah
2. Mudah
1. Sebagian
0. Tidak dapat

7
Potensi Masalah dapat 2/3 x 1 = 2/3
dicegah
3. Tinggi
2. Cukup
1. Rendah
Menonjolnya maslah ½x1=½
2. Segera ditangani
1. Tak perlu segera
ditangani
0. Tak dirasakan
Total 2 5/6
Skoring : Defisit Pengetahuan
Kriteria Bobot Pembenaran
Sifat Masalah
3. Kurang/tidak sehat
2. Ancaman
1. Krisis
Kemungkinan Masalah
dapat diubah
2. Mudah
1. Sebagian
0. Tidak dapat
Potensi Masalah dapat
dicegah
3. Tinggi
2. Cukup
1. Rendah
Menonjolnya maslah
2. Segera ditangani
1. Tak perlu segera
ditangani
0. Tak dirasakan
Total
Rencana Tindakan Keperawatan
No Diagnosis Tujuan Kriteria Hasil Intervensi
Keperawatan
1 Gangguan Setelah - Klien tidak - Observasi tingkat
Rasa Nyaman dilakukan mengeluh nyeri nyeri yang dialami
nyeri b/d asuhan - Klien tidak klien
Proses keperawatan meringis - Ajari klien tentang
inflamasi keluarga 1 x - Skala nyeri teknik relaksasi
(distruksi 24 jam berkurang napas dalam untuk
sendi) diharapkan mengurangi nyeri
nyeri sendi - untuk
pada klien mengomsumsi
dapat olahan jahe
teratasi (misalkan
minuman jahe,

8
kompres jahe)
untuk meredahkan
nyeri pada
persendian
- Berikan terapi
komlementer
- Lakukan senam
lansia untuk
meregangkan otot
yang kaku
- Kolaborasikan
dengan keluarga
klien untuk
berpartisipasi
dalam penerapan
terapi yang ada
2 Ansietas b/d Setelah - Pasien mampu - Kaji tingkat
Kurang dilakukan mengidentifikasi kecemasan pasien
Terpapar asuhan dan baik ringan sampai
Informasi keperawatan mengungkapkan berat
keluarga 1 x gejala cemas - Kaji intervensi
24 jam - Pasien mampu yang dapat
diharapkan mengidentifikasi menurunkan
Ansietas dan ansietas.
pada klien menunjukkan - Berikan aktivitas
dapat tekhnik untuk yang dapat
teratasi mengontrol mengurangi
cemas kecemasan/
- Ekspresi wajah ketegangan.
pasienmenunjuk - Dorong
kan percakapan untuk
berkurangnya mengetahui
kecemasan. perasaan dan
tingkat kecemasan
pasien terhadap
kondisinya
- Identifikasi sumber
/ orang yang dekat
dengan klien.
3 Defisit Setelah - Pasien dan - Kaji tingkat
Pengetahuan dilakukan keluarganya pengetahuan asien
b/d asuhan menyatakan dan keluarga
Kurang keperawatan pemahaman - Jelaskan
Terpapar keluarga 1 x tentang penyakit, patofisiologi dari
Informasi 24 jam kondisi prognosis penyakit dan
diharapkan dan program penjegahannya
Defisit pengobatan - Gambarkan tanda-
pengetahuan - Pasien dan tanda dan gejala

9
pada klien keluarga mampu yang tepat
dapat melaksanakan - Identifikasi
teratasi prosedur yang kemungkinan
dijelaskan secara penyebab
benar - Diskusikan
- Pasien dan pemilihan terapi
keluarga mampu
menjelaskan
kembali apa yang
dijelaskan
perawata / tenaga
kesehatan yang
lain.
Implementasi
Diagnosis Tindakan
No Pukul Paraf
Keperawatan keperawatan
1. Gangguan Rasa - Mengobservasi
Nyaman nyeri b/d tingkat nyeri yang
Proses inflamasi dialami klien
(distruksi sendi) - Melakukan meditasi
- mengajari klien
tentang teknik
relaksasi napas
dalam untuk
mengurangi nyeri
- ,mengkolaborasikan
dengan keluarga
klien untuk
berpartisipasi dalam
penerapan terapi
yang ada
2 Ansietas b/d - Kaji tingkat
Kurang Terpapar kecemasan pasien
Informasi baik ringan sampai
berat
- Berikan kenyaman
dan ketentraman hati
- Kaji intervensi yang
dapat menurunkan
ansietas.
- Berikan aktivitas
yang dapat
mengurangi
kecemasan/
ketegangan.
- Dorong percakapan
untuk mengetahui
perasaan dan tingkat

10
kecemasan pasien
terhadap kondisinya
- Dorong pasien untuk
mengakui masalah
dan
mengekspresikan
perasaan.
- Identifikasi sumber /
orang yang dekat
dengan klien.
3 Defisit Pengetahuan - mengkaji tingkat
b//d pengetahuan asien
Kurang Mampu dan keluarga
Mengingat - menjelaskan
patofisiologi dari
penyakit dan
penjegahannya
- menggambarkan
tanda- tanda dan
gejala yang tepat
- mengidentifikasi
kemungkinan
penyebab
- mendiskusikan
pemilihan terapi
Evaluasi
No Diagnosis Keperawatan Evaluasi Paraf
1 Gangguan Rasa Nyaman nyeri b/d - Nyeri pasien
Proses inflamasi (distruksi sendi) teratasi
sebagian
- Klien tidak
meringis
menahan nyeri
- Klien tidak
mengeluh nyeri
2 Ansietas b/d -
Kurang Terpapar Informasi
3 Defisit Pengetahuan b//d -
Kurang Mampu Mengingat

11