You are on page 1of 15

HALAMAN PENGESAHAN

Judul : “Penyebab Malasnya sholat dan cara mengatasinya”

Disahkan :

Hari :

Tanggal :

Mengetahui,
Wali Kelas IX 3 Pembimbing

Amrizal, S.Pd Desfitriyenti, S.Pd


NIP. 19660930 200604 1 005 NIP. 19681220 200701 2 005

i
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya

menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia,

mungkin kami tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Makalah ini

disusun agar semua dapat mengetahui apa saja bahaya dan dampak buruk dari

narkoba yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.

Makalah ini kami susun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang

dari diri kami maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan

terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Ucapan terima kasih penulis kepada :

1. Kedua orang tua yang telah mendukung penulis baik secara spiritual maupun

materil

2. Ibu Maisuherni, S.Pd selaku Kepala SMPN 11 Mandau

3. Ibu Desfitriyenti, S.Pd selaku guru pembimbing sekaligus Guru Bahasa Indonesia

SMPN 11 MANDAU

4. Bapak Amrizal, S.Pd selaku wali kelas IX 3

5. Rekan – rekan yang telah mendukung dan memberi semangat dalam pengerjaan

Karya Ilmiah ini.

Walapun karya tulis ini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan, tapi

juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.

Duri, Februari 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................i

KATA PENGANTAR ........................................................................................ii

DAFTAR ISI .......................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .....................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah ................................................................................2

1.3 Tujuan Penulisan .................................................................................2

1.4 Metode Penulisan.................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Shalat .................................................................................3

2.2 Penyebab Malasnya Mengerjakan Sholat ............................................3

2.3 Akibat Tidak Melaksanakan Sholat .....................................................5

2.4 Cara Mengatasi Malas Mengerjakan Sholat ........................................7

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ..........................................................................................11

3.2 Saran ....................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................12

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ibadah SHALAT merupakan ibadah yang paling besar dalam mendekatkan

para ’abid (hamba) kepadaMa’budnya (Allah), dan seteguh shalih (pertumbuhan)

yang menghubungkan makhluk manusia dengan Khalid-nya, namun keadaan

sekarang di lingkungan kita ini pemahaman mengenai kedudukan SHALAT

semakin memudar masa demi masa. Sikap dan perilaku orang yang mengaku

beragama Islam terhadap SHALAT amat beragam. Ada yang SHALAT, ada yang

tidak SHALAT, ada pula yang kadang-kadang SHALAT, dan tanpa merasa

berdosa tidak mengerjakan SHALAT. Sekarang kita dapat menerawang diri kita

berada di posisi manah sebenarnya, apakah kita komitmen akan SHALAT kita

ataukah kita menganggap SHALAT itu ritual formalitas belaka. Dari hal tersebut

kita juga dapat menilai orang-orang yang berada di sekitar kita, apakah mereka

komitmen sama dengan kita ataukah sama saja menganggap SHALAT adalah

ritual formalitas saja.

Sebagai umat Muslim khususnya para pemuda penerus perjuangan Islam

kedepannya, kita semua mesti sadar akan fenomena yang terjadi dimasa kita ini.

Bergaul dengan orang-orang Shalih adalah jalan yang dapat kita tempuh untuk

memperbaiki kekeliruan kita terhadap kedudukan SHALAT selama ini.

Sebagaimana hal yang dapat membentuk pola perilaku kehidupan kita melalui

pergaulan itu sendiri. Termaksud halnya dengan pergaulan yang membengkok,

pergaulan yang salah tersebut dapat menjerumuskan siapa saja dalam kezaliman.

iv
1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian shalat?

2. Apa penyebab malas mengerjakan shalat?

3. Apa akibat meninggalkan shalat?

4. Bagaimana cara mengatasi malas sholat?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian sholat.

2. Untuk mengetahui penyebab malas mengerjakan sholat.

3. untuk mengetahui akibat meninggalkan sholat.

4 Untuk mengetahui cara mengatasi malas sholat.

1.4 Metode Penulisan

Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode

pustaka, yaitu dengan mengumpulkan bahan melalui media buku dan browsing

internet.

v
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Shalat

Secara bahasa Shalat bermakna do’a, sedangkan secara istilah

, Shalat merupakan suatu ibadah wajib yang terdiri dari ucapan dan perbuatan

yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan rukun

dan persyaratan tertentu.

Menurut hakekatnya, Shalat ialah menghadapkan jiwa kepada Allah SWT,

yang bisa melahirkan rasa takut kepada Allah & bisa membangkitkan kesadaran

yang dalam pada setiap jiwa terhadap kebesaran & kekuasaan Allah SWT.

Menurut Ash Shiddieqy, Shalat ialah menggambarkan rukhus shalat atau

jiwa shalat; yakni berharap kepada Allah dengan sepenuh hati dan jiwa raga,

dengan segala kekhusyu’an dihadapan Allah dan ikhlas yang disertai dengan hati

yang selalu berzikir, berdo’a & memujiNya.

2.2 Penyebab Malasnya Mengerjakan Sholat

1. Bergelimang dengan Perbuatan Dosa dan Maksiat

Penyebab pertama seseorang malas dalam beribadah ternyata adalah karena

orang tersebut bergelimang dengan perbuatan dosa dan maksiat. Terkhusus

dosa kecil yang sering diremehkan dan dilupakan kebanyakan manusia.

Padahal dosa kecil tersebut adalah salah satu sebab lesu, malas dan

meremehkan ibadah dan ketaatan. Orang-orang yang terus menerus hidup

dalam kebiasaan seperti ini akan mendapatkan murka dari Allah SWT.

vi
Salah satu bentuk murka Allah tersebut adalah dengan dilenyapkan

manisnya iman dan Allah tidak akan mengkaruniakan kepadanya kelezatan

dalam ketaatan.

Inilah murka Allah yang akan menimpa orang yang bergelimang perbuatan

dosa dan maksiat. Selanjutnya orang tersebut tidak mampu untuk

mengerjakan ketaatan dan ibadah, padalah sebenarnya semua itu menjadi

jalan untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Oleh sebab itu,

sudah seharusnya sebagai kaum muslim kita menjauhi perbuatan maksiat

dan dosa-dosa kecil yang sering dianggap remeh.

2. Tidak Paham Tentang Urgensi Ibadah

Penyebab orang malas untuk beribadah yang kedia adalah karena mereka

melupakan urgensi ibadah. Di antara bentuk kelalaian seseorang adalah

karena ia lupa bahwa ia adalah seorang makhluk yang lemah. Padahal

sebenarnya hanya Allah-lah yang membuat ia menjadi kuat dan bisa

mengerjakan ibadah.

Sebagai seorang muslim, dia harusnya mengetahui serta memahami bahwa

beribadah kepada Allah menjadi inti unruk mendapatkan bantuan dan

pertolongan dari Allah SWT.

3. Melupakan Kematian

Melupakan kematian adalah salah satu penyebab seseorang malas

melakukan ibadah. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak

mengingat kematian agar lebih rajin dalam beribadah.

4. Tidak Tahu Besarnya Pahala Suatu Ibadah

vii
Penyebab lainnya seseorang malas melakukan ibadah adalah karena mereka

tidak mengetahui besarnya pahala yang akan diperoleh karena suatu ibadah.

Ketidaktahuan inilah yang membuat orang tersebut malas dalam beribadah.

Sebaliknya, apabila ia mengetahui pahala besar di balik ibadah yang

dilakukan maka ia akan semakin rajin dalam beribadah.

5. Berlebih-lebihan Dalam Hal Yang Mubah

Alasan terakhir seseorang malas melakukan ibadah adalah karena ia

berlebih-lebihan dalam melakukan sesuatu yang mubah. Yaitu dalam hal

makanan, minuman, pakaian, dan kendaraan serta yang lainnya. Hal yang

demikian ini membuatnya malas untuk melakukan ibadah dan lebih

berkeinginan untuk istirahat dan tidur.

Berlebih-lebihan dalam melakukan sesuatu yang mubah seperti makanan

dan minuman bisa menjadi salah satu penyebab kerasnya hati. Dengan hati

yang keras tersebut membuat manusia menjadi tidak ingat kepada Sang

Penciptanya.

2.3 Akibat Tidak Melaksanakan Sholat

Kecelakaanlah bagi mereka yang meninggalkan Salat. Keburukan-

keburukan akan ia peroleh dari kesombongannya itu, murka Allah Subhanahu wa

Ta’ala tak henti-hentinya menghujam dirinya sekarang walau ia tak menyadarinya

secara langsung.

Ada beberapa penjelasan dari akibat buruk meninggalkan Salat yang di

antaranya sebagai berikut:

viii
1. Hukum meninggalkan Salat Fardhu

Mengenai hukum meninggalkan Salat Fardhu, Rasulullah Shallahi’alaihi

wa Sallam telah mengingatkan kepada kita melalui Sabdanya,

”Antara seorang Islam dan kekafiran ialah meninggalkan Salat.” (HR.

Ahmad dan Muslim dari Jabir, At- Targhib I:342)

An- Nawawi menerangkan, ”Orang yang meninggalkan Salat karena

mengingkari kewajibannya, dianggap telah menjadi kafir, keluar

dari millah (agama) Islam-dengan ijma’ ulama-, kecuali kalau ia baru

memeluk Islam dan belum mengetahui hukum tentang wajib Salat.

2. Orang yang meninggalkan Salat karena malas dan enggan tetapi ia tidak

mengingkari kewajibannya.

Tidak ada perbedaan di tengah-tengah kaum Muslimin, bahwa orang yang

meninggalkan Salat wajib dengan sengaja (tidak karena Udzur Syar’i)

merupakan dosa besar, bahkan dosa terbesar daripada dosa membunuh,

mengambil harta orang lain, dosa berzina, mencuri dan minum Khamr. Dan

orang itu berhak mendapatkan hukuman dari Allat Subhanahu wa

Ta’ala, kebencian-Nya, serta mendapatkan kerendahan dan kehinaan di

dunia dan di akhirat.

3. Keburukan menunda Salat dari waktunya.

Ibnu Mas’ud mengatakan, dimaksud dengan menyia-nyiakan Salat ialah

menunda Salat dari waktunya, seperti mengerjakan Salat Dhuhur setelah

tiba waktu Ashar, mengerjakan Ashar setelah tiba waktu Magrib. Orang

seperti itu, kelak akan masuk ke dalam Ghaiy yaitu suatu alur di dalam

ix
neraka Jahannam. Barangsiapa Salat tidak dalam waktunya lagi karena

memudah-mudahkan, karena harta atau anak, atau karena suatu urusan,

maka orang tersebut termaksuk dalam golongan orang-orang yang rugi.

2.4 Cara Mengatasi Malas Mengerjakan Sholat

1. Ketahui mengapa wajib melaksanakan shalat 5 waktu

Yang pertama adalah ketahuilah mengapa wajib melaksanakan shalat 5

waktu. Jika lupa, menurut sejumlah referensi, shalat 5 waktu wajib

dilaksanakan. Alasannya antaa lain karena sahalat 5 waktu merupakan

ibadah yang pertama kali dihisab pada Yaumul Hisab (Hari Perhitungan),

tiang agama Islam, kunci surga, menghapus dosa, dan dosa besar jika

ditinggalkan.

2. Pahami manfaat shalat

Pahami juga manfaat yang akan didapatkan dengan menjalankan shalat lima

waktu. Manfaat ini bisa ditinjau dari sisi psikologis dan sisi kesehatan.

Dari sisi psikologis, orang yang rajin shalat 5 waktu antara lain memiliki

hati yang tenteram, selalu ingat kepada Allah SWT, terhindar dari pikiran

keji dan munkar, sabar, dan bersyukur. Dari sisi kesehatan, orang yang rajin

shalat lima waktu antara lain mempunyai wajah yang bercahaya,

bersemangat, dan tubuh yang sehat.

Sebaliknya, orang yang tidak mengerjakan shalat lima waktu akan memiliki

pikiran yang runyam, stres, dengki terhadap sesama, cemas, emosional, dan

sejenisnya. Kondisi psikologis seperti itu bisa merusak daya tahan tubuhnya.

x
3. Ingatlah bahwa dunia itu sementara

Mungkin malas shalat 5 waktu karena sibuk mengejar duniawi untuk biaya

hidup sehari-hari. Meskipun demikian, ingatlah bahwa dunia itu sementara.

Semua yang ada di dunia akan mati. Kita akan kembali ke kampung asal

kita, yaitu akhirat. Yang akan kita bawa adalah amalan selama kita masih

hidup, bukan materi dunia seperti mobil, rumah, dan perhiasan.

Dengan mengingat bahwa dunia itu sementara, kita akan menyadari bahwa

kita harus mempersiapkan diri untuk kehidupan yang langgeng. Dengan

demikian, kita akan tergerak untuk menunaikan shalat 5 waktu dan shalat-

shalat lainnya yang pengerjaannya tidak selama urusan dunia.

Sebagai contoh, Kita hanya butuh waktu sekitar 5 menit untuk menunaikan

shalat Dzuhur. Bandingkan dengan menulis artikel atau memasarkan produk

yang lamanya bisa berjam-jam.

4. Lakukan secara bertahap agar menjadi kebiasaan

Tips pertama sampai ketiga mestinya bisa membuat Kitarajin melaksanakan

shalat lima waktu. Namun, bila ketiga tips tersebut belum berdampak, tidak

masalah. Rajin tidaknya seseorang melakukan shalat dipengaruhi keimanan

dan kebiasaan.

Terkait kebiasaan, Kita bisa melakukan shalat 5 waktu secara bertahap.

Sebagai contoh, hari ini Kita melaksanakan shalat Maghrib dan Isya.

Hari berikutnya, Kita melaksanakan shalat Maghrib, Isya, dan Dzuhur. Hari-

hari berikutnya tambah lagi jumlah shalat yang dilakukan sehingga Kita bisa

melakukan shalat lima waktu setiap hari.

xi
Mengapa dilakukan secara bertahap? Karena itu lebih baik daripada Kita

tidak menunaikan shalat 5 waktu sama sekali dalam seharinya. Selain itu,

pembentukan kebiasaan butuh waktu yang lamanya bergantung pada invidu

masing-masing.

5. Jangan menunda shalat

Upayakan Kita jangan menunda-nunda shalat. Saat mendengar suara Adzan,

berhentilah melakukan sesuatu dan bersiaplah untuk melaksanakan shalat.

Jika ditunda-tunda, Kita mungkin lupa karena kesibukan yang tidak ada

habisnya. Selain itu, tidak ada jaminan Kita masih hidup saat menunda-

nunda shalat tersebut.

Akan lebih baik kalau Kita memiliki upaya mengantisipasi penundaan

shalat. Sebagai contoh, Kita akan bepergian ke luar rumah. Jika sebentar

lagi waktu shalat, tunda kepergian Anda. Shalatlah terlebih dahulu, setelah

itu baru bepergian.

Contoh lain, jika Kita memiliki pertemuan dengan teman atau rekan bisnis,

aturlah pertemuan tersebut sehingga tidak bertabrakan dengan waktu shalat.

Utarakan alasan pengaturan pertemuan tersebut kepada teman dan rekan

bisnis Anda. Saya optimistis mereka akan memahami alasan Anda.

6. Berniat dengan tulus

Saat akan melaksanakan shalat 5 waktu, berniatlah dengan tulus karena

Allah SWT. Jangan berniat karena ingin mendapatkan perhatian lawan jenis,

ingin disayang mertua, ingin disayang atasan, ingin terlihat sebagai orang

yang takwa, dan sebagainya.

xii
7. Lakukan shalat berjamaah

Tips lain adalah melakukan shalat 5 waktu secara berjamaah. Mengapa

harus berjamaah? Seperti dikatakan Rasulullah SAW, shalat berjamaah

lebih unggul dua puluh tujuh derajat dibandingkan dengan shalat sendirian.

Jika rumah Kita berada di dekat mesjid, pergilah ke mesjid untuk

menunaikan shalat lima waktu secara berjamaah. Jika tidak memungkinkan

ke mesjid, ajaklah anak, isteri, suami, atau saudara Kita untuk shalat lima

waktu berjamaah di rumah Anda.

8. Bertemanlah dengan orang-orang yang rajin shalat

Keberadaan teman bisa juga membantu Kita untuk rajin shalat. Oleh karena

itu, bertemanlah dengan mereka yang rajin shalat 5 waktu. Dengan teman-

teman seperti itu, Kita akan diingatkan dan diajak untuk melaksanakan

shalat lima waktu jika waktunya telah tiba.

9. Baca buku-buku tentang Islam

Tips terakhir adalah membaca buku-buku tentang Islam di waktu senggang

Anda. Sebagai contoh, Kita melakukannya saat hendak tidur malam. Hal ini

lebih baik daripada Kita melihat status teman Kita di media sosial atau

menghayal.

Selain itu, dengan membaca buku-buku tentang Islam, pemahaman dan

wawasan Kita tentang akhirat akan bertambah sehingga Kita lebih mencintai

Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW.

xiii
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Sebagai kesimpulan bahwa kita sebagai Muslim yang taat beragama

hendahnya kita menjaga Salat-salat kita dan tak lupa tentunya menambahnya

dengan Salat-salat lain yang disunnatkan oleh Nabi kita

MuhammadShallallahi’alaihi wa Sallam. Ketahuilah, salah satu hikmah

Allah Subhanahu wa Ta’ala dan karunia-Nya atas hamba-hamba-Nya adalah Dia

mensyariatkan kepada mereka beberapa Amalan Sunnat untuk menutupi

kekurangan Salat-salat Fardhu dan untuk mengangkat derajar mereka.

Ada banyak sekali kedudukan Salat dalam Islam yang mesti kita ketahui

termaksud yang sempat kami sebutkan di atas yang mungkin hanya sedikit sekali

namun yang perlu kami tekankan kembali bahwa Salat adalah Ibadah yang paling

ditekankan dalam agama kita, selain hal tersebut kami juga telah menerangkan

bahwa AllahTa’ala secara tegas mengancam siapa saja yang tidak mendirikan

Salat, olehnya itu marilah kita memprioritaskan Salat itu dari kegiatan-kegiatan

kita yang lain agar kita kelak tidak merugi.

3.2 Saran

Kepada seluruh pembaca kiranya memberikan kritikan yang bersifat

membangun sehingga apa yang kita harapkan dari isi tulisan ini dapat berguna

bagi seluruh masyarakat

xiv
DAFTAR PUSTAKA

https://www.infoyunik.com/2016/03/lima-penyebab-malas-melakukan-

ibadah.html

https://almanhaj.or.id/6475-mengapa-berat-sekali-menunaikan-shalat-padahal-

sangat-ingin-melakukannya.html

https://dalamislam.com/shalat/dosa-meninggalkan-shalat-5-waktu

https://islamqa.info/id/answers/83997/meninggalkan-shalat-penyebab-segala-

kesengsaraan-dan-kesulitan

xv