Kaffiyeh Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, diskusi diartikan sebagai suatu pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran

mengenai suatu masalah. Sebagai metode penyuluhan berkelompok, diskusi biasanya membahas satu topik yang menjadi perhatian umum di mana masing-masing anggota kelompok mempunyai kesempatan yang sama untuk bertanya atau memberikan pendapat. Berdasarkan hal tersebut diskusi dapat dikatakan sebagai metode partisipatif. Jumlah anggota diskusi kelompok biasanya terdiri dari 5 (lima) sampai 20 (dua puluh) orang. Jumlah ini memudahkan anggota untuk berinteraksi dan memudahkan penyuluh untuk mengkoordinasi jalannya diskusi. Jenis-jenis Pengembangan Metode Diskusi kelompok Inti dari pelaksanaan diskusi adalah pertukaran ide atau pengalaman yang digali dari para peserta diskusi. Dalam proses ini, peserta dituntut terlibat langsung dan aktif, dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengungkapkan perasaan dan pemikirannya tanpa ada rasa tertekan (Deptan, 2001). Agar lebih memberikan keleluasaan bagi peserta diskusi untuk berpartisipasi aktif, perlu dicari variasi metode diskusi yang menarik. Berikut ini adalah metode-metode yang dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan suasana diskusi: 1. Kelompok Buzz 2. Diskusi Pleno 3. Curah Pendapat 4. Permainan 5. Bermain peran Kelompok Buzz Metode kelompok Buzz ini adalah metode diskusi dimana peserta diskusi dibagi dalam kelompok-kelopmpok kecil terdiri dari 2-3 orang yang membahas suatu topik tertentu secara cepat untuk memberi masukan dalam diskusi pleno. Setiap kelompok kecil itu menyampaikan hasil diskusinya kepada pleno. Misalnya dalam membahas topik mengenai pendirian lumbung bersama, terkumpul suara-suara yang berbeda dari masing-masing kelompok, baik yang mendukung maupun yang meragukan keberadaannya. Pendapat kelompok-kelompok kecil tersebut ditampung dalan diskusi pleno. Diskusi Pleno

Diskusi pleno di antara semua peserta dapat digunakan untuk menjelaskan topik atau konsep tertentu sehingga pemahaman peserta diskusi diharapkan akan sama. Dalam diskusi pleno ini dibahas mengenai hasil-hasil diskusi kelompok kecil. Curah pendapat Curah pendapat dilakukan untuk mendapatkan sebanyak mungkin masukan dalam waktu pendek sebagai dasar untuk diskusi selanjutnya, tanpa memperhatikan kualitas materi yang disampaikan. Pada saat ini diharapkan semua peserta menyampaikan aspirasinya. Permainan Permainan dipakai untuk menghidupkan suasana, mengaktifkan peserta dan membuka diskusi tentang suatu topik tertentu yang direfleksikan pada permainan tersebut. Contoh permainan misalnya membuat suatu rancangan gedung yang disusun dari sedotan limun oleh sebuah kelompok. Dari permainan tersebut bisa diperhatikan bagaimana kelompok tersebut berembuk untuk membuat sebuah bangunan yang kokoh dan bagus. Bermain peran Bermain peran dimanfaatkan untuk menggunakan kreativitas peserta serta untuk memberikan kesempatan kepada peserta dalam mengemukakan pengalamnnya. Contohnya, satu kelompok diskusi diminta memainkan peran yang biasa dialami dalam kehidupan petani. Ada yang memainkan peran sebagai petani yang bermasalah dengan ijon, ada yang berperan sebagai anak petani yang hampir putus sekolah, ada yang berperan sebagai ijon dan ada peran penyuluh sebagai pemberi motivasi. Kesemuanya itu mengarah pada jalannya diskusi yang menyenangkan. Keuntungan dan Kekurangan Metode Diskusi Kelompok Sebagai metode partisipatif, penggunaan metode diskusi memiliki banyak keuntungan. Berikut ini adalah kelebihan-kelebihan yang diperoleh dari metode diskusi: · Aspek yang didiskusikan oleh peserta bisa berkembang bahkan melebihi aspek-aspek yang dikemukakan oleh penyuluh. · Peserta adalah pengamat yang lebih baik daripada penyuluh dalam penyelesaian praktis. Hal ini terjadi karena peserta adalah orang yang merasakan langsung masalah-masalah yang mereka hadapi. · Dalam diskusi kelompok ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dengan praktek seharihari, yang biasanya tidak terdapat dalam metode lain seperti ceramah atau media massa. · Bahasa yang digunakan dalam diskusi lebih akrab bagi peserta, sehingga memungkinkan peserta tidak malu untuk berbicara.

· Peserta dapat memberikan pertanyaan, menyampaikan gagasan atau memperbaiki pernyataan yang pernah diungkapkannya terdahulu. · Diskusi kelompok lebih banyak mendorong kegiatan peserta apabila divariasikan dengan metode lain seperti bermain peran atau permainan kartu. · Peserta diskusi berkesempatan untuk menemukan aspek masalah yang tidak diketahuinya. Hal ini akan memungkinkan peserta untuk mengadopsi pemecahan masalah yang dibicarakan dalam kelompok. · Peserta biasanya lebih tertarik karena dapat memberikan kontribusi pada penentuan masalah yang akan didiskusikannya. . · Norma kelompok dapat dilihat dan dipertimbangkan oleh penyuluh dan secara perlahan dapat diubah jika memang diperlukan. Disamping keuntungan yang beragam, diskusi juga memiliki kelemahan, diantaranya: · Alih informasi akan memerlukan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan demonstrasi atau metode ceramah, karena jumlah sasaran yang terlibat dalam diskusi terbatas. · Terdapat peserta yang dominan berbicara atau bahkan kurang berbicara sama sekali, sehingga ketangkasan penyuluh sangat diperlukan untuk menghindarkan masalah seperti ini.

diperoleh dari teknik diskusi bagi penyuluh pertanian, ana lupa sumbernya, tapi bagus artikelnya. afwan http://sangmalam.wordpress.com/2008/03/01/metode-diskusi/ suparlan Metode diskusi mendorong siswa untuk berdialog dan bertukar pendapat, dengan tujuan agar siswa dapat terdorong untuk berpartisipasi secara optimal, tanpa ada aturan-aturan yang terlalu keras, namun tetap harus mengikuti etika yang disepakati bersama. Diskusi dapat dilaksanakan dalam dua bentuk. Pertama, diskusi kelompok kecil (small group discussion) dengan kegiatan kelompok kecil. Kedua, diskusi kelas, yang melibatkan semua siswa di dalam kelas, baik dipimpin langsung oleh gurunya atau dilaksanakan oleh seorang atau beberapa pemimpin diskusi yang dipilih langsung oleh siswa. http://www.scribd.com/doc/24281131/diskusi-kelompok http://www.scribd.com/doc/13065635/Metodemetode-pembelajaran ekA gunawan macam2 metodepembelajaran

Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar. Bila terlalu lama membosankan.MetodolOgi mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai. Beberapa kelemahan metode ceramah adalah : a. g. Beberapa metode mengajar 1. mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik. serta dipraktekkan pada saat mengajar. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat. (2000). Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik. Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi.(Syaiful Bahri Djamarah. Muhibbin Syah. b. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata). d. e. Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ). 2000) 2. Mengandung unsur paksaan kepada siswa c. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar c. dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa. mempelajari beberapa metode mengajar. Metode Ceramah (Preaching Method) Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. maka perlu mengetahui. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah. 2000) Beberapa kelebihan metode ceramah adalah : a. 1985) d. Membuat siswa pasif b. . Metode diskusi ( Discussion method ) Muhibbin Syah ( 2000 ). f. Guru mudah menguasai kelas.

Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. aturan. (Syaiful Bahri Djamarah. c. 2000) Kelemahan metode diskusi sebagai berikut : a. c. 1985) . Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah. Syaiful Bahri Djamarah. Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah : a. Kelebihan metode diskusi sebagai berikut : a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan b. dan urutan melakukan suatu kegiatan. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar. Mendorong siswa berpikir kritis.Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk : a. b. b. c. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik. 2000) 3. ( 2000). Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas. b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan . kejadian. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara. d. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat. baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Metode demontrasi ( Demonstration method ) Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang. Muhibbin Syah ( 2000). c. d.

Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut : a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT). 2000). yaitu pertama guru menguraikan materi pelajaran. yaitu : 1). Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT) Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya. b. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL) Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill) . Penyampaian materi oleh guru. 4. kemudian mengadakan diskusi. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan. b. yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya. drngan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah. Pemberian tugas kepada siswa. c. c. b. Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut : a.Dalam hal ini penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu : a. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret. 3). Metode ceramah plus Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode. 2). 2000). dan akhirnya memberi tugas. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah. Memudahkan berbagai jenis penjelasan . Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas. Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa. Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan c.

bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama. b. . Kelebihan metode resitasi sebagai berikut : a. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi. untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. c. Kekurangan metode percobaan sebagai berikut : a. Misalnya di Laboratorium. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri. c. Kelebihan metode percobaan sebagai berikut : a. (2000) Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang menggunakan tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Metode resitasi ( Recitation method ) Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri (http://re-searchengines. 2000) 6. Metode percobaan ( Experimental method ) Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok. b. Syaiful Bahri Djamarah. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah. 2000) Kelemahan metode resitasi sebagai berikut : a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.html). b.com/art05-65. b.5. Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif. anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.

di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal. mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya. (e) Tidak semua masalah bisa dieksperimenkan. maka perlu diperhatikan halhal sebagai berikut : (a) Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan. siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi. Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan. (c) dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan . mengikuti suatu proses. kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. seperti masalah mengenai kejiwaan. maka perlu adanya waktu yang cukup lama. hal-hal yang harus dikontrol dengan ketat. (b) memberi penjelasan kepada siswa tentang alat-alat serta bahanbahan yang akan dipergunakan dalam eksperimen. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Agar penggunaan metode eksperimen itu efisien dan efektif. pengalaman serta ketrampilan. juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen itu. keadaan atau proses sesuatu. atau mungkin hasilnya tidak membahayakan. di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Prosedur eksperimen menurut Roestiyah (2001:81) adalah : (a) Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksprimen. mendiskusikan di kelas.mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksprimen. Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar. (d) Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa. dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu. sehingga masalah itu tidak bias diadakan percobaan karena alatnya belum ada. hal-hal yang perlu dicatat. dan mengevaluasi dengan tes atau tanya jawab.c. Dalam proses belajar mengajar. urutan eksperimen. Metode eksperimen menurut Djamarah (2002:95) adalah cara penyajian pelajaran. maka perlu diberi petunjuk yang jelas. mengamati suatu obyek. . (d) Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih . maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih. Dengan eksperimn siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat. (c) Selama eksperimen berlangsung guru harus mengawasi pekerjaan siswa. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen. (b) Agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan. Dengan demikian. dengan metode eksperimen. siswa dituntut untuk mengalami sendiri . atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil. maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap siswa. beberapa segi kehidupan social dan keyakinan manusia. sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu. mencari kebenaran.

(d) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada factor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian. karena metode eksprimen mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. hasilnya diaplikasikan dalam kehidupannya. Siswa belajar secara aktif dengan mengikuti tahap-tahap pembelajarannya. siswa akan menemukan sendiri konsep sesuai dengan hasil yang diperoleh selama pembelajaran.Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut : Kelebihan metode eksperimen : (a) Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya. Dengan demikian. serta emosional siswa. merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan percobaan. pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena alam. merupakan kegiatan akhir setelah selesai satu konsep. Menurut Schoenherr (1996) yang dikutip oleh Palendeng (2003:81) metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk pembelajaran sains. Pembelajaran dengan metode eksperimen menurut Palendeng (2003:82) meliputi tahaptahap sebagai berikut : (1) percobaan awal. selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupannya. guru dapat mengembangkan keterlibatan fisik dan mental. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih ketrampilan proses agar memperoleh hasil belajar yang maksimal. siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatannya. (b) dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Kegiatan ini merupakan pemantapan konsep yang telah dipelajari. Pembelajaran dengan metode eksperimen melatih dan mengajar siswa untuk belajar konsep fisika sama halnya dengan seorang ilmuwan fisika. (5) aplikasi konsep . kegiatan untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya. Pengalaman yang dialami secara langsung dapat tertanam dalam ingatannya. Dalam metode eksperimen. (6) evaluasi. (c) Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia. Demonstrasi ini menampilkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi fisika yang akan dipelajari. Kekurangan metode eksperimen : (a) Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sains dan teknologi. (2) pengamatan. keuletan dan ketabahan. (3) hipoteis awal. Siswa diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa tersebut. (c) Metode ini menuntut ketelitian. setelah siswa merumuskan dan menemukan konsep. . (b) metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan kadangkala mahal. Siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan dan membuat kesimpulan. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa diharapkan dapat diperkenalkan pada suatu cara atau kondisi pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga perilaku yang inovatif dan kreatif. Siswa diberi kesempatan untuk menyusun sendiri konsepkonsep dalam struktur kognitifnya. (4) verifikasi .

c. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak. Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut : a. Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut : a. b. suatu bengkel mobil. maupun aplikasi dalam kehidupannya. c. Pemahaman konsep dapat diketahui apabila siswa mampu mengutarakan secara lisan. siswa memiliki kemampuan untuk menjelaskan. tulisan. Menurut Roestiyah (2001:85) . dan menerapkan konsep terkait dengan pokok bahasan . Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama. Karena itu dikatakan teknik karya wisata. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat. terutama karyawisata jangka panjang dan jauh. Dengan kata lain . Menurut Roestiyah (2001:85) .teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan . Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran. tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. e. yang kemudian dibukukan. memberikan contoh. menyebutkan. toko serba ada. Metode Karya Wisata Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak. dan sebagainya. f. . ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu.Penerapan pembelajaran dengan metode eksperimen akan membantu siswa untuk memahami konsep. b. karya wisata bukan sekedar rekreasi. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan. untuk meninjautempat tertentu atau obyek yang lain. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang. sedangkan unsur studinya terabaikan. Metode Eksperimen menurut Al-farisi (2005:2) adalah metode yang bertitik tolak dari suatu masalah yang hendak dipecahkan dan dalam prosedur kerjanya berpegang pada prinsip metode ilmiah. d. 7. Biayanya cukup mahal. Kadang-kadang dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah.

pembagian siswa dalam kelompok. model-model. dimana pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya. pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil karya wisata. sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau ketrampilan mereka. sehingga mungkin jarak tempat itu sangat jauh di luar sekolah. Penggunaan teknik karya wisata ini masih juga ada keterbatasan yang perlu diperhatikan atau diatasi agar pelaksanaan teknik ini dapat berhasil guna dan berdaya guna. Karena itulah teknik karya wisata dapat disimpulkan memiliki keunggulan sebagai berikut: (a) Siswa dapat berpartisispasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada obyek karya wisata itu. Bila tempatnya jauh. ataupun pengetahuan umum. (b) Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka. Hal mana tidak mungkin diperoleh disekolah. atau mencobakan teorinya ke dalam praktek. menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi. penyusunan rencana yang masak. Juga mereka bisa melihat.sebagai berikut: Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya. dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran. sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya. Juga pasti menggunakan waktu yang lebih panjang daripada jam sekolah. maka guru perlu memikirkan segi keamanan. (d) Dengan obyek yang ditinjau itu siswa dapat memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi. Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif. ialah sebagai berikut: Karya wisata biasanya dilakukan di luar sekolah. dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran. menindaklanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik. menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya. maka pelaksanaannya perlu memeperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Persiapan. perlu dijelaskan adanya aturan yang berlaku khusus di proyek ataupun hal-hal yang berbahaya. . demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggungjawabnya. agar nantinya dapat mengambil kesimpulan. membagi tugas-tugas. gambar. serta alat-alat lain dan sebagainya. dimana guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas. mengawasi petugas-petugas pada setiap seksi. (c) Akhir karya wisata. Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah. mendengar. maka jangan sampai mengganggu kelancaran rencana pelajaran yang lain. (b) Pelaksanaan karya wisata. (c) dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab. maka perlu mempergunakan transportasi. kemampuan pihak siswa untuk menempuh jarak tersebut. mempersiapkan sarana. memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama. dan hal itu pasti memerlukan biaya yang besar. serta memberi petunjuk bila perlu. yang tidak terpisah-pisah dan terpadu. serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka. menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh. serta mengirim utusan. mempertimbangkan pemilihan teknik. diagram. meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya.

Hal itu bukan sekedar rekreasi tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. (b) Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat. (d) Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual. Metode karya wisata mempunyai beberapa kelebihan yaitu: (a) Karya wisata memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.Suhardjono (2004:85) mengungkapkan bahwa metode karya wisata (field-trip) memiliki keuntungan: (a) Memberikan informasi teknis. (b) Memberikan kesempatan untuk melihat kegiatan dan praktik dalam kenyataan atau pelaksanaan yang sebenarnya. terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat. Metode field trip atau karya wisata menurut Mulyasa (2005:112) merupakan suatu perjalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar. (c) memerlukan koordinasi dengan guru-guru bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karya wisata. dan sebagainya. (b) Sangat memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang. tujuan umum pendidikan dapat segera dicapai. terutama berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar. Sebelum karya wisata digunakan dan dikembangkan sebagai metode pembelajaran. kepada peserta secara langsung. yang merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pegadaian. (d) dalam karya wisata sering unsure rekreasi menjadi lebih prioritas daripada tujuan utama. study tour. untuk meninjau tempat tertentu atau obyek yang lain. hal- . Sedangkan kekurangan metode Field Trip menurut Suhardjono (2004:85) adalah: (a) Memakan waktu bila lokasi yang dikunjungi jauh dari pusat latihan. (c) Memberikan kesempatan untuk lebih menghayati apa yang dipelajari sehingga lebih berhasil. dikatakan teknik karya wisata. sedang unsure studinya menjadi terabaikan. seperti widya wisata. (e) Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan. Karena itu. (c) Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreativitas siswa. Menurut Djamarah (2002:105). (c) Biaya transportasi dan akomodasi mahal. pada saat belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah. (d) membei kesempatan kepada peserta untuk melihat dimana peserta ditunjukkan kepada perkembangan teknologi mutakhir. Meskipun karya wisata memiliki banyak hal yang bersifat non akademis. (b) Kadang-kadang sulit untuk mendapat ijin dari pimpinan kerja atau kantor yang akan dikunjungi. dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang. Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya wisata ini. Kekurangan metode karya wisata adalah: (a) Fasilitas yang diperlukan dan biaya yang diperlukan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah.

membuat laporan karyawisata dan catatan untuk bahan karya wisata yang akan datang. Metode latihan keterampilan ( Drill method ) Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar . membuat dan menggunakan alat-alat. 8.hal yang perlu diperhatikan menurut Mulyasa (2005:112) adalah: (a) Menentukan sumber-sumber masyarakat sebagai sumber belajar mengajar. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental. bagaimana cara menggunakannya. dan sistematis. melafalkan huruf. c. 9. b. (g) Menganalisis apakah tujuan karya wisata telah tercapai atau tidak. Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut : a. seperti dalam perkalian. penjumlahan. (c) Menganalisis sumber belajar berdasarkan nilai-nilai paedagogis. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan. apakah terdapat kesulitan-kesulitan perjalanan atau kunjungan. karya wisata dapat dilaksanakan. Dapat menimbulkan verbalisme. tanda-tanda/simbol. efek pembelajaran. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan. untuk apa dibuat. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian. (b) Mengamati kesesuaian sumber belajar dengan tujuan dan program sekolah. serta iklim yang kondusif. pembagian. Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut : a. (d) Menghubungkan sumber belajar dengan kurikulum. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris. apakah sumber-sumber belajar dalam karyawisata menunjang dan sesuai dengan tuntutan kurikulum. Metode mengajar beregu ( Team teaching method ) . c. seperti menulis. dan sebagainya. (e) membuat dan mengembangkan program karya wisata secara logis. Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan. (f) Melaksanakan karya wisata sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. materi pelajaran. memberikan surat ucapan terima kasih kepada mereka yang telah membantu. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernik-pernik. apa manfaatnya dan sebagainya. jika ya. d. pengurangan. dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu. dengan memperhatikan tujuan pembelajaran. b.

Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini. Kekurangan metode perancangan sebagai berikut : a. Metode pemecahan masalah ( Problem solving method ) Metode ini adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya diberi soal-soal. yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari. kemudian digabung. Metode mengajar sesama teman ( Peer teaching method ) Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri 11. cukup fasilitas. 10. baik secara vertikal maupun horizontal. b.Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. setiap pendidik membuat soal. . Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut. sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini. c. dan keterampilan dengan terpadu. Organisasi bahan pelajaran. Kelebihan metode perancangan sebagai berikut : a. 12. Metode perancangan ( projeck method ) yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian. b. Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Melalui metode ini. anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan. belum menunjang pelaksanaan metode ini. lalu diminta pemecahannya. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik. perencanaan. Cara pengujiannya. dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru. sikap.

Metode Discovery Salah satu metode mengajar yang akhir-akhir ini banyak digunakan di sekolah-sekolah yang sudah maju adalah metode discovery. sebelum sampai kepada generalisasi. anak belajar menguasai salah satu metode ilmiah yang akan dapat dikembangkannya sendiri. anak belajar berfikir analisis dan mencoba memecahkan probela yang dihadapi sendiri. manipulasi obyek dan lain-lain. tidak akan mudah dilupakan siswa. 14. maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan.dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan. . kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut. Dengan demikian diharapkan metode discovery ini lebih dikenal dan digunakan di dalam berbagai kesempatan proses belajar mengajar yang memungkinkan. Metode Global (Ganze method ) yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi. Metode Bagian ( Teileren method ) yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian. d. Metode Discovery menurut Suryosubroto (2002:192) diartikan sebagai suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran perseorangan. (c) Pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain. 15. menyelidiki sendiri. kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan bermasyarakat. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas. misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya. (b) Dengan menemukan sendiri. (d) Dengan menggunakan strategi penemuan. hal itu disebabkan karena metode discovery ini: (a) Merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif. 13. (e) dengan metode penemuan ini juga.

(q) Membesarkan siswa untuk memperkuat pernyataannya dengan alas an dan fakta. (j) Memberi kesempatan kepada siswa melanjutkan pengalaman belajarnya. sehingga memperoleh tilikan umum. beroreientasi pada proses. mencari sendiri dan reflektif. ide siswa. misalnya tiap siswa mempunyai data harga bahan-bahan pokok dan jumlah orang yang membutuhkan bahan-bahan pokok tersebut. mendiskusikan hipotesis dan data yang terkumpul. (g) Menambah berbagai alat peraga untuk kepentingan pelaksanaan penemuan. generalisasi. (i) Mempersilahkan siswa mengumpulkan dan mengatur data sesuai dengan kecepatannya sendiri. termasuk mengajarkan ketrampilan menyelidiki dan memecahkan masalah sebagai alat bagi siswa untuk mencapai tujuan pendidikannya. pandanganan dan tafsiran yang berbeda. (f) Mengecek pengertian siswa tentang maslah yang digunakan untuk merangsang belajar dengan penemuan. mengarahkan sendiri. prinsip-prinsip. (m) Mengajarkan ketrampilan untuk belajar dengan penemuan yang diidentifikasi oleh kebutuhan siswa. pengertian dalam hubungannya dengan apa yang akan dipelajarai. (h) memberi kesempatan kepada siswa untuk bergiat mengumpulkan dan bekerja dengan data. Langkah-langkah pelaksanaan metode penemuan menurut Suryosubroto (2002:197) yang mengutip pendapat Gilstrap (1975) adalah: (a) Menilai kebutuhan dan minat siswa. Bukan menilai secara kritis tetapi membantu menarik kesimpulan yang benar. (l) Memimpin analisisnya sendiri melalui percakapan dan eksplorasinya sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses. (b) Seleksi pendahuluan atas dasar kebutuhan dan minat siswa. walaupun sebagian atas tanggung jawabnya sendiri. (c) Mengatur susunan kelas sedemikian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran siswa dalam belajar dengan penemuan. (n) Merangsang interaksi siswa dengan siswa. menggolong-golongkan. (p) Bersikap membantu jawaban siswa. misalnya seorang siswa yang bertanya kepada temannya atau guru tentang berbagai tingkat kesukaran dan siswa siswa yang mengidentifikasi hasil dari penyelidikannya sendiri.Metode Discovery merupakan komponen dari praktek pendidikan yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajar aktif. (e) menyiapkan suatu situasi yang mengandung masalah yang minta dipecahkan. Proses mental tersebut misalnya mengamati. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode discovery adalah suatu metode dimana dalam proses belajar mengajar guru memperkenankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan saja. menjelaskan. misalnya latihan penyelidikan. Menurut Encyclopedia of Educational Research. dan menggunakannya sebagai dasar untuk menentukan tujuan yang berguna dan realities untuk mengajar dengan penemuan. Suryosubroto (2002:193) mengutip pendapat Sund (1975) bahwa discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. penemuan merupakan suatu strategi yang unik dapat diberi bentuk oleh guru dalam berbagai cara. misalnya merundingkan strategi penemuan. membuat dugaan. (k) memberi jawaban dengan cepat dan tepat sesuai dengan data dan informasi bila ditanya dan diperlukan siswa dalam kelangsungan kegiatannya. mengukur. (d) Berkomunikasi dengan siswa akan membantu menjelaskan peranan penemuan. (o) Mengajukan pertanyaan tingkat tinggi maupun pertanyaan tingkat yang sederhana. aturan . membuat kesimpulan. dan sebagainya. (r) Memuji siswa yang sedang bergiat dalam proses penemuan. (s) membantu siswa menulis atau merumuskan prinsip.

(h) Membantu perkembangan siswa menuju skeptisssisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak. (g) Strategi ini berpusat pada anak. misalnya memberi kesempatan pada siswa dan guru berpartisispasi sebagai sesame dalam situasi penemuan yang jawaban nya belum diketahui sebelumnya. Misalnya siswa yang lamban mungkin bingung dalam usanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan halhal yang abstrak. Kelemahan metode discovery Suryosubroto (2002:2001) adalah: (a) Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini. (e) metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya sehingga ia lebih merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar. Metode discovery memiliki kebaikan-kebaikan seperti diungkapkan oleh Suryosubroto (2002:200) yaitu: (a) Dianggap membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan ketrampilan dan proses kognitif siswa. Dapat memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang mengecewakan. dalam arti pendalaman dari pengertian retensi dan transfer. (c) Strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa. (j) Merangsang terjadinya interaksi antar siswa dengan siswa. (t) Mengecek apakah siswa menggunakan apa yang telah ditemukannya. pengertian. (b) Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip. (d) Membantu memperjelas problema yang akan dipelajari dan peranan masing-masing siswa. yaitu situasi dimana siswa bebas menentukan pendekatannya. (e) Mempersiapkan setting kelas dan alatalat yang diperlukan. (b) Pengetahuan diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat kukuh. dan problema serta tugas-tugas. (d) metode ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri. atau menemukan saling ketergantungan antara pengertian dalam suatu subyek. andaikata siswa itu dilibatkan terus dalam penemuan terpimpin. (c) Seleksi bahan. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi pada siswa yang lain. (b) Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Misalnya sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa . (l) Membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya.ide. misalnya teori atau teknik. konsep dan generalisasi yang akan dipelajari. jadi seseorang belajar bagaimana belajar itu. Kekuatan dari proses penemuan datang dari usaha untuk menemukan. jika diperlukan oleh siswa. generalisasi atau pengertian yang menjadi pusat dari masalah semula dan yang telah ditemukan melalui strategi penemuan. atau dalam usahanya menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. (i) memimpin analisis sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses. (f) Metode discovery dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan. dalam situasi berikutnya. (g) Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan penemuan. Sedangkan langkah-langkah menurut Richard Scuhman yang dikutip oleh Suryosubroto (2002:199) adalah : (a) identifikasi kebutuhan siswa. (f) Mencek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan dan tugas-tugas siswa. (h) Membantu siswa dengan informasi. paling sedikit pada suatu proyek penemuan khusus. data. misalnya siswa merasakan jerih payah penyelidikannya. menemukan keberhasilan dan kadang-kadang kegagalan. (k) memuji dan membesarkan siswa yang bergiat dalam proses penemuan.

menjelaskan. Sedangkan sikap dan ketrampilan diperlukan untuk memperoleh pengertian atau sebagai perkembangan emosional sosial secara keseluruhan. (e) Aplikasi kesimpulan atau generalisasidalam situasi baru. kalau pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru. maka cara mengajar melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat dengan diskusi. Proses pembelajaran harus dipandang sebagai suatu stimulus atau rangsangan yang dapat menantang peserta didik untuk merasa terlibat atau berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran. menggolong-golongkan. Dengan pembelajaran menggunakan metode discovery. Peranan guru hanyalah sebagai fasilitator dan pembimbing atau pemimpin pengajaran yang demokratis. guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. Mereka memiliki kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. yang diperlukan untuk menjawab atau memecahkan masalah dan menguji hipotesis. situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher dominated learning menjadi situasi student dominated learning. (e) dalam beberapa ilmu. agar anak dapat belajar sendiri. atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri. seminar. Metode Discovery menurut Roestiyah (2001:20) adalah metode mengajar mempergunakan teknik penemuan. data. (d) Mengajar dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai terlalu mementingkan memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan ketrampilan. (b) Penetapan jawaban sementara atau pengajuan hipotesis. mungkin tidak ada. membaca sendiri dan mencoba sendiri. membuat kesimpulan. Metode Discovery menurut Rohani (2004:39) adalah metode yang berangkat dari suatu pandangan bahwa peserta didik sebagai subyek di samping sebagai obyek pembelajaran. (f) Strategi ini mungkin tidak akan memberi kesempatan untuk berpikir kreatif. (c) Peserta didik mencari informasi .menemukan teori-teori. Pada metode discovery. Metode discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Ada lima tahap yang harus ditempuh dalam metode discovery menurut Rohani(2004:39) yaitu: (a) Perumusan masalah untuk dipecahkan peserta didik. (d) Menarik kesimpulan dari jawaban atau generalisasi. fakta. sehingga diharapkan peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan sendiri atau dalam bentuk kelompok memecahkan masalah atas bimbingan guru. Penggunaan metode discovery ini guru berusaha untuk meningkatkan aktivitas siswa . demikian pula proses-proses di bawah pembinaannya. dan sebagainya. Tidak semua pemecahan masalah menjamin penemuan yang penuh arti. membuat dugaan. mengukur. (c) Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudahy biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional. Proses mental tersebut misalnya mengamati. fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-ide.

dengan menggunakan fasilitas media dan materi pembelajaran yang bervariasi. namun guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. . 2005:235). melontarkan pertanyaan. Metode Inquiry Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Kendatipun metode ini berpusat pada kegiatan peserta didik. Langkah-langkah dalam proses inquiry adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu. Dengan demikian . Sehingga metode discovery menurut Roestiyah (2001:20) memiliki keunggulan sebagai berikut: (a) Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan. Metode ini melibatkan mereka dalam kegiatan intelektual. Karena itu inquiry menuntut peserta didik berfikir. Metode discovery menurut Mulyasa (2005:110) merupakan metode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung. (c) Konsep atau prinsip yang harus ditemukan oleh peserta didik melalui kegiatan tersebut perlu dikemukakan dan ditulis secara jelas. 14. memberikan komentar. dan saran kepada peserta didik. serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan untuk menganalisis data yang baru (Mulyasa. Inquiry pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang telah dialami. 2003:234). memperbanyak kesiapan. (g) Guru harus memberikan jawaban dengan tepat dengan data serta informasi yang diperlukan peserta didik. Guru berkewajiban memberikan kemudahan belajar melalui penciptaan iklim yang kondusif. (e) Sususnan kelas diatur sedemian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. (b) Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi / individual sehingga dapat kokoh atau mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. serta panguasaan ketrampilan dalam proses kognitif/ pengenalan siswa. dan kritis. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar yang aktif (Mulyasa . Guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan.dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran dengan metode penemuan lebih mengutamakan proses daripada hasil belajar. Cara mengajar dengan metode discovery menurut Mulyasa (2005:110) menempuh langkah-langkah sebagai berikut: (a) Adanya masalah yang akan dipecahkan. (c) Dapat meningkatkan kegairahan belajar para siswa. Metode ini menuntut peserta didik memproses pengalaman belajar menjadi suatu yang bermakna dalam kehidupan nyata. (d) harus tersedia alat dan bahan yang diperlukan. melalui metode ini peserta didik dibiasakan untuk produktif. (b) Sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik. analitis . (f) Guru harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpulkan data. mempradugakan suatu jawaban. Kadang kala guru perlu memberikan penjelasan.

Inquiry mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. (4) Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah dipelajari sebelumnya. Artinya proses inqury mengandung proses-proses . Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. 2005:236). dan mereka belajar bersama dalam kelompoknya. obyektif. (i) Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional. Akhirnya dapat mencapai kesimpulan yang disetujui bersama. (f) Situasi pembelajaran lebih menggairahkan. Setelah hasil kerja mereka di dalam kelompok didiskusikan.Strategi pelaksanaan inquiry adalah: (1) Guru memberikan penjelasan. Metode inquiry menurut Roestiyah (2001:75) merupakan suatu teknik atau cara yang dipergunakan guru untuk mengajar di depan kelas. Metode inquiry menurut Suryosubroto (2002:192) adalah perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam. hasrat ingin tahu. terbuka. dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Teknik inquiry ini memiliki keunggulan yaitu : (a) Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa. dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah itu. dan sebagainya. menyanggah dan mempertahankan pendapatnya. dan terbuka. Juga mereka diharapkan dapat berdebat. mengumpulkan dan menganalisa data. Diharapkan siswa juga mampu mengemukakan pendapatnya dan merumuskan kesimpulan nantinya. meneliti. melakukan eksperimen. (g) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu. atau membahas tugasnya di dalam kelompok. kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik. menarik kesimpulan. Pada metode inquiry dapat ditumbuhkan sikap obyektif. Guru menggunakan teknik bila mempunyai tujuan agar siswa terangsang oleh tugas. instruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan. jujur. Dari sidang pleno kesimpulan akan dirumuskan sebagai kelanjutan hasil kerja kelompok. (d) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri. kemudian mereka mempelajari. seperti merumuskan masalah. (5) Siswa merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan (Mulyasa. dan terjadilah diskusi secara luas. hal itu perlu diperhatikan. sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-ide dengan lebih baik. (h) Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri. Bila siswa melakukan semua kegiatan di atas berarti siswa sedang melakukan inquiry. Dan kesimpulan yang terakhir bila masih ada tindak lanjut yang harus dilaksanakan. dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Mencari sumber sendiri. bersifat jujur. (e) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik. (3) Guru memberikan penjelasan terhadap persoalanpersoalan yang mungkin membingungkan peserta didik. (2) Memberikan tugas kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan. (j) Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi. (b) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. (c) mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri. yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa. Akhirnya hasil laporan dilaporkan ke sidang pleno. merencanakan eksperimen.

dan masih banyak lagi . tidak ada satupun metode pengajaran dan penyampain materi ke anak didik yang sempurna. dengan adanya keserasian antara metode yang diterapkan dengan kemampuan yang dimiliki oleh tenaga pendidik jauh lebih ampuh dalam mencapai hasil optimal dalam proses belajar mengajar ketimbang "sibuk" menerapakan tradisi pengajaran lama yang kurang berbobot dan terkadang begitu monoton!! Model Pembelajaran yang Menyenangkan “Banyak model yang dapat diterapkan dalam mempelajari fisika. Tetapi ada juga yang sulit dalam pemahaman materi dan soal. mengumpulkan dan menganalisa data. gambar/charta dan lain-lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi siswa” Apa yang menyebabkan sulitnya belajar fisika? Siapa yang kesulitan? Kapan menghadapai kesulitan itu? Dimana letak kesulitan? Bagaimana mengatasi kesulitan tersebut? Pada tahun ini pelajaran fisika akan masuk kedalam mata ujian yang di UN-kan oleh depdiknas. Dalam menerangkan angin darat dan angin laut dengan melihat kapan nelayan mulai melaut dan kapan kembali ke pantai. sehingga jika soal diubah dalam bentuk lain maka siswa tidak akan mampu mengerjakannya. diantaranya dengan praktek. melakukan eksperimen. Buktinya. Untuk itu guru harus menggunakan berbagai media yang ada sehingga siswa dapat memahami fisika dengan baik. media TI. Contoh-contoh diatas adalah sebagian kecil dari fenomena alam yang ada di sekitar lingkungan siswa yang berhubungan dengan materi fisika. merancang eksperimen. Oleh karena itu jauh-jauh hari sebelum siswa kita menghadapi “perang”. 1. semuanya tergantung tenaga pendidik dalam mengoptimalisasikan kelebihan yang tersedia serta meminimalisir berbagai kelemahan yang ada pada tiap-tiap metode. tiap-tiap metode memiliki celah dan kelemahan di sanasini. fenomena alam. Jadi. Sebagai contoh dalam menerangkan energi gelombang kepada siswa kita dapat menjelaskan bahwa bangunan yang terkena tsunami dapat roboh. Cara yang dikembangkan oleh pendidik yang dalam hal ini adalah guru mungkin dapat digunakan dalam pembelajaran fisika yang baik dan menarik minat siswa adalah sebagai berikut. Mata pelajaran yang paling tidak disukai oleh sebagian besar siswa ini harus menghadapi tantangan besar untuk diketahui tingkat pencapaian yang dimiliki oleh siswa. Saya yakin. dan sebagainya. kita harus mempersiapkan pembelajaran yang baik untuk siswa di sekolah masing-masing. Dengan menghubungkan fenomena alam Cara ini dikembangkan dengan cara menghubungkan materi pelajaran dengan peristiwa yang terjadi sehari-hari. Kesimpulannya. menarik kesimpulan. Dari sini jelas bahwa kesiapan siswa dalam ujian dipengaruhi oleh persiapan yang matang sebelum kita melaksanakan ujian nasional.mental yang lebih tinggi tingkatannya. Ada pepatah dari seorang ahli “jika saya ingin menggunakan pedang dalam perang maka 80 �aya mengasah pedang dan 20 �enggunakannya”. akan didapatkan bahwa kesulitan siswa terletak pada banyaknya rumus yang harus dihafal. misalnya merumuskan problema. Dalam menerangkan perpindahan kalor dapat dijelaskan dengan air yang tetap panas jika dimasukkan dalam termos. khususnya persiapan dalam pembelajarannya. Dari hasil wawancara dengan berbagai siswa di setiap tingkat sekolah.

Penggunaan software yang juga menggunakan program flash adalah software pesona fisika. Yaitu dengan cara memberikan penjelasan materi atau pokok bahasan yang tidak dapat diterima secara langsung oleh siswa. 2. Masno Ginting ketua HFI (Himpunan Fisika Indonesia) yang sengaja mengambil gambar yang ada di sekitar beliau dan ditampilkan kepada siswa. duniaguru. Seperti e-dukasi. Tetapi walaupun penggunaan sofware ini bisa “berjalan sendiri” peran guru sebagai motivator dan stabilisator di kelas harus dijalankan dengan baik.fenomena alam lain. dan hal negatif lain. michellin. sehingga siswa dapat memikirkannya secara nyata dan tidak abstrak serta hanya tertuju pada rumusan saja. dan berbagai ikon untuk pdf. bridgestone sampai swallow. Mercedes sampai toyota. Karena fisika adalah ilmu yang berasal dari fenomena alam di sekitar kita. 3. Software ini telah digunakan oleh banyak sekolah baik di luar maupun dalam negeri sendiri. software atau model pembelajaran yang dikembangkan dengan program animasi interaktif yang divisualkan kepada siswa maka siswa dapat memahami konsep yang dipelajari secara nyata. BMW. Dengan menggunakan gambar Cara dapat dikembangkan dengan cara mencari gambar yang ada di berbagai media dan lingkungan sekitar. audiovisual dan psikomotor. kita dapat mencari gambar macam-macam mobil di internet seperti ferrari. honda dan lain-lain. dan ini yang membuat siswa sangat sulit menerima materi. . suzuki. Jadi dapat memadukan antara fenomena dengan konsep fisika secara tepat. daihatsu. Gambar ditampilkan kesiswa dan menjelaskan mobil mana yang larinya lebih cepat dan mobil mana yang harganya lebih mahal. malas. Cara ini dikembangkan oleh Bpk. Sifat negatif ini akan berubah menjadi hal ang positif sehingga minat siswa untuk belajar semakin meningkat. Model pembelajaran yang dikembangkan dengan program flash dapat dicari dan di download dari berbagai situs di internet. Dengan memakai software Pada jaman sekarang ini fasilitas teknologi informasi semakin pesat sehingga penggunaan berbagai instrumen TI tersebut dapat diterapkan dalam pembelajaran fisika. karena selama ini siswa menganggap konsep fisika adalah khayal. Atau menanyakan kepada siswa tentang perbedaan penggunaan ban di balapan F1 pada cuaca panas dengan hujan . Program ini juga menampilkan materi fisika yang ada untuk dihubungkan dengan animasi yang visual. Sebagai contoh dalam menerangkan gaya gesekan kita dapat mencari gambar macam-macam ban dari pirelli. Terlibatnya AVP dalam pembelajaran akan membuat siswa tidak jenuh. Jadi dengan gambar tersebut diharapakan siswa mengetahui secara detail pemanfaatan teori fisika yang banyak diterapkan untuk kemajuan teknologi. GT radial. Selain itu dalam menjelaskan prinsip Bernoulli pada fluida bergerak.com.net. sehingga kita dapat menjelaskan kepada siswa tentang lukisan/guratan yang ada pada ban. Di situs tersebut akan mempermudah guru dalam penyampaian materi pelajaran kepada siswa sehingga siswa dapat mengamati proses fisika secara faktual. teruma guratan yang ban racing dengan yang biasa. gambar yang didapatkan di internet atau berbagai media ditampilkan ke siswa. IRC dan lain-lain di internet. serta disertai pertanyaan-pertanyaan yang membuat siswa berfikir tentang gambar yang ditampilkan dan menggabungkannya dengan materi yang ada.

Dalam proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. sikap dan perilaku. Tentunya model pembelajaran diatas hanya sebagian kecil dari cara belajar yang mebuat siswa untuk menyenangi pembelajaran fisika . bakat. Sekolah yang besar akan mempunyai fasilitas laboratorium yang lengkap sedangkan sekolah yang kecil maka fasilitas alat lab akan sedikit. pengalaman. Dengan percobaan Model pembelajaran dengan percobaan dapat dikembangkan dengan alat-alat yang tersedia di laboratorium sekolah. minat. Melalui proses pembelajaran dengan keterlibatan aktif siswa ini berarti guru tidak mengambil hak anak untuk belajar dalam arti yang sesungguhnya. Selain itu kalau kita tidak mencoba model tersebut maka kita akan merasa kalah dengan siswa yang semakin hari membutuhkan refresing materi sehingga mampu menangkap apa yang disampaikan oleh semua guru mata pelajaran. latar belakang. ________________________________________ Student Centered Learning Your Ad Here Perubahan paradigma dalam proses pembelajaran yang tadinya berpusat pada guru (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa (learner centered) diharapkan dapat mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan. Jadi cara ini akan sukses di sekolah besar dan akan menjadi basi jika di sekolah kecil. yang berhasil membuat alat-alat peraga fisika dari bahan-bahan bekas yang didapat dari penjual barang bekas dan dirangkai menjadi suatu alat peraga fisika sederhana yang tentunya materi fisika terutama konsep fisika masuk dalam alat peraga tersebut. Seperti yang dikembangkan oleh Bpk. Pembelajaran yang berpusat pada siswa adalah pembelajaran dengan menggunakan sepasang perspektif. dan pada akhirnya dapat meningkatkan mutu kualitas siswa. Kemudian alat yang dibuat ditampilkan kepada siswa dan dianalisi proses fisika apa yang terjadi. maka siswa memperoleh kesempatan dan fasilitasi untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam (deep learning). dan prestasi bagi semua pembelajar. Dengan cara mencari benda benda di sekitar kita yang masih berhubungan dengan materi fisika secara luas. perspektif. untuk dapat menerapkan . kapasitas. Chandra dari SMA N 10 Malang. pembelajaran. yaitu fokus pada individu pembelajar (keturunan. Kalau kita terpaku pada alat lab yang sebenarnya maka pembelajaran yang berbasis praktek tidak pernah akan terlaksana. dan kebutuhan) dengan fokus pada pembelajaran (pengetahuan yang paling baik tentang pembelajaran dan bagaimana hal itu timbul serta tentang praktek pengajaran yang paling efektif dalam meningkatkan tingkat motivasi.4. Kita dapat menyusun dan merancang alat-alat praktikum sendiri. Fokus ganda ini selanjutnya memberikan informasi dan dorongan pengambilan keputusan pendidikan. Tantangan bagi guru sebagai pendamping pembelajaran siswa.

Dengan mendekorasi ruangan kelas seperti hutan (tanaman dengan pot yang ditutup kain atau . Ketika menarik perhatian siswa. dan strategi pembelajaran. Prinsip ini mencerminkan bahwa dalam interaksi sosial. harapannya terhadap kesuksesan. THE CONDITION OF LEARNING) Perlunya menimbulkan minat dan perhatian siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru. minat pribadi. pembimbing atau guru dapat memberikan gerakan isyarat atau merubah mimik muka dan suara tiba-tiba. Bekal bagi para guru untuk dapat menjalankan perannya sebagai fasilitator salah satunya adalah memahami prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa. Diharapkan siswa memiliki kepekaan indera untuk merespon dengan cepat stimulus yang diberikan. yaitu: 1. dan tujuan belajar. seberapa banyak orang belajar. dan ketrampilan guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran berpusat pada siswa. Faktor Afektif yang menggambarakan bagaimana keyakinan. keahlian. Prinsip ini membantu menjelaskan mengapa individu mempelajari sesuatu yang berbeda. emosi. Fasilitator adalah orang yang memberikan fasilitasi. keyakinannya tentang kompetensi pribadinya. semua itu mempengaruhi bagaimana motivasi siswa untuk belajar. Faktor Perkembangan yang menggambarkan bahwa kondisi fisik. orang akan saling belajar dan dapat saling menolong melalui saling berbagi perspektif individual. Dalam hal ini adalah memfasilitasi proses pembelajaran siswa. 4. Ada lima faktor yang penting diperhatikan dalam prinsip psikologis pembelajaran berpusat pada siswa. intelektual. Peran guru dalam pembelajar berpusat pada siswa bergeser dari semula menjadi pengajar (teacher) menjadi fasilitator. waktu yang berbeda. aneh kontradiksi atau kompleks. dan motivasi mempengaruhi cara seseorang menerima situasi pembelajaran. Faktor Sosial yang menggambarkan bagaimana orang lain berperan dalam proses pembelajaran dan cara-cara orang belajar dalam kelompok. Untuk menunjang kompetensi guru dalam proses pembelajaran berpusat pada siswa maka diperlukan peningkatan pengetahuan. filosofi. Contoh : Mengenalkan hutan dengan cara mengajak siswa TKA seolah-olah kemping. Faktor Kognitif yang menggambarkan bagaimana siswa berpikir dan mengingat. Kondisi emosi seseorang. emosional. 2.pembelajaran yang berpusat pada siswa perlu memahami tentang konsep. dan dengan cara-cara yang berbeda pula. dan sosial dipengaruhi oleh factor genetik yang unik dan faktor lingkungan. Guru menjadi mitra pembelajaran yang berfungsi sebagai pendamping (guide on the side) bagi siswa. serta penggambaran faktor-faktor yang terlibat dalam proses pembentukan makna informasi dan pengalaman. pemahaman. komitmen metode. 5. PRINSIP PEMBELAJARAN (GAGNE. Faktor Perbedaan yang menggambarkan bagaimana latar belakang individu yang unik dan kapasitas masing-masing berpengaruh dalam pembelajaran. 3. dan usaha yang mereka lakukan untuk mengikuti pembelajaran. pola pikir.

Menyampaikan tujuan pembelajaran bisa menjadi motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. berupa gambar-gambar seperti : pohon. Memberikan bimbingan belajaran (Providing ϑ “Learning Guidance”) Bimbingan diberikan melalui persyaratan-persyaratan yang membimbing proses/alur berpikir siswa. dilanjutkan menyampaikan tujuan pembelajaran. Berikan contoh-contoh. Untuk siswa TKB kegiatan dapat berupa mengklasifikasikan kepingan gambar misalnya ke dalam kelompok binatang. Ajak pula siswa menonton film dokumenter tentang hutan. ranting dll). ϑ Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learners of the objective) Perlunya mengatakan pada siswa apa yang akan diperoleh atau dikuasai setelah mengikuti pelajaran. Lampu dapat dimatikan seolah-olah malam hari di hutan. sehingga siswa dapat mengetahui kemampuan yang dikuasai setelah mengikuti pelajaran. Guru meminta siswa membawa peralatan dan perlengkapan berkemah seperti makanan. Contoh : Guru menyampaikan materi “hutan” dengan bercerita menggunakan wayang hutan (dibuat sendiri. Untuk siswa TKB. ajak siswa TKA mengklasifikasikan kepingan gambar yang disediakan. dapat diajak langsung melihat hutan (misalnya ke hutan di Cibubur). jamur. sepatu. untuk mengingat kembali pengetahuan tentang hutan. Seperti mengatakan “Siapa yang pernah ke hutan?” “Seperti apa ya hutan itu?” “Apa saja isinya?” “Siapa yang mau ke hutan?” “Nanti teman-teman akan melihat hutan. Kenalkan hutan melalui temuan-temuan siswa/yang dilihat siswa di hutan (ruangan yang sudah disiapkan) dan cocokkan dengan buku tentang hutan yang dibawa guru. Guru juga mengajak siswa ikut memainkan wayang yang disediakan. Contoh : Kegiatan berupa membuat peta pikiran di atas sebuah kertas besar atau papan tulis .kertas. Sebelum kegiatan berkemah. bunga. penekanan baik secara verbal maupun “features” tertentu. juga mengetahui isi hutan!” Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (Stimulating recall of prior ϑ learning) Merangsang timbulnya ingatan tentang pengetahuan/keterampilan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. Contoh : Kegiatan diawali dengan tanya jawab. pakaian. Hari sebelumnya. Contoh : Di pertemuan berikutnya. air dll yang diberi tongkat). matahari. Menklasifikasikan gambar yang berkaitan dengan hutan dengan yang bukan hutan. dll. Menyampaikan materi ϑ pembelajaran (Presenting the stimulus) Penyampaian materi pembelajaran dengan menggunakan contoh. batu. gambar-gambar sehingga siswa siswa dapat lebih memahami materi yang disampaikan.. Ketika kegiatan ini dilaksanakan biarkan siswa memperlihatkan kemampuan menolong dirinya sendiri serta bersosialisasi dengan temannya. agar memiliki pemahaman yang lebih baik. tanaman. binatang. misalnya rekaman air dan suara binatang. guru mengadakan tanya jawab dengan siswa. memasang tenda sungguhan dan berkemah (sekitar 1 jam). batu batuan. Ajak siswa mendengarkan bunyi-bunyian yang berkaitan. Atau dapat berupa klasifikasi benda hidup dan benda mati. tas ransel. senter. bunga. untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa.

Misalnya ketika siswa menjawab “Harimau. ϑ Memperoleh unjuk kerja siswa (eliciting performance) Siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau untuk menunjukkan penguasaannya terhadap materi. Contoh : . Menilai hasil belajar ϑ (Assessing performance) Memberikan tes atau tugas untuk menilai sejauh mana siswa menguasai tujuan pembelajaran Contoh : Minta siswa memilih sebuah kartu kata atau gambar berkaitan dengan hutan (siapkan kata atau gambar yang berbeda sejumlah siswa). gunting. untuk siswa TKA kegiatan berupa membuat gambar hutan. Contoh : Di pertemuan berikutnya. Tidak ada jawaban salah. dapat juga menggunakan potongan-potongan gambar dari koran atau majalah atau clip-art dan lain-lain. Memperkuat retensi dan transfer belajar (Enhancing retention and ϑ transfer) Merangsang kemampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. keahlian dan strategi ketika menghadapi masalah dan situasi baru. Arahkan siswa ke pada tema kali ini. ketika siswa menunjukkan maket hutan buatannya. Ajukan pertanyaan misalnya “Kalau mendengar kata hutan. siswa tersebut mengatakan “Takut” Guru dapat menayakan “Kenapa takut?” Misalnya siswa menjawab “Gelap” Guru dapat menanyakan “Kenapa gelap? Misalnya siswa menjawab “banyak pohon. Ajak siswa bercerita di depan kelas sekitar 1-2 menit mengenai kata atau gambar tersebut. Guru dapat merekam cerita siswa tersebut dan memutarnya kembali setelah siswa selesai bercerita. Atau siswa lain mengatakan pendapatnya tentang hutan. ajak siswa melihat buku. guru dapat memberikan balikan atas hasil karya yang siswa buat. batu. gambar atau foto gajah hingga siswa memahami. Untuk siswa TKB kegiatan dapat berupa membuat maket hutan. Misalnya gambar pohon. dan guru dapat memancing siswa bercerita tentang hutan melalui gambar yang siswa buat. Diharapkan nantinya siswa dapat mentransfer atau menggunakan pengetahuan.dengan spidol warna warni. dll) dan guru dapat memancing siswa bercerita tentang hutan malalui maket yang siswa buat. ϑ Memberikan balikan (Providing feedback) Siswa diberi tahu sejauh mana ketepatan unjuk kerjanya (performance) Contoh : Berkaitan dengan poin sebelumnya yaitu memperoleh unjuk kerja siswa. apa yang terlintas di pikiranmu?” Biarkan siswa menjawab dan tuliskan /gambarkan jawaban siswa. Kegiatan ini juga mengajak siswa lainnya belajar menghargai temannya yang sedang bercerita. Misalnya ketika siswa membuat gajah berkaki dua guru dapat bertanya “Ini apa?” “Menurutmu kaki gajah ada berapa?” jika siswa mengalami kesulitan. Ajak siswa mendengarkan suaranya sendiri. kertas warna. Dalam kegiatan ini. Misalnya. Siswa TKB dapat membuat “hutan” nya sendiri atau berkelompok dengan bahan-bahan yang disediakan (karton.” dan seterusnya. Guru menuliskan kata “hutan” di tengah papan.” Guru dapat balik bertanya “Kenapa harimau?” siswa menjawab “Kan adanya di hutan. lem. guru dapat mengajukan pujian atau mengajukan beberapa pertanyaan yang memancing siswa menceritakan hasil karyanya.” dan seterusnya. jamur dll. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah terjadi.

http://nilaieka.Gagne. Dalam metode ceramah proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru umumnya didominasi dengan cara ceramah. Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan masalah. serta disajikan dengan cara yang menarik. Robert M.com/2009/04/macam-macam-metode-pembelajaran.blogspot. Desember 2007 tentang pemanasan global). Jika metoda ini dikelola dengan baik. Metoda Tanya Jawab akan menjadi efektif bila materi yang menjadi topik bahasan menarik. diantaranya adalah : a. antusiasme siswa untuk terlibat dalam forum ini sangat tinggi. b. ada beberapa motode yang umum digunakan. atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Metode Tanya jawab Metode tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut. Metode adalah cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Tata caranya adalah sebagai berikut: harus . Fourt Edition. menantang dan memiliki nilai aplikasi tinggi. Metode ceramah. Ajak siswa kembali mengingat tema hutan dengan mengajak siswa menanam biji dari buah yang biasa mereka makan dan jadikan ini proyek berkelanjutan (menanam dan merawat pohon yang nantinya tumbuh).Ajak siswa membaca/melihat gambar/mendengar guru membacakan koran anak (misalnya dalam lembar anak Koran Kompas edisi Minggu. The Conditions of Learning and Theory of Instruction. Pertanyaaan yang diajukan bervariasi. Holt-Saunders International Edition.html Macam-Macam Metode Pembelajaran OPINI Wijaya Kusumah | 8 Juni 2009 | 21:45 14335 5 Nihil. Dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar (TIK). Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah. meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban). Sumber : .

situasi. Metode Eksperimen Metode eksperimen adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. e. khususnya pada saat siswa sudah terlibat dalam kerja kelompok. Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas adalah cara mengajar atau penyajian materi melalui penugasan siswa untuk melakukan suatu pekerjaan. menganalisis. dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar. Disamping metoda yang lain. Metode Demonstrasi Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses. benda. dan suasana diskusi tanpa tekanan. metoda ini banyak sekali digunakan. maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan. model. 2) hasil dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan presentasi oleh siswa dari satu kelompok dan ditanggapi oleh siswa dari kelompok yang lain atau oleh guru yang bersangkutan. Demonstrasi akan menjadi aktif jika dilakukan dengan baik oleh guru dan selanjutnya dilakukan oleh siswa. Pemberian tugas dapat secara individual atau kelompok. peserta diskusi dapat menerima dan memberi. serta 3) di akhir kegiatan ada kesimpulan yang didapat. Metoda ini dapat dilakukan untuk kegiatan yang alatnya terbatas tetapi akan dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang oleh siswa. Hal ini tergantung dari tujuan dan makna percobaan atau jumlah alat yang tersedia. bila alat yang tersedia hanya satu atau dua perangkat saja. Pemberian tugas untuk setiap siswa atau kelompok dapat sama dan dapat pula berbeda. mengamati suatu obyek. atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan benda baik yang sebenarnya. f.ada pimpinan diskusi. Agar pemberian tugas dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Di dalam TIK. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses. topik yang menjadi bahan diskusi harus jelas dan menarik. Percobaan dapat dilakukan melalui kegiatan individual atau kelompok. d. c. Percobaan ini dapat dilakukan dengan demonstrasi. . Metode Tutorial/Bimbingan Metode tutorial adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan melalui proses bimbingan yang diberikan/dilakukan oleh guru kepada siswa baik secara perorangan atau kelompok kecil siswa. maka: 1) tugas harus bisa dikerjakan oleh siswa atau kelompok siswa. percobaan banyak dilakukan pada pendekatan pembelajaran analisis sistem terhadap produk teknik atau bahan. membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.

tetapi kita harus menggunakan segala pengetahuan kita untuk memberi pemecahan yang terbaik. . moderator. . Persoalan yang kompleks sering kita jumpai dalam kehidupan bermasyarakat. A. latihan untuk peranan peserta dalam kehidupan di masyarakat.Dengan bantuan guru.Misalkan sebuah kelas dalam bahan ajar Pengerjaan Kayu 2.Sementara para siswa mempelajari maupun mengerjakan tugastugas. motivator dan pembimbing sangat dibutuhkan oleh siswa untuk mendampingi mereka membahas dan menyelesaikan tugas-tugasnya Penyelenggaraan metoda tutorial dapat dilakukan seperti contoh berikut ini: . para siswa memperoleh kebiasaan tentang bagaimana mencari informasi yang diperlukan. juga dalam kehidupan yang demokratis kita diajak untuk hidup bermusyawarah. Selain memberi kesempatan untuk mengembangkan ketrampilan memecahkan masalah. menjelaskan teori. selanjutnya dilakukan rotasi antar kelompok. mencari keputusan-keputusan atas dasar persetujuan bersama.Kemudian para siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk membahas pokok bahasan yang berbeda. 2008 by Pakde sofa >Metode Diskusi dalam Pembelajaran Metode diskusi ialah suatu cara penyampaian bahan pelajaran dan guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan pendapat. Dalam hal ini diskusi merupakanjalan yang banyak memberi kemungkinan pemecahan terbaik. Ada kemungkinan terdapat lebih-dari satu jawaban yang benar sehingga harus menemukan jawaban yang paling tepat di antara sekian banyak jawaban tersebut. Perhatian guru dapat diberikan lebih intensif kepada siswa yang sedang mengoperasikan alat-alat yang belum biasa digunakan. belajar sendiri dan berfikir sendiri. Dalam kehidupan modern ini banyak sekali masalah yang dihadapi oleh manusia. dan membimbing mereka untuk memecahkan problemanya. sedemikian kompieksnya masalah tersebut sehingga tak mungkin hanya dipecahkan dengan satu jawaban saja. Bagi anak-anak. guru berkeliling diantara para siswa. karenanya dibutuhkan pemecahan atas dasar kerjasama.-Untuk iru siswa harus dilatih sejak kecil. Kecakapan untuk memecahkan masalah dapat dipelajari. membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah.Peran guru sebagi fasilitator. . mendengar.com/2009/06/08/macam-macam-metode-pembelajaran/ Posted on Juli 13.kompasiana. http://umum. Penggunaan metode diskusi . jam pelajaran pertama digunakan dalam bentuk kegiatan klasikal untuk menjelaskan secara umum tentang teori dan prinsip.

tetapi ada yang tidak. malah mungkin terdapat banyak jawaban yang benar. Beberapa orang guru mengeluh bahwa daya tampung di sekolah mereka sangat berbatas. tidak akan menjadi diskusi bila guru tidak meminta pendirian serta alasan siswa. dan mengandung kemungkinan jawaban lebih dari satu. Apakah siaran teievisi sebaiknya d’iurus oleh Pemerintah. Bilamanakah bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kesatuan di negara kita ? 2. 5 hanya memerlukan pemungutan suara. 1. Misalnya : Manakah kiranya yang paling baik. Pertanyaan-pertanyaan yang baik untuk metode diskusi : 1) Menguji kemungkinan jawaban yang dapat dipertahankan lebih dari sebuah.4 dan 8 memerlukan jawaban berfakta. Dengan diskusi guru berusaha mengajak siswa untuk memecahkan masalah. Bentuk acara yang bagaimanakah yang akan kamu pilih untuk memperingati hari kemerdekaan di sekolah kita? 8. Nomor 3 dan 9 meminta pertimbangan tentang fakta-fakta. Mengapa pada saat ini banyak remaja laki-laki yang memakai perhiasan? 10. manakah yang akan lebih memberikan manfaat. marilah kita perhatikan contoh pertanyaan-pertanyaan berikut ini : 1. Jalan keluar apakah yang kiranya dapat ditempuh untuk mengatasi keadaan itu ? 7. 2) Tidak menanyakan “Manakah jawaban yang benar” tetapi lebih menekankan kepada “mempertimbangkan dan-membandingkan”. Mengapa peserta Sipenraaru maupun PMDK pada tahun ini menurun ? 3. Pertanyaan no. pemecahan mana yang mungkin lebih berhasil. karena akan muncul berbagai pandangan yang dapat dibenarkan. 3) menarik minat anak dan sesuai dengan taraf kemampuan/umurnya. Siapakah di antara kalian yang setuju diadakan ulangan secara mendadak ? 6. Sedangkan nomor 6. Pertanyaan no.Jalan apakah yang dapat ditempuh untuk mengurangi penderitaan rakyat di Afrika Selatan? Perhatikanlah sifat-sifat pertanyaan di atas. Peranan Guru atau Pemimpin Diskusi . maka diskusi menjadi hidup. dengan sendirinya kemungkinan terdapat lebih dari satu jawaban. 7 dan 10 membutuhkan rencana bertindak dari pihak siswa. bahwa metode tanya jawab dengan diskusi saling mencakup tetapi berbeda. jadi pertanyaan tersebut bukan diskusi melainkan tanya-jawab. agar mendapatkan gambaran yang jelas. Ada pertanyaan yang mengandung unsur diskusi. Untuk pemecahan suatu masalah diperlukan pendapat-pendapat berdasarkan pengetahuan yang ada. atau swasta ataukah sebagian pemerintah sebagian swasta ? 4.Seperti telah disinggung sekilas. Berapakah perbandingan antara angka kelahiran dan kematian penduduk dunia pada saat lahirnya bayi yang ke-5 milyar ? 9. B. Mengapa burung hantu tidak berdaya pada waktu siang? 5.

Suatu saat mungkin ada diantara ide baru tersebut yang dirasa menarik untuk dikembangkan. 5) Brainstorming Merupakan suatu diskusi di mana anggota kelompok bebas menyumbangkan ideide baru terhadap suatu masalah tertentu. untuk kemudian diklasifikasikan menurut suatu urutan tertentu. Tcmpat duduk diatur setengah lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosonu menghadap peserta. Semua ide >ang sudah masuk dicatat. di bawah seorang ketua. 3) Whole Group Suatu kelas merupakan satu kelompok diskusi dengan jurnlah anggota tidak lebih dari 15 anggota. 2) Kesulitan dalam menyimpulkan sering menyebabkan tidak ada penyelesaian. Diskusi ini dapat diadkan di tengah-tengah atau akhi 2) Fish Rowt Diskusi terdiri dari beberapa orang peserta yang dipimpin oleh seorang ketua. Tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga siswa saling berhadapan untuk memudahkan pertukaran pendapat. Hal manakah yang telah diterima oleh suara terbanyak sebagai persetujuan? Tindakan apakah yang sudali direncanakan ? Siapa yang melaksanakan. seolah-olah menjaring ikan dalam sebuah mangkuk (fish boxvli. 3) Membutuhkan waktu cukup banyak. kemudian memilih jawaban yang dianggap merupakan jawaban yang setepat tepatnya.Kemungkinan-kemungkinan jawaban yang bagajmana yang dapat dirumuskan oleh kelas terhadap suatu masalah ? Selama diskusi pemimpin atau guru kelas melihat adanya sejumlah jawaban yang mungkin. Guru menjelaskan garis besar masalah dengan aspek-aspeknya. kemudian tiap kelompok bertugas membahas suatu aspek tertentu dan membuat kesimpuian untuk diiaporkan dalam sidang pleno serta didiskusikan lebih lanjut. dan bilamana ? Kebaikan Metode Diskusi 1) Siswa belajar bermusyawarah 2) Siswa mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetahuan masing-masing 3) Belajar menghargai pendapat orang lain . 4) Syndicate group Suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-6 orang. Ketua mempersilahkan berbicara dan setelah selesai kembali ketempat semula. Jenis-jenis Diskusi 1) Buzz Group Suatu kelas yang besar dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil 4 atau 5 orang. Kelompok pendengar yang ingin menyumbangkan pikiran dapat duduk di kursi kosong tersebut. 6) Informal debate . 4) Mengembangkan cara berpikir dan sikap ilmiah Kekurangan/Kelemah an Metode Diskusi 1) Pendapat serta pertanyaan siswa dapat menyimpang dari poko persoalan.

yang belum berpengalaman memimpin diskusi. la berhak untuk : .Kelas dibagi menjadi dua team yang agak sama besarnya unluk memperdebatkan suatu bahan yang problematis. seseorang yang senang berbicara akan menguasai seluruh pembicaraan sehingga tidak memberi kesempatan kepada teman yang lain untuk Tnengemukakan pendapat. Pemimpin diskusi yang baik. mahasisxva yang lain. Dari peran tersebut. Untuk membatasi orang yang senang . Winarno Surakhmad dalam bukunya “Metodologi Guruan Nasional” mengemukakan tiga peranan pemimpin diskusi ialah sebagai : 1) pengatur lalu lintas 2) dinding penangkis. selanjuinya mengandung perianyaan-penanyaan tambahan dari sisxva. DR. Pelajaran dengan maksdu untuk memperjelas bahan pelajaran yangtelah diterima Pemimpin diskusi dapat dipegang oleh guru sendiri. Untuk itulah para siswa perlu dilatih untuk memperoleh ketrampilan pemimpin yang pada hakikatnya dapat dipelajari. Seseorang . dapat kita lihat bahwa pemimpin akan belajar memahami sifat-sifat para peserta. Juga serins terjadi beberapa siswa belum memahami persoalan . Prof. Kecakapan memimpin diskusi memang harus dilatih.sehingga memberikan komentar yang menyimpang dan berkepanjangan. rnereka akan berbicara secara serempak atau spontan menanggapi bila ada suatau pendapat yang menarik. Demikian pula diantara peserta diskusi saling bertentangan pendapatnya. akan sanggup dengan cepat mengambil tindakan menghadapi ketimpangan-ketimpangan tersebut diatas. la akan belajar bagaimana mendorong si pendiam untuk ikut serta dan bagaimana mencegah anggota yang senang berbicara dan membuka kesempatan bagi anggota lain secara merata. 7) Colloqinin Merupukan suatu kegiatan dimana siswa’mahasiawa dihadapkan pada nara sumber untuk mengajukan pertanyaan. tidak dapat mencarikan jalan tengah sehingga seringkali diskusi berakhir lanpa adanya suatu kesimpulan yang jelas. 3)penunjukjalan Pemimpin sebagai pengatur lalu lintas Sebagai seorang pemimpin. bila kita menginginkan keberhasilan suatu diskusi.Mengatur sedemikian sehingga setiap pembicaraan dapat ditangkap dengan jelas oleh pendengar.Menjaga agar tidak semua anggota bicara secara serempak . tetapi dapat juga diserahkan kepada siswa bila guru ingin memberi kesempatan kepada siswa unluk belajar memimpin. Akibat suasana menjemukan dan tidak dapat-melihat kemajuan-kemajuan apa yang telah dicapai. Bila siswa belum pernah mengenal lata cara diskusi.Menunjukkan pertanyaan-pertanyaan kepada anggota .Membuka kesempatan bagi anggota yang pemalu atau pendiam untuk menyumbangkan ide-ide mereka . bagi pemimpin yang belum trampil.Mencegah dikuasai’nya pembicaraan oleh orang-orang tertentu yang gemar berbicara . tanpa memperhatikan peraturan diskusi panel. Dapat pula terjadi. suatu saat dapat menjadi kebingungan apabila terjadi pembicaraan yang jauh menyimpang dari pokok persoalan.

kami belurn mendapat kesempatan mendengarkan pemikiranmu tentang hal ini.dan menetapkan langkah-langkah. Panel Merupakan suatu diskusi orang-orang yang dianggap ahli. selalu memantul kembali.Apakah masalah yang dihadapi? Pemimpin’periu mengetahui dengan jelas permasalahan yang dihadapi. terdiri dari 3-6 orang dan dipimpin oleh seorang moderator. maka jawaban tersebut dilontarkan kembali kepada para peserta untuk dimintakan pendapat mereka pada suatu saat mungkin diskusi mengalami jalan buntu. siswa dapat melihat kekurangankekurangannya dan mencoba memperbaiki -sebelum diskusi dilanjutkaan.Soal-soal penting mana yang terdapat dalam masalah itu? Kalau dalam diskusi terdapat pandangan yang berbeda.berbicara. Faedahnya. dan rendah diri. misalnya dapat dikatakan : “Baik. Atau tidak disadari bahwa telah tiba saatnya untuk menarik kesimpulan. Rini akan mengemukakan pendapat atau anggota yang lain?”. atau tidak memahami pokok masalah yang didiskusikan sehingga mudah timbul pertanyaan-pertanyaan yang menyimpang dari garis pembicaraan. bagaimana pendapat anda sekalian mengenai hal ini ?”. Pemimpin sebagai dinding penangkis Dalam peran ini di ibaratkan seorang pemain tenis yang berlatih memukul bola pada dinding. Para panelis dihadapkan pada para peserta . maka pada kesempatan itu pemimpin atau Guru dapat bertindak sebagai penasihat dan memberi jawaban sehingga soalsoal pokok yang sedang didiskusikan dapat dilanjutkan Dalam diskusi sering terjadi siswaan tidak menyadari struktur pokok diskusi -mereka. Faktor serupa ini terpaksa dicari dari sumbersumber lain atau dari nara sumber yang mengetahui. Bila ada pertanyaan yang muncul. coba mari kita lihat beberapa pendapat yang lain”. Langkah-langkah yang perm dipahami dan dipakai sebagai pedoman menuntun diskusi kelas adalah: . Dia sendiri tidak selalu menjawab langsung setiap pertanyaan yang penting. Dapat terjadi seluruh peserta tidak tahu dengan pasti faktor tertentu yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah. Atau kepada si pendiam : “Tina. saya rasa pendapat anda itu telah dituangkan dengan jelas. Bila perlu ditulis di papan tulis sebelum diskusi dimulai sehingga peserta senantiasa melihat tujuan diskusi. marah. Bila sudah memperoleh jawaban. Demikian pula pemimpin diskusi senantiasa menerima pertanyaan-pertanyaan dari para peserta dan dipantulkan kembali ke dalarn kelompok. Kepada si pendiam :”Mungkin. bagaimana pendapatmu ?”. pemimpin dapat mengatakan ya. ada baiknya pandanganpandangan tersebut ditulis pula. Mereka kehilangan pegangan dan tidak melihat hasil-hasil yang sudah dicapai. Dengan demikian pemimpin mempunyai kewajiban menuntun anggota dalam menentukan langkah-langkah pemecahan masalah. Di sini pemimpin harus dapat mengatur pembicaraan dengan bijaksana sehingga tidak menimbulkan rasa tertekan. ini pertanyaan yang baik. Kewajiban pemimpin diskusilah untuk memahami dengan seksama struktur diskusi yang baik sehingga ia dapat menunjukkan jalan lurus bila terjadi penyimpangan. .

Pembahasan dilakukan oleh beberapa orang pembicara (sedikitnya 2 orang) yang sebelumnya telah menyiapakan suatu prasarana dan pembicara yang lain mengemukakan prasarana banding/sanggahan. Suatu pokok persoalan dibahas secara teoritis. 9) Simposium -Merupakan suatu pembahasan masalah yang bersifat lebih formal. 10) Seminar Merupakan suatu pembahasan yang bersifat ilmiah. bila perlu dibuka suatu pandangan umum.com/2008/07/13/metode-diskusi-dalam-pembelajaran/ . http://massofa.wordpress. Bahasan dan sanggahan itu selanjutnya dirumuskan oieh panitia perumus. Suatu pokok persoalan disoroti dari beberapa aspek. Berdasarkan kertas kerja yang ada. Maksudnya untuk memberikan stimulus kepada para peseita akan adanya masalah-masalh yang masih dipecahkan lebih lanjut. yang masing-masing dibacakan oleh prasarana kemudian diikuti sanggahan dan pandangan umiun dari para pendengar.yang hanya berfungsi sebaeai pendengar. Moderator mengkoordinasi jalannya pembicaraan. Pimpinan kelompok sewaktu waktu menyimpulkan kerja keiompoknya dan dari hasil-hasil kelompok disusun suatu perumusan oleh panitia perumus yang ditinjau. peserta menjadi beberapa kelompok untuk membahas lebih lanjut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful